cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
ISSN : 27979431     EISSN : 27978842     DOI : https://doi.org/10.51878/social.v1i2.447
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan IPS.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 574 Documents
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN VALUE CLARIFICATION TECHNIQUE (VCT) TERHADAP HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA SISWA SEKOLAH DASAR Kusnia Afnani; Nurul Aini; Arie Widya Murni; Muhammad Assegaf Baalwi; Arif Nur Hidayat
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.12956

Abstract

This study was motivated by the need to implement a learning model that could improve students' learning outcomes in Pancasila Education, especially on the topic of Rules in the School Environment. The purpose of this study was to determine the effect of the Value Clarification Technique (VCT) learning model on the learning outcomes of third-grade students at SDN Sidokepung 1. This research employed a quantitative approach using a Pre-Experimental Design with a One-Shot Case Study design. The sample consisted of 19 third-grade students. Data were collected through a posttest to measure cognitive learning outcomes and observation sheets to assess affective and psychomotor learning outcomes. The data were analyzed using the Shapiro-Wilk normality test and the One-Sample t-Test. The results showed that all data were normally distributed. The hypothesis testing indicated significance values of 0.001 for the cognitive domain, 0.000 for the affective domain, and 0.000 for the psychomotor domain (Sig. < 0.05), indicating that the null hypothesis was rejected and the alternative hypothesis was accepted. The mean score of the cognitive domain was 84.20, which exceeded the minimum mastery criterion, while the affective and psychomotor domains obtained mean scores of 68.41 and 66.64, respectively, which were below the minimum mastery criterion. It can be concluded that the implementation of the Value Clarification Technique (VCT) learning model had a significant effect on the Pancasila Education learning outcomes of third-grade students at SDN Sidokepung 1. ABSTRAK                                                        Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perlunya penerapan model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila pada materi Aturan di Lingkungan Sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) terhadap hasil belajar siswa kelas III SDN Sidokepung 1. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian Pre-Experimental Design menggunakan desain One-Shot Case Study. Sampel penelitian berjumlah 19 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes posttest pada ranah kognitif dan lembar observasi pada ranah afektif serta psikomotorik. Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji hipotesis One-Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh data berdistribusi normal. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi pada ranah kognitif sebesar 0,001, ranah afektif sebesar 0,000, dan ranah psikomotorik sebesar 0,000 (Sig. < 0,05), sehingga H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Rata-rata hasil belajar ranah kognitif sebesar 84,20 telah melebihi KKM, sedangkan ranah afektif sebesar 68,41 dan ranah psikomotorik sebesar 66,64 masih berada di bawah KKM. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran Value Clarification Technique (VCT) berpengaruh terhadap hasil belajar Pendidikan Pancasila siswa kelas III SDN Sidokepung 1.    
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DALAM PENGEMBANGAN SIKAP TOLERANSI PESERTA DIDIK KELAS VIII DI SMP NEGERI 6 SAMARINDA Syeninda Nuraliva Putri Elyan; Novita Majid; Moh. Bahzar; Wingkolatin Wingkolatin
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.12957

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran Pendidikan Pancasila dalam pengembangan sikap toleransi peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 6 Samarinda serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam proses pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan penelitian terdiri atas guru Pendidikan Pancasila dan peserta didik kelas VIII. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran Pendidikan Pancasila dalam pengembangan sikap toleransi dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Pada tahap perencanaan, guru mengintegrasikan nilai toleransi ke dalam Modul Ajar Kurikulum Merdeka melalui elemen Bhinneka Tunggal Ika dan Profil Pelajar Pancasila. Pada tahap pelaksanaan, guru menerapkan strategi diskusi kelompok heterogen yang memungkinkan peserta didik dari berbagai latar belakang suku, agama, dan kemampuan akademik berinteraksi secara langsung. Selain itu, guru menciptakan iklim kelas yang inklusif dengan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh peserta didik untuk menyampaikan pendapat. Pada tahap evaluasi, guru melakukan penilaian afektif melalui observasi sikap, jurnal perilaku, dan penilaian antarteman. Kendala yang ditemukan meliputi egoisme peserta didik, rendahnya rasa percaya diri, pengaruh lingkungan luar sekolah, dan terbentuknya kelompok eksklusif (sirkel). Untuk mengatasi kendala tersebut, guru berperan sebagai teladan, motivator, dan fasilitator dalam membangun budaya toleransi di lingkungan sekolah. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran Pendidikan Pancasila memiliki peran strategis dalam membentuk sikap toleransi peserta didik pada lingkungan sekolah yang heterogen.
PERAN MOTIVASI BELAJAR DALAM MEMEDIASI PENGARUH PROJECT-BASED LEARNING BERBASIS ISU SOSIAL LOKAL TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS Rusdiyana Tugy; Nanik Hindaryatiningsih; La Ode Safarudin
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.12958

Abstract

The low analytical reasoning skills of students due to the dominance of monotonous and teacher-centered conventional teaching are the background of this research activity. These operational problems trigger the sluggish attention of junior high school students in interpreting sociocultural problems around them. The main focus of this scientific study is to detect the mediating role of learning motivation variables on the influence of Project-Based Learning based on local social issues in boosting students' critical thinking skills in Social Studies learning. This quantitative research path applies an explanatory research design through proportional random sampling of 251 active students. Primary field data collection was collected through a closed Likert scale questionnaire technique, which was then analyzed using structural equation modeling Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS). Quantitative data from empirical testing revealed a direct effect of the project-based model on critical thinking with a significant positive value with a path coefficient of 0.412. In line with that, the indirect effect coefficient through the mediating variable recorded a significance figure of 0.534. The main conclusion of the study confirms that learning motivation has been proven to convincingly carry out a partial mediation function in strengthening the acceleration of students' spatial problem solving. This instructional pattern is highly recommended for curriculum practitioners as an essential curative strategy to create a contextual and meaningful learning ecosystem. ABSTRAK Rendahnya ketajaman penalaran analitis siswa akibat dominasi pengajaran konvensional yang monoton dan berpusat pada guru melatarbelakangi kegiatan penelitian ini. Masalah operasional tersebut memicu kelesuan perhatian siswa sekolah menengah pertama dalam menafsirkan problem sosiokultural di sekitarnya. Fokus utama kajian ilmiah ini adalah mendeteksi peran mediasi dari variabel motivasi belajar terhadap pengaruh Project-Based Learning berbasis isu sosial lokal dalam mendongkrak kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Jalur riset kuantitatif ini menerapkan desain explanatory research melalui penarikan sampel secara proportional random sampling terhadap 251 siswa aktif. Pengumpulan data primer lapangan dihimpun lewat teknik angket kuesioner skala Likert tertutup, yang selanjutnya dianalisis menggunakan pemodelan persamaan struktural Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS). Data kuantitatif hasil pengujian secara empiris menyingkap pengaruh langsung model berbasis proyek terhadap berpikir kritis bernilai positif signifikan dengan koefisien jalur 0,412. Selaras dengan itu, koefisien pengaruh tidak langsung melalui variabel mediasi mencatatkan angka signifikansi sebesar 0,534. Simpulan utama penelitian menegaskan bahwa motivasi belajar terbukti secara meyakinkan menjalankan fungsi mediasi parsial dalam memperkuat akselerasi pemecahan masalah spasial siswa. Pola instruksional ini sangat direkomendasikan bagi praktisi kurikulum sebagai strategi kuratif esensial untuk melahirkan ekosistem belajar yang kontekstual dan bermakna.    
HUBUNGAN PENDIDIK, PESERTA DIDIK, DAN MASYARAKAT: ANALISIS SOSIAL PEMBENTUKAN KARAKTER GENERASI MUDA Fitriasari Fitriasari; Muh. Asril; Alya Devika; Samsinar Syarifuddin
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.12960

Abstract

The rapid flow of digital transformation, which has triggered the phenomenon of social dysfunction in the form of a decline in public communication ethics and the degradation of the morality of the younger generation, is the background to this scientific study. These macro issues demand integrated collaborative governance to fortify adolescent personalities from the negative impacts of cyber modernity. The main focus of this research is a sociological analysis of the triad relationship between the role of educators, the existence of students, and societal structures in character formation. The research steps were carried out using a qualitative approach with a library research method for the period 2020-2026. The actual data collection procedure was collected through the study of curriculum document texts and the processing of relevant secondary literature, which was then executed through content analysis techniques including data reduction, logical presentation, and drawing sociological conclusions. Theoretical findings reveal that the non-formal community environment acts as an active sociological space as well as a real laboratory that dictates students' emotional and spiritual maturity. Community social supervision (social control) significantly strengthens the function of traditional controls in reducing deviant behavior. The main conclusion confirms that the synergistic integration between the three educational centers successfully realizes the formation of a balanced and responsive human character responsive to the challenges of the times. Educators are recommended to design dialogical-contextual guidance strategies that consistently involve local religious figures. ABSTRAK Derasnya arus transformasi digital yang memicu fenomena disfungsi sosial berupa penurunan etika komunikasi publik serta degradasi moralitas generasi muda melatarbelakangi kajian ilmiah ini. Masalah makro tersebut menuntut adanya tata kelola kolaboratif terintegrasi guna membentengi kepribadian remaja dari dampak negatif modernitas siber. Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis secara sosiologis hubungan triad antara peran pendidik, eksistensi peserta didik, dan struktur masyarakat dalam pembentukan karakter. Langkah-langkah penelitian dijalankan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) periode 2020-2026. Prosedur pengumpulan data aktual dihimpun lewat studi teks dokumen kurikulum serta pengolahan literatur sekunder yang relevan, yang selanjutnya dieksekusi melalui teknik analisis isi (content analysis) meliputi reduksi data, penyajian logis, dan penarikan kesimpulan sosiologis. Temuan teoretis menyingkap bahwa lingkungan nonformal masyarakat bertindak sebagai ruang sosiologis aktif sekaligus laboratorium rill yang mendikte kematangan emosional dan spiritual siswa. Pengawasan sosial (social control) komunitas secara signifikan memperkuat fungsi kontrol tradisional dalam mereduksi perilaku menyimpang. Simpulan utama menegaskan bahwa integrasi sinergis antartiga pusat pendidikan sukses merealisasikan pembentukan karakter insan kamil yang seimbang dan responsif terhadap tantangan zaman. Pendidik direkomendasikan merancang strategi bimbingan dialogis-kontekstual yang melibatkan tokoh agama lokal secara konsisten.    
PERAN PEKERJA SOSIAL DALAM PELAYANAN REHABILITASI SOSIAL BAGI EKS PEKERJA SEKS KOMERSIAL (PSK) DI UNIT PELAKSANA TEKNIS PUSAT PELAYANAN SOSIAL KARYA WANITA (PPSKW) MATTIRO DECENG MAKASSAR Yuyun Yulia; Muh. Syarif Ahmad; Muttaqin Muttaqin
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.12961

Abstract

This study aims to analyze in-depth the role of social workers in providing social rehabilitation services for former commercial sex workers (CSWs) at the Mattiro Deceng Community Service Unit (UPT PPSKW), Makassar, to address complex issues such as social stigma, trauma, and limited skills. This study employed a mixed-methods approach with a sequential explanatory model, employing a qualitative phenomenological approach as the primary method for exploring in-depth experiences. Quantitative data were used through a Likert-scale questionnaire survey to strengthen the findings. The analysis showed that social workers at the Mattiro Deceng UPT PPSKW optimally implemented eight professional roles. All roles were categorized as very frequently performed: Enabler (mean 4.46), Broker (4.45), Counselor (4.6), Mediator (4.42), Educator (4.5), Advocate (4.2), Case Manager (4.4), and Change Agent (4.4). The Counselor role received the highest score (4.6), indicating a primary focus on the psychological recovery of beneficiaries. In contrast, the Advocate role received the lowest score (4.2), reflecting the presence of structural barriers or challenges in the rights advocacy process. Overall, the integration of qualitative and quantitative data confirms that the implementation of these eight roles significantly contributes to the psychosocial recovery, skills development, and successful social reintegration of former sex workers into society. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam peran pekerja sosial dalam memberikan pelayanan rehabilitasi sosial bagi eks Pekerja Seks Komersial (PSK) di UPT PPSKW Mattiro Deceng, Makassar, guna mengatasi permasalahan kompleks seperti stigma sosial, trauma, dan keterbatasan keterampilan. Penelitian ini menggunakan mixed methods dengan model sekuensial eksplanatori yang menempatkan pendekatan kualitatif fenomenologi sebagai metode utama untuk menggali pengalaman mendalam, serta didukung oleh data kuantitatif melalui survei kuesioner skala Likert untuk memperkuat temuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pekerja sosial di UPT PPSKW Mattiro Deceng telah mengimplementasikan delapan peran profesional secara optimal. Seluruh peran berada dalam kategori sangat sering dilakukan, yaitu: Enabler (mean 4,46), Broker (4,45), Counselor (4,6), Mediator (4,42), Educator (4,5), Advocate (4,2), Case Manager (4,4), dan Change Agent (4,4). Peran Counselor memperoleh skor tertinggi (4,6), yang menunjukkan fokus utama pada pemulihan kondisi psikologis penerima manfaat. Sebaliknya, peran Advocate mendapatkan skor terendah (4,2), yang merefleksikan adanya hambatan atau tantangan struktural dalam proses pembelaan hak. Secara keseluruhan, integrasi data kualitatif dan kuantitatif mengonfirmasi bahwa pelaksanaan kedelapan peran tersebut memberikan kontribusi signifikan terhadap pemulihan psikososial, peningkatan keterampilan, serta keberhasilan proses reintegrasi sosial para eks PSK ke tengah masyarakat.    
MEDIA KOMIK EDUKATIF DALAM MENANAMKAN NILAI KARAKTER RELIGIUS DAN GOTONG ROYONG PADA PENDIDIKAN PANCASILA KELAS V Widia Ningsih; Nita Kurniasih; Suherli Kusmana
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.13215

Abstract

Instilling religious and mutual cooperation character values is one of the primary goals of Pancasila Education in elementary schools. However, its implementation remains challenging because students often show limited interest in conventional learning, resulting in less optimal internalization of character values. Educational comic media offers an alternative by presenting learning materials in an engaging, contextual, and student-centered manner. This study aims to describe the use of educational comic media in instilling religious and mutual cooperation character values in Pancasila Education learning for fifth-grade students at SD Negeri 1 Panembahan. The study employed a qualitative approach with a descriptive research design. The research subjects consisted of 40 fifth-grade students and their classroom teacher. Data were collected through questionnaires, observations, and interviews. The data were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing, while triangulation was applied to ensure data validity. The findings indicate that educational comic media effectively supports the development of religious and mutual cooperation character values among students. Questionnaire results showed that 52.50% of students were in the very high category and 47.50% were in the high category. Observation results revealed that students demonstrated positive behaviors such as praying, expressing gratitude, being honest, respecting differences, cooperating with peers, helping others, and showing concern for group success. Interview findings also showed that educational comics increased students’ enthusiasm, participation, and understanding of learning materials and character values. Therefore, educational comic media can serve as an effective learning medium to support the strengthening of religious and mutual cooperation character values in elementary school education. ABSTRAK Penanaman karakter religius dan gotong royong merupakan salah satu tujuan utama pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi tantangan karena peserta didik cenderung kurang tertarik pada pembelajaran yang bersifat konvensional sehingga nilai-nilai karakter belum terinternalisasi secara optimal. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah media komik edukatif yang menyajikan materi pembelajaran secara menarik, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media komik edukatif dalam menanamkan nilai karakter religius dan gotong royong pada pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas V SD Negeri 1 Panembahan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas 40 peserta didik kelas V dan guru kelas V. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket, observasi, dan wawancara. Data dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media komik edukatif mampu mendukung penanaman nilai karakter religius dan gotong royong pada peserta didik. Hasil angket menunjukkan peserta didik berada pada kategori sangat tinggi sebesar 52,50% dan berada pada kategori tinggi sebesar 47,50%. Hasil observasi menunjukkan peserta didik terbiasa berdoa, bersyukur, bersikap jujur, menghargai perbedaan, bekerja sama, membantu teman, dan menunjukkan kepedulian terhadap kelompok. Hasil wawancara mengungkapkan bahwa media komik edukatif meningkatkan antusiasme, partisipasi, serta pemahaman peserta didik terhadap materi dan nilai karakter yang dipelajari. Dengan demikian, media komik edukatif dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang efektif dalam mendukung penguatan karakter religius dan gotong royong di sekolah dasar.
PERAN HASIL BELAJAR SEBAGAI MEDIATOR EFIKASI DIRI DAN STATUS SOSIAL EKONOMI TERHADAP ASPIRASI PENDIDIKAN SISWA Anggita Putri Nuraini; Wida Wulandari
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.13368

Abstract

Improving Indonesia’s Human Development Index (HDI) is closely linked to the role of education as a means of social mobility and transformation, making participation in higher education an important aspect of human resource development. However, students’ aspirations to pursue higher education may be influenced by psychological, academic, and socioeconomic factors. This study aims to examine and analyze a structural model of the determinants of educational aspirations among students at SMA Negeri 20 Surabaya, with academic achievement positioned as a mediating variable. A quantitative approach was employed, involving a sample of 226 students from Grades X and XI. The data were analyzed using Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) with SmartPLS 4. The results indicate that self-efficacy and academic achievement have positive and significant effects on educational aspirations, whereas socioeconomic status has no significant effect. The novelty of this study lies in integrating psychological, academic, and socioeconomic factors within a micro-level structural model and positioning academic achievement as a mediating variable. These findings highlight the importance of schools in sustaining and strengthening students’ aspirations to pursue higher education by continuously fostering self-efficacy and academic achievement. ABSTRAK Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indonesia tidak terlepas dari peran pendidikan sebagai sarana mobilitas dan perubahan sosial, sehingga partisipasi dalam pendidikan tinggi menjadi salah satu aspek penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Namun, aspirasi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dapat dipengaruhi oleh faktor psikologis, akademik, dan sosial ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis model struktural determinan aspirasi pendidikan siswa SMA Negeri 20 Surabaya dengan menempatkan hasil belajar sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel sebanyak 226 siswa kelas X dan XI. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri dan hasil belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap aspirasi pendidikan, sedangkan status sosial ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap aspirasi pendidikan. Kebaruan penelitian terletak pada pengintegrasian faktor psikologis, akademik, dan sosial ekonomi dalam model struktural pada lingkup mikro serta penempatan hasil belajar sebagai variabel mediasi. Temuan penelitian mengimplikasikan pentingnya peran sekolah dalam mempertahankan dan memperkuat aspirasi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi melalui penguatan efikasi diri dan pencapaian akademik secara berkelanjutan.
PENGARUH METODE SIMULASI PARLEMEN PADA MATERI SUPERSEMAR DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH TERHADAP KEMAMPUAN DELIBERATIF SISWA Nur Azizah; Agus Suprijono
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.13450

Abstract

ABSTRACT Deliberative competence is an essential outcome of history education because it equips students to construct reasoned arguments, engage in constructive dialogue, and make decisions through collective consideration. Nevertheless, history instruction remains largely teacher-centered, limiting opportunities for students to debate, exchange perspectives, and develop shared decision-making skills, particularly in learning about the Supersemar event. This study examines the effectiveness of the parliamentary simulation method in strengthening students' deliberative competence at SMKS Sejahtera Surabaya. A quantitative approach was employed using a quasi-experimental design with a nonequivalent control group. The participants comprised 52 students selected through purposive sampling, including 26 students in the experimental class and 26 in the control class. Data were collected through tests, questionnaires, observations, and documentation, and subsequently analyzed using normality and homogeneity tests, an Independent Samples t-test, and Cohen's d effect size analysis. The findings revealed a highly significant difference between the two groups, with a significance value of 0.000 (p < 0.05). Moreover, the intervention demonstrated a large effect size, indicated by a Cohen's d value of 1.7. These results suggest that the parliamentary simulation method effectively enhances students' ability to analyze historical issues, formulate rational arguments, and reach collective decisions, making it a promising instructional strategy for promoting active participation and strengthening democratic competencies in history learning. ABSTRAK Pembelajaran sejarah tidak hanya ditujukan untuk memperluas pemahaman terhadap peristiwa masa lalu, tetapi juga menjadi ruang bagi peserta didik untuk membangun kemampuan berdialog, menyusun argumentasi yang berlandaskan alasan, dan menghasilkan keputusan melalui proses musyawarah. Kondisi tersebut belum sepenuhnya terwujud karena proses pembelajaran masih cenderung berorientasi pada penyampaian materi oleh guru, sehingga interaksi deliberatif peserta didik, terutama pada pembahasan materi Supersemar, belum berkembang secara optimal. Penelitian ini mengkaji efektivitas penerapan metode simulasi parlemen dalam memperkuat kemampuan deliberatif peserta didik di SMKS Sejahtera Surabaya. Kajian dilaksanakan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui rancangan quasi-experimental dengan desain nonequivalent control group. Sebanyak 52 peserta didik dipilih melalui purposive sampling dan dibagi ke dalam kelas eksperimen (26 peserta didik) serta kelas kontrol (26 peserta didik). Pengumpulan data memanfaatkan tes, angket, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis dilakukan melalui uji normalitas, homogenitas, Independent Samples t-test, dan perhitungan effect size Cohen's d. Analisis menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan antara kedua kelompok dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05). Besarnya pengaruh perlakuan juga tergolong tinggi, ditunjukkan oleh nilai Cohen's d sebesar 1,7. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa simulasi parlemen mampu memperkuat kemampuan peserta didik dalam menganalisis persoalan, menyampaikan argumentasi secara rasional, serta merumuskan keputusan bersama, sehingga layak dipertimbangkan sebagai strategi pembelajaran sejarah yang mendukung partisipasi aktif dan pengembangan kompetensi demokratis.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN E-COMIC MITIGASI BENCANA BANJIR PADA PEMBELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 4 SEMARANG Aisya Isma Amalia; Noviani Achmad Putri
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.13548

Abstract

Disaster preparedness is essential given that Indonesia has many disaster-prone areas, one of which is flooding, which occurs most frequently and has a significant impact on people's lives. Semarang City is one of the regions with a high flood vulnerability level, where SMP Negeri 4 Semarang located in Gayamsari District, is one of the schools situated in a flood-prone area. However, the Social Studies (IPS) subject taught has not yet comprehensively discussed the potential and mitigation of flood disasters, leaving students largely unfamiliar with the topic. This study aims to develop and determine the feasibility of an e-comic learning media on flood disaster mitigation as a learning media for seventh-grade Social Studies at SMP Negeri 4 Semarang. This research is a developmental study (Research and Development/R&D) based on Sugiyono's development steps with a Level 1 test, meaning the research was conducted up to the design revision stage without being tested on students. Product feasibility assessment was carried out by a material expert, a media expert, and three Social Studies teachers at SMP Negeri 4 Semarang. The results showed that the media expert validation obtained a final percentage of 99% categorized as very feasible, the material expert validation obtained a final percentage of 94% categorized as very feasible, and the assessment by the three Social Studies teachers obtained a final percentage of 97.67% categorized as practical. Based on the overall assessment results, the flood disaster mitigation e-comic is declared feasible for use as a Social Studies learning medium for seventh-grade students at SMP Negeri 4 Semarang. ABSTRAK Kesiapsiagaan bencana perlu dipersiapkan karena Indonesia memiliki banyak wilayah rawan bencana, salah satunya banjir yang paling sering terjadi dan berdampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat. Kota Semarang termasuk sebagai salah satu wilayah dengan tingkat kerawanan banjir yang tinggi, di mana SMP Negeri 4 Semarang yang berlokasi di Kecamatan Gayamsari merupakan salah satu sekolah yang berada di kawasan rawan banjir.  Namun, materi IPS yang diajarkan belum membahas potensi dan mitigasi bencana banjir secara mendalam, sehingga peserta didik masih awam mengenai topik tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengetahui kelayakan media pembelajaran e-comic mitigasi bencana banjir sebagai media pembelajaran IPS kelas VII SMP Negeri 4 Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development/R&D) yang berdasarkan pada langkah-langkah pengembangan menurut Sugiyono dengan uji level 1 yang berarti penelitian dilaksanakan hingga tahap revisi desain tanpa diujicobakan pada peserta didik. Penilaian kelayakan produk dilakukan oleh ahli materi, ahli media, dan tiga guru mata pelajaran IPS SMP Negeri 4 Semarang. Hasil validasi ahli media mendapatkan persentase akhir 99% dengan kategori sangat layak, hasil validasi ahli materi mendapatkan persentase akhir 94% dengan kategori sangat layak, dan hasil penilaian ketiga guru mata pelajaran IPS mendapatkan rata-rata persentase 96,67% dengan kategori praktis. Berdasarkan keseluruhan hasil penilaian tersebut, e-comic mitigasi bencana banjir dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran IPS kelas VII SMP Negeri 4 Semarang.    
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS KUIS DIGITAL TERHADAP MINAT BELAJAR IPAS SISWA KELAS V SD NEGERI JOMBOR 01 Amalia Enjang Syahryan; Nurratri Kurnia Sari
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.13710

Abstract

ABSTRACT Low student interest in learning Integrated Science and Social Studies (IPAS) remains a challenge in elementary education, highlighting the need for innovative learning media that actively engage students in the learning process. This study aimed to analyze the effect of digital quiz-based learning media on the learning interest of fifth-grade students at SD Negeri Jombor 01 during the 2025/2026 academic year. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a posttest-only control group design. The participants consisted of 54 students divided into an experimental class and a control class. The research procedures included preparing instructional materials, implementing digital quiz-based learning in the experimental class, conducting conventional instruction in the control class, administering a posttest using a learning-interest questionnaire, and analyzing the data through descriptive statistics and the Independent Samples t-test. The findings revealed that the use of digital quiz-based learning media had a positive and statistically significant effect on students' interest in learning IPAS. Students in the experimental class demonstrated higher learning interest than those in the control class based on the statistical test results. These findings indicate that digital quiz-based learning media create a more interactive and engaging learning environment while encouraging active student participation. Therefore, digital quiz-based learning media can serve as an effective alternative for improving elementary school students' interest in learning IPAS. ABSTRAK Rendahnya minat belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) menjadi salah satu tantangan dalam pembelajaran di sekolah dasar sehingga diperlukan media pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis kuis digital terhadap minat belajar IPAS siswa kelas V SD Negeri Jombor 01 Tahun Pelajaran 2025/2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian quasi experiment dan desain posttest-only control group design. Subjek penelitian berjumlah 54 siswa yang dibagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Penelitian dilaksanakan melalui tahap penyusunan perangkat pembelajaran, pemberian perlakuan menggunakan media kuis digital pada kelas eksperimen, pelaksanaan pembelajaran konvensional pada kelas kontrol, pemberian posttest berupa angket minat belajar, serta analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji Independent Samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis kuis digital memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap minat belajar IPAS siswa, yang ditunjukkan oleh minat belajar siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol berdasarkan hasil uji statistik. Temuan ini menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis kuis digital mampu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, menarik, dan mendorong partisipasi aktif siswa. Dengan demikian, media pembelajaran berbasis kuis digital dapat dijadikan sebagai alternatif yang efektif untuk meningkatkan minat belajar IPAS pada siswa sekolah dasar.