cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
muhammadasyari1991@gmail.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
lumbunginovasi@gmail.com
Editorial Address
Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2541626X     DOI : -
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat | Lumbung Inovasi: Journal of Community Service (ISSN: 2541-626X) is an open access scientific journal that publish community service and empowerment articles. This journal published twice a year (bianually) in May and November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 32 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 3 (2024): September" : 32 Documents clear
Pemanfaatan Aplikasi Mendeley Sebagai Manajemen Referensi pada Penulisan Artikel Ilmiah Jud, Jud; Jumareng, Hasanuddin; Rusli, Muhammad; Sawali, La; Asshagab, Muhtar; Saman, Abdul; Heriansyah, Heriansyah; Suhartiwi, Suhartiwi; Sariul, Sariul; Marsuna, Marsuna; Alwi, Alimin
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.2067

Abstract

Tujuan pengabdian kemitraan masyarakat yaitu untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman dalam pemanfaatan aplikasi mendeley sebagai manajemen referensi pada penulisan artikel ilmiah. Metode yang digunakan pada proses pengabdian ini yaitu metode demontrasi. Permasalahan yang terjadi yaitu banyak menghadapi kesulitan memahami dan menguasai fitur mendeley, yang dapat memakan waktu dan menyebabkan frustrasi. Terkadang, terjadi masalah sinkronisasi antara berbagai platform mendeley (seperti desktop, web, dan mobile), yang dapat menyebabkan kehilangan referensi atau anotasi yang telah dibuat. Data referensi yang diimpor ke mendeley memiliki kualitas yang bervariasi tergantung pada sumbernya, dan mahasiswa perlu memastikan keakuratan dan kredibilitas referensi yang mereka gunakan. Solusinya yaitu memberikan bimbingan langsung kepada mahasiswa oleh dosen atau tutor tentang penggunaan aplikasi dan manajemen referensi secara efektif dalam konteks penelitian dan penulisan ilmiah. Menyediakan panduan penggunaan mendeley yang jelas dan mudah dipahami bagi mahasiswa, yang mencakup langkah-langkah penggunaan aplikasi. Kesimpulan yaitu secara signifikan meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam mengelola referensi dan sitasi. Mahasiswa menjadi lebih kompeten dalam menggunakan alat ini, yang membantu mereka dalam menyusun artikel ilmiah dengan lebih baik. Mendeley telah terbukti meningkatkan efisiensi proses penulisan artikel ilmiah dengan mempermudah pengelolaan referensi dan pembuatan bibliografi. Hal ini juga mengurangi kesalahan dalam sitasi dan duplikasi referensi, meningkatkan akurasi dan kredibilitas karya ilmiah mahasiswa. Sehingga pada pelaksanaan aktivitas tersebut dari 100 orang yang mengikuti kegiatan 85% benar-benar pahan tentang penggunaan aplikasi mendeley, adapun sisanya 15% belum terlalu paham penggunaannya, karena yang belum paham memiliki keterbatasan yaitu belum memiliki leptop. Berdasarkan hasil tersebut aktivitas yang dilaksanakan dapat dikatakan sesuai denga harapan dalam pengabdian kemitraan masyarakat. Utilization of Mendeley Application as Reference Management in Writing Scientific Articles Abstract The purpose of community service partnership is to provide knowledge and experience in utilizing the Mendeley application as a reference management in writing scientific articles. The method used in this service process is the demonstration method. The problems that occur are that many face difficulties in understanding and mastering Mendeley features, which can be time-consuming and frustrating. Sometimes, there are synchronization problems between various Mendeley platforms (such as desktop, web, and mobile), which can cause loss of references or annotations that have been made. Reference data imported into Mendeley has varying quality depending on the source, and students need to ensure the accuracy and credibility of the references they use. The solution is to provide direct guidance to students by lecturers or tutors on the use of the application and effective reference management in the context of research and scientific writing. Provide a clear and easy-to-understand Mendeley usage guide for students, which includes steps for using the application. The conclusion is that it significantly improves students' skills in managing references and citations. Students become more competent in using this tool, which helps them in compiling better scientific articles. Mendeley has been shown to improve the efficiency of the scientific article writing process by making it easier to manage references and create bibliographies. It also reduces errors in citations and duplication of references, increasing the accuracy and credibility of students' scientific work. So that in the implementation of the activity from 100 people who participated in the activity, 85% really understood the use of the Mendeley application, while the remaining 15% did not really understand its use, because those who did not understand had limitations, namely not having a laptop. Based on these results, the activities carried out can be said to be in accordance with expectations in community partnership service.
Sosialisasi Penulisan Artikel Ilmiah pada Mahasiswa Jurusan Ilmu Keolahragaan FKIP UHO Arwih, Muhammad Zaenal; Mongsidi, Wolter; Sariul, Sariul; Junarlin, La Ode Muhammad; Marsuna, Marsuna; Alwi, Alimin
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.2068

Abstract

Tujuan dalam kegiatan ini yaitu untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa melalui sosialisasi penulisan artikel ilmiah. Metode yang digunakan yaitu demonstasi dengan langsung memberikan pengarahan kepada peserta. Permasalahan yang terjadi yaitu kesulitan memahami struktur yang benar dari artikel ilmiah, termasuk bagaimana menyusun bagian-bagian seperti pendahuluan, metodologi, hasil, dan kesimpulan. Kesulitan dalam mengevaluasi literatur yang relevan untuk mendukung argumen mereka dalam artikel bisa menjadi tantangan bagi mahasiswa, terutama jika mereka belum memiliki pengalaman yang cukup dalam melakukan penelitian. Keterampilan penulisan yang kurang matang dapat menghambat kemampuan mahasiswa untuk menyampaikan ide dan argumen mereka dengan jelas dan persuasif. Hal ini termasuk masalah dalam tata bahasa, gaya penulisan, dan struktur kalimat. Mahasiswa kesulitan mengakses sumber daya yang diperlukan untuk menunjang penelitian mereka, seperti jurnal-jurnal akademik atau perangkat lunak analisis data. Hasil yang diperoleh dari sosialisasi penulisan artikel ilmiah pada mahasiswa mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai struktur dan format penulisan artikel ilmiah. Pengetahuan tentang cara melakukan penelitian yang benar, termasuk pengumpulan data, analisis, dan interpretasi hasil. Belajar teknik-teknik penulisan yang efektif, termasuk penggunaan bahasa akademik, penulisan abstrak, pendahuluan, metodologi, hasil, diskusi, dan kesimpulan. Penggunaan alat bantu seperti mendeley untuk manajemen referensi dan sitasi. Dari 100 orang mahasiswa terdapat 83% mengerti dengan tata cara penulisan artikel ilmiah, dan sisanya sebanyak 17% masih belum mengerti. Pelaksanaan sosialisasi penulisan artikel ilmiah pada mahasiswa yaitu dengan adanya sosialisasi dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan menulis ilmiah mahasiswa. Mereka menjadi lebih terampil dalam menyusun artikel yang terstruktur dan sesuai dengan standar akademik. Socialization of Scientific Article Writing for Students of the Department of Sports Science FKIP UHO Abstract The purpose of this study is to provide students with an understanding through the socialization of scientific article writing. The problems that occur are the difficulty in understanding the correct structure of scientific articles, including how to organize sections such as introduction, methodology, results, and conclusions. Difficulty in evaluating relevant literature to support their arguments in articles can be a challenge for students, especially if they do not have enough experience in conducting research. Immature writing skills can hinder students' ability to convey their ideas and arguments clearly and persuasively. This includes problems with grammar, writing style, and sentence structure. Students have difficulty accessing the resources needed to support their research, such as academic journals or data analysis software. The results obtained from the socialization of scientific article writing for students are getting a better understanding of the structure and format of writing scientific articles. Knowledge of how to conduct proper research, including data collection, analysis, and interpretation of results. Learning effective writing techniques, including the use of academic language, writing abstracts, introductions, methodology, results, discussions, and conclusions. Using tools such as Mendeley for reference and citation management. Out of 100 students, 83 people understand the procedures for writing scientific articles, and the remaining 17 people still do not understand. The implementation of socialization of scientific article writing for students, namely through socialization, can improve students' understanding and scientific writing skills. They become more skilled in compiling articles that are structured and in accordance with academic standards.
Pengukuran Tingkat Kebugaran dan Skrining Kesehatan Atlet Akademi Sepak Bola di Kota Malang Ariesaka, Kiky Martha; Fanani, Erianto; Sishartami, Lintang Widya; Wahyudi, Nanang Tri; Fulviansyah, Zaidhan Lucano; Gelaner, Nauval Akhmadian; Haryono, Putri Dwinita; Suhartanti, Ajeng Sri
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.2070

Abstract

Pendidikan olahraga pada usia dini sangat penting dalam menciptakan kualitas atlet yang baik. Aji Santoso International Football Academy (ASIFA) adalah akademi sepak bola internasional yang berorientasi pada prestasi unggul melalui pendidikan olahraga yang baik. Namun, proses seleksi di ASIFA lebih menitikberatkan pada postur dan kemampuan teknis pemain. Tujuan kegiatan ini adalah untuk melakukan skrining kesehatan komprehensif pada siswa ASIFA guna memberikan gambaran lengkap mengenai kondisi kesehatan dan kebugaran mereka serta memberikan rekomendasi intervensi kesehatan yang diperlukan. Skrining kesehatan dilakukan pada total 72 siswa ASIFA. Skrining ini meliputi pengukuran tekanan darah dan laju nadi menggunakan sphygmomanometer digital, tinggi badan menggunakan stature meter, berat badan, persen lemak, body age, BMI, kebutuhan kalori, dan lemak visceral menggunakan body composition analyzer, serta antropometri lain dari lingkar tubuh menggunakan pita ukur. Pendekatan PDCA (Plan-Do-Check-Act) digunakan untuk memastikan pendekatan yang sistematis dalam skrining dan intervensi kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia rata-rata siswa adalah 15,71 tahun dengan mayoritas berada dalam rentang usia 14-17 tahun (63,9%). Berat badan rata-rata siswa adalah 55,51 kg dan tinggi badan rata-rata 163,46 cm. Berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT), mayoritas siswa berada dalam kategori normal (68,1%), sementara 25% siswa masuk dalam kategori underweight dan 6,9% siswa berada dalam kategori overweight. Kondisi underweight pada 25% siswa menunjukkan adanya potensi masalah nutrisi yang perlu segera ditangani untuk memastikan kebugaran dan performa optimal. Intervensi kesehatan diperlukan untuk meningkatkan performa atlet muda. Fitness Level Measurement and Health Screening of Football Academy Athletes in Malang City Abstract Early-age sports education is crucial in creating high-quality athletes. Aji Santoso International Football Academy (ASIFA) is an international soccer academy focused on achieving excellence through quality sports education. However, the selection process at ASIFA emphasizes players' posture and technical skills. The aim of this activity is to conduct comprehensive health screenings on ASIFA students to provide a complete overview of their health and fitness conditions and to provide necessary health intervention recommendations. Health screenings were conducted on a total of 72 ASIFA students. These screenings included measuring blood pressure and pulse rate using a digital sphygmomanometer, height using a stature meter, weight, body fat percentage, body age, BMI, caloric needs, and visceral fat using a body composition analyzer, as well as other anthropometric measurements of body circumference using a measuring tape. The PDCA (Plan-Do-Check-Act) approach was used to ensure a systematic approach to health screening and intervention. The results showed that the average age of the students was 15.71 years, with the majority being in the age range of 14-17 years (63.9%). The average weight of the students was 55.51 kg and the average height was 163.46 cm. Based on the Body Mass Index (BMI), the majority of students were in the normal category (68.1%), while 25% of students were underweight and 6.9% of students were overweight. The underweight condition of 25% of the students indicates potential nutritional problems that need to be addressed immediately to ensure optimal fitness and performance. Health interventions are necessary to improve the performance of young athletes.
Sosialisasi Mendesain Rancangan Perangkat Pembelajaran Kurikulum Merdeka Melalui Komponen Utama: Tujuan, Bukti Penilaian, Kegiatan Belajar Yantoro, Yantoro; Sholeh, Muhammad; Hidayat, Akhmad Faisal; Zahyuni, Violita; Khoirunnisa, Khoirunnisa
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.2079

Abstract

Lokakarya tentang merancang perangkat kurikulum untuk implementasi Kurikulum Merdeka bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pendidik dalam menciptakan alat pembelajaran yang efektif dan komprehensif. Inisiatif ini menangani kebutuhan pendekatan yang terstruktur dalam desain kurikulum, memastikan keselarasan dengan standar dan tujuan pendidikan. Metodologi yang digunakan meliputi sesi interaktif, kegiatan kelompok kolaboratif, dan latihan praktis, yang memfasilitasi pengalaman langsung dan pembelajaran bersama. Peserta menunjukkan pemahaman dan keterampilan yang meningkat dalam desain kurikulum, seperti yang dibuktikan oleh penilaian sebelum dan sesudah lokakarya. Hasil dari lokakarya ini menunjukkan dampak positif terhadap kemampuan pendidik untuk merancang dan mengimplementasikan perangkat kurikulum, yang berkontribusi pada peningkatan keseluruhan proses pendidikan dalam kerangka Kurikulum Merdeka. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk mengeksplorasi efek jangka panjang dan skalabilitas program pelatihan serupa. Socialization of Designing Independent Curriculum Learning Devices Through Main Components: Objectives, Assessment Evidence, Learning Activities Abstract The workshop on designing curriculum devices for Merdeka Curriculum implementation aimed to enhance educators' competencies in creating effective and comprehensive learning tools. This initiative addressed the need for a structured approach to curriculum design, ensuring alignment with educational standards and objectives. The methodology included interactive sessions, collaborative group activities, and practical exercises, facilitating hands-on experience and peer learning. Participants demonstrated improved understanding and skills in curriculum design, as evidenced by pre- and post-workshop assessments. This workshop's outcomes indicate a positive impact on educators' ability to design and implement curriculum devices, contributing to the overall improvement of the educational process within the Merdeka Curriculum framework. Further research is recommended to explore long-term effects and scalability of such training programs.
Penyuluhan Keamanan Pangan dan Pendampingan Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) pada UMK Susu Kambing Amaq Farm Desa Penujak Kurnia, Nova; Utami, Septiana Dwi; Rohmatillah, Laila Mardiana; Rohmatillah, Ismail Efendi :; Purwati, Duwi; Marjan, Marjan; Ariansyah, Ariansyah; Aptini, Mipa; Soma, Raden Arya
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.2087

Abstract

Keamanan pangan menjadi syarat utama dalam mengkonsumsi produk pangan. Selain itu yang lebih utama adalah terjaminnya kehalalan produk. UMK Amaq Farm yang memproduksi susu kambing perah belum memiliki pengetahuan yang memadai terkait praktik hygiene dan sertifikasi halal produknya. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan: 1) penyuluhan praktik baik keamanan pangan produksi susu kambing perah; dan 2) pendampingan sertifikasi halal gratis (SEHATI) melalui skema self declare. Metode pelaksanaan menggunakan metode kombinasi Participatory  Rapid  Appraisal  (PRA) dan Participatory  Learning and Action (PLA). Tahapan kegiatan antara lain analisis kebutuhan, analisis dan perencanaan, penyuluhan dan pendampingan, dan evaluasi. Hasil pengabdian ini menunjukkan 1) UMK Amaq Farm telah mampu melakukan praktik baik keamanan pangan setelah diberikan penyuluhan; dan 2) UMK Amaq Farm telah memperoleh sertifikasi halal atas produk susu kambing perahnya melalui skema self declare dengan nomor ID52110009293610823. Diharapkan setelah kegiatan pendampingan keamanan pangan dan terbitnya sertifikat halal ini, produk susu kambing UMK Amaq Farm jangkauan pemasarannya semakin luas. Food Safety Counseling and Free Halal Certification Assistance (SEHATI) at Amaq Farm Goat Milk MSEs in Penujak Village Abstract Food safety is the key requirement when consuming food. More importantly, the product must be guaranteed halal. Amaq Farm Micro Small Enterprise (MSEs) producing goat milk do not have sufficient knowledge about hygiene practices and halal certification of their products. This program aims to provide: 1) advice on good handling practices for goat milk production; and 2) support for free halal certification (SEHATI) through a self-declare scheme. The implementation methodology combines Participatory Rapid Appraisal (PRA) and Participatory Learning and Action (PLA) methods. The stages of activity include needs assessment, analysis and planning, guidance and mentoring, and evaluation. The results of this service showed that 1) Amaq Farm MSEs were able to implement good food safety practices after being advised, and 2) Amaq Farm MSEs obtained Halal certification for their goat milk dairy products through a self-declaration scheme with the number ID52110009293610823. It is expected that the Amaq Farm MSEs' goat milk products will have a wider marketing reach following the food safety assistance activities and the issuance of halal certificates.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Desa Barengkarajan, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo Dalam Implementasi PHBS Dalam Program Percepatan ODF (Open Devecation Free) Melalui Pemberdayaan Masyarakat Mewujudkan Pencegahan Penyakit Menular Tahun 2024 Suryono, Hadi; Marlik, Marlik; Winarko, Winarko; Nurmayanti, Demes
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.2088

Abstract

Sarana prasarana pembuangan tinja harus dimiliki setiap rumah, dari data kejadian diare pada balita Desa Barengkrajan, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo dari tahun 2020 sampai 2022 terjadi peningkatan. Jumlah kasus di tahun 2020 ada 1.147 kasus, tahun 2021 terdapat 1.164 kasus, terjadi peningkatan 43 kasus pada tahun 2022 jadi total kasus diare sebanyak 1.207. Berdasarkan survei di rumah penduduk jarak air bersih dengan sumber pencemar kurang dari 10 meter, masih banyak keluarga yang tidak memiliki jamban keluarga. Buang air besar bagi warga yang tidak memiliki jamban dilakukan di sembarang tempat. Faktor perilaku orangtua memiliki peran penting meningkatnya kasus diare. Faktor perilaku dipengerahi pengetahuan ibu rumah tangga yang masih rendah, sehingga sikap dan tindakan dalam penerapan perilaku hidup bersih dan sehat juga rendah.  Pengabdian masyarakat dilakukan di Desa Barengkrajan, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo. Peserta pengabdian masyarakat adalah masyarakat yang tidak memiliki jamban dan masuk dalam kategori PJBS yang buruk, dengan jumlah 25 orang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dan sosialisasi peningkatan pengetahuan PHBS, melakukan monitoring dan choaching dalam mengimplementasikan PHBS terutama kepemilikan jamban keluarga. Waktu pengabdian masyarakat dilaksanakan bulan Maret - Oktober 2024. Hasil evaluasi pretest dan posttest menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang PHBS dan penggunaan jamban sehat. Nilai rata-rata pretest adalah 41,75, sementara nilai posttest meningkat menjadi 75. Monitoring dan Coaching menunjukkan bahwa masyarakat yang telah menerima bantuan lebih aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dan menggunakan jamban sehat. Program ini didukung oleh tenaga puskesmas dan kader kesehatan yang terus memberikan pendampingan. Secara keseluruhan, program PKM ini berhasil meningkatkan kesadaran dan perilaku hidup bersih dan sehat di Desa Barengkrajan, serta menurunkan angka kejadian diare pada balita. Program ini diharapkan dapat menjadi model bagi desa-desa lain dalam upaya meningkatkan sanitasi dan kesehatan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan kontribusi Poltekkes Kemenkes Surabaya dalam program percepatan ODF melalui pembangunan jamban sehat dan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang jamban dan pengaruhnya bagi kesehatan manusia. Enhancing Community Knowledge in Barengkarajan Village, Krian Subdistrict, Sidoarjo Regency on PHBS Implementation in the Accelerated ODF (Open Defecation Free) Program through Community Empowerment to Achieve Infectious Disease Prevention in 2024 Abstract Every house must have faecal disposal facilities, according to data on the incidence of diarrhea among toddlers in Barengkrajan Village, Krian District, Sidoarjo Regency from 2020 to 2022 there has been an increase. The number of cases in 2020 was 1,147 cases, in 2021 there were 1,164 cases, there was an increase of 43 cases in 2022 so the total number of diarrhea cases was 1,207. Based on surveys in people's homes, the distance between clean water and sources of pollution is less than 10 meters, there are still many families who do not have a family toilet. Residents who do not have toilets defecate in any place. Parental behavioral factors play an important role in increasing cases of diarrhea. Behavioral factors are influenced by housewives' low knowledge, so attitudes and actions in implementing clean and healthy living behavior are also low. Community service is carried out in Barengkrajan Village, Krian District, Sidoarjo Regency. Community service participants are people who do not have toilets and are included in the poor PJBS category, with a total of 25 people. The methods used in this activity are counseling and socialization to increase PHBS knowledge, monitoring and coaching in implementing PHBS, especially family toilet ownership. The community service period will be carried out in March - October 2024. The results of the pretest and posttest evaluation showed an increase in community knowledge about PHBS and the use of healthy latrines. The average pretest score was 41.75, while the posttest score increased to 75. Monitoring and Coaching showed that people who had received assistance were more active in maintaining environmental cleanliness and using healthy latrines. This program is supported by community health center staff and health cadres who continue to provide assistance. Overall, the PKM program has succeeded in increasing awareness and clean and healthy living behavior in Barengkrajan Village, as well as reducing the incidence of diarrhea in toddlers. It is hoped that this program can become a model for other villages in efforts to improve sanitation and public health. This community service activity aims to contribute to the Surabaya Ministry of Health's Health Polytechnic in the ODF acceleration program through the construction of healthy latrines and increasing public knowledge about latrines and their impact on human health.
Pelatihan Pembuatan Surat Menyurat Menggunakan Mail Merge Untuk Efektifitas Kinerja Administrasi Rohiyatun, Baiq; Garnika, Eneng; Muslim, Ahmad; Ariany, Farida
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.2090

Abstract

Aplikasi atau program Mail Merge telah banyak digunakan untuk mengerjakan dokumen atau laporan, terutama dalam bidang administrasi. Fitur ini mempermudah pembuatan dokumen seperti surat, sertifikat, amplop, dan dokumen serupa dengan sedikit perbedaan data (misalnya nama atau alamat) yang dapat diintegrasikan melalui database organisasi. Metode pelatihan melibatkan beberapa tahapan: Analisis Awal, Koordinasi, Persiapan, Pelaksanaan, dan Evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat di KB PAUD Permata Bangsa Mataram menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan. Berdasarkan pre-test, hanya 14% peserta yang memahami cara kerja Mail Merge. Setelah pelatihan, post-test menunjukkan peningkatan hingga 97%. Seluruh peserta (100%) menyatakan bahwa mereka mampu menggunakan Mail Merge untuk membuat dan memperbanyak dokumen administratif. Dengan demikian, pelatihan ini terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan administrasi peserta, mempercepat waktu pengerjaan dokumen, dan meningkatkan efisiensi kerja. Training on Correspondence Using Mail Merge for Administrative Work Efficiency Abstract The Mail Merge application or program has been widely used for working on documents or reports, especially in the field of administration. This feature simplifies the creation of documents such as letters, certificates, envelopes, and similar documents with slight differences in data (such as names or addresses), which can be integrated through the organization’s database. The training method involves several stages: Initial Analysis, Coordination, Preparation, Implementation, and Evaluation. The results of the community service activity at KB PAUD Permata Bangsa Mataram showed a significant increase in understanding. Based on the pre-test, only 14% of participants understood how Mail Merge works. After the training, the post-test showed an increase to 97%. All participants (100%) reported that they were able to use Mail Merge to create and reproduce administrative documents. Therefore, this training was proven effective in enhancing participants' administrative skills, speeding up document processing time, and improving work efficiency.
Perhitungan Harga Pokok Produksi Pada Umkm Kerupuk Kuin Utara Untuk Meningkatkan Keberlanjutan Usaha Masyarakat Fattah, Tino Kemal; Amelia, Rizky; Feriyadi, Feriyadi; Pebriadi, Muhammad Syahid; Fitria, Fitria
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.2093

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk membantu meningkatkan keberlanjutan usaha UMKM Kerupuk di Kuin Utara, Banjarmasin, dengan fokus pada pelatihan perhitungan harga pokok produksi (HPP). Pelatihan Perhitungan Harga Pokok Produksi telah banyak dilaksanakan untuk membantu para pelaku usaha dalam menentukan HPP secara akurat, yang kerap menyebabkan penetapan harga jual yang kurang tepat. Namun, tidak banyak pelatihan yang menyediakan evaluasi berbasis pre-test dan post-test, memberikan simulasi dalam pelatihan, menggunakan metode Participatory Action Research, serta menekankan pentingnya keberlanjutan usaha karena dapat mempengaruhi daya saing mereka. Pendekatan yang digunakan pada PkM ini ialah Participatory Action Research (PAR). Pendekatan ini berorientasi pada pemberdayaan yang mengupayakan pemenuhan kebutuhan dan penyelesaian masalah praktis, pengembangan ilmu pengetahuan, dan proses perubahan sosial. Sedangkan, metode pelatihan yang digunakan mencakup penyampaian materi, diskusi kelompok, studi kasus, dan simulasi perhitungan HPP. Tim pelaksana PkM mengukur peningkatan ini melalui serangkaian tes dan observasi langsung selama proses pendampingan. Enam kelompok UMKM (12 orang) berpartisipasi dalam kegiatan ini. Sebelum pelatihan dimulai, hasil pre-test menunjukkan bahwa hanya 17% peserta yang memiliki pemahaman dasar tentang konsep HPP dan cara menghitungnya. Setelah pelatihan, evaluasi menunjukkan perubahan yang signifikan, di mana 83% peserta berhasil memahami dan menerapkan konsep HPP dengan lebih baik. Lebih dari 80% peserta kini lebih percaya diri dalam mengelola keuangan usaha mereka sehari-hari. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa dengan penerapan konsep HPP yang benar, efisiensi operasional dan keberlanjutan usaha UMKM dapat meningkat. Tim pelaksana PkM berharap hasil ini dapat menjadi acuan bagi program serupa di masa mendatang, sekaligus mendorong para pelaku UMKM lainnya untuk terus belajar dan berkembang untuk keberlanjutan usaha masyarakat. Cost of Production Calculation at the Kuin Utara Cracker Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) to Improve Community Business Sustainability Abstract This Community Service Program aims to help improve the sustainability of MSME Cracker businesses in Kuin Utara, Banjarmasin, with a focus on training for calculating the cost of production (COP). This training was conducted in response to the difficulties often faced by business actors in accurately determining the COP, which frequently leads to inaccurate selling prices and can affect their competitiveness. The approach used in this Community Service Program is Participatory Action Research (PAR). This approach is oriented towards empowerment that strives to meet needs, solve practical problems, develop knowledge, and promote social change. The training methods we used include material delivery, group discussions, case studies, and COP calculation simulations. Six MSME business actors participated in this activity. Before the training began, pre-test results showed that only 17% of participants had a basic understanding of the COP concept and how to calculate it. After the training, evaluations showed a significant improvement, with 83% of participants successfully understanding and applying the COP concept better. We measured this improvement through a series of tests and direct observations during the mentoring process. The results of this activity show that with the correct application of the COP concept, the operational efficiency and sustainability of MSME businesses can increase. More than 80% of participants are now more confident in managing their business finances on a daily basis. We hope that these results can serve as a reference for similar programs in the future, while also encouraging other MSME actors to continue learning and developing for community business sustainability.
Membangun Kesadaran Masyarakat tentang Penggunaan Obat Analgesik melalui Edukasi Berbasis Leaflet dan Media Sosial Aziz, Yaya Sulthon; Widyaningsih, Linda; Rahmawati, Widhia Alfi
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.2110

Abstract

Swamedikasi atau pengobatan mandiri, sering dilakukan oleh masyarakat untuk mengatasi penyakit dengan gejala ringan hingga sedang menggunakan obat yang dapat dibeli tanpa resep dokter. Namun, kurangnya pengetahuan tentang penggunaan obat yang tepat dapat menimbulkan risiko kesehatan. Pengabdian menyoroti pentingnya edukasi kesehatan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penggunaan analgesik yang aman dan rasional. Edukasi yang efektif dapat mengurangi risiko efek samping dan kesalahan penggunaan obat, serta meningkatkan kualitas pelayanan apotek. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengaruh edukasi terhadap pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan analgesik dalam swamedikasi di Kecamatan Slahung, Ponorogo. Pengabdian dilakukan dengan participant education dan observasional yang dilakukan kepada responden yaitu Masyarakat Slahung, yang diambil sebagai subjek pengabdian. Metode yang digunakan adalah deskriptif. Subjek dalam pengabdian ini adalah pasien yang melakukan swamedikasi dan memenuhi kriteria inklusi. Tempat pengabdian berada di Apotek Wilayah Slahung Ponorogo. Waktu pengabdian dilaksanakan pada bulan Maret 2024. Hasil dari pengabdian ini menunjukkan bahwa perolehan rata-rata dari nilai pre test responden sebesar 62,37% sedangkan rata-rata nilai Post test responden sebesar 84,88%, pada nilai rata-rata pre test dan post test tersebut mengalami peningkatan sebesar 22,51% dari sebelum edukasi dan sesudah edukasi. Sedangkan hasil dari nilai N-Gain sebesar 0,57 masuk kategori sedang, hal ini menunjukkan bahwa edukasi dengan menggunakan leaflet dan media social mempunyai pengarug sedang terhadap peningkatan pengetahuan responden. Building Public Awareness About the Use of Analgesic Drugs Through Leaflet-Based Education and Social Media Abstract Self-medication or self-medication is often done by people to treat illnesses with mild to moderate symptoms using drugs that can be purchased without a doctor's prescription. However, lack of knowledge about proper use of medication can pose health risks. The service highlights the importance of health education in increasing public understanding about the safe and rational use of analgesics. Effective education can reduce the risk of side effects and medication errors, as well as improve the quality of pharmacy services. This service aims to provide an educational influence on public knowledge regarding the use of analgesics in self-medication in Slahung District, Ponorogo. Service was carried out with participant education and observation carried out on respondents, namely the Slahung Community, which was taken as the subject of service. The method used is descriptive. The subjects in this service are patients who carry out self-medication and meet the inclusion criteria. The place of service is at the Slahung Ponorogo Regional Pharmacy. The time of service was carried out in March 2024. The results of this service showed that the average score of respondents' pre-test was 62.37%, while the average post-test score of respondents was 84.88%, the average score of pre-test and The post test experienced an increase of 22.51% from before education and after education. Meanwhile, the results of the N-Gain value of 0.57 are in the medium category, this shows that education using leaflets and social media has a moderate effect on increasing respondents' knowledge.
Implementasi Dukungan Teknologi Pembukuan dan Pengemasan Guna Mendukung Keberlanjutan UMKM Jajanan Tradisional, Desa Tegal Jadi, Tabanan, Bali Pramartha, I Made Aditya; Putra, I Komang; Pramana, Made Surya
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2024): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v9i3.2111

Abstract

Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) di Desa Tegal Jadi dilaksanakan berdasarkan adanya permasalahan yang dihadapi oleh UMKM Merta Sari. Adapun permasalahan yang dihadapi yakni pembukuan yang kurang tertata, proses pengemasan produk yang masih sederhana, serta kurangnya pemahaman terkait keberlanjutan usaha. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memberdayakan para pelaku UMKM melalui penerapan teknologi dan inovasi. Metode yang digunakan meliputi observasi dan analisis situasi mitra, identifikasi dan perumusan solusi masalah. Hasil identifikasi masalah menghasilkan tiga permasalahan yang berkaitan dengan kegiatan usaha mitra yakni dalam bidang manajemen usaha (pembukuan dan pencatatan), bidang produksi (pengemasan produk), dan bidang keberlanjutan usaha (keterbatasan produksi). Perumusan solusi masalah dilakukan berdasarkan hasil identifikasi masalah. Implementasi solusi masalah dengan edukasi dan dukungan teknologi dasar, pelatihan pembukuan dasar dan pengemasan produk, serta monitoring dan evaluasi terhadap kemajuan yang dicapai. Proses evaluasi dilakukan dengan kuesioner sebelum dan setelah pelaksanaan kegiatan, serta melakukan observasi atas realisasi target yang bersifat kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa skor rata-rata pengetahuan mitra tentang pembukuan dasar dan digital meningkat dari 2,8 pada pre-test menjadi 4,2 pada post-test. Terdapat peningkatan rata-rata tingkat kelengkapan catatan transaksi harian dari 40% menjadi 80%. Dalam hal pengemasan produk, ada peningkatan dari 3,6 pada pre-test menjadi 4,8 pada post-test. Lebih dari 75% anggota mitra UMKM mulai menerapkan proses pembukuan dan 90% anggota mitra menerapkan teknologi pengemasan produk yang diperkenalkan. Penerapan teknologi berhasil meningkatkan efisiensi dan kualitas usaha UMKM, serta memberikan dampak sosial yang positif seperti peningkatan keterampilan teknologi di kalangan masyarakat, dan pemberdayaan ekonomi melalui peningkatan daya saing produk. Implementation of Bookkeeping and Packaging Technology Support to Support the Sustainability of Traditional Snack MSMEs, Tegal Jadi Village, Tabanan, Bali Abstract Community Partnership Empowerment in Tegal Jadi Village was carried out based on the problems faced by Merta Sari MSME. The problems faced were poorly organized bookkeeping, a simple product packaging process, and a lack of understanding regarding business sustainability. The main objective of this activity is to empower MSME players through the application of technology and innovation. The methods used include observation and analysis of the partner situation, identification and formulation of problem solutions. The results of problem identification resulted in three problems related to partner business activities, namely in the field of business management (bookkeeping and recording), production (product packaging), and business sustainability (limited production). Problem solutions were formulated based on the results of problem identification. Implementation of problem solutions with education and basic technology support, basic bookkeeping and product packaging training, and monitoring and evaluation of the progress achieved. The evaluation process was carried out with a questionnaire before and after the implementation of the activity, as well as observing the realization of quantitative targets. The results showed that the average score of partners' knowledge of basic and digital bookkeeping increased from 2.8 in the pre-test to 4.2 in the post-test. There was an increase in the average level of completeness of daily transaction records from 40% to 80%. In terms of product packaging, there was an increase from 3.6 in the pre-test to 4.8 in the post-test. More than 75% of the MSME partner members started to apply the bookkeeping process and 90% of the partner members applied the introduced product packaging technology. The application of technology has succeeded in improving the efficiency and quality of MSME businesses, as well as providing positive social impacts such as increased technological skills among the community, and economic empowerment through increased product competitiveness.

Page 2 of 4 | Total Record : 32