cover
Contact Name
Lia Handayani
Contact Email
liahandayani_thp@abulyatama.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaltilapia@abulyatama.ac.id
Editorial Address
Jln. Blang Bintang lama KM 7.5 Lampoh Keude Kec Kuta Baro Kab Aceh besar NAD
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal TILAPIA
Published by Universitas Abulyatama
ISSN : 2721592x     EISSN : 2721592x     DOI : https://doi.org/10.30601/tilapia.v2i1
Jurnal TILAPIA merupakan jurnal ilmiah bidang ilmu perikanan yang diasuh oleh Fakultas Perikanan Universitas Abulyatama Aceh. Jurnal ini menerbitkan artikel berkualitas dalam ilmu perikanan pada umumnya dengan tujuan menyebarluaskan informasi, ide dan hasil penelitian terbaru di bidang perikanan dan kelautan dalam beberapa topik, tidak dibatasi pada: Ilmu perikanan (Budidaya perikanan, pemanfaatan sumberdaya perikanan, pengolahan hasil perikanan, Kimia perairan, fisika perairan dan biologi perairan, Sosial ekonomi perikanan. Frekuensi terbit dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Januari dan Juli.
Articles 102 Documents
Analisis Break Even Point Dan Risiko Usaha Pembesaran Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Dalam Keramba Jaring Apung (KJA) Di Aceh Tengah Lukman Hakim; Suraiya Nazlia; Faisal Syahputra
Jurnal TILAPIA Vol 5, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v5i1.4022

Abstract

Aceh Tengah yang berada di wilayah provinsi Aceh dengan ibu kota yang memiliki sumber daya alam yang didominasi pegunungan dan memiliki potensi sumberdaya perairan yang tinggi. Usaha pembesaran ikan dalam Keramba Jaring Apung (KJA) yang beroprasi terdapat dibeberapa kecamatan yang ada disekitaran Danau Laut Tawar, yaitu kecamatan Bintang, Lut Tawar, Kebayakan dan Bebesen. Usaha pembesaran ikan dalam KJA dimulai pada era tahun 90-an hingga sekarang. Namun demikian sekarang banyak KJA yang sudah tidak beroperasi lagi, hal ini dikarenakan harga pakan yang tinggi dan adanya nelayan yang melakukan  penangkapan ikan menggunakan pukat harimau mini.  Setelah dilakukan analisis diketahui bahwa nilai BEP Q dalam setiap siklus sebesar 5.224,26 Kg, dan BEP Rp sebesar 6.964,78/Kg. Dan setelah dilakukan perhitungan nilai Reveneu Cost Ratio dalam analisa kelayakan usaha sebesar R/C>1 maka usaha dinyatakan layak untuk dilanjutkan.
Uji Hedonik Kerupuk yang Disubtitusi oleh Lumatan Kulit Ikan Tuna (Thunnus sp.) dan Kulit Ikan Kambing-Kambing (Abalistes stellaris): Variasi Persentase Subtitusi Aulia Putri; Lia Handayani; Indria Mahgfirah
Jurnal TILAPIA Vol 5, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v5i2.5495

Abstract

Some fish crackers on the market contain carbohydrates and have a high ability to absorb oil. To add nutrition to crackers by adding fish skin mash sturgeon. The purpose of this study was to determine the effect of the addition of fish skin with the same concentration and the substitution of tapioca flour with different amounts on the sensory value (hedonic test) of 30 semi-trained panelists. This study was conducted using experimental laboratory methods, with 2 (two) factors, namely the type of fish skin: tuna skin (thunnus sp) and goat fish skin (abalistes stellaris). Factors for the comparison of fish skin mash: 10%, 20%, 30%, 60% and the comparison of tapioca flour, 70%, 60%, 50%, 20%. The panelists still liked the results of the cracker hedonic test in all treatments, but treatment I (control) had characteristics such as a taste score of 7.33 ± 1.124, aroma 7.37 ± 1.066, texture 7.20 ± 0.887 (brittle and slightly felt like fish skin), and color 7.47±1.106 (generally yellow-white like crackers). The use of mashed fish skin can affect the hedonic value of fish cracker.
Penentuan Struktur Tiga Dimensi Alergen Beta-arvalbumin (Thu a 1) pada Ikan Tuna Sirip Kuning (Thunnus albacares) secara In silico Indria Mahgfirah
Jurnal TILAPIA Vol 5, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v5i2.5250

Abstract

Ikan merupakan satu dari sembilan bahan pangan penyebab utama alergi. Alergi pangan ialah suatu reaksi hipersensitifitas melalui mekanisme imunologis setelah terpapar alergen dari suatu bahan pangan. Beta-parvalbumin dengan kode alergen (Thu a 1) merupakan salah satu alergen yang terdapat pada ikan tuna sirip kuning (Thunnus albacares) sehingga dapat memicu terjadinya alergi. Tujuan dari penelitian ini adalah  untuk mendapatan struktur tiha dimensi protein alergen beta-parvalbumin (Thu a 1) secara in silico. Metode pada penelitian ini meliputi beberapa tahap yaitu tahap pertama pencarian identitas dan karakteristik fisikokimia beta-parvalbumin berupa family, berat molekul, nilai pI teoritis, nilai grand average of hidropathicity (GRAVY) dan indeks kestabilan. Tahap yang kedua ialah penentuan struktur tiga dimensi dengan menggunakan server SWISS-MODEL. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa struktur tiga dimensi beta-parvalbumin (Thu a 1) memiliki identitas sekuens 83,49% dan nilai ramachandran favoured ialah 97,20% dengan indeks kestabilan 25,65 yang menunjukkan bahwa urutan asam amino pada beta-parvalbumin (Thu a 1) ialah protein yang stabil.
Efektivitas Pengawasan Syahbandar Di Pelabuhan Perikanan Dalam Upaya Mewujudkan Keselamatan Kapal Perikanan Di PPS Kutaraja Mardiani Mardiani; Mukhlis Mukhlis; Faisal Syahputra
Jurnal TILAPIA Vol 5, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v5i1.4391

Abstract

Pada keberangkatan kapal syahbandar juga mempertimbangkan keselamatan kapal dan awak kapal penangkapan ikan bila akan melakukan operasi penangkapan ikan. Ancaman keselamatan pada kapal dan awak kapal perikanan terutama pada kapal penangkapan ikan masih terbilang cukup tinggi. hal ini dikarenakan pekerjaan menangkap ikan tergolong membahayakan dibanding pekerjaan lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana standar pengawasan Syahbandar di pelabuhan perikanan dalam upaya mewujudkan keselamatan kapal perikanan di PPS Kutaraja Kutaraja. Metode penelitian ini dilakukan dengan cara langsung kelapangan dengan pengambilan sampel sebanyak 10 kapal penangkapan ikan di PPS Kutaraja dan kemudian dihitung persentase tingkat kesesuaian persyaratan. Data yang diperoleh analisis statistik selanjutnya ditampilkan dalam bentuk Tabel dan Gambar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75,556% tingkat kesesuaian persyaratan alat keselamatan disaat dilakukan pemeriksaan teknis dan nautis kapal perikanan. sehingga dapat dikatakan petugas kesyahbandaran belum efektif dalam melakukan pengawasan dalam mewujudkan keselamatan kapal perikanan.
Hasil Tangkapan Rawai Dasar Berdasarkan Ukuran Mata Pancing Nomor 7 dan 9 di Perairan Pulau Banyak Aceh SingkilPulau Banyak Aceh Singkil Prianando, Riyan; Anhar, T Faizul; Chaliluddin, Chaliluddin
Jurnal TILAPIA Vol 6, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v6i1.5526

Abstract

Kepulauan Banyak merupakan gugusan pulau di barat daya Aceh Singkil, terkenal dengan sumber daya perikanannya yang melimpah. Sehingga, banyak nelayan menggunakan alat tangkap rawai dasar karena ramah lingkungan dan memerlukan biaya yang relatif kecil sehingga terjangkau oleh nelayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil tangkapan rawai dasar mata pancing nomor 7 dan nomor  9 di Perairan Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan nelayan dan observasi langsung selama satu bulan dari Februari hingga Maret 2024. Hasil menunjukkan bahwa mata pancing nomor 7 menangkap 8 spesies ikan, dengan ikan kurisi (Nemipterus sp) sebagai tangkapan tertinggi (27%), sementara ikan pari (Desyatidae) sebagai tangkapan terendah (0%). Mata pancing nomor 9 menangkap 10 spesies ikan, dengan ikan kurisi sebagai tangkapan tertinggi (35%) dan ikan kerapu sunu (Plectropomus leopardus) sebagai tangkapan terendah (2%). Analisis CPUE (catch per unit effort) mengungkapkan bahwa ikan kuwe (Epinephelinae) memiliki nilai CPUE tertinggi sebesar 14,9 kg/trip, diikuti oleh ikan kurisi sebesar 9,8 kg/trip dan ikan kerapu sebesar 9,2 kg/trip. Berdasarkan hasil penelitian diambil kesimpulan bahwa alat tangkap rawai dasar dengan mata pancing nomor 7 yang paling efektif untuk menangkap ikan demersal di Perairan Pulau Banyak, Aceh Singkil. 
Analisa Mutu Ikan Bandeng (Chanos-chanos) dan Sarden (Sardinella sp.) Menggunakan Asap Cair Tempurung Kelapa Gunawan, Hendri; Ikhwan, Muhammad; Thaib, Azwar; Apriliani, Dwi; Maulidya, Rulita
Jurnal TILAPIA Vol 6, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v6i1.5574

Abstract

Tempurung kelapa merupakan limbah pertanian yang melimpah di Aceh yang berpotensi untuk diolah menjadi asap cair dan dapat digunakan untuk mengolah ikan bandeng dan sarden asap. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kadar protein, kadar air dan abu (proksimat) dan organoleptik ikan. Sampel yang digunakan adalah ikan Bandeng dan ikan Sarden yang direndam dalam larutan asap cair 3% selama 15 menit, lalu di asapkan selama 5 jam, lalu kedua sampel tersebut di lakukan uji proksimat dan uji organoleptik.  Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 kali pengulangan. Parameter penelitian adalah analisa proksimat (kadar protein, kadar abu, air) dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian asap cair memberikan pengaruh pada proksimat kedua jenis ikan asap. Hasil uji organoleptik, ikan bandeng dan ikan sarden layak dikonsumsi dan benar-benar segar. Hasil uji proksimat untuk ikan bandeng dan ikan sarden asap yaitu: Kadar protein masing masing 30,47%; 29,44%, Kadar abu 9,98%; 7,53% dan kadar air 54,09%; 55,01%.
Pengaruh Jenis Limbah Tulang dan Kulit Ikan Tuna (Thunnus Sp.) terhadap Analisis Proksimat Natural Flavor Maulidya, Rulita; Handayani, Lia; Mulfiza, Febi; Mardhiah, Ainal; Yeni, Elfa; Syahputra, Faisal; Anhar, T Faizul
Jurnal TILAPIA Vol 6, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v6i1.5915

Abstract

Ikan tuna (Thunnus sp.) adalah salah satu  hasil perikanan yang memiliki nilai gizi dan ekonomi baik. Hasil tangkapan produksi ikan tuna dari tahun ke tahun terus meningkat sehingga menyebabkan peningkatan limbah di industri pengolahan ikan. Tulang dan kulit ikan tuna kaya akan nilai gizi yang belum banyak di manfaatkan sebagai bahan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh limbah  tulang dan kulit ikan tuna sebagai produk natural flavour alami yang memiliki nilai gizi tinggi. Metode penelitian menggunakan metode ekperimental laboraturium dengan sampel yang akan di analisis proksimat yaitu sampel E limbah tulang ikan tuna dan air pada perbandingan 1:3 b/v, sedangkan C yaitu limbah kulit ikan tuna pada perbandingan 1:4 b/v. Analisis proksimat yang dilakukan meliputi: kadar air, abu, protein, lemak, dan karbohidrat. Data hasil uji proksimat menunjukan bahwa natural flavour terbaik pada perlakuan C dengan nilai kadar air 6,76% dan kadar abu 25,88% yang lebih rendah dibandingkan perlakuan E, sedangkan kadar protein C lebih tinggi dibandingkan E yaitu 6,86%. Jika dari jumlah nilai gizi yang terbaik  perlakuan E lebih tinggi dibandingkan perlakuan C yaitu kadar lemak 6,17%, dan kadar karbohidrat 57,91%. Berdasarkan data tersebut perlakuan terbaik kaya akan nilai gizi terdapat pada perlakuan E dengan perbandingan limbah tulang ikan dan air 1:4 b/v.
Pengaruh Penambahan Kitosan dan Arang Aktif dalam Pakan terhadap Histologi Hati Ikan Gabus (Channa sp.) Adinda, Putri; Nurhayati, Nurhayati; Handayani, Lia
Jurnal TILAPIA Vol 6, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v6i1.4904

Abstract

Hati merupakan salah satu organ yang berperan penting dalam kelangsungan proses metabolisme, memiliki fungsi untuk mendetoksifikasi, sintesis protein dan mampu memproduksi zat kimia untuk membantu dalam pencernaan makanan. Salah satu masalah yang mempengaruhi proses metabolisme adalah kerusakan organ hati, upaya untuk mencegah terjadinya kerusakan hati dengan penambahan arang aktif dan kitosan sebagai suplemen dalam pakan. Tujuan penelitian ini adalah  untuk mempelajari pengaruh penambahan kombinasi feed additive dari kitosan dan arang aktif pada pakan terhadap gambaran hati ikan gabus. Perlakuan yang digunakan adalah A (0%), B (arang aktif 2%), C (kitosan 3%), D (kitosan 3% dan arang aktif 1%), E (kitosan 3% dan arang aktif 1,5%) serta F (kitosan 3% dan arang aktif 2%) dengan masa pemeliharaan selama 70 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dengan penambahan kitosan 3% tanpa kombinasi feed additive lainnya (perlakuan C) menghasilkan kondisi hati yang paling baik, ditandai dengan keberadaan sel hepatosit yang jelas dan kerusakan minimal. Sebaliknya, perlakuan lainnya menunjukkan berbagai tingkat kerusakan hati, seperti infiltrasi sel radang, degenerasi hidropik, nekrosis, serta kongesti pada vena sentralis. Kelompok kontrol (A) juga mengalami kerusakan hati ringan, yang kemungkinan disebabkan oleh faktor lingkungan pemeliharaan. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa suplementasi kitosan dalam pakan berpotensi memperbaiki kondisi hati ikan gabus melalui mekanisme imunostimulasi. Selain itu, kombinasi kitosan dan arang aktif dalam formulasi pakan perlu diteliti lebih lanjut untuk mengoptimalkan manfaatnya dalam meningkatkan kesehatan dan pertumbuhan ikan gabus.
Pengaruh Penambahan Ekstrak Jagung Kuning pada Pakan Buatan terhadap Intensitas Warna dan Pertumbuhan Ikan Mas Koki (Carassius auratus) Gunawan, Hendri; Romi, Muhammad; Thaib, Azwar; Nurhayati, Nurhayati; Maulidya, Rulita
Jurnal TILAPIA Vol 6, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v6i1.5575

Abstract

Ikan mas koki merupakan salah satu ikan hias air tawar yang memiliki harga jual tinggi. Harga jual ikan hias dipengaruhi oleh beberpa faktor terutama terletak pada warna. Penelitian mengenai ikan hias ini telah dilaksanakan di Laboratorium basah SUPM Negeri Ladong. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak jagung kuning dalam pakan buatan terhadap intensitas warna dan pertumbuhan ikan mas koki. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan mengaplikasikan 4 perlakuan dan 3ulangan. Sebagai perlakukan adalah 0%. 0,3%. 0,6% dan 0,9% ekstrak jagung kuning. Ekstrak tersebut masing-masing dicampur kedalam 100 g pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 0,9% ekstrak jagung kedalam pakan dapat meningkatkan intensitas warna ikan mas koki sebesar 10% dan laju pertumbuhan spesifik sebesar 1,09%. Sedangkan untuk laju pertumbuhan mutlak, kelagsungan hidup, konversi dan efisiensi pakan tidak berpengaruh antar perlakuan.
Inovasi Penyedap Rasa Alami sebagai Pengganti MSG Menggunakan Kulit dan Tulang Ikan Kambing-Kambing (Abalistes stellaris) Aulia, Bunga; Handayani, Lia; Maghfirah, Indria
Jurnal TILAPIA Vol 6, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Center for Research and Community Service (LPPM) University of Abulyatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30601/tilapia.v6i1.5816

Abstract

Penggunaan monosodium glutamat (MSG) yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai efek negatif pada kesehatan, termasuk penurunan kadar hemoglobin, gangguan fungsi ginjal, dan ketidakseimbangan hormon. Oleh karena itu, penting untuk mencari alternatif penyedap rasa yang lebih alami dan aman. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah kulit dan tulang ikan kambing-kambing (Abalistes stellaris) sebagai bahan baku penyedap rasa alami. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental laboratorium dengan perbandingan bahan dan air perebusan yaitu 1:2 (b/v), 1:3 (b/v), dan 1:4 (b/v) pada sampel limbah kulit ikan kambing-kambing (KKK) dan tulang ikan kambing-kambing (TKK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air tertinggi terdapat pada sampel F1 (7,25%), sementara kadar air terendah ditemukan pada sampel F6 (7,01%). Kadar abu tertinggi ditemukan pada sampel F6 (43,19%), dan kadar protein tertinggi terdapat pada sampel F6 (26,18%). Kadar lemak tertinggi ada pada sampel F1 (1,91%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perlakuan F6 menghasilkan penyedap rasa dengan karakteristik lebih baik, karena menghasilkan kadar protein lebih tinggi, serta kadar aair dan kadar lemak lebih rendah. Dengan demikian limbah kulit dan tulang ikan kambing-kambing dapat dijadikan alternatif bahan baku penyedap rasa alami yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang besar.

Page 9 of 11 | Total Record : 102