cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27970744     EISSN : 27971031     DOI : https://doi.org/10.51878/science.v1i2.389
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 38 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2026)" : 38 Documents clear
PENGARUH MEDIA KONKRIT TERHADAP MOTIVASI DAN PEMAHAMAN BELAJAR SISWA PADA PELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS 2 Akhsanunadia, Akhsanunadia; Arifin, Zainal
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.9362

Abstract

This study aims to determine the effect of concrete media on students' motivation and understanding of mathematics learning in grade 2. In this study, the type of research used is quantitative research with the one group pretest-posttest method. The sample in this study used 32 students of grade 2B at UPTD SDN Tengket 2 Arosbaya. Data collection techniques used questionnaires and questions. To test the validity of the instrument, a validity test and a reliability test were used, while the data analysis methods used were normality test, paired sample t-test, and MANOVA test. Based on the paired sample t-test for learning motivation, the average pretest for learning motivation was 19.62, the posttest for learning motivation was 33.84, and the significance value was 0.000 <0.05. Therefore, it can be concluded that concrete media influences learning motivation. Furthermore, based on the paired sample t-test for learning comprehension, the average pretest for learning comprehension was 50.62, while the average posttest for learning comprehension was 93.12, with a significance value of 0.000 <0.05. Therefore, the researcher can conclude that the use of concrete media influences learning comprehension. Furthermore, the third test, the results of the simultaneous MANOVA test, obtained a value of 0.000 <0.05, so it can be concluded that there is an effect of concrete media on student learning motivation and understanding simultaneously. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media konkrit terhadap motivasi dan pemahaman belajar siswa pada pelajaran matematika di kelas 2. Dalam penelitian ini jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan metode one grup pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini menggunakan 32 peserta didik kelas 2B di UPTD SDN Tengket 2 Arosbaya. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan soal. Untuk menguji kevalidan instrumen menggunakan uji validitas, dan uji reliabilitas, sedangkan metode analisis data yang digunakan yaitu menggunakan uji normalitas, uji paired sampel t-test, dan uji manova. Berdasarkan uji paired sampel t-test motivasi belajar yang sudah diuji diperoleh data rata-rata mean pada pretest motivasi belajar sebesar 19.62 dan nilai posttest motivasi belajar sebesar 33.84 serta data nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh media konkrit terhadap motivasi belajar. selanjutnya berdasarkan uji paired sampel t-test pemahaman belajar diperoleh nilai rata-rata pretest pemahaman belajar sebesar 50.62 sedangkan nilai rata-rata posttest pemahaman belajar sebesar 93.12 serta nilai signifikan 0,000 < 0,05 sehingga peneliti dapat menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan media konkrit terhadap pemahaman belajar. Selanjutnya uji ketiga yaitu hasil uji manova secara simultan/bersama-sama diperoleh nilai sebesar 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh media konkrit terhadap motivasi dan pemahaman belajar siswa secara simultan/bersama-sama.
PENALARAN MATEMATIS MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI PSIKOLOGI KOGNITIF: SEBUAH SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Murtikusuma, Randi Pratama; Susanto, Susanto; Suwito, Abi
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.9363

Abstract

This study aims to systematically review preservice teacher mathematical reasoning in solving mathematical problems from a cognitive psychology perspective. A systematic literature review was conducted on indexed journal articles published between 2020 and 2025, resulting in about forty studies relevant to mathematical reasoning, problem solving, proof, and cognitive and affective factors among university students or pre service teachers. Articles were collected from international and national databases using combinations of mathematical reasoning, university students, cognitive psychology, metacognition, beliefs, and habits of mind and then selected through identification, screening, and eligibility stages. The synthesis indicates that students’ mathematical reasoning is generally at a moderate level with weaknesses in generalization and formal proof, while procedural manipulation tends to be stronger. Working memory, metacognition, thinking dispositions, and positive beliefs about mathematics positively correlate with reasoning quality, whereas anxiety and negative beliefs hinder students’ willingness to argue and explore non routine strategies. Several instructional models such as problem based, realistic, cooperative, and reflection oriented learning supported by metacognitive scaffolding are consistently reported to improve mathematical reasoning. This review highlights the need to integrate high level mathematical task design with deliberate management of students' cognitive and affective characteristics in university mathematics education. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji secara sistematis penalaran matematis mahasiswa dalam menyelesaikan masalah matematika melalui perspektif psikologi kognitif. Melalui systematic literature review terhadap artikel terindeks tahun 2020–2025, teridentifikasi sekitar empat puluh studi yang membahas penalaran, pemecahan masalah, pembuktian, serta faktor kognitif dan afektif pada mahasiswa atau calon guru. Pencarian dilakukan pada basis data internasional dan nasional menggunakan kombinasi kata kunci mathematical reasoning, university students, cognitive psychology, metacognition, beliefs, dan habits of mind, kemudian diseleksi melalui tahap identifikasi, penyaringan, dan kelayakan. Sintesis temuan menunjukkan bahwa penalaran matematis mahasiswa umumnya berada pada kategori sedang dengan kelemahan terutama pada kemampuan generalisasi dan penyusunan bukti formal, sedangkan kekuatan lebih tampak pada manipulasi prosedural. Faktor seperti memori kerja, metakognisi, disposisi berpikir, dan keyakinan positif terhadap matematika berkontribusi pada kualitas penalaran, sementara kecemasan dan keyakinan negatif cenderung menghambat keterlibatan dan keberanian berargumentasi. Berbagai model pembelajaran berbasis masalah, realistik, kooperatif, dan reflektif yang dipadukan dengan dukungan metakognitif konsisten dilaporkan mampu meningkatkan penalaran matematis. Kajian ini menegaskan perlunya integrasi antara desain tugas matematika tingkat tinggi dan pengelolaan aspek psikologi kognitif mahasiswa dalam pembelajaran di perguruan tinggi.
DEVELOPMENT OF A STEAM-BASED DIGITAL LEARNING MODEL IN SOCIAL STUDIES TO ENHANCE CRITICAL THINKING SKILLS OF PHASE D STUDENTS Muliana, Muliana; Fadhilah, Fadhilah; Aziz, Abdul; Azwir, Azwir; Mahyuna, Mahyuna
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.9364

Abstract

The dominance of conventional pedagogical approaches that are textual and monodisciplinary in Social Sciences (IPS) learning often hinders the development of students' higher-order thinking skills in the era of the industrial revolution 4.0. This study aims to develop a valid, practical, and effective STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics)-based digital learning model to improve Phase D students' critical thinking skills. This study applies the modified Borg & Gall Research and Development (R&D) method, including the stages of needs analysis, design planning, expert validation, and limited trials on grade VIII students. The results showed that the developed model met the criteria of very valid with an expert validation score reaching 92.6% and a practicality level of 88.4%. Quantitatively, the effectiveness of the model was proven significant through a t-test (p < 0.05) with an increase in the N-gain score of 0.67 which is classified as medium to high category, where the average critical thinking ability increased from 37.5% to 71.25%. The main conclusion of this study confirms that the integration of the STEAM transdisciplinary approach with digital technology is able to transform social studies learning to be more contextual, holistic, and adaptive, so it is recommended as a strategic solution in strengthening students' analytical and evaluative competencies according to the demands of the 21st century curriculum. ABSTRAK Dominasi pendekatan pedagogis konvensional yang bersifat tekstual dan monodisiplin dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) sering kali menghambat pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa di era revolusi industri 4.0. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran digital berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa Fase D. Penelitian ini menerapkan metode Research and Development (R&D) model Borg & Gall yang dimodifikasi, meliputi tahapan analisis kebutuhan, perancangan desain, validasi ahli, serta uji coba terbatas pada siswa kelas VIII. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model yang dikembangkan memenuhi kriteria sangat valid dengan skor validasi ahli mencapai 92,6% dan tingkat kepraktisan 88,4%. Secara kuantitatif, efektivitas model terbukti signifikan melalui uji-t (p < 0,05) dengan peningkatan skor N-gain sebesar 0,67 yang tergolong kategori sedang hingga tinggi, di mana rata-rata kemampuan berpikir kritis meningkat dari 37,5% menjadi 71,25%. Kesimpulan utama studi ini menegaskan bahwa integrasi pendekatan transdisipliner STEAM dengan teknologi digital mampu mentransformasi pembelajaran IPS menjadi lebih kontekstual, holistik, dan adaptif, sehingga direkomendasikan sebagai solusi strategis dalam memperkuat kompetensi analitis dan evaluatif siswa sesuai tuntutan kurikulum abad ke-21.
ANALISIS KESULITAN SISWA KELAS IV DALAM MENYELESAIKAN MASALAH SOAL CERITA MATERI POLA BILANGAN DI SD Hernaeny, Ulfah; Simanjuntak, Parulian; Nadirah, Nadirah; Aprillia, Sabila; Pramasti, Aliza; Bada, Sitti Sastriana
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.9365

Abstract

This study aims to analyze the difficulties experienced by fourth-grade students of SD Islam Al-Falaah in solving word problems on number patterns, the factors causing these difficulties, and strategies to reduce them based on Newman’s five stages, namely reading, comprehension, transformation, process skills, and writing the final answer. The research employed a qualitative descriptive approach with fourth-grade students as the subjects, who were given five mathematics word problems. Data were collected through written tests, interviews, and observations. The results indicate that the lowest level of difficulty occurred at the reading stage (8.7%), followed by difficulties in understanding the problem (13.4%), transformation (18.1%), and process skills (22.8%). The highest level of difficulty was found at the stage of writing the final answer (36.9%). These difficulties were influenced by weak mastery of basic arithmetic operations, low understanding of number patterns, difficulties in comprehending the language used in the problems, as well as a lack of accuracy, independence, and self-confidence. Efforts to overcome these difficulties included providing varied and contextual exercises, implementing enjoyable learning through educational games, applying scaffolding strategies, and using guiding questions and constructive feedback to enhance students’ motivation and independence. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan siswa kelas IV SD Islam Al-Falaah dalam menyelesaikan soal cerita materi pola bilangan, faktor penyebab kesulitan, serta strategi untuk mengurangi kesulitan berdasarkan lima tahap Newman, yaitu kesulitan membaca, memahami, transformasi, keterampilan proses, dan penulisan jawaban akhir. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek siswa kelas IV yang diberikan lima soal cerita matematika. Teknik pengumpulan data meliputi tes tertulis, wawancara, dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan paling rendah terjadi pada tahap membaca sebesar 8,7%, diikuti kesulitan memahami soal sebesar 13,4%, kesulitan transformasi sebesar 18,1%, dan kesulitan keterampilan proses sebesar 22,8%. Kesulitan tertinggi terdapat pada tahap penulisan jawaban akhir sebesar 36,9%. Kesulitan siswa dipengaruhi oleh lemahnya penguasaan operasi hitung dasar, rendahnya pemahaman pola bilangan, kesulitan memahami bahasa soal, serta kurangnya ketelitian, kemandirian, dan kepercayaan diri. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan tersebut meliputi pemberian latihan yang bervariasi dan kontekstual, pembelajaran yang menyenangkan melalui permainan edukatif, penerapan strategi scaffolding, serta pemberian pertanyaan pemantik dan umpan balik konstruktif guna meningkatkan motivasi dan kemandirian siswa.  
INTEGRASI TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY DAN PENDEKATAN CONTEXTUAL LEARNING SEBAGAI INOVASI PEMBELAJARAN IPAS DALAM PENGUATAN LITERASI SAINS SISWA SEKOLAH DASAR Rohman, Akhmad Dalil; Asih, Tri Unggul Sari; Prasetiya, Uki Adi; Mahmudah, Umi
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.9366

Abstract

The low scientific literacy of elementary school students in Indonesia remains a crucial issue, as confirmed by PISA 2022 data, with an average score of 383, significantly lower than the OECD average of 476. This deficit is caused by the dominance of conventional learning that fails to visualize abstract concepts and the lack of relevance of the material to real life. This study aims to analyze the integration of Augmented Reality (AR) technology and the Contextual Learning approach as an innovation strategy for science learning. Using library research methods, this study conducted a content analysis of various academic literature from the last ten years through the stages of data collection, classification, and synthesis. The findings indicate that AR effectively increases student engagement through interactive visualization, while Contextual Learning strengthens understanding by linking material to everyday contexts. However, previous studies have only applied these two aspects partially. The analysis results confirm that the systematic integration of AR visualization and the contextual approach can develop scientific literacy holistically, encompassing aspects of content, process, and context. It is concluded that the synergy of these two approaches is highly recommended as an adaptive learning model to improve students' conceptual understanding and scientific reasoning in the digital era. ABSTRAK Rendahnya literasi sains siswa sekolah dasar di Indonesia masih menjadi permasalahan krusial, yang terkonfirmasi oleh data PISA 2022 dengan capaian skor rata-rata 383, tertinggal jauh dari rata-rata OECD sebesar 476. Defisit ini disebabkan oleh dominasi pembelajaran konvensional yang gagal memvisualisasikan konsep abstrak serta kurangnya relevansi materi dengan kehidupan nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi teknologi Augmented Reality (AR) dan pendekatan Contextual Learning sebagai strategi inovasi pembelajaran IPAS. Menggunakan metode library research, penelitian ini melakukan analisis isi terhadap berbagai literatur akademik sepuluh tahun terakhir melalui tahapan koleksi, klasifikasi, dan sintesis data. Temuan menunjukkan bahwa AR efektif meningkatkan keterlibatan siswa melalui visualisasi interaktif, sementara Contextual Learning memperkuat pemahaman melalui pengaitan materi dengan konteks keseharian. Kendati demikian, studi terdahulu masih menerapkan kedua aspek ini secara parsial. Hasil analisis menegaskan bahwa integrasi sistematis antara visualisasi AR dan pendekatan kontekstual mampu mengembangkan literasi sains secara holistik, meliputi aspek konten, proses, dan konteks. Disimpulkan bahwa sinergi kedua pendekatan ini sangat direkomendasikan sebagai model pembelajaran adaptif untuk meningkatkan pemahaman konsep dan penalaran ilmiah siswa di era digital.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: TREN PEMANFATAN AI TERHADAP KOMPETENSI PROFESIONALISME MAHASISWA CALON GURU Izzah, Ainul; Aji, Septiko; Dewi, Novi Ratna
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.9367

Abstract

This article aims to analyze the trend of artificial intelligence (AI) utilization in the development of professionalism of student teachers through literature review and bibliometric analysis. In this study, the methods used include data collection from the Scopus database using a combination of relevant search terms, as well as data selection based on relevance criteria using the PRISMA method. The collected data was then analyzed using Bibliometrix and VOSviewer software to identify patterns and trends in AI-related publications in education. The results showed that since 2022, the number of publications related to AI in education has increased significantly, with the peak occurring in 2024. The research also identified several challenges faced in the application of AI, such as the lack of AI literacy among prospective teachers, limited infrastructure, and ethical and data privacy issues. Nonetheless, with the right approach and a comprehensive strategy, AI has great potential to revolutionize education and improve teacher professionalism in the future. This research is expected to provide insights for educators and policy makers in effectively integrating AI in the learning process. ABSTRAK Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tren pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pengembangan profesionalisme mahasiswa calon guru melalui tinjauan literatur dan analisis bibliometrik. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan meliputi pengumpulan data dari database Scopus dengan menggunakan kombinasi istilah pencarian yang relevan, serta seleksi data berdasarkan kriteria relevansi menggunakan metode PRISMA. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak Bibliometrix dan VOSviewer untuk mengidentifikasi pola dan tren dalam publikasi terkait AI dalam pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sejak tahun 2022, jumlah publikasi yang berkaitan dengan AI dalam konteks pendidikan mengalami peningkatan yang signifikan, dengan puncaknya terjadi pada tahun 2024. Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa tantangan yang dihadapi dalam penerapan AI, seperti kurangnya literasi AI di kalangan calon guru, keterbatasan infrastruktur, serta isu etika dan privasi data. Meskipun demikian, dengan pendekatan yang tepat dan strategi yang komprehensif, AI memiliki potensi besar untuk merevolusi pendidikan dan meningkatkan profesionalisme guru di masa depan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pendidik dan pembuat kebijakan dalam mengintegrasikan AI secara efektif dalam proses pembelajaran.  
KESADARAN LINGKUNGAN DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI: TINJAUAN PUSTAKA SISTEMATIS Puspa, Shynta Ayinda; Kusnadi, Kusnadi; Nurjhani, Mimin
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.9368

Abstract

Environmental awareness is a crucial competency in 21st-century biology education, yet teacher-centered learning practices, limited field experience, and limited assessment remain barriers. This study aims to map international publication trends related to environmental awareness, identify effective learning models, and evaluate approaches used at various levels of education. The method used was a systematic literature review in accordance with PRISMA guidelines, analyzing 19 Scopus-indexed articles (Q1–Q3) from 2021–2025 that examined levels from elementary school to university. The study results indicate a predominance of quasi-experimental and mixed methods approaches, a primary focus on elementary school and university, and research concentrations in Indonesia, Asia, and Europe. Effective learning models include Ethno-STEM, narrative, visual arts, robotics, and technology integration, with several studies emphasizing the use of local wisdom to strengthen students' ecological relevance and pro-environmental behavior. This approach has been shown to improve students' pro-environmental knowledge, attitudes, and behavior. The findings highlight the need to strengthen active, experiential learning, integrate Education for Sustainable Development (ESD) into the biology curriculum, and incorporate contextual, locally-based teaching strategies. The research provides an evidence map and recommendations for the development of evidence-based modules, learning strategies, and teacher training. ABSTRAK Kesadaran lingkungan menjadi kompetensi penting dalam pendidikan biologi abad ke-21, namun praktik pembelajaran yang berpusat pada guru, minim pengalaman lapangan, dan penilaian terbatas masih menjadi hambatan. Penelitian ini bertujuan memetakan tren publikasi internasional terkait kesadaran lingkungan, mengidentifikasi model pembelajaran efektif, serta mengevaluasi pendekatan yang digunakan dalam berbagai jenjang pendidikan. Metode yang diterapkan adalah tinjauan pustaka sistematis sesuai pedoman PRISMA, dengan analisis 19 artikel terindeks Scopus (Q1–Q3) tahun 2021–2025 yang meneliti jenjang SD hingga perguruan tinggi. Hasil kajian menunjukkan dominasi metode quasi-eksperimen dan mixed methods, fokus utama pada sekolah dasar dan perguruan tinggi, serta konsentrasi penelitian di Indonesia, Asia, dan Eropa. Model pembelajaran efektif meliputi Ethno-STEM, narasi, seni visual, robotika, serta integrasi teknologi, dengan beberapa studi menekankan penggunaan kearifan lokal untuk memperkuat relevansi ekologis dan perilaku pro-lingkungan peserta didik. Pendekatan ini terbukti meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku pro-lingkungan peserta didik. Temuan menegaskan perlunya penguatan pembelajaran aktif berbasis pengalaman, integrasi Education for Sustainable Development (ESD) dalam kurikulum biologi, serta strategi pengajaran yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal. Hasil penelitian menyediakan peta bukti dan rekomendasi bagi pengembangan modul, strategi pembelajaran, dan pelatihan guru berbasis bukti.  
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN MEDIA PAPAN JURANG PADA MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN CACAH DI KELAS II Ruku, Iqdal Ade Putra; Kudus, Kudus; Aries, Nur Sakinah; Marshanawiah, Andi; Pakaya, Widi Candika
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.9369

Abstract

This research aimed to improve student learning outcomes through the application of the Problem-Based Learning (PBL) model assisted by the papan jurang learning media on the topic of addition and subtraction of whole numbers in Grade II of SDN 1 Telaga Biru. The research employed Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis and McTaggart model, in which each cycle consisted of planning, implementation, observation, and reflection with 20 students as subjects. Data were collected through learning outcome tests, observations of teacher and student activities, and documentation, and were analyzed using descriptive, quantitative, and qualitative methods. The results showed an improvement in students' learning outcomes on the topic of addition and subtraction of whole numbers after the implementation of the Problem-Based Learning (PBL) model and the papan jurang media. In the initial condition (pre-cycle), only 20% of students achieved the minimum mastery criterion (score ≥75). Following the implementation of Cycle I, the mastery learning rate increased to 55%, with 11 students achieving mastery. In Cycle II, learning outcomes continued to improve, with 90% of students achieving mastery (18 students). In addition, observations indicated an increase in student activity from the moderate category in the pre-cycle to the very good category in Cycle II. Thus, it can be concluded that the application of the Problem-Based Learning (PBL) model assisted by the papan jurang media can effectively improve student learning outcomes in addition and subtraction of whole numbers topic in Grade II of SDN 1 Telaga Biru. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui model problem based learning (PBL) berbantuan media papan jurang pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah di kelas II SDN 1 Telaga Biru. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis & Mc Taggart yang setiap siklusnya terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 20 siswa. Data diperoleh melalui tes hasil belajar, observasi aktivitas guru dan siswa, serta dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah setelah penerapan model problem based learning (PBL) dan media papan jurang. Pada kondisi awal (pra-siklus) hanya 20% siswa yang mencapai KKM (nilai ≥ 75). Setelah tindakan pada siklus I, ketuntasan meningkat menjadi 55% dengan 11 siswa tuntas. Pada siklus II, hasil belajar semakin meningkat dengan ketuntasan 90% (18 siswa tuntas). Selain itu, observasi menunjukkan peningkatan aktivitas siswa dari kategori cukup pada pra-siklus menjadi kategori sangat baik pada siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model problem based learning (PBL) berbantuan media papan jurang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan cacah di kelas II  SDN 1 Telaga Biru.
ANALISIS KECERDASAN VISUAL SPASIAL PESERTA DIDIK PADA MATERI TRANSFORMASI GEOMETRI DITINJAU DARI SELF-AWARENESS Wahyuni, Asri; Lesmana, Belda Nurmultiefa
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.9370

Abstract

Visual-spatial intelligence is an important component in geometry learning, yet most junior high school students experience significant difficulties in visualizing 3D objects and performing geometric transformations. This study aims to analyze students' visual-spatial intelligence in transformation geometry in terms of self-awareness. The research method uses a descriptive qualitative approach. The research subjects were 6 Grade 9 students from SMP Islam Ibnu Hanbal Tasikmalaya selected purposively based on self-awareness levels (2 high, 2 medium, 2 low). Data were collected through visual-spatial intelligence tests, self-awareness questionnaires, and semi-structured interviews. Analysis used the Miles and Huberman model with technique triangulation. The results showed that the level of self-awareness affects students' visual-spatial intelligence. Students with high self-awareness were able to visualize 3D objects accurately, perform mental rotation systematically, and reflect on spatial reasoning processes logically and contextually. They also demonstrated strong spatial orientation and good decision-making in geometric transformations. Meanwhile, students with medium self-awareness could solve problems procedurally but lacked depth in spatial reasoning and reflection. Students with low self-awareness faced difficulties in visualizing objects, performing mental rotations, and reflecting on their spatial thought processes, resulting in outcomes that were often illogical or contextually inappropriate. ABSTRAK Kecerdasan visual spasial merupakan komponen penting dalam pembelajaran geometri, namun mayoritas siswa SMP mengalami kesulitan signifikan dalam memvisualisasikan objek 3D dan melakukan transformasi geometri. Penelitian ini bertujuan menganalisis kecerdasan visual spasial peserta didik pada materi transformasi geometri ditinjau dari self-awareness. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah 6 siswa kelas IX SMP Islam Ibnu Hanbal Tasikmalaya yang dipilih secara purposif berdasarkan tingkat self-awareness (2 tinggi, 2 sedang, 2 rendah). Data dikumpulkan melalui tes kecerdasan visual spasial, angket self-awareness, dan wawancara semiterstruktur. Analisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan tingkat self-awareness memengaruhi kecerdasan visual spasial siswa. Siswa dengan self-awareness tinggi mampu memvisualisasikan objek 3D secara akurat, melakukan rotasi mental secara sistematis, dan merefleksikan proses penalaran spasial secara logis dan kontekstual. Siswa dengan self-awareness tinggi juga mendemonstrasikan orientasi spasial yang kuat dan pengambilan keputusan yang baik dalam transformasi geometri. Sementara itu, siswa dengan self-awareness sedang dapat menyelesaikan masalah secara prosedural, tetapi kurang mendalam dalam penalaran spasial dan refleksi. Sedangkan siswa dengan self-awareness rendah menghadapi kesulitan dalam memvisualisasikan objek, melakukan rotasi mental, dan merefleksikan proses berpikir spasial, serta menghasilkan hasil yang sering kali tidak logis atau tidak sesuai konteks.
EFEKTIVITAS PROJECT BASED LEARNING BERBASIS FIELDTRIP TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS SISWA KELAS IV Melisa, Mira; Sari, Siti Mayang; Zulkhairi, Zulkhairi
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i1.9371

Abstract

Science and social studies (IPAS) learning in elementary schools still faces challenges, particularly in improving students’ learning outcomes on plant reproduction topics that require conceptual understanding through real experiences. Conventional teaching approaches often limit student engagement and hinder the connection between scientific concepts and real-world phenomena. This study aimed to examine the effect of implementing a Project Based Learning (PjBL) model integrated with field trips on IPAS learning outcomes of fourth-grade students at SD Negeri 22 Banda Aceh, as well as to analyze students’ responses to the learning model. This research employed a quantitative approach using a one group pretest–posttest experimental design. The participants consisted of 29 fourth-grade students. Data were collected through learning outcome tests, observations, and student response questionnaires. Data analysis included the Shapiro–Wilk normality test, paired sample t-test, and N-Gain analysis. The results indicated a significant difference between students’ learning outcomes before and after the implementation of the PjBL model integrated with field trips (p < 0.05). The N-Gain results showed a moderate level of improvement in learning outcomes. Furthermore, students’ responses to the learning model were categorized as good, indicating increased interest, motivation, and understanding through project-based and experiential learning activities outside the classroom. ABSTRAK Pembelajaran IPAS di sekolah dasar masih menghadapi tantangan, khususnya dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perkembangbiakan tumbuhan yang menuntut pemahaman konsep melalui pengalaman nyata. Pembelajaran yang cenderung konvensional menyebabkan siswa kurang terlibat aktif dan sulit mengaitkan konsep dengan fenomena di lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Project Based Learning (PjBL) berbasis fieldtrip terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD Negeri 22 Banda Aceh serta respon siswa terhadap pembelajaran yang diterapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen one group pretest–posttest. Subjek penelitian berjumlah 29 siswa kelas IVB. Pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar, observasi, dan angket respon siswa. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro–Wilk, uji-t berpasangan, serta uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar sebelum dan sesudah penerapan model PjBL berbasis fieldtrip. Peningkatan hasil belajar ditunjukkan oleh perbedaan skor pretest dan posttest yang signifikan secara statistik (p < 0,05) dengan nilai N-Gain berada pada kategori sedang. Selain itu, respon siswa terhadap pembelajaran berada pada kategori baik, yang menunjukkan bahwa siswa merasa tertarik, termotivasi, dan terbantu dalam memahami materi melalui kegiatan proyek dan pembelajaran di luar kelas.  

Page 3 of 4 | Total Record : 38