cover
Contact Name
Ahmad Saleh Harahap
Contact Email
ahmadsaleh@unib.ac.id
Phone
+6285216150612
Journal Mail Official
buletin_pt@unib.ac.id
Editorial Address
Gedung Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu Jl WR Supratman Kandang Limun, Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Buletin Peternakan Tropis (Bulletin of Tropical Animal Science)
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 27221733     EISSN : 27220788     DOI : -
Buletin Peternakan Tropis (Bul. Pet. Trop.) (Bulletin of Tropical Animal Science) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Badan Penerbitan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu berkolaborasi dengan Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Buletin Peternakan Tropis merupakan jurnal yang menerbitkan artikel ilmiah berdasarkan peer-review double blind yang bertujuan untuk menyebarluaskan semua informasi yang berkontribusi pada pemahaman dan pengembangan peternakan di daerah tropis dengan menerbitkan makalah penelitian asli, artikel telaah pustaka. kasus lapangan dan gagasan asli. Jurnal ini mencakup semua aspek yang berkaitan dengan Peternakan dan Veteriner di daerah tropis. Buletin Peternakan Tropis terbit dua kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Mei dan Nopember. Focus and Scope: Produksi Ternak, Nutrisi dan Teknologi Pakan Ternak, Sosial Ekonomi Peternakan, Teknologi Hasil Peternakan, Genetika dan Pemuliaan Ternak, Reproduksi Ternak, Teknologi Hasil Ikutan Ternak, Hijauan Pakan Ternak, Aneka Hewan Potensial, Kesehatan Ternak
Articles 131 Documents
Rendemen, Nilai pH, Kadar Air dan Daya Buih Tepung Kuning Telur Limbah Penetasan dengan Penambahan Ragi Tape Nurramadhan, Dodi
Buletin Peternakan Tropis Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.5.1.15-23

Abstract

The purpose of the study was to evaluate the addition of yeast tape to the yield, pH, moisture content, and foaming force of egg yolk flour derived from hatchery waste. A total of 150 hatchery waste chicken eggs were divided into 5 treatments and 4 groups in a Randomized Block Design. The treatments are egg yolk without the addition of yeast tape (control), egg yolk with yeast tape 0.25%; 0.50%; 0.75%, and 1%. The data obtained were analyzed using ANOVA and continued with Duncan's multiple range test for a treatment that had a significant effect. The results showed that the addition of yeast tape to the produce of egg yolk flour waste from the hatchery had an effect (P<0.05) on yield significantly, but no significant effect (P>0.05) on pH value, moisture content, and foaming force. The yield value on the addition of 0.75%  tape yeast was markedly higher than the addition of 0.25%; 0.5%,  and 1%, however, it did not apply to treatment without the addition of yeast tape. The range of yield, pH values, moisture content, and foaming force respectively is as follows: 39.33% - 41.44%; 5.65-5.88; 5,0%-6,0%; and 40%-60. There was no difference in pH value, moisture content, and foaming power without and with the addition of yeast tape up to 1% in egg yolk flour from hatchery waste, but the yield decreased in the treatment with addition of yeast tape 0.25% and 0.5% compared no addition of yeast tape..   Key words: Physical Quality, Tape Yeast, Hatchery Waste, Egg Yolk Flour   ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari penambahan ragi tape pada pembuatan tepung kuning telur yang berasal dari limbah penetasan terhadap persentase rendemen, pH, kandungan air dan daya buih. Sebanyak 150 butir telur ayam limbah penetasan dibagi kedalam 5 perlakuan dan 4 kelompok dalam Rancangan Acak Kelompok. Perlakuannya adalah kuning telur tanpa penambahan ragi tape (P0), kuning telur dengan penambahan ragi tape 0,25% (P1); 0,50%(P2); 0,75% (P3), dan 1% (P4). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan sidik ragam  dan dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan untuk perlakuan yang memberi pengaruh nyata mempengaruhi. Penambahan ragi tape pada pembuatan tepung kuning telur limbah dari  penetasan nyata (P<0,05) mempengaruhi  persentase rendemen, tetapi tidak nyata  (P>0,05) mempengaruhi nilai pH, kandungan air dan daya buih tepung kuning telur. Persentase rendemen pada penambahan ragi tape 0,75% (P3) nyata lebih tinggi dibanding penambahan 0,25% (P1); 0,5% (P2)  dan 1% (P4), namun tidak berbeda dibanding P1 (kontrol). Kisaran persentase rendemen tepung kuning telur antara 39,33% hingga 41,44%. Sementara, kisaran nilai pH, kandungan air dan daya buih berturut-turut adalah sebagai berikut : 5,65 hingga 5,88; 5,0% hingga 6,0%; dan 40% hingga 60% dengan nilai rata-rata pH 5,76, kandungan air 5,5%  dan daya buih 47%. Tidak ada perbedaan nilai pH, kandungan air dan daya buih tanpa dan dengan penggunaan ragi tape sampai 1% pada tepung kuning telur dari limbah penetasan, tetapi rendemen menurun  pada perlakuan penambahan ragi tape 0,25% dan 0,5% dibanding tanpa penambahan ragi tape.   Kata kunci: Kualitas Fisik, Limbah Penetasan, Ragi Tape, Tepung Kuning Telur
Pengaruh Pemberian Sari Biji Mentimun dalam Air Minum terhadap Deposisi Lemak Broiler Agnes, Shilvani; Santoso, Urip; Warnoto
Buletin Peternakan Tropis Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.4.2.153-157

Abstract

This study aims to evaluate the effect of giving cucumber seed extract to broiler fat deposition. This study used a completely randomized design with 4 treatments and 5 replications. A total of 160 broilers aged 4 days were distributed into 4 treatments, namely drinking water treatment without cucumber seed extract (P0), 30 ml cucumber seed extract/liter drinking water (P1), 40 ml cucumber seed extract/l drinking water (P2) , and 50 ml of seed extract/l drinking water (P3). The results of analysis of variance in administration of cucumber seed extract had a very significant effect (P<0.01) on abdominal fat, total fat, significant effect (P<0.05) on sartorial fat and proventriculus fat, but had no significant effect (P>0, 05) against gizzard fat, heart fat and neck fat. In conclusion, administration of cucumber seed extract reduced the deposition of abdominal fat, sartorial fat, proventriculus fat and total fat in broiler chickens   Keywords: Fat deposition, cucumber seed, broiler chickens   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian sari biji mentimun  terhadap deposisi lemak broiler. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap  dengan 4 perlakuan 5 ulangan. Sebanyak 160 ekor broiler umur 4 hari didistribusikan ke dalam 4 perlakuan, yaitu perlakuan air minum tanpa sari biji mentimun (P0), 30 ml sari biji  mentimun/liter air minum (P1), 40 ml sari biji  mentimun/l air minum (P2), dan 50 ml sari biji/l air minum (P3). Hasil analisis ragam pada pemberian sari biji mentimun berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap lemak abdomen, lemak total, berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap lemak sartorial dan lemak proventrikulus, tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap lemak gizzard, lemak jantung dan lemak leher. Pemberian sari biji mentimun menurunkan deposisi lemak abdomen, lemak sartorial, lemak proventrikulus dan lemak total pada ayam broiler.   Kata kunci: deposisi lemak, biji mentimun, broiler
Pengaruh Suplementasi Kunyit (Curcuma domestica) yang Dicampurkan dalam Pakan terhadap Performa Produksi Ayam Petelur Septiana, Septiana; Kaharuddin, Desia; Kususiyah; Kususiyah, Kususiyah
Buletin Peternakan Tropis Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.4.2.114-118

Abstract

Supplementation of turmeric powder (TK) mixed into the feed was carried out with the aim of evaluating its effect on the production performance of laying hens. This study meets the requirements for using RAL treatments consisting of four with 10 replications. P0 is without TK supplementation (control), P1 is 0.75% TK supplementation; P2 is 1,5% TK, and P3 supplementation is 2.25% TK. In this study, the variables observed were feed consumption, egg mass produced, egg weight, total production, egg production (%) and feed conversion. TK supplementation in feed up to 2.25% results showed no significant effect (P>0.05) on feed consumed, mass of eggs produced, egg production (%) and ration conversion, but the results had a significant effect (P>0.05 ) on total egg production and weight. This research concluded that TK (Curcuma domestica) supplementation up to a level of 2.25% could maintain feed consumption, mass production, egg production (%) and feed conversion. This supplementation reduced total egg production and increased egg weight.   Key words: Laying chickens, Turmeric flour, Production performance   ABSTRAK Suplementasi  TK  yang dicampurkan dalam pakan dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi pengaruhnya  terhadap performa produksi ayam petelur. Penelitian ini memenuhi syarat untuk mengggunakan RAL perlakuan terdiridari empat  dengan ulangan berjumlah 10. P0 adalah tanpa suplementasi TK (kontrol), P1 adalah  suplementasi  TK 0,75 %; P2 adalah   1,5 % TK, dan P3 suplementasi TK 2,25 %.  Pada penelitian ini peubah yang diamati adalah  pakan yang konsumsi, massa telur yang diproduksi, berat telur, total produksi,  produksi telur (%)  dan konversi pakan. Suplementasi TK dalam pakan sampai 2,25% hasilnya menunjukkan pengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap pakan yang dikonsumsi,  massa telur yang produksi,  produksi telur (%) dan konversi ransum, tetapi hasilnya nyata berpengaruh (P>0,05) terhadap total produksi dan  berat telur. Penelitian ini disimpulkan bahwa suplementasi TK (Curcuma domestica) sampai level 2,25% dapat mempertahan konsumsi pakan, produksi massa,  produksi telur (%) dan konversi pakan suplementasi ini menurunkan total produksi telur dan meningkatkan berat telur.   Kata kunci: Ayam petelur, Tepung kunyit, Performa produksi
Produktivitas Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) dengan level pemberian POC (Pupuk Organik Cair) Kulit Bawang Merah (Allium cepa L) yang Berbeda Amaliah, Reski; Ramadani, Dewi; Nursani
Buletin Peternakan Tropis Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.4.2.102-107

Abstract

Allium cepa L skin waste is one of the household wastes that is still rarely used and thrown away, even though this waste can be processed into liquid organic fertilizer to replace chemical fertilizers such as urea, which provides fertility to plants such as elephant grass. The purpose of this study was to evaluate the effect of onion skin organic fertilizer (POC) on Pennisetum purpureum productivity, consisting of plant height, number of leaves, number of tillers, and fresh weight, and to determine the concentration or dose of Allium cepa L skin POC that gives the best results on Pennisetum purpureum productivity. Method of research design was Complete Random Design (CRD) with 5 treatments and 4 replicates, so that 20 experimental units were obtained. The treatments of the study were A1: without fertilizer (control), A2: POC Allium cepa L skin 25 mL/polybag (pot), A3: POC Allium cepa L skin 50 mL/polybag (pot), A4: POC Allium cepa L skin 75 mL/polybag (pot), and A5: POC Allium cepa L skin 100 mL/polybag (pot). The results of the analysis showed that the provision of Allium cepa L skin POC at different levels had a significant difference (P <0.05) on Pennisetum purpureum productivity consisting of plant height, number of leaves, and fresh weight. while the number of tillers showed no significant difference (P > 0.05). The conclusion of this study is that the provision of Allium cepa skin POC with different levels has a significant effect on the productivity of Pennisetum purpureum consisting of plant height, number of leaves and higher fresh weight. Giving with a concentration of 50 mL/polybag is the best treatment for Pennisetum purpureum productivity.   Key words: Allium cepa L, POC, Productivity, Pennisetum purpureum.   ABSTRAK Limbah kulit bawang merah merupakan salah satu limbah rumah tangga yang masih jarang digunakan dan dibuang begitu saja, padahal limbah ini dapat diolah menjadi pupuk organik cair untuk menggantikan pupuk kimia seperti urea yang memberikan kesuburan pada tanaman seperti rumput gajah. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi pengaruh pemberian pupuk organik cair (POC) kulit bawang merah terhadap produktivitas rumput gajah yang terdiri tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, dan berat segar serta mengetahui efektivitas konsentrasi/dosis dari POC kulit bawang yang memberikan hasil terbaik terhadap produktivitas rumput gajah. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri 5 perlakuan dan 4 ulangan sehingga diperoleh 20 unit percobaan. Perlakuan dari penelitian adalah A1 : tanpa pemberian pupuk (kontrol), A2 : POC kulit bawang merah 25 mL/polybag (pot), A3 : POC kulit bawang merah 50 mL/polybag (pot), A4 : POC kulit bawang merah 75 mL/polybag (pot), A5 : POC kulit bawang merah 100 mL/polybag (pot). Hasil analisis menunjukkan bahwa pemberian POC kulit bawang merah dengan level berbeda terdapat perbedaan nyata (P<0.05) terhadap produktivitas rumput gajah yang terdiri tinggi tanaman, jumlah daun dan berat segar. Sedangkan untuk jumlah anakan menunjukkan tidak adanya perbedaan nyata (P>0.05).  Kesimpulan pada penelitian ini yaitu pemberian POC kulit bawang merah dengan level meningkatkan produktivitas rumput gajah yang terdiri tinggi tanaman, jumlah daun dan berat segar lebih tinggi. Pemberian dengan konsentrasi 50 mL/polybag (pot) merupakan perlakuan terbaik untuk produktivitas rumput gajah.   Kata kunci: Kulit bawang merah, POC, Produktivitas, Rumput gajah
Respon Pemberian Pupuk Organik Cair Bonggol Pisang dan Ampas Tahu Terhadap Pertumbuhan Tanaman Rumput Odot (Pennisetum purpureum cv.mott) Nursani, Nursani; Lestari, Rika Hari; Amaliah, Reski; Arisandi, Sri
Buletin Peternakan Tropis Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.4.2.143-147

Abstract

The research aim to see efectiviness of using banana humps POC and tofu cake on the growth of Odot grass. This study implemented Randomized Group Design (RGD) with 5 different treatment, then each treatment was repeated 4 times. These treatment include: P0 (control), P1 (banana humps POC 100 ml), P2 (banana humps POC 200 ml), P3 (tofu cake POC 100 ml), P4 (tofu cake POC 200 ml). The results of this study indicate that the aplication of banana humps POC and tofu  cake POC 100 ml and 200 ml has a significant impact (P<0.05) on plant height, number of leaves, number of tillers and plant fresh weight. The conclusion was that optimal development of Odot grass plants was seen in treatments P2 (banana humps POC 200 ml) and P4 (tofu cake POC 200 ml).   Keywords: Banana humps, Tofu cake, Odot grass, Growth   ABSTRAK Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat efektivitas penggunaan POC bonggol pisang dan  POC ampas tahu terhadap pertumbuhan rumput Odot. Penelitian ini menerapkan RAK (rancangan acak kelompok) dengan 5 perlakuan yang berbeda, kemudian masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Perlakuan tersebut mencakup: P0 (kontrol), P1 (POC bonggol pisang 100 ml), P2 (POC bonggol pisang 200 ml), P3 (POC ampas tahu 100 ml), P4 (POC ampas tahu 200 ml). Hasil penelitian mengidentifikasi bahwa penggunaan POC bonggol pisang dan POC ampas tahu dengan konsentrasi 100 ml dan 200 ml memiliki dampak yang signifikan (P<0.05) pada tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan dan berat segar tanaman. Kesimpulannya adalah bahwa perkembangan optimal dari tanaman rumput Odot terlihat pada perlakuan P2 (POC bonggol pisang 200 ml) dan  P4 (POC ampas tahu 200 ml).   Kata kunci: Bonggol pisang, Ampas tahu, Rumput odot, Pertumbuhan
Pengaruh Penggunaan Pelepah Sawit, Bungkil Inti Sawit, dan Lumpur Minyak Sawit Dalam Pakan terhadap Kecernaan dan Pertambahan Berat Badan Sapi Hidayat, Hidayat; Akbarillah, Tris; Jarmuji, Jarmuji
Buletin Peternakan Tropis Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.4.2.135-142

Abstract

The research was conducted to evaluate three different diets, P1 (grass and concentrate non palm oil by-product) representing farmers rearing cattle out of oil palm estate, P2 (grass, chopped palm oil frond, and concentrate based on palm oil by-product) representing farmers rearing cattle on oil palm estate which is grass is still available, and P3 (chopped palm oil frond and concentrate based on palm oil by-product) representing farmers rearing cattle on oil palm estate, grass is absent. The result showed that digestibility coefficient of dry matter of P1, P2, and P3 in respective order were 61.67%, 57.54%, and 50.05%. TDN values of P1, P2, and P3 were 61.04%, 57.58%, and 55.19% respectively. In addition, the average of dry matter intake of P1, P2, and P3 were 3.338 kg/head/day, 1.954 kg/head/day, and 1.310 kg/head/day. The average daily gain of P1, P2, and P3 were 0.46 kg/head/day (P1), 0.17 kg/head/day (P2), and 0.06 kg/head/day respectively. The utilization of feedstuffs from oil palm estate origin needs to be improved, especially on formulation. So that they could be expected to replace grass which is missing as the canopy of oil palm trees covering the land.   Keywords: palm kernel cake, palm oil frond, Bali cattle   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sumber daya yang tersedia diperkebunan dan pabrik pengolahan sawit sebagai pakan untuk produksi ternak sapi. Percobaan ini akan menguji 3 perlakuan pakan yang akan dicobakan pada sapi. Dua belas ekor sapi dibagi menjadi 3 perlakuan, masing-masing terdiri dari 4 ulangan untuk menguji 3 macam diet, yaitu P1 (Rumput+konsentrat), P2 (Rumput+pelepah+konsentrat), dan P3 (pelepah+konsentrat), menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Percobaan dilakukan selama 3 bulan. Peubah yang diamati adalah kandungan gizi dan energi untuk masing-masing perlakuan, rumput, pelepah sawit dan pakan konsentrat, palatabilitas, konsumsi dan kecernaan zat gizi pakan, serta perubahan berat ternak. Rerata koefisien cerna BK pakan P1, P2, dan P3 adalah 61,67%, 57,54%, dan 50,05%. Rerata nilai TDN pakan P1, P2, dan P3 berturut-turut adalah 61,04%, 57,58%, dan 55,19%. Rerata konsumsi bahan kering P1, P2, dan P3 berturut-turut adalah 3,338 kg/ekor/hari, 1,954 kg/ekor/hari, dan 1,310 kg/ekor/hari. Pertambahan berat badan sapi ini tercatat setara dengan 0,46 kg/ekor/hari (P1), 0,17 kg/ekor/hari (P2), dan 0,06 kg/ekor/hari. Penggunaan pakan berbasis kebun sawit dan limbah pabrik pengolahan sawit masih perlu diformulasikan lagi agar dapat memberikan tampilan yang setara dengan penggunaan rumput.   Kata kunci: bungkil inti sawit, pelepah sawit, sapi Bali.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Kitolod (Isotoma longiflora) terhadap Panjang dan Bobot Saluran Pencernaan serta Kinerja Pertumbuhan Ayam Broiler Dani, Muhammad; Hendrawan, Hendrawan; Amrullah, Amir Husaini Karim; Harahap, Ahmad Saleh; Warnoto, Warnoto
Buletin Peternakan Tropis Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.4.2.108-113

Abstract

The aim of study is to determine the ability of kitolod leaves given through drinking water as a substitute for antibiotics in terms of growth performance, weight, and length of the small intestine of broiler. The method used is a Complete Random Design with 5 treatments of 4 tests and each test consists of 10 chickens. Details of the treatment: TO = 0% kitolod leaf extract; T1 = tetracycline antibiotics; T2 = 0.5% kitolod leaf extract; Q3: 3.0% kitolod leaf extract, and T4 = 4.5% kitolod leaf extract. The variables observed in this study are the Performance of broiler chickens (feed consumption, weight gain, and feed conversion) and the weight and length of the small intestine of broiler chickens. The results showed that there was no noticeable effect (P>0,05) of giving kitolod leaf extract on the growth performance, weight, and length of the gastrointestinal tract of broiler chickens. Pemberian extract of kitolod leaves up to 4.5% through drinking water has not able to increase the growth performance, weight, and length of the small intestine of broiler.   Key words: Small Intestine, Weight Gain, Feed Consumption, Feed Conversion.   ABSTRAK Penelitian bertujuan untuk mengetahuai kemampuan ekstrak daun kitolod yang diberikan melalui air minum sebagai pengganti antibiotik ditinjau dari peforma pertumbuhan, bobot dan panjang usus halus ayam broiler. Metode yang dipakai yaitu Rancangan Acak Lengkap, 5 perlakuan, 4 ulangan (10 ekor ayam pada tiap ulangan). Rincian dari perlakuan: TO = 0% ekstrak daun kitolod; T1 = antibiotik tetracyclin; T2 = 1,5% ekstrak daun kitolod; T3: 3,0% ekstrak daun kitolod; dan T4 = 4,5% ekstrak daun kitolod. Variabel yang diamati pada penelitian ialah: Performa ayam broiler (konsumsi pakan, PBB, dan FCR) dan bobot serta panjang usus halus ayam broiler. Hasil Tidak ada pengaruh yang nyata (P>0,05) pemberian ekstrak daun kitolod terhadap kinerja pertumbuhan, bobot dan panjang saluran pencernaan ayam broiler. Pemberian ekstrak daun kitolod sampai 4,5% melalui air minum belum mampu meningkatkan kinerja pertumbuhan, bobot dan panjang usus halus broiler.   Kata kunci: Usus Halus, Konsumsi Pakan, PBB, FCR
Sifat Fisik dan Organoleptik Bakso Daging Puyuh dengan Penggunaan Jenis Tepung yang Berbeda. Rahayu, Risma Dewi Nur; Suharyanto; Warnoto; Bilyaro, Woki
Buletin Peternakan Tropis Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.4.2.176-187

Abstract

This study aims to identify the physical and organoleptic characteristics of quail meatballs using various types of flour. The research was conducted in June 2021 with 4 treatments with 3 replications, i.e., meatballs using 20% tapioca flour (PO), 14% tapioca flour + 6% sago flour (P1), 14% tapioca flour + 6% corn flour (P2), 14% tapioca flour + 6% taro flour (P3). The observed variables were pH, moisture content, water binding capacity, emulsion stability, and organoleptic characteristics consisting of color, aroma, taste, texture, chewiness and generally appearance. Physical characteristics data were analyzed by variance (anova) and further test with Duncan's Multiple Range Test (DMRT), organoleptic data were analyzed descriptively. The results showed that the use of various types of flour in quail meatballs had a significant (P<0.05) effect on the pH, moisture content and emulsion stability value, but no significant (P>0.05) effect on the water binding capacity value. Hedonic quality organoleptic characteristics show the use of various types of flour in quail meatballs has an effect on aroma and chewiness, with no effect on color, taste, texture. The hedonic test shows that the use of different types of flour in quail meatballs has an effect on color and general appearance, but not on aroma, taste, texture, chewiness. The conclusion was the use of various types of flour in quail meatballs had an effect on pH value, moisture content, and emulsion stability, with no effect on water binding capacity. The use of 14% tapioca flour and 6% corn flour produced quail meatballs with the highest emulsion stability value and was highly favored by panelists.   Keywords: meatballs, physicochemical, organoleptic, quail, flour.   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas fisik dan organoleptik bakso daging puyuh yang menggunakan jenis tepung yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2021. Penelitian menggunakan 4 perlakuan dengan 3 ulangan, yaitu bakso menggunakan tepung tapioka 20% (PO), tepung tapioka 14% + tepung sagu 6% (P1), tepung tapioka 14% + tepung jagung 6% (P2), tepung tapioka 14% + tepung talas 6% (P3). Variabel yang diamati yaitu pH, kadar air, daya mengikat air, stabilitas emulsi, dan sifat organoleptik berupa warna, aroma, rasa, tekstur, kekenyalan dan penampilan umum. Data sifat fisik dianalisis ragam (anova) dan uji lanjut dengan Duncan's Multiple Range Test (DMRT), data organoleptik dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan jenis tepung yang berbeda pada bakso daging puyuh berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap nilai pH, kadar air dan nilai stabilitas emulsi, tetapi berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap nilai daya mengikat air. Sifat organoleptik mutu hedonik menunjukkan penggunaan jenis tepung yang berbeda pada bakso daging puyuh berpengaruh terhadap aroma dan kekenyalan, tetapi tidak pada warna, rasa, tekstur. Uji hedonik menunjukkan penggunaan jenis tepung yang berbeda pada bakso daging puyuh berpengaruh terhadap warna dan penampilan umum, tetapi tidak pada aroma, rasa, tekstur, kekenyalan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan jenis tepung yang berbeda pada bakso daging puyuh berpengaruh terhadap nilai pH, kadar air, dan stabilitas emulsi, tetapi tidak pada daya mengikat air. Penggunaan tepung tapioka 14% dan tepung jagung 6% menghasilkan bakso daging puyuh dengan nilai stabilitas emulsi paling tinggi dan sangat disukai panelis.   Kata kunci: bakso, fisikokimia, organoleptik, puyuh, tepung
Pengaruh Substitusi Tepung Tapioka dengan Tepung Uwi Ungu terhadap Aktivitas Antioksidan dan Sifat Fisikokimia Bakso Daging Ayam selama Penyimpanan Suhu Dingin Nurmasytha, Andi; Hajrawati, Hajrawati; Malaka, Ratmawati
Buletin Peternakan Tropis Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.4.2.188-198

Abstract

Meatball is a processed meat product that has a relatively short shelf life (prone to spoilage). One of the causes of spoilage in meatballs is oxidation, especially during storage. Natural antioxidant compounds found in purple sweet potato flour are capable of inhibiting oxidation and improving the physicochemical properties of meatballs. This research aimed to evaluate the influence of substituting tapioca flour with purple sweet potato flour on the antioxidant activity and physicochemical properties of chicken meatballs during refrigerated storage (4°C). The substitution treatments of purple sweet potato flour were 0%, 25%, 50%, and BHT 0.01%, with storage durations of 0, 6, 12, and 18 days. The parameters tested included antioxidant activity (DPPH), pH value, color (L*, a*, and b*), and TBARS value. The results showed that substituting tapioca flour with purple sweet potato flour significantly affected the DPPH value, L*, a*, b*, and TBARS, but did not significantly impact the pH value of the meatballs. Based on the research findings, it can be concluded that substituting tapioca flour with purple sweet potato flour can enhance the antioxidant activity, physicochemical properties, and shelf life of chicken meatballs for up to 18 days at 4°C. Purple sweet potato flour also shows potential to replace the use of synthetic antioxidants (BHT 0.01%) in meatball production.   Keywords: antioxidant activity, physicochemical properties, meatballs, purple yam flour.   ABSTRAK Bakso merupakan produk olahan daging yang memilki masa simpan yang relatif singkat (mudah rusak). Kerusakan pada bakso salah satunya akibat oksidasi terutama selama masa penyimpanan. Senyawa antioksidan alami yang dimiliki tepung uwi ungu mampu menghambat oksidasi dan memperbaiki sifat fisikokimia pada bakso. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh substitusi tepung tapioka dengan tepung uwi ungu terhadap aktivitas antioksidan dan sifat fisikokimia bakso daging ayam selama penyimpanan suhu dingin (4°C). Perlakuan substitusi tepung uwi ungu yaitu 0%, 25%, 50% dan BHT 0,01% dengan lama penyimpanan 0, 6, 12, dan 18 hari. Parameter yang diuji yaitu aktivitas antioksidan (DPPH), nilai pH, warna (L*, a* dan b*) dan nilai TBARS. Hasil penelitian menunjukkan substitusi tepung tapioka dengan tepung uwi ungu secara signifikan berpengaruh pada nilai DPPH, L*, a*, b* dan TBARS, tetapi tidak memberikan pengaruh signifikan pada nilai pH bakso. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan substitusi tepung tapioka dengan tepung uwi ungu mampu meningkatkan aktivitas antioksidan, sifat fisikokimia dan masa simpan bakso daging ayam hingga 18 hari pada suhu 4°C. Tepung uwi ungu juga berpotensi menggantikan penggunaan antioksidan sintetis (BHT 0,01%) pada pembuatan bakso.   Kata kunci: aktivitas antioksidan, sifat fisikokimia, bakso daging ayam, tepung uwi ungu
Red Jungle Fowl Offspring Maintenance System And Production In The Community In Bengkulu Sutriyono, Sutriyono; Santoso, Urip; Putranto, Heri Dwi; Suherman, Dadang
Buletin Peternakan Tropis Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.4.2.166-175

Abstract

The red junglefowl is a wild fowl and has been tamed and produces offspring, and is kept by the people of Bengkulu. The aim of the research is to identify and evaluate  rearing management and production  of red jungle fowl offspring in communities in Bengkulu. Research respondents were determined using the snowball sampling method, and fifty respondents were obtained. Data was obtained through observation, discussion and interviews, and filling in prepared forms; namely food management, housing, disease prevention, utilization and production. The results showed that the RJF offspring kept by the community were used for crossbreeding with local chickens (47%), production of chicks (28%), as hunting chickens (62%), and ornamental chickens (82%). Chickens are kept in 4 ways: (1) housed during the day and night, (2) chickens are kept free during the day and housed at night, (3) chickens are kept free at any time, and (4) chicken is placed on a perch. Feed given is commercial feed (BR1), corn, rice, brown rice, bran, crickets and ant eggs. Average egg production is 34 eggs/ hen/year, and chick production is estimated at 27 chicks/hen/year, and population growth is 2.68%/year. In conclusion, the community raising chicken is traditional, the quantity and quality of feed is not sufficient, the cages are very simple, disease prevention and safety protection are inadequate. As a local chicken, the average egg production is high, hatchability and chick production are high, but population development is slow. Poor chick rearing management and the aim of raising RJF offspring cause population development to be slow.   Keywords: Community, management and production, rearing, RJF Offspring   ABSTRAK Ayam hutan merah  merupakan unggas liar yang telah dijinakkan dan menghasilkan keturunan, serta dipelihara oleh masyarakat Bengkulu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengevaluasi manajemen pemeliharaan dan produksi peranakan ayam hutan merah yang dipelihara oleh masyarakat Bengkulu. Responden penelitian ditentukan dengan metode snowball sampling, dan diperoleh lima puluh responden. Data diperoleh melalui observasi, diskusi dan wawancara, serta pengisian formulir yang telah disiapkan; meliputi pengelolaan pakan, kandang, pencegahan penyakit, pemanfaatan dan produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keturunan RJF yang dipelihara masyarakat digunakan untuk kawin silang dengan ayam lokal (47%), produksi anakan (28%), sebagai ayam berburu (62%), dan ayam hias (82%). Ayam dipelihara dengan 4 cara: (1) dikandangkan pada siang dan malam hari, (2) ayam dibebaskan  pada siang hari dan dikandangkan malam hari, (3) ayam dibebaskan pada siang dan malamnya, dan (4) ayam ditempatkan pada tenggeran. Pakan yang diberikan adalah pakan komersial (BR1), jagung, beras, beras merah, dedak, jangkrik dan telur semut. Produksi telur rata-rata 34 butir/ekor/tahun, produksi anak ayam diperkirakan 27 ekor/ekor/tahun, dan pertumbuhan populasi 2,68%/tahun. Kesimpulannya, peternakan ayam masyarakat masih bersifat tradisional, kuantitas dan kualitas pakan belum mencukupi, kandang sangat sederhana, pencegahan penyakit dan perlindungan keamanan belum memadai. Sebagai ayam lokal rata-rata produksi telurnya tinggi, daya tetas dan produksi anakannya tinggi, namun perkembangan populasinya lambat. Manajemen pemeliharaan anak ayam yang buruk dan tujuan membesarkan keturunan RJF menyebabkan perkembangan populasi menjadi lambat.   Kata kunci: Komunitas, Manajemen dan Produksi, Pemeliharaan, Keturunan ayam hutan merah

Page 8 of 14 | Total Record : 131