cover
Contact Name
M. Arifki Zaianro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
m.arifkiz@yahoo.com
Editorial Address
Jalan Imam Bonjol Gang Sultan Anom Perumahan Sultan Anom Residence Blok D No 1
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
MAHESA : Malahayati Health Student Journal
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 2746198X     EISSN : 27463486     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
MAHESA : Malahayati Health Student Journal, dengan nomor ISSN 2746-198X (Cetak) dan ISSN 2746-3486 (Online) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh DIII Keperawatan Universitas Malahayati Lampung. MAHESA : Malahayati Health Student Journal merupakan jurnal yang memiliki fokus utama pada hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dikembangkan dengan pendekatan interdispliner dan multidisiplin. Proses penerimaan naskah selalu terbuka setiap waktu, naskah yang sudah disubmit oleh penulis akan direview oleh reviewer yang ahli dalam bidang keperawatan dan kesehatan. MAHESA : Malahayati Health Student Journal telah menggunakan Open Journal System dimana penulis, editor dan reviewer bisa memantau proses naskah secara online. Dalam satu tahun MAHESA : Malahayati Health Student Journal terbit sebanyak 4 kali yaitu pada bulan Maret, Juni, September, Desember.
Articles 1,573 Documents
Analisis Perilaku Merokok Pada Remaja di Dusun Jaya Sakti Desa Kuala Mandor B Jamil, Nurul; Hidayah, Nurul
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i2.13811

Abstract

ABSTRACT Smoking behavior is still an unresolved problem today. This is indicated by the high percentage of smokers in Indonesia. The problem of smoking behavior also occurs in school adolescents. The percentage of school-age adolescent smokers in Indonesia is 9-10% of the total adolescents. This figure is still quite high. The most critical period to initiate smoking among male adolescents in Indonesia is in mid-adolescence or at the age of middle school children. At this time adolescents experience many kinds of changes in themselves, namely physical and psychological changes, both individually and in social roles in the family, school, and society. Many factors influence adolescent smoking behavior. This study aims to obtain an overview of smoking behavior in adolescents in Kuala Mandor Village B. This study will use quantitative research methods with a cross sectional approach. Sampling will be done with purposive sampling technique with a minimum population of 30 adolescents. Smoking behavior in adolescents in Jaya Sakti Hamlet, Kuala Mandor B District shows that almost half of the respondents (46%) have smoking behavior in the category of heavy smokers. With the characteristics of respondents, almost all respondents (93%) were aged 15-25 years, most of the respondents (68%) were unmarried, and most of the respondents (67%) had a high school education. Then almost half of the respondents (41%) said the reason for smoking was because of the influence of friends. It can be concluded that smoking behavior in adolescents in Jaya Sakti Hamlet, Kuala Mandor B Subdistrict, is in the category of heavy smokers.  Keywords: Smoke, Behavior, Adolesence, Health  ABSTRAK Perilaku merokok masih menjadi masalah yang belum teratasi sampai saat ini. Hal ini ditunjukkan oleh masih tingginya persentase perokok di Indonesia. Masalah perilaku meorkok juga terjadi pada remaja sekolah. Persentase perokok usia remaja sekolah di Indonesia 9-10% dari total remaja. Angka ini masih cukup tinggi. Periode yang paling kritis untuk berinisiasi merokok dikalangan remaja laki-laki di Indonesia adalah di pertengahan masa remaja atau pada usia anak sekolah menengah. Pada masa ini remaja banyak mengalami berbagai macam perubahan pada dirinya, yaitu perubahan fisik maupun psikis, baik secara individual maupun dalam  peranan  sosial  dikeluarga,  sekolah,  dan  masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran perilaku merokok  pada remaja di Desa Kuala Mandor B. Penelitian ini akan menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel akan dilakukan dengan tekknik purposive sampling. Perilaku merokok pada remaja di Dusun Jaya Sakti Kecamatan Kuala Mandor B menunjukkan bahwa hampir setengahnya dari responden (46%) memiliki perilaku merokok kategori perokok berat. Dengan karakteristik responden hampir seluruhnya responden (93%) berusia 15-25 tahun, sebagian besar dari responden (68%) berstatus belum menikah, serta sebagian besar dari responden (67%) berpendidikan SMA. Kemudian hampir setengahnya dari responden (41%) mengatakan alasan merokok karena pengaruh teman. Dapat disimpulkan bahwa perilaku merokok pada remaja di Dusun Jaya Sakti Kecamatan Kuala Mandor B kategori perokok berat. Kata Kunci: Kesehatan, Perilaku, Remaja, Merokok
Implementasi Diabetes Self Management Education (DSME) dan Pijat Akupresur dalam Menurunkan Kadar Glukosa Darah: Studi Kasus pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Niswatin, Tsani Khoirun; Purwanti, Okti Sri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i6.14463

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus is a metabolic disease that occurs due to decreased tissue sensitivity to insulin or inadequate beta cells in producing insulin. High blood sugar levels can cause several complications that attack the body's organs, such as hypertension and acute kidney injury (AKI). Therefore, an intervention is needed to minimize the occurrence of complications, namely Diabetes Self Management Education (DSME) and acupressure massage. This study aims to determine the results of the Diabetes Self Management Education (DSME) nursing care intervention and acupressure massage therapy on blood glucose levels and self-management in patients with type 2 diabetes mellitus. This research uses descriptive research with a case study design using a nursing process approach. by conducting assessments, compiling nursing diagnoses, nursing interventions, implementation, and evaluation. This study shows that the nursing problems that arise in patients are knowledge deficits related to lack of exposure to information and blood glucose instability related to insulin resistance. The results of applying Diabetes Self Management Education (DSME) to clients show an increase in knowledge related to diabetes mellitus diet. Meanwhile, the results of applying acupressure massage showed a decrease in blood glucose levels in patients with type 2 diabetes mellitus. Keywords: Diabetes Self Management Education, Acupressure Massage, Blood Glucose, Diabetes Mellitus  ABSTRAK Diabetes melitus merupakan suatu penyakit metabolik yang terjadi akibat penurunan sensitivitas jaringan terhadap insulin atau ketidakadekuatan sel beta dalam memproduksi insulin. Tingginya kadar gula dalam darah tersebut dapat menyebabkan beberapa komplikasi yang menyerang organ-organ tubuh sepertihalnya hipertensi dan acute kidney injury (AKI). Oleh karena itu diperlukannya suatu intervensi untuk meminimalisir terjadinya komplikasi yaitu dengan Diabetes Self Management Education (DSME) dan pijat akupresur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil dari intervensi asuhan keperawatan penatalaksanaan Diabetes Self Management Education (DSME) dan terapi pijat akupresur terhadap kadar glukosa darah dan manajemen mandiri pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan desain studi kasus pada pendekatan proses keperawatan dengan melakukan pengkajian, menyusun diagnosis keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi, dan evaluasi. Pada studi ini menunjukkan masalah keperawatan yang muncul pada pasien adalah defisit pengetahuan berhubungan dengan kurang terpapar informasi dan ketidakstabilan glukosa darah berhubungan dengan resistensi insulin. Hasil penerapan Diabetes Self Management Education (DSME) pada klien menunjukan adanya peningkatan pengetahuan terkait dengan diit diabetes melitus. Sedangkan hasil penerapan pijat akupresur menunjukan adanya penurunan kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus tipe 2. Keywords: Diabetes Self Management Education, Pijat Akupresur, Glukosa Darah, Diabetes Melitus
Hubungan BBLR dan Pemberian ASI Ekslusif dengan Kejadian Stunting Wulandari, Devi Kartika; Fitri, Destiana; Silaban, Desy Ratna Sari; Yunita, Desri; Mayasari, Devi; Nababan, Tiarnida
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i1.13300

Abstract

ABSTRACT Stunting is a major threat to the quality of Indonesian people, as well as a threat to the nation's competitiveness. This is because being stunted, not only disrupts physical growth (short stature/stunt), but also disrupts brain development. The aim of this research is to determine the relationship between LBW and exclusive breastfeeding with the incidence of stunting. The type of research used is a descriptive analytical survey with a cross sectional design. The population in this study was all mothers with toddlers who were weighed at the Johan Pahlawan Health Center, Meulaboh City, West Aceh Regency, totaling 50 people. The subject sampling technique used a total sampling of 50 people. The type of data used in this research is primary data. The instruments used in this research were observation sheets and questionnaires to measure birth weight and the incidence of stunting. The variable for exclusive breastfeeding was collected using a questionnaire. Research data analysis was univariate and bivariate analysis using the chi square test. The results of the study explained that there was a relationship between LBW and the incidence of stunting (P = 0.004) and there was a relationship between exclusive breastfeeding and the incidence of stunting (P = 0.008). Based on the incidence of LBW, the majority of respondents were in the not LBW category as many as 32 people (63%) and minority respondents were in the LBW category as many as 18 people (36%). Keywords: LBW, Exclusive Breastfeeding, Stunting  ABSTRAK Stunting merupakan ancaman besar terhadap kualitas masyarakat Indonesia, sekaligus ancaman terhadap daya saing bangsa. Sebab, stunting tidak hanya mengganggu pertumbuhan fisik (perawakan pendek/stunt), namun juga mengganggu perkembangan otak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan BBLR dan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian stunting. Jenis penelitian yang digunakan adalah survei deskriptif analitis dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita yang ditimbang di Puskesmas Johan Pahlawan Kota Meulaboh Kabupaten Aceh Barat yang berjumlah 50 orang. Teknik pengambilan sampel subjek menggunakan total sampling sebanyak 50 orang. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan kuesioner untuk mengukur berat badan lahir dan kejadian stunting. Variabel pemberian ASI eksklusif dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner. Analisis data penelitian adalah analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menjelaskan ada hubungan BBLR dengan kejadian stunting (P=0,004) dan ada hubungan ASI Eksklusif dengan kejadian stunting (P=0,008). Berdasarkan kejadian BBLR, mayoritas responden berada pada kategori tidak BBLR sebanyak 32 orang (63%) dan minoritas responden berada pada kategori BBLR sebanyak 18 orang (36%). Kata Kunci: BBLR, Pemberian ASI Eksklusif, Pengerdilan
Pengaruh Metode Simulasi terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Siswa/I dalam Penanganan Kegawatdaruratan Sekolah di SMK Kesehatan Fahd Islamic School Titik Setiyaningrum Setiyaningrum; Rahayu Maharani; Hendik Wicaksono; Anisa Dwi Febriana; Ricky Riyanto Iksan; Roza Indra Yeni
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i4.14154

Abstract

ABSTRACT The prevalence of emergencies in schools is still quite high, which is caused by accidents being unplanned and unwanted events by any individual that can cause injury, illness or material damage. The aim of this research is to analyze the effect of the simulation method on students' knowledge and skills in handling school emergencies. The design of this research is quasi experimental with bivariate analysis using the dependent t test or paired t test with a sig value <0.05. The results of the research show a significant difference between the level of knowledge and skills in emergency action before and after giving educational simulations with p-value = 0.000 (p < 0.05) with the conclusion that there is an influence of school emergency simulations on increasing students' knowledge and skills at SMK Fahd Islmaic School Bekasi. Keywords: Emergency, Simulation Method, School  ABSTRAK Prevalensi kegawatdaruratan disekolah masih cukup tinggi, yang diakibatkan karena kecelakan adalah kejadian yang tidak direncanakan dan tidak dikehendaki oleh setiap individu yang dapat menyebabkan cedera, sakit atau kerusakan material. Tujuan penelitian ini menganalisis pengaruh metode simulasi terhadap pengetahuan dan keterampilan siswa/i dalam penanganan kegawatdaruratan Sekolah. Desain penelitian ini adalah quasi experimental dengan analisa bivariat menggunakan uji t dependent atau paired t test dengan nilai sig < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang bermakna antara tingkat pengetahuan dan keterampilan tindakan kegawatdaruratan sebelum dan setelah pemberian simulasi Pendidikan dengan p-value = 0,000 (p< 0,05) dengan kesimpulan terdapat pengaruh simulasi kegawatdaruratan sekolah terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan siswa di  SMK Fahd Islmaic School Bekasi. Kata Kunci: Kegawatdaruatan, Metode Simulasi, Sekolah
Hubungan Pengetahuan Perawat tentang Pemberian Obat dengan Penerapan Prinsip 6 (Enam) Benar Pada Pasien di Rumah Sakit Rumkitban 02.09.04 Kerinci Suzana, Moza; Herlina, Defvi
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i3.13790

Abstract

ABSTRACT Patient safety is the main reference and principle in the health servive process in a health provider institution. The world helath organization (WHO) in 2020 reported that in several countries there were cases of as many as 70% of medication erros that caused permanent disability in patients. Medication erros also often occur in the caused permanent disability in hospitals. Errors in drug administration in Indonesia were ranked first (24.9%) of the top 10 reported incident. The aim of this research is to determine the relationship between nurses' knowledge about administering medication and the 6 principles of correct medication. The purpose of this study was to all nurses who worked at the Rumkitban Hospital amounting to 32 respondents. The samples taken were 32 respondents who were obtained using a total sampling technique with a cross sectional approach. The ingtrument used is a questionnaire. The data in this study were processed using the chi-square test with a signifixanxe level of P= 0,005. From the study, it was found that there was a significant relationship between nurses knowledge about drug administration and application of the 6 correct principles of medicine (P=0,017). The recommended advice for nurses and hospitals is to seek as much information as possible about the application of the 6- drug principle so that patient safety is guaranted Keywords: Nurses, Knowledge and Application of the Six Right Medicine Principles  ABSTRAK Keselamatan pasien merupakan acuan dan prinsip utama dalam proses pelayanan kesehatan di sebuah lembaga penyedia kesehatan. World Health Organitation (WHO) pada tahun 2020 melaporkan bahwa beberapa negara  terjadi   kasus   sebanyak 70%  kesalahan pengobatan hingga menyebabkan kecacatan permanen pada pasien. Kesalahan pengobatan juga sering kali terjadi dalam proses pengobatan, khususnya di Rumah Sakit. Kesalahan dalam pemberian obat di Indonesia menduduki peringkat pertama (24,9 %) dari 10 besar insiden yang dilaporkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan perawat tentang pemberian obat dengan prinsip 6 benar obat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang bekerja di rumah sakit rumkitban yang berjumlah 32 responden. Sampel yang diambil berjumlah 32 responden yang di peroleh menggunakan teknik total sampling dengan pendekatan Cross Sectional. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Data dalam penelitian ini diolah dengan menggunakan uji chi-square dengan tingkat kemaknaan P = 0,005. Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan perawat tentang pemberian obat dengan penerapan prinsip 6 benar obat (P = 0,017). Saran yang dianjurkan yaitu bagi perawat dan rumah sakit adalah mencari infoemasi sebanyak-banyaknya tentang penerapan prinsip 6 obat agar keselamatan pasien terjamin. Kata Kunci: Perawat, Pengetahuan dan Penerapan Prinsip Enam Benar Obat
Analisa Faktor-Faktor Penyebab Stunting : Tinjauan Terbaru untuk Pemahaman yang Lebih Baik di Desa Besuk Kecamatan Klabang Kabupaten Bondowoso Yudhayanti, Viqenina Desycapri; Zakiyyah, Mutamainnah; Suhartin, Suhartin
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i2.13709

Abstract

ABSTRACT Stunting (stunted children) is one of the nutritional problems experienced by toddlers, where toddlers experience failure to thrive due to chronic malnutrition which is influenced by poor maternal parenting since the womb, especially in the first 1,000 days of birth to children aged 2 years. The aim of this research is to find out the factors related to the incidence of stunting in Besuk Village, Klabang District.The target set is to reduce the stunting rate to 40% by 2025. The prevalence of stunting in Bondowoso is 32%, where there are 17 villages considered still unable to handle stunting, one of which is Besuk village, Klabang. This study was observational with a case control  design using secondary data from Maternal and Child Health  ( MCH ) handbook and primary data through interviews. The variables studied were maternal education level, family economic status, gender, weight at birth, exclusive breastfeeding, and sanitation. The sampling technique uses simple rundom sampling. The number of samples in this study was 116 samples including 58 case groups and 58 control groupsThe results in this study were a correlation  between sex history (p = 0.001), history of exclusive breastfeeding (p = 0.002), sanitation (p = 0.000), economic status (p = 0.000) and maternal education (p = 0.000) with the incidence of stunting in Besuk village, Klabang.Based on the results of the study, it can be concluded that the incidence of stunting in Besuk village is influenced by several factors, namely gender, history of breastfeeding, sanitation, economic status and maternal education. Keywords: Factor, Incident, Stunting, Toddlers.  ABSTRAK Stunting (anak kerdil) adalah salah satu masalah gizi yang dialami oleh balita, dimana balita mengalami kondisi gagal tumbuh akibat dari kekurangan gizi kronis yang dipengaruhi oleh pola asuh ibu yang tidak baik sejak dalam kandungan terutama pada 1.000 hari pertama kelahiran hingga anak usia 2 tahun. Tujuan dalam penelitian ini adalah Mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting Desa Besuk Kecamatan Klabang. Target yang ditetapkan adalah menurunkan angka stunting hingga mencapai 40% pada tahun 2025. Prevalensi stunting di Kabupaten Bondowoso adalah 32 %, dimana ada 17 desa dinilai  kurang mampu menangani stunting salah satunya Desa besuk Kecamatan Klabang.  Penelitian ini bersifat observasional dengan desain case control dengan menggunakan data sekunder dari buku KIA  ibu dan data primer melalui wawancara. Variabel yang diteliti Tingkat pendidikan ibu, status ekonomi keluarga, jenis kelamin, berat badan saat lahir, pemberian Asi Eksklusif, dan sanitasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan simpel rundom sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 116 sampel  meliputi 58 kelompok kasus dan 58  kelompok control.Hasil dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara riwayat jenis kelamin (p=0,001), riwayat pemberian ASI Eksklusif (p=0,002), sanitasi (p =0,000), status ekomomi  (p=0,000) dan   pendidikan ibu (p=0,000) dengan kejadian stunting di Desa Besuk Kecamatan Klabang.Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kejadian stunting di Desa Besuk dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu jenis kelamin,Riwayat pemberian ASI, sanitasi, status ekonomi dan  pendidikan ibu. Kata Kunci: Faktor, Kejadian,  Stunting, Balita.
Pengaruh Akupressure dan Jus Alpukat Terhadap Intensitas Nyeri Haid pada Remaja Putri Elizar, Elizar; Nurmila, Nurmila; Putri, Hendrika Wijaya Katrini
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i6.14375

Abstract

ABSTRACT Dysmenorrhea is still a special concern in women's health. In Indonesia, many women still experience menstrual pain and around 60-90% of teenage girls experience menstrual pain. The impact of menstrual pain is a decrease in physical activity and quality of life in women. Currently, there are many non-pharmacological therapies that can be given to teenagers to reduce menstrual pain, one of which is acupressure massage and consuming avocados. This study aims to look at giving acupressure and consuming avocado juice on the intensity of menstrual pain in adolescent girls. This type of research is a quasi-experiment with a pretest-posttest two group design. The sample was 60 young women at Dayah Ashabul Yamin and divided into 2 intervention groups. Acupressure intervention was given on days 1 to 3 of menstruation for 15 minutes and avocado juice intervention was given for 3 days for 250 ml. Data analysis used the Wilcoxon test. The results of the research showed that the pretest and posttest normality data in the three groups had an abnormal data distribution of <0.05, The test results showed that the acupressure and avocado juice groups experienced a decrease in menstrual pain with an average value of 8.50 and a sig. 0,000. So it can be concluded that giving acupressure and avocado juice has an effect on the intensity of menstrual pain in young women. Keywords: Acupressure, Avocado, Menstrual Pain, Teenage Girls  ABSTRAK Dismenore masih menjadi perhatian khusus dalam kesehatan wanita. Di Indonesia masih banyak perempuan yang mengalami nyeri haid dan sekitar 60-90% remaja putri mengalami nyeri haid. Dampak dari nyeri haid berupa penurunan aktivitas fisik dan kualitas hidup pada perempuan. Sekarang ini banyaknya terapi nonfarmakologi yang dapat diberikan kepada remaja dalam menurunkan nyeri haid, salah satunya adalah pijat acupressure dan konsumsi buah alpukat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pemberian acupressure dan konsumsi jus alpukat terhadap intensitas nyeri haid pada remaja putri. Jenis penelitian ini merupakan quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest two group desain. Sampel adalah remaja putri di di DayahAshabul Yamin sebanyak 60 orang dan dibagi menjadi 2 kelompok intervensi. Intervensi acupressure diberikan pada hari ke 1 sampai ke 3 haid selama 15 menit dan intervensi jus alpukat diberikan selama 3 hari sebanayak 250 ml. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon test. Hasil penelitian didapat data normalitas pretest dan posttest pada ketiga kelompok adalah berdistribusi data tidak normal <0,05, hasil uji menunjukan pada kelompok akupressure dan jus alpukat mengalami penurunan nyeri haid dengan nilai rata-rata 8.50 dan nilai sig. 0,000, maka dapat disimpulkan bahwa pemberian acupressure dan jus alpukat berpengaruh terhadap intensitas nyeri haid pada remaja putri. Kesimpulan penelitian ini pemberian acupressure dan jus alpukat berpengaruh terhadap intensitas nyeri haid pada remaja putri                     Kata Kunci: Akupressure, Alpukat, Nyeri Haid, Remaja Putri
Kombinasi Akupuntur dan Moxibustion dalam Menurunkan Skala Nyeri Haid Primer pada Mahasiswi Keperawatan Strisanti, Ida Ayu Suptika; Rastiti, Ida Ayu Anom; Harditya, Kadek Buja; Dharmapatni, Ni Wayan Kesari
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i1.13071

Abstract

ABSTRACT Menstrual pain is a condition that characterized by presence of pain in the uterus or lower abdomen during menstruation. About 10% women who suffered from menstrual pain are still in the teenage age and they could not do their daily activity effectively as well as learning process. Furthermore, this condition shows that menstrual pain could not be underestimated because it can affect daily activities. Acupuncture and moxibustion as one of the complementary and alternative medicine is exist to used as a therapy for genyecological problem including menstrual pain. Based on the explanation before, this study was conducted to determine the efectivity of acupuncture combine with moxibustion (moxa) to reduced menstrual pain. Quasi Experimental Study One Group Pre test-Post test  was used as a design in this study. There were 25 nursing students that used as respondence in this study. Observation sheet with Comperative Pain Scale with pain scale 0 to 10 was used as a instrument to collected the data. The data was collected in two times in pre and post intervention. The intervention (acupuncture and moxa therapy) was given once time about one week before the menstruation time. The therapist who did the intervention was a legal and registred as an acupuncturist. The data that collected from this study was analyzed by SPSS 20. The Wilcoxon Signed Rank Test was used as to analyse the significant pain scale reduce before and after intervention.  After intervention there was a significant reducing in pain scale among respondence.  There were 8 (32%) state they did not felt pain anymore, 12 (48%) state their pain was reduce to scale 1, 3 (12.0%) respondence state the pain was decrease to scale 2 dan 2 (8%) state felt pain in scale 3.   The significancy of pain reducing in this study was proved by Wilcoxon test that showed there is a decrease from Md=3.00 pre intervention to Md=1.00 post intervention with p value 0.010, r= 0.60 dan Z= 4.348. Based on the explanation and the result from this study showed that acupuncture combine with moxa leaves is effective to reduce menstrual pain. Keywords: Menstrual Pain, Dysmenorrhea, Teenagers, Acupuncture, Moxa  ABSTRAK Nyeri haid atau dysmenorrhea merupakan kondisi ditandai dengan munculnya rasa nyeri pada uterus atau perut bagian bawah saat menstruasi. Data profil kesehatan Indonesia tahun 2016 menunjukan 64.25% wanita mengalami nyeri haid dan 10% diantaranya masih tergolong remaja yang mengakibatkan terhambatnya aktivitas sehari-hari termasuk proses pembelajaran. Studi epidemiologi menyatakan bahwa rentangan usia remaja yang dilaporkan mengalami nyeri haid berkisar antara usia 16-24 tahun. Pada kasus nyeri haid yang berat, seorang perempuan harus kehilangan 3 hari perbulan untuk beristirahat dengan tidak mengikuti proses pembelajaran ataupun harus meninggalakan tempat kerjanya saat menstruasi. Berdasarkan hal tersebut peneliti tertarik melakukan penelitian dengan memberikan intervensi berupa terapi akupuntur yang dikombinasikan dengan moxa kepada mahasiswi program studi ilmu keperawatan untuk mengatasi nyeri haid yang mereka alami. Sebanyak 25 orang mahasiswi bersedia menjadi responden penelitian. Intervensi diberikan saat 1 minggu atau maksimal 2 hari sebelum menstruasi. Lembar observasi dipergunakan dalam penelitian ini sebagai instrument untuk pengumpulan data serta pengkajian skala nyeri yang menggunakan Comperative Pain Scale yang terdiri dari 0-10 skala nyeri sebagai acuan untuk menentukan nyeri yang dirasakan oleh responden. Pengkajian skala nyeri akan diberikan sebelum diberikan intervensi (pre test) dan sesudah intervensi (post test). Data demography responden diolah menggunakan descriptive analysis sedangkan untuk membandingkan skala nyeri pre test dan post test  diolah menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Terjadi penurunan yang signifikan pada skala nyeri dan katagori nyeri haid responden setelah pemberian intervensi. Setelah intervensi terjadi penurunan yang siginifikan pada skala nyeri pada responden dimana terdapat 8 (32.0%) responden tidak merasakan nyeri atau nyeri haidnya hilang, 12 (48.0%) menyatakan nyeri haid turun menjadi skala 1, 3 orang (12.0%) menyatakan skala nyeri 2 dan 2 (8.0%) menyatakan skala nyeri 3. Siginfikasi penurunan skala nyeri ini dibuktikan uji Wilcoxon yang menunjukan terjadinya penurunan dari Md=3.00 pre akupuntur kemudian menurun secara signifikan menjadi Md=1.00 post akupuntur dengan p value 0.010 dengan r= 0.6 dan Z= 4.348. Hal ini menunjukan bahwa akupuntur efektif untuk menurunkan skala nyeri pada mahasiswi yang mengalami nyeri haid. Kata Kunci: Nyeri Haid, Akupuntur, Moxibustion, Moxa
Efektifitas Pelatihan Asuhan Keperawatan terhadap Kinerja Pendokumentasian Keperawatan Romawati, Pita; Hadi, Muhammad; Naryati, Naryati; Fadillah, Harif; Satinah, Satinah
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i5.14352

Abstract

ABSTRACT The nursing process is a systematic and organized method of providing nursing care, which is focused on the individual's unique reactions and responses, both actual and potential. The nursing process consists of five stages, namely: assessment, diagnosis, planning, implementation, and evaluation. Nurse performance can be assessed from the results achieved by nurses in providing nursing care, either through direct observation or through documentation of nursing care. This research aims to determine the effectiveness of documentation training based on 3S (SDKI, SLKI, and SIKI) on the performance of nursing care documentation. The method used in this research is Generalized Linear Model Repeated Measure (GLM-RM) which is used to determine the effectiveness of documentation training based on ZSX 3S (SDKI, SLKI, and SIKI) on the performance of nursing care documentation. From the results of the analysis, a comparison was obtained between the intervention group and the control group after 3S training with a mean difference = 96.17 with p-value = 0.000. The results of the General Linear Model Repeated Measure showed that the green house geisser value had a significance value of 0.000, and the test of between-subjects effects showed that there was a difference in documentation performance with a p-value = 0.000 between the two groups. Based on the estimated parameter test, there are differences in the performance of nursing care documentation from time to time with a p-value = 0.000. The conclusion from this research is that there is a difference in the effectiveness of nursing care documentation training based on 3S (SDKI, SLKI and SIKI) on the performance of nursing care documentation in  RS Umum Pekerja Jakarta Utara. Keywords: Training, Documentation, Nursing Care, Performance  ABSTRAK Proses keperawatan adalah suatu metode yang sistematis dan terorganisasi dalam pemberian asuhan keperawatan, yang difokuskan pada reaksi dan respons unik individu baik actual maupun potensial. Proses keperawatan terdiri atas lima tahap, yaitu: pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Kinerja perawat dapat dinilai dari hasil yang dicapai perawat dalam memberikan asuhan keperawatan, baik melalui pengamatan langsung atau melalui dokumentasi asuhan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Efektivitas pelatihan pendokumentasian berdasarkan 3S (SDKI, SLKI, Dan SIKI) terhadap kinerja pendokuemntasian Asuhan Keperawatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Generalized Linear Model Repeated Measure (GLM-RM) yang dimana untuk mengetahui Efektivitas pelatihan pendokumentasian berdasarkan 3S (SDKI, SLKI, Dan SIKI) terhadap kinerja pendokuemntasian Asuhan Keperawatan. Dari hasil analisis didapatkan perbandingan pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol sesudah pelatihan 3S dengan nilai mean difference= 96,17 dengan p-value=0,000. Hasil General Linier Model Repeated Measure didapatkan nilai green house geisser didapatkan nilai signifikansi 0,000, dan uji test of between–subjects effects didapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan kinerjaa pendokumentasian dengan nilai p-value=0,000 antara kedua kelompok. Berdasarkan uji parameter estimates, terdapat perbedaan kinerja pendokumentasian asuhan keperawatan dari waktu ke waktu dengan nilai p-value =0,000. Kesimpulannya dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan efektivitas Pelatihan pendokuemntasian Asuhan Keperawatan Berdasarkan 3S (SDKI, SLKI Dan SIKI) terhadap Kinerja pendokuementasian Asuhan keperawatan di RS Umum Pekerja Jakarta Utara. Kata Kunci: Pelatihan 3S, Pendokuementasian, Asuhan Keperawatan, Kinerja
Daya Antibakteri Streptococcus Mutans Menggunakan Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica (l.) urban) Syaflida, Rahmi; Riza, Ahyar; Rusdy, Hendry; Hasibuan, Sukri Paramita
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i12.12457

Abstract

ABSTRACT Oral health is very important in human life, to protect it preventive measures and medication must be taken to avoid the risk of infection. Streptococcus mutans is a caries-causing bacteria which can lead to odontogenic infections. Pegagan Centella asiatica (L.) Urban plant is a plant that has various properties, including as an antibacterial, because pegagan contains various active compounds such as triterpenoid, saponin, alkaloid and tannin. This study aims to prove the effectiveness of Centella asiatica (L.) Urban as antimicrobial to Streptococcus mutans. This study was a laboratory experimental study with a research design that is post test only control group design. Kirby bauer diffusion methode was used in this study with the bacteria samples used were Streptococcus mutans bacteria and used pegagan extract (Centella asiatica (L.) Urban) with several concentrations, namely 5%, 10%, 20%, 40% and negative control, namely DMSO. In this study, bacterial samples were cultured on nutrient media so that they were incubated for 24 hours and the inhibition zone formed was calculated using a caliper. The results of the research data were analyzed using the oneway Anova test and the Post Hoc LSD test. The results showed a significant difference in the diameter of the inhibition zone between 5%, 10%, 20%, 40% and negative control (p = 0.000 <0.05). In this study it can be concluded that pegagan extract (Centella asiatica (L.) Urban) is effective in inhibiting the growth of Streptococcus mutans at concentrations of 5%, 10%, 20% and 40% with the most effective concentration is 40%. Keywords: Centella Asiatica  (L.) Urban, Odontogenic Infections, Streptococcus Mutans  ABSTRAK Kesehatan gigi dan mulut sangat penting dalam kehidupan manusia, jadi untuk menjaganya harus dilakukan tindakan pencegahan dan pengobatan untuk menghindari resiko terjadinya infeksi. Streptococcus mutans merupakan bakteri penyebab karies yang dapat berlanjut menjadi menjadi infeksi odontogenik. Tumbuhan pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) merupakan tumbuhan yang memiliki bermacam khasiat diantaranya yaitu sebagai antibakteri. Dikarenakan pegagan mengandung berbagai senyawa aktif seperti triterpenoid, saponin, alkaloid dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan daya hambat ektrak Centella asiatica (L.) Urban terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan rancangan penelitian yaitu post test only control group design. Teknik difusi Kirby Bauer digunakan dalam penelitian ini dengan sampel bakteri Streptococcus mutans dan menggunakan ekstrak Centella asiatica (L.) Urban dengan beberapa konsentrasi yaitu 5%, 10%, 20%, 40% dan kontrol negatif yaitu DMSO. Pada penelitian ini sampel bakteri dibiakkan pada media nutrient agar kemudian diinkubasikan selama 24 jam dan dihitung zona hambat yang terbentuk menggunakan jangka sorong. Hasil data penelitian dianalisis dengan menggunakan uji oneway Anova dan uji posthoc LSD. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan diameter zona hambat secara signifikan antara 5%, 10%, 20%, 40% dan kontrol negatif (p =0,000<0,05). Penelitian menyimpulkan bahwa ekstrak daun pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Streptococcus mutans pada konsentrasi 5%, 10%, 20% dan 40% dengan konsentarsi paling efektif adalah 40%. Kata Kunci: Centella Asiatica  (L.) Urban; Infeksi Odontogenik; Streptococcus Mutans

Page 55 of 158 | Total Record : 1573


Filter by Year

2021 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 6, No 4 (2026): Volume 6 Nomor 4 (2026) Vol 6, No 3 (2026): Volume 6 Nomor 3 (2026) Vol 6, No 2 (2026): Volume 6 Nomor 2 (2026) Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 Nomor 1 (2026) Vol 5, No 12 (2025): Volume 5 Nomor 12 (2025) Vol 5, No 11 (2025): Volume 5 Nomor 11 (2025) Vol 5, No 10 (2025): Volume 5 Nomor 10 (2025) Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025) Vol 5, No 8 (2025): Volume 5 Nomor 8 (2025) Vol 5, No 7 (2025): Volume 5 Nomor 7 (2025) Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025) Vol 5, No 5 (2025): Volume 5 Nomor 5 (2025) Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 Nomor 4 (2025) Vol 5, No 3 (2025): Volume 5 Nomor 3 (2025) Vol 5, No 2 (2025): Volume 5 Nomor 2 (2025) Vol 5, No 1 (2025): Volume 5 Nomor 1 (2025) Vol 4, No 12 (2024): Volume 4 Nomor 12 (2024) Vol 4, No 11 (2024): Volume 4 Nomor 11 (2024) Vol 4, No 10 (2024): Volume 4 Nomor 10 (2024) Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024) Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024) Vol 4, No 7 (2024): Volume 4 Nomor 7 (2024) Vol 4, No 6 (2024): Volume 4 Nomor 6 (2024) Vol 4, No 5 (2024): Volume 4 Nomor 5 (2024) Vol 4, No 4 (2024): Volume 4 Nomor 4 (2024) Vol 4, No 3 (2024): Volume 4 Nomor 3 (2024) Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 Nomor 2 (2024) Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 Nomor 1 (2024) Vol 3, No 12 (2023): Volume 3 Nomor 12 (2023) Vol 3, No 11 (2023): Volume 3 Nomor 11 (2023) Vol 3, No 10 (2023): Volume 3 Nomor 10 (2023) Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023) Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023) Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023) Vol 3, No 6 (2023): Volume 3 Nomor 6 (2023) Vol 3, No 5 (2023): Volume 3 Nomor 5 (2023) Vol 3, No 4 (2023): Volume 3 Nomor 4 (2023) Vol 3, No 3 (2023): Volume 3 Nomor 3 (2023) Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 Nomor 2 (2023) Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1 (2023) Vol 2, No 4 (2022): Volume 2 Nomor 4 (2022) Vol 2, No 3 (2022): Volume 2 Nomor 3 (2022) Vol 2, No 2 (2022): Volume 2 Nomor 2 (2022) Vol 2, No 1 (2022): Volume 2 Nomor 1 (2022) Volume 1 Nomor 4 Desember 2021 Volume 1 Nomor 3 September 2021 Volume 1 Nomor 2 Juni 2021 Volume 1 Nomor 1 Maret 2021 More Issue