cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 513 Documents
PARTISIPASI ALUMNI DALAM MENINGKATKAN MUTU PERGURUAN TINGGI: STUDI KEPUASAN TERKAIT DOSEN, KURIKULUM DAN INFRASTRUKTUR RERESI, MARSIANUS; LONDAR, WILHELMINA; KAANUBUN, EMILIANA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3160

Abstract

The aim of this research is to explore strategies for enhancing the quality of a private higher education, with a specific focus on alumni satisfaction. Factors under examination include lecturer professional, curriculum relevance, and facility quality. Assessing alumni satisfaction is deemed crucial for improving educational services and identifying key factors influencing their contentment. The research methodology employed is qualitative, using Focus Group Discussions (FGD) involving 16 selected participants based on specific criteria. FGD allows for in-depth exchange of ideas and experiences, although it faces challenges in terms of reliability and potential bias. Skillful moderation, participant diversity, open-ended questions, consistent analysis, and accurate recording are utilized to address these weaknesses. The results highlight the pivotal role of alumni in enhancing the quality of higher education institutions by providing valuable feedback. Alumni satisfaction reflects the institution's quality, influenced by lecturer professionalism, facility quality, and infrastructure. Thus, improving higher education quality is directly associated with enhancing lecturer professional, offering quality curriculum, and innovating educational facilities and infrastructure. ABSTRAKTujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi strategi dalam meningkatkan kualitas perguruan tinggi swasta dengan fokus pada kepuasan alumni. Faktor penentu yang dipelajari termasuk profesionalisme dosen, relevansi kurikulum, dan kualitas fasilitas. Penilaian kepuasan alumni dianggap penting dalam meningkatkan layanan pendidikan dan menentukan faktor-faktor utama yang memengaruhi kepuasan mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan 16 peserta yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu. FGD memungkinkan pertukaran ide dan pengalaman yang mendalam. Keunggulan FGD adalah menghasilkan data kaya dan mengungkap dinamika sosial, meskipun ada tantangan reliabilitas dan potensi bias. Moderator yang terampil, keragaman peserta, pertanyaan terbuka, analisis yang konsisten, dan catatan yang akurat digunakan untuk mengatasi kelemahan. Adapun hasil yang diperoleh menjelaskan bahwa alumni berperan penting dalam meningkatkan kualitas institusi pendidikan tinggi sebagai sumber umpan balik berharga. Kepuasan alumni mencerminkan kualitas institusi, yang dipengaruhi oleh profesionalisme dosen, kualitas fasilitas serta infrastruktur. Dengan demikian meningkatkannya kualitas Perguruan Tinggi berjalan linear dengan peningkatan profesionalisme dosen, kurikulum yang bermutu dan inovasi dalam fasilitas serta infrastruktur pendidikan.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK KONSEP DIRI POSITIF (SELF CONCEPT) PADA PESERTA DIDIK SUSILAWATI, BETI; RAHMATIKA, ZAHRA; SUSANTI, AGUS; IRAWAN, RUDY; AMELIA, HANI
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3164

Abstract

This research is a qualitative research conducted in the form of a case study. The research location is at SMA Gajah Mada Bandar Lampung. The data sources are homeroom teachers, parents of students, and Islamic religious education (PAI) subject teachers. Data collection techniques are observation and interviews. Data were obtained from various sources using different data collection techniques (triangulation). The results of this study indicate that: (1) The self-concept of students at SMA Gajah Mada Bandar Lampung is divided into two, namely students who have negative self-concepts and students who have positive self-concepts. (2) Factors that shape the self-concept of students at SMA Gajah Mada Bandar Lampung, namely parental education, social environment, entertainment, and electronic sophistication. (3) The role of Islamic Religious Education teachers in forming students' self-concept in SMA Gajah Mada Bandar Lampung students is through Islamic Religious Education learning in class, namely by reading the Quran before learning begins, memorizing short surahs, creating a fun class, increasing motivation, creating a humorous atmosphere, calling students who are embarrassed to appear, reflecting on the lessons that have been taught. As for outside the classroom, namely by carrying out religious activities, digging up information about students, observing students, providing exclusive guidance, implementing congregational prayers, and utilizing time to read the Quran. ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan dalam penelitian dalam bentuk studi kasus. Lokasi penelitian terletak pada SMA Gajah Mada Bandar Lampung. Sumber datanya adalah guru wali kelas, orang tua peserta didik, dan guru mata pelajaran pendidikan agama islam (PAI). Teknik pengumpulan data yaitu observasi dan wawancara. Data diperoleh dari berbagai sumber dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda-beda (triangulasi). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Self concept peserta didik pada SMA Gajah Mada Bandar Lampung, terbagi dua yaitu peserta didik yang memiliki konsep diri negatif dan peserta didik yang memiliki konsep diri positif. (2) Faktor yang membentuk self concept peserta didik pada SMA Gajah Mada Bandar Lampung, yaitu pendidikan orang tua, lingkungan sosial, tontonan, serta kecanggigihan elektronik. (3) Peran yang dilakukan oleh guru PAI dalam membentuk self concept peserta didik pada peseta didik SMA Gajah Mada Bandar Lampung adalah melalui pembelajaran PAI dikelas yaitu dengan melakukan kegiatan membaca Al Quran sebelum pembelajaran dimulai, menghafal surah pendek, menciptakan kelas yang menyenangkan, meningkatkan motivasi, menciptakan suasana humor, memanggil peseta didik yang malu untuk tampil, merefleksi kembali pelajaran yang telah diajarkan. Adapun di luar kelas yaitu dengan melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan, menggali informasi mengenai peserta didik, melakukan pengamatan terhadap peserta didik, melakukan bimbingan secara eksklusif, pelaksanaan shalat berjamaah, serta pemanfaatan waktu untuk membaca Al Quran.
UTILIZATION OF DIGITAL TECHNOLOGY IN LEARNING ACTIVITIES FOR CIKAL CENDEKIA ISLAMIC FULLDAY SCHOOL HARATUA, CHANDRA SAGUL; DIEF, HAURA PUTRI LISTY; AISAH, NUR; GUSWITA, POPPY; CHRISTINA, SERAFIM; YUNEVA, YUNEVA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3165

Abstract

Technology has become a tool which could help people with activities of many kinds, including education. Our big dream for the future is that digital technology could be implemented and spread equally for education in Indonesia. A system was created to automatically get the score when the students submit their tasks or to learn more information or students just access the system and find e-books. The research discussion aims to provide an overview and results obtained from this research. Interviews and observations are the instruments and data collection methods used in this research. The subject selection technique in this research uses purposive sampling. This technique is chosen so that the subjects are selected in accordance with the research objectives. The subject criteria in this research are 1) Academic teachers 2) All 8th grade students 3) Teachers aged between 20 until 45 years old. The results of this research is that all academic teachers in SMP Cikal Cendekia Fullday Islamic School used digital technology in learning activities. In the implementation, the benefits of digital technology can be felt by both students and teachers. But, teachers must give more attention when the students use digital technology.
METODE PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF PEMIKIRAN HASAN LANGGULUNG IRAWAN, RUDY; RUSWANTO, RUSWANTO
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3166

Abstract

Hasan Langgulung as one of the leading Islamic education figures. Hasan Langulung's concept of thought, emphasizes that education is a process to transfer the cultural values ??of society inherited from the older generation to the younger generation so that its cultural identity is maintained as a continuation of the life of society and education as well as education as a process of developing the potential of each individual. This research is a library research. The primary data source here is data or information obtained from the written works of Islamic education figures, namely Hasan Langgalung which are discussed in writing this thesis, namely the Islamic education method according to Hasan Langgalung and Islamic Education according to Hasan Langgalung. The data collection techniques used in this study are literature and documentation. The results of the study concluded that the Islamic education method proposed by Hassan Langgulung is a more practical method, namely the method used must be related to the objectives of Islamic Education, the education method does not force something that is contrary to human nature, the method should talk about motivation and discipline or in terms of the Qur'an, rewards and punishments. The advantages of Hasan Langgulung's Islamic education method are an increase in spiritual, moral, intellectual, and social processes. Hasan Langgulung's Islamic education methods guide humans and give them ideal values, principles, and role models in life aimed at preparing for worldly and afterlife life. ABSTRAKHasan Langgulung sebagai salah satu tokoh pendidikan Islam yang terkemuka. Konsep pemikiran Hasan Langulung, menegaskan bahwa pendidikan adalah proses untuk memindahkan nilai-nilai budaya masyarakat yang diwariskan dari generasi tua ke generasi muda agar identitas budayanya tetap terjaga sebagi kelanjutan hidup masyarkat dan pendidikan juga pendidikan sebgai proses pengembangan potensi-potensi setiap individu. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer disini adalah data atau informasi yang diperoleh dari karya tulis dari tokoh pendidikan islam yaitu Hasan Langgalung yang dibahas dalam penulisan skripsi ini, adalah sebagai Metode pendidikan Islam menurut Hasan Langgalung dan Pendidikan Islam menurut Hasan Langgalung. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kepustakaan dan dokumentasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Metode pendidikan Islam yang dikemukakan oleh Hassan Langgulung yaitu metode lebih bersifat praktikal yaitu metode yang dilakukan harus berkaitan dengan tujuan Pendidikan Islam, metode pendidikan tidak memaksakan sesuatu hal yang bertentangan dengan fitrah manusianya, metode hendaknya membicarakan tentang pengerakan (motivtion) dan disiplin atau dalam istilah Al-Qur’an ganajaran dan hukuman. Keunggulan metode pendidikan Islam Hasan Langgulung ialah suatu meningkatkan proses spritual, akhlak, intelektual, dan sosial. Metode metode pendidikan Islam Hasan Langgulung membimbing manusia dan memberinya nilai-nilai, prinsip, dan keteladanan yang ideal dalam kehidupan bertujuan mempersiapkan kehidupan dunia dan akhirat.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PAI BERBASIS AFEKSI DALAM PEMBINAAN AKHLAK PESERTA DIDIK HIJRIYAH, UMI; SUSANTI, AGUS
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3167

Abstract

The behavior of students who are not based on good morals and good morals, but rather they carry out actions as they please by following their desires, produce deviations in student behavior which are caused by cultural influences in the school environment or its surroundings without paying attention to whether it is correct according to religion or Shari'a. as well as the norms that apply in society.In this research a qualitative descriptive approach is used. This research is a type of field research. The location of this research is at State Vocational High School Bandar Lampung City, Lampung Province. Data collection techniques use interviews, observation and documentation. Test the validity of the data using triangulation of sources and techniques. The research findings are that there is an implementation of affection-based PAI learning in developing the morals of class at the evaluation stage in the form of assessments, attitudes, knowledge and skills. and also found supporting and inhibiting factors originating from internal or external. The implementation of affection-based PAI learning in developing the morals of students at SMKN Bandar Lampung City has been implemented well. The implementation of affection-based learning, it is able to shape students' morals starting from attitudes, morals that are developed to be better, as well as being able to respect opinions and then be honest, have high empathy and be responsible. ABSTRAKPerilaku peserta didik yang tidak didasari oleh akhlak yang baik serta moral yang baik, melainkan mereka melakukan tindakan sesuka mereka dengan mengikuti hawa nafsu menerbitkan penyimpangan prilaku peserta didik ini disebapkan oleh pengaruh budaya yang ada dilingkungan sekolah ataupun sekitarnya tanpa memperhatikan apakah itu benar menurut agama ataupun syariat serta norma yang berlaku di masyarakat. Pada penelitian ini digunakan pendekatan deskrptif kualitatif. Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan (field research). Lokasi penelitian ini berada di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Temuan penelitian bahwasannya terdapat implementasi pembelajaran PAI berbasis afeksi dalam pembinaan akhlak peserta didik di SMKN Kota Bandar Lampung mulai dari perencanaan berupa pembuatan perangkat pembelajaran yang sekarang disebut modul ajar, Kemudian pelaksanaan pembelajaran dengan berbasis afeksi serta sampai pada tahap evaluasi yang berupa penilaian, sikap, pengetahuan juga keterampilan. serta ditemukan pula faktor pendukung dan penghambat yang berasal dari internal ataupun exsternal. Implementasi pembelajaran PAI berbasis afeksi dalam pembinaan akhlak peserta didik di SMKN Kota Bandar Lampung sudah diterapkan dengan baik. Implementasi pembelajaran berbasis afeksi ini mampu membentuk akhlak peserta didik mulai dari sikap, moral yang terbina menjadi lebih baik seperti halnya mampu menghargai pendapat kemudian jujur, empati yang tinggi dan bertanggung jawab.
PROBLEMATIKA PEMBELAJARAN PAI DI SMP SUSANTI, AGUS; RAHMATIKA, ZAHRA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3168

Abstract

Education is a very important basis in the learning process of students in increasing intelligence, skills, and improving character to advance the nation. Islamic religious education is education in the form of teaching or guidance to students so that they can understand, appreciate and practice it in everyday life and make it a way of life. The aim of this research is to define the problems of learning Islamic Religious Education at SMP. This research uses descriptive qualitative methods. Data collection techniques used in research include observation, interviews and documentation. Meanwhile, data analysis in this research uses qualitative analysis, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this research provide information that the problems of learning Islamic Religious Education are that students lack focus in learning, they are not fluent in reading the Koran, they lack awareness in carrying out fardhu prayers and fasting during Ramadhan, teachers do not use learning media, and the environment of parents and a society that lacks support, lacks attention and control from parents, does not have a good religious background, and is in a homogenous society that is less religious. ABSTRAKPendidikan menjadi dasar yang begitu esensial dalam kegiatan belajar peserta didik dalam meningkatkan kecerdasan, keterampilan, serta meningkatkan budi pekerti untuk memajukan bangsa. Pendidikan Agama Islam merupakan pendidikan berupa pengajaran atau bimbingan supaya mengerti, menghayati, dan mengamalkannya dalam kesehariannya serta menjadikannya sebagai pandangan hidup. Tujuan dari penelitian ini mendefinisikan problematika pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancacra, dan dokumentasi. Sedangkan analisis data penelitian ini dengan analisis kualitataif yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini mendapatkan informasi menegenai problematika pembelajaran Pendidikan Agama Islam yaitu peserta didik kurang fokus ketika mengikuti pembelajaran, kurang lancar membaca Al-Qur’an, kurang kesadaran dalam melaksankan sholat fardu dan puasa ramadhan, guru tidak menggunakan media pembelajaran, dan lingkungan orang tua dan masyarakat yang kurang mendukung, kurang perhatian dan kontrol orang tua, tidak memiliki latar belakang agama yang baik, dan berada dilingkungan masyarakat homogen yang kurang agamis.
RELEVANSI KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP HASIL BELAJAR PAI DI ERA 5.0 RAHMATIKA, ZAHRA; SUSILAWATI, BETI
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3169

Abstract

Emotional Intelligence (EQ) can have significant relevance to the learning outcomes of Islamic Religious Education (PAI) in the 5.0 era. Islamic Religious Education not only covers cognitive aspects, but also emotional and social aspects. Here are some ways in which emotional intelligence can influence PAI learning outcomes, namely; Self-awareness, Emotional Management, Self-motivation, empathy, social skills, and wisdom in decision making. A person's emotional intelligence greatly influences their mindset in acting. So that there is an influence on the relationship between emotional intelligence and PAI learning outcomes in schools. This study aims to determine the relevance of emotional intelligence to PAI learning outcomes. The method used in this study is descriptive analysis, with a quantitative approach using sampling techniques. The data collection method uses observation, questionnaires and documentation. The analysis technique used is multiple linear regression. The results of this study are that emotional intelligence has a positive and significant effect on PAI learning outcomes based on the analysis obtained Fcount = 4.49> Ftable = 3.28 with a significance level of 5% for the number of respondents (N) of 36. ABSTRAKKecerdasan Emosional (Emotional Intelligence atau EQ) dapat memiliki relevansi yang signifikan pada hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) di era 5.0. Pendidikan Agama Islam tidak hanya mencakup aspek kognitif, tetapi juga aspek emosional dan sosial. Berikut adalah beberapa cara di mana kecerdasan emosional dapat memengaruhi hasil belajar PAI yaitu; Pemahaman Diri (Self-awareness), Mengelola Emosi (Emotional Management), Motivasi Diri (Self-motivation), empati, keterampilan social, dan kebijaksanaan dalam pengabilan keputusan. Kecerdasan emosional seseorang sangat mempengaruhi pola pikirnya dalam bertindak. Sehingga berpengaruh adanya hubungan kecerdasan emosional dengan hasil belajar PAI di sekolah. Penelitian ini bertujuan utuk mengetahui relevansi kecerdasan emosional terhadap hasil belajar PAI. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, dengan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan teknik sampling. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, angket dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi   linier   ganda. Hasil penelitian ini adalah Kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar PAI berdasarkan analisis diperoleh Fhitung = 4,49>Ftabel = 3,28 dengan  taraf signifikansi 5% untuk jumlah responden (N) sebanyak 36.
IMPLEMENTASI METODE BAHTSUL MASAIL DALAM MEMOTIVASI BELAJAR FIQIH DI MADRASAH ALIYAH AHSANUL IBAD PURBOLINGGO LAMPUNG TIMUR RUSWANTO, RUSWANTO; IRAWAN, RUDY
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3170

Abstract

In this study, the researcher used a type of field research or also called Qualitative with Descriptive research nature, with data collection tools used, namely observation, interviews and documentation. The researcher used primary data sources and secondary data sources, the data collection method used was non-participant observation and unstructured interviews, while the data analysis technique used was inductive and holistic, with several stages, namely Data reduction (Data Reduction), Data display (data presentation), Conclusion Drawing/ verification, Based on the results of this study, it shows that the implementation of the bahtsul masa'il method in motivating learning fiqh at the Ahsanul Ibad Purbolinggo East Lampung Islamic High School includes three stages, namely with teachers making a learning implementation plan using the bahtsul masa'il method, then after planning, namely by implementing the fiqh learning process in accordance with the learning implementation plan using the bahtsul masa'il method, the last stage is evaluating the fiqh learning process using the bahtsul masa'il method. ABSTRAKPada penelitian ini peneliti menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) atau disebut juga Kualitatif dengan sifat penelitian Deskriptif, dengan alat pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Peneliti menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder, Metode pengumpulan data yang digunakan aalah observasi  non-Partisipan dan Wawancara tidak terstruktur, sedangkan teknik analisis data yang digunakan bersifat induktif dan holistic, dengan beberapa tahapan yaitu Data reduction (Reduksi Data), Data display (penyajian data), Conclusion Drawing/ verification, Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa implementasi metode bahtsul masa’il dalam memotivasi belajar fiqih di madrasah aliyah ahsanul ibad purbolinggo lampung timur mencakup tiga tahapan yaitu dengan guru membuat rancangan pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode bahtsul masa’il, kemudian setelah merencanakan yaitu dengan melaksanaan proses pembelajaran fiqih sesuai dengan rancangan pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan metode bahtsul masa’il, tahap yang terakhir adalah mengevaluasi proses pembelajaran fiqih dengan menggunakan metode bahtsul masa’il.
PENGEMBANGAN DAN MODIFIKASI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) DI BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA DAERAH PROVINSI KALIMANTAN SELATAN RACHMAN, TAUFIK; ASROPI, ASROPI; SUHARDJO, SUHARDJO
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3171

Abstract

This study aims to produce a strategy formulation to increase the effectiveness of LAKIP preparation training at the BPSDMD of South Kalimantan Province. The data used in this study are 1) Primary data, namely data from interviews by the author on a number of informants including training organizers, training instructors, training participants, non-training practitioners for training instructor participants, and users of training results, related to the implementation of LAKIP Education and Training. 2) Secondary data, including books, literature, documents and articles. The results of this study are: 1) The implementation of the LAKIP education and training policy as a whole can be implemented effectively, but in terms of achieving the objectives of the LAKIP Training implementation, especially in the success of preparing the LAKIP Document, it is still not as expected, 2) The causes of the implementation of the Government Agency Performance Accountability Report (LAKIP) Education and Training Policy at the BPSDMD of South Kalimantan Province, have not been effective in achieving the objectives of the LAKIP training program, due to several things such as: a. Participant aspects, b. Curriculum aspects: c. Resource Person aspects; 3) Constraints and supporting factors in the implementation of the Education and Training Policy of the Government Agency Performance Accountability Report (LAKIP) at the South Kalimantan Provincial Human Resources Development Agency: a. No constraints were found; b. Supporting factors: (1) Human resources, (2) finance, (3) methods, (4). equipment are all available sufficiently to meet the needs of the implementation of the Training. Further study of the less successful implementation of the LAKIP education and Training policy, in achieving the LAKIP education and training objectives, is due to the LAKIP education and Training policy document still having shortcomings. 4) Strategies to increase the effectiveness of improving the Education and Training Policy of the Government Agency Performance Accountability Report (LAKIP) at the South Kalimantan Regional Human Resources Development Agency to be effective in implementing the LAKIP Training objectives (which is the Novelty of this study), can be taken in several ways, namely: a) Improvement of the LAKIP education and training policy document. b) Improvement of the implementation policy ABSTRAKPenelitian ini bertujuan Tujuan untuk menghasilkan rumusan strategi peningkatan efektifitas Diklat penyusunan LAKIP pada BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 1) Data primer, yaitu data hasil wawancara oleh penulis atas sejumlah informan yang meliputi penyelenggara diklat, widyaiswara diklat, peserta diklat, Praktisi non widyaiswara bagi peserta Diklat Widyaiswara, dan pengguna hasil Diklat, yang terkait dengan pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan LAKIP. 2) data Sekunder, meliputi Buku, literatur, dokumen dan artikel. Hasil penelitian ini adalah: 1) Implementasi kebijakan pendidikan dan pelatihan LAKIP secara keseluruhan dapat dilaksanakan secara efektif, namun dari sisi pencapaian tujuan pelaksanaan Diklat LAKIP terutama pada keberhasilan penyusunan Dokumen LAKIP masih belum seperti diharapkan, 2) Penyebab implementasi Kebijakan Pendidikan dan Pelatihan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) di BPSDMD Prov Kalsel, belum efektif dalam mencapai tujuan program pelatihan LAKIP, disebabkan oleh beberapa hal seperti : a. Aspek peserta, b. Aspek kurikulum: c. Aspek Narasumber; 3) Kendala dan faktor pendukung dalam pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dan Pelatihan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Kalimantan Selatan : a. Kendala tidak ditemui kendala; b. Faktor Pendukung : (1) Sumber daya manusia, (2) keuangan, (3) methode, (4). peralatan semua tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan pelaksanaan Diklat. Kajian lebih jauh atas kurang berhasilnya implementasi kebijakan pendidikan dan Pelatihan LAKIP, dalam pencapaian tujuan pendidikan dan pelatihan LAKIP, disebabkan dokumen kebijakan pendidikan dan Pelatihan LAKIP masih memilki kekurangan. 4) Strategi meningkatkan efektifitas meningkatkan Kebijakan Pendidikan dan Pelatihan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Kalimantan Selatan agar efektif dalam melaksanakan tujuan Diklat LAKIP (yang merupakan Novelty dari penelitian ini), dapat ditempuh dengan beberapa hal sbb : a) Perbaikan dokumen kebijakan pendidikan dan pelatihan LAKIP. b) Perbaikan kebijakan penyelenggaraan.
PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH TERHADAP PELAKSANAAN PENDIDIKAN: NARRATIVE LITERATURE REVIEW FAUZIANA, NUR ANNISA; FAUZAN, AHMAD; AYU, SOVIA MAS
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3180

Abstract

The aim of this research is to provide a general overview of the influence of school principals' transformational leadership on the implementation of education. This research is qualitative research presented through a Narrative Literature Review. Data was obtained from Google Scholar and Scopus with qualified articles in Indonesian and English that match the topic of discussion. The results of the research show that the principal's transformational leadership influences the implementation of education both in terms of educational quality and teacher performance. This is proven by referring to four dimensions towards ideal leadership, namely through the 4 Is, namely Idealized, Inspirational Motivation, Intellectual Stimulation, and Individual Consideration. In addition, based on teachers' perceptions, the principal's transformational leadership style is an ideal leadership style that can be applied by school principals in creating good quality education. ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran secara umum pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap pelaksanaan pendidikan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang disajikan melalui Narrative Literature Review. Data diperoleh dari google scholar dan scopus dengan kualifikasi artikel berbahasa Indonesia dan Inggris yang sesuai dengan topik pembahasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah berpengaruh pada pelaksanaan pendidikan baik dari mutu pendidikan maupun dari kinerja guru. Hal tersebut dibuktikan dengan merujuk pada empat dimensi untuk menuju kepemimpinan yang ideal yaitu melalui 4 I yaitu Idealized, Inspirational Motivation, Intellectual Stimulation, dan Individual Consideration. Selain itu, berdasarkan persepsi guru, gaya kepemimpinan transformasional kepala sekolah merupakan gaya kepemimpinan yang ideal yang dapat diterapkan oleh kepala sekolah dalam menciptakan kualitas pendidikan yang baik.