cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
ISSN : 27979431     EISSN : 27978842     DOI : https://doi.org/10.51878/social.v1i2.447
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan IPS.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 278 Documents
PERAN GURU DALAM MEMBENTUK PROFIL PELAJAR PANCASILA DIMENSI GOTONG ROYONG SISWA SEKOLAH DASAR Amalia, Dwi; Widiyono, Aan
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.6936

Abstract

This study examines the role of teachers in forming the Pancasila Student Profile, with a focus on the dimension of cooperation (gotong royong) in elementary schools. Employing a qualitative descriptive approach, data were collected through observations, in-depth interviews, and document analysis at SD Negeri 4 Ujungpandan. The primary aim of the study is to describe how teachers serve as change agents and moral exemplars in instilling the value of cooperation while fostering positive character development among students. Findings indicate that the implementation of cooperative learning methods, such as group discussions, and thematic projects, significantly enhances active participation, empathy, and collaboration among students. Teachers who create interactive classroom environments and apply systematic evaluations using rubrics and regular reflective sessions are proven to optimize the development of social character and collective responsibility. On the other hand, the study identifies challenges such as individual differences among students and the influence of advanced technology that tends to promote solitary learning. Furthermore, inadequate support facilities are noted as obstacles in executing cooperative learning. These findings emphasize that innovative pedagogical strategies and adaptive internal policies are crucial for integrating the value of gotong royong into teaching practice. The practical recommendations are expected to guide educators and policymakers in strengthening the role of teachers as mediators between theory and practice, thereby cultivating a generation of students who excel academically while embodying strong communal values and solidarity. ABSTRAKPenelitian ini mengkaji peran guru dalam pembentukan Profil Pelajar Pancasila dengan fokus pada dimensi gotong royong di sekolah dasar. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi pada SD Negeri 4 Ujungpandan. Tujuan utama penelitian adalah untuk menggambarkan bagaimana guru berperan sebagai agen perubahan dan teladan moral dalam menanamkan nilai gotong royong serta mengembangkan karakter positif di antara siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran kooperatif, seperti diskusi kelompok dan proyek tematik, secara signifikan meningkatkan partisipasi aktif, empati, dan kolaborasi antarsiswa. Guru yang menciptakan lingkungan kelas interaktif dan menerapkan evaluasi sistematis melalui rubrik serta sesi refleksi rutin terbukti berhasil mengoptimalkan perkembangan karakter sosial dan tanggung jawab kolektif. Di sisi lain, penelitian ini mengidentifikasi tantangan berupa perbedaan kemampuan individual siswa dan pengaruh kemajuan teknologi yang cenderung mendorong pembelajaran secara individual. Selain itu, keterbatasan fasilitas pendukung juga menjadi hambatan dalam pelaksanaan pembelajaran kooperatif. Temuan tersebut menekankan bahwa inovasi pedagogis dan kebijakan internal yang adaptif sangat diperlukan untuk mengintegrasikan nilai gotong royong ke dalam strategi pengajaran. Rekomendasi praktis yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi acuan bagi pendidik dan pembuat kebijakan dalam memperkuat peran guru sebagai mediator antara teori dan praktik, sehingga terbentuk generasi pelajar yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kebersamaan dan solidaritas yang kokoh.
PENERAPAN TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) DALAM MENINGKATKAN MUTU LAYANAN PENDIDIKAN DI SEKOLAH: STUDI KASUS MADRASAH DI KALIMANTAN TIMUR Arini, Arini; Ratnawati, Eny; Nurlaili, Nurlaili; Mulawarman, Widyatmke Gede; Yahya, Masrur
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.6937

Abstract

Amidst demands to improve the quality of national education and the implementation of the Independent Curriculum, madrasas face the challenge of adapting, for which the Total Quality Management (TQM) approach offers a relevant framework. This study focuses on examining the application of TQM in improving the quality of educational services in public madrasas in East Kalimantan by evaluating student perceptions as the primary benchmark. Using a descriptive quantitative approach, data were collected through a survey instrument distributed to students to assess various service indicators, ranging from facilities and the learning environment to the roles of educators and leaders. The analysis results indicate that most service aspects, such as the quality of facilities, social interactions, and teaching methods, were assessed as good and supportive by students. However, this study also identified significant challenges in two critical areas: teacher discipline, which was considered inconsistent, and the lack of involvement of the madrasah principal in actively following up on student feedback. It was concluded that although madrasas have demonstrated a commitment to quality, the implementation of TQM principles, particularly in continuous improvement and the involvement of all parties, has not been optimal. Therefore, strengthening the culture of quality, especially in teacher discipline and effective feedback mechanisms, is necessary. ABSTRAKDi tengah tuntutan peningkatan mutu pendidikan nasional dan implementasi Kurikulum Merdeka, madrasah dihadapkan pada tantangan untuk beradaptasi, di mana pendekatan Total Quality Management (TQM) menawarkan kerangka kerja yang relevan. Penelitian ini berfokus untuk mengkaji penerapan TQM dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan di madrasah negeri Kalimantan Timur dengan mengevaluasi persepsi siswa sebagai tolok ukur utama. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui instrumen survei yang disebar kepada siswa untuk menilai berbagai indikator layanan, mulai dari fasilitas, lingkungan belajar, hingga peran tenaga pendidik dan pimpinan. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar aspek layanan, seperti kualitas fasilitas, interaksi sosial, dan metode pengajaran, telah dinilai baik dan mendukung oleh siswa. Namun, penelitian ini juga mengidentifikasi adanya tantangan signifikan pada dua area kritis, yaitu kedisiplinan guru yang dianggap belum konsisten dan kurangnya keterlibatan kepala madrasah dalam menindaklanjuti masukan dari siswa secara aktif. Disimpulkan bahwa meskipun madrasah telah menunjukkan komitmen terhadap mutu, implementasi prinsip TQM khususnya dalam perbaikan berkelanjutan dan keterlibatan seluruh pihak belum berjalan optimal, sehingga diperlukan penguatan budaya mutu terutama pada disiplin guru dan mekanisme umpan balik yang efektif.
PERBANDINGAN TATA KELOLA DESA WISATA DI BALI DAN DI JOGJA: STUDI KASUS DESA WISATA PENGLIPURAN DAN DESA WISATA SAMBIREJO Susi, Kristina Samca
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.6938

Abstract

Comparison is an analytical technique used to identify similarities and differences between two or more objects under study. This article examines the governance of tourism villages in Bali and Yogyakarta, with the case studies being Penglipuran and Sambirejo. This study aims to identify and compare tourism village governance in Penglipuran and Sambirejo, by examining management, community participation, implementation of the seven charms, promotion, and impacts on the community and the environment. This study collected and reviewed various academic literature, including articles, journals, and theses. The analysis revealed differences in management concepts between Penglipuran and Sambirejo. Furthermore, there are similarities in community participation, implementation of the seven charms, and promotion in Penglipuran and Sambirejo. Both villages have positive impacts on the community and the environment, although there are negative impacts in Penglipuran. The results of this study suggest that traditional village governments and tourism managers should address these negative impacts and provide solutions. ABSTRAKPerbandingan adalah teknik analisis yang dilakukan dengan mencari kesamaan dan perbedaan antara dua objek atau lebih yang dikaji. Dalam artikel ini yang diteliti yaitu tata kelola desa wisata di Bali dan di Jogja dengan objek studi kasus desa wisata Penglipuran dan desa wisata Sambirejo. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu dan membandingkan tata kelola desa wisata di desa wisata Penglipuran dan desa wisata Sambirejo, dengan menelaah pengelolaan, partisipasi masyarakat, penerapan sapta pesona, promosi dan dampak bagi masyarakat dan lingkungan. Kajian penelitian ini mengumpulkan dan mengkaji berbagai literatur akademik, mulai dari artikel, jurnal, dan skripsi. Hasil analisis dari penelitian ini ditemukan perbedaan konsep pengelolaan antara desa wisata Penglipuran dan desa wisata Sambirejo, kemudian terdapat persamaan partisipasi masyarakat, penerapan sapta pesona, dan promosi yang di desa wisata Penglipuran dan desa wisata Sambirejo, serta sama-sama memiliki dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan dari hadirnya desa wisata, meskipun di desa wisata Penglipuran terdapat dampak negatif. Hasil dari penelitian ini menyarankan agar pemerintah desa adat dan pengelola pariwisata untuk memperhatikan dampak negatif dan memberikan solusi terhadap permasalahan tersebut.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN HYPNOTEACHING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SEJARAH DI SMA N 1 WATOPUTE Ridayat, Ridayat; Elsin, Waode; Yusran, Yusran; Udu, Azura; Melinda, Eka; Faliadin, Faliadin
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.6939

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the hypnoteaching method in history lessons in improving student learning outcomes at Watopute 1 State Senior High School. The method used is a quantitative research method. This type of research is a quasi-experimental study with a Nonequivalent Control Group Design. The sampling technique used a nonrandom assignment technique, resulting in 25 students in Grade XI IPA 1 as the experimental class and 28 students in Grade XI IPA 2 as the control class. Data analysis techniques used were t-test analysis, gain score testing, and regression testing. The results of the study indicate that the application of the hypnoteaching method in history lessons has an effect on improving student learning outcomes at Watopute 1 State Senior High School. This is evidenced by the t-test results showing a significance value less than 0.05 (p = 0.035 <0.05). The gain score in the experimental class was 0.41, categorized as moderate effectiveness, while the control class obtained a gain score of 0.17, categorized as low effectiveness. The significant impact of the application of the hypnoteaching method in history lessons on improving student learning outcomes at SMA N 1 Watopute was 41.5%. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif pengaruh pembelajaran  dengan penerapan metode hipnoteaching melalui pada mata pelajaran sejarah dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik di SMA  N 1 Watopute. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Jenis penelitian eksperimen kuasi dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik nonrandom assignment sehingga didapat XI IPA 1 sebagai kelas eksperimen sebanyak 25 peserta didik dan XI IPA 2 sebagai kelas kontrol sebanyak 28 peserta didik. Teknik Analisis data yang digunakan adalah analisis uji t-test, uji gain score dan uji regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: penerapan metode hipnoteaching pada mata pelajaran sejarah berpengaruh dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik di SMA  N 1 Watopute. Hal ini dibuktikan dari hasil uji-t menunjukkan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (p= 0,035 < 0,05). Hasil gain score pada kelas eksperimen sebesar  0,41 masuk kategori efektivitas sedang, sedangkan kelas kontrol memperoleh gain score 0, 17 dalam kategori efektivitas rendah. Besarnya pengaruh penerapan metode hipnoteaching pada mata pelajaran sejarah dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik di SMA N 1 Watopute sebesar 41,5%.
WHY WORKPLACE FRIENDSHIPS MATTER: EXAMINING TURNOVER INTENTION AMONG GENERATION Z WORKERS Angeline, Vania; Zamralita, Zamralita
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.6940

Abstract

Workplace friendship, which can be interpreted as an Informal interpersonal relationship built by employees, has various positive impacts and can reduce the intention to leave. Turnover intention describes a person's evaluation of their continued involvement with the company that has not been shown in concrete steps to leave the company. The purpose of this study is to analyze the role of workplace friendship in reducing the turnover rate of generation Z employees. The Workplace friendship variable is measured using the Workplace friendship Scale (WFS) and the turnover Intention variable is measured using the Turnover intention Scale 6 (TIS 6). This study used a non-probability sampling technique, namely convenience sampling. The participants in this study were 210 Generation Z employees with the characteristics of employees who have worked in the age range of 17 - 27 years and have worked at an institution for approximately 1 year. This study uses the JASP 0.19.01 (jeffrey's amazing statistics program) application to process data. The results showed that workplace friendship has a negative relationship with turnover intention with a weak correlation level. ABSTRAKWorkplace friendship yang dapat diartikan sebagai hubungan interpersonal yang bersifat informal dan dibangun oleh karyawan, memiliki berbagai dampak positif dan dapat mengurangi niat untuk keluar. Turnover intention menggambarkan evaluasi seseorang terhadap kelanjutan keterlibatannya dengan perusahaan yang belum ditunjukan ke dalam langkah konkret untuk keluar dari perusahaan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peran workplace friendship dalam mengurangi tingkat turnover terhadap karyawan generasi Z. Variabel Workplace friendship diukur menggunakan Workplace friendship Scale (WFS) dan variabel Intensi Keluar diukur menggunakan Turnover intention Scale 6 (TIS 6). Penelitian ini menggunakan teknik sampling non-probabilitas, yaitu convenience sampling. Peserta dalam penelitian ini adalah 210 karyawan Generasi Z dengan karakteristik karyawan yang sudah bekerja pada rentang usia 17 - 27 tahun dan sudah bekerja siebuah institusi kurang lebih selama 1 tahun. Studi ini menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics versi 25 untuk mengolah data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa workplace friendship memiliki hubungan negative dengan turnover intention dengan tingkat korelasi yang lemah.
PERSEPSI PEGAWAI NEGERI SIPIL KEMENTERIAN AGAMA PADA PRODUK BANK SYARIAH DAN RELEVANSINYATERHADAP INKLUSI KEUANGAN DI KABUPATEN PANGKEP Murhim, Murhim; Semaun, Syahriyah; Haq, Islamul
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.6941

Abstract

The purpose of this article is to analyse the perceptions of civil servants at the Ministry of Religious Affairs towards Islamic banking products available in Pangkep Regency. The research method used in this study is qualitative. The type of research used is field research. The study's results indicate that, despite facing challenges such as strict bureaucracy, limited understanding among informants, and potential social bias in responses, civil servants at the Ministry of Religion in Pangkep Regency hold positive perceptions of Islamic banking products. However, despite these limitations, the interview results indicate an appreciation for Sharia principles, product transparency, and the commitment of Islamic banks to provide financial services that align with Islamic values. This study not only enriches the scientific knowledge on civil servants' perceptions of Islamic financial products but also serves as a positive foundation for improving financial literacy, encouraging more responsive product innovation, and strengthening the role of Islamic banks as ethically based financial inclusion instruments. With a wise and cautious approach, the author hopes that these findings can contribute meaningfully to the sustainable development of the Islamic economy in Indonesia. ABSTRAKTujuan dari artikel ini adalah untuk menganalisis persepsi Pegawai Negeri Sipil di Kementerian Agama terhadap produk bank syariah yang tersedia di Kabupaten Pangkep. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan atau Field Research. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; persepsi Pegawai Negeri Sipil di Kementerian Agama Kabupaten Pangkep terhadap produk bank syariah, meskipun dihadapkan pada tantangan birokrasi yang ketat, keterbatasan pemahaman informan, dan potensi bias sosial dalam jawaban. Namun, di balik keterbatasan tersebut, hasil wawancara menunjukkan adanya apresiasi terhadap prinsip syariah, transparansi produk, dan komitmen bank syariah dalam menyediakan layanan keuangan yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Penelitian ini tidak hanya memperkaya khazanah ilmiah tentang persepsi PNS terhadap produk keuangan syariah, tetapi juga menjadi dasar positif untuk meningkatkan literasi keuangan, mendorong inovasi produk yang lebih responsif, serta memperkuat peran bank syariah sebagai instrumen inklusi keuangan berbasis etika. Dengan pendekatan yang bijak dan penuh kehati-hatian, penulis berharap temuan ini dapat memberi kontribusi nyata bagi pengembangan ekonomi syariah yang berkelanjutan di Indonesia.  
STRATEGI PENANGANAN ANAK TIDAK SEKOLAH (P-ATS) DI KABUPATEN MAGELANG: MENINGKATKAN AKSES DAN KESADARAN PENDIDIKAN S, Nurjto A; Supardal, Supardal
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.6961

Abstract

Education is a fundamental right of every child and the key to individual and societal development. However, in Magelang Regency, around 1,200 school-aged children were not enrolled in formal schools in 2023. Many factors such as social stigma, limited access, and poverty contribute to this issue. Children from low-income families tend not to continue their education due to costs and the distance to school. This research applies a subjective approach with a case study to understand the reality of school dropouts in Magelang Regency. Five informants were randomly selected: two teachers, two parents, one student, and one representative from an educational institution. The data was obtained through semi-structured interviews and analyzed thematically. This research also involves a Systematic Literature Review of ten articles to support the findings. The results of interviews with five informants—teachers, parents, students, and representatives from the Education Office—show that some of the main reasons why children in Magelang Regency do not attend school are family financial issues, lack of desire to learn, and limited access to schools. Although scholarships and alternative learning programs have been used to help children return to school, there are still issues, particularly related to parental social support. The research conclusion shows that the issue of children are out of school (ATS) in Magelang Regency is influenced by limited access to education and a lack of motivation. The difficult economic conditions of the family force children to work, hindering their education. Although there are efforts from the Education Office to provide assistance and alternative programs, synergy between the government, schools, and the society community is essential for improving the access and awareness of education. ABSTRAKPendidikan adalah hak dasar setiap anak dan kunci perkembangan individu serta masyarakat. Namun, di Kabupaten Magelang, sekitar 7.897 anak usia sekolah tidak terdaftar di sekolah formal pada 2023. Faktor-faktor seperti stigma sosial, akses terbatas, dan kemiskinan berkontribusi pada masalah ini. Anak-anak dari keluarga kurang mampu cenderung tidak melanjutkan pendidikan akibat biaya dan jarak sekolah yang jauh. Penelitian ini menerapkan pendekatan subjektif dengan model telaah kasus untuk memahami realita anak putus sekolah di Kabupaten Magelang. Lima informan dipilih secara acak: dua guru, dua wali murid, satu murid, dan satu perwakilan lembaga pendidikan. Data diperoleh melalui tanya jawab semi-terstruktur dan dikaji secara tematis. Riset ini juga melibatkan Systematic Literature Review dari sepuluh artikel untuk mendukung temuan. Hasil wawancara dengan lima informan; guru, wali murid, siswa, dan perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menunjukkan bahwa beberapa alasan utama mengapa anak-anak di Kabupaten Magelang tidak sekolah adalah masalah keuangan keluarga, kurangnya keinginan untuk belajar, dan akses terbatas ke sekolah. Meskipun beasiswa dan program pembelajaran alternatif telah digunakan untuk membantu anak-anak kembali bersekolah, masih ada masalah, terutama terkait dukungan sosial dari orang tua. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa masalah anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Magelang dipengaruhi oleh akses terbatas ke pendidikan dan kurangnya motivasi. Kondisi ekonomi keluarga yang sulit memaksa anak-anak untuk bekerja, menghambat pendidikan mereka. Meskipun ada upaya dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk memberikan bantuan dan program alternatif, kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat sangat diperlukan untuk meningkatkan akses dan kesadaran pendidikan.
ANALISIS KOMPETENSI PROFESIONAL GURU PPKn DALAM MENGEMBANGKAN CIVIC SKILL SISWA DI SEKOLAH UPT SMP N 24 MEDAN Simangunsong, Melva; Habeahan, Sampitmo
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.6975

Abstract

This study aims to determine the professional competence of PPKn teachers in developing students' civic skills, especially communication skills at UPT SMP N 24 Medan. Researchers found several problems in developing students' civic skills, namely problems regarding communication in participation skills, namely, the low level of student activeness in class discussions, many students tend to be passive, only listening without daring to express opinions, ask or answer questions from teachers and students are not interested in joining organizations at school. The research method used in this study is a qualitative method. The type of research that researchers use is descriptive qualitative with primary and secondary data types. Data collection techniques are carried out through observation, interviews and documentation. The results of the study show that teachers apply active learning methods such as debates, discussions, simulations and projects to train critical thinking, courage in speaking and expressing opinions. Teachers also understand student characteristics through initial assessments and observations in order to adjust learning strategies. The use of the independent curriculum provides space for students to be more active and expressive, although still encountered several challenges or obstacles such as shyness, lack of confidence, and limited time. To overcome these challenges, teachers apply several strategies such as giving rewards, cooperative learning, ice breaking, interactive media and creating an inclusive environment. The results of this study demonstrate that teacher professional competence plays a crucial role in improving communication skills as part of strengthening students' civic skills in Civics (PPKn) learning. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompetensi profesional guru PPKn dalam mengembangkan civic skill siswa khususnya keterampilan komunikasi di sekolah UPT SMP N 24 Medan. Peneliti menemukan beberapa masalah dalam pengembangan civic skill siswa yaitu masalah mengenai komunikasi dalam keterampilan partisipasi yaitu, rendahnya tingkat keaktifan siswa dalam diskusi kelas, banyak siswa cenderung pasif hanya mendengar tanpa berani mengemukakan pendapat, bertanya atau menjawab pertanyaan dari guru dan siswa tidak tertarik mengikuti organisasi yang ada di sekolah. Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Jenis penelitian yang peneliti gunakan yaitu deskriptif kualitatif  dengan jenis data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan metode pembelajaran aktif seperti debat, diskusi, simulasi dan proyek untuk melatih berpikir kritis, keberanian dalam berbicara dan menyampaikan pendapat. Guru juga memahami karakteristik siswa melalui assemen awal dan observasi guna untuk menyesuaikan strategi pembelajaran. pemanfaatan kurikulum merdeka memberi ruang bagi siswa untuk lebih aktif dan ekspresif, meskipun masih ditemui beberapa tantangan atau kendala yaitu adanya rasa malu, kurang percaya diri, dan keterbatasan waktu. Untuk mengatasi tantangan tersebut, guru menerapkan beberapa strategi seperti pemberian reward, pembelajaran kooperatif, ice breaking, media interaktif dan menciptakan lingkungan yang inklusif. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa kompetensi profesional guru berperan penting dalam meningkatkan keterampilan komunikasi sebagai bagian dari penguatan civic skill siswa dalam pembelajaran PPKn.
PENERAPAN BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN MEDIA VIDEO DAN PRAKTIK PENYUSUNAN JADWAL KEGIATAN UNTUK MENGURANGI PROKRASTINASI AKADEMIK Kuswidyawati, Dheanita; Prakoso, Muhammad Rizky Nur; Panitis, Fransiska Wening
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.7033

Abstract

This research is a guidance and counseling action study that aims to: Determine the level of academic procrastination of class VIII students of SMPN 2 Surakarta before and after being given group guidance services. Implement group guidance services using educational video media and practice of preparing daily activity schedules. The subjects in this study were 30 class VIII E students of SMP Negeri 2 Surakarta in the 2024/2025 academic year. Data collection in this study used a survey method by filling out a questionnaire with 39 valid items. The scale was compiled based on aspects of academic procrastination, namely: (1) delays in starting or completing work on the task at hand. , (2) slowness in doing tasks, (3) time gaps between plans and actual performance, (4) doing other activities that are more enjoyable than doing the tasks that must be done. This Guidance and Counseling Action Study was carried out in 2 cycles. Each cycle involved a series of structured group guidance activities. Cycle 1 by watching educational videos and writing down their daily activities so far and discussing and commenting on those of other group members. Cycle 2 focused on providing guidance on organizing daily activities and hands-on practice in creating daily routine schedules. The results showed that after two cycles, there was a significant improvement in students' ability to consistently organize and implement written daily routines. This study concluded that group guidance with educational videos and regular schedule writing practice are effective approaches to improving self-management. ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian Tindakan bimbingan dan konseling yang bertujuan untuk: Mengetahui tingkat prokrastinasi akademik siswa kelas VIII SMPN 2 Surakarta sebelum dan sesudah diberikan layanan bimbingan kelompok. Menerapkan layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan media video edukasi dan praktik penyusunan jadwal kegiatan sehari-hari.Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VIII E SMP Negeri 2 Surakarta tahun ajaran 2024/2025 yang berjumlah 30. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode survey dengan mengisi kuesioner sebanyak 39 item valid Skala disusun berdasarkan aspek  prokrastinasi akademik, yakni: (1) adanya penundaan untuk memulai maupun menyelesaikan kerja pada tugas yang dihadapi. , (2) kelambanan dalam mengerjakan tugas, (3) kesenjangan waktu antara rencana dan kinerja aktual, (4) melakukan aktivitas lain yang lebih menyenangkan daripada melakukan tugas yang harus dikerjakan. Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Setiap siklus melibatkan serangkaian kegiatan bimbingan kelompok yang terstruktur. Siklus 1 dengan menonton video edukasi dan menuliskan kegiatan hariannya selama ini dan saling berdiskusi mengomentari milik angota kelompok yang lain. Siklus 2 terfokus pada penyampaian panduan menyusun kegiatan harian dan praktik langsung penyusunan jadwal rutinitas sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dua siklus, terjadi adanya peningkatan yang signifikan pada kemampuan siswa dalam menyusun dan mngimplementasikan menulis rutinitas kegiatan harian dengan konsisten. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bimbingan kelompok dengan video edukatif dan praktik penulisan jadwal yang rutin merupakan pendekatan yang efektif untuk meningkatkan manajemen diri.
PERAN GURU PENDIDIKAN PANCASILA DALAM MENGATASI KECANDUAN GAME ONLINE PADA SISWA KELAS VII MTs NURUL HUDA MASARAN BANYUATES SAMPANG Purnamasari, Devi; Wibowo, Moh.Ari; Fitria, Mujahidah
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.7034

Abstract

Online gaming addiction is an activity that is done excessively and tends to interfere with daily life. The focus of the problem in this study is (i) the role of educating students at school (ii) What factors cause students to experience online gaming addiction behavior at MTs Nurul Huda Masaran (iii) Can behavioral contract techniques reduce online gaming addiction experienced by students at MTs Nurul Huda Masaran. The objectives of this study are (i) To determine the factors of online game addiction behavior that occurs at MTs Nurul Huda Masaran; (ii) To determine the factors causing students to experience online game addiction behavior at MTs Nurul Huda Masaran; (iii) To determine the effectiveness of behavioral contract techniques in reducing online game addiction. This study uses a qualitative approach, a case study type of research with data collection techniques through in-depth interviews and observations. The subject in this study was a student at MTs Nurul Huda Masaran who was identified as having an addiction to playing online games. The results of the study showed that (i) The research subjects showed symptoms of addiction to playing online games which were obtained from the results of interviews with research respondents and observation results (ii) The factors causing the research subjects to become addicted to playing online games were interactions with people around them, as well as factors of escape and a high level of addiction to playing online games (iii) The behavioral contract technique was considered effective in handling cases of online game addiction behavior where the cases showed changes in online game playing behavior which tended to decrease from day to day. ABSTRAKKecanduan bermain game online merupakan aktivitas bermain yang dilakukan secara berlebihan dan cenderung mengganggu kehidupan sehari-hari. Fokus masalah dalam penelitian ini adalah (i) peran dalam mendidik siswa disekolah (ii) Faktor-faktor apakah yang menyebabkan siswa mengalami perilaku kecanduan game online MTs Nurul Huda Masaran  (iii) Apakah teknik kontrak perilaku dapat mengurangi kecanduan game online yang dialami oleh siswa di MTs Nurul Huda Masaran. Tujuan penelitian ini adalah (i) Untuk mengetahui faktor-faktor perilaku kecanduan game online yang terjadi di MTs Nurul Huda Masaran ; (ii) Untuk mengetahui faktor-faktor penyebab siswa mengalami perilaku kecanduan game online di MTs Nurul Huda Masaran  ; (iii) Untuk mengetahui efektivitas teknik kontrak perilaku dalam mengurangi kecanduan game online. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis penelitian studi kasus dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dan observasi. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang siswa MTs Nurul Huda Masaran yang teridentifikasi mengalami kecanduan bermain game online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (i) Subjek penelitian menunjukkan gejala kecanduan bermain game online yang diperoleh dari hasil wawancara dengan responden penelitian dan hasil observasi (ii) Faktor penyebab subjek penelitian mengalami kecanduan bermain game online yaitu interaksi dengan orang-orang sekitarnya, serta faktor  pelarian diri dan tingkat ketagihan bermain game online yang tinggi (iii) Teknik kontrak perilaku dinilai efektiv dalam penanganan kasus perilaku kecanduan game online dimana kasus menunjukkan adanya perubahan perilaku bermain game online yang cenderung menurun dari hari ke hari.