cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I) Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, NTB
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS
ISSN : 27979431     EISSN : 27978842     DOI : https://doi.org/10.51878/social.v1i2.447
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pendidikan IPS.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 574 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DOJAS (LUDO SEJARAH BERBASIS SCRACTH) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS XI Rahmawati Dwi Lestari; M. Faris Abdil Aziz; Satrio Wibowo
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.13831

Abstract

ABSTRACT Low learning motivation remains a major challenge in history education, highlighting the need for instructional media that can provide more engaging, interactive, and learner-centered learning experiences aligned with the characteristics of students in the digital era. In response to this issue, this study developed DOJAS, an educational game-based history learning media integrated with digital technology, and examined its contribution to improving students' learning motivation. The study employed the Research and Development (R&D) method, while the media development process was guided by the Didactical Design Research (DDR) framework, which included needs analysis, didactical design, development, implementation, and evaluation. The participants were 30 eleventh-grade students from the Visual Communication Design program at SMK Yapalis Krian. Data were collected through expert validation, classroom observations, and learning motivation questionnaires, and were analyzed using feasibility percentages and N-gain. The findings revealed that DOJAS achieved a very high level of feasibility, with validation scores of 87% from the media expert and 90% from the subject matter expert. Its implementation was also followed by an improvement in students' learning motivation, as indicated by an N-gain score of 0.80 (high category) and supported by an observation score of 87.5%. These findings suggest that DOJAS contributes to enhancing learning motivation by integrating gameplay, collaboration, and technology-based content exploration into a unified learning experience, making it a promising alternative for more participatory history learning. ABSTRAK Motivasi belajar yang rendah masih menjadi salah satu tantangan dalam pembelajaran sejarah sehingga diperlukan media yang mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif, menarik, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik di era digital. Berangkat dari kondisi tersebut, penelitian ini mengembangkan media DOJAS sebagai media pembelajaran sejarah berbasis permainan edukatif yang dipadukan dengan teknologi digital sekaligus menganalisis kontribusinya terhadap peningkatan motivasi belajar siswa. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode Research and Development (R&D), sedangkan proses pengembangan media mengacu pada kerangka Didactical Design Research (DDR) yang meliputi analisis kebutuhan, perancangan desain didaktis, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Penelitian melibatkan 30 siswa kelas XI DKV 1 SMK Yapalis Krian. Data diperoleh melalui validasi ahli, observasi, dan angket motivasi belajar, kemudian dianalisis menggunakan persentase kelayakan dan N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa DOJAS memperoleh tingkat kelayakan sangat tinggi dengan skor validasi ahli media sebesar 87% dan ahli materi sebesar 90%. Penerapan media juga diikuti peningkatan motivasi belajar dengan nilai N-gain sebesar 0,80 (kategori tinggi) serta didukung oleh hasil observasi sebesar 87,5%. Temuan tersebut menunjukkan bahwa DOJAS berkontribusi terhadap peningkatan motivasi belajar melalui integrasi aktivitas bermain, kolaborasi, dan eksplorasi materi berbasis teknologi digital sehingga berpotensi menjadi alternatif pembelajaran sejarah yang lebih partisipatif.
JELAJAH KOTA LAMA SURABAYA SEBAGAI STRATEGI MENARIK MINAT BELAJAR GENERASI Z Aza Laili Amalia; Sri Mastuti Purwaningsih
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.14014

Abstract

The research is motivated by students’ low interest in history learning, which is often perceived as monotonous, textual, and less relevant to their daily lives. Kota Lama Surabaya, as a historical area, has strong potential to be used as a contextual learning medium because it preserves colonial traces, the development of a port city, and the social dynamics of Surabaya in the past. This study aims to analyze the design and implementation of history learning through outdoor learning at historical sites, identify the challenges and supporting factors faced by teachers, and examine students’ responses to outdoor learning activities. This research employed a qualitative method with data collected through observation, in-depth interviews, questionnaires, and documentation. The research subjects consisted of history teachers from SMA Kartika IV–3 Surabaya, SMAN 8 Surabaya, SMAN 19 Surabaya, SMA Hang Tuah 1 Surabaya, and SMKN 5 Surabaya, as well as several students as supporting informants. The findings show that outdoor learning at historical sites provides students with a more concrete, visual, contextual, and engaging learning experience. Students responded positively through various activities, such as site observation, group discussion, note-taking, photo and video documentation, vlog production, paper writing, digital poster creation, and presentation. However, the implementation still faces several obstacles, including cost, school permission, transportation, weather conditions, limited teacher supervision, limited visiting time, and differences in students’ levels of interest. With systematic planning, teacher assistance, clear student worksheets, and well-managed field activities, outdoor learning in Kota Lama Surabaya has the potential to become an effective history learning strategy to increase Generation Z’s interest in learning history. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya ketertarikan siswa terhadap pembelajaran sejarah yang sering dianggap monoton, tekstual, dan kurang relevan dengan kehidupan peserta didik. Kota Lama Surabaya sebagai kawasan bersejarah memiliki potensi sebagai media belajar kontekstual karena menyimpan jejak kolonial, perkembangan kota pelabuhan, serta dinamika sosial masyarakat Surabaya pada masa lalu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rancangan dan pelaksanaan pembelajaran sejarah berbasis outdoor learning di situs sejarah, mengidentifikasi tantangan serta faktor pendukung yang dihadapi guru, dan mengetahui respons siswa terhadap kegiatan pembelajaran luar kelas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, angket, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru sejarah dari SMA Kartika IV–3 Surabaya, SMAN 8 Surabaya, SMAN 19 Surabaya, SMA Hang Tuah 1 Surabaya, dan SMKN 5 Surabaya, serta beberapa siswa sebagai informan pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran luar kelas di situs sejarah mampu menghadirkan pengalaman belajar yang lebih konkret, visual, kontekstual, dan tidak membosankan. Siswa menunjukkan respons positif melalui kegiatan observasi, diskusi, pencatatan informasi, dokumentasi foto atau video, pembuatan vlog, makalah, poster digital, dan presentasi. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa biaya, perizinan, transportasi, cuaca, keterbatasan guru pendamping, waktu kunjungan, dan perbedaan tingkat ketertarikan siswa. Dengan perencanaan yang sistematis, pendampingan guru, LKPD yang jelas, dan pengelolaan kegiatan lapangan yang matang, outdoor learning di Kota Lama Surabaya berpotensi menjadi strategi pembelajaran sejarah yang efektif untuk menarik minat belajar Generasi Z.
EVALUASI KEBIJAKAN LOGISTIK BENCANA SUMBER DANA APBD DI KABUPATEN BARRU Syamsuriadi; Wahyu Nurdiansyah Nurdin; Muh. Syarif Ahmad
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.14053

Abstract

ABSTRACT Disaster logistics distribution is a critical component of disaster management because it determines the timely, accurate, and equitable fulfillment of the basic needs of affected communities. However, its implementation continues to face various challenges that may reduce the effectiveness of aid distribution. This study aims to evaluate the disaster logistics distribution policy funded by the Regional Revenue and Expenditure Budget (APBD) in Barru Regency. The research employed a qualitative approach using a case study method. The study involved 14 informants, consisting of the Head of the Social Affairs, Women's Empowerment and Child Protection Office, the Head of the Social Protection and Security Division, five members of the Disaster Preparedness Cadets (TAGANA), and seven community members who received disaster logistics assistance. Data were analyzed using William N. Dunn's policy evaluation framework, which includes effectiveness, efficiency, adequacy, equity, responsiveness, and appropriateness. The findings indicate that the disaster logistics distribution policy in Barru Regency has generally been implemented effectively in meeting the basic needs of disaster-affected communities. Nevertheless, several challenges remain, including limited access to disaster-affected areas, suboptimal victim data collection, inadequate distribution vehicles, and insufficient fulfillment of the needs of vulnerable groups. The study concludes that the effectiveness of disaster logistics distribution is determined not only by budget availability but also by the quality of needs assessment, disaster data integration, interagency coordination, and volunteer participation. Therefore, strengthening a digital-based disaster logistics information system is essential to improve the effectiveness, accuracy, and equity of disaster aid distribution. ABSTRAK Penyaluran logistik bencana merupakan salah satu aspek penting dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana karena menentukan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat terdampak secara cepat, tepat, dan merata. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai kendala yang berpotensi mengurangi efektivitas distribusi bantuan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kebijakan penyaluran logistik bencana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Kabupaten Barru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan penelitian berjumlah 14 orang yang terdiri atas Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, lima anggota Taruna Siaga Bencana (TAGANA), serta tujuh masyarakat penerima bantuan logistik. Data dianalisis menggunakan model evaluasi kebijakan William N. Dunn yang meliputi efektivitas, efisiensi, kecukupan, perataan, responsivitas, dan ketepatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan penyaluran logistik bencana di Kabupaten Barru secara umum telah berjalan cukup efektif dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak. Meskipun demikian, masih ditemukan kendala berupa keterbatasan akses menuju lokasi bencana, belum optimalnya pendataan korban, keterbatasan armada distribusi, serta belum terpenuhinya kebutuhan kelompok rentan secara maksimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas penyaluran logistik tidak hanya dipengaruhi oleh ketersediaan anggaran, tetapi juga oleh kualitas asesmen, integrasi data kebencanaan, koordinasi antarinstansi, dan partisipasi relawan. Oleh karena itu, penguatan sistem informasi logistik kebencanaan berbasis digital diperlukan untuk meningkatkan efektivitas, ketepatan, dan pemerataan distribusi bantuan.
UPAYA GURU KELAS IV DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER DISIPLIN DAN TANGGUNG JAWAB DI SEKOLAH DASAR Windah Septi Ashari; Humairah Humairah; Ahmad Ipmawan Kharisma
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.14144

Abstract

Fostering discipline and responsibility is fundamental to primary education, yet implementation still faces challenges such as low student compliance with school rules, poor time management, and underdeveloped responsibility in school life. This study aims to describe a fourth-grade teacher's efforts in fostering students' discipline and responsibility, and to identify the supporting and inhibiting factors involved at SD Muhammadiyah 1 Pucuk. A descriptive qualitative approach was used, with data collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the Miles and Huberman model. The results show that the teacher fosters students' character through three main mechanisms: direct modeling, continuous habituation, and ongoing mentoring combined with positive reinforcement. Supporting factors include structured school routines and the teacher's active role as a model, while inhibiting factors include some students' inconsistency in attendance, task completion, and classroom responsibilities. These findings underscore the importance of sustained collaboration among teachers, schools, and parents to strengthen the equitable development of students' discipline and responsibility. ABSTRAK Pembentukan karakter disiplin dan tanggung jawab merupakan aspek fundamental pendidikan sekolah dasar, namun implementasinya masih menghadapi kendala seperti rendahnya kepatuhan terhadap tata tertib, lemahnya pengelolaan waktu, serta belum optimalnya penyelesaian tugas dan tanggung jawab siswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan upaya guru kelas IV dalam membentuk karakter disiplin dan tanggung jawab siswa, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya di SD Muhammadiyah 1 Pucuk. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru membentuk karakter siswa melalui tiga mekanisme utama, yaitu keteladanan langsung, pembiasaan berkelanjutan, serta pendampingan dan penguatan positif. Faktor pendukung meliputi program rutin sekolah yang terstruktur dan keteladanan aktif guru, sedangkan faktor penghambat meliputi inkonsistensi sebagian siswa dalam kehadiran, penyelesaian tugas, dan pelaksanaan tanggung jawab kelas. Temuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara guru, sekolah, dan orang tua untuk memperkuat pembentukan karakter disiplin dan tanggung jawab siswa secara merata.
MODEL, KONSEP, DESAIN, PENDEKATAN DAN MODEL PENGEMBANGAN KURIRKULUM Anik Idawati; Beliyawati Beliyawati; Agus Pahrudin; Sri Rahmi
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v5i2.5378

Abstract

Curriculum is a central element in the education system that determines the direction, content, and process of learning. However, in practice, there remains a significant gap between the ideal curriculum and its actual implementation in the field. Curricula are often not adaptive to the changing times, the diverse needs of learners, and the dynamic demands of a globalized world. This study aims to examine various conceptual models, designs, approaches, and curriculum development models through a literature review method. The research involved analyzing scholarly sources such as journal articles, academic books, and official educational policy documents published in the last ten years. Data were analyzed using a descriptive qualitative method with a thematic approach. The findings indicate that various curriculum development models—such as those by Tyler, Taba, and Bruner—and constructivist approaches are increasingly relevant to contemporary educational contexts. Furthermore, the integration of a strong conceptual model, learner-centered design, and participatory-reflective approaches emerges as essential in creating an adaptive and contextually responsive curriculum. This study concludes that effective curriculum development must be based on an integrative framework that bridges theory and practice, while also allowing room for future development through implementation trials at the institutional level. The results of this study are expected to contribute both theoretically and practically to curriculum policy formulation and educator capacity development in the era of transformative education. ABSTRAKKurikulum merupakan elemen sentral dalam sistem pendidikan yang menentukan arah, isi, dan proses pembelajaran. Namun dalam praktiknya, masih terdapat kesenjangan antara kurikulum yang diidealkan dengan implementasinya di lapangan. Kurikulum sering kali tidak adaptif terhadap perkembangan zaman, kebutuhan peserta didik, serta tuntutan global yang dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam berbagai model konseptual, desain, pendekatan, dan model pengembangan kurikulum melalui metode studi literatur. Penelitian dilakukan dengan menelaah sumber-sumber ilmiah seperti jurnal, buku, dan dokumen kebijakan pendidikan yang diterbitkan dalam sepuluh tahun terakhir. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beragam model dan pendekatan pengembangan kurikulum, seperti model Tyler, Taba, Bruner, dan pendekatan konstruktivistik yang semakin relevan untuk konteks pendidikan masa kini. Selain itu, ditemukan bahwa integrasi antara model konseptual, desain berbasis kebutuhan peserta didik, serta pendekatan partisipatif dan reflektif menjadi kunci dalam merancang kurikulum yang adaptif dan kontekstual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan kurikulum yang efektif harus didasarkan pada kerangka integratif yang mampu menjembatani antara teori dan praktik, serta membuka peluang bagi pengembangan lebih lanjut melalui uji implementasi di tingkat institusional. Hasil kajian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dan praktis dalam perumusan kebijakan kurikulum serta pengembangan kapasitas pendidik di era pendidikan transformatif.
INTENSI GURU IPS DALAM MENGAJARKAN JEJAK KARBON Lukki Lukitawati; Fredy Hermanto; Siti Ekowati Rusdini; M. Fikri Amrullah; Dyan Desi Madyarini
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.11974

Abstract

Climate change is a global issue requiring educational efforts to foster environmental awareness among the younger generation. One crucial concept for understanding human impact on climate is the carbon footprint. This study aims to analyze social studies teachers' intention to teach carbon footprint concepts by considering information sufficiency, attitudes toward the topic, and perceived behavioral control. This quantitative study involved 41 social studies teachers from the Social Studies Teachers Association (MGMP IPS) in Semarang City. Data were collected using questionnaires and analyzed descriptively. Results showed mean scores of 3.62 for information sufficiency, 3.77 for perceived behavioral control, and 3.91 for teaching intention. Meanwhile, the mean attitude score of 2.22 reflected disagreement with negative statements, indicating positive attitudes. These findings confirm that alongside information sufficiency, attitudes and perceived behavioral control play vital roles in shaping teachers' intentions to integrate carbon footprint education. ABSTRAK Perubahan iklim merupakan isu global yang memerlukan upaya pendidikan untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan generasi muda. Salah satu konsep penting dalam memahami dampak aktivitas manusia terhadap iklim adalah jejak karbon. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis intensi guru Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam mengajarkan konsep jejak karbon dalam pembelajaran, dengan mempertimbangkan faktor kecukupan informasi, sikap terhadap topik, serta persepsi mengenai kontrol perilaku dalam proses pengajaran. Penelitian kuantitatif ini melibatkan 41 guru IPS yang tergabung dalam Majelis Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS Kota Semarang. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan nilai rerata kecukupan informasi sebesar 3,62, persepsi kontrol perilaku sebesar 3,77, dan intensi mengajar sebesar 3,91. Sementara itu, nilai rerata sikap sebesar 2,22 mencerminkan ketidaksetujuan terhadap pernyataan negatif, yang mengindikasikan sikap positif guru. Temuan ini menegaskan bahwa selain kecukupan informasi, sikap dan persepsi kontrol perilaku berperan penting dalam membentuk niat guru mengintegrasikan pendidikan jejak karbon dalam pembelajaran IPS.    
PENGARUH PERSEPSI HARGA DAN VARIASI PRODUK TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN PADA TOKO PAKAIAN BINTANG RIZKI TULUNGAGUNG Nanda Aulia Rahma; Agus Sunaryo
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.12551

Abstract

The increasingly competitive fashion retail industry requires a deep understanding of the key factors influencing consumer purchase intentions. Although previous research has examined price perception and product variety, empirical findings still show inconsistencies and limited focus on local clothing retailers. This study aims to analyze the effect of price perception and product variety on consumer purchase intention at Bintang Rizki Clothing Store, Tulungagung. A quantitative associative approach was employed, targeting consumers visiting the store during the study period. A sample of 96 respondents was selected using the accidental sampling technique. Data were collected via questionnaires and analyzed using multiple linear regression in SPSS. The results reveal that price perception has a positive and significant effect on purchase intention (t=3.652; p<0.05) as the dominant variable. Product variety also shows a positive and significant effect (t=3.210; p<0.05). Simultaneously, both variables significantly influence purchase intention (F=25.002; p<0.05) with an Adjusted R Square of 0.336. This novelty highlights that price perception outweighs product variety for local retailers. ABSTRAK Persaingan bisnis ritel fashion yang semakin kompetitif menuntut pemahaman mendalam mengenai faktor penentu minat beli konsumen. Meskipun penelitian terdahulu telah mengkaji persepsi harga dan variasi produk, hasil empiris masih menunjukkan ketidakkonsistenan serta terbatasnya studi pada ritel pakaian lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh persepsi harga dan variasi produk terhadap minat beli konsumen pada Toko Pakaian Bintang Rizki Tulungagung. Pendekatan kuantitatif asosiatif digunakan dengan populasi konsumen toko selama periode operasional penelitian. Sampel berjumlah 96 responden yang diperoleh melalui teknik accidental sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis memakai regresi linear berganda software SPSS. Hasil pengujian menunjukkan persepsi harga berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli (t=3,652; p<0,05), serta menjadi variabel paling dominan. Variasi produk juga berpengaruh positif dan signifikan (t=3,210; p<0,05). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan (F=25,002; p<0,05) dengan Adjusted R Square sebesar 0,336. Temuan ini menegaskan kebaruan bahwa pada ritel lokal, persepsi harga lebih unggul daripada kelengkapan variasi produk dalam mendorong minat beli.  
PENGARUH PENGGUNAAN DIGITAL MARKETING DAN INOVASI PRODUK TERHADAP KEBERLANJUTAN UMKM TEH POCI DI KABUPATEN TULUNGAGUNG Kamaludin Kamaludin; Nafik Umurul Hadi
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.12613

Abstract

Digital transformation encourages Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) to adopt technology-based marketing and product innovation to maintain business sustainability. However, previous studies show inconsistent results; some report direct effects on performance, while others find indirect effects depending on digital literacy, leaving its effectiveness in micro-scale beverage franchises needing empirical proof. This quantitative associative study aims to analyze the effect of digital marketing and product innovation on the sustainability of Teh Poci MSMEs in Tulungagung Regency. Data were gathered via questionnaires from 41 business owners selected through purposive sampling and analyzed using multiple linear regression as the primary method along with classical assumption tests, t-tests, and coefficient of determination. Results show that digital marketing has a positive and significant effect on MSME sustainability (β=0.334;p=0.004). Product innovation also has a positive and significant effect (β=0.610;p<0.001). Simultaneously, both variables explain 98.0% of the variance in MSME sustainability (R^2=0.980). In conclusion, utilizing digital media and continuous flavor innovation are essential pillars for ensuring the business sustainability of beverage franchises in Tulungagung. ABSTRAK Transformasi digital mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengadopsi pemasaran berbasis teknologi serta inovasi produk guna menjaga keberlanjutan usaha. Namun, studi terdahulu menunjukkan hasil tidak konsisten; sebagian mencatat dampak langsung pada kinerja, sementara studi lain menemukan efek tidak langsung yang bergantung pada literasi digital, sehingga efektivitasnya pada UMKM minuman waralaba skala mikro masih memerlukan pembuktian. Penelitian kuantitatif asosiatif ini bertujuan menganalisis pengaruh digital marketing dan inovasi produk terhadap keberlanjutan UMKM Teh Poci di Kabupaten Tulungagung. Data dihimpun via kuesioner dari 41 pemilik usaha yang dipilih melalui purposive sampling, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda sebagai metode utama dengan uji asumsi klasik, uji-t, dan koefisien determinasi. Hasil analisis menunjukkan digital marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberlanjutan usaha (β=0,334;p=0,004). Inovasi produk juga berpengaruh positif dan signifikan (β=0,610;p<0,001). Secara simultan, kedua variabel menjelaskan variansi keberlanjutan UMKM sebesar 98,0% (R^2=0,980). Kesimpulannya, pemanfaatan media digital dan inovasi variasi rasa secara berkesinambungan menjadi pilar utama dalam menjamin eksistensi bisnis waralaba minuman di Tulungagung.    
PENGEMBANGAN MEDIA TAKERANA BERBASIS GENIALLY BERBANTUAN LAGU UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MURID KELAS V Aviana Zuhrotun Nabilah; Putri Yanuarita Sutikno
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.12752

Abstract

The low learning outcomes of students on the diversity of Indonesian flora and fauna topic motivated the importance of utilizing contextual interactive learning media in elementary schools. This Research and Development study applying eight adapted Borg and Gall stages aimed to examine the feasibility, practicality, and effectiveness of song-assisted Genially-based TAKERANA media. Research subjects comprised 28 fifth-grade students at SD Negeri Tambakaji 03 divided into a small group (9 students) and a large group (19 students). Data were gathered using validation questionnaires, response sheets, and learning outcome tests (pretest-posttest). Data were statistically analyzed using paired sample t-tests and Normalized Gain (N-Gain) indices. Expert validation results confirmed media feasibility at 94 percent from media experts and 96 percent from subject matter experts (highly feasible). Media practicality achieved positive response rates of 90 percent from students and 98 percent from teachers (excellent). Paired sample t-test results revealed a significant difference (p < 0.001), with average N-Gain values of 0.6179 in the small group and 0.5160 in the large group (moderate category). The main conclusion confirms that song-assisted Genially-based TAKERANA media is highly feasible, practical, and effective in enhancing elementary science learning outcomes. ABSTRAK Rendahnya hasil belajar peserta didik pada materi keanekaragaman flora dan fauna Indonesia melatarbelakangi pentingnya penggunaan media pembelajaran interaktif yang kontekstual di sekolah dasar. Penelitian Research and Development (R&D) menggunakan delapan tahapan adaptasi Borg dan Gall ini bertujuan menguji kelayakan, kepraktisan, serta efektivitas media TAKERANA berbasis Genially berbantuan lagu. Subjek penelitian terdiri atas 28 peserta didik kelas V SD Negeri Tambakaji 03 yang terbagi ke dalam kelompok kecil (9 siswa) dan kelompok besar (19 siswa). Pengumpulan data menggunakan angket validasi, angket respon, dan tes hasil belajar (pretest-posttest). Data dianalisis secara statistik kuantitatif menggunakan uji paired sample t-test dan indeks Normalized Gain (N-Gain). Hasil validasi ahli mengonfirmasi kelayakan media sebesar 94 persen dari ahli media dan 96 persen dari ahli materi (sangat layak). Kepraktisan media mencapai respon positif 90 persen dari peserta didik dan 98 persen dari guru (sangat baik). Hasil uji paired sample t-test menunjukkan perbedaan signifikan (p<0,001), dengan rata-rata nilai N-Gain sebesar 0,6179 pada kelompok kecil dan 0,5160 pada kelompok besar (kategori sedang). Simpulan utama menegaskan bahwa media TAKERANA berbasis Genially berbantuan lagu terbukti sangat layak, praktis, serta efektif meningkatkan hasil belajar IPAS peserta didik.  
PENGARUH PERSEPSI RISIKO DAN KEPERCAYAAN TERHADAP MINAT PENGGUNAAN QUICK RESPONSE CODE INDONESIAN STANDARD (QRIS) PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI UNIVERSITAS BHINNEKA PGRI Intan Yanuari Permata; Muhammad Anasrulloh; Ekbal Santoso
SOCIAL : Jurnal Inovasi Pendidikan IPS Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/social.v6i3.12850

Abstract

Variations in the adoption rate of the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) digital payment system among university students remain strongly influenced by perceived risk and trust factors. This quantitative survey study aimed to analyze the effects of perceived risk and trust on the intention to use QRIS among students of the Economic Education Study Program at Universitas Bhinneka PGRI. Data were collected via Likert-scale questionnaires administered to 133 students determined using a saturated sampling technique from the total population. Data were analyzed using multiple linear regression via SPSS 26 after satisfying classical assumption testing. The resulting regression equation was Y = 30.556 - 0.120X₁ + 0.659X₂. Partial testing (t-test) revealed that perceived risk had a negative and significant effect (t = -2.068; p = 0.041), whereas trust exerted a positive and significant effect (t = 10.225; p = 0.000) on usage intention. Simultaneous testing (F-test) proved that both variables jointly exerted a significant effect (F = 52.925; p = 0.000) with an R-square coefficient of determination of 0.449 (44.9 percent). The main conclusion confirms that enhancing user trust and minimizing technical and security risk perceptions represent key strategies for fostering digital payment adoption in higher education. ABSTRAK Variasi tingkat adopsi sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di kalangan mahasiswa masih sangat dipengaruhi oleh faktor persepsi risiko dan kepercayaan. Penelitian kuantitatif metode survei ini bertujuan menganalisis pengaruh persepsi risiko dan kepercayaan terhadap minat penggunaan QRIS pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Bhinneka PGRI. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert kepada 133 mahasiswa yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh dari total populasi. Analisis data diuji menggunakan regresi linier berganda via SPSS 26 setelah memenuhi uji asumsi klasik. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 30,556 - 0,120X₁ + 0,659X₂. Hasil uji parsial (uji t) menunjukkan persepsi risiko berpengaruh negatif dan signifikan (t=-2,068;p=0,041), sedangkan kepercayaan berpengaruh positif dan signifikan (t=10,225;p=0,000) terhadap minat penggunaan. Hasil uji simultan (uji F) membuktikan kedua variabel secara bersama-sama berpengaruh signifikan (F=52,925;p=0,000) dengan koefisien determinasi R^2 sebesar 0,449 (44,9 persen). Simpulan utama menegaskan bahwa peningkatan kepercayaan serta upaya meminimalkan persepsi risiko teknis dan keamanan merupakan strategi kunci untuk mendorong adopsi pembayaran digital di perguruan tinggi.