cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
JURNAL P4I Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Principal Contact: Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd Phone: 085239967417 Email: ardhysmart7@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ELEMENTARY : Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar
ISSN : 27748014     EISSN : 27747034     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dasar.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 4 (2025)" : 18 Documents clear
PERSEPSI GURU TERHADAP IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH DASAR Zulparis, Zulparis
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i4.7740

Abstract

ABSTRACT Changes in national curriculum policy require teachers to adapt their instructional practices in accordance with the principles of flexibility and learner-centeredness that characterize the Merdeka Curriculum. This condition highlights the importance of examining how teachers perceive and interpret the implementation of the new curriculum, particularly at the elementary school level. This study aims to describe teachers’ perceptions of the implementation of the Merdeka Curriculum at SD Pasar Lama 2. A qualitative approach with a narrative design was employed to explore the experiences of a fifth-grade teacher through in-depth interviews and an analysis of instructional documentation. The data were analyzed through systematic processes of data reduction, data presentation, and meaning interpretation. The findings indicate that teachers perceive the Merdeka Curriculum as providing greater autonomy to innovate, diversify instructional strategies, and adjust learning activities to students’ characteristics and needs, which contributes to increased student engagement. Nevertheless, teachers continue to encounter challenges related to limited training opportunities and difficulties in preparing instructional materials during the initial phase of implementation. This study concludes that the Merdeka Curriculum has the potential to be implemented effectively when supported by adequate teacher understanding and appropriate learning facilities. These findings underscore the need for sustained professional support for teachers and provide a foundation for further research in more diverse school contexts. ABSTRAK Perubahan kebijakan kurikulum nasional menuntut guru untuk melakukan penyesuaian pembelajaran agar sejalan dengan prinsip fleksibilitas dan orientasi pada kebutuhan peserta didik yang menjadi ciri utama Kurikulum Merdeka. Kondisi tersebut mendorong pentingnya kajian mengenai bagaimana guru memandang dan memaknai penerapan kurikulum baru, khususnya pada jenjang sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi guru terhadap implementasi Kurikulum Merdeka di SD Pasar Lama 2. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain naratif, yang menggali pengalaman seorang guru kelas V melalui wawancara mendalam dan telaah dokumentasi pembelajaran. Data dianalisis melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penafsiran makna secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memandang Kurikulum Merdeka sebagai kurikulum yang memberikan keleluasaan dalam berinovasi, mengembangkan variasi strategi pembelajaran, serta menyesuaikan kegiatan belajar dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik, sehingga berdampak pada meningkatnya keterlibatan siswa. Meskipun demikian, guru masih menghadapi kendala berupa keterbatasan pelatihan dan tantangan dalam penyusunan perangkat ajar pada fase awal penerapan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka berpeluang berlangsung optimal apabila didukung oleh pemahaman guru yang memadai serta fasilitas pembelajaran yang mendukung. Temuan ini menegaskan perlunya pendampingan profesional yang berkelanjutan bagi guru dan menjadi dasar bagi penelitian lanjutan pada konteks sekolah yang lebih beragam.
STRATEGI PEMBELAJARAN GURU BAHASA INDONESIA BAGI SISWA SLOW LEANERS DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DI SEKOLAH DASAR NEGERI 343 KUBANGAN TOMPEK BATAHAN Nst, Herlina Yusroh; Deliani, Nurfarida; Batubara, Juliana; Mukholik, Idghom
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i4.8150

Abstract

This research is motivated by academic challenges at State Elementary School 343, Kubang Tompek Batahan, where some students are slow learners, possessing relatively low cognitive capacity and slower comprehension of material compared to their peers. This study focuses on exploring the learning process and analyzing the strategies of Indonesian language teachers in optimizing these students' learning outcomes. The method used was field research with a descriptive qualitative approach, involving classroom teachers and students through observation, in-depth interviews, and documentation. The research findings revealed that student learning was facilitated through the provision of structured materials, independent repetition at home, and the completion of diagnostic assignments. The comprehensive strategies implemented by the teachers included the application of a variety of teaching methods, the integration of play-based learning concepts to reduce anxiety, strategic seating arrangements, the use of supportive peers as tutors, and continuous motivation. The main conclusion indicates that the pedagogical interventions implemented by the teachers through these various strategies successfully facilitated learning access, created an inclusive environment, and had a significant positive impact on the academic progress of slow learner students. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan akademik di Sekolah Dasar Negeri 343 Kubangan Tompek Batahan, di mana terdapat siswa dengan karakteristik slow learner yang memiliki kapasitas kognitif relatif rendah dan proses pemahaman materi yang lebih lambat dibandingkan teman sebayanya. Penelitian ini berfokus untuk mengeksplorasi gambaran proses belajar serta menganalisis strategi guru Bahasa Indonesia dalam mengoptimalkan hasil belajar siswa tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif deskriptif, melibatkan guru kelas dan siswa melalui teknik pengumpulan data observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa proses belajar siswa difasilitasi melalui pemberian materi terstruktur, pengulangan mandiri di rumah, dan penyelesaian tugas diagnostik. Strategi komprehensif yang diterapkan guru mencakup penerapan variasi metode pengajaran, integrasi konsep belajar sambil bermain untuk mengurangi kecemasan, pengaturan tempat duduk strategis, pemanfaatan teman sebaya yang suportif sebagai tutor, serta pemberian motivasi yang berkelanjutan. Simpulan utama menunjukkan bahwa intervensi pedagogis yang dilakukan guru melalui berbagai strategi tersebut berhasil memberikan kemudahan akses belajar, menciptakan lingkungan yang inklusif, serta memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kemajuan akademik siswa slow learner.    
INTEGRASI KEARIFAN LOKAL RUMAH JOGLO DALAM PEMBELAJARAN BANGUN DATAR PADA MAHASISWA PGSD Cahyanita, Elvin; Hutami, Trapsila Siwi; Lutfi, Muhammad; Proborini, Chandra Ayu; Fauziyah, Mailulah Ely
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i4.8312

Abstract

This study aims to describe the integration of Joglo traditional house local wisdom into plane geometry learning and to analyze its contribution to the conceptual and contextual understanding of PGSD students. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through observation, written tests, interviews, and documentation. A total of 41 students participated in learning activities that utilized the Joglo house as a cultural context in studying plane figures. The findings indicate that integrating local cultural elements supports students in understanding plane geometry concepts more concretely. Written test results show that 46.3% of students achieved the “good” category, 36.6% the “adequate” category, and 17.1% the “low” category. Students were able to identify trapezoids, rectangles, and squares within the architectural structure of the Joglo house and apply area and perimeter formulas more accurately. Interview data confirm that the cultural context facilitated shape identification, improved calculation processes, and provided more meaningful learning experiences through the values of balance and harmony embedded in Joglo architecture. Observation and task artefacts provide supporting evidence of active student engagement as well as the emergence of learning-related character traits such as independence, responsibility, and appreciation of local culture. Overall, the study highlights that learning activities that integrate local wisdom effectively strengthen mathematical understanding while fostering cultural awareness among prospective elementary school teachers. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan integrasi kearifan lokal rumah tradisional Joglo ke dalam pembelajaran geometri bidang dan menganalisis kontribusinya terhadap pemahaman konseptual dan kontekstual mahasiswa PGSD. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan, dengan data dikumpulkan melalui observasi, tes tertulis, wawancara, dan dokumentasi. Sebanyak 41 mahasiswa berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran yang menggunakan rumah Joglo sebagai konteks budaya dalam mempelajari bangun datar. Temuan menunjukkan bahwa integrasi unsur budaya lokal mendukung mahasiswa dalam memahami konsep geometri bidang secara lebih konkret. Hasil tes tertulis menunjukkan bahwa 46,3% mahasiswa mencapai kategori “baik”, 36,6% kategori “cukup”, dan 17,1% kategori “rendah”. Mahasiswa mampu mengidentifikasi trapesium, persegi panjang, dan persegi dalam struktur arsitektur rumah Joglo dan menerapkan rumus luas dan keliling dengan lebih akurat. Data wawancara menegaskan bahwa konteks budaya memfasilitasi identifikasi bentuk, meningkatkan proses perhitungan, dan memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna melalui nilai-nilai keseimbangan dan harmoni yang tertanam dalam arsitektur Joglo. Observasi dan artefak tugas memberikan bukti pendukung keterlibatan aktif siswa serta munculnya ciri-ciri karakter terkait pembelajaran seperti kemandirian, tanggung jawab, dan apresiasi terhadap budaya lokal. Secara keseluruhan, penelitian ini menyoroti bahwa kegiatan pembelajaran yang mengintegrasikan kearifan lokal secara efektif memperkuat pemahaman matematika sekaligus menumbuhkan kesadaran budaya di kalangan calon guru sekolah dasar.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERBASIS PENDEKATAN CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING (CRT) PADA MATERI DAERAHKU KEBANGGAANKU KELAS V SD Preyera, Laisya Okta; Sofwan, Muhammad; Sholeh, Muhammad
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i4.8326

Abstract

This study was motivated by the absence of a contextual teaching module that is responsive to the cultural diversity of students in IPAS learning at SDN 111/I Muara Bulian. Teachers still rely on generic online modules, resulting in learning activities that are less relevant to students’ local cultural experiences. This research focuses on the development, validity, and practicality of a teaching module based on the Culturally Responsive Teaching (CRT) approach for the Grade V topic “Daerahku Kebanggaanku.” The research employed the Research and Development (R&D) method with the ADDIE model consisting of the Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation stages. Validation was carried out by media, material, and language experts, while practicality data were obtained from teacher responses and implementation trials. The results indicate that media validation increased from 79.2% to 88% (highly valid), material validation rose from 66.25% to 93.75% (highly valid), and language validation reached 94% (highly valid). The overall average validity score was 91.92%, classified as highly valid. Implementation through small-group trials (8 students) and large-group trials (23 students) showed that students were able to connect the learning content with their local cultural context. The module’s practicality received a score of 95% from the teacher (highly practical). Thus, the CRT-based teaching module is considered valid, practical, and suitable for supporting contextual IPAS learning that centers on students’ cultural diversity. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum tersedianya modul ajar yang kontekstual dan responsif terhadap keberagaman budaya peserta didik pada pembelajaran IPAS di SDN 111/I Muara Bulian. Guru masih menggunakan modul daring bersifat umum sehingga pembelajaran kurang relevan dengan pengalaman budaya lokal peserta didik. Penelitian ini berfokus pada pengembangan, validitas, serta kepraktisan modul ajar berbasis Culturally Responsive Teaching (CRT) pada materi “Daerahku Kebanggaanku” kelas V SD. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup tahap Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Validasi dilakukan oleh ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa, sementara kepraktisan diperoleh melalui respons guru dan pelaksanaan uji coba. Hasil validasi menunjukkan bahwa aspek media mengalami peningkatan dari 79,2% menjadi 88% (sangat valid), validasi materi naik dari 66,25% menjadi 93,75% (sangat valid), dan validasi bahasa memperoleh skor 94% (sangat valid). Rata-rata keseluruhan validitas sebesar 91,92% dengan kategori sangat valid. Tahap implementasi melalui uji coba kelompok kecil (8 siswa) dan kelompok besar (23 siswa) menunjukkan bahwa peserta didik mampu mengaitkan materi dengan budaya daerahnya. Kepraktisan modul memperoleh skor 95% dari guru (sangat praktis). Dengan demikian, modul ajar berbasis pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dinyatakan valid, praktis, dan layak digunakan untuk mendukung pembelajaran IPAS yang kontekstual dan berpusat pada keberagaman budaya peserta didik.    
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP IPA SISWA KELAS V SD Harahap, Ummi Kalsum; Nasution, Mariam; Khairiah, Dina
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i4.8349

Abstract

The background of this research problem is students who are still lacking in the ability to understand the concept of the human digestive system material, students of class 5 of SD Negeri 200215 Padangsidimpuan City who have daily tes scores that are still below 75 score. This can be seen when students are given an initial test on the human digestive system material. This study aims to improve the understanding of science concept of class 5 students of SD Negeri 200215 Padangsidimpuan City. This research is a Classroom Action Research (CAR) with a cycle method. In this study, the researcher served as a teacher. The subjects of this study were students of class 5 of SD Negeri 200215 Padangsidimpuan City. Data collection techniques in this study were obervastion, tests and documentation. Based on the results of the study, it can be concluded that the ability to understand science concept of class 5 students of SD Negeri 200215 Padangisidmpuan City has increased through learning using the picture and picture learning model. The increase in students understanding of science concept is shown based on the tes result that have been presented in cycle I meeting 1 which is 42,85% with an average value of 65,71, cycle I meeting 2 with student completion presentation is 64,28% with an average value of 72,14. In cycle II meeting1 the student completion presentation is 71,42% with an average value of 79,28. And in cycle II meeting 2 the student completion presentation is 85,71% with an average value of 89,28. Because the increase in students understanding of science concepts has achieved the expected action success indicators, it can be concluded that learning model can improve students understanding of science concepts on the human digestive system material in class 5 of SD Negeri 200215 Padangsidimpuan City. ABSTRAK Latar belakang dari masalah penelitian ini adalah siswa yang masih kurang dalam kemampuan pemahaman konsep IPA pada materi sistem pencernaan manusia, siswa kelas V SD Negeri 200215 Kota Padangsidimpuan memiliki nilai ulangan harian yang masih di bawah nilai 75. Hal ini dapat terlihat saat siswa diberikan tes awal mengenai materi sistem pencernaan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep IPA siswa kelas V di SD Negeri 200215 Kota Padangsidimpuan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan metode siklus. Dalam penelitian ini, peneliti bertugas sebagai guru.  Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 200215 Kota Padangsidimpuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, tes dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemahaman konsep IPA siswa kelas V SD Negeri 200215 Kota Padangsidimpuan mengalami peningkatan melalui pembelajaran menggunakan model pembelajaran picture and picture. Peningkatan pemahaman konsep IPA siswa ditunjukkan berdasarkan hasil tes yang telah di persentasekan pada siklus I pertemuan 1 yaitu 42,85% dengan nilai rata-rata 65,71, siklus I pertemuan 2 dengan persentase ketuntasan siswa yaitu 64,28% nilai rata-rata 72,14. Pada siklus II pertemuan 1 persentase ketuntasan siswa yaitu 71,42% dengan nilai rata-rata 79,28 dan pada siklus II pertemuan 2 persentase ketuntasan siswa yaitu 85,71% dengan nilai rata-rata 89,28. Karena peningkatan pemahaman konsep IPA siswa telah mencapai indikator keberhasilan tindakan yang diharapkan, oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran picture and picture dapat meningkatkan pemahaman konsep IPA siswa pada materi sistem pencernaan manusia di kelas V SD Negeri 200215 Kota Padangsidimpuan.
PENERAPAN MEDIA KOMIK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS III SD Harahap, Nur Asiah; Amir, Almira; Khairiah, Dina
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i4.8350

Abstract

The main issue behind this study is the low learning outcomes of students, most of whom have not achieved the minimum passing grade of 75. Based on initial observations, the learning process in the classroom is still conventional and dominated by monotonous lecture methods, with minimal use of engaging learning media. This condition makes students less active and enthusiastic, and the classroom atmosphere becomes unconducive. To overcome this problem, the researcher applied comics as an alternative learning medium that is visual and enjoyable. This study was conducted to improve student learning outcomes in science in grade III at SD Negeri 101800 Ujung Batu Jae, Ujung Batu District, Padang Lawas Utara Regency. This study used the classroom action research (CAR) method, which was carried out in two cycles, with four stages in each cycle: planning, implementation of actions, observation, and reflection. The research subjects consisted of 15 students. Data collection techniques were carried out through observation and learning outcome tests, then analyzed descriptively and quantitatively. The results of the study showed a significant increase in student learning outcomes. In the pre-cycle stage, only 5 students (33.33%) achieved the minimum passing grade. In cycle I, this increased to 10 students (66.66%), and in cycle II, it reached 13 students (86.66%). The average class score also increased from 65.33 to 77.33. In addition, the use of comic media was also able to increase student activity, motivation, and confidence. Thus, comic media proved to be effective as a learning medium that supports the improvement of science learning outcomes and overall student participation. ABSTRAK Masalah utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya nilai hasil belajar siswa yang sebagian besar belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 75. Berdasarkan hasil observasi awal, proses pembelajaran di kelas masih bersifat konvensional dan didominasi oleh metode ceramah yang monoton, serta minimnya penggunaan media pembelajaran yang menarik. Kondisi ini membuat siswa kurang aktif, tidak antusias, dan suasana kelas menjadi tidak kondusif. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, peneliti menerapkan media komik sebagai alternatif media pembelajaran yang bersifat visual dan menyenangkan. Penelitian ini dilaksanakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di kelas III SD Negeri 101800 Ujung Batu Jae, Kecamatan Ujung Batu, Kabupaten Padang Lawas Utara. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam dua siklus, dengan empat tahap pada setiap siklus: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 15 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes hasil belajar, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada hasil belajar siswa. Pada tahap pra-siklus, hanya 5 siswa (33,33%) yang mencapai KKM. Siklus I meningkat menjadi 10 siswa (66,66%), dan pada siklus II mencapai 13 siswa (86,66%). Rata-rata nilai kelas pun meningkat dari 65,33 menjadi 77,33. Selain itu, penggunaan media komik juga mampu meningkatkan keaktifan, motivasi, dan rasa percaya diri siswa. Dengan demikian, media komik terbukti efektif sebagai media pembelajaran yang mendukung peningkatan hasil belajar IPA dan partisipasi siswa secara keseluruhan.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN MELALUI METODE KATA LEMBAGA PADA SISWA KELAS I SD NEGERI Kasim, Cindy Oktafiani; Husain, Rusmin; Monoarfa, Fidyawati; Pulukadang, Wiwi Triyanty; Ardini, Pupung Puspa
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i4.8451

Abstract

This study aims to improve early Reading skills through the “Kata Lembaga” method in Indonesian language learning. The study employed a Classroom Action Research (CAR) approach to address and resolve problems emerging in the classroom. Data were collected through observation sheets and tests. The findings indicate that teacher activity in Cyle I encompassed several aspects categorized as positive. However, in Cyle II, an improvement was observed, with teacher activity classified as very good. Regarding student activity, several aspects in Cyle I required improvement and were generally categorized as fair. In Cycle II, student activity improved significantly and reached the very good category. The use of the “Kata Lembaga” method was found to enhance students’ early Reading skills. In Cycle I, Meeting I, early Reading proficiency had not yet increased, with a percentage score of 25%. In Cycle I Meeting II, the percentage increased to 43%. In Cyle II, Meeting I, the percentage rose substantially to 81%. These findings demonstrate that the implementation of the “Kata Lembaga” learning method can effectively improve the early Reading skills of Grade 1 students at SDN 47 Dumbo Raya. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan melalui metode kata lembaga pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). PTK digunakan sebagai upaya untuk menguasai permasalahan yang muncul di dalam kelas. Data terkumpul melalui lembar observasi dan tes. Hasil penelitian yang ditemukan bahwa aktivitas guru pada siklus I terdapat beberapa aspek kegiatan termasuk pada kategori baik. Tetapi pada siklus II sudah terlihat adanya peningkatan penilaian termasuk pada kategori baik sekali. Untuk hasil aktivitas siswa pada siklus I terdapat beberapa yang perlu ditingkatkan dan masih dalam kategori cukup. Akan tetapi pada siklus II meningkat menjadi lebih baik dan masuk dalam kategori baik sekali. Melalui metode kata lembaga dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa. Pada siklus I pertemuan I belum meningkat dengan nilai presentase 25%. Pada siklus I pertemuan II meningkat dengan nilai presentase 43%. Sedangkan pada siklus II pertemuan I meningkat dengan nilai presentase 81%. Hasil ini menujukkan bahwa penggunaan metode pembelajaran kata lembaga dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa kelas 1 SDN 47 Dumbo Raya.
PERAN KETELADANAN GURU AGAMA KRISTEN DALAM PEMBENTUKAN SPIRITUALITAS SISWA KRISTEN DI SD NEGERI REJOSARI SURAKARTA Bangun, Vanny Yolanda Br.; Juntak, Justin Niaga Siman
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i4.8592

Abstract

This study aims to analyze the role of Christian Religious Education (PAK) teachers’ exemplary character in shaping the spirituality of Christian students at SD Negeri Rejosari Surakarta. The research is motivated by the rise of negative behaviors such as bullying and the weak internalization of spiritual values among students, highlighting the need for teacher exemplarity as a key instrument of faith education. Using a qualitative approach through interviews, observations, and document analysis, this study explores insights from teachers, students, and the principal. The findings reveal that the exemplary life of PAK teachers significantly influences students’ spiritual formation, moral development, and social behavior. Teachers function as spiritual and moral models whose consistent demonstration of love, patience, honesty, and humility is observed, imitated, and internalized by students. Warm teacher–student relationships create a safe spiritual space, while exemplary actions within learning activities make faith values more concrete and meaningful. Teacher exemplarity also contributes to a positive school culture, fostering polite interactions, peaceful conflict resolution, and a harmonious classroom atmosphere. Despite challenges such as religious diversity and the characteristics of digital-era children, institutional support and moral recognition strengthen the teacher’s role. Overall, the study concludes that the exemplarity of PAK teachers serves as the primary foundation of students’ spiritual development and represents the core of Christian pedagogy that integrates faith and daily practice. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keteladanan guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) dalam pembentukan spiritualitas siswa Kristen di SD Negeri Rejosari Surakarta. Latar belakang penelitian berangkat dari meningkatnya perilaku negatif seperti bullying serta lemahnya internalisasi nilai spiritual pada siswa, sehingga keteladanan guru menjadi instrumen penting dalam pendidikan iman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara, observasi, dan analisis dokumen untuk menggali pengalaman guru, siswa, dan kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keteladanan guru PAK memiliki pengaruh signifikan dalam pembentukan iman, karakter, dan perilaku sosial siswa. Guru menjadi model spiritual dan moral yang diamati, ditiru, dan diinternalisasi siswa melalui konsistensi hidup yang mencerminkan kasih, kesabaran, kejujuran, dan kerendahan hati. Relasi guru–siswa yang hangat menciptakan ruang spiritual yang aman, sedangkan keteladanan dalam proses pembelajaran menjadikan nilai iman lebih bermakna. Pengaruh keteladanan juga tampak pada budaya sekolah melalui munculnya interaksi yang sopan, penyelesaian konflik secara damai, serta atmosfer kelas yang harmonis. Penelitian ini juga menemukan tantangan seperti keberagaman agama dan karakter siswa era digital, tetapi dukungan kepala sekolah, fasilitas, dan pengakuan moral memperkuat peran guru. Secara keseluruhan, keteladanan guru PAK terbukti sebagai fondasi utama pembentukan spiritualitas siswa dan merupakan inti pedagogi Kristen yang mengintegrasikan iman dan tindakan.    

Page 2 of 2 | Total Record : 18