cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran
ISSN : 27770583     EISSN : 27770575     DOI : https://doi.org/10.51878/learning.v1i2.376
Core Subject : Education,
LEARNING : Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran diterbitkan 4 kali setahun (Februari, Mei, Agustus, dan November) oleh Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) yang berada dibawah naungan Yayasan Insan Cendekia Indonesia Raya dan berafiliasi dengan Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hamzanwadi, MKKS SMP Negeri Kab. Lombok Timur dan Ikatan Guru Indonesia Kab. Tulang Bawang. Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 513 Documents
STRATEGI HUBUNGAN GURU-SISWA DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI PROGRAM KEAGAMAAN MAN Listrianti, Feriska; Khoiriyah, Siti
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9700

Abstract

An effective relationship between teachers and students is a crucial element in the learning process, particularly in pesantren-based schools that integrate formal education with moral and spiritual development. This study aims to analyze the strategies for building effective teacher–student relationships in the learning process of the Religious Program class at MAN 1 Probolinggo, Nurul Jadid Islamic Boarding School. This research employs a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews with teachers and students of the Religious Program, classroom observations during the learning process, and analysis of instructional documentation. The results indicate that effective teacher–student relationships are developed through dialogical communication, pedagogical empathy, and consistent role modeling, which collectively create a safe, comfortable, and participatory learning environment. Observational findings reveal the prevalence of two-way interactions, active student participation, and humanistic classroom management, all of which are achieved without compromising discipline. Meanwhile, documentation analysis reveals the integration of relational strategies in lesson planning, as reflected in lesson plans and syllabi that incorporate pesantren values. Overall, this study confirms that effective teacher–student relationship strategies in the pesantren context are not only pedagogical but also spiritual in nature, thereby strengthening students’ intrinsic motivation, learning participation, and character development. ABSTRAK Hubungan efektif antara guru dan siswa merupakan elemen krusial dalam proses pembelajaran, khususnya dalam konteks sekolah berbasis pesantren yang menggabungkan pendidikan formal dengan pembinaan moral dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi hubungan efektif antara guru dan siswa dalam proses pembelajaran di kelas Program Keagamaan (PK) MAN 1 Probolinggo Pondok Pesantren Nurul Jadid. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, dimana data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru dan siswa Program Keagamaan, observasi selama proses pembelajaran, serta analisis dokumentasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan efektif antara guru dan siswa Program Keagamaan MAN 1 Probolinggo dibangun melalui komunikasi dialogis, empati pedagogis, dan keteladanan sikap yang konsisten, yang kemudian menciptakan iklim pembelajaran yang aman dan partisiptif.  Temuan observasi memperlihatkan dominannya interaksi dua arah, partisipasi aktif siswa, serta pengelolaan kelas yang humanis tanpa mengurangi disiplin. Sementara itu, hasil dokumentasi menunjukkan adanya interasi strategi relasional dalam perencanaan pembelajaran yang tercermin dalam RPP dan silabus berbasis nilai-nilai pesantren. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa strategi hubungan efektif antara guru dan siswa dalam konteks pesantren tidak hanya bersifat pedagogis, akan tetapi juga spritual, sehingga memperkuat motivasi intrinsik, partisipatif siswa, dan pembentukan karakter siswa.  
PERAN GROWTH MINDSET TERHADAP ACADEMIC BURNOUT PADA SISWA SMA Laskhmi, Putu Aninditha Veera; Setiyanti, Kornelia Erista; Gunawan, Johanes Marcell; Tanzil, Abigail Theodora; Sonata, Shella
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9701

Abstract

The high curriculum pressure at the senior high school level in Indonesia often triggers the phenomenon of academic fatigue, which negatively impacts students' psychological well-being. The focus of this study is to examine how the role of a growth mindset can mitigate academic burnout syndrome, which includes aspects of emotional exhaustion, cynicism, and the emergence of feelings of inadequacy as a student. This study used a quantitative approach with a simple linear regression method on a sample of 349 students in Bogor selected using quota sampling techniques. The systematic research stages included data collection using the Dweck Adaptive Mindset Scale and the School Fatigue Questionnaire, followed by a series of normality and linearity assumption tests before hypothesis analysis was conducted. The results of the quantitative data analysis showed that the regression model was highly significant with a statistical value of F = 34.571 (p < 0.05). The research findings revealed that a growth mindset has a negative and significant influence on academic fatigue (β = -0.301; p < 0.05), meaning that the stronger an individual's belief that abilities can be improved through effort, the lower the level of academic fatigue experienced. This mindset variable provided an effective contribution of 9.1%, while the rest was influenced by other external factors. The main conclusion emphasizes that internalizing a growth mindset is crucial as a preventive strategy to build mental resilience and maintain students' learning motivation more optimally. ABSTRAK Tingginya tekanan kurikulum pada jenjang pendidikan sekolah menengah atas di Indonesia sering kali memicu fenomena kelelahan belajar yang berdampak buruk pada kesejahteraan psikologis para siswa. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana peran pola pikir berkembang mampu memitigasi sindrom kelelahan akademik yang meliputi aspek kelelahan emosional, sikap sinis, serta munculnya rasa ketidakmampuan diri sebagai pelajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linear sederhana terhadap sampel sebanyak 349 siswa di Bogor yang dipilih menggunakan teknik kuota sampling. Tahapan penelitian secara sistematis meliputi pengumpulan data menggunakan skala pola pikir adaptasi Dweck serta kuesioner kelelahan sekolah, yang dilanjutkan dengan serangkaian uji asumsi normalitas serta linearitas sebelum analisis hipotesis dilakukan. Hasil analisis data kuantitatif menunjukkan bahwa model regresi terbukti sangat signifikan dengan nilai statistik F = 34,571 (p < 0,05). Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pola pikir berkembang memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap kelelahan akademik (β = -0,301; p < 0,05), bermakna bahwa semakin kuat keyakinan individu bahwa kemampuan dapat ditingkatkan melalui usaha, maka semakin rendah tingkat kelelahan akademik yang dialami. Variabel pola pikir ini memberikan sumbangan efektif sebesar 9,1%, sementara sisanya dipengaruhi faktor eksternal lain. Simpulan utama menegaskan internalisasi pola pikir berkembang tersebut sangat krusial sebagai strategi preventif membangun ketahanan mental dan memelihara motivasi belajar siswa secara lebih optimal.
HUBUNGAN GREEN PRODUCT, GREEN ROOM LAYOUT, DAN SERVICE QUALITY TERHADAP REPURCHASE INTENTION PADA PEMBELAJARAN MAHASISWA KAMPUS X Christanto, Budi; Panjaitan, Christy Ayu Sarah; Tanzil, Abigail Theodora; Gregory, Christian
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9702

Abstract

Growing environmental awareness has encouraged higher education institutions to integrate sustainability principles into learning activities. The implementation of environmentally friendly concepts on campus, such as green products, green room layout, and improved service quality, is believed to influence students’ learning experiences and foster their loyalty to educational institutions. This study aims to analyze the effects of green product, green room layout, and service quality on students’ repurchase intention in the learning context at Campus X. This research employs a quantitative approach using a survey method. Data were collected through questionnaires distributed to 176 students selected using purposive sampling, with the sample size determined using the Slovin formula. Data analysis was conducted using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4. The results indicate that green product has a positive and significant correlation on students’ repurchase intention. Furthermore, green room layout also shows a positive and significant correlation on repurchase intention. Service quality emerges as the most dominant variable, exerting a strong and significant correlation on repurchase intention compared to the other variables. Simultaneously, green product, green room layout, and service quality explain 63.2% of the variance in students’ repurchase intention. These findings highlight that the implementation of an integrated green campus concept supported by high-quality educational services can create sustainable learning experiences, enhance student loyalty, and promote environmental awareness within higher education institutions. ABSTRAK Peningkatan kesadaran terhadap isu lingkungan mendorong perguruan tinggi untuk mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam kegiatan pembelajaran. Penerapan konsep ramah lingkungan di lingkungan kampus, seperti penggunaan green product, green room layout, dan peningkatan service quality, diyakini dapat memengaruhi pengalaman belajar mahasiswa serta mendorong loyalitas mereka terhadap institusi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh green product, green room layout, dan service quality terhadap repurchase intention mahasiswa pada pembelajaran di Kampus X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 176 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan jumlah sampel ditentukan berdasarkan rumus Slovin. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa green product berhubungan positif dan signifikan terhadap repurchase intention mahasiswa. Selain itu, green room layout juga terbukti memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap repurchase intention. Variabel service quality menunjukkan hubungan paling dominan dan signifikan terhadap repurchase intention dibandingkan variabel lainnya. Secara simultan, ketiga variabel tersebut mampu menjelaskan 63,2% variasi repurchase intention mahasiswa. Temuan ini menegaskan bahwa penerapan konsep green campus yang terintegrasi dengan kualitas layanan pendidikan yang baik dapat menciptakan pengalaman belajar yang berkelanjutan, meningkatkan loyalitas mahasiswa, serta menumbuhkan budaya kepedulian lingkungan di lingkungan perguruan tinggi.  
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN YOUTUBE SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PADA MATA KULIAH FUNDAMEN TI POKOK BAHASAN JARINGAN DASAR Hadis, Hamdan Muh; Fajriani, Alfiah; Razilu, Zila
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9703

Abstract

The development of information and communication technology (ICT) has transformed learning methods, including in the Fundamentals of Information Technology course. One of the essential concepts in this course is Basic Networking, which often poses challenges for students. This study aims to analyze the effectiveness of YouTube as a learning medium in enhancing students' understanding of Basic Networking concepts at Universitas Muhammadiyah Kendari. The research employs a mixed-method approach with a quasi-experimental design, involving 60 students as samples. The research instruments include questionnaires, interviews, and pre-test and post-test assessments. The results indicate an increase in the average student score from 60 (pre-test) to 78 (post-test), signifying a significant improvement in understanding. Additionally, 85% of students stated that YouTube helped them comprehend networking concepts through visualization and flexible learning. However, challenges such as video quality, content relevance, and information overload remain obstacles. Therefore, YouTube can be an effective learning medium when combined with lecturer guidance and a well-structured learning strategy. ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah mengubah metode pembelajaran, termasuk dalam mata kuliah Fundamen Teknologi Informasi. Salah satu konsep penting dalam mata kuliah ini adalah Jaringan Dasar, yang sering menjadi tantangan bagi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas YouTube sebagai media pembelajaran dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap konsep Jaringan Dasar di Universitas Muhammadiyah Kendari. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-method dengan desain kuasi-eksperimental, melibatkan 60 mahasiswa sebagai sampel. Instrumen penelitian mencakup kuesioner, wawancara, serta tes pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor mahasiswa dari 60 (pre-test) menjadi 78 (post-test), menandakan peningkatan pemahaman yang signifikan. Sebanyak 85% mahasiswa menyatakan bahwa YouTube membantu mereka memahami konsep jaringan melalui visualisasi dan fleksibilitas pembelajaran. Namun, tantangan seperti kualitas dan relevansi video serta information overload masih menjadi kendala. Dengan demikian, YouTube dapat menjadi media pembelajaran yang efektif jika dikombinasikan dengan bimbingan dosen dan strategi pembelajaran yang terstruktur
MANAJEMEN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI PADA KELAS GEMUK DI SEKOLAH DASAR: STUDI KASUS IMPLEMENTASI STRATEGI DI SEKOLAH DASAR PERKOTAAN Purwanto, Guntur Dwi
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9704

Abstract

The phenomenon of "overcrowded classes" in urban elementary schools with a student ratio of 35 to 40 students creates significant obstacles to the realization of meaningful, personalized learning. Heterogeneous student characteristics and limited space are the main focus of problems that demand agile instructional management innovation at Cimanggu 02 Public Elementary School. This qualitative case study research was conducted through systematic stages that included participant observation, in-depth interviews, and a comprehensive analysis of curriculum documents. The research findings indicate that efficient time allocation was successfully managed through the use of non-verbal communication codes as attention anchors and the implementation of autonomous visual schedules for students. Flexible grouping strategies were implemented by engineering limited space into various functional learning stations, including the use of corridors as controlled group activity zones. In the media dimension, the principle of ecological sensitivity was applied through the conversion of recycled materials and the optimization of open-source digital platforms to overcome the limitations of the school's minimal operational budget. Field data confirmed that overcrowding that exceeds the ideal threshold triggers a real psychological burden for educators in the field. The main conclusion of the study confirms that managerial resilience and adaptive creativity of teachers can transform infrastructure barriers into inclusive learning environments. Nevertheless, standardizing a more humane teacher-student ratio is an absolute prerequisite for central authorities in ensuring national quality equity. ABSTRAK Fenomena "kelas gemuk" di sekolah dasar perkotaan dengan rasio tiga puluh lima hingga empat puluh siswa menciptakan hambatan signifikan bagi terwujudnya pembelajaran personal yang bermakna. Heterogenitas karakteristik siswa dan keterbatasan lahan menjadi fokus masalah utama yang menuntut inovasi manajemen instruksional lincah di SD Negeri Cimanggu 02. Penelitian kualitatif studi kasus ini dilakukan melalui tahapan sistematis yang meliputi observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta bedah dokumen kurikulum secara menyeluruh. Temuan penelitian menunjukkan bahwa efisiensi alokasi waktu berhasil dikelola melalui penggunaan kode komunikasi non-verbal sebagai jangkar perhatian dan penerapan jadwal visual otonom bagi peserta didik. Strategi pengelompokan fleksibel dijalankan dengan merekayasa keterbatasan ruang menjadi berbagai stasiun belajar fungsional, termasuk pemanfaatan selasar sebagai zona aktivitas kelompok yang terkendali. Dalam dimensi media, prinsip kepekaan ekologis diterapkan melalui konversi material daur ulang dan optimalisasi platform digital sumber terbuka guna mengatasi keterbatasan anggaran operasional sekolah yang minim. Data lapangan menegaskan bahwa kepadatan yang melebihi ambang batas ideal ini memicu beban psikologis nyata bagi pendidik di lapangan. Simpulan utama penelitian menegaskan bahwa resiliensi manajerial dan kreativitas adaptif guru mampu mentransformasi hambatan infrastruktur menjadi lingkungan belajar yang inklusif. Meskipun demikian, standarisasi rasio guru dan siswa yang lebih manusiawi menjadi prasyarat mutlak bagi otoritas pusat dalam menjamin keadilan kualitas nasional.  
KONTRIBUSI KELINCAHAN DAN KESIMBANGAN TERHADAP KEMAMPUAN MENGGIRING BOLA DALAM PERMAINAN SEPAK BOLA PADA SISWA SEKOLAH DASAR Ismail, Ismail; Hardi, Alif Aryadi; Rijaluddin, Khalid
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v6i2.9705

Abstract

Childhood is a crucial period for the development of soccer technique, but the effectiveness of training is often hampered by a lack of data on dominant physical factors. This study analyzed the contribution of agility and balance to dribbling ability in thirty students at SD Inpres 6/75 Kading. A quantitative correlational approach was applied through a series of stages including the zigzag run test, the Modified Bass Test, and the dribbling test, using the Pearson correlation analysis technique using SPSS. The analysis results showed a significant positive contribution both partially and simultaneously. Quantitatively, agility contributed a correlation of r = 0.460 with a significance value of 0.001, while balance contributed r = 0.468 with a significance value of 0.009. The findings demonstrated that these two variables together explained 32.9% of the variation in dribbling ability with an r = 0.573 and an F-test of 6.606 with a significance value of 0.005. The main conclusion confirms that agility and body stability are crucial physical determinants in supporting manipulative movement performance in soccer. Therefore, this study recommends that coaches and sports teachers prioritize specific physical conditioning training programs to optimize students' mastery of basic techniques from an early age. This aims to build a solid fitness foundation for more effective and sustainable athletic performance development in the national future. ABSTRAK Masa kanak-kanak merupakan periode krusial bagi pengembangan teknik sepak bola, namun efektivitas latihan sering terhambat oleh minimnya data faktor fisik dominan. Penelitian ini menganalisis kontribusi kelincahan dan keseimbangan terhadap kemampuan menggiring bola pada tiga puluh siswa SD Inpres 6/75 Kading. Pendekatan kuantitatif korelasional diterapkan melalui serangkaian tahapan meliputi zig-zag run test, Modified Bass Test, serta tes dribbling, dengan teknik analisis korelasi Pearson menggunakan perangkat SPSS. Hasil analisis menunjukkan adanya kontribusi positif signifikan baik secara parsial maupun simultan. Secara kuantitatif, kelincahan menyumbang korelasi r = 0,460 dengan nilai signifikansi 0,001, sedangkan keseimbangan memberikan kontribusi r = 0,468 dengan signifikansi 0,009. Temuan membuktikan bahwa kedua variabel tersebut secara bersama-sama menjelaskan variasi kemampuan dribbling sebesar 32,9% melalui perolehan nilai r = 0,573 serta F hitung 6,606 dengan signifikansi 0,005. Kesimpulan utama menegaskan bahwa integritas kelincahan dan stabilitas tubuh merupakan determinan fisik yang sangat krusial dalam mendukung performa gerak manipulatif sepak bola. Oleh karena itu, studi ini merekomendasikan agar para pelatih dan guru olahraga lebih mengedepankan program latihan kondisi fisik spesifik guna mengoptimalkan penguasaan teknik dasar siswa sejak dini. Hal tersebut bertujuan untuk membangun fondasi kebugaran yang kokoh demi tercapainya pembinaan prestasi atletik yang lebih efektif dan berkelanjutan di masa depan nasional.
PENGARUH PERMAINAN BALOK TERHADAP KETERAMPILAN KOGNITIF ANAK USIA 5-6 TAHUN Hipziah, Hipziah; Astuti, Farida Herna; Sulastri, Ni Made
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.9960

Abstract

ABSTRACT Play is an essential activity in early childhood education that plays a significant role in stimulating optimal cognitive development. However, in practice, the limited variation of learning media in early childhood education often results in low student engagement in the learning process. This study aims to analyze the effect of block play on the cognitive skills of children aged 5–6 years. The research employed a quantitative approach with a one-group pre-test and post-test experimental design. Data were collected through observation as the primary instrument and analyzed using a paired sample t-test. The results showed a significant improvement in children's cognitive skills after the treatment, with the calculated t-value (17.27) exceeding the t-table value (1.833) and a significance value of 0.000 (p < 0.05). These findings indicate that block play is effective in enhancing children's thinking skills, problem-solving abilities, and conceptual understanding. Therefore, block play can be used as an innovative and effective learning medium to support cognitive development in early childhood. This study also provides practical contributions for teachers in optimizing play-based learning in early childhood education settings. ABSTRAK Bermain merupakan aktivitas penting dalam pendidikan anak usia dini yang berperan dalam menstimulasi perkembangan kognitif secara optimal. Namun, dalam praktik pembelajaran di PAUD, penggunaan media yang kurang bervariasi menyebabkan keterlibatan anak dalam proses belajar belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan permainan balok terhadap keterampilan kognitif anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen one group pre-test dan post-test. Data dikumpulkan melalui observasi sebagai instrumen utama dan dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan kognitif yang signifikan setelah perlakuan, dengan nilai t hitung (17,27) lebih besar dibandingkan t tabel (1,833) dan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa permainan balok efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir, pemecahan masalah, dan pemahaman konsep anak. Dengan demikian, permainan balok dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran yang inovatif dan efektif dalam mendukung perkembangan kognitif anak usia dini. Penelitian ini juga memberikan kontribusi praktis bagi guru dalam mengoptimalkan pembelajaran berbasis bermain di lingkungan PAUD.
PENGARUH MEDIA CERITA BERGAMBAR TERHADAP KREATIVITAS PADA ANAK USIA 5-6 TAHUN Sahuriah, Sahuriah; Astuti, Farida Herna; Kartiani, Baiq Sarlita
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.9961

Abstract

ABSTRACT Play is an essential activity in children’s lives that plays a significant role in stimulating various aspects of development, including creativity. However, in early childhood education (ECE) practices, children's creativity has not been optimally developed due to the limited use of engaging and varied learning media. This study aims to analyze the effect of using pictorial story media on the creativity of children aged 5–6 years at PAUD Kuncup Harapan Kopang, Central Lombok. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design using a one-group pretest-posttest model. Data were collected through observation as the primary technique, supported by documentation and interviews, and analyzed using a paired sample t-test. The results showed an increase in the average creativity score from 54.2 to 79.6, with a difference of 25.4 or 46.86%, and the calculated t-value (9.761) was higher than the t-table value (1.833) at a 5% significance level (p < 0.05). These findings indicate that the use of pictorial story media has a significant effect on improving children's creativity. Therefore, pictorial story media can be considered an effective alternative learning strategy to enhance creativity in early childhood. ABSTRAK Bermain merupakan aktivitas penting dalam kehidupan anak yang berperan dalam menstimulasi berbagai aspek perkembangan, termasuk kreativitas. Namun, dalam praktik pembelajaran di PAUD, kreativitas anak belum berkembang secara optimal akibat keterbatasan penggunaan media pembelajaran yang menarik dan variatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media cerita bergambar terhadap kreativitas anak usia 5–6 tahun di PAUD Kuncup Harapan Kopang, Kabupaten Lombok Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu one group pretest-posttest. Data dikumpulkan melalui observasi sebagai teknik utama yang didukung dokumentasi dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor kreativitas dari 54,2 menjadi 79,6 dengan selisih 25,4 atau sebesar 46,86%, serta diperoleh nilai t hitung (9,761) lebih besar dari t tabel (1,833) pada taraf signifikansi 5% (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media cerita bergambar berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kreativitas anak. Dengan demikian, media cerita bergambar dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk mengembangkan kreativitas anak usia dini.
HUBUNGAN POLA ASUH OTORITER ORANG TUA DENGAN KECERDASAN EMOSIONAL ANAK USIA DINI KELOMPOK B Hariyanti, Deni; Astuti, Farida Herna; Sulastri, Ni Made
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.9962

Abstract

ABSTRACT Parenting style is one of the key factors influencing the emotional development of early childhood. However, the widespread use of authoritarian parenting has the potential to hinder the development of children's emotional abilities. This study aims to analyze the relationship between authoritarian parenting and the emotional intelligence of Group B children at PAUD Taman Bangsa Gegutu in the 2019/2020 academic year. The research employed a quantitative approach with a correlational design, involving 15 children as the sample. Data were collected through questionnaires, observations, interviews, and documentation, and were analyzed using the product moment correlation technique. The results revealed a significant relationship with a very strong correlation between authoritarian parenting and children's emotional intelligence. These findings indicate that higher levels of authoritarian parenting are associated with less optimal emotional development in children. Therefore, parenting style plays a strategic role in supporting children's emotional development, highlighting the need for more adaptive and responsive parenting approaches. ABSTRAK Pola asuh orang tua merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam perkembangan emosional anak usia dini. Namun, penerapan pola asuh otoriter yang masih banyak ditemukan berpotensi membatasi perkembangan kemampuan emosional anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh otoriter orang tua dengan kecerdasan emosional anak kelompok B di PAUD Taman Bangsa Gegutu tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 15 anak sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dengan tingkat hubungan yang sangat kuat antara pola asuh otoriter dan kecerdasan emosional anak. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi penerapan pola asuh otoriter, maka kecenderungan perkembangan kecerdasan emosional anak menjadi kurang optimal. Dengan demikian, pola asuh orang tua memiliki peran strategis dalam mendukung perkembangan emosional anak, sehingga diperlukan penerapan pola asuh yang lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan anak.
EFEKTIVITAS LAYANAN KONSELING KELOMPOK DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA SMA Nurhikmah, Nurhikmah; Astuti, Farida Herna; Jaswandi, Lalu
LEARNING : Jurnal Inovasi Penelitian Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/learning.v5i4.9963

Abstract

ABSTRACT This study is motivated by the low level of students’ learning discipline, as reflected in delays in submitting assignments, lack of focus during lessons, and low academic responsibility influenced by peer environments. The study aims to analyze the effect of group counseling services on improving students’ learning discipline at SMAN 5 Mataram in the 2024/2025 academic year. The research employed a quantitative approach with a one-group pretest-posttest design. The sample consisted of 10 students selected purposively based on their low level of learning discipline. Data were collected using a questionnaire and analyzed using a paired sample t-test after the prerequisite tests were fulfilled. The results showed that the value of tₕᵢₜᵤₙg = 7.138 was greater than tₜₐᵦₗₑ = 2.262 at a 5% significance level, indicating a significant difference between the pretest and posttest scores. These findings confirm that group counseling is effective in improving students’ learning discipline through the utilization of group dynamics. Therefore, group counseling can be considered a relevant intervention strategy to develop students’ disciplined behavior and academic responsibility more optimally. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kedisiplinan belajar siswa yang tercermin dari keterlambatan pengumpulan tugas, kurangnya fokus saat pembelajaran, serta rendahnya tanggung jawab akademik yang dipengaruhi oleh lingkungan teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh layanan konseling kelompok terhadap peningkatan kedisiplinan belajar siswa di SMAN 5 Mataram tahun pelajaran 2024/2025. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 10 siswa yang dipilih secara purposive berdasarkan kategori kedisiplinan belajar rendah. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket, sedangkan analisis data menggunakan paired sample t-test setelah uji prasyarat terpenuhi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai t<sub>hitung</sub> = 7,138 lebih besar daripada t<sub>tabel</sub> = 2,262 pada taraf signifikansi 5%, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah perlakuan. Temuan ini menegaskan bahwa layanan konseling kelompok efektif dalam meningkatkan kedisiplinan belajar siswa melalui pemanfaatan dinamika kelompok. Dengan demikian, konseling kelompok dapat dijadikan sebagai strategi intervensi yang relevan untuk mengembangkan perilaku disiplin dan tanggung jawab belajar siswa secara lebih optimal.