cover
Contact Name
Florensius Tijan
Contact Email
admin@unka.ac.id
Phone
+6281227902049
Journal Mail Official
admin@unka.ac.id
Editorial Address
Jl.YC.Oevang Oeray Nomor 92 Baning Kota, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat 78612
Location
Kab. sintang,
Kalimantan barat
INDONESIA
PIPER
ISSN : 19070403     EISSN : 27755738     DOI : 10.51826/piper
PIPER merupakan salah satu media/wadah untuk mengembangkan kemampuan ilmiah civitas akademika Fakultas Pertanian, terutama kemampuan berkomunikasi secara tertulis sesuai kaidah-kaidah ilmiah. Sebagai wadah menampung hasil-hasil penelitian ilmiah, PIPER dapat memperkaya khasanah ilmu dan pengetahuan melalui berbagai aktivitas penelitian. PIPER diharapkan berisi konsep-konsep pemikiran yang objektif, kritis, maju, konstruktif dan mengandung upaya memecahkan berbagai masalah sektor pertanian terutama di wilayah Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat maupun di Indonesia bahkan dunia.
Articles 262 Documents
KEANEKARAGAMAN JENIS AMFIBI DAN REPTIL DI KAWASAN HUTAN BUKIT BELUAN KABUPATEN KAPUAS HULU Sri Sumarni; Nazarudin Nazarudin; Zainudin Zainudin
Publikasi Informasi Pertanian Vol 19, No 1 (2023): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v19i1.781

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman Jenis Amfibi dan Reptil di KawasanHutan Bukit Beluan Kabupaten Kapuas Hulu. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi informasi untukpengelolaan kawasan dan wawasan bagi masyarakat dalam menjaga kelestarian jenis dan habitatnya.Pengumpulan data dilakukan secara ekplorasi dengan metode survey perjumpaan visual (Visual EcounterSurvey) pada dua tipe habitat yaitu perairan (aquatik) dan daratan atau terestrial. Penelitian ini berhasilmenemukan 23 jenis amfibi dan reptil, dimana 17 jenis amfibi terdiri dari 5 famili dan 10 genus meliputiBufonida (2 jenis), Dicroglossidae (4 jenis), Megophryidae (5 jenis), Ranidae (4 jenis) danRhacophoridae (2 jenis). Terdapat 6 jenis reptildari 4 famili dan 5 genus antara lain Agamidae (2 jenis),Geckonidae (2 jenis), Scincidae (1 jenis) dan Colubridae (1 jenis).Amfibi yang sering dijumpai adalahAnsonia minuta, Staurois guttatus, Meristogenys spdan Polypedates macrotis. Amfibi yang termasukkategori endemik Kalimantan yaitu Ansonia spinulifer, Limnonectes ibanorum, Limnonectesleporinus, Leptobrachium abbotti dan Staurois guttatu, dan terdapat satu jenis yang penyebarannyamasuk kategori rawan berdasarkan status konservasi IUCN adalah Meristogenys jerbo. Penemuanjumlah jenis dipengaruhi banyak faktor antara lain usaha(effort), faktor biotik (vegetasi) dan faktorlingkungan. Keadaan habitat dengan lingkungan yang mendukung menjadi tempat hidup yang sesuaiuntuk kehidupan amfibi dan reptil. Namun demikian aktifitas manusia menjadi salah satu ancamanterhadap kerusakan atau keberadaan jenis amfibi dan reptil yang terdapat di kawasan hutan BukitBeluan Kabupaten Kapuas Hulu.
PENGARUH PANJANG AKAR STUM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KARET (Hevea brasiliensis M.) KLON PB 260 DI POLYBAG Kamaludin kamaludin
Publikasi Informasi Pertanian Vol 19, No 1 (2023): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v19i1.788

Abstract

Perkebunan karet di Kabupaten Sintang terus meningkat. Pada tahun 2019 luas kebun karendi kawasan ini adalah 69.281,00 ha, pada tahun 2022 menjadi 84.930,00 ha. Pengembangan perkebunankaret ini perlu disikapi dengan penyediaan bibit karet yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh panjang akar stum terhadap pertumbuhan bibit karet dalam polibag, dan untuk mendapatkanpanjang akar stum yang menghasilkan pertumbuhan bibit karet dalam polybag tertinggi. Penelitian inibermanfaat untuk menambah pengetahuan tentang pengaruh panjang akar stum terhadap pertumbuhanbibit karet dalam polybag, dan diharapkan dapat memberikan pedoman bagi petani yang akan mencobamembuat bibit karet dalam polybag. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK)yang terdiri dari 5 perlakuan, masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali. kelima perlakuantersebut adalah: A = Panjang akar stum 15,0 cm. B = Panjang akar stum 17,5 cm. C = Panjang akarstum 20,0 cm. D = Panjang akar stum 22,5 cm. E = Panjang akar stum 25,0 cm. Pengamatan dilakukanterhadap peubah tinggi pucuk, diameter pucuk, dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwapanjang akar stum berpengaruh terhadap pertumbuhan bibit karet klon PB 260 dalam polibag.Pertumbuhan tertinggi dicapai pada panjang akar stum 22,5 cm. Panjang akar stum menghasilkan tinggipucuk rata-rata (35.250 cm) dan diameter pucuk (5.160 mm).
PEMBERIAN PUPUK ORGANIK UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN SERTA HASIL TANAMAN GAMBAS (Luffa acutangula, L Roxb) PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Markus Sinaga; Alexander Alexander; Nikodemus Husein
Publikasi Informasi Pertanian Vol 19, No 1 (2023): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v19i1.777

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemberian pupuk organik untuk meningkatkanpertumbuhan serta hasil tanaman gambas(Luffa acutangula, L Roxb) pada tanah ultisol, serta mengetahuidosis pemberian pupuk organik yang meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman gambas tertinggi.Penelitian ini menggunakan metode percobaan lapangan dan menggunakan Rancangan Acak Kelompok(RAK). Taraf perlakuan pupuk organik terdiri dari tanpa pupuk organik (S0), 1 kg/m2 (S1), 2 kg/m2(S2), 3 kg/m2 (S3), dan 4 kg/m2 (S4). Data dianalisis dengan analisis ragam dan dilanjutkan dengan ujiDuncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian diketahui bahwa pemberian pupukorganikmampu meningkatkan pertumbuhan serta hasil tanaman gambas pada tanah ultisol, hal ini diketahuidari hasil pengamatan terhadap jumlah buah, berat buah, dan berat berangkasan. Pemberian 4 kgpupuk organik mengasilkan pertumbuhan dan hasil teringgi tanaman gambas pada tanah ultisol, rataratajumlah buah 2,35/ tanaman, berat buah rata-rata 536,60 g/ tanaman, dan rata-rata beratberangkasan 1,30 kg/ m2.
STUDI KEANEKARAGAMAN JENIS TUMBUHAN LIANA PADA KAWASAN HUTAN ADAT DESA PAMPANG DUA KABUPATEN SINTANG Surya Aspita; Novi Avendi
Publikasi Informasi Pertanian Vol 19, No 1 (2023): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v19i1.783

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman jenis tumbuhan liana yang terdapatdi Hutan Adat Desa Pampang. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode jalur dengan teknikeksplorasi, inventarisasi, identifikasi dan dokumentasi. Jalur diletakkan secara purposive, sebanyak 1(satu) buah dengan membagi wilayah Hutan Adat menjadi dua, selanjutnya dilakukan eksplorasi,inventarisasi dan identifikasidi kiri dan kanan sepanjang pada jalur tersebut. Hasil penelitian ditemukan13 (tiga belas) jenis berasal dari 12 genus dan 9 famili. Jenis jenis Liana yaitu Akar Amplas (Cayratiasp), Akar Beluru (Entada sp), Akar Jangkit (Ampelocissus sp), Akar Kacam (Parameria sp), AkarKelait/Bajakah (Uncaria nervosa),Akar Kubal (Wilughbeia angustifolia), Akar Lanjar (Tetrastigmasp), Akar Melantar (Piper sp), Akar Tuba (Derris elliptica Benth), Entuyut (Nepenthes sp), Kerarak/Beringin (Ficus annulata), Kerarak Rembat (Ficus sp) dan Wi Upak/Rotan Umbut (Calamus sp).Jenis Liana yang ditemukan terdiri atas 6 jenis tipe Perambat (Akar Beluru, Akar Jangkit, Akar Kelait/Bajakah, Akar Kubal, Akar Tuba dan Kerakat Rembat), 4 jenis tipe Pembelit (Akar Amplas, AkarKacam, Akar Lanjar danKerakak/Beringin) , 2 jenis tipe Bersulur (Akar Melantar dan Entuyut) dan 1jenis tipe Berduri (Wi Upak/Rotan Umbut). Hutan Adat Desa Pampang Dua adalah sebagai bentukkearifan lokal dan menyimpan potensi keanekaragaman jenis Liana bernilai ekonomis dan ekologis.
PENGARUH SUMBER MEDIA SEMAI TERHADAP PERTUMBUHAN SEMAI Shorea parvifolia Dyer DI PERSEMAIAN Antonius antonius
Publikasi Informasi Pertanian Vol 19, No 1 (2023): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v19i1.786

Abstract

Dua tantangan besar di hadapi kehutanan Indonesia pada abad ke-21, yaitu pasar bebasdan ekolabel sehingga perlu membangun hutan tanaman yang produktif, efisien, kompetitif, sehat danlestari melalui penerapan silvikultur intensif. Keberhasilan program pemuliaan tersebut sangat tergantungdari materi (benih) yang digunakan dalam pembangunan hutan, dan ini dapat dilihat melalui pertumbuhantanaman dari tingkat semai hingga penanaman di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipertumbuhan S. parvifolia Dyer. di persemaian, yang terdiri dari pertumbuhan diameter dan pertumbuhantinggi tanaman. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuanberupa tanah di bawah naungan pohon dan tanah dibawah tumbuhan alang-alang. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang sangat nyata yang ditunjukkan dengan nilai F. Hitunguntuk karakter sebesar 22,06 pada taraf kepercayaan 5% dan 1%. Untuk pertumbuhan diameterbatang menunjukkan perbedaan yang santa nyata pada taraf uji 0,01 atau 1%.
APLIKASI BOKASHI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAYAM MERAH CABUT (Amaranthus gangeticus L.) Nining Sri Sukasih; Ratri Yulianingsih; Ardi Purnawan
Publikasi Informasi Pertanian Vol 19, No 1 (2023): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v19i1.778

Abstract

Pengembangan tanaman sayuran bayam merah cabut di Kabupaten Melawi masihmemungkinkan mengingat kondisi iklim yang cocok dan lahannya masih cukup tersedia serta permintaansayuran yang semakin tinggi. Tetapi yang menjadi kendala adalah lahan yang kurang subur, oleh karenaitu, pemberian bokashi tandan kosong kelapa sawit dapat diberikan agar produksi sayuran bayammerah cabut dapat ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aplikasi bokashi tandankosong kelapa sawit terhadap pertumbuhan dan hasil bayam merah cabut dan Untuk mendapatkandosis bokashi tandan kosong kelapa sawit yang menghasilkan pertumbuhan serta hasil bayam merahcabut tertinggi. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode Rancangan Acak Kelompok yang terdiriatas lima taraf perlakuan bokashi tandan kosong kelapa sawit dan masing-masing perlakuan diulang 5kali. Taraf perlakuan tersebut yaitu T0 = tanpa bokashi tandan kosong kelapa sawit, T1 = 0,5 kgbokashi tandan kosong kelapa sawit. , T2 = kg, 1,5 kg bokashi tandan kosong kelapa sawit. dan T3 =1,5 kg bokashi tandan kosong kelapa sawit, T4 = 2 Kg bokashi tandan kosong kelapa sawit. Parameteryang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat segar. penelitian menunjukkan bahwa aplikasibokashi tandan kosong kelapa sawit berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil bayam merah cabut.Bokashi tandan kosong kelapa sawit dengan dosis 2 kg menghasilkan pertumbuhan dan hasil bayammerah cabut terbaik ditunjukkan dengan rata-rata tinggi tanaman 29,50 cm, jumlah daun 14,60 helaidaun, dan berat segar rata-rata 43,20 gram per tanaman.
JENIS TUMBUHAN BAWAH BERMANFAAT SURVIVAL DI KAWASAN HUTAN LINDUNG BUKIT RENTAP KABUPATEN SINTANG Muhammad Syukur
Publikasi Informasi Pertanian Vol 19, No 1 (2023): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v19i1.784

Abstract

Hutan Lindung Bukit Rentap Kabupaten Sintang, adalah hutan tropis dengankenaekaragaman jenis tumbuhan cukuptinggi, diantaranyaterdapattumbuhan bermanfaat danberkhasiat survival. Tumbuhan survival oleh masyarakat setempat, utamanya dimanfaatkan untuk pengganti pangan dan sebagai obat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui tumbuhan bawah bermanfaat survival di kawasan Hutan Lindung Bukit Rentap Kabupaten Sintang. Penelitian menggunakan metode eksplorasi dan wawancara. Wawancara dilakukan kepada tokoh, ketuaadatdanmasyarakat,yang dianggap mengetahui dan berkaitan erat dengan tumbuhan survival. Eksplorasi dilakukan pada jalur pengamatandenganpanjang ± 500 m dan radius ± 50 m. Jalur dibuat sebanyak 4 buah, masing masing sebelah utara, selatan, barat dan timur. Setiap tumbuhan survival yang ditemukan diidentifikasi dan didokumentasikan. Pelaksanaan kegiatan meliputi persiapan, observasi, wawancara, penentuan jalur pengamatan, eksplorasi, inventarisasi, identifikasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ditemukan 13 jenistumbuhan bawah bermanfaat survival, yaitu Engkerebang, Gelinggang, Lembu, Tepus, Simpur, Pakuk Kubuk, Rebung, Tekalak, Tukan, Salam dan Rambai. Tumbuhan bawah survival berkhasiat obat adalah Engkerebang, Gelinggang, Kemunting, Lembu dan Tepus, digunakan untuk mengobati Diare, Mulas, Penyakit Kulit, Penambah ASI dan melancarkan sirkulasi peredaran darah. Sedangkan yang bermanfaat untuk pangan adalahPakuk Kubuk, Tekalak, Tukan, Salam, Rambaian, Pakuk Miding dan Rebung, umumnya digunakan sebagai pengganti makanan, sayur dan penyedap rasa.
PEMANFAATAN BATANG PISANG SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR (POC) UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium cepa L) Herlina Kurniawati; nurhadiah nurhadiah; Oregen Rivaldo
Publikasi Informasi Pertanian Vol 19, No 1 (2023): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v19i1.774

Abstract

Bawang merah merupakan komoditas hortikultura yang bermanfaat. Kebutuhan Bawangmerah di Indonesia mengalami peningkatan sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk. Peningkatanproduksi bawang merah dapat dilakukan dengan pemberian pupuk organik cair (POC) dari batangpisang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh POC batang pisang terhadap pertumbuhandan hasil tanaman bawang merah, dan mengetahui dosis pemberian POC batang pisang terbaik untukpertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian ini menggunakan metode eksprimen lapangan danmenggunakan rancangan lingkungan dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK), perlakuan adalahPOC batang pisang yang terdiri dari enam taraf perlakuan yaitu B0 = Tanpa POC batang pisang; B1 =2,5 ml POC batang pisang; B2 = 5 ml POC batang pisang; B3 = 7,5 ml POC batang pisang; B4 = 10 mlPOC batang pisang; dan B5 = 12,5 ml POC batang pisang. Parameter yang diamati adalah tinggitanaman (cm), jumlah umbi (buah), dan berat umbi (gram). Data dianalisis dengan analisis sidik ragamkemudian dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukan bahwa POCbatang pisang berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman namun tidak berpengaruh terhadapjumlah umbi bawang merah dan berat umbi bawang merah. Pemberian 12,5 ml POC batang pisangmemberikan rerata tinggi tanaman tertinggi yaitu 16,40 cm.
KELIMPAHAN DAN STATUS KONSERVASI BURUNG PADA ZONA RIPARIA SUNGAI TATAH BANGKAL, KABUPATEN BANJAR Bayu Hari Mukti
Publikasi Informasi Pertanian Vol 19, No 1 (2023): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v19i1.782

Abstract

Zona riparian adalah daerah di sekitar danau, muara, kolam, sungai dan sungai; dan menjadidaerah transisi yang menghubungkan lingkungan akuatik dan terestrial. Tumbuhan riparian sangat dapatmendukung komunitas burung yang kaya spesies. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahuibagaimana kelimpahan dan status konservasi burung di zona riparian Sungai Tatah Bangkal. Jenis-jenisburung diamati dengan metode Indices Ponctuele d’Abundance, menggunakan binocular. Pengenalanjenis-jenis burung menggunakan buku Panduan Lapangan Burung-Burung di Sumatera, Jawa, Bali,dan Kalimantan – Identifikasi. Status konservasi burung menggunakan kategori dan kriteria IUCN RedList of Threatened Species.Sebanyak 171 burung ditemui selama pengamatan di zona riparia SungaiTatah Bangkal. Berdasarkan pengamatan tersebut juga teridentifikasi terdari dari 11 jenis burung yaituPasser montanus, Pycnonotus aurigaster, Todirhamphus chloris, Anthreptes malacensis,Rhipidura javanica, Pericrocotus divaricatus, Haliastur indus, Orthotomus ruficeps, Zosteropsflavus, Meiglyptes tukki, dan Acrocephalus orientalis. Burung-burung yang ditemukan umumnyamemiliki status konservasi beresiko rendah, dan hanya Zosterops flavus yang tergolong genting.Maraknya perburuan dan perdagangan satwa liar perlu menjadi perhatian khususnya dalam menjagaZosterops flavus, ataupun species lain seperti Haliastur indus agar tidak menyebabkan kenaikantingkat status konservasinya.
PENINGKATAN PRODUKSI TERUNG UNGU (Solanum melongena L.) MELALUI PEMBERIAN CANGKANG TELUR AYAM Ratri Yulianingsih; nurhadiah nurhadiah; Ferarolania Sari
Publikasi Informasi Pertanian Vol 19, No 1 (2023): PIPER
Publisher : Universitas Kapuas Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51826/piper.v19i1.779

Abstract

Peningkatan produksi terung ungu pada tanah PMK dapat dilakukan dengan menambahbahan organik. Salah satu bahan organik yang dapat ditambahkan adalah cangkang telur ayam. Penelitianini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian cangkang telur ayam terhadap produksi terungungu dan untuk mengetahui dosis cangkang telur ayam yang menghasilkan produksi tertinggi padatanaman terung ungu. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yangterdiri dari 5 taraf perlakuan yaitu: T0 = tanpa pemberian cangkang telur ayam, T1 = 10 g cangkangtelur ayam, T2 = 20 g cangkang telur ayam, T3 = 30 g cangkang telur ayam, dan T4 = 40 g cangkangtelur ayam. Masing-masing perlakuan diulang 5 kali. Parameter yang diamati adalah jumlah buah danberat buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cangkang telur ayam berpengaruh terhadap produksiterung ungu. Produksi tertinggi pemberian cangkang telur ayam dicapai pada dosis 40 g, dan menghasilkanrerata jumlah buah 4 buah per tanaman, dan rerata berat buah 308,35 gram per tanaman.