cover
Contact Name
Lia Handayani
Contact Email
liahandayani_thp@abulyatama.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltilapia@abulyatama.ac.id
Editorial Address
Jln. Blang Bintang lama KM 7.5 Lampoh Keude Kec Kuta Baro Kab Aceh besar NAD
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal TILAPIA
Published by Universitas Abulyatama
ISSN : 2721592x     EISSN : 2721592x     DOI : https://doi.org/10.30601/tilapia.v2i1
Jurnal TILAPIA merupakan jurnal ilmiah bidang ilmu perikanan yang diasuh oleh Fakultas Perikanan Universitas Abulyatama Aceh. Jurnal ini menerbitkan artikel berkualitas dalam ilmu perikanan pada umumnya dengan tujuan menyebarluaskan informasi, ide dan hasil penelitian terbaru di bidang perikanan dan kelautan dalam beberapa topik, tidak dibatasi pada: Ilmu perikanan (Budidaya perikanan, pemanfaatan sumberdaya perikanan, pengolahan hasil perikanan, Kimia perairan, fisika perairan dan biologi perairan, Sosial ekonomi perikanan. Frekuensi terbit dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Januari dan Juli.
Articles 102 Documents
Analisis Hasil Tangkapan Di Perairan Umum Daratan Krueng Aceh Rivan Febrian; Faisal Syahputra; Kurnia Kurnia
Jurnal TILAPIA Vol 4, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v4i2.3784

Abstract

Aceh has considerable potential for inland public aquatic resources. One of the important inland waters is Krueng Aceh, Krueng Aceh is a river located in Aceh Province in Cot Seukek, Aceh Besar Regency, passing through the city center (Peunayong) and empties into Lampulo Banda Aceh City. Analysis of catches in Krueng Aceh was carried out with the aim of determining the types of fish in the public waters of the Krueng Aceh mainland as basic data in the management of mainland public water resources. The study used the Purposive sampling technique at four stations and the results showed that there were 9 types of fish in the public waters of the Krueng Aceh mainland which were dominated by baung fish. The station with the most catches is station II located at Bakoy Village, Ingin Jaya District, Aceh Besar District. There are 4 types of fishing gear that are commonly used in the public waters of the Krueng Aceh mainland and gill net fishing gear is the most effective fishing gear used.
Kajian Tingkat Degradasi dan Depresiasi Sumberdaya Ikan Layaran (Istiophorus platypterus) menggunakan Model Bioekonomi Clarke Yoshimoto Pooley di Perairan Utara Aceh Agus Naufal; Eka Purnama Sari; Faisal Syahputra; Mukhlis Mukhlis; Azwar Thaib; Teuku Faizul Anhar
Jurnal TILAPIA Vol 4, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v4i2.3628

Abstract

This study aims to assess the level of degradation and depreciation of the Layaran fishery in the North Coast of Aceh. The method used in this research includes stock assessment using the Clarke Yoshimoto Pooley (CYP) Bioeconomic model to assessing the degradation and depreciation that has occurred in the Layaran fishery. The estimated production value of the Maximum Sustainable Yield (MSY) is 4.63 tonnes per year which is greater than the actual production value of 3.33 tonnes per year and the MSY effort value is 36,642 trips per year which is greater than the actual effort 16,972 trips per year show that there has not been overfishing in the Layaran fishery, both in terms of production and fishing effort. Sailfish fisheries during the period 2009 to 2017 were also still in a non-degraded and depreciated condition as indicated by the coefficient values of the Degradation and Depreciation rates which were lower than the standard coefficient values with each value of 0.32 for the Degradation rate and 0.26 for the Depreciation rate.
Perbandingan Komposisi Kimia dan Uji Hedonik terhadap Perisa Menggunakan Bahan Baku Limbah Ikan yang Berbeda Siti Nurul Hikmah; Lia Handayani; Nurhayati Nurhayati
Jurnal TILAPIA Vol 4, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v4i2.4237

Abstract

Abstract:  Fish skin and bones contain high calcium and phosphorus, besides that they also contain minerals, proteins, and volatile compounds (Pratama et al., 2017) so that they can be used as natural flavor enhancers, because the need for natural flavor enhancers is higher due to high awareness consumers of healthy food. Along with the development of science and technology, lifestyle changes towards a healthy life and without preservatives are increasingly resonant. Public knowledge about the dangers of consuming synthetic MSG in the long term is getting higher. So processing fish waste into flavoring is one of the most useful breakthroughs in the world of science. Making a delicious and nutritious flavoring comparable to synthetic flavoring is a challenge. This study used fish broth raw materials TT, KT, TL and maltodextrin. The addition of maltodextrin to food aims to maintain the nutritional content during processing, increase solubility and organoleptic. The purpose of this study was to study the characteristics of natural flavors made from different fish waste and to determine consumer acceptance of products made from the resulting natural flavors. The test parameters observed were proximate analysis and hedonic organoleptic tests. Nonparametric data were analyzed using the Kruskall-Wallis then the Mann-Whitney test and the Bayyes test. The results of the research were carried out using the proximate test, namely the water content in the TT broth was 10.50%, the KT broth water content was 7.99%, and the TL broth water content was 10.46%. The ash content in the TT broth was 12.85%, the ash content in the KT broth was 10.23%, and the ash content in the TL broth was 11.42%. The fat content in TT broth was 1.82%, the fat content in KT broth was 1.80%, and the fat content in TL broth was 1.39%. The protein content in the TT broth was 5.88%, the protein in the KT broth was 6.89%, the protein in the TL broth was 7.54%. Based on the best hedonic organoleptic test, namely leubim bone powder broth with the addition of maltodextrin of 2.63. The results of the hedonic test showed that almost all the parameters tested, namely color, aroma, taste, texture and appearance, had a high average organoleptic score.Keywords:Bubuk Kaldu Perisa Alami , Limbah Ikan, Maltodekstrin
Pembuatan Selai dari Buah Pandan Laut (Pandanus tectorius Park.) Berdasarkan Tingkat kematangan Berbeda Riska Nanda; Lia Handayani; Yuliza Maulidar
Jurnal TILAPIA Vol 4, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v4i2.3313

Abstract

Buah pandan laut (Pandanus Tectorius) memiliki kandungan nilai gizi yang cukup tinggi, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pangan olahan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui daya terima selai yang diproduksi dari buah pandan laut dengan tingkat kematangan yang berbeda yaitu (A) matang, (B) agak matang, (C) belum matang. Penilaian uji kesukaan ini berdasarkan pada proses penginderaan meliputi: kenampakan, aroma, rasa dan tekstur, dilakukan oleh 30 panelis biasa yang mempunyai kepekaan cukup baik. selai yang dibuat dari buah yang agak matang memiliki daya terima paling baik yaitu 100% berdasarkan parameter rasa. Untuk parameter tekstur dan aroma, selai dari buah yang telah matang adalah yang paling disukai oleh panelis masing-masing sebesar 83,3% dan 73,3%. Sebanyak 73% panelis tidak menyukai selai A, B dan C berdasarkan parameter aroma.  
Pengaruh Firming Agent Berbeda terhadap Kerakteristik dan Uji Hedonik Keripik Kulit Ikan Tuna (Thunnus sp.)us sp) Rida Sunarti; Lia Handayani; Indria Maghfirah
Jurnal TILAPIA Vol 4, No 2 (2023): Juli 2023
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v4i2.4226

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat pengaruh firiming agent berbeda terhadap karakteristik keripik kulit ikan tuna. Penelitian ini menghunakan rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial dengan 2 taraf perlakuan antara natrium bikarbonat NaHCO3  dan kalsium hidroksida Ca(OH)2 serta 3x pengulangan. Faktor pertama yaitu kapur sirih Ca(OH)2 yang terdiri dari A1= 0,5 %, A2= 1% dan A3=1,5% dan faktor kedua dari Natrium Bikarbonat NaHCO3 dengan pengulangan B1=0,5%, B2=1% dan B3=1,5%. Parameter yang diamati antara lain :analisis proksimat yaitu kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, kadar karbohidrat dan organoleptik (tekstur, warna, rasa, aroma dan kenampakan). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagian kulit ikan tidak menunjukkan perbedaan nyata terhadap analisa proksimat, pada uji hedonik antara (tekstur, warna, rasa, aroma dan kenampakan) menunjukkan perbedaan nyata terdapat pada parameter tekstur A1=0,5 dan A3=1,5. Berdasarkan firming agent Bikarbonat NaHCO3 menunjukkan bahwa bagian kulit ikan tidak menunjukkan perbedaan nyata terdahap antara (tekstur, warna, rasa, aroma dan kenampakan).Kata kunci : keripik kulit ikan tuna, Firming agent
Efektivitas Penambahan Ekstraksi Bayam Merah (Amaranthus Tricolor L) Terhadap Tingkat Kecerahan Jenis Warna Pada Ikan Komet (Carrassius Auratus) Fitriani Fitriani; Azwar Thaib; Faisal Syahputra
Jurnal TILAPIA Vol 5, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v5i1.4318

Abstract

Ikan komet (Carassius auratus) merupakan ikan hias air tawar yang banyak  digemari oleh para pecinta ikan hias. Adapun kendala yang sering dihadapi oleh para pembudidaya ikan komet, memudarnya warna apabila dipelihara dalam jangka  waktu yang lama. Upaya mempertahankan kecerahan warna perlu dilakukan dikarenakan semakin cerah warna ikan maka daya tarik ikan akan semakin tinggi serta nilai ekonomis ikan tersebut meningkat. Manipulasi pakan merupakan strategi  untuk meningkatkan kecerahan warna ikan. Bayam merah dapat dimanfaatkan sebagai pigmen alami. Daun bayam merah mengandung pigmen karotenoid dan antosianin yang merupakan pigmen alami yang dapat penghasilkan warna biru, ungu, magenta, merah, dan kuning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penambahan ekstraksi bayam merah kedalam  pakan terhadap kecerahan warna ikan komet. Metode penelitien menggunakan metode eksperimen dengan  menggunakan Rancangan Acak Lengkap 4 perlakuan, perlakuan A (10% ekstrak  bayam merah) B (15% ekstrak bayam merah) C (20% ekstrak bayam merah) D (0% ekstrak/kontrol) dan 3 kali ulangan. Perlakuan C merupakan dosis yang paling efektif untuk  peningkatan jenis warna ikan komet dengan nilai peningkatan  kecerhan warna sebesar (4.22) diikuti oleh perlakuan B dengan nilai peningkatan kecerahan warna sebesar (4.00) selanjutnya perlakuan A memiliki peningkatan kecerahan warna sebasar (2.00).Perlakuan dengan peningkatan warna yang terendah terdapat pada perlakuan D dengan nilai sebesar(1.11).
Uji Hedonik Kerupuk yang Disubtitusi dengan Tepung Tulang dari Jenis Ikan Berbeda Marzatul Kiflah; Lia Handayani; Rulita Maulidya
Jurnal TILAPIA Vol 5, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v5i2.5172

Abstract

This study was conducted to find out how the effect of different fish bone meal substitution ingredients on the hedonic test properties of crackers. This study uses an experiment method  with 2 factors, namely fish bone type factors (tuna fish bones and starry triggerfish bones), fish bone meal comparison factors (10%, 15% and 20%). The hedonic test (preference test) is used to measure organoleptic properties (taste, aroma, color, and texture). Nonparametric data were analyzed using the Kruskall-Wallis method  and continued  with the Mann-Whitney test  if there were significant differences and the Bayes test was carried out  to determine the best treatment. Based on the results of the study, it can be concluded that panelists still like crackers added with tuna and starry triggerfish bone meal in all treatments. However, treatment B which added  starry triggerfish bone meal by 10% resulted in crackers that were preferred over other treatments. The taste preference values for taste, aroma, color, and texture were 8.36±0.15, 8.23±0.10, 8.18±0.05, and 8.19±0.05 respectively.
Pengaruh pemberian kombinasi pakan komersial dan tumbuhan wolffia (Wolffia arhizza) terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan gurami (Osphronemus gouramy) Vina Marissa; Azwar Thaib; Faisal Syahputra
Jurnal TILAPIA Vol 5, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v5i2.4847

Abstract

Gouramy (Osphronemus gouramy) is a superior type of freshwater fish that has important economic value and promising business prospects. This fish belongs to the type of plant-eating fish (Herbivores) and also has additional respiratory equipment so that gourami can live in low oxygen conditions, but gourami has the disadvantage of relatively slow growth. Feed is one of the external factors that influence fish growth, besides that feed also contributes greatly to 60-70% of production costs. Aquatic plants (Wolffia arhizza) have quite good nutritional components because these plants contain protein accompanied by essential amino acids. This study aims to determine the effect of wolffia plants (Wolffia arhizza) on growth, as well as to determine the conversion value and efficiency of gourami feed, using an experimental method using a Complete Randomized Design consisting of 3 treatments, Treatment A (10% Wolffia plants) B (3% commercial feed) C (Combination feed) and 3 repeats. The results of this study showed that treatment A gave the best value where PP: 2.94 cm, PB: 4.99 gr, and SGR: 4.95%. As for feed quality, the C treatment gave the best EP: 3.77%, and FCR: 1.42 also the survival showed that the C treatment gave the highest value of SR: 0.80%.
Pembuatan Pupuk Organik Dari Limbah Ikan Dengan Penambahan Sumber Mineral Yang Berbeda Rulita Maulidya; Lia Handayani; Nurhayati Nurhayati; Siti Arifa
Jurnal TILAPIA Vol 5, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v5i1.4428

Abstract

Limbah secara luas diklasifikasikan menjadi dua kategori sebagai biodegradable dan non biodegradable. Salah satu limbah yang saat ini menjadi masalah lingkungan adalah limbah yang berasal dari ikan. Limbah jika tidak dimanfaatkan pada akhirnya akan mencemari lingkungan. Proses pengomposan merupakan salah satu kegiatan untuk mengubah limbah menjadi produk yang bermanfaat. Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah limbah ikan dapat dijadikan pupuk organik dengan penambahan sumber mineral yang berbeda dan untuk mengetahui sumber mineral manakah yang terbaik dalam pembuatan pupuk organik kompos. Penelitian ini dilakukan di Lampoh Keude, Aceh Besar, serta pengujian pH, N,P,K dan C-Organik yang  dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah dan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala. Parameter pengujian pada penelitian ini adalah pH, N,P,K dan C-Organik dan uji organoleptik spesifikasi aroma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah ikan dapat dijadikan pupuk organik dengan penambahan sumber mineral yang berbeda karena mengandung Unsur N, P, K C-organik dan pH yang sesuai standar kualitas pupuk organik (SNI 19-7030-2004). Sumber mineral yang terbaik dalam pembuatan pupuk organik kompos dalam penelitian ini berdasarkan uji organoleptik adalah limbah sayuran karena memiliki tingkat kematangan dengan rasio C/N paling rendah yaitu 12 %, dan berdasarkan uji laboratorium adalah limbah buah karena mengandung kandungan unsur C- organik (18,68%) dan unsur N (1,55%) yang lebih tinggi dari yang lain, selain itu juga mengandung unsur P dan K yang masih tergolong tinggi serta nilai pH yang normal juga mengandung rasio C/N kedua lebih rendah daripada lainnya.
Efektivitas Arang Aktif Tulang Ikan Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares) Dalam Mereduksi Amonia Pada Media Budidaya Ikan Lele (Clarias gariepinus) Defri Alvandi; Nurhayati Nurhayati; Suraiya Nazlia; Said Muhazzir; Rulita Maulidya
Jurnal TILAPIA Vol 5, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v5i1.4369

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah penambahan arang aktif tulang ikan tuna sirip kuning ke dalam air media budidaya ikan lele mampu mereduksi kadar amonia. Analisis data kualitas air disajikan dalam bentuk tabel kemudian dianalisa secara deskriptif, sedangkan parameter pertumbuhan di evaluasi dengan Uji T. Penelitian dilakukan selama 30 hari. Pemeliharaan ikan dilakukan  di Laboratorium Terpadu Fakultas Perikanan Universitas Abulyatama Aceh, analisis kadar amonia dilakukan di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan UPTD Balai Pengujian dan Pengembangan Lingkungan, Banda Aceh. Parameter uji kualitas air adalah amonia, suhu, DO dan pH. Parameter pertumbuhan tingkat kelangsungan hidup, pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang mutlak dan laju pertumbuhan harian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian arang aktif kedalam air media budidaya ikan lele diindikasikan telah mampu mereduksi amonia dimana pada awal penelitian kadar amonia mencapai 0,172 mg/l pada akhir penelitian turun menjadi 0,074 mg/l.

Page 7 of 11 | Total Record : 102