cover
Contact Name
Zaedun Na'im
Contact Email
leadershipjurnal@gmail.com
Phone
+6282330512288
Journal Mail Official
zaedunnaim82@gmail.com
Editorial Address
https://e-journal.staima-alhikam.ac.id/index.php/mpi/pages/view/Editorial%20Team
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam
ISSN : 27217108     EISSN : 27150399     DOI : https:/doi.org/10.32478/leadership
Core Subject : Education,
Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam adalah jurnal ilmiah yang terbit berkala dan diterbitkan oleh STAI Ma`had Aly Al-Hikam Malang. Jurnal ini dikhususkan untuk mengkaji seputar ilmu Manajemen Pendidikan Islam. Pengelola sangat mengapresiasi atas kontribusi dalam bentuk artikel dari kalangan akademisi dalam disiplin ilmu manajemen pendidikan Islam untuk dipublikasikan dan disebarluaskan melalui mekanisme seleksi naskah, telaah dan penyuntingan. Seluruh artikel yang dipublikasikan merupakan pandangan dan gagasan yang bersifat individu dari para penulis tidak mewakili jurnal ini ataupun lembaga afiliasi penulis. LEADERSHIP: Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam terbit dua kali dalam setahun pada bulan Juni dan Desember Fokus telaah di Jurnal Leadership sebagai berikut: 1. ilmu manajemen pendidikan Islam 2. Issue manajemen pendidikan di sekolah, madrasah atau pesantren 3. Peningkatan mutu pendidikan di sekolah, madrasah atau pesantren
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 151 Documents
THE ROLE OF MADRASA CULTURE AND FAMILY SUPPORT IN INCREASING RELIGIOSITY IN STUDENTS AT YOGYAKARTA STATE MADRASAH ALIYAH Abdul Hopid; Sutipyo Ru'iya; Abdulrahman Sama alee
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2026): Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v7i2.4588

Abstract

Religious students are the main goal of education in madrasas, as Islamic-based general educational institutions. The aim of this study is to measure the role of madrasa culture and family support on the Islamic religiosity of students at Madrasah Aliyah Yogyakarta. This research is set at Madrasah Aliyah as an Islamic-based general educational institution in the areas around Yogyakarta, namely Bantul Regency, Yogyakarta City, and Sleman Regency. Respondents were randomly selected from grade 2 students, because they had experienced madrasa life for at least one year. The number of respondents was 325 people. Data collection used three questionnaires, including the madrasa culture questionnaire, family support, and Islamic religiosity. Data analysis used multivariate analysis using the SmartPLS 3.0 application to obtain more accurate results. The results of the study showed that family support significantly influenced Islamic religiosity by 22.8%, while madrasa culture significantly influenced Islamic religiosity by 72.6%. So it can be concluded that Islamic religiosity among students at Yogyakarta State Madrasah Aliyah increases along with increasing family support and madrasa culture. Keywords: family support; Islamic religiosity; madrasa culture.   Abstrak Siswa yang religius merupakan tujuan utama dari pendidikan di madrasah, sebagai lembaga pendidikan umum berbasis Islam. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur peran budaya madrasah dan dukungan keluarga terhadap religiusitas Islami siswa di Madrasah Aliyah Yogyakarta. Penelitian ini mengambil seting di Madrasah Aliyah sebagai lembaga pendidikan umum yang berbasis Islam di daerah sekitar Yogyakarta yaitu Kabupaten Bantul, Kota Madya Yogyakarta, dan Kabupaten Sleman. Penentuan responden secara acak pada siswa kelas 2, karena mereka sudah mengalami kehidupan madrasah minimal satu tahun. Jumlah responden 325 orang. Pengumpulan data menggunakan tiga kuesioner, antara lain kuesioner budaya madrasa, dukungan keluarga, dan religiusitas Islami. Analisis data menggunakan analisis multivariat menggunakan aplikasi SmartPLS 3.0 agar memperoleh hasil yang lebih akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga berpengaruh terhadap religiusitas Islami secara signifikan sebesar 22,8%, sementara budaya madrasa berpengaruh terhadap religiusitas Islami secara signifikan sebesar 72,6%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa religiusitas Islami pada siswa Madrasah Aliyah Negeri Yogyakarta meningkat seiring dengan meningkatnya dukungan keluarga dan budaya madrasa. Kata Kunci: budaya madrasah, dukungan keluarga, religiositas Islami.
HYBRIDIZED SPIRITUAL–TOTAL QUALITY MANAGEMENT IN ISLAMIC BOARDING SCHOOLS: MANAGING A SUSTAINABLE ARABIC LANGUAGE ENVIRONMENT Zainal Abidin; Akhmad Fauzi Hamzah; Ahmad Qusairi; Musleh Harry; Ikmal Wahyudi
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2026): Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v7i2.4593

Abstract

This study aims to look into the management of the Arabic language environment (Biah Arabiyah) in Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah (Dalwa), Indonesia, using the Total Quality Management (TQM) theory with the integration of spiritual values. This study sought to explore the role of the management of the organization in the sustainability of the Arabic Language Environment. This current study used a qualitative case study method. Participants of the current study included the pesantren management, the language program management, teachers, and students, as they were the key individuals involved in the implementation of the Arabic Language Environment. Thematic analysis of the data revealed the following findings: The sustainability of the Arabic Language Environment is supported by the following three mechanisms: the planning of the language environment, the embedding of the use of the Arabic Language in the academic and social activities of the pesantren, and the supervision of the institution. In addition, spiritual values embedded in the pesantren culture strengthen students’ intrinsic motivation to maintain the use of Arabic in daily communication. These findings lead to the development of a conceptual framework called the Hybridized Spiritual–TQM Model, which integrates quality management principles with spiritual values to sustain the language learning environment. Keywords: Arabic Language Environment; Spiritual Culture; Total Quality Management.   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengelolaan lingkungan berbahasa Arab (Biah Arabiyah) di Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah (Dalwa), Indonesia, menggunakan teori Total Quality Management (TQM) dengan integrasi nilai-nilai spiritual. Penelitian ini berupaya mengeksplorasi peran manajemen organisasi dalam keberlanjutan Lingkungan Berbahasa Arab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Partisipan meliputi manajemen pesantren, manajemen program bahasa, guru, dan siswa, karena mereka adalah individu kunci yang terlibat dalam implementasi Lingkungan Berbahasa Arab. Analisis tematik data mengungkapkan temuan sebagai berikut: Keberlanjutan Lingkungan Berbahasa Arab didukung oleh tiga mekanisme berikut: perencanaan lingkungan bahasa, pengintegrasian penggunaan Bahasa Arab dalam kegiatan akademik dan sosial pesantren, dan pengawasan lembaga. Selain itu, nilai-nilai spiritual yang tertanam dalam budaya pesantren memperkuat motivasi intrinsik siswa untuk mempertahankan penggunaan Bahasa Arab dalam komunikasi sehari-hari. Temuan-temuan ini mengarah pada pengembangan kerangka kerja konseptual yang disebut Model Spiritual-TQM Hibrida, yang mengintegrasikan prinsip-prinsip manajemen mutu dengan nilai-nilai spiritual untuk mempertahankan lingkungan pembelajaran bahasa. Kata kunci: Budaya Spiritual; Lingkungan Bahasa Arab; Manajemen Mutu Total.
KH. HASYIM MUZADI’S EDUCATIONAL MANAGEMENT FOR MEMORIZER 30 JUZ OF AL-QUR’AN Rosidin; Yuli Salis Hijriyani; Subur Wijaya; Iklil Athroz Arfan
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2026): Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/7vrw2x15

Abstract

A crucial problem facing Islam in Indonesia is that those who have memorized Al-Qur’an (hafiz) are not trained to become ulama (Islamic scholars), while ulama do not hold the status of hafiz. KH. Hasyim Muzadi addressed this problem through the educational management at the Sekolah Tinggi Kulliyatul Qur’an (STKQ) Al-Hikam in Depok, which only accepts students who have memorized all Thirty-Juz of Al-Qur’an. This article was written using a qualitative approach with a field research design. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data were then analyzed using the interactive model. The article presents three findings: First, the preservation of the Thirty-Juz Qur’an memorization through three strategies: a) structured review conducted daily, weekly, monthly, and by semester; b) flexible independent review during obligatory prayers, voluntary prayers, and free time; c) assigning first- and second-semester students to lead congregational prayers using the khataman system. Second, the development of Qur’anic knowledge through three programs: a) STKQ Al-Hikam’s intracurricular courses that study disciplines in accordance with Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) program; b) the Diniyah Ma’had Jami’ah extracurricular program that studies classical Islamic texts (turath); c) organizing academic forums ranging from local to international levels. Third, the practical application of the Qur’an through three activities: a) serving as educators at the Al-Hikam Qur’anic Education Center (TPQ) for children and adolescents; and the Qur’an Reading and Writing Guidance Program (BBTA) for adults and the elderly; b) actively participating in local community activities; c) participating in the Prosakti (Community Service Program) for one year in 3T (Frontier, Remote, and Underdeveloped) areas spread across various provinces in Indonesia. The contribution of this article is to present the best practices of KH. Hasyim’s educational management, which transforms Qur’an memorizers into scholars of the Qur’an. Keywords: Educational Management, Hasyim Muzadi, Memorization of Qur’an, STKQ Al-Hikam, Tahfiz al-Qur’an.   Abstrak Problem krusial Islam di Indonesia adalah penghafal Al-Qur’an (hafizh) tidak dibina menjadi ulama, sedangkan ulama tidak berstatus hafizh. Problem ini diberikan solusi oleh KH. Hasyim Muzadi melalui manajemen pendidikan di Sekolah Tinggi Kulliyatul Qur’an (STKQ) Al-Hikam Depok yang hanya menerima hafizh 30 Juz sebagai mahasiswa. Artikel ini disusun menggunakan pendekatan kualitatif, jenis studi kasus dan desain penelitian lapangan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Lalu dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman dan Saldana. Ada tiga temuan artikel: Pertama, pelestarian hafalan Al-Qur’an 30 Juz melalui tiga strategi: a) muraja’ah terstruktur yang bersifat harian, mingguan, bulanan dan semester; b) muraja’ah mandiri secara fleksibel dalam shalat fardhu, shalat sunah dan jam kosong; c) penugasan sebagai imam shalat jamaah bagi mahasiswa semester satu dan dua dengan sistem khataman. Kedua, pengembangan wawasan Al-Qur’an melalui tiga program: a) perkuliahan intrakurikuler STKQ Al-Hikam yang mempelajari disiplin ilmu sesuai Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT); b) program ekstrakurikuler Diniyah Ma’had Jami’ah yang mempelajari kitab kuning (turats); c) penyelenggaraan forum ilmiah berskala lokal hingga internasional. Ketiga, praktik Al-Qur’an melalui tiga kegiatan: a) menjadi pendidik di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Al-Hikam untuk anak-anak dan remaja; serta Bimbingan Baca Tulis Al-Qur’an (BBTA) untuk orang dewasa dan lansia; b) menjadi peserta aktif dalam kegiatan masyarakat sekitar; c) menjadi peserta dalam Prosakti (Program Masa Bakti) selama satu tahun di daerah 3T (Terdepan, Terpencil dan Tertinggal) yang tersebar di berbagai provinsi di Indonesia. Kontribusi artikel ini adalah menyajikan best practice manajemen pendidikan KH. Hasyim yang memproses hafiz Al-Qur’an menjadi ulama ahli Al-Qur’an. Kata Kunci: Hafalan Al-Qur’an, Hasyim Muzadi, Manajemen Pendidikan, STKQ Al-Hikam, Tahfiz Al-Qur’an.
ISLAMIC LEADERSHIP AND HYBRID ECONOMIC ECOSYSTEM FOR SUSTAINABLE PESANTREN-BASED RELIGIOUS TOURISM DEVELOPMENT IN INDONESIA Moh. Nadhif; Fathul Bari; Rahmatullah; Ahmad Naweed Rahimi khamosh; Ouail Brahim Sabri
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2026): Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v7i2.4683

Abstract

This study analyzes how Islamic leadership shapes a hybrid economic ecosystem in sustainable pesantren-based religious tourism. Pesantren are usually examined as educational and religious institutions, while their role as integrated economic actors remains less developed in current scholarship. This research addresses that gap by examining Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo, Malang, Indonesia, as a single qualitative case. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and institutional document analysis during six months of fieldwork from January to June 2025. The findings show that the pesantren builds economic sustainability through five connected elements: Islamic values, kyai-led governance, multi-sector business integration, resource-sharing mechanisms, and community-oriented tourism outcomes. Cooperatives, transportation services, fuel station operations, educational services, and tourism facilities function as interdependent units rather than separate businesses. This integration supports cross-subsidization, strengthens institutional resilience, and expands community participation. The study proposes the Pesantren Hybrid Islamic Economic Ecosystem model as a conceptual contribution to Islamic economics, social enterprise, institutional governance, and religious tourism studies. The model shows that faith-based institutions can pursue economic resilience without weakening religious, educational, and social missions Keywords: Hybrid Economy; Islamic Economic Ecosystem; Islamic Leadership; Pesantren; Religious Tourism.   Abstrak Penelitian ini menganalisis peran kepemimpinan Islam dalam membentuk ekosistem ekonomi hibrida pada pengembangan wisata religi berbasis pesantren yang berkelanjutan. Selama ini pesantren lebih sering dikaji sebagai lembaga pendidikan dan keagamaan, sedangkan perannya sebagai aktor ekonomi terintegrasi belum banyak dijelaskan secara sistematis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus tunggal di Pondok Pesantren An-Nur II Al-Murtadlo, Malang, Indonesia. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen kelembagaan selama enam bulan, dari Januari hingga Juni 2025. Temuan menunjukkan bahwa keberlanjutan ekonomi pesantren dibangun melalui lima unsur yang saling terkait, yaitu nilai-nilai Islam, tata kelola berbasis kepemimpinan kyai, integrasi unit usaha multisektor, mekanisme berbagi sumber daya, serta luaran wisata yang berorientasi pada masyarakat. Koperasi, transportasi, SPBU, layanan pendidikan, dan fasilitas wisata berfungsi sebagai unit yang saling menopang. Integrasi tersebut mendukung subsidi silang, memperkuat ketahanan kelembagaan, dan memperluas partisipasi masyarakat. Penelitian ini menawarkan model Pesantren Hybrid Islamic Economic Ecosystem sebagai kontribusi bagi kajian ekonomi Islam, kewirausahaan sosial, tata kelola kelembagaan, dan wisata religi. Kata kunci: ekonomi hibrida; ekosistem ekonomi Islam; kepemimpinan Islam; pesantren; wisata religi
ANALYSIS OF CURRICULUM MANAGEMENT ON STUDENT LEARNING OUTCOMES Syamsidah Lubis Syamsidah; Saidah Oktariyati; M. Siddik; Enik Nur Faiza; Alya Rahmadhani
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2026): Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v7i2.4698

Abstract

The aims study to analyze the influence of curriculum management on student learning outcomes at SMP Mashita Batam. Curriculum management in this study encompasses aspects of planning, organizing, implementing, and evaluating learning at the school. This think about utilized a quantitative approach with clear explanatory strategies. Information collection was conducted through surveys and documentation. The information gotten were at that point analyzed utilizing prerequisite tests (ordinariness and linearity tests), taken after by straightforward straight relapse and coefficient of assurance tests utilizing SPSS. The comes about appeared that the information were regularly disseminated and had a straight relationship. Based on the relapse test, a centrality esteem of 0.002 (<0.05) was gotten, hence concluding that there's a noteworthy impact between educational modules administration and understudy learning results. Subsequently, it can be concluded that curriculum administration encompasses a critical impact on understudy learning results at SMP Mashita Batam, although the level of impact is generally moo. In this manner, nonstop advancement within the quality of educational programs administration usage is required to back the accomplishment of more ideal learning results. Keywords Keywords: Analysis, Curriculum Management, Students Learning Outcomes   Abstrak Studi berikut bertujuan guna mengevaluasi dampak manajemen kurikulum pada pencapaian belajar siswa di SMP Mashita Batam. Dalam studi berikut, manajemen kurikulum meliputi berbagai aspek seperti pengorganisasian, perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi pembelajaran yang dijalankan di sekolah. Studi berikut mengambil pendekatan kuantitatif melalui metode analisis deskriptif. Penghimpunan data dijalankan lewat kuesioner dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan selanjutnya dianalisis dengan uji normalitas dan linearitas, diikuti pada uji regresi linear sederhana serta uji koefisien determinasi dengan mempergunakan program SPSS. Temuan pada studi berikut memperlihatkan bahwasanya data memiliki distribusi normal dan terdapat korelasi yang linier. Dari hasil analisis regresi, didapatkan skor signifikansi senilai 0,002 (lebih kecil dari 0,05), dengan begitu bisa ditarik simpulan bahwasanya manajemen kurikulum mempengaruhi hasil belajar siswa secara signifikan. Sehingga, kesimpulannya ialah manajemen kurikulum berdampak signifikan pada hasil belajar siswa di SMP Mashita Batam, meski dampaknya terbilang rendah. Maka sebab itu, dibutuhkan peningkatan kualitas pelaksanaan manajemen kurikulum yang berkesinambungan untuk menunjang capaian hasil belajar yang maksimal. Kata Kunci: Analisis, Hasil belajar Siswa, Manajemen Kurikulum
MAQASHID AL-SHARIAH IN EDUCATION FOR ENHANCING THE QUALITY OF TEACHERS AND EDUCATIONAL PERSONNEL Muhammad Misbakul Munir Misbah; Harapandi Dahri
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2026): Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v7i2.4707

Abstract

This study examines the implementation of Maqāṣid al-Sharīʿah in enhancing the quality of teachers and educational personnel at Muhammadiyah Boarding School (MBS) Ki Bagus Hadikusumo Bogor. Using a qualitative case study design, data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis, and analyzed thematically based on a systems-oriented maqāṣid framework. The findings reveal that the institutional philosophy of al-uṣūl al-khamsah—comprising sound faith, proper worship, noble character, comprehensive knowledge, and social contribution—functions as an operational translation of maqāṣid principles in educational practice. These values are systematically integrated into recruitment, professional development, performance evaluation, and daily institutional culture. Teachers and educational personnel are developed not only as competent professionals but also as individuals with strong ethical integrity, spiritual awareness, and social responsibility. The study also finds that organizational practices such as continuous training, collective leadership, and value-based discipline reinforce a holistic model of human resource development. This research demonstrates that Maqāṣid al-Sharīʿah provides a relevant and adaptable framework for improving educational quality by integrating intellectual, moral, and institutional dimensions. The findings contribute to the development of a value-based educational model and offer practical insights for strengthening human resource management in Islamic educational institutions. Keywords: Islamic Educational Institutions, Maqashid Shariah, Teachers and Educational personnel  Abstrak Penelitian ini mengkaji implementasi Maqāṣid al-Sharīʿah dalam meningkatkan kualitas guru dan tenaga kependidikan di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Ki Bagus Hadikusumo Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis secara tematik berdasarkan kerangka maqāṣid berbasis sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filosofi institusi al-uṣūl al-khamsah—yang meliputi akidah yang lurus, ibadah yang benar, akhlak mulia, ilmu yang komprehensif, dan kontribusi sosial—berfungsi sebagai bentuk operasionalisasi prinsip maqāṣid dalam praktik pendidikan. Nilai-nilai tersebut terintegrasi secara sistematis dalam proses rekrutmen, pengembangan profesional, evaluasi kinerja, serta budaya kelembagaan sehari-hari. Guru dan tenaga kependidikan tidak hanya dikembangkan sebagai profesional yang kompeten, tetapi juga sebagai individu yang memiliki integritas etis, kesadaran spiritual, dan tanggung jawab sosial yang kuat. Penelitian ini juga menemukan bahwa praktik kelembagaan seperti pelatihan berkelanjutan, kepemimpinan kolektif, dan disiplin berbasis nilai memperkuat model pengembangan sumber daya manusia yang holistik. Maqāṣid al-Sharīʿah terbukti memberikan kerangka yang relevan dan adaptif dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui integrasi dimensi intelektual, moral, dan kelembagaan, serta berkontribusi pada pengembangan model pendidikan berbasis nilai dan penguatan manajemen sumber daya manusia dalam lembaga pendidikan Islam. Kata Kunci: Guru dan Tenaga Kependidikan, Lembaga Pendidikan Islam, Maqashid Shariah
THE EFFECT OF MADRASAH PRINCIPALS’ SPIRITUAL LEADERSHIP, WORK CULTURE, AND WORK DISCIPLINE ON TEACHER PERFORMANCE IN MADURANESE MADRASAH Mohammad Irsyad Wira Saputra; Syunu Trihantoyo; Ainur Rifqi; Amrozi Khamidi; Alexis Arizabal Enriquez
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2026): Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v7i2.4740

Abstract

This study examines the influence of the spiritual leadership of madrasah principals, work culture, and work discipline on teacher performance at State Senior High Schools (MAN) throughout Madura, East Java, Indonesia. Using an associative quantitative approach and an explanatory survey design, data were collected from 198 teachers selected through proportional random sampling from five MANs in the regencies of Bangkalan, Sampang, Pamekasan (MAN 1 and MAN 2), and Sumenep. The research instrument consisted of a 4-point Likert scale questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis used multiple linear regression with tests for the prerequisites of normality, linearity, multicollinearity, and heteroscedasticity. The results of the study indicate that: (1) spiritual leadership has a positive and significant effect on teacher performance (β = 0.312; t = 4.21; p < 0.001); (2) work culture has a significant effect on teacher performance (β = 0.289; t = 3.87; p < 0.001); (3) work discipline has the largest partial effect (β = 0.341; t = 4.68; p < 0.001); and (4) all three variables simultaneously have a significant effect on teacher performance (R² = 0.614; F = 103.21; p < 0.001), explaining 61.4% of the variation in teacher performance. These findings support Spiritual Leadership Theory (Fry, 2003) in the sociocultural context of Islamic educational institutions and provide evidence-based recommendations for madrasah management. Keywords: Spiritual Leadership; Work Culture; Work Discipline; Teacher Performance; Madrasah Aliyah. Abstrak Penelitian ini mengkaji pengaruh kepemimpinan spiritual, budaya kerja, dan disiplin kerja kepala madrasah terhadap kinerja guru di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di seluruh wilayah Madura, Jawa Timur, Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan asosiatif kuantitatif dan desain survei eksplanatori, data dikumpulkan dari 198 guru yang dipilih melalui pengambilan sampel acak proporsional dari lima lembaga MAN di Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan (MAN 1 dan MAN 2), serta Sumenep. Penelitian ini menggunakan kuesioner skala Likert yang telah tervalidasi dan reliabel (skala 4 poin) yang mencakup empat variabel: kepemimpinan spiritual (10 item), budaya kerja (15 item), disiplin kerja (12 item), dan kinerja guru (10 item). Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan uji prasyarat termasuk normalitas, linearitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kepemimpinan spiritual memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja guru (β = 0,312, t = 4,21, p < 0,001); (2) budaya kerja secara signifikan mempengaruhi kinerja guru (β = 0,289, t = 3,87, p < 0,001); (3) disiplin kerja memberikan pengaruh individu yang paling kuat (β = 0,341, t = 4,68, p < 0,001); dan (4) ketiga variabel tersebut secara bersama-sama dan signifikan memprediksi kinerja guru (R² = 0,614, F = 103,21, p < 0,001), menjelaskan 61,4% varians. Temuan ini memperkuat Teori Kepemimpinan Spiritual (Fry, 2003) dalam konteks sosiobudaya khusus lembaga pendidikan Islams. Kata Kunci: Kepemimpinan Spiritual; Budaya Kerja; Disiplin Kerja; Kinerja Guru; Madrasah Aliyah
INTEGRATION OF ACADEMIC AND ISLAMIC CURRICULA IN SHAPING STUDENTS' RELIGIOUS CHARACTER AT AN INTERNATIONAL ISLAMIC BOARDING SCHOOL Ibnu Rozak JR; Baharuddin; Moh. Padhil; Rosnaini Hashim
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2026): Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v7i2.4880

Abstract

The moral crisis among young people has made the integration of academic and Islamic curricula an important strategy for shaping students' religious character, especially in boarding school settings. This study aims to examine how such curricular integration is designed, implemented, and evaluated collaboratively at International Islamic Boarding School (IIBS) Al-Maahira. The study uses a qualitative approach with a case study method through interviews, observation, and documentation. The findings show that integration is carried out systemically through joint planning, learning practices that contain Islamic values, structured non-academic activities, and the school environment as a hidden curriculum. In conclusion, a holistically designed integrated curriculum makes a real contribution to the formation of students' religious character. The implications of these findings encourage the development of Islamic education curricula that are integrated conceptually and operationally in modern pesantren-based educational institutions. Keywords: curriculum integration, Islamic education, religious character, boarding school.   Abstrak Krisis moral di kalangan anak muda telah menjadikan integrasi kurikulum akademik dan Islam sebagai strategi penting untuk membentuk karakter religius siswa, terutama di lingkungan pesantren. Studi ini bertujuan untuk meneliti bagaimana integrasi kurikulum tersebut dirancang, diimplementasikan, dan dievaluasi secara kolaboratif di International Islamic Boarding School (IIBS) Al-Maahira. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa integrasi dilakukan secara sistematis melalui perencanaan bersama, praktik pembelajaran yang mengandung nilai-nilai Islam, kegiatan non-akademik terstruktur, dan lingkungan sekolah sebagai kurikulum tersembunyi. Kesimpulannya, kurikulum terintegrasi yang dirancang secara holistik memberikan kontribusi nyata terhadap pembentukan karakter religius siswa. Implikasi dari temuan ini mendorong pengembangan kurikulum pendidikan Islam yang terintegrasi secara konseptual dan operasional di lembaga pendidikan berbasis pesantren modern. Kata kunci: integrasi kurikulum, pendidikan Islam, karakter religius, pesantren.
IMPLEMENTATION OF MOSQUE-BASED ISLAMIC EDUCATION MANAGEMENT; CASE STUDY AT BAITUL MUHLISIN MOSQUE PONOROGO Bambang Wahrudin; Wawan Kusnawan; Rusmi
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2026): Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v7i2.4687

Abstract

This study aims to analyze the implementation of mosque-based Islamic education management in the Baitul Muhlisin Mosque in Ponorogo, which is known as a transformative mosque model in the modern era. The phenomenon of low participation of the young generation in mosques and high education costs are the main background for the revitalization of the role of mosques. This study uses a qualitative approach with a descriptive case study. Data was collected through participatory observation, in-depth interviews with takmir administrators, and digital documentation from the mosque's official social media. Data analysis was carried out using the Miles, Huberman, and Saldaña interactive model which included data condensation, data presentation, and conclusion drawn. The results of the study show that the Baitul Muhlisin Mosque has succeeded in integrating four excellent programs, namely: 1) adaptive general and thematic routine studies, 2) professional management of Madrasah Diniyah, 3) educational scholarship program for five-time prayer pilgrims, and 4) providing pocket money for children participating in Fajr congregation. The findings of the study revealed that the use of material incentives functions as an effective positive reinforcement in conducting social engineering to form worship habits and the character of the younger generation. This success is supported by transparent and accountable management of Islamic philanthropy based on social media. This research has implications for the importance of repositioning mosques as financially independent civic centers to answer the challenges of moral degradation and access to education in Indonesia. Kata Kunci: Islamic Education Management, Mosque Management, Scholarships, Social Engineering, Baitul Muhlisin. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen pendidikan Islam berbasis masjid di Masjid Baitul Muhlisin Ponorogo, yang dikenal sebagai model masjid transformatif di era modern. Fenomena rendahnya partisipasi generasi muda di masjid dan mahalnya biaya pendidikan menjadi latar belakang utama dilakukannya revitalisasi peran masjid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan pengurus takmir, serta dokumentasi digital dari media sosial resmi masjid. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Baitul Muhlisin berhasil mengintegrasikan empat program unggulan, yaitu: 1) kajian rutin umum dan tematik yang adaptif, 2) manajemen Madrasah Diniyah yang profesional, 3) program beasiswa pendidikan bagi jamaah shalat lima waktu, dan 4) pemberian uang saku bagi anak-anak peserta Subuh berjamaah. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa penggunaan insentif materiil berfungsi sebagai positive reinforcement yang efektif dalam melakukan rekayasa sosial (social engineering) untuk membentuk habituasi ibadah dan karakter generasi muda. Keberhasilan ini didukung oleh manajemen filantropi Islam yang transparan dan akuntabel berbasis media sosial. Penelitian ini berimplikasi pada pentingnya reposisi masjid sebagai pusat pemberdayaan umat (civic center) yang mandiri secara finansial guna menjawab tantangan degradasi moral dan akses pendidikan di Indonesia. Kata Kunci: Manajemen Pendidikan Islam, Manajemen Masjid, Beasiswa, Rekayasa Sosial, Baitul Muhlisin.
IMPLEMENTATION OF THE 7 HABITS OF GREAT INDONESIAN CHILDREN (7KAIH) MOVEMENT IN BOARDING SCHOOLS Aan Khoirul Abidin; Karwanto Karwanto; Ima Widiyanah
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 7 No 2 (2026): Juni
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v7i2.5075

Abstract

This study aimed to analyze the implementation of the Seven Habits of Great Indonesian Children (7KAIH) Movement in boarding-based junior high schools, focusing on SMP Al Anwari and SMP Kader Adz Dzikra Banyuwangi. A qualitative approach with a multisite case study design was employed to understand the implementation process, management patterns, and factors influencing the success of the program at each site. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed through data reduction, data display, and cross-site conclusion drawing. The findings showed that the implementation of 7KAIH in both schools was relatively effective, but with different strengths. SMP Al Anwari was stronger in integrating the program into boarding activities, developing operational work plans, controlling evening study time, and conducting regular evaluations. Meanwhile, SMP Kader Adz Dzikra was stronger in formal monitoring, human resource support, boarding facilities, nutrition management, and a wider range of social and sports activities. The habits most successfully developed in both sites were congregational prayer, learning activities, and social engagement, while waking up early and going to bed early remained the main challenges. These findings indicate that the success of 7KAIH implementation in boarding-based schools is strongly determined by policy integration, role modeling, organization, and consistent supervision. Keywords: 7KAIH; character education; boarding school; policy implementation; Multisite case study.   Abstrak Studi ini menelaah implementasi program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7KAIH) di sekolah menengah pertama berbasis asrama, dengan fokus pada SMP Al Anwari Banyuwangi dan SMP Kader Adz Dzikra Banyuwangi. Dengan pendekatan kualitatif dan desain studi kasus multisitus, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana program tersebut direncanakan, dilaksanakan, diorganisasi, diawasi, dievaluasi, serta dialami di kedua institusi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan diskusi kelompok terarah, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan lintas situs. Temuan menunjukkan bahwa implementasi 7KAIH di kedua sekolah umumnya efektif, namun masing-masing memiliki kekuatan yang berbeda. SMP Al Anwari lebih unggul dalam mengintegrasikan program ke dalam rutinitas asrama, menyiapkan rencana kerja operasional, mengontrol belajar malam, serta melakukan evaluasi rutin. SMP Kader Adz Dzikra lebih kuat dalam pemantauan terstruktur, dukungan sumber daya manusia, fasilitas asrama, manajemen gizi, serta variasi kegiatan sosial dan olahraga. Kebiasaan yang paling berhasil dibangun di kedua sekolah adalah ibadah berjamaah, kebiasaan belajar, dan partisipasi sosial, sementara bangun pagi dan tidur lebih awal tetap menjadi tantangan utama. Temuan ini menyarankan bahwa efektivitas implementasi 7KAIH di sekolah berasrama bergantung pada integrasi kebijakan, keteladanan, pengorganisasian, dan pengawasan yang konsisten. Keywords: 7KAIH, pendidikan karakter, sekolah berasrama, implementasi kebijakan, studi kasus multisitus