cover
Contact Name
Rahmi Fatimah
Contact Email
rahmifatimah@uniga.ac.id
Phone
+6281221392994
Journal Mail Official
jagros@uniga.ac.id
Editorial Address
Jalan Raya Samarang No. 52A Hampor- Tarogong Garut,Jawa Barat 44151 (0262) 544-214
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science)
Published by Universitas Garut
ISSN : 25487752     EISSN : 27750485     DOI : http://dx.doi.org/10.52434/jagros.v5i1
JAGROS - Jurnal Agroteknologi dan Sains . Diterbitkan oleh Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Garut. Terbit dua kali dalam setahun (Juni dan Desember). Terbit perdana pada Desember 2016. Jurnal Agroteknologi dan Sains merupakan jurnal ilmiah yang dapat memuat tulisan ilmiah yang berkaitan dengan penelitian dibidang agroteknologi yang mencakup bidang genetika, pemuliaan tanaman, teknologi benih, hama, gulma, dan penyakit, budidaya tanaman, serta ilmu dan kesuburan tanah. Artikel dikembangkan berdasarkan hasil pemikiran atau penelitian di bidang pertanian : 1. Budidaya pertanian 2. Hama dan penyakit tanaman 3. Pemuliaan 4. Ilmu tanah
Articles 115 Documents
DETERMINASI TOTAL FENOL DAN KADAR TOTAL FLAVONOID PADA EKSTRAK BATANG TANAMAN KEMUNING (Murraya paniculata (L.) Jack) Noviyanti Noviyanti; Farid Perdana; Irfan Ahmad Rifansyah; Novriza Sativa
JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 7, No 2 (2023): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jagros.v7i2.3060

Abstract

AbstrakTumbuhan kemuning (Murraya paniculata (L.) Jack) merupakan salah satu spesies dari genus Murraya yang termasuk ke dalam keluarga Rustaceae. Tanaman ini dimanfaatkan oleh masyarakat luas sebagai tanaman obat.  Tanaman ini memiliki beberapa kelompok senyawa yang terkandung dalam spesies Murraya paniculata (L.) Jack yaitu alkaloid, fenol dan Beta-caryophyllene. Tujuan penelitian ini yaitu menentukan kadar total fenol dan flavonoid serta karakteristik untuk standarisasi. Dari hasil penelitian fenol total tanaman kemuning yaitu sebesar 38,3219 mg GAE/g sampel dan flavonoid total yaitu sebesar 22,0526 mg QE/g sampel. Hasil pemeriksaan karakteristik simplisia batang kemuning telah sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan oleh MMI. Hasil penafisan fitokimia simplisia dan ekstrak yaitu mengandung senyawa alkaloid, flavonoid dan saponin.Kata kunci: Kemuning; Mikroskopik; Asam Galat; Kadar Air Abstract The Kemuning plant (Murraya paniculata (L.) Jack) belongs to the Murraya genus within the Rustaceae family. It serves as a medicinal plant widely used by the community. Within the species Murraya paniculata (L.) Jack, this plant contains various groups of compounds, including alkaloids, phenols, and Beta-caryophyllene. The objective of this study is to determine the total levels of phenols and flavonoids, as well as to characterize them for standardization. The study yielded results indicating that the entire phenol content in the kemuning plant was 38.3219 mg GAE/g of samples, while the total flavonoid content was 22.0526 mg QE/g. The examination of the characteristics of the kemuning stem simplisia aligns with the standards established by MMI. Furthermore, the phytochemical screening results revealed the presence of alkaloid compounds, flavonoids, and saponins in both the simplisia and the extract.Keywords: Kemuning: Microscopic; Galat Acid; Water Content
Evaluasi Kesesuaian Lahan Pada Tanaman Tembakau (Nicotiana tabacum L.) di Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut Menggunakan Sistem Informasi Geografis Hidayanti, Nisrin Sumia; Mutmainah, Silma Hanifah Siti; Amaliah, Bayyinah Nur; Pratama, Delfis Yoga; Swardana, Ardli
JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 8, No 2 (2024): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jagros.v8i2.3764

Abstract

Tembakau (Nicotiana tabacum L.) merupakan salah satu tanaman yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dimana kebutuhannya diperlukan untuk industri tertentu. Kegiatan budidaya tanaman, khususnya tembakau yang tidak disertai dengan evaluasi lahan dapat menyebabkan kurang maksimalnya produksi dan dampak lanjutnya dapat menyebabkan degradasi lahan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat serta sebaran kesesuaian lahan untuk tanaman tembakau di Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut. Metode penelitian dilakukan menggunakan overlay dan metode skoring dan bobot terhadap parameter-parameter kesesuaian lahan pada Sistem Informasi Geografis melalui aplikasi ArcGIS. Parameter-parameter yang digunakan untuk evaluasi kesesuaian lahan pada penelitian ini antara lain curah hujan, tekstur tanah, pH tanah, kemiringan lereng lahan, dan sebaran penggunaan lahan. Hasil penelitian menunjukkan kelas kesesuaian lahan di Kecamatan Banyuresmi untuk tanaman tembakau adalah sangat sesuai (S1) seluas 2127 ha , sesuai marjinal (S2) seluas 3250 ha, dan kurang sesuai (S3) seluas 225 ha. Hasil analisis menunjukkan tidak ditemukannya ketidaksesuaian lahan untuk tanaman tembakau di lokasi penelitian, sehingga dapat dikatakan Kecamatan Banyuresmi sesuai untuk tanaman tembakau.
Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Konsentrasi Pupuk Organik Cair Urine Kelinci terhadap Pertumbuhan dan Hasil Setek Kentang (Solanum Tuberosum L.) pada Fase Aklimatisasi Untuk Bibit Kentang G0 Hardiana, Husna; Nafiah, S.P.,M.P, Hanny Hidayati; Mutakin, Jenal; Rismayanti, Ai Yanti; Nurdiana, Dadi
JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 8, No 1 (2023): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jagros.v8i1.3772

Abstract

Petani kentang di Indonesia menghadapi kendala dalam mendapatkan bibit kentang berkualitas tinggi. Salah satu proses yang bisa mendapatkan bibit kentang yang berkualitas tinggi yaitu dengan cara aklimatisasi kentang yang baik dan benar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi antara media tanam dan pupuk organik cair urine kelinci terhadap pertumbuhan dan hasil setek kentang pada fase aklimatisasi untuk bibit G0. Penelitian ini dilaksanakan di Screenhouse yang berada di Pasirtalang, Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan petak utama (Main Plot) yaitu media tanam dengan lima taraf perlakuan yaitu: m1: 100% Humus Bambu m2 : 100% Cocopeat m3 : 50% Humus Bambu 50% Cocopeat m4 : 70% Humus Bambu 30% Cocopeat m5 : 70% Cocopeat 30% Humus Bambu Anak Petak (Sub Plot) yaitu POC Urine Kelinci dengan empat taraf perlakuan yaitu : k0 : 0 ml (kontrol) k1 : 2 ml/liter k2 : 4 ml/liter k3 : 6 ml/liter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi namun secara mandiri komposisi media tanam dan pupuk organik cair Urine kelinci memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil setek kentang (Solanum tuberosum L.) pada fase aklimatisasi G0. Perlakuan 100% humus bambu dan k3 (6 ml/liter) memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kentang G0.
Karakteristik Pertumbuhan Terung Ungu (Solanum Melongena L) Varietas Mustang Pada Beberapa Jenis Pupuk Organik Padat Ardhi, Muhammad Khalifatul; Mayly, Syarifa; Dibisono, Muhammad Yusuf
JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 7, No 2 (2023): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jagros.v7i2.2477

Abstract

Buah terong adalah jenis sayuran yang sangat disukai oleh banyak orang , karena selain rasanya enak dan lezat untuk dijadikan sebagai bahan sayuran atau lalapan , buah terong juga mengandung banyak gizi yang cukup tinggi. Kandungan yang terdapat pada teong yaitu kandungan vitamin A sebesar 30,0 SI dan fosfor sebesar 37,0 mg per 100 g buah terong. Komoditas tanaman terong cukup potensial untuk dikembangkan sebagi penyumbang terhadap keanekaragaman bahan pangan dan juga sayuran bergizi bagi penduduk. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi jenis pupuk organik padat terhadap karakteristik pertumbuhan dan produksi tanaman terung ungu (Solanum melongena L) varietas Reza. Pertumbuhan dan hasil produksi tanaman terong dipengaruhi oleh pemupukan. Pemupukan adalah pemberian pupuk terhadap tanaman dana alahan, dimana pupuk diberikan ke lahan sebagai sumber hara tanaman untuk memenuhi kebutuhan tanaman yang tidak mampu dicukupi oleh hara yang secara alamiah terdapat dalam tanah. eberapa jenis pupuk organik padat antara lain pupuk yang berasal dari bahan organik seperti kompos, bokashi, biochar, sedangkan pupuk organik padat yang berasal dari kotoran hewan antara lain pupuk kandang ayam, sapi, kasgot dan kascing. Tujuan Penelitian adalah Untuk mengetahui pengaruh aplikasi jenis pupuk organik padat terhadap karakteristik pertumbuhan dan produksi tanaman terung ungu (Solanum melongena L) varietas Mustang. Metode Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial dengan kombinasi diantaranya P1= Pupuk Kasgot ( 1,5 kg/plot ),P2 = Pupuk Kascing ( 1,5 kg/plot ), P3 = Pupuk Kandang Sapi ( 1,5 kg/plot ), P4= Pupuk Kandang Ayam ( 1,5 kg/plot ), P5= Biochar Sekam Padi ( 1,5 kg/plot ), P6= Biochar Sekam Padi + Pupuk Kasgot, P7= Biochar Sekam Padi + Pupuk Kascing, P= Biochar Sekam Padi + Pupuk Kandang Sapi, P9 = Biochar Sekam Padi + Pupuk Kandang Ayam, varietas Terung Ungu yang digunakan yaitu varietas Mustang. Hasil Penelitian menunjukkan Perlakuan pemberian pupuk organik padat berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, dan jumlah daun. Tinggi tanaman tertinggi terdapat pada perlakuan P1 (pupuk kasgot) sebesar 58.67 cm, dan jumlah daun tertinggi pada perlakuan P1 (pupuk kasgot) sebesar 10.22 helai, diameter batang tertinggi terdapat pada perlakuan P1 (Kasgot) yaitu sebesar 3.71 cm dan diameter batang terendah terdapat pada perlakuan P5 (biochar sekam padi) sebesar 3.52 cmKeyword : Terung Ungu, Varietas Mustang, Pupuk Organik
Penerapan Metode Certainty Factor Pada Sistem Pakar Untuk Diagnosa Penyakit Tanaman Padi Agatha, Lucy Chania; Desiani, Anita; Suprihatin, Bambang
JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 7, No 2 (2023): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jagros.v7i2.2577

Abstract

Padi (Oryza Sativa L) menjadi tanaman pangan yang sangat penting di dunia setelah Padi (Oryza Sativa L) merupakan bahan pangan yang sangat penting di dunia setelah gandum dan jagung, serta sumber protein utama bagi sebagian besar penduduk dunia, terutama di Asia. Di antara jenis-jenis tumbuhan serelia lainnya, padi menjadi jenis tanaman yang paling produktif. Untuk itu, sangat penting untuk mewaspadai faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat produksinya. Penyakit merupakan salah satu faktor yang sangat merugikan dalam produksi tanaman padi ini, dimana banyak kerugian yang diakibatkan oleh adanya penyakit. Setiap penyakit tersebut umumnya menunjukan gejala-gejala penyakit yang diderita sebelum mencapai tahap yang lebih parah dan meluas, gejala- gejala tersebut dapat dikenali dengan dilakukannya pendiagnosisan terlebih dahulu. Sebelum melakukan diagnosis, kita bisa mendapatkan informasi melalui sebuah sistem yang dapat menerima inputan berupa gejala penyakit dan juga memberikan informasi yang jelas mengenai penyakit tersebut. Hal ini dapat dilakukan menggunakan sistem pakar. Sistem pakar dalam kasus ini menjadi ahli botani atau orang yang paham menangani penyakit pada tumbuhan. Sistem pakar penyakit tanaman padi pada penelitian ini menggunakan metode Certainty Factor. Certainty Factor adalah metode yang digunakan untuk membuktikan ketidakpastian pemikiran seorang pakar untuk keyakinan pakar terhadap masalah yang sedang dihadapi.
Perbandingan Metode Sederhana Uji pH Tanah menggunakan pH meter, Lakmus, dan PUTK pada Sampel Tanah di Kabupaten Garut Jawa Barat asfianti, asti
JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 8, No 2 (2024): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jagros.v8i2.41489

Abstract

Kesuburan tanah merupakan indikator yang menentukan keberhasilan dalam dunia pertanian. Salah satu parameter yang menentukan tingkat kesuburan tanah adalah pH tanah karena mempengaruhi tingkat ketersediaan unsur hara dan pertumbuhan tanaman. Metode pengujian pH tanah sederhana yang bisa diterapkan oleh petani dalam menentukan kesuburan tanah diantaranya potensiometri, kolorimetri, dan bisa menggunakan kertas pH. Penelitian ini bertujuan membandingkan metode pH tanah yang dapat diterapkan pada lahan pertanian di Kabupaten Garut Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengukuran menggunakan pH meter pada sampel tanah Desa Maripari Kecamatan Sukawening sebesar 6,18 menunjukkan agak masam, sampel tanah Kp. Nangewer, Situgede sebesar 6,21 menunjukkan agak masam, sampel tanah Desa Girijaya, Kecamatan Cikajang sebesar 7,48 menunjukkan netral dan sampel tanah Pamekarsari, Banyuresmi sebesar 5,25 menunjukkan kriteria masam. Pengukuran menggunakan PUTK pada sampel tanah Desa Maripari Kecamatan Sukawening  dan Kp. Nangewer, Situgede menunjukkan agak masam, sampel tanah Desa Girijaya, Kecamatan Cikajang menunjukkan agak basa dan sampel tanah Pamekarsari, Banyuresmi menunjukkan kriteria masam. Pada pengukuran menggunakan kertas lakmus pada sampel tanah Desa Maripari Kecamatan Sukawening  dan Kp. Nangewer, Situgede menunjukkan masam, sampel tanah Desa Girijaya, Kecamatan Cikajang menunjukkan basa dan sampel tanah Pamekarsari, Banyuresmi menunjukkan kriteria masam. Berdasarkan hasil uji pH tanah yang telah dilakukan, pengukuran menggunakan pH meter lebih tepat karena nilainya lebih terukur.Kata Kunci: kesuburan tanah, pH tanah, pH meter, PUTK, lakmus
Pertumbuhan Bibit Jahe Gajah, Jahe Emprit, Dan Jahe Merah Pada Beberapa Konsentrasi Biostimulan Azzofos Darma, Wika Anrya; Putri, Sekar Utami; Tiara, Dede
JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 8, No 2 (2024): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jagros.v8i2.3323

Abstract

Jahe merupakan salah satu tanaman obat unggulan di Indonesia. Produksi jahe cukup fluktuatif dalam lima tahun terakhir belum mencukupi permintaan jahe nasional. Persiapan bibit unggul dengan aplikasi biostimulan merupakan salah satu usaha peningkatan produksi jahe. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pertumbuhna jahe gajah, jahe emprit, dan jahe merah pada beberapa konsentrasi biostimulan Azzofos di fase pembibitan. Penelitian ini berlangsung dari Juli hingga Oktober 2023 di Rumah Jaring Politeknik Negeri Lampung. Tedapat dua perlakuan yaitu jenis jahe yang terdiri dari jahe gajah, jahe emprit, dan jahe merah dan konsentrasi biostimulan yang terdiri dari 0 ml/l, 3 ml/l, 6 ml/l, dan 9 ml/l. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan jenis jahe memberikan pengaruh nyata terhadap persentase bibit tumbuh, jumlah tunas, serta tinggi tanaman dan jumlah daun pada 2, 4, dan 6 minggu setelah tanam (MST). Perlakuan konsentrasi biostimulan Azzofos memberikan pengaruh nyata pada parameter jumlah daun di 6 MST. Kata kunci: Jahe Gajah, Jahe Emprit, Jahe Merah, Biostimulan Azzofos, PGPR
Uji Kandungan Vitamin C Dengan Media Tanam Berbeda Serta Pengaruh Paranet Terhadap Warna Hijau Daun Pada Tanaman Bayam Hijau (Amaranthus tricolor L.) Amelia, Runi; Berliana, Yunida; Sijabat, Octanina Sari
JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 7, No 2 (2023): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jagros.v7i2.2661

Abstract

Tanaman bayam hijau (Amaranthus sp.) merupakan sayuran yang bergizi tinggi dan digemari oleh semua lapisan masyarakat Indonesia . tujuan penelitian ini untuk menganalisis kandungan vitamin C dan melihat bagaimana warna hijau daun akibat pemberian media tanam yang berbeda dan pemberian paranet. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) dengan 2 faktor, dimana faktor pertama yaitu media tanam dengan 2 taraf: M1 (Pupuk kandang kambing), M2(Pupuk kandang sapi). Sedangkan faktor kedua yaitu naungan: N0 (tanpa naungan/control), N1 (Naungan 60 %), N2 (Naungan 65 %), N3 (Naungan 70 %).
Eksplorasi dan Karakterisasi Penampilan Biji Padi Lokal Asal Dataran Medium Kabupaten Garut Supriatna, Jajang; Kurnia, Riki; Azizah, Arie Gusminar Nur; Mardhayanti, Khairani Oktafiani
JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 7, No 2 (2023): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jagros.v7i2.2793

Abstract

Padi lokal merupakan sumber daya genetik yang dapat dimanfaatkan dalam perakitan varietas padi unggul. Eksplorasi padi lokal penting dilakukan sebagai langkah awal upaya upaya pelestarian sumber daya genetik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi padi sawah lokal asal dataran medium Kabupaten Garut. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai dengan April 2023. Penelitian ini terdiri dari 3 tahap yaitu survei lokasi keberadaan padi lokal, pengamatan karakteristik biji dan analisis jarak genetik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 13 aksesi padi lokal yang tersebar pada 4 Kecamatan diantaranya 3 aksesi dari Cibatu (Sri Ayu, Apud dan Tsunami); 7 aksesi dari Karangawitan (Widas, Buleud, Sumatera, Ketan KP, Bandawati, Tongkol dan Ulung); 2 aksesi dari Singajaya (Hawara dan Sahdang) dan 1 aksesi dari Banjarwangi (Rantai). Setiap aksesi memiliki karakteristik biji yang beragam berdasarkan panjang gabah, lebar gabah, perbandingan panjang dan lebar gabah, panjang beras pecah kulit, lebar beras pecah kulit, dan Bobot 1000 Gabah Kering. Berdasarkan koefisien kemiripan 13% pada analisis jarak genetik menunjukkan bahwa terdapat 2 klaster utama. Klaster I terdiri dari aksesi Sri Ayu, Ketan KP, Bandawati, Apud dan Tsunami; Klaster II terdiri dari Widas, Ulung, Buleud, Sumatera, Rantai, Tongkol, Hawara dan Sahdang.
Analisis Permeabilitas, Porositas dan Bobot isi Tanah di Kaki Gunung Guntur Kabupaten Garut Fatimah, Rahmi
JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 8, No 1 (2023): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science)
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jagros.v8i1.41589

Abstract

Gunung Guntur terletak di kabupaten Garut, Jenis tanah di wilayah kaki Gunung Guntur adalah tanah grumosol pasir berbatu pindahan material Gunung Guntur. Agar lahan di wilayah tersebut bisa digunakan secara maksimal maka perlu diidentifikasi sifat fisik, kimia dan biologi tanah . sifat fisik yang bisa dikaji meliputi permeabilitas, porositas dan bobot isi tanah.  Permeabilitas, bobot isi dan porsitas sangat erat kaitannya terutama dalam kemampuan tanah tersebut menyimpan air. Tujuan dari  penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai permeabilitas, bobot isi dan porositas tnah sehingga dalam pengelolaannya dapat lebh efektif dan optimal. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode melalui survey secara langsung. Survei lapangan dilakukan dengan pengambilan contoh tanah utuh menggunakan ring sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai permeabilitas tanah  bervariasi menurut kategori sedang, cepat, sangat cepat, dengan nilai sedang 3,68 cm/jam. Cepat 13,10 cm/jam dan sangat cepat 25,57 cm/ jam. Nilai bobot isi tanah berada dikelas sedang dan tinggi/berat,kelas sedang mempunyai nilai 0,91 g.cm-3 dan kelas cepat/ tingii 1,27 g.cm-3 . sedangkannilai porositas berada pada kategori sedang dan rendah, untuk kategori terendah 15,74% dan yang sedang 61,66 %.

Page 9 of 12 | Total Record : 115


Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 10 No 1 (2025): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 9 No 2 (2025): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 9 No 1 (2024): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 8, No 2 (2024): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 8, No 1 (2023): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 7, No 2 (2023): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 7, No 1 (2022): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 6, No 2 (2022): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 6, No 1 (2021): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 5, No 2 (2021): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology Science) Vol 5, No 1 (2020): JAGROS : JURNAL AGROTEKNOLOGI DAN SAINS (JOURNAL OF AGROTECHNOLOGY AND SCIENCE) Vol 4, No 2 (2020): JAGROS: JURNAL AGROTEKNOLOGI DAN SAINS (JOURNAL OF AGROTECHNOLOGY SCIENCE) Vol 4, No 1 (2019): JAGROS : JURNAL AGROTEKNOLOGI DAN SAINS (JOURNAL OF AGROTECHNOLOGY AND SCIENCE) Vol 3, No 2 (2019): JAGROS : JURNAL AGROTEKNOLOGI DAN SAINS (JOURNAL OF AGROTECHNOLOGY AND SCIENCE) Vol 3, No 1 (2018): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology and Science) Vol 2, No 2 (2018): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology and Sciences) Vol 2, No 1 (2017): JAGROS: Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology and Sciences) Vol 1, No 2 (2017): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology and Science) Vol 1, No 1 (2016): JAGROS : Jurnal Agroteknologi dan Sains (Journal of Agrotechnology and Science) More Issue