cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
ISSN : 27979431     EISSN : 27978842     DOI : https://doi.org/10.51878/social.v1i2.447
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan IPS.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 278 Documents
PERSEPSI SISWA MTS NURUL HUDA DESA MASARAN TAHUN AJARAN 2024/2025 TENTANG IMPLEMENTASI NILAI KEBHINEKAAN TUNGGAL IKA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI Washilah, Washilah; Hamzah, Amir; Aminah, St.
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.7035

Abstract

Amidst the complex reality of Indonesia's diversity and the digital challenges that fuel polarization, internalizing the values ??of Bhinneka Tunggal Ika (Unity in Diversity) through education is crucial. This study focuses on analyzing the perceptions of students at MTs Nurul Huda in Masaran Village regarding the implementation of diversity values, with the aim of understanding the extent to which these values ??are internalized and identifying supporting and inhibiting factors from their perspectives. Using a descriptive qualitative approach, the study involved 20 purposively selected students. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation, then analyzed using an interactive model and validated through triangulation. The results revealed a dichotomy: students had very positive perceptions and attitudes, with 90% respecting differences and 95% recognizing the vital role of teachers in instilling tolerance. However, these attitudes faced practical challenges, such as barriers due to cultural differences (35%) and the negative influence of social media, perceived by 65% ??of students. A crucial finding was the perception of 75% of students that the existing diversity curriculum lacked contextualization. It was concluded that the internalization of the values ??of diversity was successful at the attitudinal level thanks to the role of schools. However, its actual implementation was hampered by external factors and a curriculum that was less relevant to students' local realities. ABSTRAKDi tengah realitas keberagaman Indonesia yang kompleks dan tantangan digital yang memicu polarisasi, internalisasi nilai Bhinneka Tunggal Ika melalui pendidikan menjadi krusial. Penelitian ini berfokus menganalisis persepsi siswa MTs Nurul Huda Desa Masaran mengenai implementasi nilai-nilai kebhinekaan, dengan tujuan memahami sejauh mana nilai tersebut terhayati dan mengidentifikasi faktor pendukung serta penghambat dari sudut pandang mereka. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan 20 siswa yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model interaktif serta divalidasi melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya dikotomi: siswa memiliki persepsi dan sikap yang sangat positif, dengan 90% menghormati perbedaan dan 95% mengakui peran vital guru dalam menanamkan toleransi. Namun, sikap ini dihadapkan pada tantangan praktis, seperti hambatan akibat perbedaan adat (35%) dan pengaruh negatif media sosial yang dirasakan oleh 65% siswa. Temuan krusial adalah persepsi 75% siswa bahwa kurikulum kebhinekaan yang ada kurang kontekstual. Disimpulkan bahwa internalisasi nilai kebhinekaan berhasil pada level sikap berkat peran sekolah, namun implementasi nyatanya terhambat oleh faktor eksternal dan kurikulum yang kurang relevan dengan realitas lokal siswa.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN NILAI PELANGGAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN PENGGUNA OJEK ONLINE MAXIM DI KOTA MAKASSAR Muliati, Muliati; Ibrahim, Ibrahim; Hanafi, Ali
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.7036

Abstract

This research is motivated by the gap between the ideal service offered by online motorcycle taxi service Maxim and operational issues in the field, such as inaccurate GPS and inconsistent fares, which have the potential to reduce customer satisfaction in Makassar City. Amidst intense industry competition, a deep understanding of the determinants of satisfaction is crucial. Therefore, this study focuses on analyzing the influence of service quality and customer value on customer satisfaction among Maxim users. This study uses a causal quantitative approach by distributing questionnaires to 80 respondents selected through incidental sampling. The collected data were analyzed using multiple linear regression after meeting validity, reliability, and classical assumptions. The results of the analysis indicate that service quality and customer value simultaneously and partially have a positive and significant effect on customer satisfaction. However, the main finding reveals that customer value (beta coefficient 0.722) has a much more dominant influence than service quality (beta coefficient 0.217). It is concluded that although service quality is important, customers' holistic perception of the benefits received compared to the sacrifices incurred is the strongest factor in shaping satisfaction. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara layanan ideal yang ditawarkan ojek online Maxim dengan permasalahan operasional di lapangan, seperti GPS yang tidak akurat dan tarif yang inkonsisten, yang berpotensi menurunkan kepuasan konsumen di Kota Makassar. Di tengah persaingan industri yang ketat, pemahaman mendalam terhadap faktor penentu kepuasan menjadi krusial. Oleh karena itu, penelitian ini berfokus untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan dan nilai pelanggan terhadap kepuasan konsumen pengguna Maxim. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif kausal dengan menyebarkan kuesioner kepada 80 responden yang dipilih melalui incidental sampling. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan regresi linear berganda setelah memenuhi uji validitas, reliabilitas, dan asumsi klasik. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dan nilai pelanggan secara simultan dan parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan konsumen. Namun, temuan utama mengungkapkan bahwa nilai pelanggan (koefisien beta 0,722) memiliki pengaruh yang jauh lebih dominan dibandingkan kualitas pelayanan (koefisien beta 0,217). Disimpulkan bahwa meskipun kualitas pelayanan penting, persepsi holistik pelanggan terhadap manfaat yang diterima dibandingkan pengorbanan yang dikeluarkan merupakan faktor terkuat dalam membentuk kepuasan.
PENANAMAN KARAKTER TOLERANSI DALAM PEMBELAJARAN PPKn UNTUK MEMINIMALISIR PERILAKU PERUNDUNGAN PADA SISWA KELAS IX SMP NEGERI 20 MEDAN TAHUN PELAJARAN 2024/2025 Sabrina, Salwa; Siregar, Hapni Laila
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.7218

Abstract

This research is motivated by the problem of bullying behavior among students and the potential for tolerance to be instilled through Pancasila and Citizenship Education (PPKn) learning to minimize it. The main focus of the study is to analyze whether instilling tolerance in PPKn learning can effectively reduce bullying behavior among ninth-grade students at SMP Negeri 20 Medan. Using descriptive qualitative methods, this study involved ninth-grade students, PPKn teachers, and guidance counselors as subjects, with data collected through observation, interviews, and documentation. The results indicate that students' understanding of the role of tolerance in reducing bullying is formed through interactive learning, habituation, integration of values ??across subjects, role models from teachers and parents, and firm rules. Instilling tolerance in PPKn itself is effectively implemented through methods such as open discussions on the importance of tolerance and teachers' instilling positive attitudes. Key findings emphasize the crucial importance of awareness and positive interactions between students, teachers, and parents. It was concluded that the implementation of tolerance in civics learning, supported by all school stakeholders, has been proven to have a positive impact in minimizing various forms of bullying (physical, verbal, and psychological) among students. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan perilaku perundungan (bullying) di kalangan siswa dan potensi karakter toleransi yang ditanamkan melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) untuk meminimalisirnya. Fokus utama penelitian adalah menganalisis apakah penanaman karakter toleransi dalam pembelajaran PPKn dapat secara efektif mengurangi perilaku perundungan pada siswa kelas IX SMP Negeri 20 Medan. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini melibatkan siswa kelas IX, guru PPKn, dan guru BK sebagai subjek, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman siswa mengenai peran toleransi dalam mengurangi perundungan terbentuk melalui pembelajaran interaktif, pembiasaan, integrasi nilai lintas mata pelajaran, keteladanan guru dan orang tua, serta aturan tegas. Penanaman karakter toleransi dalam PPKn sendiri efektif dilakukan melalui metode seperti diskusi terbuka tentang pentingnya toleransi dan pembiasaan sikap positif oleh guru. Temuan kunci menegaskan bahwa kesadaran dan interaksi positif antara siswa, guru, dan orang tua sangat krusial. Disimpulkan bahwa implementasi karakter toleransi dalam pembelajaran PPKn, yang didukung oleh seluruh pemangku kepentingan sekolah, terbukti memberikan dampak positif dalam meminimalisir berbagai bentuk perundungan (fisik, verbal, psikis) di kalangan siswa.
WIDYAISWARA MENYAMPAIKAN MATERI PEMBELAJARAN BERBASIS AMBIDEXTERY PADA PELATIHAN DI BALAI DIKLAT KEAGAMAAN MAKASSAR Pelu, Hanafi; Naw, Rusdin; Sadiq, Ali Imran; Nurmillah, Nurmillah
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.7266

Abstract

In the era of digital transformation, the role of instructors at training institutions, particularly at the Makassar Religious Training Center, has undergone a significant shift. Instructors no longer function solely as conveyors of material, but also as learning facilitators who integrate innovative approaches to produce competent and adaptive learners. The concept of organizational ambidexterity, encompassing both exploitation and exploration, is particularly relevant in this context. Widyaiswara is required to balance the delivery of standard material with learning innovation. This study aims to describe how widyaiswara delivers ambidexterity-based learning material. The method used is a qualitative approach with a descriptive study design, collecting data through observation, interviews, and document analysis. The results show that widyaiswara develops learning strategies that combine conventional and innovative methods and utilize digital technology. They also prioritize a learner-centered approach by understanding the characteristics and needs of the participants. Learning evaluation is conducted holistically, covering cognitive, affective, and psychomotor assessments. These results provide practical contributions to the development of a more effective learning model that is relevant to the competency development needs of the civil service. This study is expected to serve as a reference for other training institutions in implementing ambidexterity-based learning. ABSTRAKDalam era transformasi digital, peran widyaiswara di lembaga diklat, khususnya di Balai Diklat Keagamaan Makassar, mengalami pergeseran signifikan. Widyaiswara tidak hanya berfungsi sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator pembelajaran yang mengintegrasikan pendekatan inovatif untuk menghasilkan peserta didik yang kompeten dan adaptif. Konsep ambidexterity organisasi, yang mencakup eksploitasi dan eksplorasi, menjadi relevan dalam konteks ini. Widyaiswara dituntut untuk menyeimbangkan antara penyampaian materi standar dengan inovasi pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana widyaiswara menyampaikan materi pembelajaran berbasis ambidexterity. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi deskriptif, mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa widyaiswara mengembangkan strategi pembelajaran yang menggabungkan metode konvensional dan inovatif, serta memanfaatkan teknologi digital. Mereka juga mengedepankan pendekatan yang berpusat pada peserta dengan memahami karakteristik dan kebutuhan peserta. Evaluasi pembelajaran dilakukan secara holistik, mencakup penilaian kognitif, afektif, dan psikomotorik. Hasil ini memberikan kontribusi praktis dalam pengembangan model pembelajaran yang lebih efektif dan relevan dengan kebutuhan pengembangan kompetensi aparatur sipil negara. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi lembaga diklat lain dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis ambidexterity.
PENANAMAN KARAKTER TOLERANSI DALAM KEBERAGAMAN MELALUI STRATEGI STORYTELLING BAGI SISWA SEKOLAH DASAR SDN 064958 MEDAN Hasibuan, Akhirunnisa; Manurung , Melva Adelia; Siregar, Hapni Laila
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.7270

Abstract

This research is motivated by the importance of instilling a character of tolerance from an early age in Indonesia's multicultural society, yet the practice of intolerance remains a challenge. Elementary schools, as the foundation for character formation, often still use conventional methods that are less effective in internalizing values. The focus of this research is to analyze the implementation of the storytelling strategy as an alternative approach to instilling a character of tolerance in fourth-grade students at SDN 064958 Medan, a school with a highly diverse student body. The research used a qualitative approach with a case study design, involving teachers and students as participants. Data collection was conducted through participant observation, in-depth interviews, and document analysis, which were then analyzed thematically. The results show that the storytelling strategy was implemented systematically through the selection of stories relevant to the local diversity context of Medan, interactive and creative delivery techniques, and reflective discussions. Key findings revealed positive student responses in the form of high enthusiasm, emotional engagement, and concrete efforts to implement the value of tolerance. It was concluded that storytelling, despite facing time constraints, proved effective as a character learning strategy because it integrated aspects of moral knowing, moral feeling, and moral action, and was able to contextualize the value of tolerance with students' realities. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penanaman karakter toleransi sejak usia dini di tengah masyarakat Indonesia yang multikultural, namun praktik intoleransi masih menjadi tantangan. Sekolah dasar, sebagai fondasi pembentukan karakter, seringkali masih menggunakan metode konvensional yang kurang efektif dalam menginternalisasi nilai. Fokus penelitian ini adalah menganalisis implementasi strategi storytelling sebagai pendekatan alternatif untuk menanamkan karakter toleransi pada siswa kelas IV SDN 064958 Medan, sebuah sekolah dengan keberagaman siswa yang tinggi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan guru dan siswa sebagai partisipan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen, yang kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi storytelling diimplementasikan secara sistematis melalui pemilihan cerita yang relevan dengan konteks keberagaman lokal Medan, teknik penyampaian interaktif dan kreatif, serta diskusi reflektif. Temuan utama mengungkap respons positif siswa berupa antusiasme tinggi, keterlibatan emosional, dan upaya nyata menerapkan nilai toleransi. Disimpulkan bahwa storytelling, meskipun menghadapi kendala waktu, terbukti efektif sebagai strategi pembelajaran karakter karena mengintegrasikan aspek moral knowing, moral feeling, dan moral action, serta mampu mengkontekstualisasikan nilai toleransi dengan realitas siswa.
TRANSFORMASI DIGITAL DI SEKOLAH NEGERI PESISIR: KAJIAN ASPEK POLITIK, EKONOMI, SOSIAL, DAN BUDAYA PADA IMPLEMENTASI GOOGLE FOR EDUCATION DI SMP NEGERI 1 ANGGANA Ratnawati, Eny; Kristiyani, Nihan; Warman, Warman; Bahzar, Moh.; Nurlaili, Nurlaili
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.7315

Abstract

This research is motivated by the acceleration of digital transformation in education in Indonesia, where platforms such as Google for Education (GfE) have become strategic instruments. However, their implementation in coastal schools often faces non-technical obstacles. Different from general studies, this research focuses on analyzing GfE implementation at SMPN 1 Anggana, a coastal school with ideal technical conditions (internet access, 1:1 Chromebook program), through a political, economic, social, and cultural (PEST) lens. The research used a qualitative case study method with data triangulation through interviews, observations, and document analysis. The results show that although GfE implementation is technically successful, indicated by the widespread use of Google Classroom and a high assignment submission rate (85%), pedagogical optimization remains hampered. Key findings reveal significant challenges in the political (lack of data protection SOPs), economic (the need for a sustainable operational financing model), social (teacher digital competency gap), and cultural (the need to integrate local values). It concludes that technical success does not guarantee complete digital transformation; Strengthened governance, medium-term funding schemes, ongoing teacher training, and contextualized curricula are needed to achieve the full potential of GfE. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh percepatan transformasi digital pendidikan di Indonesia, di mana platform seperti Google for Education (GfE) menjadi instrumen strategis. Namun, implementasinya di sekolah pesisir sering menghadapi kendala non-teknis. Berbeda dari studi umum, penelitian ini berfokus menganalisis implementasi GfE di SMPN 1 Anggana, sekolah pesisir dengan kondisi teknis ideal (internet, program 1:1 Chromebook), melalui lensa politik, ekonomi, sosial, dan budaya (PEST). Penelitian menggunakan metode studi kasus kualitatif dengan triangulasi data melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun secara teknis implementasi GfE berjalan baik ditandai dengan penggunaan Google Classroom yang menyeluruh dan tingkat pengumpulan tugas tinggi (85%) optimalisasi pedagogis masih terhambat. Temuan utama mengungkap adanya tantangan signifikan pada aspek politik (ketiadaan SOP perlindungan data), ekonomi (kebutuhan model pembiayaan operasional berkelanjutan), sosial (kesenjangan kompetensi digital guru), dan budaya (perlunya integrasi nilai lokal). Disimpulkan bahwa keberhasilan teknis tidak menjamin transformasi digital yang utuh; diperlukan penguatan tata kelola, skema pendanaan jangka menengah, pelatihan guru berkelanjutan, dan kurikulum kontekstual untuk mencapai potensi penuh GfE.
PENGARUH KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH TERHADAP PELAKSANAAN KEBERHASILAN MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DI SMP N 1 HILIDUHO Zalukhu, Webert Harapan Putra; Lahagu, Arianto; Lase, Asali; Harefa, Yearning
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i3.7317

Abstract

This research is motivated by the suboptimal competence of the principal in implementing school-based management (SBM), which has an impact on the less than optimal success of the implementation of SBM in educational units. This study aims to determine the effect of the principal's competence on the successful implementation of school-based management at SMP Negeri 1 Hiliduho in the 2024/2025 academic year. The type of research used is quantitative with a correlational survey method. The population in this study were all 30 teachers, and all of them were used as research samples (saturated samples). The instrument used in this study was a questionnaire that had been tested for validity and reliability. Hypothesis testing used the t test and simple linear regression. Based on the results of the t test, t count = 7.667 was greater than t table = 2.045, with a significance value of 0.000 <0.05, so Ha was accepted and Ho was rejected, which means there was a significant influence between the principal's competence on the successful implementation of school-based management. The results of the regression analysis indicate that principal competence contributed 52% to the success of SBM implementation, while the remaining 48% was influenced by other factors not examined. Thus, it can be concluded that principal competence influences the success of school-based management implementation at SMP Negeri 1 Hiliduho. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya kompetensi kepala sekolah dalam melaksanakan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS), yang berdampak pada belum maksimalnya keberhasilan pelaksanaan MBS di satuan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi kepala sekolah terhadap pelaksanaan keberhasilan manajemen berbasis sekolah di SMP Negeri 1 Hiliduho pada tahun ajaran 2024/2025.Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru yang berjumlah 30 orang, dan seluruhnya dijadikan sampel penelitian (sampel jenuh). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Pengujian hipotesis menggunakan uji t dan regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil uji t diperoleh t hitung = 7,667 lebih besar dari t tabel = 2,045, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05, maka Ha diterima dan Ho ditolak, yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara kompetensi kepala sekolah terhadap keberhasilan pelaksanaan manajemen berbasis sekolah. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa kompetensi kepala sekolah memberikan kontribusi sebesar 52% terhadap keberhasilan pelaksanaan MBS, sedangkan sisanya sebesar 48% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kompetensi kepala sekolah berpengaruh terhadap keberhasilan pelaksanaan manajemen berbasis sekolah di SMP Negeri 1 Hiliduho.
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN PARTISIPATIF KEPALA MADRASAH, BUDAYA KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP PROFESIONALISME GURU MADRASAH ALIYAH PADA LEMBAGA PENDIDIKAN MA'ARIF DI KABUPATEN KENDAL Adam, Kun Muhandis; Nurkolis, Nurkolis; Sumarno, Sumarno
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i1.4719

Abstract

Teacher professionalism, including expertise, commitment, and self-development, is crucial for the quality of education. This study aims to analyze the partial and simultaneous effects of the participatory leadership style of the madrasah principal, work culture, and teacher work motivation on teacher professionalism. This quantitative correlational study involved 115 teachers as samples (population 162), using a questionnaire. Data analysis included prerequisite tests and simple and multiple linear regressions for hypothesis testing. The results showed that partially, participatory leadership style had a significant effect of 80.5% on teacher professionalism, work culture had a significant effect of 63.0%, and work motivation had the highest effect of 81.9%. Simultaneously, the three independent variables (participative leadership style, work culture, work motivation) had a very strong significant effect on teacher professionalism, explaining 89.5% of the variance. There was a significant combined effect of leadership, culture, and motivation factors. Principals are advised to conduct reflection and evaluation, increase the intensity of supervision, and provide continuous coaching in order to continue to improve teacher professionalism in madrasahs. ABSTRAKProfesionalisme guru, mencakup keahlian, komitmen, dan pengembangan diri, krusial bagi kualitas pendidikan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh parsial dan simultan dari gaya kepemimpinan partisipatif kepala madrasah, budaya kerja, dan motivasi kerja guru terhadap profesionalisme guru. Penelitian kuantitatif korelasional ini melibatkan 115 guru sebagai sampel (populasi 162), menggunakan kuesioner. Analisis data mencakup uji prasyarat dan regresi linier sederhana serta berganda untuk uji hipotesis. Hasil menunjukkan bahwa secara parsial, gaya kepemimpinan partisipatif berpengaruh signifikan sebesar 80,5% terhadap profesionalisme guru, budaya kerja berpengaruh signifikan 63,0%, dan motivasi kerja berpengaruh paling tinggi sebesar 81,9%. Secara simultan, ketiga variabel independen (gaya kepemimpinan partisipatif, budaya kerja, motivasi kerja) memberikan pengaruh signifikan yang sangat kuat terhadap profesionalisme guru, menjelaskan 89,5% variansinya. Terdapat pengaruh signifikan gabungan dari faktor kepemimpinan, budaya, dan motivasi. Kepala sekolah disarankan melakukan refleksi dan evaluasi, meningkatkan intensitas supervisi, serta pembinaan berkelanjutan guna terus meningkatkan profesionalisme guru di madrasah.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN SOSIOLOGI BERBASIS NILAI LOKKO SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL DI LINGKUNGAN SEKOLAH Sadriani, Andi; Anggryani, Vani; Jayadi, Asthin Bardan; Maharani, Annisa Putri
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i1.4725

Abstract

This study aims to analyze and develop a sociology learning model based on Lokko values ??as an effort to prevent sexual violence in the school environment, with the research location at SMAN 5 Makassar. The research method used is Research and Development (R&D) with the Willis and Wright development model design. The results of the study also show that in terms of feasibility and effectiveness, this module is very feasible and effective as indicated by the validation results with an average score of 85> and an average post-test score (79.5) higher than the pretest (39.6), and a gain of 0.7. Proving that the sociology learning model based on Lokko values ??is proven to be effective in improving students' understanding of sexual violence in grade XII with a high level of effectiveness. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengembangkan model pembelajaran sosiologi berbasis nilai Lokko sebagai upaya pencegahan kekerasan seksual di lingkungan sekolah, dengan lokasi penelitian di SMAN 5 Makassar. Metode penelitian yang dilakukan adalah Research and Development (R&D) dengan desain model pengembangan Willis dan Wright. Hasil penelitian pun menunjukkan bahwa dalam hal kelayakan dan efektifitas, modul ini sangat layak dan efektif ditunjukkan dengan hasil validasi dengan rata-rata skor 85> dan nilai rata-rata post-test (79,5) lebih tinggi daripada pretest (39,6), dan gain sebesar 0,7. Membuktikan bahwa model pembelajaran sosiologi berbasis nilai lokko terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang kekerasan seksual di kelas XII dengan tingkat efektivitas tinggi.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM KURIKULUM MERDEKA PADA PEMBELAJARAN IPAS KELAS V SDN 5 CAKRANEGARA Rizaldi, Imam; Sukri, Sukri; Amrullah, Lalu Wira Zain; Makki, Muhammad
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i1.4751

Abstract

This study aims to describe the planning, implementation, and evaluation of the implementation of differentiated learning in the Merdeka Curriculum in fifth grade science learning at SDN 5 Cakranegara, Mataram. Using a descriptive qualitative approach, data were collected from fifth grade teachers through interviews, observations, and documentation. Data analysis applied the Miles and Huberman model including data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study showed that the planning stage included diagnostic assessments to map student learning profiles, analysis of learning outcomes, and design of differentiated teaching strategies and tools with technology support. At the implementation stage, teachers act as facilitators and motivators, provide individual/group guidance, and apply differentiation to content, processes (methods/media), and products (final results) according to student characteristics and abilities. Learning evaluation is carried out through continuous reflection and analysis for improvement. It was concluded that the implementation of differentiated learning in this school went quite well, proven to be useful in meeting the needs of diverse students, increasing motivation, and learning outcomes. However, challenges were found such as limited teacher time in preparation and the need to develop the use of more varied learning media. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi implementasi pembelajaran berdiferensiasi dalam Kurikulum Merdeka pada pembelajaran IPAS kelas V di SDN 5 Cakranegara, Mataram. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan dari guru kelas V melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menerapkan model Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan tahap perencanaan mencakup asesmen diagnostik untuk memetakan profil belajar siswa, analisis capaian pembelajaran, serta perancangan strategi dan perangkat ajar berdiferensiasi dengan dukungan teknologi. Pada tahap pelaksanaan, guru berperan sebagai fasilitator dan motivator, memberikan bimbingan individual/kelompok, serta menerapkan diferensiasi pada konten, proses (metode/media), dan produk (hasil akhir) sesuai karakteristik serta kemampuan siswa. Evaluasi pembelajaran dilakukan melalui refleksi dan analisis berkelanjutan untuk perbaikan. Disimpulkan implementasi pembelajaran berdiferensiasi di sekolah ini berjalan cukup baik, terbukti bermanfaat memenuhi kebutuhan beragam siswa, meningkatkan motivasi, dan hasil belajar. Meskipun demikian, ditemukan tantangan seperti keterbatasan waktu guru dalam persiapan dan perlunya pengembangan pemanfaatan media pembelajaran yang lebih variatif.