cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 513 Documents
PENGARUH KEPEMIMPINAN VISIONER, KOMPETENSI PROFESIONAL GURU DAN BUDAYA SEKOLAH TERHADAP MUTU SEKOLAH SMA NEGERI NURLAELA, NURLAELA; MURNIATI, NGURAH AYU NYOMAN; GINTING , ROSALINA BR
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3181

Abstract

This research aims to examine and analyze: (1) the influence of the school principal's Visionary Leadership on School Quality, (2) the influence of Teacher Professional Competency on School Quality, (3) the influence of school culture on School Quality, and (4) the influence of the school principal's Visionary Leadership , Teacher Professional Competence and School Culture simultaneously affect School Quality. Population of 519 people, sample of 85 teachers. The instrument test used is the validity and reliability test. The classical assumption test uses the normality test, linearity test, multicollinearity test, and heteroscedasticity test. Data analysis used multiple linear regression tests, F test (ANOVA) and t test. Based on the research results, it can be concluded as follows: (1) The Principal's Visionary Leadership has significant effect on School Quality. This is based on the results of the t test, it is proven that the results of tcount ? ttable are 6.811 ? 1.291. The magnitude of the influence of the Principal's Visionary Leadership on the School Quality variable is 35.8%; (2) Teacher Professional Competence has significant effect on School Quality. This is based on the results of the t test, it is proven that tcount is 12.375 ? 1.291. The magnitude of the influence of Teacher Professional Competency on the School Quality variable is 64.9%; (3) School culture has significant effect on school quality. This is based on the results of the t test, it is proven that tcount = 10.006 > t table 1.291. The magnitude of the influence of School Culture on the School Quality variable is 54.7%; (4) The Principal's Visionary Leadership, Teacher Professional Competence and School Culture simultaneously influence the School Quality variable, obtaining lFcount of 62.886 > lFtable (62.886 > l2.71). The magnitude of the influence of the three independent variables is 68.8%. ABSTRAKPenelitian ini untuk menganalisis: (1) pengaruh Kepemimpinan Visioner kepala sekolah terhadap Mutu Sekolah, (2) pengaruh Kompetensi Profesional Guru terhadap Mutu Sekolah, (3) pengaruh budaya sekolah terhadap Mutu Sekolah, dan (4) pengaruh Kepemimpinan Visioner kepala sekolah, Kompetensi Profesional Guru dan Budaya Sekolah secara simultan terhadap Mutu Sekolah. Populasi 519 orang, sampel sebanyak 85 orang guru. Uji instrumen yang digunakan adalah uji validitas dan reliabilitas. Uji asumsi klasik menggunakan uji normalitas, uji linearitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas. Analisis data menggunakan uji regresi linier berganda, uji F (ANOVA) dan uji t. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap Mutu Sekolah. Hal ini berdasar hasil Uji t, terbukti hasil thitung ? ttabel yaitu 6,811 ? 1,291. Besarnya pengaruh Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah terhadap variabel Mutu Sekolah adalah 35,8%; (2) Kompetensi Profesional Guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap Mutu Sekolah. Hal ini berdasarkan hasil uji t terbukti thitung sebesar 12,375 ? 1,291. Besarnya pengaruh Kompetensi Profesional Guru terhadap variabel Mutu Sekolah adalah 64,9% ; (3) Budaya Sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap Mutu Sekolah. Hal ini berdasarkan hasil uji t terbukti thitung = 10,006 > t table 1,291. Besarnya pengaruh Budaya Sekolah terhadap variabel Mutu Sekolah adalah 54,7% ; (4) Kepemimpinan Visioner Kepala Sekolah, Kompetensi Profesional Guru dan Budaya Sekolah secara simultan berpengaruh terhadap variabel Mutu Sekolah diperoleh lFhitung sebesar 62,886 > lFtabel (62,886 > l2,71). Besarnya pengaruh dari ketiga variabel bebas adalah sebesar 68,8%.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS GURU DI SMAN 1 SAKRA ISNAINI, LISA SHOPIA; MUSTARI, MOHAMMAD; KURNIAWANSYAH, EDY; SAWALUDIN, SAWALUDIN
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3182

Abstract

The curriculum is a learning plan that is used as a guide in the implementation of teaching and learning. In Indonesia itself, the independent curriculum is currently being implemented. This independent curriculum concept creates freedom in thinking. Independence of thought is determined by the teacher, meaning that the teacher is the main pillar in supporting success in education. This independent curriculum not only requires students to be able to develop their creativity, but teachers as teachers are also required to be able to develop their creativity. Therefore, this research aims to find out how the implementation of the independent curriculum increases teacher creativity at SMAN 1 SAKRA. This research uses a qualitative approach with a descriptive type. The results of the research show that the implementation of the independent curriculum in increasing teacher creativity can be seen through the creation of school programs, implementation of the Pancasila Learning Strengthening Profile Project (P5) and Teachers' Real Actions in the Independent Teaching Platform (PMM). The obstacles faced during the implementation of the independent curriculum are that teachers' understanding of the independent curriculum is still not optimal and they still need facilities and infrastructure to support the implementation of the independent curriculum. ABSTRAKKurikulum merupakan rancangan pembelajaran yang dijadikan sebagai panduan dalam pelaksanaan belajar mengajar. Di Indonesia sendiri saat ini sedang diterpakannya kurikulum merdeka. Konsep kurikulum merdeka ini terbentukknya kemerdekaan dalam berpikir. Kemerdeka berpikir ditentukan oleh guru, artinya guru menjadi tonggak utama dalam menunjang keberhasilan dalam pendidikan. Pada kurikulum merdeka ini bukan hanya menuntut siwa untuk mampu mengembangkan kreativitasnya, akan tetapi guru sebagai pengajar juga dituntut untuk mampu mengembangkan kreativitasnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi kurikulum merdeka dalam meningkatkan kreativitas guru di SMAN 1 SAKRA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Hasil penelitian menujukkan bahwa implementasi kurikulum merdeka dalam meningkatkan kreativitas guru dapat dilihat melalui Pembuatan Program-Program Sekolah, Pelaksaan Proyek Profil Penguatan Pelajara Pancasila (P5) dan Aksi Nyata Guru Dalam Platform Merdeka Mengajar (PMM). Adapun kendala yang dihadapi selama penerapan kurikulum merdeka ini yaitu pemahaman guru terhadap kurikulum merdeka ini masih belum maksimal dan masih membutuhkan sarana dan prasarana sebagai pendukung dalam penerapa kurikulum merdeka.
PENGUATAN NILAI-NILAI KARAKTER MELALUI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ARTI, DWI; SAGALA, RUMADANI; KUSUMA, GUNTUR CAHAYA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3183

Abstract

Character or what is better known as morals in Islam is very important in the world of education so that it can prepare students to face challenges in the future. This is in accordance with the function of education in Republic of Indonesia Law Number 20 of 2003 concerning the National Education System. The aim of this research is to provide a general overview of how Islamic religious education can help optimize the character values ??of students. This research is qualitative research presented through a Narrative Literature Review. Data obtained from Google Scholar with qualified Indonesian language articles that match the topic of discussion. The results of the research show that the position of Islamic religious education subjects is as a subject which contains exemplary values ??which can help optimize the strengthening of character values ??in students. The strategies that can be implemented in strengthening character values ??are through habituation and teachers as role models for students, not just giving advice. ABSTRAKKarakter atau yang lebih dikenal dengan istilah akhlak dalam Islam merupakan hal yang sangat penting dalam dunia pendidikan agar dapat mempersiapkan peserta didik untuk menghadapi tantangan di masa depan. Hal tersebut sesuai dengan fungsi dari pendidikan dalam Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran secara umum bagaimana pendidikan agama Islam dapat membantu mengoptimalkan nilai-nilai karakter pada peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang disajikan melalui Narrative Literature Review. Data diperoleh dari google scholar dengan kualifikasi artikel berbahasa Indonesia yang sesuai dengan topik pembahasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedudukan mata pelajaran pendidikan agama Islam sebagai sebuah mata pelajaran yang didalamnya mengandung nilai-nilai keteladanan yang dapat membantu mengoptimalkan penguatan nila-nilai karakter pada peserta didik. Adapun strategi yang dapat diimplementasikan dalam penguatan nilai-nilai karakter yaitu melalui pembiasaan dan guru sebagai teladan bagi peserta didik tidak hanya memberi nasihat semata.
PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI SPIRITUAL SISWA MELALUI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: PENDEKATAN FENOMENOLOGIS YANA, HAWWIN HUDA; JAMIL, M ABDUN; ARKANUDIN, ARI; MUBAIDILAH, AHMAD; NAWAWI, M. LATIF
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3184

Abstract

Spiritual education of students is aspect important in formation characters that are often less than optimally developed at school . Study This aim For explore the role of the teacher in increase students' spiritual competence through Islamic Religious Education with approach phenomenology at Bustanul High School Ulum Jayasakti , Central Lampung. Study This use method qualitative with approach phenomenological For understand teachers' experiences and perceptions as well student related with enhancement spiritual competence . Data is collected through interview depth , observation , and documentation . Research result show that the teacher has role crucial in facilitate development students' spiritual competence through various method teaching , like integration deep spiritual values every eye lesson , habituation practices of worship, and giving a good example . Additionally , support from environment schools and families are also found as factor important in this process . Implications from study This show that enhancement students' spiritual competence can achieved in a way effective through collaboration between teachers, schools and families as well as with application of integrative and contextual teaching strategies . Study This give contribution for development of a holistic and comprehensive model of religious education For form a generation of character and morals glorious. ABSTRAKPendidikan spiritual siswa merupakan aspek penting dalam pembentukan karakter yang sering kali kurang optimal dikembangkan di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran guru dalam meningkatkan kompetensi spiritual siswa melalui Pendidikan Agama Islam dengan pendekatan fenomenologis di SMA Bustanul Ulum Jayasakti, Lampung Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis untuk memahami pengalaman dan persepsi guru serta siswa terkait dengan peningkatan kompetensi spiritual. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran krusial dalam memfasilitasi pengembangan kompetensi spiritual siswa melalui berbagai metode pengajaran, seperti pengintegrasian nilai-nilai spiritual dalam setiap mata pelajaran, pembiasaan praktik ibadah, dan pemberian teladan yang baik. Selain itu, dukungan dari lingkungan sekolah dan keluarga juga ditemukan sebagai faktor penting dalam proses ini. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi spiritual siswa dapat dicapai secara efektif melalui kolaborasi antara guru, sekolah, dan keluarga serta dengan penerapan strategi pengajaran yang integratif dan kontekstual. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan model pendidikan agama yang holistik dan komprehensif untuk membentuk generasi yang berkarakter dan berakhlak mulia.
KORELASI ANTARA TEORI BELAJAR KONSTRUKTIVISME LEV VYGOTSKY DENGAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) SALSABILA, YULIA RAKHMA; MUQOWIM, MUQOWIM
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3185

Abstract

This study aims to analyze the relationship between Lev Vygotsky's constructivism learning theory and the problem-based learning (PBL) learning model. This research is a type of library research with a qualitative approach. Data collection methods in this study use documentation methods such as bubu-book articles related to constructivism theory and Problem Based Learning learning models. Data analysis techniques using the Miles and Huberman model include data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results of this study indicate that there is a significant relationship between Lev Vygotsky's constructivism theory, especially the concept of Zone of Proximal Development (ZPD) and scaffolding with the Problem Based Learning learning model. This is seen from the application of the same principles of how learning occurs effectively. Both emphasize active, collaborative, context-based learning and are supported by appropriate guidance so that overall it can create a learning environment that supports students' cognitive development and skills in solving problems. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara teori belajar konstruktivisme Lev Vygotsky dengan model pembelajaran problem based learning (PBL). Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan atau library research dengan Pendekatan Kualitatif. Metode Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode dokumentasi seperti bubu-buku artikel yang terkait tentang teori konstruktivisme dan model pembelajaran Problem Based Learning. Teknik analisis data mengunakan model Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara teori konstruktivisme Lev Vygotsky terutama konsep Zone of Proximal Development  (ZPD) dan scaffolding dengan model pembelajaran Problem Based Learning. Hal tersebut diilihat dari penerapan prinsip-prinsip yang sama tentang bagaimana pembelajaran terjadi secara efektif. Keduanya menekankan pembelajaran aktif, kolaboratif, berbasis konteks dan didukung oleh bimbingan yang tepat sehingga secara keseluruhan dapat menciptkan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan kognitif dan keterampilan siswa dalam memecahkan masalah.
AKTUALISASI DIRI DALAM TRILOGI NOVEL DEAR NATHAN KARYA ERISCA FEBRIANI DAN IMPLIKASINYA SEBAGAI PEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK RAMADHANI, DINDA AYU PUTRI AGTI; SUBANDIYAH, HENY; RAHARJO, RESDIANTO PERMATA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3186

Abstract

This research focuses on discussing the self-actualization of the main character in the novel Dear Nathan by Erisca Febriani, and its implications as a character shaper for students. This research is in the form of qualitative descriptive research. The theory used is Carl Rogers' publicist psychology. The data analysis technique used is descriptive analysis and presentation of data in the form of sentences and novel quotations. The research results show that the two main characters in the novel succeeded in achieving their self-actualization. Their character is formed from the experiences and realities they have to live with, which ultimately leads them to success and freedom for their existence. The main character's achievement of self-actualization is proven by the character Nathan who recovers from past trauma and becomes a campus activist. Meanwhile, for the character Salma, self-actualization is proven by Salma returning to writing and realizing her dream as a writer. He studied Indonesian literature with full support from his parents. The value of character in the self-actualization of the main character must be taught and instilled in students in literature learning as it has implications for character development. The application of character values in the self-actualization of the main character in the novel, as well as its implications as a learning medium are realized through Indonesian language teaching activities using the Merdeka Curriculum. ABSTRAKPenelitian ini berfokus membahas aktualisasi diri tokoh utama dalam novel Dear Nathan karya Erisca Febriani, dan implikasinya sebagai pembentuk karakter peserta didik. Penelitian ini berupa penelitian deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan ialah psikologi humanistik milik Carl Rogers. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif analisis dan penyajian data berupa kalimat dan kutipan novel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dua tokoh utama dalam novel berhasil mencapai aktualisasi diri mereka. Karakter mereka terbentuk atas pengalaman dan realitas yang harus mereka jalani, yang pada akhirnya menuntun mereka pada keberhasilan dan kebebasan atas eksistensi diri mereka. Pencapaian aktualisasi diri tokoh utama dibuktikan dengan tokoh Nathan yang sembuh atas trauma masa lalu dan menjadi salah satu aktivis kampus. Sedangkan pada tokoh Salma, aktualisasi diri dibuktikan dengan Salma yang kembali menulis, dan mewujudkan impiannya sebagai seorang penulis. Ia menempuh pendidikan sastra Indonesia dengan dukungan penuh dari orang tuanya. Adapun nilai karakter dalam aktualisasi diri tokoh utama harus diajarkan dan ditanamkan kepada peserta didik dalam pembelajaran sastra sebagaimana implikasinya terhadap pengembangan karakter. Aplikasi dari nilai karakter dalam aktualisasi diri tokoh utama dalam novel, serta implikasinya sebagai media pembelajaran diwujudkan melalui kegiatan pengajaran Bahasa Indonesia menggunakan Kurikulum Merdeka.
PEMBERDAYAAN PEMUDA SEBAGAI GURU SEKOLAH MINGGU DALAM RANGKA MENINGKATKAN PERTUMBUHAN IMAN ANAK SABATINI, TIYA; JUNTAK , JUSTIN NIAGA SIMAN
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3187

Abstract

Youth have a very strategic role in national life, including in the religious context. In the environment of Gereja Kristen Jawa (GKJ) Sambirejo, the role of youth is crucial in supporting and continuing the church's mission, including Sunday school activities. Sunday school is an effective means of instilling faith and moral values in children from an early age. Therefore, empowering youth as Sunday school teachers is highly relevant and urgent. In reality, many youths are unwilling to take part in this ministry, despite the church's training and development efforts. This study uses a qualitative descriptive method to examine the youth empowerment process. The research questions for the study titled "Youth Empowerment as Sunday School Teachers to Enhance Children's Faith Growth in Gereja Kristen Jawa Sambirejo" are: first, what are the strategies for empowering youth as Sunday school teachers at GKJ Sambirejo? Second, what is the role of youth as Sunday school teachers in enhancing children's faith growth at GKJ Sambirejo? Third, what are the challenges faced in empowering youth as Sunday school teachers, and how can these challenges be addressed? The objectives of this research are: first, to identify effective strategies for empowering youth as Sunday school teachers at GKJ Sambirejo. Second, to analyze the role of youth as Sunday school teachers in enhancing children's faith growth. Third, to identify the challenges faced in the youth empowerment process and provide recommendations to overcome these challenges. ABSTRAKPemuda memiliki peran yang sangat strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tidak terkecuali dalam konteks keagamaan. Di lingkungan Gereja Kristen Jawa (GKJ) Sambirejo, peran pemuda sangat penting dalam mendukung dan melanjutkan misi gereja, termasuk dalam kegiatan sekolah Minggu. Sekolah Minggu merupakan salah satu sarana yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai keimanan dan moral kepada anak-anak sejak dini. Oleh karena itu, pemberdayaan pemuda sebagai guru sekolah Minggu menjadi sangat relevan dan mendesak untuk dilakukan. Kenyatannya banyak para pemuda yang tidak bersedia untuk ambil bagian dari pelayanan tersebut walaupun sudah dilakukan pembinaan dan pengkaderan oleh gereja. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dimana hendak melihat proses pemberdayaan pemuda dilaksanakan. Adapun rumusan masalah dalam penelitian yang berjudul: “Pemberdayaan Pemuda Sebagai Guru Sekolah Minggu Dalam Rangka Peningkatan Pertumbuhan Iman Anak Di Gereja Kristen Jawa Sambirejo” yang pertama adalah bagaimana strategi pemberdayaan pemuda sebagai guru sekolah Minggu di GKJ Sambirejo?, kedua, bagaimana peran pemuda sebagai guru sekolah Minggu dalam meningkatkan pertumbuhan iman anak-anak di GKJ Sambirejo? Dan ketiga, apa saja tantangan yang dihadapi dalam pemberdayaan pemuda sebagai guru sekolah Minggu dan bagaimana cara mengatasinya? Tujuan penelitian ini adalah pertama, untuk mengidentifikasi strategi yang efektif dalam pemberdayaan pemuda sebagai guru sekolah Minggu di GKJ Sambirejo. Kedua, untuk menganalisis peran pemuda sebagai guru sekolah Minggu dalam meningkatkan pertumbuhan iman anak-anak. Ketiga, untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi dalam proses pemberdayaan pemuda dan memberikan rekomendasi untuk mengatasi tantangan tersebut.
PERAN TOKOH AGAMA DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM PADA REMAJA DI DESA NARU BARAT KECAMATAN SAPE KABUPATEN BIMA KHAIR, MIFTAHUL; TANG, MUHAMMAD; ALWI, USMAN
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3188

Abstract

This study aims to determine the role of religious figures in instilling Islamic educational values ??in juvenile delinquency (case study: in Naru Barat Village, Sape District). The type of research used in this study is qualitative research with a case study approach. In this study, the researcher has selected several people who will be used as the subjects of this study, namely religious figures and village officials in Naru Barat Village, Sape District, West Nusa Tenggara Province. The Role of Religious Figures in Instilling Islamic Educational Values ??in Adolescents in Naru Barat Village, Sape District includes several forms of the role of religious figures, namely: a) humanist approach. The humanist approach as a means of instilling Islamic educational values ??that are effective in shaping the character of adolescents who have noble personalities, and are able to appreciate differences and contribute to a directed and prosperous civilization; b) providing religious advice. Providing religious advice to adolescents is one useful way to instill Islamic educational values. through advice delivered with love and understanding, teenagers can be directed to understand and internalize Islamic teachings so that they are able to apply Islamic values ??in their daily lives and develop into individuals with noble morals; c) organizing religious activities. Religious figures have a very important role in organizing religious activities as a means of instilling Islamic educational values ??in teenagers. With their ability to direct, guide, and provide real examples of how to practice Islamic teachings in everyday life, religious figures are able to create a conducive environment for the formation of character and morality in teenagers. Through various religious activities such as religious studies, discussions, and spiritual guidance programs, religious figures not only convey religious knowledge, but also instill essential Islamic values ??such as honesty, responsibility, tolerance, and respect. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran tokoh agama dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan islam pada kenakalan remaja (studi kasus: di Desa Naru Barat Kecamatan Sape). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian kualitatif dengan pendekatakan studi kasus. Dalam penelitian ini peneliti telah memilih beberapa orang yang akan dijadikan sebagai subyek penelitian ini yakni para tokoh agama dan perangkat desa yang ada di Desa Naru Barat Kecamatan Sape Provinsi Nusa Tenggara Barat. Peran Tokoh Agama Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Pendidikan Islampada Remaja Di Desa Naru Barat Kecamatan Sape meliputi beberapa bentuk peranan tokoh agama yaitu: a) pendekatan humanis. Pendekatan humanis sebagai sarana penanaman nilai pendidikan Islam yang efektif dalam membentuk karakter para remaja yang mempunyai kepribadian luhur, serta mampu menghargai perbedaan dan berkontribusi dalam peradaban hidup yang terarah dan sejahtera; b) memberikan nasehat keagamaan. Memberikan nasehat keagamaan kepada remaja merupakan salah satu cara yang bermanfaat dalam menanamkan nilai-nilai pendidikan Islam. melalui nasehat yang disampaikan dengan penuh kasih sayang dan pengertian, para remaja dapat diarahkan untuk memahami dan menghayati ajaran-ajaran Islam sehingga mereka mampu menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari serta berkembang menjadi pribadi yang berakhlak mulia; c) menyelenggarakan kegiatan keagamaan. Tokoh agama memiliki peran yang sangat penting dalam menyelenggarakan kegiatan keagamaan sebagai sarana penanaman nilai-nilai pendidikan Islam pada remaja. Dengan kemampuan mereka untuk mengarahkan, membimbing, dan memberikan contoh nyata tentang bagaimana mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, tokoh agama mampu menciptakan lingkungan yang kondusif untuk pembentukan karakter dan moralitas remaja. Melalui berbagai kegiatan keagamaan seperti pengajian, diskusi, dan program bimbingan spiritual, tokoh agama tidak hanya menyampaikan pengetahuan agama, tetapi juga menanamkan nilai-nilai Islam yang esensial seperti, kejujuran, tanggung jawab, toleransi, dan rasa menghormati.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENULIS TEKS PROSEDUR BERBASIS KEARIFAN LOKAL DENGAN PENDEKATAN SCIENCE, TECHNOLOGY, ENGINEERING, ART, AND MATHEMATICS (STEAM) PADA KELAS VII MTs INDRIYATI, SRI; KUNTORO, KUNTORO; SUROSO, EKO; SUKIRNO, SUKIRNO
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3189

Abstract

This study is research that develops teaching materials for learning to write procedural texts based on local wisdom using the Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics (STEAM) approach for seventh-grade students at MTs. The development of these teaching materials is an effort to innovate conventional teaching materials that have been used so far. This research aims to: (1) determine the needs of students and teachers in preparing teaching materials for writing procedural texts based on local wisdom using the STEAM approach, (2) produce the development of teaching materials for writing procedural texts based on local wisdom using the STEAM approach, (3) produce teaching materials for writing procedural texts based on local wisdom using the STEAM approach that are valid and will be used in learning at MTs, and (4) improve the effectiveness of learning outcomes for seventh-grade students at MTs through the use of teaching materials for writing procedural texts based on local wisdom using the STEAM approach. This research uses the Research and Development (R&D) method with the stages of the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) as follows: (1) Potential and Problems, (2) Data Collection, (3) Product Design, (4) Product Validation, (5) Product Revision, (6) Product Testing, and (7) Data Analysis and Reporting. Data collection in this study used interviews and questionnaires. The research instruments used were: (1) student needs questionnaire, (2) teacher needs questionnaire, (3) validation test questionnaire. The results of this study produced the development of teaching materials for writing procedural texts based on local wisdom using the STEAM approach, with a material and media validity level ranging from 90.01% to 100.00%, and the product validity level was very feasible. Based on this analysis, it can be concluded that there is a strong need for teaching materials for writing procedural texts based on local wisdom using the STEAM approach. The development of good teaching materials can serve as a model for teachers to carry out higher-quality learning. The teaching materials produced add to the reference of teaching materials that are feasible to be tested and further developed. ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian yang mengembangkan bahan ajar untuk pembelajaran menulis teks prosedur berbasis kearifan lokal dengan pendekatan Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics pada kelas VII MTs. Pengembangan bahan ajar merupakan upaya memberikan inovasi pada bahan ajar konvensional yang selama ini digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kebutuhan peserta didik dan guru dalam penyusunan bahan ajar menulis teks prosedur berbasis kearifan lokal dengan pendekatan STEAM, (2) menghasilkan produk pengembangan bahan ajar menulis teks prosedur berbasis kearifan lokal dengan pendekatan STEAM, (3) menghasilkan bahan ajar menulis teks prosedur berbasis kearifan lokal dengan pendekatan STEAM yang valid dan akan digunakan dalam pembelajaran di MTs, dan (4) meningkatkan keefektifan hasil belajar peserta didik kelas VII MTs melalui penggunaan bahan ajar menulis teks prosedur berbasis kearifan lokal dengan pendekatan STEAM. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan tahapan penelitian model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) sebagai berikut: (1) Potensi dan Masalah, (2) Pengumpulan Data, (3) Desain produk, (4) Validasi Produk, (5) Revisi Produk, (6) Uji Coba Produk, dan (7) Analisis Data dan Pelaporan. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara dan angket. Intrumen penelitian yang digunakan, yaitu (1) angket kebutuhan siswa, (2) angket kebutuhan guru,( 3) angket uji validasi. Hasil penelitian ini menghasilkan pengembangan bahan ajar menulis teks prosedur berbasis kearifan lokal dengan pendekatan STEAM, tingkat validitas materi dan media pada rentang 90,01% - 100,00% serta tingkat validitas produk sangat layak. Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan kebutuhan akan bahan ajar menulis teks prosedur berbasis kearifan lokal dengan pendekatan STEAM sangat dibutuhkan. Pengembangan bahan ajar yang baik dapat menjadi model bagi guru untuk melaksanakan pembelajaran yang lebih berkualitas. Bahan ajar yang dihasilkan menambah referensi bahan ajar yang layak untuk diujicobakan serta dikembangkan lebih lanjut.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA DI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN LESTARI, SRI; NURAINI, HERY; WIDIART, ANIEK; FADHILA, SRI AJENG
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v4i3.3190

Abstract

This research aims to evaluate the implementation of the Independent Campus Learning Curriculum at the Faculty of Teacher Training and Education (FKIP) from the perspective of students and field supervisors. The research method used is qualitative with data collection techniques through questionnaires and interviews. The research respondents consisted of six students and three field supervisors from the Syekh-Yusuf Islamic University. The results of the research show that the majority of students agree that the policies, information system and guidebook for Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) are in accordance with the guidelines from the Ministry of Education and Culture. However, several obstacles such as course conversion regulations and inadequate responses from field supervisors are still obstacles in implementing the program. However, all respondents were also greatly helped by the easy access to information from the Ministry of Education and Culture via the YouTube channel. The interview results also showed that all respondents were very happy to take part in MBKM activities, especially the campus teaching program. Recommendations for improvement include converting the maximum value of 20 credits given to study programs, increasing training for supervisors, as well as improving coordination between universities and the Ministry of Education and Culture. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) dari perspektif mahasiswa dan dosen pembimbing lapangan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara. Responden penelitian terdiri dari enam mahasiswa dan tiga dosen pembimbing lapangan dari Universitas Islam Syekh-Yusuf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa setuju bahwa kebijakan, sistem informasi, dan buku panduan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sudah sesuai dengan pedoman dari Kemendikbud. Namun, beberapa kendala seperti regulasi konversi mata kuliah dan respon dari dosen pembimbing lapangan yang belum maksimal masih menjadi hambatan dalam pelaksanaan program. Meskipun demikian, semua responden juga sangat terbantu dengan kemudahan akses informasi dari Kemendikbud melalui kanal YouTube. Hasil wawancara juga menunjukkan bahwa semua responden sangat senang mengikuti kegiatan MBKM khusunya program kampus mengajar. Rekomendasi untuk perbaikan meliputi konversi nilai maksimal sebesar 20 SKS yang diberikan prodi, peningkatan pelatihan untuk dosen pembimbing, serta peningkatan koordinasi antara universitas dan Kemendikbud