cover
Contact Name
M. Arifki Zaianro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
m.arifkiz@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Imam Bonjol Gang Sultan Anom Perumahan Sultan Anom Residence Blok D No 1
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
MAHESA : Malahayati Health Student Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2746198X     EISSN : 27463486     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MAHESA : Malahayati Health Student Journal, dengan nomor ISSN 2746-198X (Cetak) dan ISSN 2746-3486 (Online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh DIII Keperawatan Universitas Malahayati Lampung. MAHESA : Malahayati Health Student Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan. MAHESA : Malahayati Health Student Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MAHESA : Malahayati Health Student Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 1,633 Documents
Analisis Pemahaman Pasien Terhadap Hak dan Kewajiban Pasien di Klinik Pratama Kelambir Sulisna, Aida; Ilham, Muhammad Adiul; Pohan, Hana Dhini Julia
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i3.13806

Abstract

ABSTRACT The rights and obligations of patients are regulated in Law number 36 of 2009 concerning health. Various patient rights include; the right to information, the right to give consent, the right to medical secrets and the right to a second opinion. Meanwhile, the patient's obligation is to provide correct information to the doctor, comply with the doctor's or nurse's recommendations, provide appropriate compensation for services and the patient also has an obligation not to force his wishes to be carried out by the doctor if it is contrary to the freedom and nobility of the doctor's profession. To analyze patient understanding of patient rights and obligations at the Kelambir Pratama Clinic. The method used is quantitative with a cross sectional analytical survey approach. The research population is 82 patients in 2023 and the sample is Total Sampling. Sampling was carried out using the Accidental Sampling method. Show that there is an influence of education with a p-value= 0.000<0.05, an environmental influence with a p-value= 0.000<0.05 and an influence of information sources with a p-value= 0.000<0.05 on the patient's level of understanding. The conclusion is that there is an influence of education, environment and information sources on the level of understanding of patient rights and obligations at the Pratama Klambir Clinic.  Keywords: Understanding Patient Rights and Obligations  ABSTRAK Hak dan kewajiban pasien diatur dalam Undang-Undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Macam- macam hak pasien meliputi; hak atas infomasi, hak untuk memberikan persetujuan, hak atas rahasia kedokteran dan hak atas pendapat kedua. Sedangkan kewajiban pasien adalah memberikan informasi yang benar kepada dokter, mematuhi anjuran dokter atau perawat, memberi imbalan jasa yang layak dan pasien juga mempunyai kewajiban untuk tidak memaksakan keinginannya agar dilaksanakan oleh dokter apabila berlawanan dengan kebebasan dan keluhuran profesi dokter. Untuk menganalisis Pemahaman Pasien Terhadap Hak dan Kewajiban Pasien Di Klinik Pratama Kelambir. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan survey analitic cross sectional. Populasi penelitian adalah pasien pada tahun 2023 sebanyak 82 pasien dan sampel adalah Total Sampling. Penarikan sampel dilakukan dengan metode Accidental Sampling. Menunjukkan bahwa ada pengaruh pendidikan dengan p-value= 0,000<0,05, pengaruh lingkungan dengan p-value= 0,000<0,05 dan pengaruh sumber informasi dengan p-value= 0,000<0,05 terhadap tingkat pemahaman pasien. Kesimpulan ada pengaruh pendidikan, lingkungan dan sumber informasi terhadap tingkat pemahaman hak dan kewajiban pasien di Klinik Pratama Klambir Kata Kunci: Pemahaman Hak dan Kewajiban Pasien
Pengalaman Ibu dalam Merawat Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) Sesuai Nilai-Nilai Budaya Sunda, Jawa Barat Situmorang, Hotnida Erlin; not applicable, Setyowati; Rustina, Yeni; Novieastari, Enie
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i6.14686

Abstract

ABSTRACT Low birth weight infants (LBW) remain one of the health concerns that require severe care because of the short-term and long-term impacts of LBW on children's health, growth, and development. Problems with LBW frequently arise when infants return home with their families, as home care is inextricably linked with parenting based on family socio-cultural patterns. Research related to the culture of low-birth-weight infant care at home has not been widely conducted. The purpose of the study was to explore mothers' experiences in caring for Low-birth-weight infants according to West Javanese cultural values. This qualitative study was conducted using a descriptive phenomenological approach. Ten indigenous Sundanese mothers from West Java who had low birth weight babies were purposively selected for this study. Data was obtained through semi-structured interviews, and then analyzed thematically. Three main themes were generated: mothers' knowledge and perceptions related to LBW infants; breast feeding and complementary feeding; LBW care in relation to cultural aspects. The conclusion that can be drawn from this study is increasing mothers' knowledge and proficiency in providing culturally responsive care for low-birth-weight babies is crucial. Nurses must prepare women thoroughly through culturally sensitive education while they are still in the hospital so that they can care for their newborns when they arrive home. Keywords: Mothers, Caregiving, Experiences, Low-birth-weight, Cultural  ABSTRAK Bayi berat lahir rendah (BBLR) masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang memerlukan perhatian khusus karena dampak jangka pendek dan jangka panjang dari BBLR terhadap kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan anak. Masalah BBLR sering kali muncul ketika bayi kembali ke rumah bersama keluarganya, karena perawatan di rumah terkait erat dengan pola pengasuhan yang didasarkan pada pola sosial budaya keluarga. Penelitian yang berkaitan dengan budaya perawatan bayi BBLR di rumah belum banyak dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pengalaman ibu dalam merawat BBLR menurut nilai-nilai budaya Sunda, Jawa Barat. Penelitian kualitatif ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan fenomenologi deskriptif. Sepuluh ibu asli Sunda dari Jawa Barat yang memiliki bayi dengan berat badan lahir rendah dipilih secara purposif untuk penelitian ini. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, dan kemudian dianalisis secara tematik. Tiga tema utama yang dihasilkan: pengetahuan dan persepsi ibu terkait BBLR; pemberian ASI dan MP-ASI; perawatan BBLR dalam kaitannya dengan aspek budaya. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kemahiran ibu dalam memberikan perawatan yang tanggap budaya untuk BBLR sangat penting. Perawat harus mempersiapkan ibu secara menyeluruh melalui pendidikan yang peka budaya ketika mereka masih di rumah sakit sehingga mereka dapat merawat bayi mereka yang baru lahir ketika mereka pulang rumah. Kata Kunci: Ibu, Pengasuhan, Pengalaman, Bayi Berat Lahir Rendah, Budaya
Studi Komparatif Pemanfaatan Posyandu Lansia di Wilayah Pesisir dan Non Pesisir Kota Kendari Mangalla, Feni Yasinta; Sety, La Ode Muhamad; n, Irma
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i2.13526

Abstract

ABSTRACT Posyandu for the elderly is a community-based health service that focuses on promotive and preventive efforts for elderly health problems. The elderly population in the world has now entered the aging population era because it exceeds 7% of the total population. The number of elderly Posyandu targets in coastal areas is 1,029 people with a total visit of 895 people (87.0%) while the target number of elderly Posyandu in non-coastal areas is 1,271 people with a total visit of 743 elderly people (58.4%), this shows the utilization of Posyandu Elderly people in coastal areas, represented by the Abeli Community Health Center and non-coastal areas represented by the Mokau Community Health Center, have not yet reached the target. This research was conducted in October 2023. The aim of this research was to determine the differences in the utilization factors of Posyandu for the elderly in coastal areas and non-coastal areas. The type of research used is a quantitative research design with a cross sectional approach. The population in this study were all elderly people aged ≥ 60 years and registered as members of the elderly Posyandu in 2023. The total sample was 180 people, consisting of 88 respondents from the working area of the Abeli Health Center and 92 respondents from the working area of the Mokoau Community Health Center using sampling techniques. namely Simple Random Sampling. The instrument used was a structured questionnaire. Data were analyzed using the Mann Whitney test. The results of research in coastal and non-coastal areas show that there are statistical differences (ρ < 0.05) in the use of Posyandu (p = 0.582), perceptions of the elderly (ρ = 0.643), culture of seeking treatment (ρ = 0.002), family support (ρ = 0.001), and the role of cadres (ρ = 0.960). The conclusion from the results of this research is that there is a need for activities to increase understanding through counseling for the elderly and their families regarding health problems that exist in the elderly Posyandu. Keywords: Utilization, Perception, Culture of Seeking Treatment, Family Support, Role of Cadres  ABSTRAK Posyandu lansia merupakan wadah pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang berfokus pada upaya promotif dan preventif masalah kesehatan lansia. Populasi lansia di dunia saat ini sudah memasuki era penduduk menua (ageing population) kaerena melebihi angka 7% dari jumlah populasi penduduk. Jumlah sasaran Posyandu lansia di wilayah pesisir sebesar 1.029 jiwa dengan total kunjungan 895 jiwa (87,0%) sedangkan sasaran Posyandu lansia di wilayah non pesisir sebesar 1.271 jiwa dengan total kunjungan lansia 743 jiwa (58,4%), hal ini menunjukkan pemanfaatan Posyandu lansia di wilayah pesisir yakni diwakilkan Puskesmas Abeli dan wilayah non pesisir diwakilkan Puskesmas Mokau belum mencapai target. Penelitian ini dilakukan pada bulan oktober tahun 2023. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan faktor pemanfaatan Posyandu lansia di wilayah pesisir dan wilayah non pesisir. Jenis penelitian yang digunakan adalah desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini merupakan seluruh lansia yang berumur ≥ 60 tahun dan terdaftar sebagai anggota Posyandu lansia pada tahun 2023. Total sampel berjumlah 180 jiwa, terdiri dari 88 responden dari wilayah kerja Puskesmas Abeli dan 92 responden dari wilayah kerja Puskesmas Mokoau dengan menggunkan teknik pengambilan sampel yakni Simple Random Sampling. Instrumen yang digunakan yakni kuesioner terstruktur. Data di analisis dengan menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian di wilayah pesisir dan non pesisir menunjukkan ada perbedaan secara statistik (ρ < 0,05) pemanfaatan Posyandu (p = 0,582), persepsi lansia (ρ = 0,643), budaya pencarian pengobatan (ρ = 0,002), dukungan keluarga (ρ = 0,001), dan peran kader (ρ = 0,960). Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah perlu adanya kegiatan peningkatan pemahaman melalui penyuluhan kepada lansia dan keluarga mengenai masalah kesehatan yang ada di Posyandu lansia. Kata Kunci: Pemanfaatan , Persepsi, Budaya Pencarian Pengobatan, Dukungan Keluarga, Peran Kader
Variasi Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Tumbuhan dengan Kandungan Senyawa Tanin terhadap Bakteri Staphylococcus Aureus Nabil, Lulu; Kafesa, Ally
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i5.14687

Abstract

ABSTRACT Staphylococcus aureus is a pathogenic bacteria that causes various health problems. This research focuses on variations in the antibacterial activity of plant ethanol extracts containing tannin compounds against Staphylococcus aureus bacteria. To determine the antibacterial activity of ethanol extracts from plants with tannin compounds. The extraction method using ethanol aims to extract active compounds containing tannin which are known to have antibacterial properties. The results of the research showed that the average inhibition zone on each leaf had an inhibition zone diameter of 6.4 mm with a medium category for bacteria. Green Betel Leaves have the largest inhibition zone diameter, namely 26.3mm. The ethanol extract of each leaf contains tannin compounds and has antibacterial activity against Staphylococcus aureus bacteria. Keywords: Staphylococcus aureus, Antibacterial, Ethanol  ABSTRAK Staphylococcus aureus merupakan bakteri patogen yang menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Penelitian ini fokus pada variasi aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol tumbuhan yang mengandung senyawa tanin terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Untuk mengetahui aktifitas antibakteri ekstrak etanol dari tumbuhan dengan senyawa tanin. Metode ekstraksi menggunakan etanol bertujuan untuk mengekstrak senyawa aktif dengan kandungan tanin yang dikenal memiliki sifat antibakteri. Hasil penelitian menunjukkan rerata zona hambat pada masing masing daun memiliki diameter zona hambat yaitu 6.4 mm dengan kategori sedang pada bakteri. Daun Sirih Hijau memiliki diameter zona hambat paling besar yaitu 26,3mm. Ekstrak etanol pada masing masing daun yang memiliki senyawa tanin dan memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Kata Kunci: Staphylococcus Aureus, Antibakteri, Etanol
Asuhan Keperawatan Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah Pada NY. W dengan Diabetes Mellitus Tipe II Wulandari, Nuri; Khasanah, Suci; Siwi, Adiratna Sekar
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i1.12413

Abstract

ABSTRACT  Type 2 diabetes is a condition characterized by hyperglycemia resulting from insulin resistance in the body's cells. Diabetes Mellitus is a serious condition that can be life-threatening and is associated with acute complications of DM that require quick intervention. Blood glucose instability refers to changes in blood glucose levels that lead to an increase or decrease outside the normal range. The risk of blood glucose instability arises because the body cannot effectively use and produce insulin. Providing nursing care to Mrs. W who is experiencing blood glucose instability due to type II diabetes mellitus. The issue of blood glucose instability addressed over 3 days has not been achieved. The author conducted an evaluation after implementing the care actions in accordance with the care plan that had been established. This assessment aims to monitor and assess the progress and level of success of the care actions performed on Mrs. W. The results of the evaluation conducted over 3 days indicate that the blood glucose instability related to insulin resistance has been successfully overcome. Keywords: Diabetes Mellitus, Blood Glucose Levels and Patients ABSTRAK Diabetes tipe 2 merupakan kondisi yang ditandai dengan adanya hiperglikemia yang diakibatkan oleh resistensi insulin dalam sel-sel tubuh. Diabetes Melitus adalah suatu kondisi serius yang bisa membahayakan nyawa dan terkait dengan komplikasi akut dari DM yang memerlukan tindakan cepat. Ketidakstabilan kadar glukosa darah adalah perubahan dalam tingkat glukosa darah yang menyebabkan peningkatan atau penurunan dari rentang normal. Resiko ketidakstabilan kadar glukosa darah timbul karena tubuh tidak dapat menggunakan dan menghasilkan insulin dengan baik. Memberikan asuhan keperawatan kepada Ny. W yang mengalami ketidakstabilan kadar glukosa darah akibat diabetes mellitus tipe II.  Penelitian ini menerapkan studi kasus melalui tindakan dengan cara memberikan implementasi perawatan selama 3 hari. Masalah dengan ketidakstabilan glukosa darah yang dilakukan selama 3 hari belum tercapai. Penulis melakukan evaluasi setelah menerapkan tindakan perawatan sesuai dengan rencana perawatan yang telah dibuat. Penilaian ini bertujuan untuk memantau dan menilai perkembangan serta tingkat keberhasilan tindakan perawatan yang telah dilakukan pada Ny. W. Hasil evaluasi yang dilakukan selama 3 hari ketidakstabilan kadar glukosa darah berhubungan dengan resistensi insulin sudah teratasi. Kata Kunci: Diabetes melitus, Kadar Glukosa Darah dan Pasien
Hubungan Penggunaan Gadget terhadap Perkembangan Personal Sosial dan Aspek Bahasa pada Anak Usia Prasekolah (4-6 Tahun) di TK Al-Hikmah Jakarta Selatan Prihatini, Sinta; Argarini, Diah; Rukmaini, Rukmaini
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i5.14197

Abstract

ABSTRACT During preschool age is a form of child development process that must experience significant personal social changes, by always developing their ability to socialize and also talk with teachers and peers. In socializing and communicating with clear language in children is one of the abilities that need to be mastered, because preschool children interact with other people. Preschool children who use their gadgets in their daily lives frequently and for a long time can affect the development of personal social and language aspects that are not appropriate. The purpose of this study is to identify the relationship of gadget use to the development of personal social and language aspects in preschool children (4-6 years) at Al-Hikmah Kindergarten, South Jakarta. This research method is descriptive analytic with a cross sectional approach. The sampling technique used total sampling with a sample size of 48 respondents. The research instrument consisted of a gadget use questionnaire and Denver II. Data were analyzed using the Chi-Square test to determine the relationship of gadget use to the development of personal social and language aspects in preschool children (4-6 years) at Tk Al-Hikmah, South Jakarta. The results of the Chi-Square test research obtained a p value of 0.000 <0.05 which indicates that the personal social development and language aspects of preschool children (4-6 years) have a significant relationship with the use of gadgets. Keyword: Gadget Use, Social Personal Development, Language Aspects, Preschoolers  ABSTRAK Pada masa usia prasekolah merupakan suatu bentuk proses perkembangan anak yang pasti mengalami perubahan personal sosial secara signifikan, dengan selalu megembangkan kemampuannya dalam bersosialisai dan juga bercakap dengan guru maupun teman sebaya. Dalam bersosialisasi dan bekomunikasi dengan bahasa yang jelas pada anak merupakan salah satu kemampuan yang perlu di kuasai, karena anak usia prasekolah berinteraksi dengan orang lain. Anak usia prasekolah yang menggunakan gadget nya dalam kehidupan sehari-harinya dalam frekuensi yang sering dan lama dapat mempengaruhi perkembangan personal sosial dan aspek bahasa yang tidak sesuai. Tujuan Penelitian ini untuk mengidentifikasi adanya hubungan penggunaan gadget  terhadap perkembangan personal sosial dan aspek bahasa pada anak usia prasekolah  (4-6 Tahun) di TK Al-Hikmah Jakarta Selatan. Metode Penelitian ini deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik Pengambilan sampel menggunakan Total Sampling dengan hasil sampel 48 responden. Instrumen penelitian terdiri dari kuisioner penggunaan gadget dan Denver II. Data analisis menggunakan Uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan penggunaan gadget  terhadap perkembangan personal sosial dan aspek bahasa pada anak usia prasekolah  (4-6 tahun) di Tk Al-Hikmah jakarta selatan. Hasil penelitian uji Chi-Square diperoleh nilai p value 0,000 < 0,05 yang menunjukkan bahwa perkembangan personal sosial  dan aspek bahasa anak usia prasekolah (4-6 tahun) memiliki hubungan yang signifikan dengan penggunaan gadget. Kata Kunci: Penggunaan Gadget, Perkembangan Personal Sosial, Aspek Bahasa, Anak Prasekolah
Hubungan Karakteristik dengan Kualitas Hidup Orang Tua yang Mengasuh Anak dengan Retardasi Mental di SlB Negeri Wiradesa Kabupaten Pekalongan Mahadewi, Celine; Mustikawati, Neti
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i12.11898

Abstract

ABSTRACT Parents of mentally retarded children who are unable to overcome problems in parenting may experience changes in quality of life. Factors affecting quality of life consist of gender, age, education, occupation, income, marital status,and length of care. This study aimed to determine the relationship between characteristics and the quality of life of parents who look after children with mentalretardation at SLBN Wiradesa, Pekalongan Regency. This research was a correlational study with a cross sectional approach. The sampling technique being used was proportional random sampling. The sample of this study were 110 parents who took care of children with mental retardation grade 1 to 6 at SLBN Wiradesa, Pekalongan Regency. Their quality of life was measured by the World Health Organization Quality of Life-BREF (WHOQOL- BREF) questionnaire. The data were analyzed by the Lambda and Spearman correlation tests. The results showed that most of the respondents were female (70.0%), aged 36-45 years (60.9%), had primary school education (40.9%), worked (52.7%), had income that lower than the minimum wage of Pekalongan (77.3%), married (87.3%), and were caring for 10-15 years (67.3%). Lambda and Spearman tests results showed that there was a significant correlation between sex (p value 0.026), age (p value 0.035), education (p value 0.000), occupation (p value 0.043), income (p value 0.005), and length of care (p value 0.038) with the quality of life of the parents looking after children with mental retardation at SLBN Wiradesa, Pekalongan Regency. However, there was no significant correlation between marital status (p value 0.404) and the quality of life of the respondents. Nurses could provide interventions to improve the quality of life of the parents who looked after children with mental retardation. Keywords: Characteristics, Quality of life, Mental Retardation  ABSTRAK Orang tua anak retardasi mental yang tidak mampu mengatasi masalah dalam mengasuh anak dapat mengalami perubahan kualitas hidup. Faktor yang mempengaruhi kualitas hidup seperti, jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, status perkawinan, lama merawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik dengan kualitas hidup orang tua yang mengasuh anak dengan retardasi mental di SLB Negeri Wiradesa Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling. Sampel penelitian ini adalah orang tua yang mengasuh anak retardasi mental kelas 1 sampai 6 di SLB Negeri Wiradesa Kabupaten Pekalongan sebanyak 110 responden. Kualitas hidup diukur menggunakan kuesioner World Health Organization Quality of Life-BREF (WHOQOL-BREF). Data dianalisis menggunakan uji korelasi Lambda dan Spearman. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (70,0%), berusia 36-45 tahun (60,9%), berpendidikan SD (40,9%), bekerja (52,7%), penghasilan kurang dari UMK Pekalongan (77,3%), berstatus kawin (87,3%), lama merawat 10-15 tahun (67,3%). Hasil uji lambda dan spearman didapatkan ada hubungan signifikan jenis kelamin (p value 0,026), usia (p value 0,035), pendidikan (p value 0,000), pekerjaan (p value 0,043), penghasilan (p value 0,005), lama merawat (p value 0,038) dengan kualitas hidup orang tua yang mengasuh anak dengan retardasi mental di SLB Negeri Wiradesa Kabupaten Pekalongan. Tidak ada hubungan signifikan status perkawinan (p value 0,404) dengan kualitas hidup orang tua yang mengasuh anak dengan retardasi mental di SLB Negeri Wiradesa Kabupaten Pekalongan. Perawat dapat memberikan intervensi untuk meningkatkan kualitas hidup orang tua yang mengasuh anak retardasi mental. Kata Kunci: Karakteristik, Kualitas hidup, Retardasi Mental
The Influence of Zumba Exercise on Increasing Fitness, Reducing Body Fat and Body Mass Index in Health Service Employees, Population Control and Family Planning in Madiun City Wahyuni, Retno Dwi; Peristiowati, Yuli; Kusumawati, Prima Dewi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i4.14053

Abstract

ABSTRACT Health and fitness are basic needs that humans need and to achieve them requires fun and sustainable physical activity, including Zumba exercise. The results of tests and measurements in 2021 and 2022, from 119 employees, show that good fitness results remain at 34%, while body mass index and body fat in the normal category have decreased In general, the aim of this research is to determine the impact that Zumba exercise has on increasing fitness, body fat and body mass index. The population in this study were Madiun City PPKB Health Service employees with age requirements of 25-40 and not suffering from heart disease, hypertension and fractures with a total sample of 30 for the zumba exercise group and 30 for the control group. The research design uses One Group Pretest-Posttest Design, One group for the zumba exercise experiment and research was carried out for 4 months, with one workout a week. The data processed in this research is pre-test and post-test data to determine how much improvement the research program has implemented. The data that has been processed shows that there is a significant increase in fitness, namely the VO2max value (2-tailed p = 0,000), for body mass index there was also a significant decrease (2-tailed p = 0,000), and there was also a decrease in body fat percentage (2-tailed p = 0,000) . Zumba exercise can be used as a core or alternative exercise method to increase fitness decreased Body Fat Percentage and Body Mass Index. Keywords: Zumba Exercise, Fitness, Body Fat, Body Mass Index, Madiun City Health Office  ABSTRAK Kesehatan dan kebugaran adalah kebutuhan dasar yang dibutuhkan manusia dan untuk mencapainya membutuhkan aktivitas fisik yang menyenangkan dan berkelanjutan diantaranya senam zumba. Hasil tes dan pengukuran pada tahun 2021 dan 2022 dari 119 pegawai Dinas Kesehatan PP KB Kota Madiun menunjukkan hasil kebugaran baik tetap sebesar 34%, sedangkan indeks massa tubuh dan lemak tubuh pada kategori normal mengalami penurunan. Secara umum tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak yang diberikan oleh senam zumba terhadap peningkatan kebugaran, Bodyfat dan Indeks Massa Tubuh. Populasi dalam penelitian ini adalah Pegawai Dinas Kesehatan PPKB Kota Madiun dengan syarat usia 25-40 serta tidak menderita jantung, hipertensi dan fraktur dengan total sampel 30 untuk kelompok senam zumba dan 30 kelompok kontrol. Desain penelitian menggunakan One Group Prestest-Postest Design. Satu kelompok menggunakan eksperimen dengan senam zumba dan penelitian dilakukan selama 4 bulan, dengan satu kali latihan dalam seminggu. Data yang diolah pada penelitian ini adalah data pre-test dan post-test untuk mengetahui seberapa besar peningkatan dari program penelitian yang telah dilaksanakan. Dari data yang telah diolah menunjukkan bahwa pada kelompok ekperimen terdapat peningkatan yang signifikan terhadap kebugaran yaitu nilai VO2max (2-tailed p = 0,000), untuk indeks massa tubuh pun terjadi penurunan yang signifikan (2-tailed p = 0,00), dan terjadi penurunan juga pada persentase lemak tubuh (2-tailed p = 0,000). Senam zumba dapat dijadikan metode latihan inti maupun selingan untuk meningkatkan kebugaran, dan menurunkan prosentase lemak tubuh dan Indeks Massa Tubuh. Kata Kunci: Senam Zumba, Kebugaran, Bodyfat, Indeks Masa Tubuh, Dinkes PPKB Kota Madiun
Pengaruh Edukasi Diet Terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu Pada Pasien Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Gunungsari Oktaviana, Elisa; Nadrati, Bahjatun; Supriatna, Lalu Dedy
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i2.13047

Abstract

ABSTRACT Diabetes Mellitus is a chronic metabolic disorder characterized by increased blood glucose levels. The American Diabetes Association recommends diet management as one of the keys for diabetes mellitus sufferers to prevent disease progression. The aim of this research is to determine the effect of diet education on blood sugar levels in diabetes mellitus patients in the Gunungsari Health Center working area. This research is a quasi-experiment research with a descriptive analytical design and a pre and post test one group design. Sampling used a purposive sampling technique to obtain subjects who met the inclusion and exclusion criteria. In this study, 30 respondents were obtained. The instruments in this research include a respondent characteristics questionnaire, observation sheet, digital GDS easy touch parameters along with blood gukose test strips. Previously, the data was tested for normality with Shapiro Wilk and the results showed that the data was not normally distributed because the sig value was <0.05, so the bivariate analysis in this study had to use an alternative test with the Wilcoxon Sign Rank Test. Based on the results of the analysis using the Wilcoxon sign rank test, a p value of 0.000 was obtained with a range of decrease in GDS before and after the intervention was given, which means that Ha failed to be rejected where there was a significant effect of diet education on blood sugar levels in diabetes mellitus patients. Diabetes mellitus sufferers should be able to manage their diet well independently so that blood sugar can remain well controlled. Keywords: Diabetes Mellitus, Diet Education, Temporary Blood Sugar Levels  ABSTRAK Diabetes Melitus merupakan penyakit gangguan metabolisme kronis ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah. American Diabetes Association  merekomendasikan pengaturan diet sebagai salah satu kunci bagi penderita Dibetes Melitus untuk mencegah perkembangan penyakit. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi diet terhadap kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Gunungsari. Penelitian ini adalah penelitian quasy experiment dengan desain analitik deskriptif dan rancangan pre and post  test one group design. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling untuk memperoleh subjek yang memenuhi  kriteria inklusi dan eksklusi, dalam penelitian ini didapatkan 30 responden. Instrumen dalam penelitian ini meliputi kuesioner karakteristik responden, lembar observasi, digital parameter GDS easy touch beserta blood gukose test strips. Sebelumnya data dilakukan uji normalitas dengan Shapiro Wilk dan didapatkan hasil data tidak berdistribusi normal dikarenakan nilai sig < 0,05, sehingga analisis bivariate dalam penelitian ini harus menggunakan uji alternative dengan uji Wilcoxon Sign Rank Test. Berdasarkan hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon sign rank test didapatkan p value 0,000 dengan range penurunan GDS sebelum dan setelah diberikan intervensi, yang artinya Ha gagal ditolak dimana terdapat pengaruh yang signifikan pada edukasi diet terhadap kadar gula darah sewaktu pada pasien diabetes mellitus. Penderita Daiabetes Melitus sebaiknya dapat mengatur diet dengan baik secara mandiri agar gula darah tetap dapat terkontrol dengan baik. Kata Kunci: Diabetes Melitus, Edukasi Diet, Kadar Gula Darah Sewaktu
Gambaran Masalah Psikososial pada Anak Usia Sekolah dengan Kanker di Yayasan Rumah Pejuang Kanker Ambu Ratnawati, Ai Siti; Rakhmawati, Windy; Ermiati, Ermiati; Mediani, Henny Suzana; Hendrawati, Hendrawati
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i5.14462

Abstract

ABSTRACT Cancer and its treatment affect physical, cognitive, psychological and social functioning. Psychosocial problems in school-aged children with cancer can have a negative impact on psychosocial development and increase the risk of depression, social isolation and academic difficulties. This study aims to describe psychosocial problems in school-aged children with cancer at Yayasan Rumah Pejuang Kanker Ambu. This research uses a quantitative descriptive research design. The population in this study were 41 parents who had school-aged children with cancer at the Ambu Cancer Fighters Home Foundation based on visit data from the last three months. The sampling technique uses total sampling so that the number of samples is the same as the population of 41 people. The research instrument used the standard Pediatric Symptoms Checklist-17 questionnaire by Jellinek with the dimensions of internalization, externalization, and attention. Data analyzed using frequency distribution and percentages. The research results showed that the majority (56.1%) of children had psychosocial problems. Based on the dimensions of psychosocial problems, the majority (53.7%) of children had internal problems and a minority (7.3%) of children had external and attention problems. It can be concluded that school-aged children with cancer have average psychosocial functioning with a tendency to had psychosocial problems. Therefore, nurses play a role in minimizing the impact of cancer by follow up the children who had psychosocial problems and providing care interventions according to the internal, external, or attentional dimensions that indicate problems. Keywords: School Age Children, Psychosocial Problems, Cancer  ABSTRAK Kanker dan pengobatannya berpengaruh terhadap fungsi fisik, kognitif, psikologis, dan sosial. Masalah psikososial pada anak usia sekolah dengan kanker dapat berdampak negatif terhadap perkembangan psikososial dan meningkatkan resiko terjadinya depresi, isolasi sosial dan kesulitan akademis. Penelitian ini bertujuan menggambarkan masalah psikososial pada anak usia sekolah dengan kanker di Yayasan Rumah Pejuang Kanker Ambu. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah 41 orang tua yang memiliki anak usia sekolah dengan kanker di Yayasan Rumah Pejuang Kanker Ambu berdasarkan data kunjungan tiga bulan terakhir. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling sehingga jumlah sampel sama dengan jumlah populasi yaitu 41 orang. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner baku Pediatric Symptoms Checklist-17 oleh Jellinek dengan dimensi internalisasi, eksternalisasi, dan perhatian. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar (56,1%) anak mengalami masalah psikososial. Berdasarkan dimensi masalah psikososial, sebagian besar (53,7%) anak mengalami masalah internal dan sebagian kecil (7,3%) anak mengalami masalah eksternal dan perhatian. Dapat disimpulkan bahwa anak usia sekolah dengan kanker memiliki fungsi psikososial rata-rata dengan kecenderungan mengalami masalah psikososial. Oleh karena itu, perawat berperan dalam meminimalkan dampak dari kanker dengan menindaklanjuti anak yang mengalami masalah psikososial dan memberikan intervensi keperawatan sesuai dimensi internal, eksternal, atau perhatian yang terindikasi mengalami masalah. Kata Kunci: Masalah Psikososial, Kanker, Anak Usia Sekolah

Page 56 of 164 | Total Record : 1633


Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 6 (2026): Volume 6 Nomor 6 (2026) Vol 6, No 5 (2026): Volume 6 Nomor 5 (2026) Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026) Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026) Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026) Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026) Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025) Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025) Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025) Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025) Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025) Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025) Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025) Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025) Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025) Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025) Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025) Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025) Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024) Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024) Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024) Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024) Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024) Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024) Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024) Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024) Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024) Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024) Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024) Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024) Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023) Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023) Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023) Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023) Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023) Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023) Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023) Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023) Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023) Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023) Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 (2023) Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 (2023) Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4 (2022) Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3 (2022) Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022) Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 (2022) Volume 1 Nomor 4 Desember 2021 Volume 1 Nomor 3 September 2021 Volume 1 Nomor 2 Juni 2021 Volume 1 Nomor 1 Maret 2021 More Issue