cover
Contact Name
A Asrina
Contact Email
jurnal@univ-bhi.ac.id
Phone
+6281354657255
Journal Mail Official
jurnal@univ-bhi.ac.id
Editorial Address
Jl. Lingkar Kadugede No.2 Kuningan, Jawa Barat 45561
Location
Kab. kuningan,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Midwifery Care
ISSN : -     EISSN : 27744167     DOI : https://doi.org/10.34305/jmc.v1i02
Core Subject : Health,
Midwifery Care in ANC Midwifery Care in Labor/delivery Midwifery Care in Postpartum Midwifery Care in Neonatal Vaccines and Immunization Reproductive Health Family Planning Child Growth Development Desa Siaga Posyandu Health Education and Counseling Midwifery in Complementary
Articles 118 Documents
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian wasting pada balita usia 6-59 bulan Sofyan, Sofyan; Susianto, Susianto; Mamlukah , Mamlukah
Jurnal Asuhan Kebidanan Vol 5 No 02 (2025): Journal of Midwifery Care
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jmc.v5i02.1686

Abstract

Latar Belakang: Wasting adalah kondisi ketika berat badan anak rendah dibandingkan dengan tinggi badannya. Tingginya Prevalensi wasting dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti penyakit infeksi, jenis kelamin, pendidikan, pengetahuan, status ekonomi, jumlah anggota keluarga, pola asuh, riwayat imunisasi, dan pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian wasting pada balita usia 6-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kaliwedi Kabupaten Cirebon 2024.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan teknik pengambilan sampel random sampling. Sampel berjumlah 200 responden. Analisis data dilakukan dengan uji chi-square dan regresi logistik.Hasil: Uji chi-square menunjukkan p-value <0,05 untuk variabel jenis kelamin, status penyakit diare, ISPA, imunisasi, riwayat pemberian ASI eksklusif, pendidikan ibu, dan pekerjaan ibu. Uji regresi logistik  menunjukkan riwayat pemberian ASI eksklusif sebagai faktor dominan dengan nilai Odds Ratio (OR) 71,869.Kesimpulan: Ada hubungan antara faktor-faktor tersebut dengan kejadian wasting pada balita. Riwayat pemberian ASI eksklusif merupakan faktor dominan yang berhubungan dengan kejadian wasting.
Evaluasi pelaksanaan fungsi manajemen standar pelayanan minimal (SPM) pada bidang kesehatan Warti, Warti; Suparman, Rossi; Mamlukah, Mamlukah
Jurnal Asuhan Kebidanan Vol 5 No 02 (2025): Journal of Midwifery Care
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jmc.v5i02.1695

Abstract

Latar Belakang: Kurangnya pemahaman sumber daya manusia terhadap indikator Standar Pelayanan Minimal (SPM) menjadi tantangan utama dalam pencapaian target SPM di daerah. Faktor-faktor seperti perencanaan yang belum optimal, beban kerja tinggi, dan kurangnya pelatihan turut berkontribusi terhadap rendahnya capaian. Di Kabupaten Majalengka, capaian SPM tercatat sebesar 94,26%. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kendala, tantangan, dan peluang dalam pelaksanaan fungsi manajemen SPM di bidang kesehatan.Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif interpretatif dengan metode evaluatif. Informan berjumlah 15 orang, terdiri dari informan utama dan triangulasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, Focus Group Discussion (FGD), dan dokumentasi.Hasil: Ditemukan kendala pada aspek input, yaitu kurangnya sumber daya manusia (man) dan keterbatasan anggaran (money). Pada aspek proses, perencanaan belum maksimal dan pelaksanaan masih menghadapi hambatan.Kesimpulan: Pelaksanaan SPM bidang kesehatan dipengaruhi oleh variabel man (manusia) dan perencanaan. Diperlukan monitoring dan evaluasi rutin oleh Dinas Kesehatan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan SPM.
Pengaruh lukisan jari (finger painting) terhadap perkembangan motorik halus anak prasekolah usia 4-5 tahun Sholihah, Nurul Annisa'un; Veronika, Raden Maria; Maulina, Rifzul
Jurnal Asuhan Kebidanan Vol 5 No 02 (2025): Journal of Midwifery Care
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jmc.v5i02.1701

Abstract

Latar Belakang: Anak merupakan individu yang sangat unik dan memiliki karakteristik tersendiri, namun mereka masih sangat bergantung pada orang dewasa dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan, perlindungan, dan kasih sayang. Anak usia prasekolah atau yang sering disebut sebagai masa awal kanak-kanak, adalah kelompok anak yang berada pada rentang usia antara 3 hingga 6 tahun, di mana pada masa ini perkembangan fisik dan mentalnya berlangsung dengan pesat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan utama untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan dari kegiatan lukisan jari atau finger painting terhadap perkembangan keterampilan motorik halus pada anak-anak prasekolah yang berusia 4 sampai 5 tahun di TK Dharma Wanita Sukolilo Jabung.Metode: Penelitian menggunakan metode pre-experimen dengan desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian ini adalah 20 anak prasekolah usia 4-5 tahun di TK Dharma Wanita Sukolilo Jabung Malang, yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrument Denver II.Hasil: Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam perkembangan motoric halus setelah diberikan intervensi finger painting (p < 0,05).Kesimpulan: Kegiatan ini direkomendasikan sebagai metode peningkatan motorik halus pada anak yang efektif.
Pengaruh pijat bayi dengan essential oil lemongrass terhadap kenaikan berat badan bayi Lestari, Mega Dewi; Azizah, Febrianti Nur; Cahyati, Nanik
Jurnal Asuhan Kebidanan Vol 5 No 02 (2025): Journal of Midwifery Care
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jmc.v5i02.1711

Abstract

Latar Belakang: Pertumbuhan optimal pada bayi usia 1-3 bulan penting untuk mencegah kegagalan tumbuh kembang, dengan kenaikan berat badan sebagai indikator utama. Pijat bayi dapat meningkatkan kenaikan berat badan, terutama jika menggunakan minyak pijat yang tepat. Essential lemongrass mengandung citral yang bermanfaat bagi saluran cerna dan penyerapan nutrisi.Metode: Penelitian quasi eksperimental dengan desain pretest-posttest kontrol melibatkan 22 bayi usia 1-3 bulan. Kelompok intervensi mendapat pijat dengan campuran minyak biji anggur dan essential lemongrass, kelompok kontrol dengan minyak biji anggur saja. Pijat dilakukan dua kali seminggu selama 21 hari. Data diAnalisis menggunakan uji independent t-test.Hasil: Rata-rata kenaikan berat badan pada kelompok intervensi adalah 728 gram, lebih tinggi dibanding kontrol. Hasil uji t-test menunjukkan p=0,01 (<0,05), berarti perbedaan signifikan.Kesimpulan: Pijat bayi dengan essential lemongrass berpengaruh signifikan terhadap kenaikan berat badan bayi usia 1-3 bulan. Metode ini dapat dijadikan alternatif stimulasi untuk mendukung pertumbuhan bayi.
Pengaruh murattal al-qur’an, musik klasik, tekanan darah dan proteinuria pada ibu hamil berisiko preeklampsia Windiarsih, Wiwin; Mamlukah, Mamlukah; Iswarawanti, Dwi Nastiti
Jurnal Asuhan Kebidanan Vol 5 No 02 (2025): Journal of Midwifery Care
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jmc.v5i02.1719

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian ibu global pada 2023 mencapai 197 per 100.000 kelahiran hidup. Preeklampsia meningkatkan risiko hipertensi, stroke, dan tromboemboli. Kecemasan pada ibu hamil sering terjadi, sehingga terapi non-farmakologis seperti Murattal Al-Qur'an dan musik klasik digunakan untuk mengurangi kecemasan dan risiko preeklampsia. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh Murattal Al-Qur'an dan musik klasik terhadap kecemasan, tekanan darah, dan proteinuria pada ibu hamil berisiko preeklampsia.Metode: Penelitian kuasi-eksperimental ini menggunakan desain dua kelompok pra dan pasca-tes, dengan 72 responden dari wilayah kerja Puskesmas Rajagaluh. Teknik sampling menggunakan cluster sampling dan analisis data dengan uji T.Hasil: Murattal Al-Qur’an berpengaruh signifikan terhadap kecemasan (p=0,000), tekanan darah sistolik (p=0,000), diastolik (p=0,000), dan proteinuria (p=0,007). Musik klasik juga berpengaruh signifikan terhadap kecemasan (p=0,000), tekanan darah sistolik (p=0,032), diastolik (p=0,006), dan proteinuria (p=0,005).Kesimpulan: Kedua terapi efektif menurunkan kecemasan, tekanan darah, dan proteinuria.
Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita usia 6-59 bulan di wilayah kerja uptd puskesmas bantarujeg 2024 Andini, Riske Vionita; Mamlukah, Mamlukah; Marliana, Mala Tri; Russiska, Russiska
Jurnal Asuhan Kebidanan Vol 5 No 02 (2025): Journal of Midwifery Care
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jmc.v5i02.1720

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah gangguan tumbuh kembang anak yang diakibatkan oleh kekurangan gizi kronis. Pada tahun 2024 kejadian stunting di Kabupaten Majalengka sebanyak 2.932 balita, kejadian stunting di wilayah Kecamatan Bantarujeg sebanyak 136 balita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Bantarujeg 2024.Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan analitik observasional dengan desain cross sectional. Populasi adalah ibu yang memiliki balita stunting di wilayah Kecamatan Bantarujeg 2024 berjumlah 136 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling. Instrumen penelitian lembar checklist. Analisis data yaitu univariat dan bivariat dengan uji chi square.Hasil: Hasil menunjukkan yang berhubungan dengan kejadian stunting pada baita usia 6-59 bulan yaitu usia ibu (p value = 0,001), pendidikan ibu (p value = 0,005), status pekerjaan ibu (p value = 0,026), akses ke fasilitas pelayanan kesehatan (p value = 0,009).Kesimpulan: Usia, pendidikan, status pekerjaan ibu, dan akses ke fasilitas pelayanan kesehatan berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Bantarujeg 2024.
Efektivitas pijatan oksitosin terhadap peningkatan kadar oksitosin pada ibu menyusui Satriyandari, Yekti; Mufdlilah, Mufdlilah
Jurnal Asuhan Kebidanan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Midwifery Care
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/bpme1715

Abstract

Latar Belakang: Produksi air susu ibu (ASI) sangat dipengaruhi oleh hormon oksitosin yang merangsang refleks let-down. Namun, stres, nyeri, dan trauma dapat menurunkan kadar oksitosin, sehingga menghambat laktasi dini. Sebaliknya, pijatan oksitosin terbukti secara fisiologis meningkatkan kadar hormon oksitosin. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas pijatan oksitosin manual di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.Metode: Metode penelitian menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pre test posttest only control group. Sebanyak 60 ibu menyusui hari ke-3 hingga ke-5 dipilih secara purposive dan mendapatkan intervensi pijat oksitosin manual selama 15 menit. Data dianalisis secara statistik menggunakan uji Mann-Whitney dan uji Chi-Square.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan Rata-rata kadar oksitosin meningkat dari 76 menjadi 93 (p = 0,000). Sebagian besar responden juga menunjukkan profil pendukung menyusui yang baik, seperti usia tidak berisiko (93,3%), multipara (56,7%), dan riwayat IMD (66,7%). Faktor psikologis ibu seperti stres dan kecemasan juga turut memengaruhi efektivitas intervensi.Kesimpulan: Pijatan oksitosin manual terbukti secara signifikan meningkatkan kadar oksitosin pada ibu menyusui. Penerapan pijat oksitosin rutin disarankan sebagai intervensi non-farmakologis yang efektif untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu pasca-sectio caesarea.
Kesehatan mental dalam perspektif gender: siapa yang lebih rentan Satriyandari, Yekti; Mahmudah, Nurul; Julianti, Sinta
Jurnal Asuhan Kebidanan Vol 6 No 01 (2025): Journal of Midwifery Care
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jh2q8v89

Abstract

Latar Belakang: Kesehatan mental remaja menunjukkan perbedaan signifikan berdasarkan gender, dimana remaja perempuan lebih rentan terhadap gangguan internalisasi seperti depresi dan kecemasan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara penggunaan media sosial dan kesehatan mental remaja, serta perbedaannya berdasarkan jenis kelamin.Metode: Studi cross-sectional dilakukan pada 139 siswa kelas XI SMA Negeri 1 Godean menggunakan kuesioner skrining gangguan emosional. Data dianalisis dengan uji chi-square.Hasil: Hasil menunjukkan prevalensi gejala gangguan mental yang tinggi, termasuk pikiran untuk mengakhiri hidup (97,1%), namun tidak terdapat hubungan signifikan antara jenis kelamin dan status kesehatan mental (p = 0,968). Meskipun demikian, secara praktis terlihat bahwa remaja perempuan lebih banyak mengalami gangguan emosional dibandingkan laki-laki.Kesimpulan: Pentingnya intervensi kesehatan mental berbasis sekolah yang mempertimbangkan faktor gender dan pengaruh ekosistem digital. Disarankan adanya peningkatan literasi digital, pelatihan guru, serta dukungan keluarga.

Page 12 of 12 | Total Record : 118