cover
Contact Name
M. Arifki Zaianro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
m.arifkiz@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Imam Bonjol Gang Sultan Anom Perumahan Sultan Anom Residence Blok D No 1
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
MAHESA : Malahayati Health Student Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2746198X     EISSN : 27463486     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MAHESA : Malahayati Health Student Journal, dengan nomor ISSN 2746-198X (Cetak) dan ISSN 2746-3486 (Online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh DIII Keperawatan Universitas Malahayati Lampung. MAHESA : Malahayati Health Student Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan. MAHESA : Malahayati Health Student Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MAHESA : Malahayati Health Student Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 1,421 Documents
Pengaruh Pemberian Minuman Kombinasi Jahe dan Lemon untuk Mengurangi Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester I di Puskesmas Pebayuran Tahun, Omega Dr; Husnulaini, Kamah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i9.22070

Abstract

ABSTRACT Emesis Gravidarum is a condition of nausea and vomiting that occurs in early pregnancy, especially in the first four weeks, and usually decreases at twelve weeks of gestation. Although often accompanied by vomiting, the frequency is no more than five times a day. According to the World Health Organization, around 14% of pregnant women in the world experience this condition. In Indonesia, in 2021, the prevalence reached 67.9%, while in West Java Province, 13% of pregnant women experienced nausea and vomiting. This condition is often experienced by primigravida (80%) and multigravida (60%) pregnant women, so proper treatment is needed. To determine the effect of giving a combination of ginger and lemon drinks to reduce Emesis Gravidarum in pregnant women in the first trimester at the Pebayuran Health Center in 2024. Using a quantitative research type with a pre-experimental design using One Group Pretest-Posttest Design. The sample used was 30 pregnant women using the total sampling technique, and data analysis was carried out using the Wilcoxon Range List test to test the differences before and after giving a combination of ginger and lemon drinks. Shows a P value <0.001, which means there is a significant effect between giving a combination of ginger and lemon drinks on reducing Emesis Gravidarum in pregnant women in the first trimester. There is an effect of giving a combination of ginger and lemon drinks to reduce Emesis Gravidarum in pregnant women in the first trimester at the Pebayuran Health Center in 2024. It is hoped that these findings can provide an effective alternative therapy in reducing symptoms of nausea and vomiting in pregnant women and can be implemented by health institutions and the community as an additional solution in dealing with Emesis Gravidarum. Keywords: Emesis Gravidarum, Combination of Ginger and Lemon Drinks  ABSTRAK Emesis Gravidarum adalah kondisi mual muntah yang terjadi pada awal kehamilan, terutama pada empat minggu pertama, dan biasanya berkurang pada usia kehamilan dua belas minggu. Meskipun sering disertai muntah, frekuensinya tidak lebih dari lima kali sehari. Menurut World Health Organization, sekitar 14% wanita hamil di dunia mengalami kondisi ini. Di Indonesia, pada tahun 2021, prevalensi mencapai 67,9%, sedangkan di Provinsi Jawa Barat tercatat 13% ibu hamil mengalami mual muntah. Kondisi ini banyak dialami oleh ibu hamil primigravida (80%) dan multigravida (60%), sehingga penanganan yang tepat sangat diperlukan. Mengetahui pengaruh pemberian minuman kombinasi jahe dan lemon untuk mengurangi Emesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Pebayuran tahun 2024. Menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain pra-eksperimen menggunakan One Group Pretest-Posttest Design. Sampel yang digunakan sebanyak 30 ibu hamil menggunakan tehnik total sampling, dan analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon Range List untuk menguji perbedaan sebelum dan sesudah pemberian minuman kombinasi jahe dan lemon. Menunjukkan nilai P < 0.001, yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara pemberian minuman kombinasi jahe dan lemon terhadap pengurangan Emesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I. Terdapat pengaruh pemberian minuman kombinasi jahe dan lemon untuk mengurangi Emesis Gravidarum pada ibu hamil trimester I di Puskesmas Pebayuran tahun 2024. Diharapkan temuan ini dapat memberikan alternatif terapi yang efektif dalam mengurangi gejala mual muntah pada ibu hamil dan dapat diimplementasikan oleh institusi kesehatan serta masyarakat sebagai solusi tambahan dalam menangani Emesis Gravidarum. Kata Kunci: Emesis Gravidarum, Minuman Kombinasi Jahe dan Lemon
Faktor Risiko Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Kota Bengkulu Elvina, Ade; Oklaini, Suhita Tri; CahyanI, Fenti Putri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i10.19631

Abstract

ABSTRACT The pregnancy period is the period when the fetus experiences growth and development in the mother's womb until it is ready to be born, so a balanced nutritional intake for pregnant women is very important to support the growth and development of the fetus until birth. Anemia during pregnancy is a health problem for pregnant women. Factors that influence the incidence of anemia in pregnant women are parity, level of education, knowledge, age, pregnancy spacing, ANC visits, and adherence to consuming Fe tablets. This study aims to determine the risk factors for anemia in pregnant women. This type of research is analytical correlation. The population in this study was 60 pregnant women, consisting of 30 pregnant women who were not anemic and 30 pregnant women who were anemic. Sampling was taken using total sampling. The research instrument used a questionnaire. Data analysis was univariate, bivariate, namely using the Spearman test and multivariate using the logistic regression test. There is a significant relationship with the incidence of anemia in pregnant women in the working area of the Sidomulyo Community Health Center, Bengkulu City, namely the age of the pregnant woman (p=0.013 <0.05), pregnancy spacing (p=0.035 <0.05) and compliance with the consumption of Fe tablets (p=0.002 <0.05) with the incidence of anemia in pregnant women. By parity, education level, ANC visits and knowledge were not significantly related to the incidence of anemia in pregnant women. Compliance with the consumption of Fe tablets has the most dominant relationship with the incidence of anemia in pregnant women. It would be better for the Community Health Center together with cadres to be more active and look for the right solution in monitoring the compliance of pregnant women with consuming Fe tablets. Keywords: Incidence Of Anemia, Parity, Education Level, Age, Pregnancy Spacing, ANC Visits, Compliance With Fe Tablet Consumption, Knowledge.  ABSTRAK Masa kehamilan merupakan masa dimana janin mengalami pertumbuhan dan perkembangan di dalam rahim ibu sampai waktunya siap dilahirkan, sehingga asupan gizi yang seimbang pada ibu hamil sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin sampai masa kelahiran. anemia selama kehamilan merupakan masalah kesehatan bagi ibu hamil. Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil yaitu paritas, tingkat pendidikan, pengetahuan, usia, jarak kehamilan, kunjungan ANC, dan kepatuhan konsumsi tablet Fe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko kejadian anemia pada ibu hamil. Jenis penelitian ini adalah korelasi analitik. Populasi pada penelitian ini yaitu ibu hamil sebanyak 60 orang yang terdiri dari 30 orang ibu hamil tidak anemia dan 30 orang ibu hamil yang mengalami anemia. Pengambilan sampel dengan cara total sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data secara univariat, bivariat yaitu dengan uji spearman dan multivariat dengan menggunakan uji regresi logistic. Terdapat hubungan signifikan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Sidomulyo Kota Bengkulu yaitu usia ibu hamil (p=0,013 <0,05), jarak kehamilan (p=0,035 <0,05) dan kepatuhan konsumsi tablet Fe (p=0,002 <0,05) dengan kejadian anemia pafa ibu hamil. Untuk paritas, tingkat Pendidikan, kunjungan ANC dan pengetahuan tidak berhubungan signifikan dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Kepatuhan konsumsi tablet Fe memiliki hubungan yang paling dominan dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Sebaiknya pihak Puskesmas bersama kader lebih aktif dan mencari solusi yang tepat dalam memantau kepatuhan ibu hamil mengkonsumsi tablet Fe.  Kata Kunci: Kejadian Anemia, Paritas, Tingkat Pendidikan, Pengetahuan, Usia, Jarak Kehamilan, Kunjungan ANC, Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Pemeriksaan Triple Eliminasi pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Batujaya Kabupaten Karawang Astuti, Dewi; Hasrida, Hasrida
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i2.16686

Abstract

ABSTRACT Triple Elimination is an effective effort to prevent the transmission of infectious infections, namely HIV, Syphilis and Hepatitis B, from pregnant women to their children, so that it can improve the welfare of mothers and children and reduce the risk of complications that can cause illness and disability. This study aims to determine the factors associated with compliance with triple elimination examinations in pregnant women in the working area of the Batujaya Community Health Center, Karawang Regency in 2024. The research method used is an analytical observational research design with a cross sectional approach. Data collection was carried out through interviews using a questionnaire with 58 pregnant women respondents who were selected using purposive sampling. Research results show that there is a significant relationship between knowledge and compliance of pregnant women regarding triple elimination examinations at the UPTD Puskesmas Batujaya with a value of 0.012 (p<0.05), there is a significant relationship between the age of pregnant women and compliance with triple elimination examinations at UPTD Puskesmas Batujaya obtained a significant level of 0.003 (p < 0.05), there was a significant relationship between the education of pregnant women and compliance with triple elimination examinations at UPTD Puskesmas Batujaya obtained a significant level of 0.002 (p < 0.05), and there was a significant relationship between maternal employment. Pregnant women with compliance with the triple elimination examination at the Batujaya Community Health Center UPTD obtained a significant level of 0.001 (p < 0.05). Conclusions from this research, it is important to increase pregnant women's knowledge, age, education and occupation in increasing the compliance of pregnant women in undergoing triple elimination examinations. It is hoped that this research can provide input for related parties in efforts to improve the health of pregnant women through a triple elimination screening program. Keywords: Knowledge, Obedience, Age, Education, Employment, Triple Elimination.  ABSTRAK Triple Eliminasi merupakan upaya yang efektif untuk mencegah penularan infeksi menular, yaitu HIV, Sifilis, dan Hepatitis B, dari ibu hamil ke anaknya, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak serta mengurangi risiko komplikasi yang dapat menyebabkan kesakitan dan kecacatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pemeriksaan triple eliminasi pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Batujaya Kabupaten Karawang tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner kepada 58 responden ibu hamil yang dipilih secara purposive sampling. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahun dengan kepatuhan ibu hamil tentang pemeriksaan triple eliminasi di UPTD Puskesmas Batujaya dengan nilai 0,012 (p< 0,05), ada hubungan yang signifikan antara usia ibu hamil dengan kepatuhan pemeriksaan triple eliminasi di UPTD Puskesmas Batujaya diperoleh tingkat signifikan 0,003 (p < 0,05), ada hubungan yang signifikan antara pendidikan ibu hamil dengan kepatuhan pemeriksaan triple eliminasi di UPTD Puskesmas Batujaya diperoleh tingkat signifikan 0,002 (p < 0,05), dan ada hubungan yang signifikan antara pekerjaan ibu hamil dengan kepatuhan pemeriksaan triple eliminasi di UPTD Puskesmas Batujaya diperoleh tingkat signifikan 0,001 (p < 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pentingnya peningkatan pengetahuan ibu hamil, usia, pendidikan, dan pekerjaan dalam meningkatkan kepatuhan ibu hamil dalam menjalani pemeriksaan triple eliminasi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pihak terkait dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu hamil melalui program pemeriksaan triple eliminasi. Kata Kunci: Pengetahuan, Kepatuhan, Usia, Pendidikan, Pekerjaan, Triple Eliminasi.
Faktor Berhubungan dengan Pemberian Vitamin A Angraini, Wulan; Oktavianti, Elia; Febriawati, Henni; Husin, Hasan; Sarkawi, Sarkawi; Agustinawati, Zulaikha
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i5.16682

Abstract

ABSTRACT Vitamin A is the most important nutrient, vitamin A has various uses in various ways to reduce mortality and the risk of disease. The Ministry of Health establishes public health policies and Vitamin A supplementation programs in the field. The process begins with preparation, continues with the provision of vitamin A capsules, and ends with delivery to the intended recipients, namely infants and toddlers. The main objective of this study was to determine what variables are related to the provision of vitamin A in the Kuala Lempuing Health Center work area, Bengkulu City. After data collection, the number of valid samples that met the inclusion and exclusion criteria was 45 samples, based on the initial sample of 76 respondents selected using the Accidental Sampling technique. Based on the results of the analysis, several variables were found that were related to the provision of vitamin A and several variables that were not related. The variables of knowledge and the role of cadres were related (each p = 0.038 and p = 0.023), while the relationship (each p = 0.057), distance (each p = 1000), and family support (each p = 0.454) were not related. The function of cadres in providing vitamin A is significantly related to the knowledge factor. Vitamin A and the increasing responsibility of cadres to provide it to toddlers should be the subject of routine counseling. Keywords: Knowledge, Attitude, Distance, Family Support, Role of Cadres, Vitamin A  ABSTRAK Vitamin A merupakan zat gizi yang paling penting, vitamin A memiliki bermacam kegunaan dalam berbagai cara untuk mengurangi angka kematian dan resiko penyakit. Kementrian kesehatan menetapkan kebijakan kesehatan masyarakat dan program sumplementasi Vitamin a di lapangan. Proses dimulai dari persiapan, dilanjutkan dengan pemberian kapsul vitamin A, dan diakhiri dengan penyerahan kepada penerima yang dituju, yaitu bayi dan balita.  Tujuan utama penelitian ini untuk mengetahui variabel apa saja yang berhubungan dengan pemberian vitamin A di wilayah kerja Puskesmas Kuala Lempuing Kota Bengkulu. Setelah dilakukan pengumpulan data, diperoleh total sampel valid dengan kriteria inklusi maupun eksklusi sebanyak 45 sampel, berdasarkan sampel awal sebanyak 76 responden yang dipilih dengan teknik Accidental Sampling. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan beberapa variabel terkait pemberian vitamin A dan beberapa variabel yang tidak berhubungan. Variabel pengetahuan dan peran kader terdapat hubungan (masing-masing p=0,038 dan p=0,023), sedangkan keterkaitan (masing-masing p=0,057), jarak (masing-masing p=1000), dan dukungan keluarga (masing-masing p=0,454) tidak terdapat hubungan. Fungsi kader dalam pemberian vitamin A berhubungan signifikan dengan faktor pengetahuan. Vitamin A dan meningkatnya tanggung jawab kader untuk menyediakannya kepada balita harus menjadi subjek konseling rutin. Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Jarak, Dukungan Keluarga, Peran Kader, Vitamin A
Hubungan Peran Orang Tua dengan Tingkat Kejadian Pernikahan Diusia Dini pada Remaja Perempuan di Kampung Assalam Kabupaten Bekasi Akmelia, Wulandari; Futriani, Elfira Sri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.19700

Abstract

ABSTRAK Pernikahan Dini merupakan ikatan antar pasangan yang masih dalam usia muda pubertas. Sesuai Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Pasal 7 Ayat 1 disebutkan bahwa usia diperbolehkan menikah adalah 19 tahun bagi laki-laki dan 16 tahun bagi perempuan. Proporsi peran orang tua yang kurang mendukung sebesar 52,1% lebih banyak dibandingkan peran orang tua. orang tua yang mendukung (47,9%). Proporsi persepsi orang tua mengenai pernikahan dini kurang baik sebesar 64,2%, dibandingkan orang tua yang mempunyai persepsi baik sebesar 35,8%. Besarnya peran orang tua menjadi salah satu faktor penentu keputusan remaja untuk menikah di usia dinin. Untuk mengetahui hubungan peran orang tua dengan kejadian pernikahan dini pada remaja putri di desa kertajaya bekasi. Uji statistik yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji statistik chi square dengan menggunakan perhitungan statistik yang sesuai. Teknik datanya meliputi analisis univariat dengan menggunakan distribusi frekuensi dan analisis bivariat dengan menggunakan perhitungan statistik dari program SPSS. Berdasarkan hasil uji statistik chi square pada penelitian ini pada seluruh wilayah penelitian diperoleh nilai p-value <0,05. H0 ditolak dan Ha diterima, artinya ada hubungan antara peran orang tua dengan kejadian pernikahan usia dini pada remaja putri. Berdasarkan hasil uji statistik chi square pada penelitian ini pada seluruh wilayah penelitian diperoleh nilai p-value <0,05. H0 ditolak dan Ha diterima, artinya ada hubungan antara peran orang tua dengan kejadian pernikahan usia dini pada remaja putri. Kata Kunci: Manarche, Menstruation, Pengetahuan, Dukungan Keluarga  ABSTRACT Early marriage is a union between couples who are still in puberty. Article 7, Paragraph 1 of Law Number 1 of 1974 states that the permissible age for marriage is 19 years for boys and 16 years for girls. The proportion of parents who are less supportive (52.1%) is higher than the proportion of parents who are supportive (47.9%). The proportion of parents with unfavorable perceptions of early marriage is 64.2%, compared to parents with favorable perceptions (35.8%). The extent of parental influence is a determining factor in adolescents' decisions to marry at an early age. To determine the relationship between parental influence and the incidence of early marriage among adolescent girls in Kertajaya Village, Bekasi. The statistical test used in this study was the chi-square test using appropriate statistical calculations. Data analysis techniques included univariate analysis using frequency distributions and bivariate analysis using statistical calculations from the SPSS program. Based on the results of the chi-square statistical test in this study, the p-value <0.05 was obtained for all study areas. H0 was rejected and Ha was accepted, indicating a relationship between parental role and the incidence of early marriage among adolescent girls. Based on the results of the chi-square statistical test in this study, the p-value <0.05 for all study areas. H0 was rejected and Ha was accepted, indicating a relationship between parental role and the incidence of early marriage among adolescent girls. Keywords: Menarche, Menstruation, Knowledge, Family Support
Effectiveness of Various Maintenance Therapy in Ovarian Cancer A Scoping Review Bawono, Mada Ilham; Mufidah, Belinda
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i5.17551

Abstract

ABSTRACT Ovarian cancer is highly lethal with a lifetime risk of up to 1.1%. Despite advances in treatment like cytoreductive surgery and chemotherapy, high recurrence rates challenge disease management. Maintenance therapy is crucial for extending progression-free survival (PFS) and delaying recurrence. This study aims to evaluate the effectiveness of various maintenance therapies published in the last 10 years, focusing on PARP inhibitors, angiogenesis inhibitors, monoclonal antibodies, and combination therapies. A scoping review was conducted following the PRISMA ScR Protocol. The search was conducted in PubMed, ScienceDirect, and Springer databases. After removing duplicates and applying inclusion and exclusion criteria, 208 articles were screened and 22 articles were selected for final review and critically appraised using the Cochrane RoB 2 tool. This review found that maintenance treatment with PARP inhibitors (e.g., olaparib, niraparib, rucaparib) showed significant improvements in PFS, especially in patients with BRCA mutations and homologous recombination deficiency (HRD). Combination therapies, such as olaparib with bevacizumab, also enhanced PFS. Angiogenesis inhibitors like pazopanib showed variable effectiveness, while monoclonal antibodies like gatipotuzumab had limited success. The combination of pegylated liposomal doxorubicin (PLD) with carboplatin showed potential in improving PFS. These findings highlight the effectiveness of personalized maintenance therapies in extending PFS in ovarian cancer patients. Keywords: Ovarian Cancer, Maintenance Therapy
Pengalaman Pasien Sindroma Koroner Akut yang Mengalami Serangan Jantung Berulang Jaya, Irvantri Aji; Waluyo, Agung; Sekarsari, Rita; Siswanto, Bambang Budi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.23049

Abstract

ABSTRACT Acute Coronary Syndrome (ACS), as the acute manifestation of Coronary Heart Disease (CHD), remains a major contributor to global morbidity and mortality, accounting for 85% of deaths from heart attacks and strokes (Universitas Muhammadiyah Magelang, 2025). In Indonesia, while the specific CHD prevalence was reported at 0.85% in 2023 (SKI, 2023), the incidence of ACS cases is high, exemplified by 840 cases reported in the ED of NCCHK Jakarta (January–May 2025). Recurrent ACS is a serious threat, primarily driven by poor patient adherence to secondary prevention regimens (Universitas Muhammadiyah Magelang, 2025) and atherosclerosis progression(Universitas Hasanuddin, 2025). This is compounded by profound physical (chronic fatigue, pain) and psychological impacts (anxiety, PTSD) (Jackson, 2021; Lee & Chen, 2023). Given the complexity of medication management challenges (Smith, 2021) and the need for holistic healthcare support (Brown, 2020), this study aims to explore the subjective experiences and preventive behaviors of patients facing recurrent ACS. Method: This qualitative study utilized an exploratory phenomenological approach to describe preventive behaviors and analyze risk factors for recurrent heart attacks in ACS patients. Results: Five key themes were identified: 1) Physical Impact, including chest pain, weakness, and reduced functional capacity. 2) Psychosocial Impact, encompassing anxiety, fear, restlessness, and thoughts of death. 3) Post-Attack Medication Management, highlighting adherence barriers and treatment ineffectiveness due to irregular medication consumption. 4) Behavioral Changes, involving the adoption of positive healthy behaviors. 5) Healthcare Support, indicating a strong need for more optimal, comprehensive, and continuous health education from healthcare providers. Conclusion: The study identifies five core themes detailing the complex post-recurrent ACS experience, dominated by significant physical and psychological burdens. Non-adherence to treatment exacerbates this experience, underscoring the necessity for more holistic, patient-centered healthcare support.  Keywords: Patient, Experience, Recurrent ACS     ABSTRAK Sindrom Koroner Akut (SKA), sebagai manifestasi akut Penyakit Jantung Koroner (PJK), merupakan kontributor signifikan terhadap morbiditas dan mortalitas global, menyumbang 85% kematian akibat serangan jantung dan stroke (Universitas Muhammadiyah Magelang, 2025). Di Indonesia, meskipun prevalensi PJK spesifik berada pada 0,85% pada tahun 2023 (Survei Kesehatan Indonesia, 2023).Angka kejadian SKA di indonesiacukup tinggi dimana  berdasarkan Data Laporan Unit Gawat Darurat  di National Cardiovascular Center Harapan Kita (NCCHK) Jakarta terdapat 840 kasus SKA periode bulan Januari 2025 sampai Mei 2025.Serangan SKA berulang menjadi ancaman serius, terutama akibat ketidakpatuhan pasien terhadap regimen pengobatan sekunder (Universitas Muhammadiyah Magelang, 2025) dan progresivitas aterosklerosis (Universitas Hasanuddin, 2025), yang diperparah oleh dampak fisik (kelelahan kronis) dan psikologis mendalam, termasuk kecemasan, depresi, dan PTSD (Jackson, 2021; Lee & Chen, 2023). Mengingat kompleksitas tantangan manajemen pengobatan (Smith, 2021) dan kebutuhan akan dukungan layanan kesehatan holistik (Brown, 2020).  Penelitian kualitatif fenomenologi dengan eksploratif gambaran prilaku pencegahan  terhadap risiko serangan jantung berulang dan menganalisa faktor risiko serangan jantung berulang pada pasien SKA. Tema pertama yang teridentifikasi adalah dampak fisik, berupa gejala fisik dan penurunan kapasitas fungsional, gejala nyeri dada, lemas, kaku leher, sesak nafas. Tema kedua yang teridentifikasi adalah dampak psikososial serangan jantung berulang, yaitu perasaan cemas, takut, gelisah, hingga munculnya pikiran akan kematian Temaketiga Managemen pengobatan paska serangan meliputi kepatuhan pengobatan dan inefektif pengobatan, ketidakteraturan dalam konsumsi obat merupakan hambatan utama dalam efektivitas pengobatan pada pasien Sindrom Koroner Akut (SKA). Tema keempat perubahan perilaku, yaitu melakukan perubahan perilaku positif. Temakelima dukungan layanan kesehatan paska serangan berulang, yaitu menunjukkan kebutuhan yang kuat terhadap dukungan layanan kesehatan yang lebih optimal dalam bentuk edukasi yang komprehensif dan berkelanjutan. Penelitian ini mengidentifikasi lima tema kunci yang menggambarkan pengalaman kompleks paska serangan jantung berulang, dimulai dari dampak fisik yang signifikan dan psikososial. Ketidakpatuhan terhadap pengobatan merupakan keseluruhan pengalaman ini diperburuk oleh tantangan dalam manajemen pengobatan dan kebutuhan akan dukungan layanan kesehatan yang lebih holistik yang  berpusat pada pasien. Kata Kunci:  Pasien, Pengalaman , SKA berulang
Pengaruh Latihan Buerger Allen Exercise terhadap Perfusi Perifer Pasien Diabetes Melitus Tipe II Suratun, Suratun; Dani, Wulan Rahma; Nabila, Ananda Prisa Putri; Pandega, Ananda Rizti
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.19107

Abstract

ABSTRACT Peripheral tissue perfusion disorders occur due to decreased blood circulation to the periphery so that blood cannot flow normally throughout the body. Ineffective peripheral tissue perfusion in patients with diabetes mellitus is a common complication and is a nursing problem that must be  anddressed quickly so that more severe complications do not occur, blood circulation that is not smooth will cause emergencies in patients with diabetes mellitus. Decreased circulation can be characterized by frequent tingling, muscle cramps, stiffness and cold hands, dry and cracked skin and slow healing wounds. Narrowing of the arteries or periphery can be measured through non-invasive examinations, one of which is the Ankle Brachial Index (ABI) examination which functions to detect clinical signs and symtoms of decreased peripheral perfusion that can cause diabetic angiopathy and neuropathy. Actions that can be recommended for patients with peripheral perfusion disorders include physical exercise to improve blood circulation with Buerger Allen Exercise. The purpose of this study was to determine the effect of Buerger Allen Exercise on peripheral perfution in patients with Type II DM. method: quantitative research design with quasi-experimental design one group pre and post test on a sample of 24 respondents at the Muhammadiyah Hospital Palembang. Data analysis using dependent t-test. The results of the study showed the effect of Buerger Allen Exercise on peripheral perfusion of Type II DM patients with a p-value 0.004. Keywords: Buerger Allen Exercise, Peripheral Perfusion, Type II DM  ABSTRAK Gangguan perfusi perifer jaringan terjadi dikarenakan penurunan sirkulasi darah ke perifer sehingga darah tidak dapat mengalir secara normal keseluruh tubuh. Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer pada penderita diabetes mellitus merupakan komplikasi yang sering terjadi dan merupakan masalah keperawatan yang harus diatasi dengan cepat agar tidak terjadi komplikasi yang lebih berat, sirkulasi darah yang tidak lancer akan menyebabkan kegawadaruratan pada pasien diabetes mellitus. Penurunan sirkulasi dapat ditandai dengan sering kesemutan, kram otot, kaku dan tangan terasa dingin, kulit kering dan pecah-pecah serta luka lambat sembuh. Penyempitan arteri atau perifer dapat diukur melalui pemeriksaan non invasive salah satunya adalah dengan pemeriksaan Ankle Brachial Index (ABI) yang berfungsi untuk mendeteksi tanda dan gejala klinik dari penurunan perfusi perifer yang dapat mengakibatkan angiopati dan neuropati diabetic. Tindakan yang dapat dianjurkan pada pasien diabetes mellitus dengan gangguan perfusi perifer salah satunya adalah latihan fisik untuk meningkatkan sirkulasi darah dengan latihan Buerger Allen Exercise. Tujuandari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh latihan buerger allen exercise terhadap perfusi perifer pasien DM Tipe II. Desain penelitian kuantitatif dengan rancangan quasi eksperimen one group pre dan post tes pada sampel yang berjumlah 24 responden di Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang. Analisis data menggunakan uji dependen t-tes. Hasil penelitian ada pengaruh latihan Buerger Allen Exercise terhapa perfusi perifer pasien DM Tipe II dengan p-Value 0,004.  Kata Kunci: Buerger Allen Exercise, Perfusi Perifer, DM Tipe II.
Pengaruh Promosi Kesehatan terhadap Peningkatan Pengetahuan Pencegahan Hipertensi Pada Peserta Prolanis Hipertensi di Desa Margototo Kec.Metro Kibang Kabupaten Lampung Timur Hatta, Muhammad; Maternity, Dainty
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i5.20110

Abstract

ABSTRACTHypertension is a health problem that requires serious attention because it can cause various complications. The Prolanis hypertension program is one of the government's efforts to improve knowledge and management of hypertension in the community. This study aims to determine the effect of health promotion on improving knowledge about hypertension prevention among Prolanis hypertension participants in Margototo Village, Metro Kibang District, East Lampung Regency. This study uses a quantitative research design with a pre-experimental approach, utilizing a pre-test and post-test control group design. The sample consisted of 97 respondents divided into intervention and control groups. Data collection was carried out using questionnaires, and the data were analyzed using statistical tests.: The results showed a significant increase in knowledge among the intervention group after health promotion was conducted (p = 0.000). Health promotion is effective in improving knowledge about hypertension prevention among Prolanis hypertension participants in Margototo Village. It is expected that this health promotion approach can be applied more widely to improve the quality of life of people with hypertension. Keywords: Health Promotion, Knowledge, Hypertension, Prolanis.  ABSTRAK Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang memerlukan penanganan serius karena dapat menyebabkan berbagai komplikasi. Program Prolanis hipertensi adalah salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan pengetahuan dan pengelolaan hipertensi di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan pencegahan hipertensi pada peserta Prolanis hipertensi di Desa Margototo, Kecamatan Metro Kibang, Kabupaten Lampung Timur. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan pra-eksperimental dengan desain pre-test dan post-test control group. Sampel terdiri dari 97 responden yang terbagi menjadi kelompok intervensi dan kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, dan data dianalisis dengan uji statistik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan pada kelompok intervensi setelah dilakukan promosi kesehatan (p = 0.000). Promosi kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan pencegahan hipertensi pada peserta Prolanis hipertensi di Desa Margototo. Diharapkan promosi kesehatan ini dapat diterapkan secara lebih luas untuk meningkatkan kualitas hidup penderita hipertensi.Kata Kunci: Promosi Kesehatan, Pengetahuan, Hipertensi, Prolanis
Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Hidup Pada Pasien TB/HIV Indawati, Eli; Irawati, Winda
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i11.19741

Abstract

ABSTRACT Tuberculosis (TB) and Human Immunodeficiency Virus (HIV) are two global health problems that are interconnected and have a significant impact on the quality of life of sufferers. TB-HIV coinfection is one of the main challenges in the field of public health, especially in developing countries, including Indonesia. To identify factors that influence quality of life in TB-HIV patients. The type of research used is quantitative research and the design used is "Cross Sectional". The statistical test method uses the chi square statistical test.  On factors that influence the quality of life in TB/HIV patients, a p-value of 0.000 (< 0.05) or smaller than alpha 0.05 was found, for age, work, family support and self-efficacy for quality of life. Meanwhile, gender did not affect quality of life, the p-value was 0.907 (> 0.05) or greater than alpha 0.05. The results of the research that has been carried out show that there is a positive impact on factors that influence the quality of life of TB-HIV patients. Keywords: Factors, Quality of Life, and TB/HIV.  ABSTRAK Tuberkulosis (TB) dan Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah dua masalah kesehatan global yang saling berhubungan dan memiliki dampak signifikan terhadap kualitas hidup penderitanya. Koinfeksi TB-HIV merupakan salah satu tantangan utama dalam bidang kesehatan masyarakat, terutama di negara berkembang, termasuk Indonesia. Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pada pasien TB-HIV.Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dan desain yang digunakan yaitu “Cross Sectional”. Metode uji statistik  menggunakan uji statistik chi square.  Pada factor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pada pasien TB/HIV didapat p-value 0,000 (< 0,05) atau lebih kecil dari alpha 0,05, pada usia, pekerjaan, dukungan keluarga dan efikasi diri terhadap kualitas hidup. Sedangkan pada jenis kelamin tidak mempengaruhi kualitas hidup didapat p-value 0,907 (> 0,05) atau lebih besar dari alpha 0,05. Dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan bahwa menunjukkan adanya dampak positif faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup pasien TB-HIV. Kata Kunci: Faktor-Faktor,Kualitas Hidup, dan TB/HIV

Filter by Year

2021 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025) Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025) Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025) Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025) Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025) Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025) Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025) Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025) Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025) Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025) Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025) Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025) Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024) Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024) Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024) Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024) Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024) Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024) Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024) Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024) Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024) Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024) Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024) Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024) Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023) Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023) Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023) Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023) Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023) Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023) Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023) Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023) Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023) Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023) Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 (2023) Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 (2023) Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4 (2022) Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3 (2022) Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022) Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 (2022) Volume 1 Nomor 4 Desember 2021 Volume 1 Nomor 3 September 2021 Volume 1 Nomor 2 Juni 2021 Volume 1 Nomor 1 Maret 2021 More Issue