cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB Email: jurnalp4i@gmail.com
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan
ISSN : 2775717X     EISSN : 27757188     DOI : 10.51878
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan keguruan dan ilmu pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 540 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN CIRC TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI DI SMK Elfina Nova Riana; Jamal Fahri; Beti Susilawati
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10011

Abstract

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti memiliki peran penting dalam membentuk karakter, sikap religius, serta pemahaman nilai-nilai keislaman peserta didik. Namun, proses pembelajaran yang masih bersifat konvensional seringkali membuat peserta didik kurang aktif dan kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran sehingga berdampak pada rendahnya hasil belajar. Berdasarkan hasil pra-penelitian di SMK Negeri 1 Terusan Nunyai Lampung Tengah ditemukan beberapa permasalahan, seperti rendahnya kedisiplinan peserta didik dalam kegiatan keagamaan, kurangnya minat belajar, serta rendahnya keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran yang inovatif dan kolaboratif untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) terhadap hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi experimental design dan menggunakan desain post test only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X SMK Negeri 1 Terusan Nunyai Lampung Tengah yang berjumlah 60 peserta didik, dengan sampel kelas X Akuntansi sebagai kelas eksperimen dan kelas X Te’i sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes hasil belajar berupa soal pilihan ganda yang dianalisis dengan uji statistik. Hasil penelitian diharapkan menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran CIRC dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik, kemampuan berpikir kritis, serta hasil belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Dengan demikian, model pembelajaran CIRC dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI di sekolah.
KRITIK SASTRA TERHADAP PERANG SEBAGAI TRADISI DALAM CERPEN AMA TOBI KONFLIK BATAS KAMPUNG KARYA SILVESTER PETARA HURIT (SOSIOLOGI SASTRA MARXISME) Yoakim Yolanda Mario Leu; Carlos Konda T Masan
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i2.10071

Abstract

Literary criticism functions scientifically to dissect the values ​​and moral messages in works through in-depth reading in order to understand the social reality depicted by the author. The focus of the problem in this research is to criticize the view of war as a tradition in the short story Ama Tobi: Conflict of Village Boundaries by Silvester Petara Hurit using the perspective of Marxist literary sociology. The important steps or stages of the research were carried out through qualitative descriptive procedures with content analysis techniques on data in the form of narratives and dialogues between characters who represent the economic basis and superstructure of society. The research findings reveal that the phenomenon of civil war in the Lamaholot region actually arose from the occupation and economic control of the colonialists who implemented divide and rule politics for capitalist profit. The attitude of considering violence as a noble tradition is considered a cultural arrogance that is very counterproductive because it ignores human rights. Empirically, the practice of physical warfare has been proven to only cause collective trauma, resentment between clans that is difficult to break, and social divisions that are detrimental to the order of living together. The main conclusion emphasizes that war is not an effective solution in resolving modern agrarian conflicts. The best legacy of tradition should be restored to community-strengthening values ​​such as deliberation and consensus, mutual cooperation, respect for ancestors, and peaceful dispute resolution mechanisms to achieve sustainable social harmony for all levels of Indonesian society, leading to greater prosperity.
MANFAAT MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF BERBASIS KAHOOT DALAM MOTIVASI BELAJAR PESERTA DIDIK PADA PELAJARAN IPAS Ni Ketut Adila Trisiwi; Anak Agung Ngurah Budiadnyana; Made Gautama Jayadiningrat
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.11915

Abstract

ABSTRACT In order to increase students' willingness to study, educators are being driven to build more creative and interactive learning methods by the proliferation of digital technology in the classroom. Kahoot and other game-based interactive learning tools may make science and social studies (IPAS) class more engaging, fun, and participatory. The purpose of this study is to investigate the use of Kahoot-based interactive learning media in fourth grade IPAS lessons at SD Negeri 7 Pemecutan Denpasar, the effects of Kahoot on students' motivation to learn, and the difficulties encountered while using Kahoot and the strategies employed by teachers to overcome them. The learning motivation theory, cognitive learning theory, and behavioristic theory were all utilized in this study. The researchers in this study used a qualitative, descriptive research strategy. Observation, interviews, and detailed recording were the methods used to gather data. Data reduction, data presentation, and conclusion drawing were the steps of data analysis that were used to gain a thorough knowledge of the phenomena under study. Students' intrinsic motivation to learn improved when they used Kahoot as an interactive learning tool for IPAS, according to the experiment. While learning, students were more engaged, enthusiastic, focused, and driven. Student engagement in learning activities was enhanced by Kahoot's game aspects, score system, and ranking system. Students were also less likely to experience boredom as a result of the improved learning environment. Teachers were able to keep the learning process moving forward despite setbacks like slow internet connections and a lack of gadgets. ABSTRAK Untuk meningkatkan kemauan belajar siswa, para pendidik didorong untuk membangun metode pembelajaran yang lebih kreatif dan interaktif dengan maraknya teknologi digital di kelas. Kahoot dan alat pembelajaran interaktif berbasis game lainnya dapat membuat pelajaran IPAS lebih menarik, menyenangkan, dan partisipatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis Kahoot dalam pelajaran IPA kelas empat di SD Negeri 7 Pemecutan Denpasar, pengaruh Kahoot terhadap motivasi belajar siswa, dan kesulitan yang dihadapi saat menggunakan Kahoot serta strategi yang digunakan guru untuk mengatasinya. Teori motivasi belajar, teori pembelajaran kognitif, dan teori behavioristik semuanya digunakan dalam penelitian ini. Peneliti dalam penelitian ini menggunakan strategi penelitian kualitatif deskriptif. Observasi, wawancara, dan pencatatan detail adalah metode yang digunakan untuk mengumpulkan data. Reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan adalah langkah-langkah analisis data yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan yang mendalam tentang fenomena yang diteliti. Motivasi intrinsik siswa untuk belajar meningkat ketika mereka menggunakan Kahoot sebagai alat pembelajaran interaktif untuk IPAS, menurut percobaan. Selama proses pembelajaran, siswa menjadi lebih terlibat, antusias, fokus, dan termotivasi. Keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran ditingkatkan oleh aspek permainan Kahoot, sistem skor, dan sistem peringkat. Siswa juga cenderung tidak mengalami kebosanan sebagai hasil dari peningkatan lingkungan belajar. Guru mampu menjaga proses pembelajaran tetap berjalan meskipun ada kendala seperti koneksi internet yang lambat dan kurangnya perangkat.
IMPLEMENTASI PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL OLEH GURU DALAM MATA PELAJARAN IPAS KELAS IV DI SD NEGERI 7 PEMECUTAN Ni Kadek Nita Ariani; Ni Putu Winanti; Kadek Dedy Herawan
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12156

Abstract

ABSTRACT The rapid advancement of digital technology has transformed learning practices in elementary schools, including the teaching of Natural and Social Sciences (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial [IPAS]). Although various digital devices are available in schools, their effective integration into classroom instruction remains closely associated with teachers' readiness, pedagogical strategies, and their ability to align technology with subject content and students' learning needs. Against this backdrop, this study explores the implementation of digital learning media in IPAS instruction at SD Negeri 7 Pemecutan, focusing on teachers' efforts to optimize the use of digital media and its implications for the learning process. A qualitative approach with a case study design was employed, involving the principal, fourth-grade teachers, and students as research participants. Data were collected through classroom observations, interviews, and documentation, and subsequently analyzed using the interactive model of Miles and Huberman, which consists of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings indicate that teachers have integrated Canva-based learning media supported by smart boards and other digital devices to deliver more contextual and interactive IPAS lessons. Media utilization has been strengthened through professional development activities, self-directed learning, and collaborative knowledge sharing among teachers. Overall, the study demonstrates that the integration of digital learning media not only enhances students' engagement and learning motivation but also improves the quality of IPAS instruction and supports the effective implementation of the Merdeka Curriculum in elementary schools. ABSTRAK Transformasi teknologi digital mendorong perubahan pada praktik pembelajaran di sekolah dasar, termasuk pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Meskipun berbagai perangkat digital telah tersedia di lingkungan sekolah, pemanfaatannya dalam pembelajaran masih dipengaruhi oleh kesiapan guru, strategi pedagogis, serta kemampuan mengintegrasikan teknologi dengan karakteristik materi dan kebutuhan peserta didik. Kondisi tersebut menjadi dasar penelitian ini untuk mengkaji implementasi media pembelajaran digital pada pembelajaran IPAS di SD Negeri 7 Pemecutan, sekaligus mengungkap upaya guru dalam mengoptimalkan penggunaannya serta implikasinya terhadap proses belajar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain case study yang melibatkan kepala sekolah, guru kelas IV, dan peserta didik sebagai sumber data. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah memanfaatkan media digital berbasis Canva yang didukung smart board dan perangkat pendukung lainnya untuk menyajikan pembelajaran IPAS secara lebih kontekstual dan interaktif. Optimalisasi penggunaan media dilakukan melalui pelatihan, pembelajaran mandiri, serta kolaborasi antarguru. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi media pembelajaran digital tidak hanya meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar peserta didik, tetapi juga memperkuat kualitas pembelajaran IPAS serta mendukung implementasi Kurikulum Merdeka secara lebih efektif di sekolah dasar.
PENERAPAN METODE AL-MIFTAH LIL ULUM DALAM PEMBELAJARAN ILMU NAHWU DI YAYASAN DARUL FURQON LABUAPI LOMBOK BARAT Wahyu Ramdani; Baehaqi Baehaqi; Muhammad Fahrurrozi
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12234

Abstract

ABSTRACT The learning of Nahwu (Arabic grammar) is one of the essential components of Islamic boarding school education, as it serves as the foundation for understanding the kitab kuning (classical Islamic texts), which are the primary sources of Islamic studies. However, Nahwu learning is often perceived as challenging by students due to the numerous grammatical rules that must be understood and memorized. This study aims to describe the implementation of the Al-Miftah Lil 'Ulum Sidogiri method in teaching Nahwu at Darul Furqon Foundation, Labuapi, West Lombok, and to identify the supporting and inhibiting factors affecting its implementation. This research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed using the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that the implementation of the Al-Miftah Lil 'Ulum Sidogiri method consists of three stages: planning, implementation, and evaluation of the learning process. During the implementation stage, instruction is conducted through the gradual presentation of materials, memorization of nadzam (didactic Arabic verses), practice exercises, and Arabic sentence analysis. The supporting factors include teachers' competence, the availability of the Al-Miftah Lil 'Ulum textbook, students' learning motivation, institutional support from the foundation, and a conducive learning environment. Meanwhile, the inhibiting factors include differences in students' abilities, insufficient memorization of the nadzam, and the lack of muroja'ah (review) activities outside the classroom. Therefore, the Al-Miftah Lil 'Ulum Sidogiri method has proven effective in helping students understand Nahwu rules in a more systematic, practical, and comprehensible manner. ABSTRAK Pembelajaran ilmu nahwu merupakan salah satu aspek penting dalam pendidikan pesantren karena berperan sebagai dasar dalam memahami kitab kuning yang menjadi sumber utama kajian keislaman. Namun, pembelajaran nahwu sering dianggap sulit oleh santri karena banyaknya kaidah yang harus dipahami dan dihafal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode Al-Miftah Lil ‘Ulum Sidogiri dalam pembelajaran ilmu nahwu di Yayasan Darul Furqon Labuapi Lombok Barat serta mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Al-Miftah Lil ‘Ulum Sidogiri dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Pada tahap pelaksanaan, pembelajaran dilakukan melalui penyampaian materi secara bertahap, hafalan nadzam, latihan, dan praktik analisis kalimat bahasa Arab. Faktor pendukung meliputi kompetensi guru, ketersediaan kitab Al-Miftah Lil ‘Ulum, motivasi santri, dukungan yayasan, serta lingkungan belajar yang kondusif. Adapun faktor penghambat meliputi perbedaan kemampuan santri, kurangnya hafalan nadzam, dan kurangnya kegiatan murojaah di luar kelas. Dengan demikian, metode Al-Miftah Lil ‘Ulum Sidogiri terbukti membantu santri memahami kaidah nahwu secara lebih sistematis, praktis, dan mudah dipahami.
PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS TEKNOLOGI DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP KREATIVITAS SISWA JURUSAN PERBANKAN SMKN 2 BOYOLANGU TULUNGAGUNG TAHUN AJARAN 2025/2026 Thessa Faridah Az Zahra; Sulastri Rini Rindrayani
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12636

Abstract

ABSTRACT Student creativity is an essential competency that supports academic success and future career readiness. However, preliminary observations at SMKN 2 Boyolangu Tulungagung revealed that the creativity of students in the Banking program remains relatively low. This is indicated by the predominance of "undecided" responses (55.6%) on a preliminary questionnaire regarding students' ability to develop ideas and produce creative work. Students also tend to wait for teachers' instructions and rely on existing examples rather than taking the initiative to generate their own ideas. This study aims to examine: (1) the effect of technology-based learning media on student creativity, (2) the effect of learning motivation on student creativity, and (3) the combined effect of technology-based learning media and learning motivation on the creativity of students in the Banking program at SMKN 2 Boyolangu Tulungagung during the 2025/2026 academic year. This study employed a quantitative method with a non-experimental associative approach. The population consisted of 212 students, and a sample of 139 respondents was selected using the Stratified Proportional Random Sampling technique based on the Yamane formula. Data were collected using a five-point Likert-scale questionnaire and analyzed through classical assumption tests and multiple linear regression using IBM SPSS Statistics 25. The results indicate that both technology-based learning media and learning motivation have a positive effect on student creativity and jointly make a significant contribution to enhancing creativity. Therefore, these two factors should be optimized as instructional strategies to foster the creativity of vocational high school students in the Banking program. ABSTRAK Kreativitas siswa merupakan kemampuan penting yang mendukung keberhasilan belajar dan kesiapan karier di masa depan. Namun, berdasarkan observasi awal di SMKN 2 Boyolangu Tulungagung, kreativitas siswa jurusan perbankan masih tergolong rendah. Hal ini ditunjukkan oleh dominannya jawaban "ragu-ragu" (55,6%) pada kuesioner awal terkait kemampuan mengembangkan ide dan menghasilkan karya kreatif. Siswa juga cenderung menunggu arahan guru dan mengandalkan contoh tanpa berinisiatif mengembangkan gagasan sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh media pembelajaran berbasis teknologi terhadap kreativitas siswa, (2) pengaruh motivasi belajar terhadap kreativitas siswa, dan (3) pengaruh keduanya secara simultan terhadap kreativitas siswa jurusan perbankan SMKN 2 Boyolangu Tulungagung tahun ajaran 2025/2026. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif non-eksperimen. Populasi berjumlah 212 siswa, dengan sampel sebanyak 139 responden yang dipilih menggunakan teknik Stratified Proportional Random Sampling berdasarkan rumus Yamane. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert 1–5 dan dianalisis menggunakan uji asumsi klasik serta regresi linear berganda dengan IBM SPSS Statistics 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis teknologi dan motivasi belajar masing-masing berpengaruh positif terhadap kreativitas siswa serta secara simultan memberikan kontribusi yang signifikan. Dengan demikian, kedua faktor tersebut perlu dioptimalkan sebagai strategi pembelajaran untuk meningkatkan kreativitas siswa jurusan perbankan di SMK.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TEAM GAMES TOURNAMENT BERBANTUAN BAAMBOOZLE UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA SMK NEGERI 6 MEDAN Yuliana Dewi Siregar; La Hanu; Andri Zainal; Ramdhansyah Ramdhansyah; Pasca Dwi Putra
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12756

Abstract

The problem addressed in this study is the low level of students’ learning activity and learning outcomes in class XI AKL 1 at SMK Negeri 6 Medan. This condition indicates the need for the implementation of a learning model that can enhance students’ active involvement in the learning process. Although various studies have demonstrated the effectiveness of the Team Games Tournament (TGT) model and Baamboozle media in learning, their implementation to improve students’ learning activity and outcomes in Accounting for Service, Trading, and Manufacturing Companies at SMK Negeri 6 Medan remains limited. This study aims to improve students’ learning activity and outcomes through the implementation of the Team Games Tournament assisted by Baamboozle on the topic of adjusting entries in the Accounting for Service, Trading, and Manufacturing Companies subject for class XI AKL 1 at SMK Negeri 6 Medan. This study employed a Classroom Action Research (CAR) design conducted in two cycles using the Kemmis and McTaggart model, consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The subjects of this study were 28 students of class XI AKL 1 at SMK Negeri 6 Medan in the 2025/2026 academic year. Data were collected through observation, tests, and documentation. Learning activity data were analyzed using student activity percentages, while learning outcome data were analyzed based on average scores and classical completeness. The results showed that the implementation of the Team Games Tournament model assisted by Baamboozle improved students’ learning activity and outcomes. Students’ learning activity increased, as indicated by the percentage of students categorized as active and highly active, which increased from 64.29% in cycle I to 96.43% in cycle II. Students’ learning outcomes also improved, with classical completeness increasing from 14.29% in the pre-test to 60.71% in the post-test of cycle I and further increasing to 100% in the post-test of cycle II. Therefore, the implementation of the Team Games Tournament model assisted by Baamboozle can improve students’ learning activity and outcomes in class XI AKL 1 at SMK Negeri 6 Medan. ABSTRAK Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI AKL 1 SMK Negeri 6 Medan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penerapan model pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran.  Meskipun berbagai penelitian telah menunjukkan efektivitas model Team Games Tournament (TGT) dan media Baamboozle dalam pembelajaran, penerapannya untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang, dan Manufaktur di SMK Negeri 6 Medan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa melalui penerapan model Team Games Tournament berbantuan Baamboozle pada materi jurnal penyesuaian mata pelajaran Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang, dan Manufaktur di kelas XI AKL 1 SMK Negeri 6 Medan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan model Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 28 siswa kelas XI AKL 1 SMK Negeri 6 Medan Tahun Ajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Data aktivitas belajar dianalisis menggunakan persentase aktivitas siswa, sedangkan data hasil belajar dianalisis berdasarkan nilai rata-rata dan ketuntasan klasikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Team Games Tournament berbantuan Baamboozle dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Team Games Tournament berbantuan Baamboozle dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Aktivitas belajar siswa mengalami peningkatan, ditunjukkan dengan persentase siswa yang termasuk kategori aktif dan sangat aktif meningkat dari 64,29% pada siklus I menjadi 96,43% pada siklus II. Hasil belajar siswa juga menunjukkan peningkatan, dengan persentase ketuntasan klasikal yang meningkat dari 14,29% pada pretest menjadi 60,71% pada post-test siklus I dan meningkat kembali menjadi 100% pada post-test siklus II. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran Team Games Tournament berbantuan Baamboozle terbukti dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI AKL 1 SMK Negeri 6 Medan.
EFEKTIVITAS PROGRAM PELATIHAN PUBLIC SPEAKING DALAM MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI SISWA Sulviana Sulviana; Mulyadi Mulyadi; Rifka Faried; Aisyah Aisyah; Afdalul Hairil
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12877

Abstract

ABSTRACT Low self-confidence in public speaking remains a common challenge among high school students, often characterized by communication anxiety, hesitation in expressing opinions, and difficulty regulating emotions when speaking before an audience. This condition highlights the need for structured interventions that can strengthen students' self-confidence through systematic public speaking training. This study aimed to evaluate and empirically examine the effectiveness of a structured public speaking training program in improving the self-confidence of eleventh-grade students at SMAN 18 Makassar. The study employed a quantitative approach using a One-Group Pretest–Posttest Design involving 18 students selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires, observations, and interviews, and analyzed through descriptive statistics and thematic analysis. The findings revealed that the mean self-confidence score increased from 56 in the pre-test to 82 in the post-test, with a gain score of 26 points. All self-confidence indicators improved, with eye contact showing the highest increase (35.8%). Observations and interviews further confirmed that students became more confident, managed communication anxiety more effectively, and participated more actively during classroom activities. Therefore, the structured public speaking training proved effective in enhancing students' self-confidence and can be implemented as a sustainable non-academic development program in schools. ABSTRAK Rendahnya rasa percaya diri siswa ketika berbicara di depan umum masih menjadi permasalahan yang banyak ditemukan di lingkungan sekolah menengah, ditandai dengan kecemasan, keraguan menyampaikan pendapat, serta ketidakmampuan mengendalikan emosi saat tampil di depan kelas. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya intervensi yang mampu meningkatkan kepercayaan diri melalui pelatihan public speaking yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dan menguji secara empiris efektivitas program pelatihan public speaking dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas XI SMAN 18 Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain One Group Pretest-Posttest Design yang melibatkan 18 siswa melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket, observasi, dan wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif dan tematik. Hasil penelitian menunjukkan skor rata-rata kepercayaan diri meningkat dari 56 menjadi 82 dengan gain score sebesar 26 poin. Seluruh indikator kepercayaan diri mengalami peningkatan dengan rata-rata 28,0%, terutama pada kemampuan menjaga kontak mata. Hasil observasi dan wawancara mengonfirmasi bahwa siswa menjadi lebih berani berbicara, mampu mengendalikan kecemasan, dan lebih aktif berpartisipasi. Dengan demikian, pelatihan public speaking terbukti efektif meningkatkan kepercayaan diri siswa serta layak diimplementasikan sebagai program pengembangan kompetensi nonakademik di sekolah.
PROSES KREATIF HUJAN KARYA DALAM KOLABORASI PERTUNJUKAN MUSIK GAMELAN: STUDI KUALITATIF PADA MAHASISWA PGSD Lousy Loustiawaty; Amelia Amelia; Deden Abdurahman; Nanda Nurauliya Fatin; Siti Nur Ainurrohmah; Siti Nursyamsiah; Vira Nabila
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12910

Abstract

ABSTRACT Music education in the Elementary School Teacher Education (PGSD) program is not only oriented toward developing students' musical competencies but also aims to foster creativity, collaborative skills, and professional competence through authentic learning experiences. This study aims to describe the creative process of PGSD students in organizing a gamelan music performance during the Hujan Karya Season 10 Performing Arts Exhibition entitled “Alun dan Ayun: Harmoni Bunyi dalam Ruang Tubuh.” A descriptive qualitative approach was employed, involving fourth-semester PGSD students of Universitas Muhammadiyah Kuningan from classes 4A–4F and the employee class, selected using purposive sampling. Data were collected through participant observation, semi-structured interviews, and documentation, and subsequently analyzed using the Miles and Huberman interactive model, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing, supported by source and method triangulation. The findings indicate that students' creative processes were reflected in the selection of Sundanese songs, the allocation of gamelan instruments according to individual competencies, the development of musical arrangements, and the implementation of collaborative performances. These activities contributed to improving students' creativity, musical skills, communication abilities, teamwork, self-confidence, and appreciation of local culture. The findings suggest that collaborative gamelan performances based on project-based learning provide an authentic learning model that effectively integrates local cultural preservation with the development of pedagogical, professional, social, and personal competencies among prospective elementary school teachers ABSTRAK Pembelajaran seni musik pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) tidak hanya berorientasi pada penguasaan keterampilan musikal, tetapi juga diarahkan untuk membentuk kreativitas, kemampuan berkolaborasi, dan kompetensi profesional calon guru melalui pengalaman belajar yang autentik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses kreatif mahasiswa PGSD dalam penyelenggaraan pertunjukan musik gamelan pada kegiatan Gelar Karya Seni Pertunjukan Hujan Karya Season 10 bertema “Alun dan Ayun: Harmoni Bunyi dalam Ruang Tubuh”. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek mahasiswa PGSD semester IV Universitas Muhammadiyah Kuningan kelas 4A–4F dan kelas karyawan yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-structured, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan yang diperkuat dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kreatif mahasiswa tercermin dalam pemilihan lagu Sunda, pembagian instrumen gamelan sesuai kemampuan anggota, penyusunan aransemen, serta pelaksanaan pertunjukan secara kolaboratif. Kegiatan tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kreativitas, keterampilan bermusik, kemampuan berkomunikasi, kerja sama, kepercayaan diri, serta apresiasi terhadap budaya lokal. Temuan penelitian menegaskan bahwa pertunjukan musik gamelan berbasis project-based learning merupakan model pembelajaran autentik yang efektif dalam mengintegrasikan pelestarian budaya lokal dengan penguatan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian mahasiswa PGSD sebagai calon guru sekolah dasar.
STRATEGI PENGUATAN PENDIDIKAN SEPANJANG HAYAT DALAM PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA Achmad Affan Maula Azmi; Abdul Khobir; Nadia Qurrota A'yun; Shofie Ahyadina Alahmada; Filia Griselda Nabiha
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.12938

Abstract

Globalization, digital transformation, and changing competency demands have positioned lifelong learning as a strategic approach to developing high-quality human resources. Education is no longer perceived as a process limited to formal schooling but as a continuous learning process that begins within the family, continues through formal and non-formal education, and extends throughout community life. However, the implementation of lifelong learning in Indonesia still faces several challenges, including a limited learning culture, inadequate integration among educational institutions, and uneven utilization of digital technology. This study aims to analyze strategies for strengthening lifelong learning as an effort to develop adaptive, innovative, and competitive human resources. The research employs a descriptive qualitative approach using library research by reviewing scientific articles related to lifelong learning, digital transformation, and human resource development. Data were analyzed through content analysis to identify concepts, strategies, and the implementation of lifelong learning across various educational contexts. The findings indicate that strengthening lifelong learning can be achieved through the integration of formal, non-formal, and informal education, reinforcement of family and community roles, utilization of digital technology as a learning medium, and collaboration among government, educational institutions, and industry. These strategies contribute to fostering a sustainable learning culture that enhances competence, productivity, adaptability, and the competitiveness of human resources in responding to the challenges of the digital transformation era. ABSTRAK Perkembangan globalisasi, transformasi digital, serta perubahan kebutuhan kompetensi masyarakat menjadikan pendidikan sepanjang hayat (lifelong learning) sebagai salah satu strategi penting dalam pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. Pendidikan tidak lagi dipahami sebagai proses yang berlangsung hanya pada jenjang formal, tetapi sebagai proses pembelajaran yang berlangsung secara berkelanjutan sejak dalam lingkungan keluarga, pendidikan formal, pendidikan nonformal, hingga kehidupan bermasyarakat. Meskipun demikian, implementasi pendidikan sepanjang hayat di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya budaya belajar masyarakat, belum optimalnya integrasi antarlembaga pendidikan, serta pemanfaatan teknologi digital yang belum merata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penguatan pendidikan sepanjang hayat sebagai upaya pengembangan sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis berbagai artikel ilmiah yang membahas konsep pendidikan sepanjang hayat, transformasi digital, dan pengembangan sumber daya manusia. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis untuk mengidentifikasi konsep, strategi, serta implementasi pendidikan sepanjang hayat dalam berbagai konteks pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan pendidikan sepanjang hayat dapat diwujudkan melalui integrasi pendidikan formal, nonformal, dan informal, penguatan peran keluarga dan masyarakat, pemanfaatan teknologi digital sebagai media pembelajaran, serta kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan dunia kerja. Strategi tersebut mampu membentuk budaya belajar berkelanjutan yang berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi, produktivitas, kemampuan adaptasi, dan daya saing sumber daya manusia dalam menghadapi tantangan pembangunan di era transformasi digital.