cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA
ISSN : 27970744     EISSN : 27971031     DOI : https://doi.org/10.51878/science.v1i2.389
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan matematika dan IPA.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 378 Documents
ANALISIS KANDUNGAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT PADA BUAH-BUAHAN LOKAL MENGGUNAKAN PERALATAN SEDERHANA Jahro, Iis Siti; Sinaga, Steven; Syafriani, Syafriani; Harahap, Dhini Haryati; Az Zahra, Salwa; Damanik, Haryana; Panjaitan, Nola Sari
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i4.7223

Abstract

Fruits are not only valuable as sources of nutrition but also contain electrolytes that can conduct electric current. The presence of electrolytes in fruits is important to understand since they can be utilized as an alternative, eco-friendly source of electrical energy based on simple principles. This knowledge is also relevant for the advancement of science and technology related to the use of natural materials for energy generation. This study aims to investigate the electrical conductivity of nine local fruits: lemon, Pontianak orange, sweet orange, tomato, kuini, mango, banana, lime, and ambarella. The method involved using a multimeter, copper (Cu) electrodes, and carbon (pencil) electrodes inserted directly into the fruits to measure the voltage produced. The results show that each fruit exhibited different electrical conductivity. Kuini and mango produced the highest average voltage of 0.18 V, while lemon showed the lowest average voltage of 0.04 V. Differences are influenced by water content, ions, and fruit tissue structure. ABSTRAKBuah-buahan tidak hanya bermanfaat sebagai sumber gizi, tetapi juga mengandung elektrolit yang dapat berperan dalam menghantarkan arus listrik. Kandungan elektrolit dalam buah perlu diketahui karena dapat dimanfaatkan sebagai alternatif sumber energi listrik ramah lingkungan dengan prinsip sederhana. Pemahaman ini juga penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berhubungan dengan pemanfaatan bahan alami sebagai penghasil energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hantar listrik pada sembilan jenis buah-buahan lokal, yaitu jeruk lemon, jeruk pontianak, jeruk manis, tomat, kuini, mangga, pisang, jeruk nipis, dan kedondong. Metode penelitian dilakukan dengan menggunakan multimeter, elektroda tembaga (Cu), dan elektroda karbon (pensil), yang ditancapkan langsung ke dalam buah untuk mengukur tegangan listrik yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap buah memiliki kemampuan hantar listrik yang berbeda-beda. Kuini dan mangga memiliki tegangan rata-rata masing-masing sebesar 0,18 volt, sedangkan jeruk lemon memiliki tegangan rata-rata terendah sebesar 0,04 volt. Perbedaan daya hantar listrik ini dipengaruhi oleh kandungan air, ion, serta struktur jaringan pada buah.
ANALISIS PROSES BERFIKIR SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN MASALAH STATISTIKA BERDASARKAN TEORI DUAL-PROCESS Dhiefayanti, Dhiena Maylina; Arrifadah, Yuni; Mundir, M.
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i4.7228

Abstract

Learning statistics in junior high school often presents difficulties for students, especially in understanding basic concepts such as mean, median, and mode. These difficulties are not only related to calculation procedures but also to the thinking patterns used in problem-solving. This study focuses on analyzing the thinking processes of junior high school students in solving statistical problems based on the dual-process theory, which distinguishes between System 1 (fast, automatic, intuitive) and System 2 (slow, conscious, analytical). The research employed a qualitative approach with a case study design. The subjects were 24 students of class VIII B at SMP YPP Nurul Huda Surabaya, selected using purposive sampling with the consideration that they had already studied statistical material and possessed adequate communication skills to explain their thinking processes during interviews. The research instruments consisted of written tests, observation, and semi-structured interviews, while data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, which includes data condensation, data display, and conclusion drawing/verification. The results showed that Student A tended to use System 1, which is fast, intuitive, and automatic, while Student B was more dominant in using System 2, which is analytical, slow, and conscious. These findings emphasize that differences in results are not only determined by calculation ability but also by the thinking patterns employed. The conclusion of this study highlights the need for statistics learning to foster a balance between intuition and analysis so that students can think quickly as well as carefully in solving problems. ABSTRAKPembelajaran statistika di SMP seringkali menimbulkan kesulitan bagi siswa, terutama dalam memahami konsep dasar seperti mean, median, dan modus. Kesulitan ini bukan hanya terkait dengan prosedur perhitungan, tetapi juga pola berpikir yang digunakan dalam memecahkan masalah. Penelitian ini berfokus pada analisis proses berpikir siswa SMP dalam menyelesaikan soal statistika berdasarkan teori dual-process yang membedakan antara Sistem 1 (cepat, otomatis, intuitif) dan Sistem 2 (lambat, sadar, analitis). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian adalah 24 siswa kelas VIII B SMP YPP Nurul Huda Surabaya yang dipilih dengan teknik purposive sampling dengan pertimbangan bahwa siswa telah mempelajari materi statistika serta memiliki kemampuan komunikasi yang memadai untuk menjelaskan proses berpikirnya dalam wawancara. Instrumen penelitian meliputi tes tertulis, observasi, dan wawancara semi-terstruktur, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Siswa A cenderung menggunakan Sistem 1 yang cepat, intuitif, dan otomatis, sedangkan Siswa B lebih dominan pada Sistem 2 yang analitis, lambat, dan sadar. Temuan ini menegaskan bahwa perbedaan hasil bukan hanya ditentukan oleh kemampuan menghitung, tetapi juga oleh pola berpikir yang digunakan. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran statistika perlu diarahkan untuk menumbuhkan keseimbangan antara intuisi dan analisis agar siswa mampu berpikir cepat sekaligus teliti dalam menyelesaikan masalah.
PENGEMBANGAN BOOKLET BERBASIS RADEC PADA MATERI STRUKTUR ATOM SMK Nirmatya; Syolendra, Dwi Finna
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i4.7254

Abstract

Chemistry is a branch of science that studies the composition, structure, characteristics, and changes of matter, including the energy associated with those changes. However, most of its concepts are abstract, making them difficult for students to understand, especially in the topic of atomic structure. Based on the quiz results of phase E students at SMK SMAK Padang, 63.89% did not achieve the minimum mastery score. This issue indicates the need for engaging, communicative, and varied learning materials to support students’ understanding, as the current materials are mostly limited to textbooks. This study aims to develop teaching material in the form of a booklet based on the RADEC model (Read, Answer, Discuss, Explain, and Create) that is valid and practical for the atomic structure topic in vocational high schools. The research employed the Research and Development (R&D) method using the ADDIE model (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate). The validation results show that the booklet meets the validity criteria, with Aiken’s V scores of 0.91 for content, 0.91 for language, and 0.89 for graphics. The practicality test indicates that the booklet falls into the very practical category, with an average score of 84% from teachers and 93% from students. In terms of ease of use, the booklet achieved an average of 86% from teachers and 93% from students, both categorized as very practical. The efficiency aspect obtained averages of 80% from teachers and 90% from students, while the usefulness aspect scored 87% from teachers and 95% from students, all of which are categorized as practical to very practical. It can be concluded that the RADEC-based booklet on atomic structure material can be developed using the ADDIE model and has met the criteria of validity and practicality, making it feasible to be used as teaching material. ABSTRAKKimia merupakan cabang ilmu sains yang mempelajari susunan, struktur, karakteristik, serta perubahan materi, termasuk energi yang terkait dengan perubahan tersebut. Namun, sebagian besar konsepnya bersifat abstrak sehingga sulit dipahami peserta didik, khususnya pada materi struktur atom. Berdasarkan hasil kuis peserta didik fase E SMK SMAK Padang, sebanyak 63,89% tidak mencapai nilai ketuntusan. Permasalahan ini menunjukkan perlu adanya bahan ajar yang menarik, komunikatif, dan variatif untuk membantu pemahaman peserta didik, karena bahan ajar yang digunakan saat ini dominan pada buku paket. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar berupa booklet berbasis RADEC (Read, Answer, Discuss, Explain, and Create) yang valid dan praktis pada materi struktur atom SMK. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate). Instrumen penelitian terdiri dari lembar validasi dan angket praktikalitas. Hasil validasi menunjukkan bahwa booklet memenuhi kriteria valid dengan nilai rata-rata Aiken’s V sebesar 0,91 yang mencakup aspek isi sebesar 0,91, aspek kebahasaan 0,91, dan aspek kegrafisan 0,89. Uji praktikalitas booklet berada pada kategori sangat praktis, dengan rata-rata 84% dari guru dan 93% dari peserta didik yang mencakup aspek kemudahan penggunaan, diperoleh rata-rata 86% dari guru dan 93% dari peserta didik dengan kategori sangat praktis. Aspek efisiensi waktu menunjukkan rata-rata 80% dari guru dan 90% dari peserta didik, sedangkan aspek manfaat memperoleh rata-rata 87% dari guru dan 95% dari peserta didik, seluruhnya berada pada kategori praktis hingga sangat praktis. Dapat disimpulkan bahwa booklet berbasis RADEC pada materi struktur atom dapat dikembangkan dengan model ADDIE dan telah memenuhi kriteria valid dan praktis sehingga layak digunakan sebagai bahan ajar.
ANALISIS DESKRIPTIF : INTEGRASI MEDIA PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL ‘KANTIN SPLDV’ MELALUI PENDEKATAN DEEP LEARNING DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP Hasibuan, Adinda Muhfyana; Qoyyima, Annisa; Ajarah, Desi; Sitorus, Cellion Lydia Magdalena; Manurung, Pera Novia; Siregar, Budi Halomoan
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i4.7263

Abstract

The background of this research problem is the low conceptual understanding of students in the Two-Variable Linear Equation System (SPLDV) material. This problem is identified as being rooted in the abstract nature of the material and the limited availability of learning media relevant to real life. This study focuses on analyzing the effectiveness of integrating contextual learning media called "SPLDV Canteen" through a Deep Learning approach to improve student engagement and conceptual understanding. As a qualitative descriptive study, a crucial step was implementing the media through a buying and selling simulation in the school environment. The impact was then analyzed through observations of group discussions, worksheet analysis, and presentation of results. Key findings indicate a significant increase in student engagement, including discussion participation, intergroup collaboration, and learning initiatives. Furthermore, key findings also revealed a significant increase in conceptual understanding (an average of 84.5%), indicated by students' ability to identify variables, construct mathematical models, solve SPLDV problems, and communicate solutions logically. Thus, it is concluded that the "SPLDV Canteen" media, using a Deep Learning approach, has proven effective as a solution to the problem of material abstraction, capable of encouraging meaningful, reflective, and applicable learning in accordance with constructivist principles. ABSTRAKRendahnya pemahaman konsep siswa pada materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV) menjadi latar belakang masalah penelitian ini, yang diidentifikasi berakar pada sifat materi yang abstrak dan keterbatasan media pembelajaran yang relevan dengan kehidupan nyata. Penelitian ini berfokus menganalisis efektivitas integrasi media pembelajaran kontekstual bernama "Kantin SPLDV" melalui pendekatan Deep Learning untuk meningkatkan keaktifan serta pemahaman konsep siswa. Sebagai penelitian deskriptif kualitatif, langkah penting yang dilakukan adalah mengimplementasikan media melalui simulasi jual beli di lingkungan sekolah, yang kemudian dianalisis dampaknya melalui observasi diskusi kelompok, analisis lembar kerja, dan presentasi hasil. Temuan utama menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada keaktifan siswa, yang mencakup partisipasi diskusi, kolaborasi antarkelompok, dan inisiatif belajar. Selain itu, temuan kunci juga mengungkap peningkatan pemahaman konsep yang tinggi (rata-rata 84,5%), terindikasi dari kemampuan siswa mengidentifikasi variabel, menyusun model matematis, menyelesaikan masalah SPLDV, serta mengkomunikasikan solusi secara logis. Dengan demikian, disimpulkan bahwa media "Kantin SPLDV" dengan pendekatan Deep Learning terbukti efektif sebagai solusi atas masalah abstraksi materi, mampu mendorong pembelajaran yang bermakna, reflektif, dan aplikatif sesuai prinsip konstruktivisme.
TINJAUAN ARTIKEL : LAPORAN KASUS PEMASANGAN DENTAL IMPLANT SECARA DUA TAHAP Halim, Susanna; Florenly, Florenly; Siregar, Ariska Putri; Oktavia, Yuli; Harahape, Fitriah Khairani
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i3.7358

Abstract

Tooth loss affects quality of life, chewing function, and facial aesthetics. Dental implants offer a more stable and comfortable solution compared to other treatments, but their success depends on the alveolar process and osseointegration. Bone insufficiency can lead to implant failure, making bone augmentation necessary. This study reviews case reports on implant placement with bone augmentation using titanium mesh. The first case involves a 37-year-old patient who had an accident, where titanium mesh was used to support bone growth after tooth extraction and bone grafting. The results showed good bone development. The second case discusses the placement of 46 implants with a 3.3 mm diameter in a 63-year-old woman, with CBCT evaluation to assess bone thickness. Monitoring showed optimal osseointegration and good tissue healing. This success was achieved through careful planning, appropriate augmentation techniques, and strict postoperative evaluation and monitoring. In conclusion, the success of dental implant placement depends on an individualized approach, technology-based planning such as CBCT, and the right augmentation techniques. With an optimal strategy, implant stability, as well as functional and aesthetic outcomes, can be achieved, providing long-term benefits for patients. ABSTRAKKehilangan gigi berdampak pada kualitas hidup, fungsi mengunyah, dan estetika wajah. Implan gigi menawarkan solusi yang lebih stabil dan nyaman dibandingkan perawatan lain, tetapi keberhasilannya bergantung pada proses alveolar dan osseointegrasi. Insufisiensi tulang dapat menyebabkan kegagalan implan, sehingga augmentasi tulang diperlukan. Studi ini meninjau laporan kasus tentang pemasangan implan dengan augmentasi tulang menggunakan titanium mesh. Kasus pertama melibatkan pasien 37 tahun yang mengalami kecelakaan, di mana titanium mesh digunakan untuk mendukung pertumbuhan tulang setelah pencabutan gigi dan cangkok tulang. Hasil menunjukkan perkembangan tulang yang baik. Kasus kedua membahas pemasangan 46 implan berdiameter 3,3 mm pada wanita 63 tahun, dengan evaluasi CBCT untuk menilai ketebalan tulang. Pemantauan menunjukkan osseointegrasi yang optimal dan penyembuhan jaringan yang baik. Keberhasilan ini dicapai melalui perencanaan matang, teknik augmentasi yang sesuai, serta evaluasi dan pemantauan pascaoperasi yang ketat. Kesimpulannya, keberhasilan pemasangan implan gigi bergantung pada pendekatan individual, perencanaan berbasis teknologi seperti CBCT, serta teknik augmentasi yang tepat. Dengan strategi yang optimal, stabilitas implan serta hasil fungsional dan estetis dapat tercapai, memberikan manfaat jangka panjang bagi pasien. Kata Kunci: Augmentasi Tulang, Tittanium Mesh, Osseointegrasi, dan Perencanaan Bedah   ABSTRACT  
PENGARUH PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTU MEDIA PEMBELAJARAN LIVEWORKSHEETS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV MIN 2 KOTA PALANGKA RAYA Yuliana, Yuliana; Jasiah, Jasiah; Rahmad, Rahmad
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i4.7481

Abstract

This research is motivated by the low learning outcomes of fourth-grade students in mathematics, particularly division, in MIN 2 Palangka Raya City. This was identified as a result of teacher-centered learning, which was deemed ineffective. This condition underlies the need for interactive learning models and media to increase student engagement. The focus of this research is to determine the significant effect of the implementation of the Problem-Based Learning (PBL) model integrated with Liveworksheets on learning outcomes. This research used a quantitative method with a quasi-experimental One Group Pretest-Posttest Design (IVA) in one class selected through purposive sampling. Key stages of the research included administering a pretest to measure students' basic abilities, implementing the PBL model with Liveworksheets for two meetings, and administering a posttest to measure the impact of the treatment. Data were also collected through observations of the learning implementation. The main findings indicate a significant improvement in learning outcomes, with the average pretest score of 48.04 increasing to 75.54 on the posttest. The learning implementation was also recorded as highly effective (average 98.89%). This finding is supported by the results of the Paired Sample T-Test, which showed a significance value of 0.000 (<0.05), meaning H? is rejected. It was concluded that the implementation of the PBL model assisted by Liveworksheets significantly improved student learning outcomes in division. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi pembagian di kelas IV MIN 2 Kota Palangka Raya, yang diidentifikasi akibat pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan dinilai belum efektif. Kondisi ini mendasari kebutuhan akan model serta media pembelajaran interaktif untuk meningkatkan keterlibatan siswa. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui signifikansi pengaruh penerapan model Problem Based Learning (PBL) yang diintegrasikan dengan media Liveworksheets terhadap hasil belajar. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-experimental tipe One Group Pretest-Posttest Design pada satu kelas (IVA) yang dipilih melalui purposive sampling. Tahapan penting penelitian meliputi pemberian tes awal (pretest) untuk mengukur kemampuan dasar siswa, penerapan perlakuan model PBL berbantu Liveworksheets selama dua pertemuan, dan pemberian tes akhir (posttest) untuk mengukur dampak perlakuan. Data juga dikumpulkan melalui observasi keterlaksanaan pembelajaran. Temuan utama menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan, dimana nilai rata-rata pretest 48,04 meningkat menjadi 75,54 pada posttest. Keterlaksanaan pembelajaran juga tercatat sangat efektif (rata-rata 98,89%). Temuan ini diperkuat oleh hasil uji Paired Sample T-Test yang menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05), yang berarti H? ditolak. Disimpulkan bahwa penerapan model PBL berbantu media Liveworksheets berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan hasil belajar siswa pada materi pembagian.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBANTUAN MEDIA BATANG NAPIER TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH PADA MATERI PERKALIAN BILANGAN CACAH SISWA KELAS V SDN 13 KWANDANG KABUPATEN GORONTALO UTARA S, Nanda Tri Annisa; Isnanto, Isnanto; Marshanawiah, Andi; Aries, Nur Sakinah; Assel, Hadi Yamin
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i4.7531

Abstract

This study aims to determine the effect of the problem-based learning (PBL) model assisted by Napier's rods on problem-solving skills in multiplication of whole numbers among fifth-grade students of SDN 13 Kwandang. This study employed a quantitative method with a pre-experimental design using a one-group pretest-posttest design. The population consisted of all fifth-grade students, with a sample of 16 students. Data collection techniques included a problem-solving skills test instrument, an observation sheet, and documentation. Based on the test results before and after treatment, the average score prior to treatment was 27.25, whereas after treatment it increased to 75.31, indicating a descriptive difference in learning outcomes. Furthermore, hypothesis testing utilizing SPSS 25.0 through the t-test showed a significance value of 0.00 0.05, indicating Ho was rejected and Hi was accepted. The average N-gain score was 0.6664, categorized as moderate. This indicates that the problem-based learning model assisted by Napier's rods had an effect on problem-solving skills in multiplication of whole numbers among fifth-grade students of SDN 13 Kwandang, North Gorontalo Regency. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh model pembelajaran problem based learning berbantuan media batang napier terhadap kemampuan pemecahan masalah pada materi perkalian bilangan cacah siswa kelas V SDN 13 Kwandang.  Metode Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode pre-experimental design dengan rancangan One-group pretest-posttest design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas Va sampel yaitu 16 siswa. Metode pengumpulan data yaitu dengan menggunakan tes instrumen kemampuan pemecahan masalah, lembar observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil data tes sebelum dan sesudah diberikan perlakuan diperoleh nilai rata-rata sebelum perlakuan adalah 27.25 dan setelah perlakuan adalah  75.31 secara deskriptif terdapat perbedaan hasil belajar sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Selanjutnya dilakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan SPSS 25.0 hasil uji-t yang didapatkan nilai sig 0,00 < 0,05 maka H0 ditolak sedangkan H1 diterima, dan rata-rata hasil N-gain termasuk dalam kriteria sedang dengan nilai 0,6664 artinya terdapat pengaruh model pembelajaran problem based learning berbantuan media batang napier terhadap kemampuan pemecahan masalah pada materi perkalian bilangan cacah siswa kelas V SDN 13 Kwandang kabupaten Gorontalo Utara.
ANALISIS KESALAHAN SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL ANALISIS KORELASI DI TINJAU DARI KESALAHAN KONSEP DAN PROSES Aisiyah, Ani Jamiatun; Sutini, Sutini; Prasetyo, Agung
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i4.7532

Abstract

This study aims to analyze students’ errors in solving correlation analysis problems in terms of conceptual and procedural mistakes. The background arises from the fact that many students struggle to understand statistics, especially correlation analysis, which often leads to errors in applying formulas, performing calculations, and interpreting results. This research employed a quantitative descriptive approach involving 36 eleventh-grade students of SMA Negeri 3 Sidoarjo. The instrument was a written test consisting of four essay questions on Pearson correlation and coefficient of determination. Error analysis was based on Watson’s criteria, including data usage, procedure, and conclusion errors. The findings revealed that 50% of students made mistakes in calculating the Pearson correlation coefficient (r), 11% did not answer, and only 39% answered correctly. Common mistakes included substitution errors, miscalculations of SSxy, SSxx, and SSyy, and misinterpretation of the coefficient of determination (r²). The study concludes that students’ errors cover both conceptual and procedural aspects, suggesting that teachers should emphasize conceptual understanding, gradual practice, and contextual data in teaching correlation analysis. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal analisis korelasi ditinjau dari kesalahan konsep dan proses. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa banyak siswa masih kesulitan memahami materi statistika, khususnya analisis korelasi, sehingga rentan melakukan kesalahan baik pada penggunaan rumus, perhitungan, maupun interpretasi hasil. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek 36 siswa kelas XI SMA Negeri 3 Sidoarjo. Instrumen penelitian berupa tes uraian empat soal mengenai korelasi Pearson dan koefisien determinasi. Analisis kesalahan dilakukan berdasarkan kriteria Watson yang mencakup kesalahan data, prosedur, hingga kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 50% siswa mengalami kesalahan dalam menghitung koefisien korelasi Pearson (r), 11% tidak menjawab, dan hanya 39% yang benar. Kesalahan umum meliputi kesalahan substitusi, perhitungan SSxy, SSxx, dan SSyy, serta kesalahan dalam menginterpretasi nilai koefisien determinasi (r²). Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kesalahan siswa mencakup aspek konsep dan proses, sehingga guru perlu memberikan pembelajaran berbasis pemahaman konsep, latihan bertahap, dan penggunaan data kontekstual.
PENGGUNAAN MODEL NHT BERBANTUAN POP-UP BOOK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SMP NEGERI 1 KAMBERA Apu, Salestina Tamu; Ina, Anita Tamu; Matulessy, Yoin Meissy
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i4.7533

Abstract

This study aims to describe the improvement of students’ learning outcomes after the implementation of the cooperative learning model Numbered Heads Together (NHT) assisted by Pop-up Book media integrated with crossword puzzles in the topic of the human reproductive system for Grade IX students of SMP Negeri 1 Kambera. The problem identified was that only 38.46% of students achieved mastery, due to monotonous learning processes, teacher-centered lectures, and limited media variation. To address this issue, the study applied the NHT cooperative learning model combined with Pop-up Book media and interactive student worksheets (LKPD). The research was conducted in two cycles, each consisting of planning, implementation, observation, and reflection stages. Data were collected through cognitive tests (post-tests), affective observations using assessment rubrics, and documentation, then analyzed quantitatively. The results showed a significant improvement in both cognitive and affective domains. In the pre-cycle stage, mastery was only 19% (cognitive) and 23% (affective). After implementing the NHT model with the support of Pop-up Book media and interactive worksheets, mastery increased to 62% (cognitive) and 69% (affective) in cycle I, and further reached 92% (cognitive) and 96% (affective) in cycle II. Overall, there was a 73% increase across both aspects. Thus, it can be concluded that the implementation of the NHT cooperative learning model assisted by Pop-up Book media and interactive worksheets is effective in improving students’ learning outcomes, both cognitively and affectively, in Grade IX E of SMP Negeri 1 Kambera. ABSTRAKPenelitian ini, bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimanakah peningkatan hasil belajar peserta didik setelah penerapan model kooperatif tipe Numbered Head Together berbantuan media Pop-up Book dilengkapi TTS pada materi sistem reproduksi manusia di kelas IX SMP Negeri 1 Kambera. Berdasarkan permasalahan ditemukan bahwa hanya 38,46% hasil belajar siswa yang tuntas, karena proses pembelajaran yang monoton, berpusat pada ceramah guru, serta kurang variasi media. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) yang dipadukan dengan media Pop-up Book dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) interaktif. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, yang masing-masing mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data diperoleh dari tes kognitif (post-test), pengamatan afektif melalui rubrik pengamatan, serta dokumentasi, kemudian dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan signifikan pada ranah kognitif dan afektif siswa. Pada tahap pra siklus, ketuntasan kognitif hanya 19% dan afektif 23%. Setelah menggunakan model NHT dengan dukungan Pop-up Book dan LKPD interaktif, ketuntasan meningkat menjadi 62% (kognitif) dan 69% (afektif) pada siklus I, lalu mencapai 92% (kognitif) dan 96% (afektif) pada siklus II. Secara keseluruhan, terjadi kenaikan sebesar 73% pada kedua aspek. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model kooperatif NHT berbantuan Pop-up Book dan LKPD interaktif efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa, baik kognitif maupun afektif, pada kelas IX E SMP Negeri 1 Kambera.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL JIGSAW BERBANTUAN MEDIA BUKU SAKU DI SMP NEGERI 3 WAINGAPU Mandjarama, Febriany Imerin; Ina, Anita Tamu; Matulessy, Yoin Meissy
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v5i4.7534

Abstract

Jigsaw is a learning model that emphasizes learning on students, namely involving students in groups and solving a problem. This study aims to improve cognitive learning outcomes and students' learning interests through the application of the jigsaw type cooperative learning model in science subjects in class VIII D at SMP Negeri 3 Waingapu. The study was divided into three cycles: The first stage was the pre-cycle which was carried out on July 28, 2025, cycle I was carried out on July 29, 2025, and cycle II was carried out on July 31, 2025. The method used in this study was classroom action research that utilized the Kemmis and Mc Taggart research model which consisted of improving 1). Planning, 2). Action, 3). Observation and 4). Reflection. The results of the study showed that the utilization of the application of the jigsaw type cooperative learning model in science subjects showed significant cognitive learning outcomes and learning interest results. The cognitive learning outcomes in the pre-cycle stage reached a percentage of 43.75%, in the first cycle stage reached a percentage of 71.87%, and in the second cycle stage reached a percentage of 90.62%. It can be seen that each cycle saw a significant increase. The results of students' learning interest in the pre-cycle reached a percentage of 53.12%, in the first cycle reached a percentage of 65.62%, and in the second cycle reached a percentage of 90.62%. ABSTRAKJigsaw merupakan model pembelajaran yang menitik beratkan pembelajaran pada peserta didik yakni melibatkan peserta didik didalam kelompok dan memecahkan suatu masalah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatakan hasil belajar kognitif dan minat belajar peserta didik melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada mata pelajaran IPA  di kelas VIII D di SMP Negeri 3 Waingapu. Penelitian dibagi menjadi tiga siklus: Tahap pertama yaitu pra siklus yang dilaksanakan pada tanggal 28 Juli 2025, siklus I dilaksanakan pada tanggal 29 Juli 2025, dan siklus II dilaksanakan pada tanggal 31 Juli 2025. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang memanfaatkan model penelitian Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari peningkatan 1). Perencanaan, 2).Tindakan, 3). Observasi dan 4). Refleksi. Hasil penelitian menunjukkan pemanfaatan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw pada mata pelajaran IPA terlihat hasil belajar kognitif dan hasil minat belajar yang signifikan. Hasil belajar kognitif pada tahap pra siklus mencapai presentase 43,75%, pada tahap siklus I mencapai presentase 71,87%, dan tahap siklus II mencapai presentase  90,62% dapat terlihat setiap siklus terjadi peningkatan yang signifikan. Hasil minat belajar peserta didik pada pra siklus mencapai presentase53,12%, pada siklus I mencapai presentase 65,62%, dan pada siklus II mencapai presesntase 90,62%.