cover
Contact Name
Abdul Karim
Contact Email
abdulkarim@walisongo.ac.id
Phone
+6224-7606405
Journal Mail Official
jurnal.agc@walisongo.ac.id
Editorial Address
Fakultas Dakwah dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang Jl. Prof. Dr. Hamka Kampus III Ngaliyan Semarang 50185
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Advanced Guidance and Counseling
ISSN : 27461513     EISSN : 27461521     DOI : https://doi.org/10.21580/jagc
Aim: This journal publishes articles as a result of empirical research in Guidance and Counseling, both quantitative and qualitative. Scopes: The scopes of Journal of Advanced Guidance and Counseling are Islamic Guidance and Counseling, Child and Adolescent Counseling, Adult and Elder Counseling, Family Counseling, School Counseling, Higher Education Counseling, Crisis and Risk Counseling, Occupational Counseling, Cyber Counseling, Educational Psychology, Counseling and Guidance, Rehabilitation Counseling, Technology usage in Counseling, Counseling and Guidance for Special Population
Articles 77 Documents
Islamic spiritual guidance as a solution to the problem of spiritual well-being Nihayah, Ulin; Manggarani, Mustika; Mintarsih, Widayat; Kibtiyah, Maryatul
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.2024.5.1.18082

Abstract

Purpose - The purpose of this study was to examine the implementation of Islamic spiritual guidance as a solution to the spiritual well-being problems faced by diabetes mellitus patients at PKU Muhammadiyah Gubug Hospital. This research focuses on the impact of holistic care involving physical, psychological, psychosocial, and spiritual dimensions.Method - This study employed a qualitative descriptive approach with a phenomenological perspective. Data collection methods included observation, in-depth interviews, and documentation. Participants consisted of patients and their families, along with Islamic spiritual counsellors at PKU Muhammadiyah Gubug Hospital.Result - The results showed that Islamic spiritual guidance is delivered through verbal methods (counselling, advice, and motivation), written or visual methods (Islamic-themed writings and artwork displayed in hospital rooms), and audio methods (recitation of Qur'anic verses via speakers). The guidance materials included teachings on tawakal (reliance on God), tauhid (monotheism), and worship practices (prayer and purification methods adapted for patient conditions). The study found that these methods enhanced patients' personal and communal well-being, helped them find purpose in life, and fostered positive attitudes.Implication - This method suggests that integrating Islamic spiritual guidance in healthcare settings can significantly improve the spiritual well-being of patients, enhancing their overall recovery process and quality of life.Originality - This research is the first study to comprehensively explore the integration of Islamic spiritual guidance as a holistic approach to address the spiritual well-being of diabetes mellitus patients in a hospital setting, particularly at PKU Muhammadiyah Gubug Hospital.***Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi bimbingan rohani Islam sebagai solusi terhadap masalah kesejahteraan spiritual pada pasien diabetes melitus di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gubug. Fokus penelitian ini adalah dampak dari pelayanan holistik yang meliputi dimensi fisik, psikologis, psikososial, dan spiritual.Metode - Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Partisipan terdiri dari pasien dan keluarga pasien, serta petugas rohani di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gubug.Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan rohani Islam dilakukan melalui metode lisan (konseling, nasihat, dan motivasi), metode tertulis atau visual (menempatkan tulisan dan karya seni Islami di kamar rumah sakit), dan metode audio (melantunkan ayat-ayat suci Al Qur'an melalui pengeras suara). Materi bimbingan meliputi ajaran tawakal (berserah diri kepada Allah), tauhid (keimanan kepada Allah), serta bimbingan ibadah (salat dan thaharah yang disesuaikan dengan kondisi pasien). Studi ini menemukan bahwa metode ini mampu meningkatkan kesejahteraan pribadi dan komunal pasien, membantu mereka menemukan tujuan hidup, dan mendorong sikap positif.Implikasi - Metode ini menunjukkan bahwa integrasi bimbingan spiritual Islam dalam perawatan kesehatan dapat secara signifikan meningkatkan kesejahteraan spiritual pasien, sehingga mempercepat proses pemulihan dan meningkatkan kualitas hidup mereka.Keaslian - Penelitian ini merupakan penelitian pertama yang secara komprehensif mengeksplorasi integrasi bimbingan rohani Islam sebagai pendekatan holistik dalam menangani kesejahteraan spiritual pasien diabetes melitus di rumah sakit, khususnya di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Gubug.
Differentiation of parents' moral cultivation in educating children in the South Sulawesi Afiah, Nur
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol. 5 No. 2 (2024): Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.2024.5.2.18092

Abstract

Purpose -  The research conducted aims to complement previous research on differences in moral cultivation carried out by parents in educating children. Method - This quantitative research was conducted to examine differences in parents' moral instilling in educating children in four regions in South Sulawesi, namely Parepare, Barru, Sidrap, and Pinrang. The research subjects were 133 parents who had children between the ages of 6 and 12 years. Results - The results showed that there were differences in the moral inculcation of parents in educating children in the South Sulawesi region with statistical similarities, namely (Sig) < 0.05 or (0.003) < 0.05. Implication - The research conducted recommends that parents be provided with pills or carry out psychoeducation regarding moral values and parenting. This aims to prepare a superior generation who is able to compete and be accepted in society amidst the increasingly rapid development of science and technology. Originality/Value - There are differences in the cultivation of morals carried out by parents in educating children in the South Sulawesi region. This is in line with research conducted by Children learn about right and wrong things from parents. The family atmosphere and the way of disciplining children are factors that play an important role. *** Tujuan - Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk melengkapi penelitian sebelumnya mengenai perbedaan penanaman moral yang dilakukan orang tua dalam mendidik anak. Metode - Penelitian kuantitatif ini dilakukan untuk menguji perbedaan penanaman moral orang tua dalam mendidik anak di empat daerah di Sulawesi Selatan, yaitu Parepare, Barru, Sidrap, dan Pinrang. Subjek penelitian adalah 133 orang tua yang memiliki anak berusia antara 6 dan 12 tahun. Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan penanaman moral orang tua dalam mendidik anak di wilayah Sulawesi Selatan dengan kesamaan secara statistik, yaitu (Sig) < 0,05 atau (0,003) < 0,05. Implikasi - Penelitian yang dilakukan merekomendasikan agar para orang tua dibekali dengan pil atau melakukan psikoedukasi mengenai nilai-nilai moral dan pola asuh anak. Hal ini bertujuan untuk mempersiapkan generasi unggul yang mampu bersaing dan diterima di masyarakat di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat. Orisinalitas/Nilai - Terdapat perbedaan penanaman moral yang dilakukan oleh orang tua dalam mendidik anak di wilayah Sulawesi Selatan. Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Anak belajar tentang hal yang benar dan salah dari orang tua. Suasana keluarga dan cara mendisiplinkan anak menjadi faktor yang berperan penting.
The self esteem and cyberbullying behaviour of islamic students on social media Ningsih, Wirda
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol. 5 No. 2 (2024): Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.2024.5.2.18756

Abstract

Purpose -  This research investigates the correlation between self-esteem and cyberbullying behavior among Islamic higher education students on social media platforms, addressing a critical gap in understanding these behaviors within a specific cultural and religious context. Method -  Employing a descriptive-correlational quantitative survey design, the study involved 321 participants. Data analysis was conducted using Pearson correlation to explore the relationship between self-esteem and cyberbullying behaviors among students in Islamic higher education institutions. Results - The analysis revealed a strong and significant relationship between self-esteem and cyberbullying behaviors in this population, emphasizing the interplay between psychological factors and online behaviors in a distinct cultural setting. Implication - This study offers crucial insights into cyberbullying within a unique cultural and religious framework, paving the way for targeted interventions, informed policymaking, and further academic inquiry into the dynamics of cyberbullying in similar contexts. Originality/Value - As the first research to focus specifically on the cyberbullying behavior of Islamic students on social media, this study contributes a novel perspective to the broader cyberbullying literature and highlights the importance of cultural sensitivity in understanding and addressing online behaviors *** Tujuan - Penelitian ini menyelidiki korelasi antara harga diri dan perilaku cyberbullying di kalangan mahasiswa pendidikan tinggi Islam di platform media sosial, untuk mengatasi kesenjangan kritis dalam memahami perilaku ini dalam konteks budaya dan agama tertentu. Metode - Menggunakan desain survei kuantitatif deskriptif-korelasional, penelitian ini melibatkan 321 peserta. Analisis data dilakukan dengan menggunakan korelasi Pearson untuk mengeksplorasi hubungan antara harga diri dan perilaku cyberbullying di kalangan mahasiswa di lembaga pendidikan tinggi Islam. Hasil - Analisis mengungkapkan hubungan yang kuat dan signifikan antara harga diri dan perilaku cyberbullying dalam populasi ini, yang menekankan interaksi antara faktor psikologis dan perilaku online dalam lingkungan budaya yang berbeda. Implikasi - Studi ini menawarkan wawasan penting tentang cyberbullying dalam kerangka budaya dan agama yang unik, membuka jalan bagi intervensi yang ditargetkan, pembuatan kebijakan yang terinformasi, dan penyelidikan akademis lebih lanjut tentang dinamika cyberbullying dalam konteks yang sama. Keaslian/Nilai - Sebagai penelitian pertama yang secara khusus berfokus pada perilaku cyberbullying siswa Islam di media sosial, penelitian ini memberikan kontribusi perspektif baru pada literatur cyberbullying yang lebih luas dan menyoroti pentingnya kepekaan budaya dalam memahami dan menangani perilaku online
The effectiveness of reality group counseling in reducing communication anxiety among Islamic guidance and counselling students Widyarto, Wikan Galuh; Rahmawati, Lutvia; Ramli, M
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.2024.5.1.20291

Abstract

Purpose - The purpose of this study was to (1) determine the level of communication anxiety of students and (2) determine the degree of effectiveness of reality group counseling in reducing student communicative anxieties.Method - This research uses a quantitative type with a design quasy esxperiment. Purposive sampling is used as a sample-taking technique to look at the specific characteristics of the sample. The subject of the study is a student of Islamic Guidance and Counseling at Islamic State University Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, who is indicated to have high communication anxiety. A total of 7 students are divided into two groups, namely the experimental group and the control group.Result  -  The results showed that the experimental group's Independent Test T-Test sample showed an average score of 131.75, and the control group showed 177.67. This study showed a decrease in student communication anxiety levels after treatment, which means that reality group counseling is quite effective in reducing student communication anxieties.Implication – From the research results, it is hoped that students will increase their insight and knowledge about communication anxiety, and students are expected to benefit from the reality group counseling that has been provided to reduce student communication anxiety.Originality/Value - This research is the first study that used the intervening variable of Reality Group Counseling to Reducing Anxiety by Communicating College Islamic Guidance and Counselling.***Tujuan - Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui tingkat kecemasan berkomunikasi siswa dan (2) mengetahui tingkat efektivitas konseling kelompok realitas dalam menurunkan kecemasan berkomunikasi siswa.Metode - Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan desain quasy eksperiment. Purposive sampling digunakan sebagai teknik pengambilan sampel dengan melihat ciri-ciri khusus dari sampel. Subjek penelitian adalah mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam di Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung yang terindikasi memiliki kecemasan komunikasi yang tinggi. Sebanyak 7 mahasiswa yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.Hasil - enelitian menunjukkan bahwa sampel Independent Test T-Test kelompok eksperimen menunjukkan skor rata-rata 131,75, dan kelompok kontrol menunjukkan 177,67. Penelitian ini menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan komunikasi siswa setelah diberikan perlakuan, yang berarti konseling kelompok realitas cukup efektif dalam menurunkan kecemasan komunikasi siswa.Implikasi - Dari hasil penelitian diharapkan mahasiswa menambah wawasan dan pengetahuan mengenai kecemasan komunikasi, serta mahasiswa diharapkan dapat mengambil manfaat dari konseling kelompok realitas yang telah diberikan untuk menurunkan kecemasan komunikasi mahasiswa.Orisinalitas/Nilai - Penelitian ini merupakan penelitian pertama yang menggunakan variabel intervening Konseling Kelompok Realitas terhadap Penurunan Kecemasan Berkomunikasi Bimbingan dan Konseling Islam Perguruan Tinggi.
Student engagement in responding activities: Insights and impacts on guidance and counseling practices Pohan, Rizky Andana; Daharnis, Daharnis; Bentri, Alwen
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.2024.5.1.20532

Abstract

Purpose - Perception is one of the variables included in individual characteristics that affect response activities in learning. The purpose of this study is to analyse the description of students' perceptions of responding activities in learning.Method - Descriptive quantitative research method with a population of 480 students and a sample of 218 students with proportional random sampling technique representing all classes. Data analysis techniques used with percentages.Result - The results showed that student perceptions of responding activities on average were in the positive category, as well as for the two indicators, namely perceptions of the purpose and benefits of responding activities, each also in the positive category.Implication – Based on the results of research on students' perceptions, it can be used as a basis in the preparation of counseling programmes based on needs analysis to improve responding activities in learning. Furthermore, in the implementation stage of the programme, students' perceptions can be improved with various BK services, including basic services with various components such as classical guidance, group guidance and information media management regarding the purpose and benefits of responding.Originality/Value – Novelty in this study is related to the description of student perceptions in responding activities that have never been studied by previous researchers in an analytical descriptive manner as well as its implementation of counseling services in schools.***Tujuan - Persepsi merupakan salah satu variabel yang termasuk dalam karakteristik individu yang mempengaruhi aktivitas merespon dalam pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis gambaran persepsi mahasiswa terhadap aktivitas merespon dalam pembelajaran.Metode - Metode penelitian deskriptif kuantitatif dengan populasi 480 siswa dan sampel 218 siswa dengan teknik proporsional random sampling yang mewakili semua kelas. Teknik analisis data yang digunakan dengan persentase.Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi mahasiswa terhadap kegiatan merespon rata-rata berada pada kategori positif, begitu juga untuk kedua indikator yaitu persepsi terhadap tujuan dan manfaat kegiatan merespon masing-masing juga berada pada kategori positif.Implikasi - Berdasarkan hasil penelitian mengenai persepsi siswa, dapat dijadikan dasar dalam penyusunan program BK berdasarkan analisis kebutuhan untuk meningkatkan kegiatan menanggapi dalam pembelajaran. Selanjutnya pada tahap implementasi program, persepsi siswa dapat ditingkatkan dengan berbagai layanan BK, termasuk layanan dasar dengan berbagai komponennya seperti bimbingan klasikal, bimbingan kelompok dan pengelolaan media informasi mengenai tujuan dan manfaat merespon.Orisinalitas/Nilai - Kebaruan dalam penelitian ini terkait dengan gambaran persepsi siswa dalam kegiatan responding yang belum pernah diteliti oleh peneliti sebelumnya secara deskriptif analitis serta implementasinya terhadap layanan BK di sekolah.
Finding solutions to Covid-19 squabble in Nigeria: Implications for counseling Akinduyo, Tosin
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.2024.5.1.20675

Abstract

Purpose - The purpose of this study was to examine solutions to the COVID-19 squabble and implications for counselling. As of 27th December 2021, the number of COVID-19 confirmed cases globally was 279,114,972 and 5,397,580 deaths.Method - This study utilized an integrative review technique that assisted the researcher in reviewing literature from reliable databases. These databases gave genuine information relating to this topic being investigated.Result -  The results showed that solutions were urgently needed to some of the numerous crises that include but are not limited to coronaphobia, inadequate ICT deployment, recession, agoraphobia, insecurity, drug menace, food insecurity, various health concerns, unemployment squabbles created by the deadly COVID-19 pandemic.Implication - This method suggests how to improve on the over-spilling problems created by COVID-19 pandemic to date, and importantly, professional counsellors should be well-funded to actively help defeat the COVID-19-induced squabbles.Originality/Value - This research bolsters up the essence of not defeating COVID-19 variants alone, but as well totally trouncing the scores of COVID-19-instigated squabbles, that are still adversely affecting the globe.***Tujuan - Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji solusi untuk mengatasi COVID-19 dan implikasinya terhadap konseling. Pada 27 Desember 2021, jumlah kasus COVID-19 yang dikonfirmasi secara global adalah 279.114.972 dan 5.397.580 kematian.Metode - Penelitian ini menggunakan teknik tinjauan integratif yang membantu peneliti dalam meninjau literatur dari database yang dapat diandalkan. Basis data ini memberikan informasi asli yang berkaitan dengan topik yang sedang diteliti.Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa solusi sangat dibutuhkan untuk beberapa krisis yang mencakup tetapi tidak terbatas pada coronaphobia, penyebaran TIK yang tidak memadai, resesi, agoraphobia, rasa tidak aman, ancaman narkoba, kerawanan pangan, berbagai masalah kesehatan, pertengkaran pengangguran yang disebabkan oleh pandemi COVID-19 yang mematikan.Implikasi - Metode ini menunjukkan bagaimana cara memperbaiki masalah yang berlebihan yang disebabkan oleh pandemi COVID-19 hingga saat ini, dan yang terpenting, konselor profesional harus didanai dengan baik untuk secara aktif membantu mengatasi pertengkaran yang disebabkan oleh COVID-19.Keaslian/Nilai - Penelitian ini memperkuat esensi dari tidak hanya mengalahkan varian COVID-19 saja, tetapi juga secara total mengalahkan jumlah pertengkaran yang dipicu oleh COVID-19, yang masih berdampak buruk pada dunia.
Social and Parenting Dynamics of Deaf Adolescents in Semarang: An Empirical Study El-Fikri, Dewi Nabela Sofya; Maulina, Apriya Sani; Asri, Adinda Ratu Kencana; Masfia, Irma; Fahmi, Zulfa
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.2024.5.1.21256

Abstract

Purpose - This study aims to understand the level of interaction and implementation of parenting patterns that can affect the lives of deaf teenagers. Method - In this study, the researcher uses a qualitative method with a case study and exploratory-descriptive approach. The research was conducted from February-April 2024. Data collection techniques include interviews, observations, and documentation. The analysis techniques consist of data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Result - This study highlights the importance of social interaction and parenting patterns for deaf teenagers. It was found that awareness of the subject's condition begins from birth, with the main challenges in communication and environment. Parents tend to apply authoritative and democratic parenting styles. Communication with other deaf individuals uses sign language, while communication with family members or individuals without special needs uses spoken language. The subject's skills such as sewing, pantomiming, and painting can boost their self-confidence and enhance their social interaction skills by participating in competitions related to their skills. Originality - This research reinforces the findings on social interaction of deaf teenagers with individuals without special needs, as well as the independent parenting patterns applied by parents to deaf teenagers with special needs.***Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk memahami tingkat interaksi serta implementasi pola asuh orangtua yang dapat mempengaruhi kehidupan remaja tunarungu. Metode - Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus dan eksploratif-deskriptif. Penelitian ini dilakukan dari Februari-April 2024. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis dalam penelitian ini terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian - Penelitian ini menyoroti pentingnya interaksi sosial dan pola asuh bagi remaja tunarungu. Ditemukan bahwa kesadaran akan kondisi subjek dimulai sejak kelahiran, dengan tantangan utama dalam komunikasi dan lingkungan. Orang tua lebih menerapkan pola asuh otoriter dan demokratis. Cara komunikasi terhadap sesama berkebutuhan khusus tunarungu menggunakan bahasa isyarat sedangkan terhadap keluarga ataupun orang yang tidak memiliki kebutuhan khusus tunarungu menggunakan bahasa bibir. Adanya keterampilan yang dimiliki subjek seperti menjahit, pantomime, dan melukis yang dapat meningkatkan kepercayaan dirinya serta kelancaran dalam berinteraksi sosial dengan mengikuti ajang perlombaan sesuai dengan keterampilan yang dimilikinya. Originalitas– Penelitian ini memperkuat penemuan mengenai interaksi sosial remaja tunarungu terhadap individu yang tidak memiliki kebutuhan khusus, serta pola asuh mandiri yang di terapkan orangtua terhadap remaja yang memiliki kebutuhan khusus tunarungu.
Antenatal counseling to ensure the quality of life of toddlers to be free from stunting towards a golden Indonesia in 2045 Wangsanata, Susana Aditiya; Kibtyah, Maryatul; Rahayu, Sucik; Lukman Khakim, Ahmad; Andres Sanjaya, Lari; Jauro, Alfa
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol. 5 No. 2 (2024): Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/jagc.2024.5.2.22967

Abstract

Purpose –  The purpose of this study was to determine the impact of antenatal counseling on the quality of life of toddlers in order to realize the golden generation in 2045 in Indonesia. Method - This research method is library research, which is collecting various library data to solve stunting problems in Indonesia. Data collection techniques are collecting and identifying documents, reading and analyzing documents, synthesis and analysis, then drawing conclusions. The data analysis technique uses content analysis, which is an in-depth discussion of the contents of written information on the data that has been collected.. Result - The results of this study found that antenatal counseling can be an alternative solution to the problem of stunting in Indonesia. This is proven by several indicators, including, during antenatal counseling, pregnant women gain insight into PHBS during pregnancy. With PHBS insight, it can guarantee the quality of life during pregnancy and post-pregnancy. By maintaining PHBS during pregnancy and post-pregnancy, it can minimize toddler infections that interfere with digestion, causing nutritional failure and resulting in stunting.  Implication –  Antenatal counseling has an impact on the insight of pregnant women about the procedures for Clean and Healthy Lifestyle (PHBS) during pregnancy and post-pregnancy. By knowing the insight of PHBS, it can prevent infections in toddlers so that it can guarantee a good quality of life. Originality – Antenatal counseling provides knowledge for pregnant women on how to maintain physical and mental condition during pregnancy. This research is a research that has never been published in any form. *** Tujuan - Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak konseling antenatal terhadap kualitas hidup balita dalam rangka mewujudkan generasi emas pada tahun 2045 di Indonesia. Metode - Metode penelitian ini adalah penelitian kepustakaan, yaitu mengumpulkan berbagai data kepustakaan untuk memecahkan masalah stunting di Indonesia. Teknik pengumpulan data dengan mengumpulkan dan mengidentifikasi dokumen, membaca dan menganalisis dokumen, sintesis dan analisis, kemudian menarik kesimpulan. Teknik analisis data menggunakan analisis isi, yaitu pembahasan mendalam terhadap isi suatu informasi tertulis atas data yang telah dikumpulkan. Hasil - Hasil penelitian ini menemukan bahwa konseling antenatal dapat menjadi salah satu alternatif solusi bagi permasalahan stunting di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan beberapa indikator, diantaranya, pada saat konseling antenatal, ibu hamil mendapatkan wawasan tentang PHBS selama kehamilan. Dengan adanya wawasan PHBS, maka dapat menjamin kualitas hidup selama kehamilan dan pasca kehamilan. Dengan menjaga PHBS selama kehamilan dan pasca kehamilan, dapat meminimalisir infeksi balita yang mengganggu pencernaan sehingga menyebabkan gagal gizi dan mengakibatkan stunting.  Implikasi - Konseling antenatal berdampak pada wawasan ibu hamil tentang tata cara Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) selama kehamilan dan pasca kehamilan. Dengan mengetahui wawasan PHBS, maka dapat mencegah terjadinya infeksi pada balita sehingga dapat menjamin kualitas hidup yang baik. Keaslian - Konseling antenatal memberikan pengetahuan kepada ibu hamil tentang bagaimana menjaga kondisi fisik dan mental selama kehamilan. Penelitian ini merupakan penelitian yang belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apapun.
Determining the relationship between stress and self-efficacy in teachers working with children with autism spectrum disorder in Enugu State, Nigeria Onyishi, Charity N
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol. 5 No. 2 (2024): Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purpose - This study investigates the relationship between teacher stress and self-efficacy, with gender as a moderating factor, among teachers working with children with autism spectrum disorder (ASD) in Enugu State, Nigeria. Method- A correlational survey research design was employed, guided by two research questions and hypotheses. The study sample comprised 300 teachers purposively selected from special and conventional schools across various educational levels in Enugu State. The participants included 133 (44.3%) males and 167 (55.7%) females. Data were collected using the Teachers' Sense of Efficacy Scale (TSES), with a reliability coefficient of 0.97, and the Rosenberg’s Teachers’ Stress Assessment Scale (RTSAS), with a reliability coefficient of 0.83. Both instruments contained 15 items measured on a four-point Likert scale. Results - The findings indicated a significant positive but weak relationship between teacher stress and self-efficacy among teachers handling children with ASD. This suggests that increased stress may correspond to increased self-efficacy levels, possibly due to the development of adaptive skills and functional coping mechanisms. Additionally, gender did not moderate this relationship, suggesting that observed differences in favor of males might be attributed to chance. Implications - The results highlight the importance of targeted support programmes for teachers working with children with ASD. Enhancing teacher self-efficacy while addressing stress levels can contribute to improved teaching outcomes and teacher well-being. Originality/Value - This study contributes to the understanding of the dynamics between stress and self-efficacy among teachers of children with ASD in a Nigerian context. It highlights the critical need for interventions tailored to this unique teaching environment. *** Tujuan - Penelitian ini menyelidiki hubungan antara stres guru dan efikasi diri, dengan gender sebagai faktor moderator, di antara guru yang bekerja dengan anak-anak dengan gangguan spektrum autisme (ASD) di Negara Bagian Enugu, Nigeria. Metode- Desain penelitian survei korelasional digunakan, dipandu oleh dua pertanyaan penelitian dan hipotesis. Sampel penelitian terdiri dari 300 guru yang dipilih secara purposif dari sekolah khusus dan sekolah konvensional di berbagai tingkat pendidikan di Negara Bagian Enugu. Para peserta terdiri dari 133 (44,3%) laki-laki dan 167 (55,7%) perempuan. Data dikumpulkan dengan menggunakan Teachers' Sense of Efficacy Scale (TSES), dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,97, dan Rosenberg's Teachers' Stress Assessment Scale (RTSAS), dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,83. Kedua instrumen tersebut berisi 15 item yang diukur dengan skala Likert empat poin. Hasil - Temuan menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan namun lemah antara stres guru dan efikasi diri di antara para guru yang menangani anak-anak dengan ASD. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan stres mungkin berhubungan dengan peningkatan tingkat efikasi diri, mungkin karena pengembangan keterampilan adaptif dan mekanisme koping fungsional. Selain itu, jenis kelamin tidak memoderasi hubungan ini, menunjukkan bahwa perbedaan yang diamati dalam mendukung laki-laki mungkin disebabkan oleh kebetulan. Implikasi - Hasil penelitian menyoroti pentingnya program dukungan yang ditargetkan untuk guru yang bekerja dengan anak-anak dengan ASD. Meningkatkan efikasi diri guru sambil mengatasi tingkat stres dapat berkontribusi pada peningkatan hasil pengajaran dan kesejahteraan guru. Keaslian/Nilai - Studi ini berkontribusi pada pemahaman tentang dinamika antara stres dan efikasi diri di antara para guru anak-anak dengan ASD dalam konteks Nigeria. Penelitian ini menyoroti kebutuhan kritis akan intervensi yang disesuaikan dengan lingkungan pengajaran yang unik ini.
A culturally nuanced exploration of adolescent career decision-making and mental health challenges Sunday Otu, Mkpoikanke; N. Onyishi, Charity
Journal of Advanced Guidance and Counseling Vol. 5 No. 2 (2024): Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purpose - This study examines the complex relationship between career decision-making and mental health challenges among adolescents, with a focus on the sociocultural factors that influence their experiences. Method - A qualitative research design was employed, utilizing in-depth interviews and focus group discussions with adolescents aged 15 to 18. Secondary participants, including teachers, counsellors, and parents, provided additional perspectives. Results - The findings reveal that adolescents' career choices are shaped by parental expectations, peer influences, cultural norms, and gender roles. These factors contribute to increased stress, anxiety, and indecision. Urban adolescents reported feeling overwhelmed by societal expectations and the abundance of career options, whereas rural adolescents faced restricted opportunities and societal pressure to follow traditional career paths. Furthermore, inadequate access to career guidance and mental health support services exacerbated these challenges. Implications - The study highlights the necessity for culturally adapted interventions that integrate career counselling and mental health support. Such interventions can empower adolescents to make informed career decisions while addressing their emotional well-being. Originality/Value - This research provides constructive insights into the underexplored relationship between mental health and career decision-making within sociocultural contexts in Nigeria. It highlights the importance of addressing sociocultural dynamics to develop effective support systems for adolescents in diverse settings. *** Tujuan - Penelitian ini mengkaji hubungan kompleks antara pengambilan keputusan karier dan tantangan kesehatan mental di kalangan remaja, dengan fokus pada faktor sosiokultural yang memengaruhi pengalaman mereka. Metode - Desain penelitian kualitatif digunakan, dengan menggunakan wawancara mendalam dan diskusi kelompok terfokus dengan remaja berusia 15 hingga 18 tahun. Partisipan sekunder, termasuk guru, konselor, dan orang tua, memberikan perspektif tambahan. Hasil - Temuan menunjukkan bahwa pilihan karier remaja dibentuk oleh harapan orang tua, pengaruh teman sebaya, norma budaya, dan peran gender. Faktor-faktor ini berkontribusi pada peningkatan stres, kecemasan, dan keraguan. Remaja di perkotaan melaporkan bahwa mereka merasa terbebani oleh ekspektasi masyarakat dan banyaknya pilihan karier, sedangkan remaja di pedesaan menghadapi kesempatan yang terbatas dan tekanan masyarakat untuk mengikuti jalur karier tradisional. Selain itu, akses yang tidak memadai terhadap bimbingan karier dan layanan dukungan kesehatan mental memperparah tantangan-tantangan ini. Implikasi - Studi ini menyoroti perlunya intervensi yang disesuaikan dengan budaya yang mengintegrasikan konseling karier dan dukungan kesehatan mental. Intervensi semacam itu dapat memberdayakan remaja untuk membuat keputusan karier yang tepat sambil menangani kesejahteraan emosional mereka. Keaslian/Nilai - Penelitian ini memberikan wawasan konstruktif tentang hubungan yang belum dieksplorasi antara kesehatan mental dan pengambilan keputusan karier dalam konteks sosiokultural di Nigeria. Penelitian ini menyoroti pentingnya menangani dinamika sosiokultural untuk mengembangkan sistem dukungan yang efektif bagi remaja di lingkungan yang beragam.