cover
Contact Name
Novena Yety Lindawati
Contact Email
novena_yl@yahoo.com
Phone
+62271-572339
Journal Mail Official
ojs.stikesnas@stikesnas.ac.id
Editorial Address
LPPM STIKES Nasional Jl. Raya Solo-Baki, Kwarasan, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah 57552
Location
Kab. sukoharjo,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Farmasi
ISSN : 23027436     EISSN : 26568950     DOI : https://doi.org/10.37013/jf
Core Subject : Health,
JURNAL FARMASI (Journal Of Pharmacy) adalah jurnal ilmiah resmi yang dikeluarkan oleh Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional dengan nomor p-ISSN 2302-7436 e-ISSN 2656-8950. JURNAL FARMASI (Journal Of Pharmacy) berisikan jurnal-jurnal ilmiah dalam semua aspek ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang Farmasi dan kesehatan antara lain: Farmakognosi dan Fitokimia meliputi Pengembangan Simplisia, Budidaya Tanaman Obat, Isolasi, Skrining Fitokimia, dan Identifikasi Obat Bahan Alam Indonesia. Biologi meliputi Biologi Molekuler, Bioteknologi, Mikrobiologi, Immunologi, Parasitologi, Biomedisinal Teknologi Farmasi meliputi Farmasetika, Teknologi dan Formulasi Sediaan Obat, Teknologi dan Formulasi Sediaan Obat Bahan Alam Indonesia. Ilmu Kimia meliputi Kimia Analisa, Kimia Organik, Sintesa Obat, Kimia Medisinal, Pemodelan Molekul, Biokimia, dan Kimia Lingkungan. Farmakologi meliputi Farmakologi, Farmakokinetik, Farmakoterapi, dan Toksikologi. Farmasi Klinik dan Komunitas meliputi Farmakoekonomi, Farmakovigilan, Analisis dan Evaluasi Penggunaan Obat, Monitoring Efek Samping Obat, Analisa Kebijakan Kefarmasian, Evaluasi kegiatan Kefarmasian, Evaluasi Efektifitas Penggunaan Obat, Evaluasi Kualitas Hidup Pasien.
Articles 193 Documents
AN OVERVIEW OF THE LEVEL OF KNOWLEDGE ON SELF-MEDICATING VITAMIN C STUDENTS D III PHARMACY STIKES WDH TANGERANG DURING THE COVID-19 PANDEMIC Anis Dwi Kristiyowati
Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy) Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37013/jf.v12i1.201

Abstract

Background: Vitamin C is an essential water-soluble vitamin that is widely used as a body supplement. Misuse of the dosage will cause unwanted side effects such as nausea vomiting, diarrhea, increasing the risk of diabetes. Purpose: This study is to find out an overview of the level of knowledge on self-medicating the use of vitamin C for D III Pharmacy students of STIKes Widya Dharma Husada Tangerang during the Covid-19 pandemic.  Method: This study is a descriptive study with 96 respondents taken by the cross-sectional method. Data were obtained through questionnaires and analyzed using percentages. Results: The results obtained in this study are the characteristics of respondents based on age Most of them are found at the age of 17-25 years, namely 87.5%, based on gender Most of them are found in women, namely 84.37%, based on work more than half of them are found in those who are not working, namely 52.08%, and based on a history of exposure to covid-19 more than half of them are found in those who have been exposed to covid-19, namely 73.96%,  while the characteristics of respondents' knowledge about the use of well-informed vitamin C were highest based on the age of 17-25 years as much as 84.37%, in the female sex as much as 81.25%, in unemployed work as much as 50%, in the history of exposure to covid-19 who had been exposed to covid-19 as much as 70.83%. Conclusion: The results of this study show that the concentration of the level of knowledge on self-medicating the use of vitamin C for D III Pharmacy students of STIKes Widya Dharma Husada Tangerang during the Covid-19 pandemic was 96.88% included in the "Good" category.
Penetapan Kadar Fenolik dan Flavonoid Total Ekstrak Etanol Buah Parijoto (Medinilla speciosa Blume) dengan Metode Spektrofotometri UV-Vis Prashinta Nita Damayanti; Fania Putri Luhurningtyas; Lyna Lestari Indrayati
Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy) Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37013/jf.v12i1.222

Abstract

Parijoto (Medinilla speciosa) has a wide range of pharmacological activities due to its secondary metabolite content, especially flavonoid, and phenolic compounds. Flavonoid and phenolic compounds have a major role in human health with their activities as antioxidants, anti-inflammatories, antimicrobials, etc. This study aimed to determine the total levels of phenolic and flavonoid compounds from the ethanol extract of Parijoto fruit. Parijoto fruit is obtained from Bandungan, Semarang Regency, Central Java. Extraction was carried out by maceration method with 70% ethanol solvent then concentrated using a rotary evaporator. The total phenolic and flavonoid content amount was determined using the colorimetric method with Folin-ciocalteau complex reagent on phenolic with gallic acid as the reference standard and AlCl3 complex reagent on flavonoids with quercetin as the reference standard. Absorbance was measured using a UV-Vis spectrophotometer. The results showed that the color of the viscous extract of Parijoto fruit was dark brown with a yield of 6.67% w/w. The total phenolic content of the ethanol extract of Parijoto fruit was 21.67 µgGAE/g extract and the total flavonoid content was 9.21 µg QE/g extract.
Analisis Tingkat Pengetahuan dan Persepsi Swamedikasi Obat Analgetik pada Siswa di SMAN 3 Cirebon Febia Nurrahma Berlian; Ahmad Azrul Zuniarto; Siti Pandanwangi; Encis Rubihatlan; Ajni Minhatul Maula; Azriel Farhan Alfawwaz; Akil Salafi; Deby Sri Virgianti
Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy) Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37013/jf.v12i1.216

Abstract

ABSTRAKSwamedikasi adalah pemilihan dan penggunaan obat oleh individu atau anggota keluarga tanpa instruktur okter, untuk mengobati kondisi yang dikenali ataupun didiagnosis sendiri. Analgetic atau yang sering disebut dengan obat penghalang rasa nyeri tanpa menghilangkan kesadaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan siswa tentang swamedikasi obat analgetik di SMAN 3 Cirebon, untuk mengetahui persepsi siswa tentang swamedikasi obat analgetik di SMAN 3 Cirebon, untuk mengetahui tingkat tingkat pengetahuan dan persepsi siswa terhadap swamedikasi obat analgetik berdasarkan karakteristik siswa, dan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan persepsi siswa terhadap swamedikasi obat analgetik berdasarkan indikator soal yang dinilai. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desaain deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan e-quisioner (google form) yang diberikan kepada 82 respponden yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Teknik analisa data penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian tingkat pengetahuan dan persepsi siswa tentang swamedikasi obat analgetik di SMAN 3 Cirebon diketahui tingkat pengetahuan memperoleh nilai  rata-rata 78,96% termasuk kedalam kategori baik. Dan persepsi siswa memperoleh nilai rata-rata 83,63% termasuk kedalam kategori sangat baik. Berdasarkan karakteristik responden yang mempunyai pengetahuan baik dan persepsi dangat baik paling banyak terdapat pada usia 16 tahun, jenis kelamin perempuan, pekerjaan orangtua sebagai karyawan swasta, nyeri yang di derita responden 1 bulan terkahir yaitu nyeri badan/otot, Riwayat penggunaan obat yaitu parasetamol dan tempat mendapatkan obat yaitu Apotek. Tingkat pengetahuan siswa tentang swamedikasi obat analgetik berdasarkan indicator soal yang dinilai dengan benar yaitu : 78,66% pada indikator tingkat keamanan dan ketepatan penggunaan obat, 74,39% pada indikator dosis obat, 93,9% pada indikator kegunaan obat obat, 64,63% pada indikator cara penggunaan obat 74,39% pada inidkator efek samping obat, 89,02% pada inidkator cara penyimpanan, 97,56% pada indicator waktu kadaluwarsa obat, dan 64,63% pada inidkator pemusnahan obat.Kata kunci: Swamedikasi, Analgetik, Tingkat Pengetahuan, Persepsi
UJI EFEKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN PALA (Myristica fragrans Houtt) TERHADAP Staphylococcus epidermidis Marcelina Wandan Wisdyafanny; Yusianti Silviani
Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy) Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37013/jf.v12i1.221

Abstract

Acne vulgaris atau jerawat dapat disebabkan oleh bakteri, salah satunya  Staphylococcus epidermidis yang akan menghasilkan enzim lipolitik yang mengubah sebum menjadi massa padat, kemudian akan menyumbat saluran kelenjar sebasea. Daun pala mengandung senyawa saponin, triterpenoid, tanin, dan flavonoid sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya hambat ekstrak etanol daun pala (Myristica fragrans Houtt) terhadap pertumbuhan Staphylococcus epidermidis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif eksperimental untuk mengetahui efektivitas antibakteri ekstrak etanol daun pala (Myristica fragrans Houtt) terhadap Staphylococcus epidermidis. Sumber data penelitian ini adalah data primer yaitu berdasarkan hasil zona hambat terhadap Staphylococcus epidermidis dengan pemberian ekstrak etanol daun pala (Myristica fragrans Houtt) dengan konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun pala dapat digunakan sebagai antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis. Rata-rata diameter zona hambat ekstrak daun pala yang terbentuk pada konsentransi 20% yaitu sebesar 10,45 mm, pada konsentrasi 40% yaitu sebesar 11,4 mm, pada konsentrasi 60% yaitu sebesar 11,9 mm, pada konsentrasi 80% yaitu sebesar 12,35 mm, dan pada konsentrasi 100% yaitu sebesar 12,6 mm. Konsentrasi 100% mampu menghambat Staphylococcus epidermidis dengan rata-rata diameter zona hambat paling luas yaitu sebesar 12,6 mm.
UJI POTENSI EKSTRAK ETANOL BAWANG LANANG HITAM (Allium sativum L.) DALAM PENURUNAN KADAR KADMIUM DENGAN SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM (SSA) Trisnawati, Febiana Ayu; Anggraini, Devina Ingrid; Kusuma, Eka Wisnu
Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy) Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37013/jf.v13i1.270

Abstract

Pencemaran yang disebabkan oleh adanya buangan limbah ke dalam perairan akan berdampak pada kualitas perairan. Zat pencemar yang dapat menurunkan kualitas air yaitu logam berat kadmium. Logam berat kadmium ketika masuk tubuh manusia dapat menyebabkan efek toksik. Tubuh membutuhkan antidotum untuk menurunkan kadar logam. Bawang lanang hitam (Allium sativum L.) mengandung  flavonoid yang digunakan sebagai chelating agent. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kosentrasi terbaik ekstrak etanol bawang lanang hitam  (Allium sativum L.) yang dapat menurunkan kadar kadmium secara maksimal. Ekstrak etanol bawang lanang hitam dibuat lima seri kosentrasi yaitu 0,2 ppm, 0,4 ppm, 0,6 ppm, 0,8 ppm, dan 1 ppm. Logam kadmium (Cd) 20 ppm diberi perlakuan dengan penambahan tiap  kosentrasi ekstrak etanol bawang lanang hitam. Larutan dipisahkan dengan kloroform. Fasa air merupakan sisa logam kadmium yang dianalisis dengan Spektrometri Serapan Atom (SSA) pada panjang gelombang 228,8. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa ekstrak etanol bawang lanang hitam konsentrasi 0,8 ppm terbaik dapat mereduksi logam kadmium (Cd) secara maksimal yang menunjukkan persentase sebesar 66,3906% dengan koefisien variasi sebesar 1,5873%.
PENGARUH PEMBERIAN JUS STROBERI TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA MAHASISWA Saroh, Dewi
Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy) Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37013/jf.v12i2.260

Abstract

Student are one of the groups that are prone to suffer from anemia. Strawberries contain 60 mg of vitamin C. The increase in hemoglobin levels is influenced by the presence of vitamin C in the body. The purpose of this study was to determine the effec of strawberry juice consumption to hemoglobin levels.The research design used was experimental analytics with pretest and posttest approaches. The sampling technique used was purposive sampling. Sample of 28 female students at Level 1 DIII Medical Laboratory Technology. Examination of hemoglobin levels using the cyanmethemoglobin method with a Microlab 300 photometer.The results of this study obtained average hemoglobin levels before consuming 11.28 and after consuming 12.58. A total of 26 respondents increased hemoglobin levels, and 2 respondents decreased. The paired T test results obtained a p = 0.000 (p < 0.05). So it can be concluded that there is a significant influence of strawberry juice consumption on hemoglobin levels
PENGARUH VARIASI LAMA WAKTU EKSTRAKSI TERHADAP FLAVONOID TOTAL DAUN TAPAK LIMAN ( Elephantopus scaber L.) SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-Vis Feronica, Donna; Susilowati, Susilowati; Saad, Muhammad
Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy) Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37013/jf.v13i1.279

Abstract

Tapak Liman (Elephantopus scaber L.) merupakan salah satu tumbuhan yang  dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional dengan kandungan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kadar flavonoid total  dari daun tapak liman dengan variasi lama waktu perebusan 5 menit, 10 menit  dan 15 menit. Daun tapak liman kering diekstraksi menggunakan air dengan pemanasan pada suhu 95C selama 5, 10 dan 15 menit. Metode Identifikasi senyawa flavonoid pada hasil rebusan daun tapak liman dengan uji metode Wilstater dan uji reagen alkali. Pengukuran flavonoid total menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis yang dihitung sebagai kuersetin. Hasil penelitian menunjukkan seluruh sampel uji mengandung flavonoid. Kadar flavonoid total daun tapak liman tertinggi diperoleh pada menit ke 5 menit sebesar 94,59 ± 0,1424  mgQE/ 100 ml  dan terendah pada menit ke 15 menit sebesar 85,55 ± 0,2376 mgQE/ 100ml. Pada uji “One Way Anova” nilai signifikansi pada kadar flavonoid sebesar 0,006 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan lama waktu pemanasan berpengaruh signifikan terhadap flavonoid total dalam daun tapak liman
FORMULASI DAN UJI ANTIJAMUR Candida albicans KRIM EKSTRAK RIMPANG KENCUR (Kaempferiae galanga Linn.) DENGAN VARIASI ASAM STEARAT DAN TRIETANOLAMIN Irawan, Ira; Aisiyah, Siti; Purwaningsih, Desi
Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy) Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37013/jf.v12i2.220

Abstract

 Senyawa aktif yang terdapat pada rimpang kencur (Kaempferia galanga Linn.) antara lain alkaloid, flavonoid, dan tanin digunakan sebagai antijamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi asam stearat dan trietanolamin terhadap mutu fisik dan stabilitas sediaan krim dan aktivitasnya terhadap Candida albicans ATCC 10231 serta formula sediaan krim dengan mutu fisik yang paling baik dan memiliki aktivitas antijamur. Ekstrak rimpang kencur diperoleh dengan maserasi menggunakan etanol 70%, diformulasi dengan konsentrasi ekstrak 12% serta variasi asam stearat dan trietanolamin dengan perbandingan yaitu (10:7, 13:5, 16:3). Formulasi sediaan krim dilakukan dengan mencampurkan fase minyak dan fase air kemudian dilakukan mutu fisik meliputi uji organoleptis, homogenitas, daya sebar, daya lekat, pH, viskositas, dan Cycling test. Penelitian ini menggunakan metode difusi cakram untuk mengetahui aktivitas antijamur serta one way ANOVA untuk analisis staitistik. Hasil penelitian diperoleh diameter zona hambat ekstrak sebesar 13,17 mm. Variasi asam stearat dan trietanolamin berpengaruh terhadap mutu fisik dan aktivitas antijamur sediaan krim. Sediaan krim memiliki aktivitas antijamur terhadap Candida albicans ATCC 10231. Formula terbaik adalah formula 1 dengan variasi asam stearat : trietanolamin (10:7) yang memiliki mutu fisik paling baik, dengan diameter zona hambat sebesar 13,00 mm yang tergolong kuat dalam menghambat pertumbuhan jamur.
EVALUASI PENYIMPANAN OBAT DI APOTEK INDRA SUKOHARJO Handayani, Aminah Dwi; Hartono, Hartono
Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy) Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37013/jf.v12i2.196

Abstract

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian Apotek menyatakan bahwa apotek merupakan sarana pelayanan kefarmasian tempat dilakukan praktik kefarmasian oleh Apoteker. Standar pelayanan kefarmasian yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kefarmasian, pengamanan, penyimpanan dan pendistribusian atau penyaluran obat, pelayanan atas resep dokter maupun tidak dengan resep, pelayanan informasi obat, menjamin kepastian hukum bagi tenaga kefarmasian, dan melindungi pasien dan masyarakat dari penggunaan obat yang tidak rasional dalam rangka keselamatan pasien. Penyimpanan obat yang baik akan menjamin mutu sediaan obat, menghindari penggunaan obat yang tidak bertanggung jawab, menjaga ketersediaan dan pelayanan kefarmasian serta memudahkan dalam pencarian dan pengawasan.  Evaluasi terhadap penyimpanan obat yang baik harus dilakukan oleh semua pelayanan kefarmasian termasuk apotek. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penyimpanan obat di apotek Indra berdasarkan keadaan fisik rak dan gudang penyimpanan obat, cara penyimpanan obat, pencatatan kartu stok, dan pengamanan mutu obat. Penelitian ini termasuk jenis penelitian observasi dengan cara mengamati objek dan hasilnya dipaparkan secara deskriptif, dan pengambilan data dilakukan secara dokumentasi dan wawancara pada Apoteker Penanggungjawab Apotek Indra Sukoharjo. Hasil evaluasi penyimpanan obat di Apotek Indra Sukoharjo sebanyak 77,8% telah memenuhi standar sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Hasil evaluasi kondisi ruangan dan fasilitas pada gudang penyimpanan obat Apotek Indra Sukoharjo berdasarkan Pedoman Teknis Cara Distribusi Obat Yang Baik yang ditetapkan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan tahun 2020 sebanyak 54,2% yang telah memenuhi standar dan 45,8% belum memenuhi standar.
REVIEW ARTICLE: MACAM-MACAM METODE PENGUJIAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN Nugraheni, Tarisa; Putri, Anisa; Sukmawati, Aprillia; Khasanah, Latifah; Nisa, Logaritma; Putri, Lu'luin; Wulandari, Sindy; Riswana, Syifa; Setiawan, Iwan
Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy) Vol 13, No 1 (2024)
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN NASIONAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37013/jf.v13i1.240

Abstract

Antioksidan adalah zat yang melawan dan mencegah terbentuknya radikal bebas yang dapat merusak tubuh. Struktur kimia, sumber radikal bebas dan sifat fisikokimia preparat yang diperoleh dari sampel yang berbeda dapat menyebabkan hasil uji aktivitas antioksidan yang berbeda pula. Oleh karena itu, metode selektif untuk menganalisis aktivitas antioksidan diperlukan untuk jenis sampel tertentu. Metode pengujian aktivitas antioksidan meliputi metode CUPRAC, DPPH, FRAP, HPLC, ORACFL, CAA, amperometri, voltametri, ABTS. Pengujian antioksidan dengan metode DPPH menjadi metode yang paling banyak digunakan karena proses pengukurannya yang cepat, sederhana dan biayanya yang terjangkau dalam mengukur aktivitas antioksidan. Metode DPPH berprinsip pada radikal DPPH atom hydrogen didonorkan oleh senyawa antioksidan yang akhirnya menyababkan DPPH menjadi bentuk tereduksi bersifat nonradikal. Pengujian antioksidan menggunakan metode DPPH dibidang analisis kosmetik untuk menangkal radikal bebas yang terbentuk pada lapisan kulit. Kemudian, untuk pengujian antioksidan terhadap tanaman yaitu untuk pengukuran radikal bebas apakah menunjukan bahwa ekstrak pada tanaman memiliki aktivitas antioksidan atau tidak dengan menggunakan metode DPPH.Kata Kunci: Metode, Antioksidan, DPPH

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy), April 2026 Vol. 14 No. 2 (2025): Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy), October 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy), April 2025 Vol 14, No 1 (2025) Vol. 13 No. 2 (2024): Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy), October 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy), April 2024 Vol 13, No 2 (2024) Vol 13, No 1 (2024) Vol. 12 No. 2 (2023): Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy), October 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy), April 2023 Vol 12, No 2 (2023) Vol 12, No 1 (2023) Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy), October 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy), April 2022 Vol 11, No 2 (2022) Vol 11, No 1 (2022) Vol. 10 No. 2 (2021): Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy), October 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy), April 2021 Vol 10, No 2 (2021): Oktober Vol 10, No 1 (2021): Maret Vol 2, No 1 (2021): PROSIDING SEMINAR NASIONAL KEFARMASIAN Vol 2, No 1 (2021): PROCEEDINGS ICHC Vol. 9 No. 2 (2020): Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy), October 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy), April 2020 Vol 9, No 2 (2020): Oktober Vol 9, No 1, Maret (2020) Vol 9, No 1 (2020): Maret Vol. 8 No. 1 (2019): Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy), October 2019 Vol. 7 No. 1 (2018): Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy), October 2018 Vol 1, No 1 (2018): PROCEEDINGS ICHC Vol. 6 No. 1 (2017): Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy), October 2017 Vol 6, No 1 (2017): Oktober Vol. 5 No. 1 (2016): Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy), October 2016 Vol. 4 No. 1 (2015): Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy), October 2015 Vol 4, No 1 (2015): Oktober Vol. 3 No. 1 (2014): Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy), October 2014 Vol 3, No 1 (2014): Oktober Vol. 2 No. 1 (2013): Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy), October 2013 Vol 2, No 1 (2013): Oktober Vol. 1 No. 1 (2012): Jurnal Farmasi (Journal of Pharmacy), October 2012 Vol 1, No 1 (2012): Oktober More Issue