cover
Contact Name
I Gde Dharma Atmaja
Contact Email
sangkareangmataram@gmail.com
Phone
+62818361014
Journal Mail Official
sangkareangmataram@gmail.com
Editorial Address
Jl Pemuda No. 59A, Dasan Agung Baru, Mataram
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram
Published by Sangkareang Mataram
ISSN : 23559292     EISSN : 27752127     DOI : -
Jurnal Ilmiah Sangkareang Mataram merupakan jurnal resmi yang memuat artikel ilmiah dari berbagai disiplin keilmuan (bunga rampai) seperti Kesehatan, Kedokteran Hewan, Seni, Teknologi, Teknik, Ekonomi, Kehutanan, Kependidikan dan lain sebagainya
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 402 Documents
MANAJEMEN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA PENDIDIK DI TAMAN PENDIDIKAN AL-QURA’AN (TPQ) AB-HAR SURADADI TIMUR Ira Dianti
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 8 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk menganalisis serta mendeskripsikan pelaksanaan manajemen pengembangan sumber daya pendidik di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) AB-HAR Suradadi Timur dengan pendekatan kualitatif. Jenis penelitian ini adalah diskriptif, metode pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan manajemen pengembangan sumber daya pendidik di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) AB-HAR Suradadi Timur dilaksanakan dengan empat tahapan yaitu: (1) menentukan program, proses yang dibutuhkan lembaga, (2) menyusun program, proses perencanaan pengembangan yang disesuaikan dengan visi, misi, dan tujuan TPQ, (3) melaksanakan program, dan proses yang telah direncanakan, (4) serta mengevaluasi pelaksanaan program yang telah dilaksanakan. Adapun faktor yang mendukung dalam pelaksanaannya adalah kuantitas sumber daya pendidik yang tidak terlalu banyak, motivasi yang tinggi baik dari kepala TPQ maupun dari asātiż serta berbagai dukungan dari masyarakat, dan tokoh-tokoh masyarakat.
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK USIA DINI DI PAUD AINI GERUNG LOMBOK BARAT Una Zaidah; Baiq Fathin Ayu Rakhmawati; Kardi
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 8 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

emberian gizi seimbang pada anak-anak sangat penting dilakukan untuk mendukung perkembangannya secara optimal.Sejak janin dalam kandungan, makanan bergizi merupakan hal yang penting diberikan karena pertumbuhan fisik yang baik sangat tergantung pada gizi makanannya. Aspek kognitif adalah yang berkaitan dengan kegiatan berfikir, kecerdasan kognitif seseorang beratkaitannya dengan status gizi seseorang (Hardiansyah,2007). Perkembangan kognitif adalah perkembangan dari pikiran. Pikiran adalah bagian dari berpikir dari otak, bagian yang digunakan yaitu untuk pemahaman, penalaran, pengetahuan, dan pengertian. Berdasarkan hasil survey menggambarkan ada beberapa anak yang masih tidak dapat menyebutkan beberapa gambar, bentuk benda, warna, huruf dan angka. Hasil survey yang dilakuka ditremukan dari 8 orang anak usia 5 – 6 tahun 3 orang tidak membawa bekal ke sekolah, 4 orang tidak sarapan pagi dan 1 orang anak yang sarapan paginya dengan minum susu. Anak anak pada usia ini memiliki nafsu makan yang kurang sehingga asupan nutrisi dari makanan dalam tubuh berkurang, hal ini disebabkan karena pada masa ini anak anak sedang senang-senangnya bermain. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan status gizi dengan perkembangan kognitif anak usia dini di PAUD AINI dasan Geres Gerung Lombok Barat. Metodologi penelitian: jenis penelitian survey analitik dengan pendekatan crosssectional. Sampel : 42 orang anak usia dini di PAUD AINI Dasan Geres Gerung Lombok Barat. Analisa data dengan menggunakan uji statistik Spearman rho. Hasil penelitian dengan menggunakan alat analisis Spearman Rho. Hasilnya menunjukkan 0,038< 0,05 artinya ada hubungan status gizi dengan perkembangan kognitif anak usia dini di PAUD AINI Dasan Geres Gerung Lombok Barat. Melalui penelitian diharapkan dapat memberikan edukasi kepada anak usia Dini terkait dengan asupan makan bergizi, pola makan yang baik dan sehat. Dan diberikan sosialisasi kepada ibu untuk bisa menyiapkan makanan pada keluarga tentang makanan sehat dan bergizi.
PERLINDUNGAN HUKUM ANAK DISABILITAS DI YAYASAN PENDIDIKAN ANAK INKLUSIF MATARAM Farida Ariany; Erna Fitriatun
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 8 No. 3 (2021): September 2021
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin modernnya suatu negara seharusnya semakin besar perhatiannya dalam menciptakan kondisi yang kondusif bagi tumbuh kembang anak-anak dalam rangka perlindungan. Perlindungan yang diberikan negara terhadap anak-anak meliputi berbagai aspek kehidupan, yaitu aspek ekonomi, sosial, budaya, politik maupun aspek hukum. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Pasal 28 B ayat (2) mengatur secara tegas mengenai hak setiap anak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembangnya serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Ketentuan tersebut ditindak lanjuti dalam Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Perlindungan anak tersebut bertujuan untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak agar hidup, tumbuh, berkemang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari upaya ekploitasi serta ekonomi maupun seksual terhadap anak. Dengan demikian, peraturan perundangundangan telah menjelaskan secara tegas mengenai adanya hak yang sama bagi anak untuk mendapatkan perlindungan, pemeliharaan, perkembangan dan pertumbuhan dalam melangsungan kehidupannya. Semua manusia berhak mendapatkan kesempatan dalam menikmati penyediaan fasilitas publik. Keberadaan fasilitas publik. Keberadaan fasilitas publik juga bukan semata-mata hanya untuk dinikmati oleh mereka yang memiliki tubuh normal saja, tetapi juga kaum penyandang disabilitas juga memiliki hak yang sama. Keberadaan penyandang disabilitas memiliki kedudukan, hak dan kewajiban yang sama dengan masyarakat non disabilitas. Sebagai bagian dari warga negara Indonesia, sudah spantasnya penyandang disabilitas mendapatkan perlakuan khusus, yang dimaksudkan sebagai upaya perlindungan dari kerentanan terhadap berbagai tindakan diskriminasi dan terutama perlindungan dari berbagai pelanggaran hak asasi manusia. Perlakuan khusus tersebut dipandang sebagai upaya maksimalisasi penghormatan, pemajuan, perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia universal. Penelitian ini dikatagorikan sebagai penelitian lapangan (field research), dan merupakan jenis penelitian kualitatif, penelitian ini di sebut penelitian kualitatif apabila jenis dan data analisis data yang digunakan yang bersifat naratif, dalam bentuk pernyataan-pernyataan yang menggunakan penalaran. Kemudian peneliti ini juga menggunakan pendekatan sosiologis empiris, yaitu penelitian non doctrinal yang bertitik tolak pada data primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari objek penelitian.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN CPS Ramnah
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 8 No. 4 (2021): Desember 2021
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu cirri pembelajaran yang berpusat pada siswa adalah melibatkan siswa dalam pemecahan masalah secara kreatif dengan aktivitas belajar siswa tinggi, maka akan menghasilkan hasil belajar siswa lebih baik. Model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) diasumsikan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam pemecahan masalah secara kreatif dan meningkatkan aktivitas serta hasil belajar siswa kelas IV semester I Tahun Ajaran 2019/2020 di SDN 29 Cakranegara pada mata pelajaran IPA. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) yaitu kemampuan pemecahan masalah siswa secara kreatif, dan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Jenis penelitian yang dipergunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus, setiap siklus mempunyai tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Dari hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa Hasil belajar siswa meningkat dari siklus I dan II. Pada siklus I nilai rerata pengetahuan 73.67, dengan ketuntasan 70.45%. Sedangkan pada siklus II nilai rerata pengetahuan 81.84, dengan ketuntasan 86.36%.
HUBUNGAN STATUS KOMORBID DENGAN STATUS AKHIR PASIEN CORONA VIRUS DISEASE (COVID-19) DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH TAHUN 2021 Edy Sahroji; Moch Taufik Hidayatullah
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 8 No. 4 (2021): Desember 2021
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Lombok Tengah merupakan salah satu Kabupaten yang memiliki angka Case Fatality Rate (CFR) tertinggi keempat setelah Kota Mataram (CFR 6,6%), Kabupaten Lombok Barat (CFR 6,6%), dan Kabupaten Sumbawa (CFR 6,6%). Angka CFR Kabupaten Lombok Tengah sampai sampai tanggal 31 Desember 2020 yaitusebesar (CFR 6,0%), dengan kasus konfirmasi sebanyak 301 kasus dan kasus meninggal sebanyak 18 kasus. Bahkan pada bulan juni sesuai dengan release zonasi dan penanganan Covid-19 Provinsi NTB tanggal 04 Juni 2021, Kabupaten Lombok Tengah menempati posisi tertinggi untuk angka CFR sebesar 7,9%, masih di atas angka CFR NTB sebesar 4,5% dan angka Nasional sebesar 2,7%, bahkan jauh di atas angka CFR WHO yang hanya sebesar 2,1%. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status komorbid dengan status akhir pasien COVID-19 di Kabupaten Lombok Tengah tahun 2021. Jenis Penelitian ini penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian Observasional yang bersifat Analitik dengan pendekatan kasus kontrol (Case Control). Populasi sebanyak 301 responden dan sempel sebanyak 36 responden. Dimana sampel pada kelompok kasus sebanyak 18 sampel dan sampel pada kelompok kontrol sebanyak 18 sampel. Hasil analisis uji statistik chi square didapatkan p value = 0,026 (p<0,05), hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara status komorbid dengan status akhir pasien covid-19. Odds ratio 6,4 (95% CI: 1,12–36,44) menunjukkan bahwa pasien COVID-19 dengan komorbid memiliki risiko meninggal dunia 6,4 kali dibandingkan dengan pasien COVID-19 tanpa komorbid. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ada hubungan antara status komorbid dengan status akhir pasien COVID19 di Kabupaten Lombok Tengah tahun 2021. Pasien COVID-19 dengan komorbid memiliki risiko meninggal dunia lebih tinggi dibandingkan dengan pasien COVID-19 tanpa komorbid. Disarankan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah hasil penelitian ini agar dapat dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan untuk lebih menguatkan program-program yang berkaitan dengan status komorbid pasien seperti program PTM dan Lansia.
KAJIAN NASKAH AKADEMIK RENCANA DETAIL TATA RUANG PERKOTAAN GERUNG KABUPATEN LOMBOK BARAT Teddy Hartawan; Eliza Ruwaidah
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 8 No. 4 (2021): Desember 2021
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan ketentuan Pasal 43 ayat (3) Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan dan Pasal 51 ayat (2) Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perudangundangan bahwa penyusunan Rancangan Peraturan Daerah harus didahului dengan penyusunan naskah akademik sebagai landasan teoritis dan kajian pemikiran ilmiah terkait substansi yang disusun. Termasuk penyusunan Rancangan Peraturan Daerah Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Strategis Perkotaan Gerung. Tujuan Kajian Naskah Akademik rencana detail tata ruang perkotaan Gerung, adalah untuk menguraikan argumentasi filosofis, sosiologis dan yuridis serta dampak sosial, ekonomi, dan budaya mengenai perlunya pengaturan; serta mengelaborasi sasaran, arah dan jangkauan serta ruang lingkup pengaturan; menyediakan bahan materi sebagai dasar perumusan pengaturan hukum Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Ruang yang komprehensif dan mencakup seluruh aspek penataan ruang, sehingga tersedia sistem hukum tata ruang yang efektif, mudah dipahami baik oleh masyarakat umum maupun oleh aparatur negara sehingga efektif dijalankan; menggali dasar-dasar teoritik untuk memberikan masukan akademik tentang urgensi dalam pembentukan peraturan daerah tentang Rencana Detail Tata Ruang, sehingga dapat menjadi landasan ilmiah bagi penyusunan rancangan peraturan daerah tersebut; Metode yang digunakan dalam penyusunan naskah akademik ini adalah metode yuridis empiris atau dikenal juga dengan penelitian sosiolegal dan metoda yuridis normatif yang dilakukan melalui studi pustaka untuk menelaah data sekunder berupa peraturan perundangan, hasil penelitian dan referensi lainnya. Penelitian sosiolegal dilakukan dengan menelaah kaidah-kaidah hukum dalam peraturan perundangan yang sudah ada secara normatif dilanjutkan dengan observasi mendalam untuk mendapatkan data terkait faktor-faktor yang berpengaruh terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Perkotaan Gerung. Hasil dari kajian ini terdapat kesimpulan bahwa guna mengarahkan pembangunan di Kabupaten Lombok Barat dengan memanfaatkan ruang wilayah secara efisien, efektif, serasi, selaras, seimbang, dan berkelanjutan dalam upaya meningkatkan kesejahtera-an masyarakat guna mewujudkan keterpaduan pembangunan antar sektor, program, dan wilayah maka rencana tata ruang wilayah merupakan acuan dalam pelaksanaan pembangunan yang dilaksanakan pemerintah, masyarakat dan/atau dunia usaha, perlu segera disusun dan ditetapkan Rencana Detail Tata Ruang sehingga mendukung jalanannya program penataan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang yang komprehensif. Berdasarkan hal diatas maka disimpulkan bahwa dokumen Rencana Detail Tata Ruang yang telah disusun dapat segera dituangkan dalam rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Lombok Barat tentang Rencana Detail Tata Ruang Kawasan Strategis Perkotaan Gerung untuk dibahas dan ditetapkan.
PEMETAAN TINGKAT RESIKO KEKUMUHAN DI DUSUN KARANG SWELA KABUPATEN LOMBOK UTARA Indah Arry Pratama; Ni Putu Ety Lismaya Dewi
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 8 No. 4 (2021): Desember 2021
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan wilayah sangat dipengaruhi oleh tingkat pertumbuhan penduduknya. Dengan semakin meningkatnya pertumbuhan penduduk ini maka semakin tinggi pula kebutuhan lahan di wilayah tersebut. Oleh karena itu, tingkat kepadatan di kawasan perkotaan cenderung lebih tinggi dari pada dikawasan rural karena tingkat aktivitas penduduk diperkotaan yang cenderung lebih tinggi. Perkembangan daerah urban mengubah lahan dengan tutupan vegetasi menjadi permukaan yang kedap air dengan kapasitas penyimpanan air yang kecil atau tidak ada sama sekali. Aktivitas yang paling dominan terhadap penggunaan lahan adalah aktivitas bertempat tinggal (pemukiman). Aktivitas ini memakan lebih dari 50% dari total lahan yang ada, sehingga sekarang banyak bermunculan kawasan pemukiman dengan konsep vertikal untuk mengurangi permasalahan akan keterbatasan lahan pemukiman. Sebagai Daerah yang sedang berkembang Kabupaten Lombok Utara akan menghadapi permasalahan yang umum dijumpai oleh wilayah kota/perkotaan, yaitu munculnya kawasan permukiman kumuh, seperti halnya Dusun Karang Swela yang berada di Kecamatan Tanjung yang merupakan pusat pemerintah Kabupaten Lombok Utara. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan Identifikasi Risiko pada deliniasi kawasan yang memiliki potensi kumuh atau menjadi kumuh baru. Berdasarkan hasil hasil identifikasi potensi risiko permukiman kumuh Dusun Karang Swela berada pada tingkat kekumuhan ringan dengan penanganan prioritas pada pembangunan dan perbaikan saluran pembuangan limbah, jalan lingkungan dan normalisasi sistem drainase.
PENGARUH FERMENTASI FESES SAPI DAN LIMBAH RUMAH TANGGA DAN TEKNOLOGI RAK BERTINGKAT TERHADAP PRODUKTIVITAS CACING TANAH (Lumbricus rubellus) Novita Sastia Lihin; Mashur; Candra Dwi Atma; Dina Oktaviana
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 8 No. 4 (2021): Desember 2021
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan feses sapi dan limbah rumah tangga fermentasi sebagai media budidaya dan teknologi sistem rak bertingkat terhadap produktivitas (produksi kokon, biomassa dan eksmecat) cacing tanah Lumbricus rubellu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial.Hasil penelitian menunjukkan bahwa cara fermentasi bahan media baik secara aerob maupun anaerob dan tingkat rak pada sistem budidaya rak bertingkat tiga tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah biomassa (ekor), jumlah kokon (butir) dan produksi eksmecat (kg), tetapi fermentasi bahan media berpengaruh nyata (P< 0,05) terhadap bobot biomassa (gram) dan rak bertingkat berpengaruh nyata terhadap bobot kokon (gram) cacing tanah Lumbricus rubellus pada penggunaan media campuran 50% campuran feses sapi dengan 50% limbah rumah tangga. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa fermentasi bahan media campuran 50% feses sapi + 50% limbah organik rumah tangga pada budidaya cacing tanah Lumbricus rubellus dengan sistem rak bertingkat berpengaruh nyata terhadap bobot biomassa,dengan bobot biomassa tertinggi 32,0 gram per kotak sarang dihasilkan pada perlakuan fermentasi secara anaerob.Tingkat rak juga berpengaruh nyata terhadap bobot kokon, dengan bobot kokon tertinggi 0,538 gram per kotak sarang dihasilkan pada rak bertingkat 1.
“PROSES AWAL” PAMERAN TUGAS AKHIR SENI RUPA UNDIKMA Lalu Aswandi Mahroni G.
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 8 No. 4 (2021): Desember 2021
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses awal menjadi konsep pemikiran pelaksanaan pameran untuk mengetahui kemampuan titik awal kemandirian mahasiswa dalam menempuh kegiatan pameran di luar institusi perguruan tinggi. Pameran akan menjadi pembelajaran terbaik guna mengevaluasi hasil dari pelaksaan perkuliahan selama ini. Pameran ini merupakan agenda tahunan yang akan terus dilakasanakan oleh program studi seni rupa yang dilakukan secara kondisional dengan pertimbangan waktu dan tempat. Pameran karya tugas akhir mahasiswa dengan konsep partisipasi mahasiswa tingkat lain menjadi penyemarak kegiatan, keseluruhan karya menampilkan karya seni lukis, seni patung, seni grafis, sketsa, dan karya fotografi dan dilaksanakan dari tanggal 6 sampai dengan 13 Desember 2021 di Fakultas Budaya, Manajemen, dan Bisnis Undikma.
HUBUNGAN PEMBERIAN INFORMED CONSENT DENGAN KECEMASAN ORANG TUA SAAT PEMASANGAN INFUS PADA ANAK DI IGD RSUD ULIN BANJARMASIN Siti Sahliana; Umi Hanik Fetriyah; Esti Yuandari
JURNAL SANGKAREANG MATARAM Vol. 8 No. 4 (2021): Desember 2021
Publisher : SANGKAREANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Informed consent tindakan dalam pemasangan infus atas dasar penjelasan yang diberikan oleh perawat. Akan tetapi, di rumah sakit banyak perawat tidak menjelaskan informed consent prosedur tindakan secara adekuat sehingga dapat menimbulkan kecemasan bagi orangtua yang dapat memperhambat tindakan yang akan dilakukan sehingga memperlambat proses penyembuhan anak. Tujuan : Menganalisa hubungan pemberian informed consent dengan kecemasan orangtua saat dilakukan tindakan pemasangan infus pada anak di IGD RSUD Ulin Banjarmasin. Metode : penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dan sampel adalah orang tua pasien anak yang akan dilakukan tindakan pemasangan infus di IGD RSUD Ulin Banjarmasin bulan Juli 2019 berjumlah 75 orang diambil dengan teknik accidental sampling. Data dianalisis menggunakan Chi square. Hasil : Hasil analisis uji Chi-Square test antara variabel pemberian informed consent dengan kecemasan orang tua saat pemasangan infus pada anak di IGD RSUD Ulin Banjarmasin, dengan hasil uji statistik memperlihatkan bahwa p (0,013) < α (0,05). Simpulan : Ada hubungan pemberian informed consent dengan kecemasan orang tua saat dilakukan tindakan pemasangan infus pada anak di IGD RSUD Ulin Banjarmasin. Diharapkan perawat/dokter untuk membina hubungan saling percaya dengan orang tua serta menjelaskan prosedur informasi yang dilakukan, hal ini untuk mengurangi rasa cemas terutama yang dapat menimbulkan rasa nyeri pada anak.