cover
Contact Name
Moh.Solehuddin
Contact Email
risdajurnal@gmail.com
Phone
+628990088793
Journal Mail Official
risdajurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Lontar Surabaya
Location
Kab. bangkalan,
Jawa timur
INDONESIA
RISDA: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam
ISSN : 25408097     EISSN : 27761517     DOI : https://doi.org/10.59355/risda
Core Subject : Education, Social,
This journal publishes articles in the form of learning and learning outcomes, and concepts in the context of Islamic education. Detailed scopes of articles accepted for submission to RISDA: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam are: Islamic Education Materials Educators and Students Learning methods Curriculum Politics of Education Educational Philosophy History of Islamic Education Islamic Studies
Articles 115 Documents
Pengembangan Bahan Ajar berbasis Modul PAI Perspektif Imam Al-Ghozali pada Siswa Inklusi Awaliya Nurul Iksan; Machnunah Ani Zulfah
Risda: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : LP2M Sekolah Tinggi Agama Islam Ar-Rosyid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59355/risda.v6i2.56

Abstract

This study discusses the development of teaching materials based on the Islamic education module from Imam Al-Ghozali's Perspective for Class VIII Inclusion Students at SMP Sunan Ampel Jombang. Ampel Jombang, 2) The effectiveness of PAI teaching materials for Class VIII Inclusion Students at Sunan Ampel Junior High School. In line with the growing demands of the ABK group in voicing their rights, the concept of inclusive education emerged. On this occasion the researchers developed teaching materials in the form of PAI Modules to be developed. This study uses the Dick & Carey model of R&D development research. Sources of data used are primary and secondary data, where primary data are PAI subject teachers and inclusive students, while secondary data are documentation, textbooks, school archives. The results validation of material experts 86 persen, media expert validation 91 persen, questionnaires for inclusion students 95 persen, then the results of post-test and pre-test trials with a calculation system. the N-Gain formula obtained a score of 0.8 higher post-test scores than the pre-test scores. So the textbooks that have been made are very suitable for use by inclusive students.
Pengaruh Strategi Self Management Dalam Konseling Kelompok Terhadap Kedisiplinan Belajar Siswa Kelas XI IPS 2 SMA Giki 1 Surabaya Ardiansyah, Muh. Irzal; Sutijono, Sutijono
RISDA : Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2021): RISDA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : LP2M STAI AR-ROSYID SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Education can not be separated from the emergence of various problems, one of which is the lack of discipline in student learning in the learning process. The purpose of this study was to determine the effect of group counseling services with self-management strategies on the discipline of learning of class XI IPS 2 SMA GIKI 1 Surabaya. The data collection instruments used in this research were observation and measurement scale. The sampling technique used was purposive sampling. The sample obtained amounted to 5 students with low criteria. The research data analysis technique used the normality test and the t test. The results of data analysis show that the results of learning discipline that have been treated with self-management strategies are better than before getting treated. The result of the hypothesis test is a pretest of 93.80 and a posttest value of 122.0, namely 122.0> 93.80, while the results of the t test show 0.00 <0.05. So it can be concluded that there is a significant increase in the results of learning discipline using group counseling with self-management strategies in class XI IPS 2 SMA GIKI 1 Surabaya.
Rasionalisme Dan Kritik Dalam Dunia Filsafat Pristiwiyanto, Pristiwiyanto; Mahfud, Muhammad
RISDA : Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2021): RISDA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : LP2M STAI AR-ROSYID SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In its development in the world of philosophy, several isms / philosophical understandings have emerged that cannot be avoided. Rationalism is one of the philosophies that teaches that reason is the main source of science. Characters who use reason / ratio as the main source of knowledge have been practiced since the ancient Greek era of Thales to modern philosophy such as Rene Descartes, Baruch Spinozoa, G.W. Leibniz, and Nicolas Malbebranche. This criticism of rationalism shows that not all concepts of rationalism can be applied to practical everyday life, besides that reason / ratio is not the only main source of a science.
Pendidikan Pranatal dan Long Lif Pendidikan Pranatal dan Long Life Education Dalam Al-Qur’an Rosyadi, Moh Imron
RISDA : Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2021): RISDA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : LP2M STAI AR-ROSYID SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Makalah ini mengkaji dan mengekplorasi bagaimana al-Qur’an menjelaskan tentang pendidikan (sejak usia kapan pendidikan dimulai dan sampai kapan manusia mempunyai kewajiban belajar). Al-Qur’an mengkonfirmasi bahwa manusia (anak) sebagai makhluk yang tumbuh dan berkembang, memiliki perilaku dan kepribadian yang merupakan hasil dari kesinambungan dan interaksi antara faktor alamiah dan pendidikan. Teori ilmiah menyatakan bahwa perkembangan manusia (anak) dimulai sejak pembuahan (pada saat sel sperma ayah menembuh didnding sel telur ibu) dan diyakini karakteristik orang tua diturunkan kepada anak pada saat pembuahan meskipun mereka berbeda mengenai apa saja yang diturunkan dan bagaimana caranya. al-Qur’an mengisyaratkan upaya mendidik dapat dilakukan sejak dini saat anak masih berupa janin dalam rahim ibu karena setelah berusia empat bulan masa kehamilan, organ janin telah terbentuk sebagai manusia kemudian ditiupkan ruh dan bersamaan dengan itu, ditentukan hukum-hukum perkembangannya seperti masalah masalah yang berkaitan dengan tingkah laku (sifat, karakter serta bakat), kekayaan, batas usia, dan lain-lain. Perkembangan pranatal bayi mengkonfirmasi bahwa janin dalam rahim pada usia 20 minggu masa kehamilan sudah dapat merasa dan merespon sehingga proses pendidikan dapat dimulai sejak awal pembuahan (proses nuthfah). Oleh karena itu, makalah ini akan mengulas tentang Long Life Education Dan Pendidikan Pranatal dalam Al-Qur’an. Kata Kunci : Pranatal, Long Life Education, al-Qur’an
Peran Ormas Islam siswoyo, jafar sodiq
RISDA : Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2021): RISDA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : LP2M STAI AR-ROSYID SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teenage is an unique phase of life, a transition from child hood to adult. In this transition, teenager often become confuses to determine his self and future. In this confusion, teenager becomes focus of attention, from parent, family, school or Islamic social organization. There’s several reason Islamic social organization have attention to teenage, one of it is because they have attention to religion, social, and community problems. Their role is by routine and planned religious teaching.
PENGARUH KEMAMPUAN MENGHAFAL AL-QURAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM solehuddin, Moh
RISDA : Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2021): RISDA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : LP2M STAI AR-ROSYID SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Al-Qur an adalah kitab suci yang mudah dihafal, diingat dan dipahami. Begitu besar manfaat menghafal sehingga beribu-ribu ummat muslim banyak yang hafal Al-Qur an, bahkan diantaranya adalah anak-anak yang belum menginjak usia baligh. Banyak sekali ucapan orang salaf yang sholeh tentang keutamaan belajar dan menghafal di masa kecil terlebih pendidikan agama. Atas dasar pemikiran di atas penelitian ini pada dasarnya dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana kemampuan menghafal Al-Qur an terhadap prestasi belajar pendidikan agama Islam (Studi Kasus di SMP Al-Furqon Madrasatul Qur an Tebuireng), untuk mengetahui prestasi belajar pendidikan agama Islam (Studi Kasus di SMP Al-Furqon Madrasatul Qur an Tebuireng) dan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh kemampuan menghafal Al-Qur an terhadap prestasi belajar pendidikan agama Islam (Studi Kasus di SMP Al-Furqon Madrasatul Qur an Tebuireng). Dalam penelitian ini peneliti menggunakan penelitian Ex Post Facto. Penelitian Ex Post Facto merupakan penelitian dimana variabel-variabel bebas telah terjadi ketika peneliti mulai dengan pengamatan variabel terikat dalam suatu penelitian. Adapun jumlah populasinya kelas 8 & 9 adalah 153 siswa SMP Al-Furqon Madrasatul Qur an Tebuireng dan sampelnya diambil 20% dari jumlah populasi yaitu sebanyak 30 siswa. Sedangkan lokasi yang diteliti di SMP Al-Furqon Madrasatul Qur an Tebuireng . Kemudian metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan angket dan hasil raport. Pengolahan datanya menggunakan SPSS 16 for windows dengan analisis data descriptive statistics frequencies. Selanjutnya setelah data diperoleh dan dikumpulkan, maka data diklasifikasikan dan dianalisis. Dalam penelitian ini digunakan teknik analisa data “Product Moment”. Dari penelitian tersebut dapat diketahui bahwa Pengaruh Kemampuan Menghafal Al-Qur an Terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam (Studi Kasus di SMP Al-Furqon Madrasatul Qur an Tebuireng) menunjukkan tingkat yang tinggi dengan korelasi product moment sebesar 0,602. Dari hasil tersebut menunjukkan ada pengaruh yang signifikan karena berada pada jarak panjang interval antara 0,41 sampai 0,70 yang berarti kuat.
PONDOK PESANTREN DAN PENERAPAN UKHUWAH ISLAMIYAH Wahib, Nur
RISDA : Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2021): RISDA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : LP2M STAI AR-ROSYID SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan dapat dijadikan sebagai sebuah model pengembangan konsep-konsep civics dalam rangka memenuhi life skill warga negara. Sebagian besar aktifitas di pondok pesantren adalah membangun kehidupan santri insan kamil yang mempunyai ketangguhan iman dan kemampuan beramal soleh yang membentuk nilai-nilai perilaku (behavioural values). Pengembangan nilai-nilai perilaku dalam pembentukan individu insan kamil sejalan dengan pengembangan struktur nilai dasar spiritual sebagai pengakuan terhadap martabat manusia (human dignity) yang memunculkan nilai tanggung jawab sosial sebagai bagian dari nilai sosial. Di dalam komunitas pesantren tanggung jawab sosial didasari oleh nilai spiritual yang terkandung dalam konsep ukhuwah islamiah. Kata kunci: pondok pesantren, ukhuwah islamiyah.
MANUSIA PALING CERDAS (ULUL ALBAB) DALAM AL-QUR’AN Rofiq, Mohammad
RISDA : Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2021): RISDA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : LP2M STAI AR-ROSYID SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidaklah bisa dipungkiri bahwa setiap pribadi manusia yang terlahir ke muka bumi menginginkan dirinya agar terlahir sebagai pribadiunggul yang memiliki kecerdasan yang bisa dibanggakan. Selain karena pribadi yang cerdas berilmu itu mulia dan tinggi derajatnya di sisi Allah dan manusia[2],orang yang cerdas berilmu juga dapat dijadikan tempat bertanya.[3] Dengan kecerdasan ilmu yang dimiliki, manusia juga dapat melakukan aktifitasnya dengan lebih mudah, lebih efektif dan lebih efisien. Namun demikian, kepandaian dan kecerdasan tidaklah serta merta diperoleh manusia dengan cara yang mudah, sebab ketika terlahir ke muka bumi, manusia dalam keadaan tidak mengetahui apapun, sehingga Allah memberikan indera kepada manusia sebagai alat untuk memperoleh ilmu pengetahuan. Dalam hal ini dapat dilihat dalam QSAl Nahl ayat 78. وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لاتَعْلَمُونَ شَيْئًاوَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالأبْصَارَوَالأفْئِدَةَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (٧٨)[4] “dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam Keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bershukur”. Dalam ayat ini memberikan gambaran bahwa kepandaian dan kecerdasan manusia diperoleh setelah manusia dapat memfungsikan indera yang dimilikinya. Pertanyaannya kemudian apakah sebenarnya kecerdasan itu? Bagaimana tipologi sebenarnya dari makhluk yang cerdas itu? Berikut ini ciri-ciri orang yang cerdas menurut al-Qur'an dan Hadi>th yang bisa dihimpun dan dapat dijadikan kajian renungan. Seseorang dikatakan cerdas bila memiliki semua tigaunsur yang terkandung di dalamnya, bukan hanya salah satu saja dari unsur yang ada. Ciri-ciri orang cerdas menyangkut tiga unsur kecerdasan, yakni kecerdasan intelejensia, emosional dan spiritual. Tulisan ini sendiri sebenarnya berasal dari tulisan Ali Sofyan Kholimi yang menyebutkan 12 ciri orang yang cerdas terdidik, yang dalam salah satu pointnya menyebutkan bahwa ciri orang cerdas adalah menerima kematian sebagai kecerdasan utama.[5] Oleh karena itu, tulisan ini akan mengkaji lebih lanjut menurut pandangan Al Qur’an terkait dengan kematian, korelasinya (muna<sabahnya) dengan orang cerdas yang lain yang digambarkan dalam Al-Qur’an maupun hadi<th Nabi Muhammad Saw. Semua unsur yang diambil dalam pembahasan ini mengambil kata kunci Ulu<-alAlba>b. Walaupun arti kata Ulu< al Alba<b itu sendiri dalam beberapa ayat Al Qur’an berbeda satu sama lain secara artinya, namun melihat makna yang dikandung pada ayat-ayat tersebut, yang mirip dengan konsep kecerdasan saat ini (intelektual, emosional dan spiritual), akhirnya saya menafsirkannya sebagai orang cerdas untuk lebih fokusnya pembahasan dan mempermudah dalam mengkajinya.
KEBERADAAN PENGAWAS SEKOLAH DALAM PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 57 TAHUN 2021 aspandi, aspandi
RISDA : Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2021): RISDA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : LP2M STAI AR-ROSYID SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tidak adanya kata pengawas sekolah dalam PP 57 tahun 2021. Pertanyaan dari penelitian ini adalah bagaimana keberadaan pengawas sekolah dalam PP 57 tahun 2021? Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan keberadaan pengawas sekolah dalam PP 57 Tahun 2021. Penelitian ini menggunakan prosedur kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka. Sumber data primer adalah Peraturan Pemerintah nomor 57 tahun 2021, Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 10 tahun 2021 dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 12 tahun 2007. Penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi untuk mengumpulkan data Keberadaan Pengawas Sekolah dalam PP 57 Tahun 2021 Hasil penelitian menunjukkan bahwa PP 57 tahun 2021 pasal 30 ayat 3 secara jelas tidak mencantumkan pengawas sekolah sebagai bagian dari pengawas di satuan pendidikan. Dengan demikian, pada saat revisi PP 57 tahun 2021, pemerintah dapat kembali masuk ke posisi pengawas sekolah.
Analisis Tingkat Kognitif Latihan Soal Berdasarkan Taksonomi Bloom Pada Buku Teks Fikih Kelas IV Kurikulum 2013 Rudianto, Rahmat; Aprilia, Isnani
RISDA : Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2021): RISDA: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
Publisher : LP2M STAI AR-ROSYID SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The practice questions contained in fiqh textbooks generally have not been classified according to their cognitive level, resulting in students having difficulty working on the questions. so it is necessary to classify the cognitive level of the question. The questions that have been classified according to the cognitive level will make it easier for the teacher to choose questions. Students will work on the questions in stages, from the easiest to the most difficult. In addition, the questions whose questions have been classified as cognitive levels will make it easier for teachers to find out the cognitive levels achieved by their students. The purpose of this study was to determine the percentage of each level of cognitive process practice questions based on Bloom's Taxonomy in the fiqh book class IV curriculum 2013. The research approach is descriptive quantitative, the method used in this study is to analyze the practice questions in fiqh textbooks. Data collection techniques with documentation. The analysis of the data used is that obtained in this study in the form of numbers which are the results of calculations through a process to get a percentage. The results showed that the Semester 2 Competency Test Questions for the Fourth Grade Jurisprudence Textbooks analyzed consisted of three cognitive processes "Remembering" (C1), "Understanding" (C2), "Applying" (C3) and the absence of questions that included cognitive level categories. C4 (Analyze), C5 (Evaluate) and C6 (Create)..

Page 4 of 12 | Total Record : 115