cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 513 Documents
REKONSEPTUALISASI DIKLAT GURU DALAM PENGEMBANGAN PROFESIONAL BERKELANJUTAN: ANALISIS LITERATUR Pardiyawan, Pardiyawan; Sugiantoro, Sugiantoro; Ali, Mukti; Afdal, Muhammad; Khaeruddin, Khaeruddin; Victorynie, Irnie
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9689

Abstract

Continuing professional development for teachers is currently experiencing a paradigm shift from traditional models to more personalized and collaborative learning. This study aims to systematically synthesize international literature on the reconceptualization of teacher education and training (CPD) over the past ten years. Using a systematic literature review (SLR) method strictly guided by the PRISMA framework, researchers analyzed 20 high-quality articles from the Scopus database for the period 2015-2025. The analysis results show a fluctuating but increasing trend in publication growth, dominated by the social sciences (56.3%) and primarily focused on the digital transformation of post-pandemic education. Quantitative data revealed that technology integration was the most influential theme, with the most cited articles reaching 47 times. Methodologically, quantitative approaches dominated up to 60% of all reviewed studies. The findings identified that practice-based models, professional learning communities (PLCs), and mentoring have proven effective in improving pedagogical competence. However, the sustainability of CPD is strongly influenced by the interaction of individual intrinsic motivation, school leadership support, and the availability of adequate supporting infrastructure. The main conclusion emphasizes the need to reconceptualize training design from an episodic-technocratic approach to an adaptive, contextual, and long-term professional learning ecosystem. This systemic strategy is crucial for bridging national policy reforms with real-world classroom practice, ensuring that teacher professional development significantly impacts the quality of student learning.ABSTRAK Pengembangan profesional berkelanjutan bagi guru saat ini mengalami pergeseran paradigma dari model tradisional ke arah pembelajaran yang lebih personal dan kolaboratif. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis secara sistematis literatur internasional mengenai rekonseptualisasi pendidikan dan pelatihan guru (CPD) dalam sepuluh tahun terakhir. Dengan menerapkan metode systematic literature review (SLR) yang dipandu secara ketat oleh kerangka kerja PRISMA, peneliti menganalisis 20 artikel berkualitas tinggi dari basis data Scopus periode 2015-2025. Hasil analisis menunjukkan tren pertumbuhan publikasi yang fluktuatif namun cenderung meningkat, didominasi oleh bidang ilmu sosial (56,3%) dan fokus utama pada transformasi digital pendidikan pascapandemi. Data kuantitatif mengungkapkan bahwa tema integrasi teknologi merupakan yang paling berpengaruh, dengan artikel tersitasi tertinggi mencapai 47 kali. Secara metodologis, pendekatan kuantitatif mendominasi hingga 60% dari keseluruhan studi yang diulas. Temuan mengidentifikasi bahwa model berbasis praktik, komunitas belajar profesional (PLC), serta mentoring terbukti efektif meningkatkan kompetensi pedagogik. Namun, keberlanjutan CPD sangat dipengaruhi oleh interaksi motivasi intrinsik individu, dukungan kepemimpinan sekolah, dan ketersediaan infrastruktur pendukung yang memadai. Simpulan utama menegaskan perlunya rekonseptualisasi desain diklat dari yang bersifat episodik-teknokratis menuju ekosistem pembelajaran profesional yang adaptif, kontekstual, dan berorientasi jangka panjang. Strategi sistemik ini sangat krusial untuk menjembatani reformasi kebijakan nasional dengan praktik nyata di dalam kelas guna memastikan pengembangan profesional guru berdampak signifikan pada kualitas belajar peserta didik.
PEMBELAJARAN LAGU DAERAH GORONTALO “TIDI LO POLOPALO MELALUI STRATEGI ACTIVE LEARNING PADA SISWA KELAS VIII-B SMP Polamolo, Arika; Ohi, Rahmawati; Pulukadang, Mimy Astuty
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9690

Abstract

Music education, particularly the teaching of regional songs, plays an important role in fostering cultural appreciation and developing students’ musical skills. However, in practice, the learning of regional songs at SMP Negeri 3 Bone still faces various challenges, such as low student interest and learning motivation, as well as limited mastery of vocal techniques, including intonation, articulation, and breathing. This study aims to describe the learning process of the Gorontalo regional song Tidi Lo Polopalo through the implementation of an active learning strategy and to determine the effectiveness of this strategy in improving the vocal abilities of eighth-grade students (Class VIII-B) at SMP Negeri 3 Bone. This research employs a qualitative approach with a descriptive research design. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation. The results indicate that the application of the active learning strategy increases students’ participation in the learning process, creates a more interactive and enjoyable learning atmosphere, and enhances students’ vocal abilities in terms of intonation, articulation, and breathing. Furthermore, learning regional songs through this strategy fosters students’ self-confidence, cooperation, and appreciation of Gorontalo local culture. Therefore, the active learning strategy is considered effective for use in teaching the regional song Tidi Lo Polopalo in the Cultural Arts subject at SMP Negeri 3 Bone. ABSTRAK Pembelajaran seni musik, khususnya pembelajaran lagu daerah, memiliki peran penting dalam menumbuhkan apresiasi budaya dan mengembangkan keterampilan musikal peserta didik. Namun, pada praktiknya pembelajaran lagu daerah di SMP Negeri 3 Bone masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya minat dan motivasi belajar siswa serta kurangnya penguasaan teknik vokal, meliputi intonasi, artikulasi, dan pernapasan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran lagu daerah Gorontalo Tidi Lo Polopalo melalui penerapan strategi active learning serta mengetahui efektivitas strategi tersebut dalam meningkatkan kemampuan vokal siswa kelas VIII-B di SMP Negeri 3 Bone. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi active learning mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan, serta meningkatkan kemampuan vokal siswa dalam aspek intonasi, artikulasi, dan pernapasan. Selain itu, pembelajaran lagu daerah melalui strategi ini juga menumbuhkan rasa percaya diri, kerja sama, dan apresiasi siswa terhadap budaya lokal Gorontalo. Dengan demikian, strategi active learning dinilai efektif untuk diterapkan dalam pembelajaran lagu daerah Tidi Lo Polopalo pada mata pelajaran Seni Budaya di SMP Negeri 3 Bone.  
PEMANFAATAN LITERASI DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI SMA Muttaqin, Ridho; Rahmatillah, Rahmatillah
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9691

Abstract

The digital divide resulting from low literacy amidst rapid technological advances has created significant obstacles in optimizing the educational process, particularly in Islamic Religious Education (PAI) and Character Building. This qualitative research aims to evaluate the utilization of digital literacy based on indicators of skills, culture, ethics, and digital security in four public high schools in East Kalimantan. The research was systematically conducted through field observations, documentation studies, and in-depth interviews with religious education teachers in Bontang, Balikpapan, Tanah Grogot, and Tenggarong, which were then analyzed using data reduction and verification techniques. The research findings revealed that the integration of platforms such as Google Classroom and YouTube has successfully enriched the learning experience and facilitated creative digital da'wah among students. Educators actively instill Islamic ethics in online interactions to counter hoaxes and cyberbullying. Statistics show that Indonesians spend 7 hours and 59 minutes per day using the internet, reinforcing the urgency of strengthening digital skills for the younger generation. The main conclusion confirms that digital literacy plays a crucial role in transforming PAI learning to be more relevant and in shaping strong student character. However, implementation in the field is still hampered by limited internet infrastructure and minimal technology training for teachers, so strategic collaboration between the government and schools is needed to create an adaptive education ecosystem. ABSTRAK Kesenjangan digital akibat rendahnya literasi di tengah pesatnya kemajuan teknologi memicu hambatan signifikan dalam optimalisasi proses pendidikan, khususnya pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan literasi digital berdasarkan indikator keterampilan, budaya, etika, dan keamanan digital di empat SMA Negeri di wilayah Kalimantan Timur. Tahapan penelitian dilaksanakan secara sistematis melalui observasi lapangan, studi dokumentasi, serta wawancara mendalam dengan para guru agama di Bontang, Balikpapan, Tanah Grogot, dan Tenggarong, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi dan verifikasi data. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa integrasi platform seperti Google Classroom dan YouTube telah berhasil memperkaya pengalaman belajar serta memfasilitasi dakwah digital yang kreatif di kalangan siswa. Pendidik secara aktif menanamkan etika Islam dalam berinteraksi di dunia maya guna menangkal hoaks dan perundungan siber. Data statistik menunjukkan durasi penggunaan internet masyarakat Indonesia yang mencapai 7 jam 59 menit per hari, memperkuat urgensi penguatan kecakapan digital bagi generasi muda. Simpulan utama menegaskan bahwa literasi digital berperan krusial dalam mentransformasi pembelajaran PAI menjadi lebih relevan dan membentuk karakter siswa yang tangguh. Meskipun demikian, implementasi di lapangan masih terkendala oleh keterbatasan infrastruktur internet serta minimnya pelatihan teknologi bagi guru, sehingga diperlukan kolaborasi strategis antara pemerintah dan sekolah demi mewujudkan ekosistem pendidikan yang adaptif.
PENGGUNAAN METODE DRILL PADA TEKNIK DASAR MEMAINKAN ALAT MUSIK TRADISIONAL POLOPALO DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER SMP Ladiku, Wahyu; Ohi, Rahmawati; Semiaji, Trubus; Herdiati, Dian; Karlan, La Ode
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9692

Abstract

The low level of students' basic technical skills in playing the traditional polopalo musical instrument at SMP Negeri 1 Tilongkabila is caused by the use of the ineffective lecture method in musical arts practice. This study aims to describe the implementation of the drill method to improve students' fine motor skills through extracurricular activities. Using a descriptive qualitative approach, this study involved ten eighth-grade students as the main subjects. The systematic research stages included planning a practice-based teaching module, implementing intensive training for eight meetings, evaluating individual technical achievements, and conducting ongoing instructional reflection. The research findings showed a significant increase in skill mastery gradually; at the fifth meeting the success rate reached 50 percent and jumped rapidly to 70 percent at the sixth meeting. Students successfully mastered stick holding techniques, hitting accuracy, hand movement coordination, and rhythmic accuracy in a stable manner. In addition to technical aspects, the implementation of this repetitive practice significantly increased students' discipline, activeness, and self-confidence. The main conclusion confirms that the drill method is very effective in forming essential muscle memory for beginners in playing traditional instruments. This strategy not only optimizes students' musicality, but also plays a strategic role as an effort to dynamically preserve Gorontalo's local cultural heritage amidst the current modernization of arts education in order to fortify the national identity for the younger generation in schools. ABSTRAK Rendahnya keterampilan teknik dasar siswa dalam memainkan alat musik tradisional polopalo di SMP Negeri 1 Tilongkabila disebabkan oleh penggunaan metode ceramah yang kurang efektif dalam praktik seni musik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi metode drill guna meningkatkan kemahiran motorik halus siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan sepuluh peserta didik kelas delapan sebagai subjek utama. Tahapan penelitian secara sistematis mencakup perencanaan modul ajar berbasis praktik, pelaksanaan latihan intensif selama delapan pertemuan, evaluasi capaian teknik individu, serta refleksi instruksional berkelanjutan. Temuan penelitian menunjukkan adanya peningkatan penguasaan keterampilan yang signifikan secara bertahap; pada pertemuan kelima tingkat keberhasilan mencapai 50 persen dan melonjak pesat menjadi 70 persen pada pertemuan keenam. Siswa berhasil menguasai teknik memegang stik, akurasi pukulan, koordinasi gerak tangan, serta ketepatan irama secara stabil. Selain aspek teknis, penerapan latihan berulang ini secara nyata meningkatkan kedisiplinan, keaktifan, dan kepercayaan diri peserta didik. Simpulan utama menegaskan bahwa metode drill sangat efektif dalam membentuk memori otot yang esensial bagi pemula dalam memainkan instrumen tradisional. Strategi ini tidak hanya mengoptimalkan musikalitas siswa, tetapi juga berperan strategis sebagai upaya pelestarian warisan budaya lokal Gorontalo secara dinamis di tengah modernisasi pendidikan seni saat ini guna membentengi identitas bangsa bagi generasi muda di sekolah.
MEMBUMIKAN NILAI-NILAI TAUHID PADA SISWA SMP IT Humaira, Husina; Amin, Mukayat Al
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9693

Abstract

 Islamic education in contemporary Indonesia faces the critical challenge of bridging theological principles with practical implementation in students' daily lives. The cultivation of tauhid values represents a paramount objective in Islamic educational institutions, particularly in integrated Islamic schools that seek to harmonize religious instruction with holistic character development. This study examines the implementation of tauhid values in the quotidian practices of students at SMP IT Zurriyatul Qurani Almaarif Lhokseumawe. As the fundamental tenet of Islamic faith, tauhid values necessitate internalization across all dimensions of students' existence, transcending mere cognitive comprehension to encompass practical embodiment in daily conduct. This study examines the implementation of tauhid values in the quotidian practices of students at SMP IT Zurriyatul Qurani Almaarif Lhokseumawe. As the fundamental tenet of Islamic faith, tauhid values necessitate internalization across all dimensions of students' existence, transcending mere cognitive comprehension to encompass practical embodiment in daily conduct. Employing a qualitative research paradigm, this investigation utilizes descriptive methodology. Data acquisition was conducted through systematic observation, in-depth interviews with pedagogical staff, students, and school administrators, complemented by documentation of instructional activities. The findings reveal that SMP IT Zurriyatul Qurani Almaarif Lhokseumawe implements a comprehensive pedagogical framework for actualizing tauhid values through curricular integration, systematic habituation of religious observances, exemplary modeling by educators, and establishment of an Islamic milieu. The manifestation of tauhid values is evidenced in students' moral disposition, theological comprehension, and devotional comportment. Identified impediments encompass exogenous environmental factors, technological advancement, and habituation consistency. This research advocates for robust collaborative synergy among educational institutions, familial units, and community stakeholders in fostering sustainable cultivation of tauhid values. ABSTRAK Pendidikan Islam di Indonesia kontemporer menghadapi tantangan kritis dalam menjembatani prinsip-prinsip teologis dengan implementasi praktis dalam kehidupan sehari-hari siswa. Menanamkan nilai-nilai monoteisme merupakan tujuan penting di lembaga pendidikan Islam, khususnya di sekolah-sekolah Islam terpadu yang berupaya menyelaraskan pengajaran agama dengan pengembangan karakter holistik. Penelitian ini mengkaji penerapan nilai-nilai tauhid dalam praktik sehari-hari siswa di SMP IT Zurriyatul Qurani Almaarif Lhokseumawe. Sebagai prinsip dasar agama Islam, nilai-nilai tauhid membutuhkan internalisasi di seluruh dimensi kehidupan siswa, melampaui  sekedar pemahaman kognitif semata hingga mencakup perwujudan praktis dalam perilaku sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai-nilai tauhid dalam kehidupan sehari-hari siswa di SMP IT Zurriyatul Qurani Almaarif Lhokseumawe. Nilai tauhid sebagai fondasi keimanan Islam perlu diinternalisasikan dalam setiap aspek kehidupan siswa, tidak hanya sebagai pengetahuan kognitif tetapi juga sebagai praktik keseharian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru, siswa, dan kepala sekolah, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMP IT Zurriyatul Qurani Almaarif Lhokseumawe menerapkan strategi holistik dalam membumikan nilai tauhid melalui integrasi kurikulum, pembiasaan kegiatan keagamaan, keteladanan guru, dan penciptaan lingkungan islami. Implementasi nilai tauhid tercermin dalam akhlak siswa, pemahaman keagamaan, serta perilaku ibadah sehari-hari. Tantangan yang dihadapi meliputi pengaruh lingkungan eksternal, perkembangan teknologi, dan konsistensi pembiasaan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya sinergi yang kuat antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam menanamkan nilai-nilai tauhid secara berkelanjutan.  
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN TEKS DESKRIPSI BERBASIS ASSEMBLR EDU BERMUATAN KEARIFAN BUDAYA LOKAL KALIMANTAN TENGAH PADA SISWA KELAS XII Ruliyani, Ruliyani; Sunaryo, Hari; Asrini, Hari Windu
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9694

Abstract

Teaching descriptive text writing in senior high schools requires students to observe objects in detail, develop imagery, and express their observations in coherent and meaningful written language. However, classroom practices are still dominated by conventional learning media that do not adequately support concrete and contextual visualization, resulting in low-quality descriptive texts produced by students. In addition, the potential of local cultural wisdom as an authentic learning resource has not been optimally utilized. This study aimed to develop descriptive text learning media based on Assemblr Edu integrated with the local cultural wisdom of Central Kalimantan and to examine its feasibility and effectiveness in Indonesian language learning for twelfth-grade students. This study employed a research and development approach using the ADDIE model, which includes analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The research subjects involved Indonesian language teachers and twelfth-grade students at SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya and SMA NU Palangka Raya. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and descriptive writing tests. The results showed that the developed learning media were categorized as highly feasible based on validation by media experts, subject-matter experts, and teaching practitioners. The field trial results indicated that the media were effective in improving students’ descriptive writing skills, as reflected in better text structure, more detailed descriptions, and stronger relevance to local cultural contexts. Therefore, descriptive text learning media based on Assemblr Edu integrated with Central Kalimantan local cultural wisdom are feasible and effective for use in Indonesian language learning at the senior high school level. ABSTRAK Pembelajaran menulis teks deskripsi di SMA menuntut kemampuan siswa dalam mengamati objek secara rinci, mengembangkan imaji, dan menuangkannya ke dalam bahasa tulis yang runtut dan bermakna. Namun, praktik pembelajaran di sekolah masih didominasi penggunaan media konvensional yang kurang mendukung visualisasi objek secara konkret dan kontekstual, sehingga berdampak pada rendahnya kualitas teks deskripsi yang dihasilkan siswa. Selain itu, potensi kearifan budaya lokal sebagai sumber belajar autentik belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran teks deskripsi berbasis Assemblr Edu bermuatan kearifan budaya lokal Kalimantan Tengah serta menguji kelayakan dan efektivitas penggunaannya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia kelas XII SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian melibatkan guru Bahasa Indonesia dan siswa kelas XII di SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya dan SMA NU Palangka Raya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan tes menulis teks deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan dinyatakan sangat layak berdasarkan validasi ahli media, ahli materi, dan praktisi pembelajaran. Hasil uji coba lapangan menunjukkan bahwa media pembelajaran efektif meningkatkan kemampuan menulis teks deskripsi siswa, ditandai dengan peningkatan kualitas struktur, kelengkapan deskripsi, dan keterkaitan isi teks dengan konteks budaya lokal. Dengan demikian, media pembelajaran teks deskripsi berbasis Assemblr Edu bermuatan kearifan budaya lokal Kalimantan Tengah layak dan efektif digunakan sebagai alternatif media pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS PARAGRAF DESKRIPSI MELALUI MEDIA POWERPOINT INTERAKTIF PADA SISWA KELAS III SD Olii, Faiby Putri
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9695

Abstract

The skill of writing descriptive paragraphs is a basic competency that is often difficult for third-grade elementary school students to master due to limited thinking power and the lack of use of innovative learning media, as identified at SDN 2 Pinolosian through the low initial ability of students which only reached 18%. The focus of the problem includes obstacles in vocabulary selection, inaccurate punctuation, and weak coherence between sentences triggered by conventional lecture methods. This Classroom Action Research was carried out through two systematic cycles including planning, action, observation, and reflection stages by applying interactive PowerPoint media as the main learning instrument. The quantitative research findings showed a very significant increase in ability at each stage: in the first meeting of cycle I, student achievement increased to 36%, jumped to 63% in the second meeting, and finally reached the target of 81% in cycle II. The integration of visual and animation elements in this digital media proved effective in overcoming boredom and guiding students to express ideas logically and systematically. The main conclusion confirms that the use of interactive PowerPoint can substantially improve elementary school students' descriptive paragraph writing skills. Through this approach, internal and external barriers in Indonesian language learning can be mitigated, thereby creating a learning ecosystem that is more productive, creative, and oriented towards optimal academic results for students in a sustainable manner. ABSTRAK Keterampilan menulis paragraf deskripsi merupakan kompetensi dasar yang sering kali sulit dikuasai siswa kelas III SD karena keterbatasan daya pikir serta kurangnya penggunaan media pembelajaran yang inovatif, sebagaimana teridentifikasi di SDN 2 Pinolosian melalui rendahnya kemampuan awal siswa yang hanya mencapai 18%. Fokus permasalahan mencakup kendala dalam pemilihan kosakata, ketidaktepatan tanda baca, serta lemahnya koherensi antar-kalimat yang dipicu oleh metode ceramah konvensional. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan melalui dua siklus sistematis meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi dengan menerapkan media PowerPoint interaktif sebagai instrumen utama pembelajaran. Temuan penelitian secara kuantitatif menunjukkan peningkatan kemampuan yang sangat signifikan di setiap tahapan: pada siklus I pertemuan pertama capaian siswa meningkat menjadi 36%, melonjak ke angka 63% pada pertemuan kedua, dan akhirnya mencapai target ketuntasan sebesar 81% pada siklus II. Integrasi elemen visual dan animasi dalam media digital ini terbukti efektif mengatasi kejenuhan serta memandu siswa menuangkan ide secara logis dan sistematis. Simpulan utama menegaskan bahwa penggunaan PowerPoint interaktif mampu meningkatkan kemampuan menulis paragraf deskripsi siswa sekolah dasar secara substansial. Melalui pendekatan ini, hambatan internal dan eksternal dalam pembelajaran bahasa Indonesia dapat dimitigasi, sehingga menciptakan ekosistem belajar yang lebih produktif, kreatif, dan berorientasi pada hasil akademik yang optimal bagi peserta didik secara berkelanjutan.  
MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWAMENGGUNAKAN METODE BERMAIN PERAN PADA PEMEBELAJARAN SBDP DI KELAS III SD Saputri, Nurhayati Eka; Pulukadang, Wiwy Triyanty; Pulukadang, Mimy Astuty; Husain, Rustam; Katili, Sukri
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9696

Abstract

The problem addressed in this study is whether the role-playing method can improve students’ creativity in SBdP (Arts, Culture, and Crafts) learning in Grade III at SDN 2 Kabila Bone, Bone Bolango Regency. The purpose of this study is to improve students’ creativity through the application of the role-playing method in SBdP learning in Grade III at SDN 2 Kabila Bone, Bone Bolango Regency. This study employed classroom action research (CAR). Data collection techniques included tests, observation, and documentation. Based on observations conducted on January 20, 2024, during the pre-study phase at SDN 2 Kabila Bone, students’ creativity was found to be relatively low. This was evident during the learning process, as some students required considerable assistance from the teacher to complete activities, while others were unable to express their own ideas without guidance from the teacher, and still others were reluctant and shy when asked to come to the front of the class. The findings of Cycle I’s first meeting indicated that the predetermined assessment indicators had not yet been achieved, as overall student performance remained low: of the 22 students, only 4 (18%) met the criteria, while 18 (82%) did not. In Cycle I, the second meeting, students’ creativity, as measured by the role-playing method, increased, with 9 students (41%) meeting the criteria and 13 students (59%) not yet meeting the criteria. Furthermore, in Cycle II, the first meeting, there was a further improvement, with 13 students (59%) meeting the criteria and 9 students (41%) not meeting the criteria. Based on the findings of the actions in Cycle II, the second meeting, it can be concluded that students’ creativity, as measured through the use of the role-playing method in SBdP learning in Grade III at SDN 2 Kabila Bone, Bone Bolango Regency, improved and reached the targeted level. ABSTRAK Masalah dalam penelitian ini, apakah metode bermain peran dapat meningkatkan kreativitas siswa pada pembelajaran SBDP di kelas III SDN 2 Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango? Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan Kreativitas Siswa Menggunakan Metode Bermain Peran Pada Pemebelajaran SBdP Di Kelas III SDN 2 Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diantaranya tes, observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan pada tanggal 20 Januari 2024 saat pra penelitian di SDN 2 Kabila Bone, dimana daya kreativitas anak masih rendah. Hal ini dapat di lihat saat proses pembelajaran ada sebagian anak yang melakukan kegiatan harus banyak dibantu oleh guru, sebagian anak belum bisa mengungkapkan idenya sendiri kalau tidak dibantu oleh guru, dan sebagian anak masih malu-malu saat guru meminta untuk maju kedepan kelas. Dari hasil siklus I pertemuan pertama bahwa indikator penilaian yang telah direncanakan belum tercapai dilihat dari kemampuan siswa secara keseluruhan masih kurang yakni dari 22 siswa yang mampu hanya 4 atau 18% siswa dan yang belum mampu 18 atau 82% siswa.Pada siklus I pertemuan kedua kreativitas siswa menggunakan metode bermain peran meningkat dari 22 siswa yang mampu 9 dan 41% siswa dan yang belum mampu 13 atau 59% siswa. Selanjutnya pada siklus II pertemuan pertama juga mengalami peningkatan dari 22 siswa yang mampu 13 atau 59% siswa dan yang belum mampu sebanyak 9 atau 41% siswa. Berdasarkan hasil tindakan pada siklus II pertemuan kedua maka dapat disimpulkan bahwa peningkatan kreativitas siswa dengan menggunakan metode bermain peran pada pembelajaran SBDP di kelas III SDN 2 Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango telah meningkat atau mencapai tareget.  
PENGARUH KREATIVITAS DAN SELF-EFFICACY TERHADAP KEMAMPUAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN DIMEDIASI KEMAMPUAN MEMECAHKAN MASALAH DALAM TEORI DASAR KULINER PADA SISWA SMK KULINER Khanza, Fadilah Ony; Sutiadiningsih, Any; Haryudo, Subuh Isnur
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9698

Abstract

The high unemployment rate among vocational high school graduates and their low soft skills proficiency pose serious obstacles to employment in the culinary industry. The main problem lies in students' reliance on teacher instructions during practical work, indicating a lack of independent decision-making skills. This quantitative research with an explanatory design aims to analyze the influence of creativity and self-efficacy on decision-making skills through the mediation of problem-solving skills. The research location included three public vocational high schools in the Kediri area, involving one hundred and sixty tenth-grade students as a purposive sample. The research stages included the distribution of Likert-scale questionnaires and data analysis using Structural Equation Modeling–Partial Least Squares through SmartPLS software. The results of the quantitative analysis indicate that creativity significantly influences decision-making (p=0.000) and problem-solving skills (p=0.000). Likewise, self-efficacy is proven to significantly influence problem-solving (p=0.000). The mediation findings confirm that problem-solving skills indirectly link creativity (p=0.003) and self-efficacy (p=0.002) to the quality of final decisions. The main conclusion confirms that culinary students' decision-making does not emerge instantly but rather through a complex cognitive process fueled by self-confidence and flexible creative thinking. Therefore, the Basic Culinary Theory curriculum must integrate problem-based learning methods to train students' independence and prepare them for the dynamics of the modern, competitive, global workplace. ABSTRAK Angka pengangguran lulusan SMK yang tinggi serta rendahnya penguasaan soft skill menjadi kendala serius dalam penyerapan tenaga kerja di industri kuliner. Permasalahan utama terletak pada ketergantungan siswa terhadap instruksi guru saat praktikum yang mengindikasikan lemahnya kemampuan pengambilan keputusan mandiri. Penelitian kuantitatif dengan desain eksplanatori ini bertujuan menganalisis pengaruh kreativitas dan self-efficacy terhadap kemampuan pengambilan keputusan melalui mediasi kemampuan memecahkan masalah. Lokasi penelitian mencakup tiga SMK Negeri di wilayah Kediri dengan melibatkan seratus enam puluh siswa kelas sepuluh sebagai sampel purposive. Tahapan penelitian meliputi penyebaran kuesioner skala Likert dan analisis data menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares melalui software SmartPLS. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan bahwa kreativitas berpengaruh signifikan terhadap pengambilan keputusan (p=0,000) dan kemampuan memecahkan masalah (p=0,000). Begitu pula self-efficacy terbukti memengaruhi pemecahan masalah (p=0,000) secara nyata. Temuan mediasi mengonfirmasi bahwa kemampuan memecahkan masalah menghubungkan kreativitas (p=0,003) dan self-efficacy (p=0,002) terhadap kualitas keputusan akhir secara tidak langsung. Simpulan utama menegaskan bahwa pengambilan keputusan siswa kuliner tidak muncul secara instan melainkan melalui proses kognitif kompleks yang dipicu oleh keyakinan diri dan fleksibilitas berpikir kreatif. Oleh karena itu, kurikulum Teori Dasar Kuliner wajib mengintegrasikan metode pembelajaran berbasis masalah guna melatih kemandirian serta kesiapan siswa dalam menghadapi dinamika dunia kerja modern global yang kompetitif.  
PEMBUATAN VIDEO PEMBELAJARAN DESTINASI PARIWISATA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL ADDIE Fitriyah, Fitriyah; Kartika, Ni Made Ayu Windu; Meidasari, Reski; Sari, Desmala; Sylvia, Sylvia
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9699

Abstract

The background of this research is based on the importance of innovative learning media to overcome student boredom due to monotonous material in the Tourism Destination course at the Lampung State Polytechnic. The focus of the problem is the design of interactive learning videos to improve understanding and learning motivation. This research uses the Research and Development (R&D) method through the ADDIE model which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The quantitative validation results show that the media is categorized as very feasible with a percentage of assessments from media experts of 86.9% and material experts reaching 88%. The implementation stage in the classroom proved a significant increase in student learning outcomes, as seen from the comparison of pre-test and post-test scores that showed progress after the use of the video. Through a systematic process, technical obstacles such as audio noise and software limitations were successfully overcome to produce an educational product. The main conclusion of the study confirms that creating learning videos with the ADDIE model effectively transforms the delivery of theoretical material to be more interactive and adaptive to technological developments. This media not only facilitates various student learning styles but also becomes a strategic solution in enriching digital teaching materials in the tourism sector. Thus, the integration of technology in the higher education curriculum can provide a real contribution to the achievement of students' academic achievements in a sustainable and professional manner in the future. ABSTRAK Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya media pembelajaran inovatif untuk mengatasi kejenuhan mahasiswa akibat materi yang monoton pada mata kuliah Destinasi Pariwisata di Politeknik Negeri Lampung. Fokus masalah adalah perancangan video pembelajaran interaktif guna meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) melalui model ADDIE yang mencakup tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, serta evaluasi. Hasil validasi secara kuantitatif menunjukkan bahwa media tersebut dikategorikan sangat layak dengan persentase penilaian dari ahli media sebesar 86,9% dan ahli materi mencapai 88%. Tahap implementasi di kelas membuktikan adanya peningkatan hasil belajar mahasiswa yang signifikan, terlihat dari perbandingan nilai pre-test dan post-test yang menunjukkan kemajuan setelah penggunaan video tersebut. Melalui proses sistematis, kendala teknis seperti kebisingan audio dan keterbatasan perangkat lunak berhasil diatasi demi menghasilkan produk yang edukatif. Simpulan utama penelitian menegaskan bahwa pembuatan video pembelajaran dengan model ADDIE efektif mentransformasi penyampaian materi teoritis menjadi lebih interaktif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Media ini tidak hanya memfasilitasi berbagai gaya belajar mahasiswa tetapi juga menjadi solusi strategis dalam memperkaya bahan ajar digital di sektor pariwisata. Dengan demikian, integrasi teknologi dalam kurikulum pendidikan tinggi mampu memberikan kontribusi nyata bagi pencapaian prestasi akademik mahasiswa secara berkelanjutan dan profesional di masa depan nanti.