cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
Jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SECONDARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM)
ISSN : 27748022     EISSN : 27745791     DOI : -
Core Subject : Education,
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah (JIPM) terbit 4 (Empat) kali setahun pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam smua disiplin ilmu yang berkaitan dengan Pendidikan Menengah.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 502 Documents
DAMPAK PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TIKTOK TERHADAP PERKEMBANGAN IMAN REMAJA Maria Magdalena Wea; Benedikta Y. Kebingin; Skolastika Lelu Beding
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.11828

Abstract

ABSTRACT Social media has become an inseparable part of adolescents’ lives, including the way they develop habits and interpret their spiritual life. Among eleventh-grade students at SMA Negeri 1 Titehena, TikTok emerged as the most frequently used platform because it provides fast, varied, and easily accessible entertainment through personal devices. This situation has raised concerns regarding changes in adolescents’ religious behavior, particularly in maintaining worship discipline and participation in religious activities. This study explores how the use of TikTok influences adolescents’ faith development through a descriptive qualitative approach. Data were collected through field observations, interviews, and documentation to gain a deeper understanding of students’ experiences and daily habits. The findings reveal that the intensity of TikTok use among students is relatively high, with most activities dominated by entertainment content. On the one hand, several students reported gaining spiritual motivation and moral messages from certain content they accessed. On the other hand, excessive use was associated with decreased prayer habits, reduced participation in religious activities, and weakened spiritual discipline in daily life. These findings indicate that social media does not always produce negative effects, but it requires consistent guidance from teachers and parents so that its use remains aligned with the spiritual development of adolescents. ABSTRAK Media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan remaja, termasuk dalam cara mereka membangun kebiasaan dan memaknai kehidupan spiritual. Di kalangan siswa kelas XI SMA Negeri 1 Titehena, TikTok muncul sebagai platform yang paling sering digunakan karena menghadirkan hiburan yang cepat, variatif, dan mudah dijangkau melalui perangkat pribadi. Situasi ini memunculkan perhatian terhadap perubahan perilaku rohani remaja, terutama dalam menjaga kedisiplinan ibadah dan keterlibatan mereka dalam aktivitas keagamaan. Kajian ini menelusuri bagaimana penggunaan TikTok memengaruhi perkembangan iman remaja melalui pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dengan menggabungkan observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi sehingga pengalaman serta kebiasaan siswa dapat dipahami secara lebih mendalam. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa intensitas penggunaan TikTok tergolong tinggi dan sebagian besar aktivitas penggunaannya didominasi oleh konten hiburan. Di satu sisi, beberapa siswa memperoleh motivasi spiritual dan pesan moral dari konten tertentu yang mereka akses. Namun, penggunaan yang berlebihan juga berkaitan dengan menurunnya kebiasaan berdoa, berkurangnya partisipasi dalam kegiatan rohani, serta melemahnya disiplin spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa media sosial tidak selalu berdampak negatif, tetapi memerlukan pendampingan yang konsisten dari guru dan orang tua agar penggunaannya tetap selaras dengan pembentukan iman remaja.
ANALISIS IMPLEMENTASI MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL) DALAM PEMBELAJARAN TEKS NEGOSIASI DI KELAS X DKV Holifah Holifah; Aisya Servia; Warda Sakiya; Mujahidah Fitria
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.11892

Abstract

ABSTRACT Learning negotiation texts in vocational high schools requires not only conceptual understanding but also the ability to apply text structure and linguistic features through active learning experiences. The learning situation in Class X of SMKN 1 Omben indicated that students' participation in classroom activities still needed to be strengthened, making it necessary to adopt an instructional approach capable of connecting theoretical understanding with authentic learning experiences. In this context, the implementation of Project-Based Learning (PjBL) was examined to explore how the model was carried out, how students responded throughout the learning process, and how their learning outcomes changed following project-based activities. This study employed a qualitative descriptive approach. Data were collected through classroom observations, interviews with teachers and students, and documentation of students' project work. The data were subsequently organized, analyzed, and interpreted to obtain a comprehensive understanding of the instructional process. The findings revealed that PjBL was implemented through four stages: project planning, project implementation, presentation, and evaluation. Throughout these stages, students actively participated in discussions and collaborative group work, successfully produced negotiation texts that conformed to the required structural and linguistic conventions, and demonstrated improved understanding of text structure, persuasive language use, and the ability to present logical arguments. Overall, the implementation of Project-Based Learning was conducted effectively, creating a more participatory learning environment in which students successfully completed their assigned projects in accordance with the intended learning objectives. ABSTRAK Pembelajaran teks negosiasi di sekolah menengah kejuruan tidak hanya menuntut penguasaan konsep, tetapi juga kemampuan menerapkan struktur dan kaidah kebahasaan melalui aktivitas belajar yang melibatkan siswa secara aktif. Kondisi pembelajaran di kelas X SMKN 1 Omben menunjukkan bahwa keterlibatan peserta didik dalam proses belajar masih perlu ditingkatkan sehingga diperlukan pendekatan yang mampu menghubungkan pemahaman materi dengan pengalaman belajar nyata. Dalam konteks tersebut, penerapan Project Based Learning (PjBL) dikaji untuk melihat bagaimana model ini dijalankan, bagaimana respons siswa selama pembelajaran berlangsung, serta bagaimana perubahan hasil belajar yang ditunjukkan setelah kegiatan berbasis proyek dilaksanakan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan observasi, wawancara terhadap guru dan siswa, serta dokumentasi proyek sebagai sumber data. Analisis dilakukan melalui tahapan pengumpulan, pengolahan, dan penafsiran data hingga diperoleh gambaran utuh mengenai proses pembelajaran. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa pembelajaran berlangsung melalui tahap perencanaan proyek, pelaksanaan, presentasi hasil, dan evaluasi. Selama setiap tahapan tersebut, siswa terlibat aktif dalam diskusi dan kerja sama kelompok, mampu menghasilkan teks negosiasi yang sesuai dengan struktur dan kaidah kebahasaan, serta menunjukkan peningkatan pada pemahaman struktur teks, penggunaan bahasa persuasif, dan penyampaian argumen secara logis. Keseluruhan proses implementasi PjBL berlangsung dengan baik sehingga pembelajaran menjadi lebih partisipatif dan seluruh tugas proyek dapat diselesaikan sesuai tujuan yang telah ditetapkan.
PERSEPSI SISWA TERHADAP EFEKTIVITAS APLIKASI PRESENSI DIGITAL “SREGEP” DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA KELAS VIIID DI MTS NEGERI 1 YOGYAKARTA Ikha Ayu Sulistyarini; Jumintono Jumintono; Saryanto Saryanto
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.11925

Abstract

Student attendance is a fundamental indicator of learning success, influenced by both internal and external factors. In line with technological advancement, MTs Negeri 1 Yogyakarta developed a barcode-based digital attendance application called "Sregep". However, a systematic evaluation of student perceptions in the Olympiad class (VIII D), which is characterized by dense schedules, high mobility, and intensive technology use, had never been conducted. This study aimed to describe grade VIII D students' perceptions of the effectiveness of the "Sregep" application in improving discipline and learning motivation, its impact on academic achievement, and to identify the technical challenges encountered. This study employed a quantitative descriptive approach with a survey method. The entire population of 30 grade VIII D students was selected using a total sampling technique. Data were collected through closed-ended and open-ended questionnaires distributed via Google Forms and analyzed using descriptive statistics. Results showed that ease of use was rated very good with a mean of 5.00, discipline improvement was in the good category with a mean of 4.10, learning motivation increased with a mean of 3.97, and the impact on academic achievement was moderately positive with a mean of 3.73. The main obstacles were difficulty scanning student cards (40%) and queues due to limited scanning points (13%). A comparison of discipline levels before and after application use showed an increase in the "Very Disciplined" category from 20% to 37%. The "Sregep" application proved effective in promoting student attendance discipline and requires further development through additional scanning points and alternative verification features. ABSTRAK Kehadiran siswa merupakan indikator fundamental keberhasilan pembelajaran yang dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal. Seiring perkembangan teknologi, MTs Negeri 1 Yogyakarta mengembangkan aplikasi presensi digital berbasis scan barcode bernama "Sregep". Namun, evaluasi sistematis terhadap persepsi siswa kelas olimpiade (VIII D) yang memiliki karakteristik jadwal padat, mobilitas tinggi, dan penggunaan teknologi intensif belum pernah dilakukan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan persepsi siswa kelas VIII D terhadap efektivitas aplikasi "Sregep" dalam meningkatkan kedisiplinan, motivasi belajar, dan dampaknya terhadap prestasi, sekaligus mengidentifikasi kendala teknis yang dihadapi. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Populasi seluruh siswa kelas VIII D berjumlah 30 orang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen berupa kuesioner tertutup dan terbuka yang disebarkan melalui Google Form dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan aplikasi berada pada kategori sangat baik dengan rerata 5,00, peningkatan kedisiplinan pada kategori baik dengan rerata 4,10, motivasi belajar meningkat dengan rerata 3,97, dan dampak pada prestasi cukup positif dengan rerata 3,73. Kendala utama yang dihadapi adalah kartu pelajar sulit terbaca (40%) dan antrean akibat keterbatasan titik scan (13%). Perbandingan kedisiplinan sebelum dan sesudah penggunaan aplikasi menunjukkan peningkatan kategori "Sangat Disiplin" dari 20% menjadi 37%. Aplikasi "Sregep" terbukti efektif mendorong peningkatan kedisiplinan kehadiran siswa dan perlu dikembangkan lebih lanjut melalui penambahan titik scan serta fitur verifikasi alternatif.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DAN MOTIVASI BELAJAR DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN EKONOMI DI SMA Ola Rut Paturu; Sjeddie R. Watun; Devyano V.F. Ranti; Gilly M. Tiwow
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.11997

Abstract

ABSTRACT Students' learning outcomes in Economics remain a concern because differences in learning achievement indicate that the learning process and student engagement have not been fully optimized. This condition highlights the need for supporting factors that can enhance students' understanding and learning motivation. Therefore, this study aimed to examine the contribution of interactive learning media and learning motivation to students' learning outcomes in Economics at SMA Negeri 1 Remboken. This study employed a quantitative associative approach with a survey design. The population consisted of 248 eleventh- and twelfth-grade students, with 71 respondents selected using proportional random sampling based on the Slovin formula. Data were collected through a Likert-scale questionnaire that had met validity and reliability requirements. Data were analyzed using simple and multiple linear regression techniques. The results revealed that both interactive learning media and learning motivation had a significant effect on students' learning outcomes. Simultaneously, both variables also had a significant effect on learning outcomes, with a coefficient of determination (R²) of 0.465, indicating that 46.5% of the variance in learning outcomes could be explained by the research model. The remaining variance was influenced by other factors outside the scope of this study. These findings suggest that optimizing the use of interactive learning media, supported by efforts to enhance students' learning motivation, can serve as an effective strategy for teachers and schools to improve the quality of instruction and students' learning outcomes. ABSTRAK Hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Ekonomi masih menjadi perhatian karena terdapat perbedaan capaian hasil belajar yang menunjukkan belum optimalnya proses pembelajaran dan keterlibatan sebagian siswa dalam kegiatan belajar. Kondisi ini mengindikasikan perlunya faktor pendukung yang mampu meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar peserta didik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji kontribusi media pembelajaran interaktif dan motivasi belajar terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Ekonomi di SMA Negeri 1 Remboken. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan desain survei. Populasi penelitian berjumlah 248 siswa kelas XI dan XII, dengan 71 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling berdasarkan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier sederhana dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif dan motivasi belajar masing-masing berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar peserta didik. Secara simultan, kedua variabel juga berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,465, yang menunjukkan bahwa 46,5% variasi hasil belajar dapat dijelaskan oleh model penelitian. Sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menegaskan bahwa optimalisasi media pembelajaran interaktif yang didukung peningkatan motivasi belajar dapat menjadi strategi efektif bagi guru dan sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran serta hasil belajar peserta didik.
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MENULIS CERITA FANTASI MENGGUNAKAN MODEL SUGESTI IMAJINASI DAN SINEKTIK BERBANTUAN MEDIA VIDEO ANIMASI Naura Putri; Zuliyanti Zuliyanti
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.12058

Abstract

ABSTRACT This study focuses on the problems faced by seventh-grade students in learning to write fantasy stories, particularly difficulties in generating ideas and weaknesses in language aspects. The study aims to compare the effectiveness of the Suggestive Imagination and Synectics learning models in teaching fantasy story writing to seventh-grade students at MTsN 2 Temanggung. A quasi-experimental design with a quantitative approach was applied to samples consisting of classes VII G and VII H. Data on students’ learning outcomes were collected through observation, interviews, and written tests, and then analyzed statistically. The results showed that the effectiveness of both learning models was categorized as moderate and fairly effective. The Paired Samples Test demonstrated significant differences in students’ scores before and after the implementation of the learning models. Meanwhile, the Independent Samples Test produced a significance value of 0.877, indicating no substantial difference in effectiveness between the two models. It can be concluded that both learning models are equally effective in improving students’ fantasy story writing skills and can serve as alternative instructional strategies for enhancing creativity and writing competence among junior high school students. ABSTRAK Penelitian ini berfokus pada permasalahan murid kelas VII dalam pembelajaran menulis cerita fantasi, khususnya terkait kendala untuk memunculkan ide dan lemahnya aspek kebahasaan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tingkat keefektifan menulis cerita fantasi dengan model Sugesti Imajinasi dan Sinektik di kelas VII MTsN 2 Temanggung. Desain kuasi eksperimen dengan pendekatan kuantitatif diterapkan pada sampel yang terdiri dari kelas VII G dan VII H. Data dari nilai hasil belajar murid dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan tes tertulis, lalu diuji secara statistik. Hasil menunjukkan bahwa keefektifan kedua model pembelajaran yang diterapkan berkategori cukup dan sedang. Uji Paired Samples Test membuktikan adanya perbedaan nilai murid sebelum dan sesudah penerapan model. Sementara itu, uji Independent Samples Test menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,877 yang mengindikasikan tidak terdapat perbedaan keefektifan yang tinggi antara kedua model. Dapat disimpulkan bahwa kedua model pembelajaran tersebut memiliki efektivitas yang setara untuk meningkatkan keterampilan menulis cerita fantasi, sehingga keduanya dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan kreativitas dan kemampuan menulis siswa di tingkat sekolah menengah pertama.
PENGEMBANGAN MEDIA PERMAINAN SNEAKY POLY UNTUK MENCEGAH PERILAKU BULLYING PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Erni Arianti; Hendro Yulius Suryo Putro; Muhammad Andri Setiawan
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.12162

Abstract

ABSTRACT Bullying significantly affects adolescents' social and psychological development and remains a prevalent issue in educational settings. Efforts to prevent bullying through classroom guidance services have not been implemented optimally, as they are predominantly delivered using lecture-based methods that limit students' active participation. This study aimed to develop Sneaky Poly, a gamification-based board game, to enhance the effectiveness of classroom guidance services in preventing bullying among junior high school students. The study employed the Research and Development (R&D) method using the ADDIE model. The product was validated by subject matter experts, media experts, and school counselors, and was subsequently tested on Grade VIII-B students at SMP Negeri 27 Banjarmasin. Data were collected through observations, interviews, and questionnaires. The findings indicated that the developed media achieved a validity score of 83.33% from subject matter experts and 98.67% from media experts. Furthermore, the average response score from school counselors and students reached 92.18%, indicating that Sneaky Poly is highly practical for implementation. Therefore, the gamification-based Sneaky Poly board game provides a valuable alternative instructional medium for promoting bullying prevention at SMP Negeri 27 Banjarmasin by offering interactive simulations that foster students' awareness, empathy, and prosocial behavior. ABSTRAK Perundungan (bullying) secara signifikan memengaruhi pertumbuhan sosial dan psikologis remaja yang terus menjadi masalah umum di lingkungan pendidikan. Upaya pencegahan perundungan dalam layanan bimbingan klasikal belum berjalan secara optimal karena sebagian besar masih diimplementasikan melalui teknik ceramah sehingga membatasi keterlibatan aktif siswa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media permainan papan berbasis gamifikasi Sneaky Poly untuk mengoptimalkan layanan bimbingan klasikal dalam mencegah perundungan pada siswa SMP. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Produk divalidasi oleh ahli materi, ahli media, dan guru bimbingan dan konseling, serta diuji coba pada siswa kelas VIII B SMP Negeri 27 Banjarmasin. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan tingkat validitas sebesar 83,33% dari ahli materi dan 98,67% dari ahli media. Selain itu, hasil uji respons guru bimbingan dan konseling serta siswa memperoleh rata-rata 92,18%, sehingga media Sneaky Poly dinyatakan sangat praktis digunakan. Dengan demikian, media Sneaky Poly berbasis gamifikasi memberikan kontribusi signifikan sebagai media alternatif yang efektif untuk mempromosikan pencegahan bullying di lingkungan SMP Negeri 27 Banjarmasin, melalui penyediaan simulasi interaktif yang berfokus pada pembentukan kesadaran dan empati siswa di sekolah menengah pertama.
PENGARUH LINGKUNGAN MASYARAKAT TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA SMA NEGERI 4 BINONGKO KABUPATEN WAKATOBI Silvia Agnesi Waly; Lely Ersilya; Hasriana Hasriana; Mawari Mawari; Kationo Udin; La Rudi
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.12195

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the importance of learning motivation as a key factor in determining students’ academic success, which is influenced by both internal and external factors, including the community environment. The purpose of this study was to analyze the effect of the community environment on students’ learning motivation at SMA Negeri 4 Binongko, Wakatobi Regency. This research employed a quantitative approach with a correlational design. The population and sample consisted of 36 students selected through a total sampling technique. Data were collected using validated and reliable questionnaires and analyzed through simple linear regression with the assistance of SPSS software. The findings revealed that the community environment had a positive and significant effect on students’ learning motivation. The correlation coefficient (R) of 0.803 indicated a strong relationship between the two variables, while the coefficient of determination (R²) of 0.645 showed that the community environment contributed 64.5% to students’ learning motivation. These results suggest that a more supportive community environment is associated with higher levels of learning motivation among students. Therefore, collaboration among schools, families, and community members is essential in creating a conducive social environment that supports learning activities and enhances students’ academic motivation and achievement. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya motivasi belajar sebagai salah satu faktor yang menentukan keberhasilan akademik siswa, yang dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal, termasuk lingkungan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan masyarakat terhadap motivasi belajar siswa di SMA Negeri 4 Binongko, Kabupaten Wakatobi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi sekaligus sampel penelitian berjumlah 36 siswa yang ditentukan melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis dengan regresi linear sederhana menggunakan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan masyarakat berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,803 menunjukkan hubungan yang kuat antara kedua variabel, sedangkan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,645 menunjukkan bahwa lingkungan masyarakat memberikan kontribusi sebesar 64,5% terhadap motivasi belajar siswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin kondusif lingkungan masyarakat, semakin tinggi motivasi belajar yang dimiliki siswa. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan sosial yang mendukung aktivitas belajar guna meningkatkan motivasi dan keberhasilan akademik siswa.
ACADEMIC BURNOUT PADA SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS (SMA) DWI TUNGGAL DAN STRATEGI PENANGANANNYA MELALUI BIMBINGAN KONSELING ISLAM Shifa Alya Nafisa; Patma Aulia; Nisaul Husna; Muhammad Ananda Azhari Pratama Sembiring; Hazral Noval Al-Hilal; Ifroh Ramadhon Siregar; Ilham Maha Putra; Akhir Pardamean Harahap
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.12271

Abstract

Academic burnout is a condition of physical, emotional, and mental exhaustion experienced by students due to high academic demands. This study aimed to describe the condition of academic burnout among students at Dwi Tunggal Senior High School, identify its contributing factors, and examine strategies for addressing it through Islamic Guidance and Counseling. This research employed a descriptive qualitative approach involving guidance and counseling teachers, homeroom teachers, and students who exhibited symptoms of academic burnout, selected through purposive sampling. Data were collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña model comprising data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through source triangulation and technique triangulation. The findings revealed that students experienced academic burnout characterized by learning fatigue, academic exhaustion, decreased concentration, and low learning motivation. Contributing factors included high academic demands, low self-efficacy, limited stress management skills, and inadequate social support. Intervention strategies were implemented through individual counseling, group guidance, and reinforcement of Islamic values. This study concludes that Islamic Guidance and Counseling is effective in reducing academic burnout while simultaneously fostering students' self-resilience and emotional balance. ABSTRAK Academic burnout merupakan kondisi kelelahan fisik, emosional, dan mental yang dialami siswa akibat tingginya tuntutan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi academic burnout pada siswa SMA Dwi Tunggal, mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya, serta mengkaji strategi penanganannya melalui Bimbingan Konseling Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian yang terdiri atas guru Bimbingan dan Konseling, wali kelas, dan siswa yang menunjukkan gejala academic burnout, dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami academic burnout yang ditandai dengan kelelahan belajar, kejenuhan akademik, menurunnya konsentrasi, dan rendahnya motivasi belajar. Faktor penyebabnya meliputi tingginya tuntutan akademik, rendahnya efikasi diri, kurangnya kemampuan manajemen stres, dan minimnya dukungan sosial. Strategi penanganan dilakukan melalui layanan konseling individu, bimbingan kelompok, serta penguatan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Bimbingan Konseling Islam efektif membantu mengurangi academic burnout sekaligus membentuk ketahanan diri dan keseimbangan emosional siswa.
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION TERHADAP HASIL DAN AKTIVITAS BELAJAR PADA SISWA KELAS X SMK Vini Andayani Manik; Lenti Susanna Saragih
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.12288

Abstract

This study was motivated by the low level of student learning outcomes and the limited active participation of students in the Basic Marketing Vocational Subjects for Grade X Retail Business students at SMK Negeri 1 Medan, where the learning process was still dominated by conventional teacher-centered instruction. The study aimed to improve students' learning outcomes and learning activities through the implementation of the Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) learning model. This research employed Classroom Action Research (CAR) consisting of two cycles, namely Cycle I and Cycle II, involving 36 Grade X Retail Business students as the research subjects. Data were collected through tests (pre-test, post-test I, and post-test II), observations of student and teacher activities, Focus Group Discussions (FGD), and documentation. The research instruments were tested for validity, reliability, item difficulty, and discrimination index to ensure their appropriateness. The findings revealed that the implementation of the CIRC learning model improved students' learning outcomes, as indicated by the increase in the average score from 67.38 in the pre-test to 78.72 in post-test I and further to 88.47 in post-test II. Classical learning mastery also increased from 41.67% in the pre-test to 63.89% in Cycle I and reached 86.11% in Cycle II. In addition, students' learning activities improved from the fairly good category to the very good category. Based on these findings, it can be concluded that the implementation of the Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) learning model is effective in improving students' learning outcomes and learning activities in the Basic Marketing Vocational Subjects for Grade X Retail Business students at SMK Negeri 1 Medan. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar dan kurang optimalnya keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran Dasar-Dasar Kejuruan Pemasaran di kelas X Bisnis Ritel SMK Negeri 1 Medan, yang masih didominasi oleh metode pembelajaran konvensional dan berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu Siklus I dan Siklus II, dengan subjek penelitian sebanyak 36 siswa kelas X Bisnis Ritel. Teknik pengumpulan data meliputi tes (pre-test, post-test I, dan post-test II), observasi aktivitas siswa dan guru, Focus Group Discussion (FGD), serta dokumentasi. Instrumen penelitian terlebih dahulu diuji melalui uji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda untuk memastikan kelayakan penggunaannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran CIRC mampu meningkatkan hasil belajar siswa, yang ditunjukkan oleh peningkatan nilai rata-rata dari 67,38 pada pre-test menjadi 78,72 pada post-test I dan meningkat menjadi 88,47 pada post-test II. Ketuntasan belajar klasikal juga mengalami peningkatan dari 41,67% pada pre-test menjadi 63,89% pada Siklus I dan mencapai 86,11% pada Siklus II. Selain itu, aktivitas belajar siswa meningkat dari kategori cukup baik menjadi sangat baik. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran Dasar-Dasar Kejuruan Pemasaran di kelas X Bisnis Ritel SMK Negeri 1 Medan.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERNALAR KRITIS DAN LITERASI SAINS MELALUI PEMBELAJARAN MENDALAM BERBASIS KEARIFAN LOKAL MARITIM Sulvia Nur Oktafiani; Doddy Irawan
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i3.12308

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the low levels of critical thinking and scientific literacy among eleventh-grade students at SMA Negeri 1 Mantang in learning physics, particularly the topic of temperature and heat, which was often perceived as abstract and insufficiently connected to the students’ maritime environment. The study aimed to improve students’ critical thinking and scientific literacy through deep learning based on local maritime wisdom using the Discovery Learning model supported by a Digital Interactive Board (DIB). The research employed Classroom Action Research based on the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The participants were 24 eleventh-grade students of SMA Negeri 1 Mantang in the 2025/2026 academic year. Data were collected through scientific literacy tests, critical thinking observation sheets, and reflective documentation, and were analyzed using descriptive quantitative and qualitative techniques. The results showed that the average scientific literacy score increased from 64.4 in the pre-cycle to 74.4 in Cycle I and 85.5 in Cycle II, with classical mastery reaching 91.67%. Students’ critical thinking ability also improved from an average score of 59.1 in the pre-cycle to 70.8 in Cycle I and 82.6 in Cycle II, with 87.50% of students achieving Good and Very Good categories. These findings indicate that deep learning based on local maritime wisdom assisted by a Digital Interactive Board is effective in enhancing students’ critical thinking and scientific literacy while promoting more contextual and meaningful physics learning experiences. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan bernalar kritis dan literasi sains murid kelas XI SMA Negeri 1 Mantang pada pembelajaran fisika, khususnya materi suhu dan kalor yang masih dipahami secara abstrak dan belum terhubung secara optimal dengan konteks kehidupan maritim di lingkungan sekitar murid. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan bernalar kritis dan literasi sains melalui penerapan pembelajaran mendalam berbasis kearifan lokal maritim menggunakan model Discovery Learning berbantuan Papan Interaktif Digital (PID). Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 24 murid kelas XI SMA Negeri 1 Mantang Tahun Pelajaran 2025/2026. Data dikumpulkan melalui tes literasi sains, lembar observasi kemampuan bernalar kritis, dan dokumentasi reflektif, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata literasi sains meningkat dari 64,4 pada pra-siklus menjadi 74,4 pada Siklus I dan 85,5 pada Siklus II dengan ketuntasan klasikal mencapai 91,67%. Kemampuan bernalar kritis juga mengalami peningkatan dari 59,1 pada pra-siklus menjadi 70,8 pada Siklus I dan 82,6 pada Siklus II, dengan persentase murid berkategori Baik dan Sangat Baik mencapai 87,50%. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran mendalam berbasis kearifan lokal maritim berbantuan PID efektif meningkatkan kemampuan bernalar kritis dan literasi sains murid serta membantu mengaitkan konsep fisika dengan realitas kehidupan maritim secara lebih kontekstual dan bermakna.