cover
Contact Name
SHANTI RUATA
Contact Email
shantiruata@iakn-manado.ac.id
Phone
+6281342409900
Journal Mail Official
humanlight.iaknmanado@gmail.com
Editorial Address
Ruangan ULP Kampus IAKN MANADO Jl. Bougenville Tateli 1 Kecamatan Mandolang Minahasa
Location
Kab. minahasa,
Sulawesi utara
INDONESIA
JOURNAL OF PSYCHOLOGY HUMANLIGHT
ISSN : -     EISSN : 27770362     DOI : -
Journal of Psychology " Humanlight" adalah jurnal yang memuat artikel-artikel hasil penelitian dalam ruang lingkup Psikologi dan isu-isu kesehatan mental lainnya dalam kaitannya dengan agama Kristen. Jurnal ini diterbitkan oleh program studi Psikologi Institut Agama Kristen Negeri Manado dan akan rutin terbit setahun dua kali di bulan Juni dan Desember.
Articles 49 Documents
Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen pada Anak ADHD di Sekolah Luar Biasa A-Bartemeus Sumakul, Yunita; Laluyan , Mouren Elkasih; Wambrauw , Harun Bederi
Journal of Psychology Humanlight Vol. 5 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Psikologi Kristen IAKN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/jph.v5i2.2132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) kepada anak-anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) di Sekolah Luar Biasa (SLB) A-Bartemeus. Anak dengan ADHD memiliki kebutuhan khusus dalam proses belajar mengajar, termasuk dalam pembelajaran agama, yang memerlukan pendekatan khusus untuk membantu mereka memahami dan menginternalisasi nilai-nilai spiritual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan guru PAK, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang efektif mencakup penggunaan metode pembelajaran aktif, pendekatan individual, dan penguatan positif. Guru memanfaatkan media visual, alat peraga, serta metode bercerita untuk menarik perhatian siswa. Selain itu, pembelajaran dilakukan secara bertahap dengan memberikan jeda waktu yang cukup untuk mengakomodasi rentang perhatian anak. Kerja sama antara guru, orang tua, dan terapis juga menjadi faktor kunci dalam keberhasilan proses pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi pembelajaran PAK yang tepat mampu membantu anak ADHD di SLB memahami nilai-nilai keimanan secara lebih efektif.
Peran Orang Tua Dan Guru Dalam Perkembangan Moral Anak Salsabila Ayu Andriani; Pramudiantoro, Keanu; Suparmi
Journal of Psychology Humanlight Vol. 5 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Psikologi Kristen IAKN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/jph.v5i2.2134

Abstract

Perkembangan kanak-kanak terdiri dari aspek fisik dan aspek psikologis. Salah satu perkembangan psikologis adalah perkembangan moral. Perkembangan moral adalah kebiasaan yang dilakukan oleh setiap individu, baik akhlak yang baik atau buruk. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apa saja peran orang tua dan guru dalam perkembangan moral anak. Metode yang digunakan penelitian ini melalui kajian pustaka. Data yang diperoleh dikumpulkan, dianalisis, dan ditarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peran dari guru dan orang tua dalam perkembangan moral anak. Peran guru dalam perkembangan moral anak melalui cara pembelajaran pendidikan pancasila, pendidikan agama, dan pendidikan karakter. Peran orang tua dalam perkembangan moral anak melalui komunikasi dan pola asuh yang baik. Lingkungan yang baik dengan pola asuh yang tepat dapat membentuk kepribadian anak menjadi lebih baik.
Psychologicall Well-Being Mahasiswa Yang Mengalami Verbal Abuse di Program Studi Psikologi Kristen IAKN Manado Kakambong, Sharon; Mandas, Astrid L.; Langi, Fienny M.
Journal of Psychology Humanlight Vol. 5 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Psikologi Kristen IAKN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/jph.v5i2.2138

Abstract

This research is motivated by psychological well-being of IAKN Manado students who have experienced verbal abuse, and the purpose of this study is to the descriptive of psychologicall well-being of students who experience verbal abuse. This research is a qualitative research with a descriptive approach carried out on students in the Christian Psychology Study Program of the Manado State Christian Institute. In collecting data from this research, researchers carry out several stages, namely observations, interviews and documentation, then researchers collect data by conducting interviews with informants with criteria that have experienced verbal abuse in dating relationships. From the results of this research, it can provide an overview of students who have experienced verbal abuse who have low psychological well-being. They show distrustful behavior in building new relationships, have a tendency to rely on the judgment of their couple who is still in a relationship, isolated from the social environment, have poor communication, feel self-lost, low self-esteem, and lack of self-awareness. But they can recover over time.
Studi Fenomenologi : Coping Mechanism dalam Menghadapi Bencana Banjir di Kelurahan Kec. Singkil Mandas, Astrid L.; Mende, Delovina; Korengkeng, Yossy
Journal of Psychology Humanlight Vol. 6 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Psikologi Kristen IAKN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/jph.v6i1.2404

Abstract

This study aims to explore the coping mechanisms developed by the residents of Karame Village, Singkil District, in facing recurring flood disasters. Using a qualitative phenomenological approach, the research reveals that the community has internalized both problem-focused and emotion-focused coping strategies as part of their everyday lives. The findings show that floods are no longer perceived as traumatic events but as predictable occurrences that the community is emotionally and practically prepared to handle. Adaptive responses include the construction of multi-story houses, reliance on early warning information, strong social solidarity, and emotional support within families and neighborhoods. Cultural values such as gotong royong (mutual cooperation) play a key role in accelerating recovery and fostering psychological resilience. The study highlights the importance of integrating psychosocial and community-based approaches in disaster mitigation programs, emphasizing the lived experiences and collective strength of local communities.
Dampak Toxic Positivity Terhadap Kesehatan Mental Mahasiswa Sumakul, Yunita; Langi, Fienny M.; Waturandang, Melissa M.F.; Wayong, Irrenne C.
Journal of Psychology Humanlight Vol. 6 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Psikologi Kristen IAKN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/jph.v6i1.2422

Abstract

Toxic positivity adalah fenomena psikologis yang ditandai oleh penekanan berlebihan pada pemikiran positif dan penolakan atau peremehan emosi negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak toxic positivity terhadap kesehatan mental mahasiswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara kepada tiga orang mahasiswa. Data yang didapatkan dianalisis melalui tiga tahap yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan informan yang sering menekan atau mengabaikan emosi seperti kemarahan, kekecewaan, dan kesedihan dapat menimbulkan ketidaknyamanan, sehingga muncul perasaan tidak berdaya, marah, dan kecewa kepada diri sendiri karena tidak mampu meregulasi/mengungkapkan emosi yang dirasakan. Toxic positivity yang terus menerus terjadi berdampak pada kesehatan mental seperti stres dan kecemasan. Selain itu muncul juga dampak lain seperti psikosomatis, overthinking, dan tidak percaya diri.
Peran Kelekatan Teman Sebaya dan Religiusitas Terhadap Regulasi Emosi Remaja Dengan Orang Tua Tunggal Bulan, Yosinta S.; Amseke, Fredericksen Victoranto
Journal of Psychology Humanlight Vol. 6 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Psikologi Kristen IAKN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Regulasi emosi pada remaja dengan orang tua tunggal menjadi hal penting sebagai kemampuan remaja untuk mengatur emosi secara positif dengan menjalin kelekatan teman sebaya dan religiusitas dengan Tuhan dalam meraih kesuksesan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kelekatan teman sebaya dan religiusitas terhadap regulasi emosi remaja dengan orang tua tunggal. Metode dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan sampel populasi berjumlah 50 remaja yang berusia 12 – 18 tahun di SMA Negeri 7 Kota Kupang. Teknik pengumpulan data menggunakan skala kelekatan teman sebaya, religiusitas dan skala regulasi emosi remaja. Teknik analisis data adalah regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menemukan kelekatan teman sebaya dan religiusitas terhadap regulasi emosi remaja dengan orang tua tunggal dengan nilai R Square sebesar 57,3%. Kelekatan teman sebaya berpengaruh sebesar 38,4% dan religiusitas berpengaruh sebesar 18,6% terhadap regulasi emosi remaja dengan orang tua tunggal. Diharapkan remaja menjalin kelekatan teman sebaya yang positif dan memiliki religiusitas dengan Tuhan sehingga remaja dapat meregulasi emosi yang baik untuk meraih potensi diri dan kesuksesan hidup di masa depan. Kata Kunci: kelekatan teman sebaya, religiusitas, regulasi emosi, remaja.
Sang Firman Telah Memasang Kemah Di Antara Kita: Diskursus Teologi Traumatik Perspektif Biblika Stenly Mawikere, Marde Christian; Hura, Sudiria
Journal of Psychology Humanlight Vol. 6 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Psikologi Kristen IAKN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi Yohanes 1:14 sebagai dasar bagi konstruksi teologi traumatik dalam perspektif biblikal. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif-teologis dengan metode eksegetikal dan analisis tematis. Frasa "Firman telah menjadi daging dan berkemah di antara kita" dipahami sebagai pernyataan inkarnasional tentang solidaritas ilahi dalam penderitaan manusia. Trauma dipahami bukan hanya sebagai fenomena psikologis, melainkan sebagai akibat eksistensial dari dosa yang membelah tatanan ciptaan. Dalam terang Kristus yang menderita namun menebus, artikel ini mengajukan bahwa Allah hadir aktif dalam realitas luka manusia. Gereja dipanggil menjadi perpanjangan kehadiran ilahi tersebut, bukan hanya bersimpati, tetapi membawa pemulihan melalui Injil. Artikel ini menawarkan novelty dengan menempatkan inkarnasi sebagai pusat penyembuhan trauma secara teologis-pastoral dalam dunia pasca-traumatik. Kata Kunci: Inkarnasi, Anugerah, Dosa, Teologi Traumatik, Restorasi
Resiliensi dan Peran Dukungan Sosial bagi Lansia di Wilayah Rawan Banjir di Karame, Manado Ruata, Shanti Natalia Christie; Taluay, Arnelita; Sangkay, Brenda; Sahiundaleng, Karmila; Laluyan, Mouren
Journal of Psychology Humanlight Vol. 6 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Psikologi Kristen IAKN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Karame di Kota Manado merupakan zona merah rawan banjir yang berdampak signifikan terhadap kehidupan penduduk, khususnya kelompok lanjut usia (lansia). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk resiliensi lansia dan peran dukungan sosial dalam menghadapi bencana banjir. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam terhadap tiga orang lansia yang berdomisili di wilayah Karame dan telah mengalami banjir berulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lansia membentuk ketahanan psikologis melalui kombinasi tiga aspek utama resiliensi menurut Grotberg (1999): I Have (dukungan sosial dari masyarakat dan pemerintah), I Am (kekuatan pribadi dan spiritualitas), dan I Can (kemampuan bertindak dan penyesuaian diri). Dukungan sosial terbukti menjadi faktor eksternal yang sangat membantu dalam proses pemulihan pascabencana, sedangkan kekuatan religius dan pengalaman hidup memperkuat dimensi resiliensi internal. Penelitian ini menegaskan pentingnya strategi intervensi kebencanaan yang lebih inklusif dan memperhatikan kebutuhan lansia secara spesifik. Diperlukan keterlibatan aktif dari pemerintah, masyarakat, dan keluarga dalam membangun sistem dukungan yang berkelanjutan guna meningkatkan kesejahteraan lansia di wilayah terdampak bencana. Kata kunci: resiliensi, lansia, dukungan sosial, banjir, Karame, psikologi bencana
Hubungan Iklim Organisasi dan Kepuasan Kerja Dengan Motivasi Kerja Guru Sekolah Penggerak di Kabupaten Seram Bagian Barat Noya, Andris; Taihuttu, Josias
Journal of Psychology Humanlight Vol. 6 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Psikologi Kristen IAKN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51667/jph.v6i1.2449

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara iklim organisasi dan kepuasan kerja dengan motivasi kerja guru dalam implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah penggerak Kabupaten Seram Bagian Barat. Pendekatan kuantitatif deskriptif digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui angket, observasi, dan wawancara terhadap 47 guru dari lima sekolah penggerak. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa iklim organisasi memiliki hubungan yang sangat kuat dan signifikan dengan motivasi kerja (r = 0,843; p < 0,01), sedangkan kepuasan kerja menunjukkan hubungan sedang namun signifikan (r = 0,498; p < 0,01). Analisis korelasi berganda menunjukkan bahwa kedua variabel secara simultan berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja (R = 0,706; p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa lingkungan kerja yang kondusif dan kepuasan terhadap pekerjaan merupakan faktor penting dalam meningkatkan motivasi guru dalam melaksanakan Kurikulum Merdeka. Implikasi praktis dari studi ini menekankan pentingnya penguatan iklim organisasi dan peningkatan kepuasan kerja sebagai strategi peningkatan mutu pendidikan. Kata kunci: iklim organisasi, kepuasan kerja, motivasi kerja, guru, Kurikulum Merdeka