Articles
151 Documents
TINGKAT PENGETAHUAN PETERNAK TERHADAP BERAT BADAN BROILER DENGAN VARIASI SUHU PADA SISTEM PEMELIHARAAN KANDANG CLOSED HOUSE
Bainati Nurjannah;
Mufidah Muis;
Arief Sirajuddin;
Hartina Beddu
Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 17 No. 2 (2021): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52625/j-agr-sosekpenyuluhan.v17i2.201
Kajian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan berat badan ayam broiler dengan variasi suhu yang berbeda pada sistem pemeliharaan kandang closed house.Pengumpulan data kajian dilakukan dengan tabulasi data hasil pencatatan suhu dan penimbangan berat badan ayam, sedangkan data penyuluhan diperoleh dari pengumpulan data primer dilakukan dengan cara wawancara dengan peternak secara langsung dengan menggunakan kuesioner. Parameter yang diamati meliputi suhu kandang closed house (X) dan berat badan ayam (Y). Kajian ini diteliti mulai umur 12 hari sampai 21 hari dengan menggunkan 3 sekatan dan setiap sekatan berisi 5.000 ekor. Kajian ini dilakukan pengambilan data 3 kali sehari dengan dengan 10 sampel ayam per sekatan. Penelitian ini mencatat suhu setiap kandang dan menimbang berat badan ayam yang ada pada sekatan hingga mendapatkan 81 data. Data dianalisis menggunakan korelasi product moment pearson (X=Y). Hasil yang didapatkan bahwa sekatan 1 yang paling bagus pertumbuhan berat badan akhir (umur 21 hari) adalah 1,03 Kg/ekor ayam dengan suhu berkisar 25-290C. Hasil kajian menggunakan analisis korelasi product moment pearson antara suhu dengan berat badan ayam (Kg/Ekor) (r) adalah -0,594 ini menunjukkan bahwa terjadi hubungan yang tinggi antara suhu dengan berat badan ayam (Kg/Ekor) karena nilai r negatif berarti semakin tinggi suhu maka semakin menurunkan berat badan ayam (Kg/Ekor). Pelaksanaan penyuluhan mendapatkan hasil perubahan pengetahuan responden 32,1% dan efektivitas penyuluhan mencapai 64,3% dengan demikian penyuluhan yang dilaksanakan cukup efektif.
EVALUASI PEMAHAMAN MASYARAKAT TENTANG PEMOTONGAN HALAL RPU DI KOTA MAKASSAR
Idris Idris;
Aminuddin Saade;
Siti Sartika Putri Kinanti Surya
Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 17 No. 2 (2021): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52625/j-agr-sosekpenyuluhan.v17i2.202
Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman masyarakat tentang pemotongan halal RPU di Kota Makassar. Kajian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2021, bertempat di Kecamatan Ujung Tanah Kota Makassar. Metode penelitian yang akan digunakan adalah penelitian kuantitatif deskriptif, yaitu penelitian menjelaskan atau menggambarkan suatu fenomena,dalam hal ini Pemahaman masyarakat tentang pemotongan halal di RPU yang berada di Kec Ujung Tanah Kota Makassar. Variabel yang di amati adalah pemahaman masyarakat dengan sub variabel RPU dan pemotongan halal, adapun indikator dari RPU yaitu keberadaan RPU dan RPU bersertifikat halal, selanjutnya indikator pemotongan halal yaitu ayam dari pemotongan halal dan cara pemotongan halal. Hasil kajian ini menunjukkan pemahaman masyarakat terhadap pemotongan halal di Kota Makassar berada di kategori cukup mengetahui, penelitian tersebut meliputi variabel RPU dan pemotongan halal. Efektivitas penyuluhan mencapai presentase 55,42% termasuk dalam kategore cukup efektif.
REVIEW: REKAYASA SOSOAL DAN KELEMBAGAAN PETANI: Farmers' Social and Institutional Engineering: A Review
Srisasmita Dahlan;
Abigael R. Tondok;
Repelita Kallo
Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 17 No. 2 (2021): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52625/j-agr-sosekpenyuluhan.v17i2.208
Potensi kekayaan alam Indonesia sangat luar biasa, baik sumber daya alam hayati maupun non hayati namun besarnya kekayaan alam Indonesia tidak menjamin bahwa petaninya juga berdaya. Kebanyakan petani hidup di dalam ketidakberdayaan baik secara sosial maupun secara ekonomi Petani berdaya merupakan petani yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan tindakan terhadap potensi yang dimilikinya. Untuk mencapai tingkat keberdayaan, maka dilakukan Rekayasa sosial (social engineering) bertujuan untuk mewujudkan masyarakat yang berdaya dalam segala jenis aktivitas kemasyarakatan. Perubahan sosial tidak akan menuju ke arah yang direncanakan apabila kesalahan berpikir masih dipraktekkan. Rekayasa sosial hanya akan efektif apabila mampu meningkatkan pendapatan petani, dengan mengembangkan pola pikir yang berlandaskan kesamaan persepsi dan pemahaman, keinginan untuk maju bersama dan memanfaatkan segenap potensi dan peluang yang ada. Untuk mendukung rekayasa sosial dan keberdayaan petani didukung oleh beberapa faktor seperti konsep Servaes (2002) menyatakan proses komunikasi pembangunan partisipatif terkait konsep pemberdayaan diantaranya adanya forum dialog akar rumput, fungsi baru komunikasi, adanya media partisipatif, berbagi pengetahuan secara setara dan model komunikasi pendukung pembangunan. Tujuan yang ingin dicapai dalam makalah ini adalah menganalisis rekayasa sosial mampu mendorong keberdayaan masyarakat tani. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah literature review. dengan menggunakan tiga studi kasus yang di peroleh dari jurnal-jurnal penelitian menyangkut kajian yang dilakukan terdahulu. Strategi Rekayasa Sosial dan keberdayaan petani yang dilakukan umumnya masih kurang memperhitungkan kemandirian masyarakat. Hasil pembelajaran rekayasa sosial dan keberdayaan petani pada studi kasus antara tujuan ideal yang ingin dicapai dengan hasil nyata yang didapatkan di lapangan masih menunjukkan kesenjangan yang relatif besar. Dalam melakukan rekayasa sosial dan keberdayaan petani pelaksana dan pendamping harus memiliki kompetensi, baik dalam keterampilan teknis, kapabilitas manajerial, dan melakukan koordinasi secara efektif. Terbatasnya kemampuan kapasitas SDM petani, informasi yang disajikan dalam CE (cyber extension ) seringkali tidak sesuai dan belum menjawab permasalahan di lapangan sehingga Rekayasa Sosial pemanfaatan cyber extension belum termanfaatkan dengan baik.
PENGARUH KARAKTERISTIK PETERNAK DAN ADOPSI TEKNOLOGI TERHADAP KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN DI KECAMATAN SINJAI BARAT KABUPATEN SINJAI: The Effect of Breeder Characteristics and Technology Adoption on The Success of Artificial Insemination In Sinjai Barat District, Sinjai Regency
N. R. Razak;
Herianto Herianto;
A. K. Armayanti;
M. E. Kurniawan
Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 17 No. 2 (2021): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52625/j-agr-sosekpenyuluhan.v17i2.210
Pengembangan dan peningkatan usaha, maka peternak harus berupaya merubah cara berpikirnya dan menumbuhkan karakteristiknya dengan memiliki sejumlah pengetahuan praktis yang berkaitan dengan usaha peternakan. Inseminasi Buatan serta dukungan dari pemerintah daerah pencanangan Inseminasi Buatan (IB) dan Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS). Saat ini sudah digencarkan oleh pemerintah melalui program UPSUS SIWAB (Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting). Upaya UPSUS SIWAB yang dilaksanakan melalui strategi optimalisasi pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB). demi tercapainya swasembada pangan asal hewan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak. Tujuan untuk mengetahui mengetahui pengaruh karakteristik peternak dan adopsi teknologi terhadap keberhasilan Inseminasi Buatan di kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik peternak umur, tingkat pendidikan, pengalaman beternak dan adopsi teknologi berpengaruh signifikan secara bersama sama dedangkan secara sendiri sendiri umur dan tingkat pendidikan tidak berpengaruh signifikan serta pengalaman beternak dan adopsi teknologi berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan inseminasi buatan.
RESPON PETANI PADA PENERAPAN TEKNOLOGI USAHATANI VUB PADI INPARI 24 DI KABUPATEN PANGKEP: The Response of Farmers to The VUP Farming Application of Inpari 24 Rice Technology in Pangkep Regency
Wardah Halil;
Eka Triana Yuliarsih;
Yusmasari Yusmasari;
Idaryani Idaryani
Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 17 No. 2 (2021): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52625/j-agr-sosekpenyuluhan.v17i2.211
Varietas Unggul Baru (VUB) merupakan salah satu teknologi yang berperan penting dalam peningkatan kuantitas dan kualitas produk pertanian. Salah satu VUB yang mempunyai daya saing dan nilai ekonomi, baik rasa maupun manfaatnya adalah Inpari 24/beras merah. Tidak banyak petani yang bersedia memproduksi beras merah, meskipun harganya tinggi, hal ini berkaitan dengan sifat inovasi dari teknologi padi yang diterapkan. Tujuan kegiatan ini untuk mengetahui respon petani pada penerapan teknologi padi Inpari 24. Metode penelitian dilakukan dengan melakukan wawancara langsung dengan petani menggunakan kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 25 orang. Analisis data menggunakan Teknik skor.Data dianalisis secara deskriptif. Kesimpulan dari kegiatan ini bahwa menurut petani, teknologi yang Sulit dilaksanakan pada penerapan teknologi Inpari 24 adalah Penggunaan VUB, pemberian bahan organik, sistem tanam legowo, pemupukan berdasarkan kebutuhan tanaman dan status hara tanah, pengendalian OPT dengan pendekatan PHT, penyiangan dengan landak/gasrok dan Pasca Panen. Teknologi yang mudah dilakukan adalah : penggunaan bibit muda (<21 hari), dan tanam bibit 1-3 batang per rumpun, penggunaan benih bermutu dan berlabel, pengolahan tanah sesuai musim dan pola tanam, dan panen tepat waktu dan gabah segera dirontok.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT ANGGOTA KELOMPOK WANITA TANI (KWT) PELANGI MAKMUR DALAM PENGEMBANGAN USAHA KERIPIK TEMPE DI DESA KARYA MAKMUR KECAMATAN PEMALI KABUPATEN BANGKA
Endah Puspitojati;
Izzah Annisa;
Sukadi Sukadi
Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 18 No. 1 (2022): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52625/j-agr-sosekpenyuluhan.v18i1.213
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Pelangi Makmur dalam pengembangan usaha keripik tempe. Penelitian dilaksanakan mulai November 2020 sampai dengan April 2021 di Desa Karya Makmur, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka. Metode penelitian dilakukan secara purposive baik di tingkat Kabupaten, Kecamatan, dan Desa. Sampel ditentukan secara sensus. Sampel dalam penelitian ini adalah anggota Kelompok Wanita Tani Pelangi Makmur (KWT) yang berjumlah 20 orang. Data diperoleh dengan wawancara dan menggunakan kuisioner yang disebarkan langsung ke anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Pelangi Makmur. Analisis statistik menggunakan Analisis Deskriptif dan Analisis Regresi Linear Berganda dengan pengujian hipotesis uji statistik T dan F. Hasil Analisis Deskriptif menunjukkan bahwa variabel usia, motivasi, dan minat memiliki kategori tinggi yaitu pada interval 77,78% - 100% sedangkan variabel pendidikan serta sarana dan prasarana memiliki kategori sedang yaitu pada interval 55,55% - 77,77%. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda menunjukkan bahwa secara parsial faktor internal (motivasi) dan faktor eksternal (sarana dan prasarana) berpengaruh signifikan terhadap minat dalam pengembangan usaha keripik tempe. Secara simultan faktor internal dan faktor ekternal berpengaruh signifikan terhadap minat dalam pengembangan usaha keripik tempe. Berdasarkan hasil penelitian maka perlu dilakukan pemberdayaan untuk memotivasi anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) agar berminat dalam melakukan kegiatan promosi sebagai bentuk ikutserta dalam kegiatan pengembangan usaha keripik tempe sehingga diharapkan produksi meningkat dan pemasaran bisa meluas. Desain pemberdayaannya adalah peran penting dan strategi kegiatan promosi dalam pengembangan usaha untuk meningkatkan produksi dan meluaskan pemasaran.
ANALISIS PENINGKATAN PEMAHAMAN PESERTA BIMBINGAN TEKNIS TERHADAP TEKNOLOGI HIDROPONIK DI KABUPATEN SOPPENG SULAWESI SELATAN
Sarintang Sarintang;
Sri Sasmita Dahlan;
Abigael Rante Tondok
Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 18 No. 1 (2022): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52625/j-agr-sosekpenyuluhan.v18i1.224
Kegiatan hidroponik merupakan solusi menanam sayuran tanpa menggunakan media tanah, selain dapat menghemat lahan (pemanfaatan lahan sempit) produk hidroponik menghasilkan produk yang sehat bebas E.coli dan Salmonella sp. Semakin kedepan kesehatan akan semakin menjadi pertimbangan utama dalam memilih produk pertanian. Adapun tujuan dilaksanakannya bimtek ini ialah untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan serta kapasitas petani dalam berusaha tani demi peningkatan kesejahteraan serta untuk meningkatkan kemampuan dan kapasitas penyuluh pertanian dalam transfer teknologi hidroponik kepada petani sehingga dapat bekerja secara profesional, mandiri, mampu bersaing. Peserta yang mengikuti bimtek terdiri dari petani milenial dan penyuluh pendamping di Kabupaten Soppeng. Konversi lahan pertanian menjadi masalah yang besar untuk prospek kedepan, sehingga perlu adanya solusi pemanfaatan pekarangan dengan system tanam hidroponik (menanam dengan menggunakan media air). Konsep yang digunakan adalah penyuluhan dan praktik hidroponik ini dilakukan dengan metode bimbingan teknis melalui penyuluhan dan praktik yang melibatkan Petani milenial dan penyuluh pendamping sebagai peserta. Nilai rata-rata pemahaman peserta sebelum menerima materi teknologi hidroponik sebanyak 68,21% menjadi nilai rata-rata setelah menerima materi dan praktek terkait teknologi budidaya hidroponik sebanyak 90,71%. Hal ini Menunjukkan bahwa bimbingan teknis dapat meningkatkan pemahaman sebanyak 22,5%. Harapan kedepannya, masyarakat dapat terus memanfaatkan lahan pekarangan untuk tanaman hidroponik sehingga dapat menjadi solusi bagi petani pekarangan sempit dan utamanya dalam meningkatkan tambahan pendapatan petani.
DAYA HASIL PADI (Oryza sativa. L) VUB DENGAN CARA TANAM SISTEM LEGOWO DI SULAWESI SELATAN
Nely Lade;
A.R. Tondok
Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 18 No. 1 (2022): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52625/j-agr-sosekpenyuluhan.v18i1.225
Tanam padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan yang menjadi bahan makanan pokok di Indonesia. Kebutuhan beras di Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat seiring peningkatan jumlah penduduk. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahu pengaruh sistim tanam dan jenis varietas VUB padi terhadap pertumbuhan dan produksi padi. Penelitian ini dilaksanakan di desa Manjalling, kecamatan Bajeng, kabupaten Gowa, 2020 dengan menggunakan metode Rancangan Faktorial dengan dua faktor, faktor pertama jenis varietas dan faktor kedua sistim tanam jajar legowo dan diulang sebanyak tiga kali. Hasil yang dicapai menunjukkan bahwa pengaruh macam varietas dan sistem tanam jajar legowo terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman padi (Oryza sativa L.) Pengamatan tinggi tanaman dan jumlah anakan menunjukkan nilai tertinggi diperoleh dari kombinasi perlakuan jajar legowo 2 : 1 dan varietas inpari 32 (T1V1) sedangkan nilai terendah diperoleh dari kombinasi perlakuan jajar legowo 4 : 1 varietas Inpari 30 (T3V3). Terdapat perbedaan nyata pada perlakuan macam varietas pada parameter, pengamatan panjang malai, jumlah anakan produktif dan berat gabah kering panen diperoleh nilai tertinggi pada varietas inpari 32 (V1).
DISEMINASI TEKNOLOGI MELALUI MODEL DISPLAY TANAMAN DI TAMAN AGROINOVASI MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN
Wardah Halil;
Farida Arief;
Rahmatiah Rahmatiah
Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 18 No. 1 (2022): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52625/j-agr-sosekpenyuluhan.v18i1.226
Inovasi teknologi pertanian dapat didiseminasikan melalui berbagai pendekatan media. Semakin mudah teknologi diaplikasikan, maka semakin cepat pula proses adopsi inovasi dilakukan petani. Kegiatan Tagrinov dilakukan di halaman kantor BPTP Sulawesi Selatan, dari bulan Januari sampai Desember 2021. Responden diambil secara acak yang berasal dari para pengunjung Taman Agroinovasi di BPTP Sulawesi Selatan tahun 2021 yang terdiri dari pelajar, mahasiwa dan kelompok tani, keseluruhan berjumlah 60 orang. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari pengunjung dengan menggunakan alat bantu kuesioner dengan teknik wawancara, Sedangkan data sekunder dikumpulkan dengan desk study. Data dikumpulkan dan diolah secara diskript menggunakan SPSS26. Dalam menangani Taman agroinovasi, permasalahan yang timbul adalah pemanfaatan lahan belum optimal, produktivitas beberapa komoditas masih rendah, karena diupayakan semua komoditi menggunakan produk organic untuk mendapatkan buah dan sayuran yang sehat. Selain itu, hasil produksi belum berorientasi ekonomi, karena tujuan tagrinov hanya melaksanakan fungsi pekarangan sebagai fungsi bioekologis sebagai ruang terbuka hijau untuk sirkulasi udara, fungsi social, ekonomi dan budaya sebagai fungsi untuk rekreasi, penelitian dan pembelajaran terutama anak sekolah.
PROGRAM KOSTRATANI TERHADAP EFISIENSI PENGGUNAAN COMBAIN HARVESTER
Jati Nurcholis;
Andi Rinaldy Trijaya Y;
Syaifuddin Syaifuddin;
Pratiwi Hamzah
Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan Vol. 18 No. 1 (2022): Jurnal Agrisistem: Seri Sosek dan Penyuluhan
Publisher : Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.52625/j-agr-sosekpenyuluhan.v18i1.227
Program kostratani merupakan pusat kegiatan pembangunan pertanian di kecamatan yang merupakan optimalisasi tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluh Pertanian (BPP) dengan memanfaatkan teknologi informasi dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui peran kostratani dalam efisiensi tenaga kerja, biaya dan waktu panen dalam penggunaan Combine Harvester. Metode penelitian dilakukan dengan metode kajian kualitatif, berupa pengumpulan data primer dengan memberikan pertanyaan kepada responden, yang dilaksanakan dikecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan. Penggunaan combain harvester setelah ada program kostratani menunjukkan efisiensi tenaga kerja sebanyak 2 orang atau hemat 50% dari jumlah tenaga kerja sebelum adanya kostratani yaitu 4 orang menjadi 2 orang, efisiensi biaya sebesar Rp. 495.000, atau hemat 15% dari biaya sebelum adanya kostratani yaitu Rp.3.295.000 menjadi Rp.2.800.000 dan efisiensi waktu 2 jam atau hemat 25% dari waktu kerja sebelum adanya kostratani yaitu 8 jam menjadi 6 jam.