cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
mosharafajournal@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Lantai 2, Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut Jalan Pahlawan No. 32 Sukagalih, Garut, Jawa Barat
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 20864280     EISSN : 25278827     DOI : https://doi.org/10.31980/mosharafa
Core Subject : Education,
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2086-4280 & e-ISSN: 2527-8827) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Mosharafa terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Januari, Mei, dan September. Penerbit Mosharafa adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 4 (2023): October" : 20 Documents clear
Klana Udeng Mask Dance in the Ethnomathematical Perspective (As a Source of Teaching Materials) Mellawaty; Lestari, Wiwit Damayanti; Taufan, Mochammad; Mufidah, Zuhrotul
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 4 (2023): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i4.1184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep matematika yang ada dalam tari topeng klana udeng, mulai dari alat musik pengiring, dan kostum, yang akan menjadi sumber untuk bahan ajar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Penelitian ini dilakukan di Sanggar Mulya Bhakti Tambi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan obsevasi, wawancara, dan dokumentasi. Hal tersebut akan menghasilkan catatan lapangan, transkip wawancara, dan dokumen. Subyek penelitian yaitu satu observer dan beberapa narasumber, yakni maestro tari topeng, penari lain, ahli kebudayaan dinas pendidikan dan kebudayaan, nayaga, ahli musik, dalang wayang, guru matematika dan budayawan. Teknik analisis data yaitu mengumpulkan data, pemeriksaan keabsahan data, reduksi data, penyajian data, analisis, pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat konsep-konsep matematika pada bentuk alat musik, dan bentuk ornamen kostum. Konsep matematika yang muncul dalam alat musik tari topeng klana udeng adalah garis, sudut, bangun datar, bangun ruang sisi datar, bangun ruang sisi lengkung, lingkaran, barisan aritmetika. Konsep matematika yang muncul dalam kostum tari topeng klana udeng adalah garis, sudut, bangun datar, bangun ruang sisi datar, bangun ruang sisi lengkung, lingkaran, barisan aritmetika, kesebangunan dan kekongruenan, perbandingan. This study tries to identify the mathematical ideas present in the klana udeng mask dance, including the musical accompaniment devices and costumes. This study uses an ethnographic method and is qualitative. The site of this study was Sanggar Mulya Bhakti Tambi. In this study, observation, interviews, and documentation were used as data collection methods. Field notes, interview transcripts, and documents will result from this. One observer and a number of resource people, including the master of mask dance, other dancers, cultural experts from the education and culture department, nayaga, music experts, puppeteers, mathematics teachers, and cultural observers, served as the research subjects. Data collection, validity checks, data reduction, data presentation, analysis, and conclusion-making are all data analysis procedures. The findings of this study suggest that mathematical ideas can be represented by both musical instruments and costume accessories. Lines, angles, flat shapes, flat side spaces, curved side spaces, circles, and arithmetic sequences are examples of mathematical ideas that can be seen in the klana udeng mask dancing instrument. Lines, angles, flat shapes, flat side spaces, curved side spaces, circles, arithmetic sequences, similarity and congruence, and comparisons are examples of mathematical principles that can be seen in the klana udeng mask dancing costume.
Mathematical Critical Thinking: Analysis of Middle School Students' Thinking Processes in Solving Trigonometry Problems Tajuddin, Annas Tasyah; Sujadi, Imam; Slamet, Isnandar; Hendriyanto, Agus
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 4 (2023): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i4.1185

Abstract

Kemampuan berpikir kritis siswa dalam matematika saat ini masih lemah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik kemampuan berpikir kritis matematis siswa dalam menyelesaikan masalah trigonometri. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif dengan desain fenomenologi, melibatkan peneliti sebagai instrumen utama. Penelitian ini menggunakan tes (masalah trigonometri), pedoman wawancara, dan observasi sebagai instrumen non-tes. Subjek penelitian terdiri dari tiga siswa kelas X yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Uji keabsahan dilakukan melalui triangulasi metode dan teori, serta analisis data menggunakan teknik induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan berpikir kritis cenderung lebih efektif dan cepat dalam menyelesaikan masalah trigonometri. Mereka memiliki pendekatan unik dalam memecahkan masalah dan fokus pada pencarian jawaban. Pemikiran kritis matematis juga mempengaruhi kemampuan siswa dalam memahami dan menghubungkan informasi yang ada dalam soal. Selain itu, pemikiran kritis matematis berdampak pada pemikiran logis dan daya ingat yang baik, sehingga siswa lebih mudah dalam menentukan formula pemecahan masalah. Students' critical thinking skills in mathematics are currently still weak. This study aims to identify the characteristics of students' mathematical critical thinking abilities in solving trigonometry problems. The research method used is a qualitative study with a phenomenological design involving researchers as the main instrument. This study uses tests (trigonometry problems), interview guidelines, and observation as non-test instruments. The research subjects consisted of three class X students selected by purposive sampling technique. The validity test was carried out through method and theory triangulation and data analysis using inductive techniques. The results showed that students with critical thinking skills tended to be more effective and faster in solving trigonometry problems. They have a unique approach to solving problems and focus on finding answers. Mathematical critical thinking also affects students' ability to understand and relate the information contained in the problem. In addition, mathematical critical thinking impacts logical thinking and good memory, so students find it easier to determine problem-solving formulas.
Teacher Efforts in Developing Student Creativity through Realistic Mathematics Education in Elementary School Johar, Rahmah; Aslamiah, Shuaibatul; Husin, M.; Yanti, Irma
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 4 (2023): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i4.1186

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan latar belakang guru yang cenderung menggunakan soal jawaban tunggal dibandingkan dengan soal jawaban yang beragam sehingga menyebabkan rendahnya kreativitas siswa. Pendekatan yang digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah melalui Realistic Mathematics Education (RME). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru dalam mengembangkan kreativitas siswa pada pembelajaran pecahan melalui RME. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang guru kelas 2 sekolah dasar di Banda Aceh. Instrumen yang digunakan adalah catatan lapangan dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa upaya guru dalam mengembangkan kreativitas siswa yaitu dengan menggunakan berbagai metode dan kegiatan pembelajaran, menggunakan pertanyaan terbuka, menggabungkan tugas kelompok dan individu, menggunakan pendekatan pembelajaran yang sesuai, dan bertindak sebagai fasilitator dan koordinator. This study was driven by the recognition that teachers often rely on single solution instead of multiple solution problems, limiting student creativity. To address this, the study took a unique approach, employing Realistic Mathematics Education (RME). The goal was to describe teacher's endeavors to nurture student creativity while teaching fractions through RME. This study employed qualitative methods, including field notes and interviews. The subject was a Grade 2 teacher from one of elementary schools in Banda Aceh. Data analysis involved data reduction, presentation, and conclusion drawing. The analysis revealed that the teacher's strategies to foster student creativity include a range of teaching methods and activities, open-ended questions, group and individual assignments, an appropriate learning approach, and a role as a facilitator and coordinator.
Student Strategy Profile in Solving Word Problems Based on Polya’s Novitasari, Riska Wahyu; Santi, Erika Eka; Ekayanti, Arta; Nasution, Ikhwan Fauzi
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 4 (2023): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i4.1187

Abstract

Siswa cenderung mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita. Keberagaman minat belajar siswa terhadap matematika berdampak pada semangat siswa dalam menyelesaikan soal cerita. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan profil strategi siswa dalam menyelesaikan soal cerita berdasarkan prosedur Polya ditinjau dari minat belajar. Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Empat siswa kelas C Sanggar Bimbingan Kepong Malaysia sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui tes dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Temuan mengungkapkan bahwa pada tahap memahami masalah, subjek dengan minat belajar tinggi cenderung bertanya kepada peneliti untuk memastikan pemahamannya sudah benar, sedangkan subjek dengan minat belajar rendah membaca soal berulang-ulang. Pada saat menyusun rencana, subjek dengan minat belajar tinggi menulis rencana penyelesaian tahap demi tahap, sedangkan subjek dengan minat belajar rendah, berdiskusi untuk menemukan rencana penyelesaian. Tahap melaksanakan rencana, subjek dengan minat belajar tinggi menghitung menggunakan kelipatan, sedangkan subjek dengan minat belajar rendah menghitung dengan bantuan jari. Tahap peninjauan kembali, subjek dengan minat belajar tinggi menghitung kembali setiap hasil yang diperoleh, dan tahap ini cenderung tidak dilakukan oleh subjek dengan minat belajar rendah. Solving word problems is more complex than solving questions in numerical form. This research aims to describe students' profiles in solving word problems involving whole number operations, analyzed through the lens of Polya's procedural framework. A qualitative descriptive method was employed, selecting four students from Class C at Sanggar Bimbingan Kepong, Malaysia, as subjects. Two of these students exhibited high interest in learning, while the other two showed low interest. Data collection instruments included tests and interviews. Analysis was conducted descriptively, adhering to Polya's procedure. The findings indicate that students with a high interest in learning could systematically and coherently address understanding the problem, devising a resolution plan, executing the plan, and reviewing their results. In contrast, students with low interest displayed varying levels of performance. Subject A managed to progress through to the review stage, developing a coherent plan, arriving at the correct answer, and reviewing their results. Conversely, Subject N only reached the problem-understanding stage.
Mandarese Ethnomathematics: Lipa’ Sa’be Mandar and Its Relation with Mathematics Learning at Schools Aprisal; Arifin, Sartika
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 4 (2023): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i4.1188

Abstract

Lipa’ sa’be Mandar merupakan salah satu contoh identitas budaya masyarakat Mandar yang tidak lepas dari muatan konsep matematika. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi lipa’ sa’be Mandar sebagai sumber belajar matematika. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data pada penelitian dikumpulkan dengan metode observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek pada penelitian ini adalah kelompok ibu rumah tangga di Desa Gulung Talu Kec. Balanipa. Teknik analisis data pada penelitian ini terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Eksplorasi lipa’ sa’be Mandar menunjukkan bahwa terdapat konsep matematika pada proses pembuatan dan corak lipa’ sa’be Mandar. Konsep matematika tersebut antara lain: konsep pengukuran, konsep garis singgung lingkaran, dan konsep himpunan. Lipa' sa'be Mandar is an example of the cultural identity of the Mandar people which cannot be separated from the content of mathematical concepts. This research was conducted to explore lipa’ sa’be Mandar as mathematics learning resources. This study is qualitative research with ethnographic approach. The data in this study were collected by observation, interview and documentation methods. The subjects in this study were community groups or housewives in Gulung Talu village, Balanipa distric. The data were analyzed using data reduction, data presentation, and making conclusion. Exploration of lipa’ sa’be Mandar shows that there are mathematical concepts in manufacturing process and pattern of lipa’ sa’be Mandar. These mathematical concepts include: the concept of measurement, the concept of circle tangent line, and the concept of sets.
The Pedagogical Content Knowledge of Mathematics Pre-Service Teachers on Geometry Topic in Universitas Negeri Makassar Arwadi, Fajar; Sidjara, Sahlan; Suarlin
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 4 (2023): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i4.1189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengetahuan pedagogik konten (PCK) mahasiswa calon guru di jurusan Matematika, Universitas Negeri Makassar dengan memperhatikan beberapa indikator yakni pengetahuan materi, pengetahuan pedagogik, dan pengetahuan terkait peserta didik. Subjek penelitian ini adalah 45 orang mahasiswa yang telah memprogramkan mata kuliah-mata kuliah terkait materi matematika dan mata kuliah-mata kuliah pedagogik termasuk microteaching. Pendekatan pada penelitian ini mencakup pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Data pada penelitian ini dikumpulkan dengan cara memberikan beberapa pertanyaan kepada subyek yang mengukur pengetahuan pedagogik konten mereka pada topik geometri di tingkat sekolah menengah dan mengadakan wawancara yang bersifat semi-terstruktur. Dari hasil analisis kuantitatif deskriptif, dapat disimpulkan bahwa 77,78% subyek mempunyai PCK pada kategori sedang. Sedangkan 22,22% subyek berada pada tingkat PCK yang rendah. Secara eksplisit, kebanyakan subyek tidak memiliki pengetahuan yang baik pada topik-topik geometri dan hanya menerapkan teknik pedagogik yang sedikit. Selain itu, kebanyakan dari mereka tidak mempunyai pengetahuan tentang peserta didik yang bersifat komprehensif. This study aims to describe the pedagogical content knowledge (PCK) of pre-service teacher in mathematics department, Universitas Negeri Makassar by taking into account of the indicators i.e., their content knowledge, pedagogical knowledge, and knowledge related to learners. The subjects of this study were forty five students who had already programmed mathematics subject matter courses and pedagogical courses including microteaching. The types of the research used are quantitative and qualitative approaches (Mix Method). The data were collected by giving the subjects questions measuring pedagogical content knowledge in the topic of geometry in secondary school and conducting semi-structured interviews to them. The results of the quantitative analysis suggest that 77.78% of subjects had PCK levels that are in mediocre category, and 22.22% of the subjects still have PCK levels that are in the low category. Explicitly, most subjects don’t have good understanding of certain geometry topics as well as they simply use less pedagogical techniques. Moreover, most of them do not tend to have knowledge of learner comprehensively.
Students' Mathematical Literacy in Addressing Contextual Questions Through Adversity Quotient Puspita, Wita Ratna; Herman, Tatang; Dahlan, Jarnawi Afgani
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 4 (2023): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i4.1190

Abstract

Perolehan kemahiran matematika melibatkan kompetensi numerik dan penerapan konsep matematika untuk mengatasi tantangan dunia nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan literasi matematis siswa SMP dalam menyelesaikan permasalahan kontekstual, mengelompokkannya berdasarkan tingkat Adversity Quotient (AQ) yaitu climbingers, campers, dan quitters. Dengan menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini difokuskan pada siswa Kelas VIII SMP N 32 Bandung. Pemilihan subjek penelitian bergantung pada tipe AQ ​​mereka. Pengumpulan data menggunakan lembar Adversity Response Profile (ARP), yang dilengkapi dengan pertanyaan esai dan wawancara. Analisisnya meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan ini mengungkapkan ciri-ciri khusus di antara kategori-kategori AQ: (1) Siswa tipe pendaki menunjukkan kemahiran dalam perumusan masalah, perancangan dan implementasi strategis, serta interpretasi, penerapan, dan evaluasi hasil perhitungan, disertai dengan penguatan atas jawaban mereka; (2) Siswa tipe camper menunjukkan kemahiran dalam merumuskan masalah, merancang dan menerapkan strategi solusi, namun gagal dalam menyajikan interpretasi alternatif; dan (3) Siswa tipe quitter kesulitan dalam mengidentifikasi dan merumuskan strategi pemecahan masalah, menunjukkan kurang presisi dalam perhitungan, sehingga menghasilkan hasil yang salah. The acquisition of mathematical proficiency involves numerical competence and the application of mathematical concepts to address real-world challenges. This study aims to elucidate the mathematical literacy of junior high school students in resolving contextual problems, categorizing them according to their Adversity Quotient (AQ) levels, namely climbers, campers, and quitters. Employing a descriptive research design with a qualitative approach, the investigation focuses on Class VIII students at SMP N 32 Bandung. The selection of research subjects is contingent upon their AQ types. Data collection utilizes an Adversity Response Profile (ARP) sheet, incorporating essay questions and interviews. The analysis involves data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The findings reveal distinctive attributes among the AQ categories: (1) Climber-type students demonstrate adeptness in problem formulation, strategic design and implementation, as well as the interpretation, application, and evaluation of calculation outcomes, accompanied by reinforcement for their answers; (2) Camper-type students exhibit proficiency in formulating problems, designing and applying solution strategies, yet fall short in presenting alternative interpretations; and (3) Quitter-type students struggle in identifying and formulating problem-solving strategies, displaying less precision in calculations, resulting in incorrect outcomes.
Application of Scaffolding on Ethnomatematics-Based Construction Errors Ambarwati, Laily; Wahyuni, Indah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 4 (2023): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i4.1191

Abstract

Kesalahan dalam pembentukan konsep matematika sering dilakukan oleh siswa. Diperlukan bantuan berupa scaffolding untuk mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian dengan metode kualitatif deskriptif ini bertujuan menganalisis kesalahan siswa dalam mengkonstruksi konsep bangun datar dengan pemberian scaffolding. Subjek penelitian yaitu empat siswa kelas VII salah satu SMP di Jembe, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Subjek tersebut mempunyai kriteria melakukan banyak kesalahan dan memiliki keterampilan komunikasi lisan yang baik. Instrumen penelitian berbentuk soal tes. Teknis analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan scaffolding conceptual development sesuai untuk mengatasi kesalahan konstruksi konsep pada indikator pseudo contruction "Benar" pseudo contruction “Salah”. Scaffolding explaning tepat untuk indikator lubang konstruksi dan Mis-analogical Construction, sedangkan scaffolding reviewing tepat untuk indikator mis-logical contruction. Hasil pemberian scaffolding tersebut menunjukkan bahwa penerapan scaffolding yang sesuai dapat memperbaiki kesalahan kontruksi konsep yang dilakukaan oleh peserta didik. Mistakes in forming mathematical concepts are often made by students. Assistance in the form of scaffolding is needed to overcome this problem. This research using a descriptive qualitative method aims to analyze students' errors in constructing the concept of flat shapes by providing scaffolding. The research subjects were four class VII students from one of the junior high schools in Jembe, who were selected using a purposive sampling technique. This subject has the criteria of making many mistakes and having good oral communication skills. The research instrument is in the form of test questions. Technical data analysis is carried out by data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research results show that scaffolding conceptual development is suitable for overcoming conceptual construction errors in the "Correct" pseudo construction and "Incorrect" pseudo construction indicators. Scaffolding explaning is appropriate for construction hole indicators and Mis-analogical Construction. Meanwhile, scaffolding reviewing is appropriate for indicators of mis-logical construction. The results of providing scaffolding show that applying appropriate scaffolding can correct concept construction errors made by students.
Potential Effect of Blended Problem-Based Learning to Support Students’ Mathematics Activity Dewantara, Andi Harpeni; Setiawati, Eka; Astari, Tri; Zanthy, Luvy Sylviana; Muljo, Ariyani
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 4 (2023): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i4.1192

Abstract

Kurangnya aktivitas pembelajaran eksploratif yang melibatkan mahasiswa secara aktif masih menjadi masalah dalam pembelajaran matematika. Blended problem-based learning (BPBL), sebagai perluasan dari model problem-based learning (PBL), ditawarkan sebagai solusi alternatif untuk mengoptimalkan keterlibatan dan pengalaman belajar mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji aspek efektivitas produk perangkat BPBL berbasis LMS Moodle dalam menunjang aktivitas pembelajaran matematika. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan 28 mahasiswa PGMI IAIN Bone, dengan fokus pada kriteria efektivitas produk terkait aktivitas belajar. Data efektivitas diperoleh melalui observasi, kuesioner, dan wawancara. Analisis data dilakukan secara kuantitatif deskriptif dan kualitatif dengan tahapan reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis menunjukkan bahwa BPBL berkontribusi positif terhadap keaktifan mahasiswa, baik dalam pembelajaran tatap muka maupun pada pembelajaran online. Keaktifan mahasiswa pada aktivitas fisik seperti aktivitas lisan, menulis, visual, dan motorik memenuhi kriteria tinggi. Hasil penelitian juga mengindikasikan adanya efek potensial produk yang positif pada aktivitas emosional dan mental. BPBL cukup efektif dalam menstimulasi ketertarikan, motivasi dan kemandirian belajar serta mampu memfasilitasi interaksi dan kolaborasi dalam pembelajaran. The lack of explorative learning activities that actively involve students remains problematic in mathematics education. BPBL, as an extension of PBL model, is proposed as an alternative solution to optimize student engagement and learning experience. This study aims to investigate the effectiveness of BPBL using the Moodle LMS in mathematics learning. This is a descriptive qualitative study involving 28 PGMI IAIN Bone students. Effectiveness criteria focus on potential effects related to student activities, with data gathered from observations, questionnaires, and interviews. Data were analyzed quantitatively and qualitatively, including data reduction, presentation, and conclusion drawing. The major finding indicates that BPBL positively contributed on students’ activeness in both face-to-face and online learning. The students’ physical activeness in oral, writing, visual and motor activities were in high category. The finding also reveals other potential effects of product such as in emotional and mental activities. BPBL was considerably effective to stimulate students’ motivation, self-paced learning as well as facilitate interaction and learning collaboration.
Mathematical Creative Thinking Ability of Vocational School Students in Solving Composition Function Problems Sabaruddin; Marzuki; Zaiyar, M.; Hamdani; Qalbi, Dailla
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 4 (2023): October
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i4.1193

Abstract

Kemampuan berpikir kreatif matematis sangat penting bagi siswa sekolah kejuruan, baik dalam memecahkan masalah matematika maupun dalam karir profesionalnya di masa depan. Namun fakta menunjukkan bahwa keterampilan ini tidak cukup ditekankan. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara komprehensif kemampuan berpikir kreatif matematis pada berbagai level kemampuan matematika: rendah, sedang, dan tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, melibatkan 73 siswa kelas sebelas, sekolah kejuruan di Kota Langsa. Instrumen penelitian berupa tes, terdiri dari lima soal yang dirancang untuk menilai kemampuan berpikir kreatif terkait fungsi komposisi, serta wawancara untuk tambahan wawasan kualitatif. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa dalam konteks fungsi komposisi sebagian besar berada pada kategori rendah, sedangkan kemampuan sedang dan tinggi kurang dominan. Terdapat kebutuhan mendesak untuk menumbuhkan praktik berpikir kreatif untuk memastikan bahwa lulusan sekolah kejuruan dibekali dengan baik untuk menjadi pekerja produktif di berbagai sektor. The ability to engage in mathematical creative thinking is essential for vocational school students, both in solving mathematical problems and in their future professional careers. However, current observations indicate that this skill is not sufficiently emphasized. This study aims to comprehensively examine mathematical creative thinking abilities across different levels of mathematical proficiency: low, medium, and high. Employing a qualitative descriptive approach, the study involved 73 eleventh-grade students from a vocational school in Langsa City. The research instruments included a test consisting of five questions designed to assess creative thinking abilities related to composition functions, as well as interviews for additional qualitative insights. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and verification. The analysis results indicate that students' creative thinking abilities in the context of composition functions are predominantly in the low category, with medium and high abilities being less prevalent. There is a pressing need to foster creative thinking practices to ensure that vocational school graduates are well-equipped to become productive workers across various sectors.

Page 1 of 2 | Total Record : 20


Filter by Year

2023 2023


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 1 (2025): January Vol. 13 No. 4 (2024): October Vol. 13 No. 3 (2024): July Vol. 13 No. 2 (2024): April Vol. 13 No. 1 (2024): January Vol. 12 No. 4 (2023): October Vol. 12 No. 3 (2023): July Vol 12, No 3 (2023) Vol. 12 No. 2 (2023): April Vol 12, No 2 (2023) Vol. 12 No. 1 (2023): January Vol 12, No 1 (2023) Vol. 11 No. 3 (2022): September Vol 11, No 3 (2022) Vol. 11 No. 2 (2022): Mei Vol 11, No 2 (2022) Vol. 11 No. 1 (2022): Januari Vol 11, No 1 (2022) Vol 10, No 3 (2021) Vol. 10 No. 3 (2021): September Vol. 10 No. 2 (2021): Mei Vol 10, No 2 (2021) Vol 10, No 1 (2021) Vol. 10 No. 1 (2021): Januari Vol. 9 No. 3 (2020): September Vol 9, No 3 (2020) Vol. 9 No. 2 (2020): Mei Vol 9, No 2 (2020) Vol 9, No 1 (2020) Vol. 9 No. 1 (2020): Januari Vol. 8 No. 3 (2019): September Vol 8, No 3 (2019) Vol. 8 No. 2 (2019): Mei Vol 8, No 2 (2019) Vol 8, No 1 (2019) Vol. 8 No. 1 (2019): Januari Vol 7, No 3 (2018) Vol. 7 No. 3 (2018): September Vol. 7 No. 2 (2018): Mei Vol 7, No 2 (2018) Vol. 7 No. 1 (2018): Januari Vol 7, No 1 (2018) Vol. 6 No. 3 (2017): September Vol 6, No 3 (2017) Vol 6, No 2 (2017) Vol. 6 No. 2 (2017): Mei Vol. 6 No. 1 (2017): Januari Vol 6, No 1 (2017) Vol. 5 No. 3 (2016): September Vol 5, No 3 (2016) Vol 5, No 2 (2016) Vol. 5 No. 2 (2016): Mei Vol 5, No 1 (2016) Vol. 5 No. 1 (2016): Januari Vol. 4 No. 3 (2015): September Vol 4, No 3 (2015) Vol. 4 No. 2 (2015): Mei Vol 4, No 2 (2015) Vol. 4 No. 1 (2015): Januari Vol 4, No 1 (2015) Vol. 3 No. 3 (2014): September Vol 3, No 3 (2014) Vol. 3 No. 2 (2014): Mei Vol 3, No 2 (2014) Vol 3, No 1 (2014) Vol. 3 No. 1 (2014): Januari Vol 2, No 3 (2013) Vol. 2 No. 3 (2013): September Vol. 2 No. 2 (2013): Mei Vol 2, No 2 (2013) Vol 2, No 1 (2013) Vol. 2 No. 1 (2013): Januari Vol. 1 No. 2 (2012): September Vol 1, No 2 (2012) Vol 1, No 1 (2012) Vol. 1 No. 1 (2012): Mei More Issue