cover
Contact Name
Ekasatya Aldila Afriansyah
Contact Email
ekafrian@gmail.com
Phone
+628979550972
Journal Mail Official
plusminus@institutpendidikan.ac.id
Editorial Address
Jalan Terusan Pahlawan No 32, Sukagalih, Tarogong Kidul, Garut, Jawa Barat, Indonesia
Location
Kab. garut,
Jawa barat
INDONESIA
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika
ISSN : 27982904     EISSN : 27982920     DOI : -
Core Subject : Education,
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika (p-ISSN: 2798-2904 & e-ISSN: 2798-2798) mempublikasikan artikel ilmiah hasil penelitian dalam bidang pendidikan matematika yang belum pernah dipublikasikan. Penulis dapat berasal dari berbagai level, seperti mahasiswa (S1, S2, S3), guru, dosen, praktisi, maupun pemerhati pendidikan matematika. Plusminus terbit tiga kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Maret, Juli, dan November. Penerbit Plusminus adalah Program Studi Pendidikan Matematika Institut Pendidikan Indonesia.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2024): Maret" : 15 Documents clear
Pentingnya Pemberian Umpan Balik untuk Memperbaiki Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Matematika Vera H Nainggolan, Berliano; Listiani, Tanti
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v4i1.1460

Abstract

Kesulitan siswa dalam pembelajaran matematika sering terlihat dari kesalahan dalam menyelesaikan soal. Kesalahan umum meliputi kesalahan konsep, prosedural, dan incidental. Guru berperan penting dalam membantu siswa memperbaiki kesalahan ini dengan memberikan umpan balik yang korektif, informatif, dan spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi apakah umpan balik dapat membantu siswa memperbaiki kesalahan matematika dan menjelaskan cara guru memberikan umpan balik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan 25 responden siswa kelas XII di sebuah sekolah swasta di Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umpan balik efektif dalam membantu siswa mengidentifikasi dan memperbaiki kesalahan mereka, serta memotivasi mereka untuk belajar dari kesalahan. Guru bertanggung jawab untuk memberikan umpan balik secara individual, menggunakan penskoran, rubrik, atau refleksi siswa, untuk memastikan siswa memiliki pemahaman yang benar dan mampu belajar dari kesalahan mereka. Students' difficulties in learning mathematics are often evident from their errors in solving math problems. Common errors include conceptual, procedural, and incidental mistakes. Teachers play a crucial role in helping students correct these errors by providing corrective, informative, and specific feedback. This paper aims to evaluate whether feedback can help students improve their math problem-solving skills and to explain how teachers provide this feedback. The research method used is descriptive qualitative, with 25 twelfth-grade students from a private school in Jakarta as respondents. The study results indicate that feedback effectively helps students identify and correct their mistakes and motivates them to learn from these errors. Teachers are responsible for providing individual feedback using scoring, rubrics, or student reflections to ensure students have the correct understanding and learn from their mistakes.
Development Worksheets with an Intuition-Based Concrete-Representational-Abstract Approach to Facilitate Students’ Mathematical Reasoning Cahyani, Anggita Salsa; Oktaviyanthi, Rina; Khotimah
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v4i1.1462

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan lembar kerja yang disusun dengan pendekatan concrete-representational-abstract (CRA) berbasis intuisi untuk memfasilitasi kemampuan penalaran matematis siswa pada materi bangun ruang sisi datar SMP kelas VIII dan respon siswa ketika menggunakannya. Penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan model ADDIE dengan instrumen berupa angket penilaian validator dan angket respon siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lembar kerja siswa dengan pendekatan CRA berbasis intuisi untuk memfasilitasi kemampuan penalaran matematis siswa dinyatakan layak dan memenuhi standar penggunaan media dengan rata-rata persentase ahli media dan ahli matematika sebesar 91,37%. Sementara itu, rata-rata presentase respon siswa pada uji coba terbatas dan uji lapangan sebesar 82% dengan kriteria sangat menarik. This study aims to determine the feasibility of worksheets using the intuition-based Concrete-Representational-Abstract (CRA) approach to facilitate students' mathematical reasoning abilities on the topic of polyhedral shapes for eighth-grade students and to assess students' responses when using these worksheets. The research employed the ADDIE development model with instruments including a validation questionnaire and a student response questionnaire. The results indicated that the student worksheets using the intuition-based CRA approach were highly feasible and met the media usage standards with an average percentage of 91.37% from media and mathematics experts. Meanwhile, the average student response percentage in limited and field tests was 82%, categorized as highly engaging.
Pengembangan Multimedia Interaktif Tipe Tutorial Untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Motivasi Siswa SMP Puspitasari, Dewi Ratri; Mutiara Sari, Nenden
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v4i1.1483

Abstract

Hasil belajar matematika di sekolah masih rendah. Pembelajaran yang monoton menjadi salah satu penyebabnya. Diperlukan media pembelajaran yang dapat menstimulus siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran, salah satunya dengan penggunaan multimedia interaktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hasil belajar dan motivasi siwa dengan pembelajaran matematika menggunakan multimedia interaktif tipe tutorial, dan menganalisis korelasinya. Metode dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan populasi siswa SMP di Provinsi Jawa Barat. Sampelnya adalah siswa kelas VIII salah satu SMP yang dipilih secara random. Data dikumpulkan melalui pretest dan posttest, kemudian dianalisis mellui uji-t dan korelasi pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa yang memperoleh pembelajaran multimedia interaktif tipe tutorial lebih baik daripada siswa yang memperoleh pembelajaran konvensional, motivasi siswa positif terhadap pembelajaran matematika dengan menggunakan multimedia interaktif tipe tutorial, dan korelasi antara hasil belajar matematika dan motifasi siswa positif. Mathematics learning outcomes in schools are still low. Monotonous learning is one of the causes. Learning media are needed that can stimulate students to play an active role in learning, one of which is by using interactive multimedia. The purpose of this study was to analyze student learning outcomes and motivation with mathematics learning using interactive multimedia tutorial type and to analyze the correlation. The method in this study was an experimental method with a population of junior high school students in West Java Province. The sample was graded VIII students of one of the junior high schools selected randomly. Data were collected through pretest and posttest, then analyzed through t-test and Pearson correlation. The results showed that the mathematics learning outcomes of students who received interactive multimedia tutorial type learning were better than students who received conventional learning, student motivation was positive towards mathematics learning using interactive multimedia tutorial type, and the correlation between mathematics learning outcomes and student motivation was positive.
Jari Trigonometri: Alternatif Alat Peraga Pembelajaran Matematika Sarumaha, Yenny Anggreini; Khairiani, Dian; Khasanah, Nur Dina Meylaila; Sari, Nurma
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v4i1.1496

Abstract

Penggunaan alat peraga dalam pembelajaran matematika bukanlah hal baru. Di tengah-tengah digitalisai yang berkembang, penelitian ini hadir memberikan pandangan penggunaan alat peraga dalam pembelajaran matematika. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji lebih dalam pengalaman siswa dalam menggunakan alat peraga pada materi sudut istimewa trigonometri. Penelitian ini fokus pada 4 orang siswa kelas X SMA di Yogyakarta, yang terdiri dari 4 orang siswa. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menggunakan triangulasi data untuk mendeskripsikan hasil temuan. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Jari Trigonometri dalam memperlajari sudut-sudut istimewa memberikan pengalaman dan persepsi positif bagi siswa dalam memahami dan mengingat sudut istimewa. Selain itu, motivasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran juga meningkat.  Meskipun mengalami tantangan dalam memahami penggunaan alat peraga, siswa menyatakan memperoleh manfaat yang signifikan dalam menggunakan Jari Trigonometri. The use of manipulation in learning mathematics is not a new thing. In the development of digitalization, this present study stands to open again perspective using hand on manipulative in teaching and learning mathematics. The purpose of this study was to understand deeply students’ experiences in utilizing manipulatives to learn special angles in trigonometry. This study focused on a small group of grade X senior high school in Yogyakarta, which consisted of 4 students. The method in this study was a qualitative method using data triangulation to describe the findings. The results show that using Jari Trigonometri in learning special angles gave positive experiences and perceptions for students to understand and remember special angles. Moreover, students’ motivation and participation in learning improved better. Albeit having obstacles in comprehending the use of Jari Trigonometri, students affirmed gaining benefits in utilizing this hands-on manipulative.
Analysis of Critical Mathematical Thinking Skills in Level 1 Cadets of Surabaya Maritime Rahmawati, Tanti Diyah; Santoso, Agus Dwi; Kristanto, Vigih Heri; Prisetia Rini, Ambar
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v4i1.1520

Abstract

Kemampuan berpikir kritis dibutuhkan seseorang untuk mengajukan dan menganalisis informasi, membuat kesimpulan berdasarkan bukti, dan mengevaluasi proses berpikirnya sendiri. Dalam konteks taruna, kemampuan berpikir kritis matematis penting karena banyak tugas yang membutuhkan pemecahan masalah dalam mengambil keputusan. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana kemampuan berpikir kritis matematis pada seorang taruna. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Subjek penelitian yaitu taruna Politeknik Maritim Surabaya Jenjang 1 Program Studi Teknologi Rekayasa Permesinan Kapal. Data dikumpulkan melalui tes uraian berpikir kritis dan dianalisis secara deskriptif sesuai dengan indikator kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir kritis subjek memiliki berbagai Interpretasi dari kategori rendah, cukup dan tinggi. Pada indikator Analisis, 64% subjek berada pada kategori cukup, pada tahap evaluasi, 71 % termasuk katefori tinggi, dan pada indikator inferensi, 74 % juga pada kategori tinggi. Secara keseluruhan kemampuan taruna dalam berpikir kritis memiliki persentase 64,75% dengan kategori cukup. Critical thinking skills are needed by someone to submit and analyze information, make conclusions based on evidence, and evaluate their thinking processes. Mathematical critical thinking skills are important in cadets because many tasks require problem-solving when making decisions. This study aims to determine how mathematical critical thinking skills are in a cadet. This study uses a descriptive method. The study subjects were cadets of the Surabaya Maritime Polytechnic Level 1, Ship Machinery Engineering Technology Study Program. Data were collected through critical thinking essay tests and analyzed descriptively according to the indicators of critical thinking skills. The results showed that the subjects' essential skills of thinking had various interpretations from the low, sufficient, and high categories. In the Analysis indicator, 64% of subjects were in the sufficient category, in the evaluation stage, 71% were in the high category, and in the inference indicator, 74% were also in the high category. Overall, the cadets' ability to think critically had a percentage of 64.75% with a sufficient category.
Eksplorasi Pembelajaran Kalkulus Integral dengan Menggunakan Teknologi Nuraeni, Reni; Nurjanah; Siregar, Hesty Marwani
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v4i1.1526

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui alat teknologi yang digunakan dalam pembelajaran Kalkulus Integral, peran alat teknologi bagi mahasiswa dalam pembelajaran Kalkulus Integral, topik Kalkulus Integral yang sudah dikembangkan dengan alat teknologi, dan visualisasi alat teknologi dalam pembelajaran Kalkulus Integral. Metode yang digunakan adalah SLR menggunakan protokol PRISMA untuk memilih artikel yang memenuhi syarat melalui database Google Scholar periode 2018-2023. Protokol PRISMA berisi empat tahapan yaitu identification, screening, eliglibility, dan include. Dari 93 artikel yang terjaring hanya 5 artikel yang memenuhi kriteria untuk dikaji lebih lanjut. Hasil penelitian menyatakan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran Kalkulus Integral masih sangat sedikit. The research was conducted to determine the technological tools used in learning Integral Calculus, the role of technological tools for students in learning Integral Calculus, Integral Calculus topics developed using technological tools, and visualization of technological tools in learning Integral Calculus. The method used is SLR using the PRISMA protocol to select eligible articles through the Google Scholar database for 2018-2023. The PRISMA protocol contains four stages, namely identification, screening, eligibility, and inclusion. Of the 93 articles collected, only 5 met the criteria for further study. The research results state that the use of technology in teaching Integral Calculus is still very small.
Efektivitas Penerapan Model Kooperatif Tipe Generative Learning Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Mardiani, Dian; Putri, Kamelia; Sina, Zulkarnain; Maryati, Iyam
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v4i1.1561

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penerapan model kooperatif tipe generative learning. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain yang digunakan yaitu pre-experimental. Populasi penelitian yaitu seluruh siswa kelas VIII dan sampel penelitian adalah kelas VIII-E salah satu SMP di kota Garut. Berdasarkan hasil uji-t dan uji-z diperoleh kesimpulan bahwa penerapan model kooperatif tipe generative learning efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. This research aims to determine the application of the generative learning type cooperative model. The type of research is quantitative with a quasi-experimental method and the design used is pre-experimental. The research population was all class VIII students and the research sample was class VIII-E, one of the junior high schools in the city of Garut.  Based on the results of the t-test and z-test, it was concluded that the application of the generative learning type cooperative model was effective on students' mathematical problem-solving abilities.
Pengembangan LKS Model PjBL untuk Memfasilitasi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Hasna, Nawar; Sagita, Laela; Utami, Niken Wahyu
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v4i1.1572

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan LKS model PjBL dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Model penelitian ini menggunakan ADDIE. Subjek penelitian berjumlah 29 siswa SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Instrumen penelitian meliputi angket penilaian kepraktisan guru dan siswa, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, tes kemampuan pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKS berbasis PjBL yang dikembangkan memenuhi aspek valid dengan kriteria “baik”, memenuhi aspek praktis dengan kriteria “Sangat Baik”, dan memenuhi aspek efektif dimana diperoleh nilai rata-rata siswa lebih dari 73. Dapat disimpulkan bahwa LKS berbasis PjBL efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dan memenuhi aspek kevalidan, kepraktisan dan keefektifan. This research aims to develop PjBL model worksheets to improve students' mathematical problem-solving abilities. This research model uses ADDIE. The research subjects were 29 students of SMP Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Research instruments include teacher and student practicality assessment questionnaires, learning implementation observation sheets, and problem-solving ability tests. The results of the research show that the PjBL-based LKS that were developed meet the valid aspects with the "good" criteria, fulfill the practical aspects with the "Very Good" criteria, and fulfill the effective aspects where the average student score is more than 73. It can be concluded that the PjBL-based LKS are effective in improving students' problem-solving abilities and fulfilling aspects of validity, practicality, and effectiveness.
Meningkatkan Minat Belajar dan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa dengan Pendekatan Contextual Teaching and Learning Muzaki, Ahmad; Kurniawan, Ade; Royani, Inda; Yuliyanti, Sri; Majudin
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v4i1.1625

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan proses pendekatan Contextual Teaching and Learning yang dapat meningkatkan minat dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas X di SMAN 2 Jonggat tahun pelajaran 2023/2024. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas XE-1 yang berjumlah 36 siswa. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi, angket minat belajar matematika dan tes evaluasi kemampuan pemecahan masalah matematika. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif. Hasil angket dan tes  matematika siswa meningkat dari  siklus I ke siklus  II. Dapat disimpulkan bahwa pendekatan Contextual Teaching and Learning dapat meningkatkan minat belajar dan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. The research aims to describe the Contextual Teaching and Learning approach process which can increase the interest and ability to solve mathematical problems in class X students at SMAN 2 Jonggat for the 2023/2024 academic year. This research is Classroom Action Research (PTK). The research subjects were 36 students in class XE-1. The instruments used were observation sheets, interest questionnaires in learning mathematics, and evaluation tests of mathematical problem-solving abilities. The data analysis techniques used are quantitative and qualitative data analysis techniques. The results of student questionnaires and mathematics tests increased from cycle I to cycle II. It can be concluded that the Contextual Teaching and Learning approach can increase students' interest in learning and mathematical problem-solving abilities.
Pembelajaran Discovery Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis ditinjau dari Self-Regulated Learning Siswa SMA Fajriah, Indah Hanna; Amir, Zubaidah
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v4i1.1632

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh Discovery Learning terhadap kemampuan berpikir kritis matematis ditinjau dari self -regulated learning. Jenis penelitian yaitu quasy eksperimen. Penelitian dilakukan di SMAN 1 Tambang. Teknik pengumpulan data berupa soal tes, angket, lembar observasi dan dokumentasi. Analisis yang digunakan yaitu uji-t dan anova dua arah. Dari hasil analisis disimpulkan terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis antara dua kelompok siswa, jika ditinjau dari Self-Regulated Learning tidak terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis antara dua kelompok siswa, dan tidak terdapat pengaruh interaksi antara model pembelajaran dan Self-Regulated Learning terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. The research aims to determine the effect of Discovery Learning on critical mathematical thinking skills in self-regulated learning. The type of research is quasi-experimental. The study was conducted at SMAN 1 Tambang. Data collection techniques include test questions, questionnaires, observation sheets, and documentation. The analysis used is the t-test and two-way ANOVA. From the analysis results, it was concluded that there were differences in mathematical critical thinking abilities between the two groups of students. If viewed from Self-Regulated Learning, there were no differences in mathematical critical thinking abilities between the two groups of students, and there was no interaction effect between the learning model and Self-Regulated Learning on thinking abilities. students' mathematical critical skills.

Page 1 of 2 | Total Record : 15