cover
Contact Name
Diena Juliana
Contact Email
knj@ejournalyarsi.ac.id
Phone
+6281225795630
Journal Mail Official
knj@ejournalyarsi.ac.id
Editorial Address
Jl. Panglima Aim No.1, Dalam Bugis, Kec. Pontianak Tim., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78232
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Khatulistiwa Nursing Journal
ISSN : 2655772X     EISSN : 27983897     DOI : 10.53399
Core Subject : Health,
Khatulistiwa Nursing Journal is a peer-reviewed Indonesian journal dedicated to all nursing areas published by The School of Nursing and Graduate School of Nursing at STIKES Yarsi Pontianak. The aim of this journal is to contribute to the growing field of nursing practice and provide a platform for researchers, physicians and healthcare professionals. This journal presents contemporary research on the issue such as basic research in nursing, management nursing, emergency and critical nursing, medical surgical nursing, mental health nursing, maternity nursing, pediatric nursing, gerontological nursing, community nursing and family nursing education nursing. Khatulistiwa nursing journal welcomes original research publications that employ the quantitative, qualitative, or mixed-method approach as well as scholarly works on advanced practice nursing. The target audiences of this journal are nursing students' managers, senior members of the nursing professions, practicing nurses, nurse educators, and researchers at all levels who are committed to advancing practice and professional growth on the basis of fresh information and evidence.
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026" : 22 Documents clear
Hubungan Penggunaan Media Sosial dengan Perilaku Cyberbullying di Sekolah Anugrahwati, Ria; Silitonga, Junita
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i1.331

Abstract

Latar Belakang: Fenomena cyberbullying dan hubungannya dengan penggunaan media sosial pada anak usia sekolah merupakan topik yang semakin relevan dalam era digital saat ini dan di luar negeri banyak dijumpai kasus-kasus cyberbullying yang membawa dampak sangat serius bagi korbannya seperti bunuh diri. Tujuan: Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang hubungan penggunaan media sosial dengan perilaku cyberbullying di sekolah Metode: Jenis penelitian ini adalah survey cross sectional. Populasi adalah murid sekolah dasar yang berjumlah 100 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara random sampling yang dianalisa menggunakan uji chi square. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner dari penelitian sebelumnya. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dari 100 responden sebagian besar (55%) berjenis kelamin perempuan. Sebagian besar (33%) kelas 5, sebagian besar penggunaan media sosial (61%) secara positif. Dan Sebagian besar tidak berperilaku cyberbullying (62%). Kesimpulan: Hasil uji chi-square didapatkan p value = 0,016 yang artinya ada hubungan penggunaan media sosial dengan perilaku cyberbullying dengan kata lain ada pengaruh dampak negatif terhadap penggunaan teknologi informasi dalam bentuk cyberbullying di lingkungan. Rekomendasi untuk mengurangi perilaku cyberbullying yaitu anak usia sekolah perlu dibatasi penggunaan media sosial, termasuk diperlukan pengawasan oleh orangtua dan guru terhadap penggunaan media sosial di sekolah ataupun di rumah.
Pengaruh Pemberian Aromaterapi Lavender Terhadap Kecemasan Akseptor Kb Implan Di Puskesmas Sapta Taruna Kota Pekanbaru Mardiya, Rizka; Putri, Tengku Isni Yuli Lestari; Rahmita, Hirza
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i1.340

Abstract

Latar Belakang: Kontrasepsi Implan merupakan salah satu metode pengendalian kelahiran jangka panjang yang memiliki tingkat efektivitas tinggi. Meskipun demikian, banyak calon akseptor mengalami kecemasan sebelum pemasangan, yang dapat menghambat proses penerapannya. Pendekatan non farmakologis seperti aromaterapi dengan minyak esensial lavender diketahui memiliki sifat menenangkan yang berpotensi mengurangi kecemasan secara alami. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh intervensi aromaterapi lavender terhadap tingkat kecemasan pada perempuan yang menjadi akseptor KB implan. Metode: Penelitian ini menerapkan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest one group design. Responden terdiri dari akseptor KB implan yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner tingkat kecemasan sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi. Analisis data menggunakan uji statistik yang relevan untuk menguji signifikansi perubahan yang terjadi. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa terdapat penurunan tingkat kecemasan yang signifikan setelah pemberian aromaterapi lavender. Berdasarkan hasil analisis statistik, diperoleh nilai p sebesar 0,000 (p<0,05), yang mengindikasikan adanya pengaruh yang bermakna secara statistik. Rata-rata skor kecemasan sebelum intervensi adalah 21,77 dan menurun menjadi 18,90 setelah intervensi, dengan selisih rata-rata sebesar 13,87 poin. Kesimpulan: Aromaterapi lavender terbukti efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada akseptor KB implan. Efek relaksasi dari aroma lavender diyakini mampu meredakan ketegangan emosional serta meningkatkan kenyamanan selama prosedur pemasangan implant berlangsung.
Dominasi Media Sosial dalam Aktivitas Digital dan Tingkat Ketergantungan Internet pada Remaja Fitriah, Fitriah; Limansyah, Dodik; Listiya, Meta Aldila
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i1.347

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan internet dan media sosial yang pesat dalam satu dekade terakhir telah mengubah pola komunikasi, hiburan, serta pembelajaran, terutama dikalangan remaja. Intensitas penggunaan media sosial yang tinggi dapat memicu perilaku adiktif yang berdampak pada kesehatan mental dan aktivitas sehari-hari. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pola penggunaan internet dan media sosial, serta tingkat ketergantungan internet pada remaja. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode suvei terhadap 200 responden berusia 16-18 tahun dari dua SMA di Pontianak Timur. Data dikumpulkan menggunakan dua jenis kuesioner terstruktur. Insrumen pertama yakni Internet Addiction Test (IAT) versi Indonesia yang telah tervalidasi. Instrumen kedua dirancang peneliti untuk mengeksplorasi pola penggunaan internet dan media sosial. Data disnalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah perempuan (66.5%) dan berusia 17 tahun (53%). Aktivitas daring paling dominan adalah mengakses media sosial (93%), chatting (87%), mengerjakan tugas (83.5%), dan menonton video (78%). Platform media sosial yang paling banyak digunakan adalah Instagram, YouTube, dan TikTok, sedangkan WhatsApp menjadi aplikasi komunikasi utama. Berdasarkan skor IAT, 47% responden berada pada kategori normal, 46% pada kegori ringan, dan 7% kategori sedang, dengan rata-rata skor 29.02. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun sebagian besar remaja berada pada kategori penggunaan normal, sektar 54% menunjukkan indikasi ketergantungan ringan hingga sedang. Oleh karena itu, literasi digital, pengaturan waktu daring, dan dukungan keluarga menjadi langkah penting untuk mencegah adikasi intertnet.
Studi Eksplorasi Alasan Terbentuknya Perilaku Lelaki Seks Lelaki Sebagai Kelompok Risiko Tinggi HIV/AIDS pada LSL di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bandung Manumara, Theophylia Melisa
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i1.365

Abstract

Latar Belakang: Lelaki seks lelaki (LSL) ialah perilaku hubungan seksual yang berlangsung antara lelaki dengan lelaki. Perilaku seksual LSL ini membuat LSL menjadi kelompok yang memiliki risiko tinggi terkena HIV AIDS. Perilaku seksual lelaki seks lelaki ini tentunya dipengaruhi baik oleh factor internal maupun eksternal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam mengenai penyebab terbantuknya perilaku lelaki seks lelaki pada LSL di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bandung. Metode: Metode penelitian ini menggunan metode kualitatif dengan cara in depth interveiew dengan informan penelitian yang berguna untuk dapat menganalisis lebih dalam terbentuknya perilaku lelaki seks lelaki. Penelitian ini dilakukan pada 5 informan. Hasil: Hasil wawancara didapatkan bahwa factor terbentuknya perilkaku seksual lelaki seks lelakiu yaitu factor kurangnya pengetahuan, ketidakpuasan pada pasangan, factor keinginan mencoba hal baru, factor keluarga, dan factor pergaulan. Kesimpulan: Menjadi seorang lelaki seks lelaki tentunya dipengaruhi oleh berbagai factor mulai dari factor internal dan factor eksternal. Penelitian ini diharapkan dapat membangun kedasaran dari tenaga kesehatan untuk mampu mengatasi penyebab terbentuknya perilaku lelaki seks lelaki ini sehingga dapat berdampak pada penurunan prevalensi penyakit HIV/AIDS.
Motivasi Lansia dalam Mengikuti Terapi Kesehatan Senam Ling Tien Kung Di Balai Desa Sumberbendo Kediri Heni, Sutiyah; Yuniana, Ira Nur Lailia Fedri
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i1.369

Abstract

Latar Belakang: Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami penurunan kesehatan fisik dan psikologis. Terapi kesehatan Ling Tien Kung salah satu cara yang dapat membantu meningkatkan kebugaran dan kualitas hidup lansia. Tingkat partisipasi lansia dalam terapi ini sangat dipengaruhi oleh tingkat motivasi yang dimiliki masing-masing lansia. Tujuan: untuk mengetahui motivasi lansia dalam mengikuti terapi kesehatan Ling Tien Kung di Balai Desa Sumberbendo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri. Metode: Desain penelitian deskriptif, populasi dan sampel 39 responden, dengan teknik total sampling. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 27 Maret sampai 30 April 2025, variabel Motivasi Lansia Dalam Mengikuti Terapi Kesehatan Ling Tien Kung di Balai Desa Sumberbendo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri, instrumen dengan wawancara dan kuesioner data dianalisis dengan persentase, dan diinterpretasi dengan kuantitatif. Hasil: Sebagian besar dari responden mempunyai motivasi kuat 74% dan hampir setengah dari responden mempunyai motivasi sedang 26%. Motivasi kuat dipengaruhi oleh jenis kelamin, pendidikan terakhir, tinggal bersama siapa, mendapatkan informasi, sedangkan motivasi sedang dipengaruhi oleh usia. Kesimpulan: Diharapkan lansia yang memiliki motivasi kuat untuk tetap mempertahankan motivasinya dalam mengikuti terapi kesehatan Ling Tien Kung dan kepada keluarga lansia yang memiliki motivasi sedang dapat memberi dukungan dengan mengantar, mengingatkan jadwal terapi dan memberi apresiasi dan bagi instruktur terapi bisa memberi edukasi tentang manfaat terapi.
Pendekatan Keperawatan Dengan Model Telehealth Dalam Manajemen Deteksi Dan Intervensi Weight Faltering Untuk Mengurangi Resiko Stunting Yolanda, Henny; Mardani, Raden Ahmad Dedy; Hendry, Zul
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i1.371

Abstract

Latar Belakang: Urgensi penelitian didasari oleh tingginya angka prevalensi anak dengan stunting di NTB bahkan menduduki peringkat keempat secara nasional. Selain menyebabkan gangguan pertumbuhan, stunting menyebabkan penurunan kemampuan kognitif, motorik dan performa kerja. Proses deteksi dini sangat penting untuk mencegah stunting yang diinduksi oleh ketidakpatuhan terhadap pedoman gizi. Masalah utama dalam deteksi dan intervensi weight faltering terletak dalam kompleksitas pengenalan dan pelaksanaan intervensi yang tepat, mengakibatkan respon yang lambat terhadap masalah gizi pada anak. Keterbatasan sistem pemantauan tersebut mendorong perlunya pendekatan keperawatan berbasis telehealth dalam manajemen weight faltering. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model telehealth dalam manajemen deteksi intervensi weight faltering untuk mengurangi resiko stunting. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D), yaitu pendekatan sistematis pendekatan keperawatan melalui telehealth untuk menghasilkan produk desain website dalam Manajemen Deteksi Intervensi Weight faltering. Hasil: Hasil uji statistik hasil bahwa mayoritas responden menunjukan hasil SUS dengan kategori acceptable 77.6% Kesimpulan: website https://tumbuhkembang.id yang sudah dapat dimanfaatkan sebagai model model telehealth dalam manajemen deteksi dan intervensi weight faltering untuk mengurangi resiko stunting.
Model Health Literacy berbasis Telehealth dalam Promosi Kesehatan Mengenai Perilaku Makan pada Pertumbuhan Remaja Cegah Stunting Albayani, Melati Inayati; Suprayitna, Marthilda; Hajri, Zuhratul; Yolanda, Henny
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i1.372

Abstract

Background: Nutrition and stunting issues in Indonesia cannot be underestimated, especially considering the health conditions of adolescents that influence stunting rates in the future. Adolescence is a crucial period in individual growth and development, where many behaviors and habits, including eating patterns, are formed. Good health literacy allows adolescents to understand health information related to nutrition and a healthy lifestyle. This shows that understanding and knowledge about balanced nutrition are crucial to reduce the risk of long-term stunting and ensure maternal and child health. The gap in knowledge and nutritional literacy among adolescents is a major challenge that needs to be addressed. A telehealth-based health literacy model is expected to improve understanding and healthy eating behavior among adolescents, as an automotive step in stunting prevention. Objective: The purpose of this study is to develop a telehealth-based Health Literacy model to improve healthy eating behavior among adolescents by focusing on strengthening their understanding of the importance of a healthy diet. Method: This study used the Research and Development method combined with a Randomized Control Trial. The sample in this study were adolescents attending high schools in Mataram City. Results: Statistical analysis showed a significant intervention effect with p<0.01. The proportion of improvement in the intervention group was more than double that in the control group. Conclusion: The Telehealth-based Health Literacy Model intervention was effective in improving adolescents' dietary knowledge and behavior.
Pengembangan Aplikasi Self-Care Audiovisual Footcare Education (SAFE-FOOT) terhadap Peningkatan Perawatan Kaki Dalam Mencegah Diabetic Foot Ulcer Ernawati, Ernawati; Ariyanti, Maelina; Istianah, Istianah
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i1.376

Abstract

Latar Belakang: Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit kronis yang dapat menimbulkan berbagai komplikasi jika tidak dikelola dengan baik. Salah satu komplikasi yang sering terjadi adalah Diabetic Foot Ulcer (DFU), yang dapat menyebabkan kecacatan bahkan amputasi. DFU terjadi akibat kombinasi neuropati diabetik, iskemia, dan infeksi yang tidak tertangani dengan baik. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Pengembangan Aplikasi Self-Care Audiovisual Footcare Education (SAFE-FOOT) terhadap peningkatan perawatan kaki dalam mencegah Diabetic Foot Ulcer. Metode: Desain penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain pre-test post-test nonequivalent control group. Sampel penelitian sebanyak 36 orang penderita DM tipe 2 yang terbagi menjadi 18 kelompok intervensi dan 18 kelompok kontrol. Hasil: penelitian menunjukkan rata-rata skor pre-test kelompok intervensi 40.72, standar deviasi 6.977 setelah diberikan intervensi terjadi peningkatan nilai rata-rata skor post-test menjadi 49.22, standar deviasi 7.134 sedangkan rata-rata skor pre-test pada kelompok kontrol 45.94, standar deviasi 4.746 terjadi peningkatan pada nilai rata-rata skor post-test menjadi 48.33 dengan standar deviasi 4.102. Didapatkan nilai P-value 0.000 (<0.05) pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol yang berarti ada pengaruh Aplikasi Self-Care Audiovisual Footcare Education (SAFE-FOOT) terhadap peningkatan perawatan kaki dalam mencegah Diabetic Foot Ulcer. Hasil uji t-independen didapatkan dengan p=0,650 (p>0,05) yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata post-test pada kedua kelompok. Kesimpulan: Aplikasi Self-Care Audiovisual Footcare Education (SAFE-FOOT) efektif meningkatkan perawatan kaki dalam mencegah Diabetic Foot Ulcer.
Deskripsi Screen Time pada Anak Usia 6 – 12 Bulan di Wilayah Puskesmas Delanggu Alya Olga Chairina Zahra; Arifah, Siti
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i1.377

Abstract

Latar Belakang: Perkembangan teknologi digital telah menyebabkan peningkatan signifikan dalam pemakaian media layar dikalangan usia dini, termasuk anak berusia 6 – 12 bulan. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran terhadap potensi dampaknya terhadap aspek perkembangan anak, baik secara kognitif, sosial emosional maupun fisik. Penting untuk diketahui bagaimana pola penggunaan media digital terbentuk sejak dini. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara komrehensif gambaran penggunaan screen time anak 6 – 12 bulan, mencakup akses media layar, frekuensi penggunaan, paparan konten, serta pendampingan orang tua selama anak menggunakan perangkat digital. Metode: Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dengan rancangan deskriptif analitik. Penentuan sampel dilakukan melalui teknik total sampling, dengan melibatkan para orang tua yang berinteraksi menggunakan media digital bersama anak mereka di wilayah Desa Gatak dan Desa Delanggu. Data dikumpulkan melalui kuesioner SCREEN-Q, yang dikembangkan berdasarkan pedoman dari American Academy of Pediatrics (AAP). Hasil: Sebagian besar anak usia 6 – 12 bulan memiliki durasi screen time berlebih dan akses yang tinggi terhadap media digital.  Media layar menjadi bagian dari rutinitas harian anak dengan pendampingan orang tua yang masih diperlukan konsistensi. Kesimpulan: Diperlukan peran dan pendampingan orang tua yang lebih konsisten serta edukasi mendalam mengenai penggunaan media digital untuk mencegah dampak negatif yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak.
The Determinan Remaja Dalam Melakukan Penanganan Luka Sederhana Di Surakarta Susilowati, Tri; Prajayanti, Eska Dwi; Triani, Yuyun
Khatulistiwa Nursing Journal Vol. 8 No. 1 (2026): January 2026
Publisher : STIKes YARSI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53399/knj.v8i1.380

Abstract

Latar Belakang: Cedera merupakan penyebab utama kematian di dunia. WHO mencatat dari 4,4 juta kematian akibat cedera setiap tahun, sebanyak 3,16 juta disebabkan oleh cedera tidak disengaja dan 1,25 juta akibat kekerasan. Pada kelompok usia 5–29 tahun, tiga dari lima penyebab kematian tertinggi berkaitan dengan cedera, yaitu kecelakaan lalu lintas, pembunuhan, dan bunuh diri. Data Riskesdas 2018 menunjukkan remaja usia 15–24 tahun menempati urutan ketiga tertinggi kejadian luka di Indonesia (1,3%), dengan tingkat pendidikan tamat SMP paling banyak mengalami cedera (1,5%). Remaja memiliki aktivitas fisik tinggi dan rasa ingin tahu besar, sehingga berisiko mengalami cedera, terutama di lingkungan sekolah. Penanganan luka yang tidak tepat dapat menyebabkan infeksi dan kecacatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penanganan luka sederhana pada remaja di Surakarta. Metode: Penelitian menggunakan desain analitik cross sectional dengan 150 responden remaja perempuan, analisa data dengan menggunakan regresi logistik. Hasil: Hasil menunjukkan variabel yang berpengaruh signifikan terhadap praktik penanganan luka sederhana adalah usia (p=0,000) dan dukungan teman (p=0,000), sedangkan sumber informasi (p=0,605) dan pendidikan (p=0,299) tidak berpengaruh. Kesimpulan: usia dan dukungan teman merupakan faktor dominan dalam meningkatkan kemampuan remaja melakukan penanganan luka sederhana.

Page 1 of 3 | Total Record : 22