cover
Contact Name
Syarifuddin
Contact Email
bimaberilmu@gmail.com
Phone
+6285290880751
Journal Mail Official
jurnalbimaabdi@gmail.com
Editorial Address
Jalan Lintas Sumbawa, desa Leu, RT. 009, RW. 004, Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 27979407     EISSN : 27979423     DOI : https://doi.org/10.53299/bajpm.v1i1
Core Subject : Education,
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat terdaftar dengan e-ISSN: 2797-9423 dan p-ISSN: 2797-9407 menerbitkan artikel dari hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat maupun metode pengabdian yang berkaitan dengan bidang pendidikan dan dapat diterapkan dalam mengembangkan dan membantu dosen, guru, perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat meningkatkan keilmuan, inovasi, maupun kesejahteraan. Bima Abdi menerima artikel yang sesuai dengan ketentuan dan panduan yang ada dalam template yang sudah disediakan oleh pengelola dalam website ini. Bima Abdi dibawah naungan Publisher Yayassan Pendidikan Bima Berilmu.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 272 Documents
Pengembangan Industri Kerupuk Kulit Rumahan pada Masyarakat Waena, Kota Jayapura Propinsi Papua Isnaini, Rahmalia Ayu; Saputri, Zhaima; Yusuf, Muhamad; Zulihi, Zulihi; Watora, Ibrahim
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i1.3923

Abstract

Usaha kerupuk kulit yang dijalankan oleh ibu Puji di Jayapura merupakan salah satu bentuk industri rumahan yang memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan pendapatan keluarga dan masyarakat sekitar. Hal ini dilakukan karena semakin tingginya kebutuhan masyarakat sehingga mencari peluang lain untuk dapat memperoleh pendapatan tambahan. Tujuan penelitian adalah untuk menjabarkan secara konprehensif tentang pengembangan indusri kerupuk kulit rumahan yang dilakukan oleh masyarakat Waena Kota Jayapura melalui pengabdian pada masyarakat. Metode penelitian menggunakan model Roda Deming (PDCA) yang digabungkan dengan analisis SWOT. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa usaha ini memiliki kekuatan seperti tidak adanya pesaing langsung, kualitas bahan baku yang baik, dan harga yang terjangkau. Namun, kelemahan masih terdapat pada keterbatasan varian rasa, waktu produksi yang panjang, dan kendala cuaca. Peluang besar datang dari minimnya pengetahuan masyarakat tentang produksi kerupuk kulit dan belum adanya pesaing kuat, sementara ancaman berasal dari potensi munculnya kompetitor baru dan keterbatasan dalam pemasaran digital. Dengan mengoptimalkan kekuatan dan peluang yang ada, usaha ini memiliki potensi untuk berkembang lebih luas di masa mendatang.
Pendampingan Moderasi Beragama Bagi Sipir dan Napiter pada Lapas Hight Risk Pulau Nuskambangan Cilacap Ahmad, Musa; Mukhlasin, Ahmad; Muttaqin, Achmad Machrus
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i1.3949

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh tantangan pembinaan keagamaan di Lapas High Risk Pulau Nusakambangan, khususnya terkait masih kuatnya pemahaman keagamaan yang eksklusif pada narapidana terorisme (Napiter) serta kompleksitas peran sipir dalam menjaga keamanan dan melakukan pembinaan. Kondisi tersebut menuntut adanya pendekatan moderasi beragama yang mampu mendorong sikap toleran, dialogis, dan humanis. Tujuan kegiatan ini adalah memperkuat pemahaman dan praktik moderasi beragama bagi sipir dan Napiter guna mendukung terciptanya lingkungan lapas yang kondusif serta memperkuat proses deradikalisasi. Metode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif-edukatif melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan program, implementasi, dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi, edukasi moderasi beragama, dialog terbimbing, refleksi keagamaan, serta pendampingan penguatan kapasitas sipir dalam komunikasi persuasif. Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan positif pada sasaran pengabdian, ditandai dengan meningkatnya pemahaman moderasi beragama, sikap toleransi, keterbukaan berdialog, serta interaksi yang lebih humanis antara sipir dan Napiter. Napiter menunjukkan penurunan resistensi ideologis dan kesiapan untuk menerima perspektif keagamaan yang lebih inklusif, sementara sipir memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengelola konflik dan melakukan pembinaan secara persuasif. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pendampingan moderasi beragama efektif dalam menjawab tujuan pelaksanaan kegiatan, yaitu memperkuat sikap moderat, toleran, dan dialogis sebagai fondasi penting dalam mendukung keamanan lapas dan keberhasilan program deradikalisasi.