cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal PAEDAGOGY (Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi) Editor in Chief Dr. Arman, M.Pd (Universitas Lampung) Journal Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd (Universitas Mataram) Dr. Didi Muliadi, M.Pd (STIBA Pertiwi) Section Editor Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Syarfuni, M.Pd (Universitas Bina Bangsa Getsempena) Dr. Syafaat Ariful Huda, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Endah Resnandari, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Abdullah Muzakar, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Marzoan, M.Pd (STKIP Hamzar) Copy Editor Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/paedagogy/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Core Subject : Education, Social,
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Educational Science and Psychology
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 41 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 4 (2024)" : 41 Documents clear
PERAN AYAH DAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL: UJI KORELASI PADA WANITA DEWASA AWAL MENJALANI HUBUNGAN ROMANTIS SIAHAAN, BELLA GUSTINA; SUBROTO, UNTUNG
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.4177

Abstract

Fathers have a major role in supporting development such as meeting financial needs, being a friend in playing and sharing, providing love and care, educating and modeling, supervising and disciplining, protecting from threats or dangers, helping children overcome difficulties, and encouraging them to achieve success. Interpersonal communication as a form of communication carried out by two or more people to carry out the process of sending communication to get feedback in the form of receiving messages from interlocutors that affect the quality of social relationships, including romantic relationships. This study aims to determine the relationship between the condition of the father's role with interpersonal communication in early adult women who are in a romantic relationship (dating). This study used a quantitative method using purposive sampling technique, involving 405 early adult female participants aged 19-30 years who were in a romantic relationship.  The research instruments include the Father's role scale and the interpersonal communication scale which have been tested for validity and reliability. The correlation test results show a correlation coefficient (rcy) of .737 with a significance value of .000 (p < 0.05) which indicates a positive relationship between the father's role variable and interpersonal communication, and this can be interpreted, if the father's role is high then interpersonal communication in early adult women in undergoing romantic relationships (dating) will also be high. ABSTRAKAyah memiliki peran utama dalam mendukung perkembangan seperti memenuhi kebutuhan finansial, menjadi teman dalam bermain dan berbagi, memberikan kasih sayang dan perawatan, mendidik serta menjadi teladan, mengawasi dan mendisiplinkan, melindungi dari ancaman atau bahaya, membantu anak mengatasi kesulitan, serta mendorong mereka untuk mencapai keberhasilan. Komunikasi interpersonal sebagai bentuk komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk melakukan proses pengiriman komunikasi untuk mendapatkan umpan balik berupa penerimaan pesan-pesan dari lawan bicara yang memengaruhi kualitas hubungan sosial, termasuk hubungan romantis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kondisi Peran ayah dengan komunikasi interpersonal pada wanita dewasa awal yang sedang menjalani hubungan romantis (pacaran). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan teknik purposive sampling, yang melibatkan 405 partisipan wanita dewasa awal berusia 19–30 tahun yang sedang menjalin hubungan romantis. Instrumen penelitian mencakup skala Peran ayah dan skala komunikasi interpersonal yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai koefisien korelasi (rcy) sebesar .737 dengan nilai signifikansi sebesar .000 (p < 0.05) yang mengindikasikan adanya hubungan yang positif antara variabel peran ayah dengan komunikasi interpersonal, dan hal ini dapat diartikan, jika peran ayah yang tinggi maka komunikasi interpersonal pada wanita dewasa awal dalam menjalani hubungan romantis (pacaran) juga akan tinggi.
HUBUNGAN TIPE SIRKADIAN MALAM DENGAN BURNOUT AKADEMIK YANG DIRASAKAN OLEH MAHASISWA KELAS REGULER PUTRI, SHARON FLOWRETA; BASARIA, DEBORA; TASDIN, WILLY
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.4178

Abstract

This study aims to examine the relationship between night chronotype and academic burnout among regular class students. The night chronotype refers to an individual's preference for optimal activity during the evening to night time, whereas regular classes are typically scheduled in the morning to afternoon. This misalignment may lead to adaptation difficulties, increasing the risk of academic burnout. This quantitative research utilized a correlational approach. A total of 204 active university students aged 17-22 years attending regular classes and identify as night chronotype individuals. The study uses the Composite Scale of Morningness (CSM) and Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS). Results revealed a nonsignificant relationship between night chronotype and academic burnout in regular class students. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara tipe sirkadian malam dan tingkat burnout pada mahasiswa kelas reguler. Tipe sirkadian malam mengacu pada preferensi individu untuk beraktivitas paling optimal pada sore hingga malam hari, sedangkan kelas reguler umumnya dijadwalkan pada pagi hingga siang hari. Ketidaksesuaian antara waktu optimal aktivitas dan jadwal kuliah berpotensi menyebabkan kesulitan adaptasi, yang pada akhirnya dapat meningkatkan risiko burnout akademik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Jumlah partisipan pada penelitian ini adalah 204 orang dengan kriteria mahasiswa aktif berumur 17-22 tahun di Universitas X yang menghadiri kelas reguler dan memiliki tipe sirkadian malam. Penelitian ini menggunakan alat ukur Composite Scale of Morningness (CSM) dan Maslach Burnout Inventory-Student Survey (MBI-SS). Penelitian ini menunjukkan bahwa tipe sirkadian malam dan burnout akademik tidak memiliki hubungan yang signifikan pada mahasiswa kelas reguler.
PENGARUH KECANDUAN VIDEO GAME TERHADAP SELF-ESTEEM PADA DEWASA MUDA SADINA, KINARA; AGUSTINA, AGUSTINA; TASDIN, WILLY
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.4290

Abstract

This study examines the impact of video game addiction on self-esteem in young adults. Although video games are a popular form of entertainment, excessive use—defined as playing more than 3 hours per day with negative impacts on mental and social health—was found to have a significant negative association with self-esteem. Individuals who are addicted tend to have low self-esteem, often using gaming as an escape from reality or to seek social validation. This condition is also associated with poor interpersonal relationships, which increases the risk of social isolation and worsens their self-confidence. This study highlights the importance of understanding the psychological impact of video game addiction in young adults, who are in a critical phase of identity development and social relationships. Low levels of self-esteem make individuals more vulnerable to the negative impacts of addiction, such as difficulties in forming healthy relationships and obstacles in psychosocial development. The results of this study provide insights for the development of interventions aimed at helping individuals manage their gaming time more healthily. These interventions are expected to improve psychological well-being and support the development of better social relationships for affected young adults. ABSTRAKPenelitian ini mengkaji dampak kecanduan video game terhadap self-esteem pada dewasa muda. Meskipun video game merupakan bentuk hiburan yang populer, penggunaan berlebihan—didefinisikan sebagai bermain lebih dari 3 jam per hari dengan dampak buruk pada kesehatan mental dan sosial—ditemukan memiliki hubungan negatif signifikan dengan self-esteem. Individu yang mengalami kecanduan cenderung memiliki self-esteem rendah, sering menggunakan game sebagai pelarian dari kenyataan atau untuk mencari validasi sosial. Kondisi ini juga dikaitkan dengan hubungan interpersonal yang buruk, yang meningkatkan risiko isolasi sosial dan memperburuk kepercayaan diri mereka. Penelitian ini menyoroti pentingnya memahami dampak psikologis kecanduan video game pada dewasa muda, yang berada dalam fase penting perkembangan identitas dan hubungan sosial. Tingkat self-esteem yang rendah membuat individu lebih rentan terhadap dampak negatif kecanduan, seperti kesulitan menjalin hubungan yang sehat dan hambatan dalam perkembangan psikososial. Hasil penelitian ini memberikan wawasan untuk pengembangan intervensi yang bertujuan membantu individu mengelola waktu bermain secara lebih sehat. Intervensi ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis dan mendukung pengembangan hubungan sosial yang lebih baik bagi dewasa muda yang terdampak.
MENGUNGKAP DAMPAK GAME ONLINE TERHADAP PERILAKU DAN MOTIVASI BELAJAR ANAK: A LITERATURE REVIEW DARMAWAN, MADE AGUNG; WILANI, NI MADE ARI
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.4291

Abstract

Technological advancements have made online gaming a popular form of entertainment among children and adults alike. Although it is entertaining, online gaming has significant impacts, especially on the lives and development of children. This article aims to identify the effects arising from children who become addicted to online games, examining aspects such as their speech, behavior towards those around them, the influence of online games on their learning activities, and their health.The study utilizes a literature review method from 24 relevant national journals from 2016 to 2024. It has been found that online games greatly affect the lives and development of children who play them. Evidence shows that children who engage in online gaming with high intensity struggle to grasp educational material in school because they remain focused on the games they are playing and often talk with peers about these games. Consequently, they fail to understand the lessons being taught by their teachers, leading to unsatisfactory test scores.Moreover, children tend to use foul language when they experience defeat in online games. This behavior often stems from imitating peers and older individuals who also use harsh words during gameplay. Parents of children who play online games report that these kids frequently exhibit defiance towards their parents and teachers. Instances have been noted where children lie to their parents to gain permission to play online games, and they also become difficult to assist due to being engrossed in their gaming.Online gaming also adversely affects children's physical health; those who spend excessive time playing are likely to experience poor health due to a lack of physical activity, as most of their time is spent gaming rather than exercising. ABSTRAKKemajuan teknologi telah menjadikan game online sebagai hiburan yang populer di kalangan anak-anak hingga dewasa. Walaupun bersifat menghibur, namun game online memiliki dampak yang signifikan terutama bagi kehidupan dan perkembangan anak-anak. Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi dampak yang timbul pada anak-anak yang mengalami kecanduan bermain game online, entah itu dilihat dari segi perkataannya, sikap yang anak lakukan kepada orang sekitarnya, pengaruh game online terhadap kegiatan belajar anak, dan kesehatan anak yang bermain game online. Kajian ini menggunakan metode studi literatur dari 24 jurnal nasional yang relevan dengan rentang tahun 2016-2024. Diketahui, game online sangat mempengaruhi kehidupan dan perkembangan anak-anak yang memainkannya. Hal ini dibuktikan dengan anak yang bermain game online dengan intensitas yang tinggi akan mengalami kesusahan dalam menerima materi pembelajaran di sekolah karena ia masih memfokuskan pikirannya pada game online yang ia mainkan dan berbicara dengan teman di sebelahnya mengenai game online yang ia mainkan, sehingga anak tidak akan mengerti materi yang sedang gurunya jelaskan dan anak akan mendapatkan nilai ulangan yang tidak memuaskan. Tidak hanya itu, anak akan cenderung berkata kasar apabila mengalami kekalahan saat bermain game online, hal ini terjadi karena anak meniru teman-temannya dan orang yang lebih tua mengucapkan kata-kata kasar ketika bermain game online. Dari pengakuan orang tua dari anak yang bermain game online, diketahui pula anak yang bermain game online cenderung membangkang atau tidak menuruti perintah dari orang tua dan gurunya. Hal ini dibuktikan dengan terdapat anak yang berbohong kepada orang tunya agar ia bisa bermain game online, selain itu anak juga susah dimintai tolong karena anak sedang asik bermain game online. Game online juga berdampak terhadap fisik anak dimana anak yang bermain game online kebanyakan memiliki kesehatan yang buruk karena kebanyakan waktunya hanya dihabiskan untuk bermain game online dan jarang berolahraga.
PENGARUH PELATIHAN MINDFULNESS TERHADAP PENURUNAN TINGKAT STRES KERJA PADA ANGGOTA POLRES SIKKA MORE, ROSAFINA DAJIA; BARUS, DEBI ANGELINA BR.
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.4296

Abstract

Work stress is a major challenge faced by Polri members, negatively impacting performance, mental health, physical well-being, and quality of service to the community. This study aims to analyze the impact of mindfulness training on reducing work stress levels in Polres Sikka members. Mindfulness is a technique that increases full awareness of oneself and the environment, helps reduce stress, increases focus, and well-being. The research method used is associative with a quantitative approach. Mindfulness training includes five aspects: observing, describing, acting with awareness, nonjudging of inner experience, and nonreactivity of inner experience, which are delivered through lectures and discussions. The study involved 15 Polres Sikka members as respondents. Data were collected using a Likert scale through a work stress level questionnaire that had been tested for validity and reliability using SPSS 16.00. Of the 24 questionnaire items, 17 items were declared valid, and the reliability of the measuring instrument showed a value of 0.857, indicating the suitability of use. Work stress levels were measured before and after training to observe the changes that occurred. The results showed that mindfulness training had a significant impact on reducing work stress levels. T-test analysis shows a significance value (2-tailed) of 0.00, which is smaller than 0.05, indicating a significant difference between the pre-test and post-test results. This finding indicates that mindfulness training is effective in helping Polres Sikka members manage work stress better, providing practical solutions to face the challenges of work stress. ABSTRAKStres kerja merupakan tantangan utama yang dihadapi anggota Polri, berdampak negatif pada kinerja, kesehatan mental, kesejahteraan fisik, dan kualitas layanan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak pelatihan mindfulness terhadap penurunan tingkat stres kerja pada anggota Polres Sikka. Mindfulness adalah teknik yang meningkatkan kesadaran penuh terhadap diri dan lingkungan, membantu mengurangi stres, meningkatkan fokus, dan kesejahteraan. Metode penelitian yang digunakan adalah asosiatif dengan pendekatan kuantitatif. Pelatihan mindfulness mencakup lima aspek: observing, describing, acting with awareness, nonjudging of inner experience, dan nonreactivity of inner experience, yang disampaikan melalui ceramah dan diskusi. Penelitian melibatkan 15 anggota Polres Sikka sebagai responden. Data dikumpulkan menggunakan skala Likert melalui kuesioner tingkat stres kerja yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya menggunakan SPSS 16.00. Dari 24 item kuesioner, 17 item dinyatakan valid, dan reliabilitas alat ukur menunjukkan nilai 0,857, menandakan kelayakan penggunaan. Tingkat stres kerja diukur sebelum dan sesudah pelatihan untuk mengamati perubahan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan mindfulness memiliki dampak signifikan dalam menurunkan tingkat stres kerja. Analisis uji T menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,00, yang lebih kecil dari 0,05, mengindikasikan adanya perbedaan signifikan antara hasil pre-test dan post-test. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan mindfulness efektif dalam membantu anggota Polres Sikka mengelola stres kerja dengan lebih baik, memberikan solusi praktis untuk menghadapi tantangan stres kerja.
HUBUNGAN ANTARA GANGGUAN STRES PASKA TRAUMA DENGAN KUALITAS HIDUP PADA TENAGA KESEHATAN PENYINTAS COVID-19 DI RSUP PROF. DR. I G.N.G. NGOERAH DAMARNEGARA, ANAK AGUNG NGURAH ANDIKA; ARIANI, NI KETUT PUTRI; LESMANA, COKORDA BAGUS JAYA; PUTRA, I WAYAN GEDE ARTAWAN EKA; ARYANI, LUH NYOMAN ALIT; WAHYUNI, ANAK AYU SRI; KURNIAWAN, LELY SETYAWATI
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.4391

Abstract

The COVID-19 pandemic has had a significant impact on the mental health of health workers, including Post Traumatic Stress Disorder (PTSD), which negatively affects their quality of life. This study aims to determine the prevalence of PTSD, quality of life, and the relationship between PTSD and quality of life in health workers who are COVID-19 survivors at Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah General Hospital. This analytical observational study used a cross-sectional design with the PCL-5 and WHOQOL-BREF questionnaires in 188 health workers from July to October 2022. The results showed a prevalence of PTSD of 10.1%. The overall quality of life was mostly in the good category (62.8%), but there were respondents with very poor (0.5%) and poor (3.2%) quality of life. In the physical health domain, the quality of life was mostly in the moderate category (61.7%), while the psychological, social relationships, and environmental domains showed variations in moderate to good quality of life with several respondents in the very poor category (0.5%). Analysis showed a trend towards worse overall quality of life in subjects with GSPT compared to those without (P<0.002). In conclusion, there is a significant relationship between GSPT and overall quality of life, although it does not apply to each domain of quality of life specifically. GSPT can reduce the overall quality of life of COVID-19 survivor health workers. ABSTRAKPandemi COVID-19 memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan mental tenaga kesehatan, termasuk Gangguan Stres Pasca Trauma (GSPT), yang memengaruhi kualitas hidup mereka secara negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi GSPT, kualitas hidup, serta hubungan antara GSPT dan kualitas hidup pada tenaga kesehatan penyintas COVID-19 di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah. Penelitian observasional analitik ini menggunakan desain potong lintang dengan kuesioner PCL-5 dan WHOQOL-BREF pada 188 tenaga kesehatan dalam periode Juli hingga Oktober 2022. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi GSPT sebesar 10,1%. Kualitas hidup keseluruhan terbanyak berada pada kategori baik (62,8%), tetapi terdapat responden dengan kualitas hidup sangat buruk (0,5%) dan buruk (3,2%). Dalam domain kesehatan fisik, kualitas hidup terbanyak berada pada kategori sedang (61,7%), sedangkan domain psikologis, hubungan sosial, dan lingkungan menunjukkan variasi kualitas hidup sedang hingga baik dengan beberapa responden pada kategori sangat buruk (0,5%). Analisis menunjukkan kecenderungan kualitas hidup keseluruhan yang lebih buruk pada subjek dengan GSPT dibandingkan yang tidak (P<0,002). Kesimpulan, terdapat hubungan signifikan antara GSPT dan kualitas hidup keseluruhan, meskipun tidak berlaku pada masing-masing domain kualitas hidup secara spesifik. GSPT dapat menurunkan kualitas hidup tenaga kesehatan penyintas COVID-19 secara keseluruhan.
PENGARUH PELATIHAN MINDFULNESS UNTUK MENGURANGI BURNOUT ANGGOTA POLRES SIKKA GAPUN, INNOCENSIA OLGA; BARUS, DEBI ANGELINA BR.
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.4299

Abstract

The purpose of this study was to see the effect of Mindfulness training on Burnout of Sikka Police members. This research method uses a one group pre-test-post-test design. This study compares the effect of increasing and decreasing burnout before and after being given mindfulness training. Sampling in this study used a quantitative method. Data collection techniques used a questionnaire. Respondents in this study came from all members of the Sikka Police who would undergo training as many as 15 people. The scale used was the Likert scale. Data analysis techniques used rehabilitation tests and Wilcoxon tests. The results of this study indicate that mindfulness training for Sikka Police members is effective as a research sample. Because there is a change in influence between before and after mindfulness training. And based on the results of the Wilcoxon test, a sig value (2 tails) of 0.01 is obtained, which is smaller than 0.05. This means that there is a significant change in the results of the pretest and posttest. This shows that there is an effect of mindfulness training to reduce burnout of Sikka Police members. ABSTRAKTujuan dalam penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pelatihan Mindfulness  terhadap Burnout anggota Porles Sikka. Metode penelitian ini menggunakan  desain one group pre test-post test. Pada penelitian ini membandingkan pengaruh  untuk peningkatan menurun burnout sebelum dan sesudah diberikan pelatihan mindfulness. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif.. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Responden pada penelitian ini bersumber dari seluruh anggota Polres Sikka yang akan melakukan pelatihan sebanyak 15 orang. Skala yang digunakan adalah skala likert.  Teknik teknik analisis data menggunakan uji rehabilitas dan uji wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan mindfulness pada Anggota Polres Sikka efektif di jadikan sebagai sampel penelitian. Karena terjadinya perubahan pengaruh antara sebelum melakukan pelatihan mindfulness dan sesudah melakukan pelatihan. Dan berdasarkan hasil uji Wilcoxon  diperoleh nilai sig (2 tailde ) sebesar 0,01 yang lebih kecil dari 0,05. Artinya bahwa terdapat perubahan signifikan dari hasil prestest dan postest. Hal ini menunjukkan bahwa adanya pengaruh pelatihan mindfulness untuk mengurangi burnout Anggota Polres Sikka.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN TERAPI OKUPASI: MEMAKAI SEPATU TERHADAP KEMANDIRIAN ANAK AUTIS DI SLB KARYA ILAHI MAUMERE AHAD, FEBRIYANTI; LADAPASE, EPIFANIA MARGARETA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.4444

Abstract

Wearing shoes is a simple activity for children, but for children with autism, the activity of wearing shoes becomes a difficult challenge because it requires good motor coordination and understanding of instructions. This study aims to assess the effectiveness of occupational therapy to wear shoes independently, with a focus on independent ability in SLB Karya Ilahi Maumere. The subject in this study was a child with autism who showed difficulty in performing the activity of wearing shoes before intervention. The research method used is an experiment with a single subject or Single Subject Research (SSR). The research design pattern used in this study is A-B-A Design. The instrument in this study is an observation sheet that has been modified in accordance with the components of shoe-wearing skills that are in accordance with the abilities to be measured. The results showed that occupational therapy was effective in increasing children's independence, where before the intervention obtained 7 scores which meant that the child's independence was very low and after the intervention obtained 22 scores which meant that the child had high independence. This shows that occupational therapy as an intervention can support the development of autistic children's life skills, especially in the activity of wearing shoes independently. ABSTRAKMemakai sepatu merupakan aktivitas yang  sederhana bagi anak-anak, namun bagi anak yang mengalami autis, aktivitas memakai sepatu menjadi tantangan sulit karena membutuhkan koordinasi motorik maupun pemahaman instruksi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas terapi okupasi memakai sepatu secara mandiri, dengan fokus pada kemampuan secara mandiri di SLB Karya Ilahi Maumere. Subjek dalam penelitian ini adalah seorang anak autis yang menunjukkan kesulitan dalam melakukan aktivitas memakai sepatu sebelum intervensi. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan subjek tunggal atau Single Subject Research (SSR). Adapun pola desain penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah Desain A-B-A. Instrument dalam penelitian ini berupa lembar obsrevasi yang telah dimodifikasi sesuai dengan komponen keterampilan memakai sepatu yang sesuai dengan kemampuan yang akan diukur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi okupasi efektif dalam meningkatkan kemandirian anak, dimana sebelum diintervensi memperoleh 7 skor yang artinya kemandirian anak sangat rendah dan setelah diberikan intervensi memperoleh 22 skor yang berarti anak memiliki kemandirian tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa terapi okupasi sebagai intervensi dapat mendukung perkembangan keterampilan hidup anak autis, khususnya dalam kegiatan memakai sepatu secara mandiri.
PENGARUH POLA ASUH DEMOKRATIS TERHADAP KECERDASAN EMOSIONAL PADA REMAJA AKHIR NURJAYA, IMA TRI; DAUD, MUH.; JAFAR, EKA SUFARTIANINGSIH
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.4466

Abstract

The purpose of this study is to determine and analyze the influence between democratic parenting on emotional intelligence in late adolescents. This study is a quantitative study with the Wilcoxon test. The sample used was 408 late adolescents with puposive sampling technique... Data collection using scale instruments, namely the democratic parenting scale and emotional intelligence. The data analysis technique uses the Wilcoxon test and multiple regression tests to determine the relationship between aspects and variables. The results of the analysis show that the significance value is p < (0.05) with a value of 0.000, so it can be concluded that the hypothesis in this study can be accepted (H1). It is known that all aspects of the democratic parenting variable (X) with a significance value of p < (0.05) with a value of 0.000, with a value (r²) of 0.910. This means that the hypothesis in this study is accepted that democratic parenting (X) on emotional intelligence (Y) in adolescents. The implication of the research is as a source of learning for late adolescents in the developmental period in order to recognize and manage emotions felt by individuals themselves. ABSTRAKPenelitian ini membahas tentang bagaimana pola asuh demokratis dapat mengetahuikecerdasan emosional pada remaja akhir. Tujuan penelitian ini untuk, mengetahui dan menganalisi adanya pengaruh antara pola asuh demokratis terhadap kecerdasan emosional pada remaja akhir. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan uji wilcoxon. Sampel yang digunakan adalah 408 orang remaja akhir dengan teknik puposive sampling.. Pengumpulan data menggunakan instrumen skala, yaitu skala pola asuh demokratis dan kecerdasan emosional. Teknik analisis data menggunakan uji wilcoxon dan uji regresi berganda untuk mengetahui keterkaitan antara aspek dengan variabel. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar p< (0,05) dengan nilai 0,000, sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini dapat diterima (H1). Diketahui bahwa seluruh aspek dari variabel pola asuh demokratis (X) dengan nilai signifikansi sebesar p < (0,05) dengan nilai 0,000, dengan nilai (r²) sebesar 0,910. Artinya, hipotesis dalam penelitian ini diterima bahwa pola asuh demokratis(X) terhadap kecerdasan emosional(Y) pada remaja. Implikasi pada penelitian adalah sebagai sumber pembelajaran bagi remaja akhir dalam masa perkembangan agar dapat mengenali dan mengelola emosi yang dirasakan oleh individu sendiri.
EFEKTIVITAS KONSELING BEHAVIORAL PADA KORBAN PEREMPUAN YANG MENGALAMI INGKAR JANJI MENIKAH DI UPTD PPA KAB. SIKKA MIRONG, YOHANA LEONARDA DUA; LADAPASE, EPIFANIA MARGARETHA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v4i4.4467

Abstract

Breach of marriage vows is a seriuos form of unlawful conduct and has complex legal, social and psychological implication. It can also affect womens’ self-confidence and sel-esteem. In the long term, this situation affect quality of life, where women will experience pshychological impacts that will change their mindset and behavior. Maladaptive behavior is negative or inappropriate behavior in responding to certain situations. The location of this research was conducted in Sikka District. The source of this research is the victim with the initials A.S 21thn. In this study using a counseling design with a behavioral approach given for 5 essions. The provisión of behavioral counseling aims to overcome the psychological impact on women who experience broken promises of marriage. The results showed that the provisión of counseling with a behavioral approach was effective in overcoming the pshychological impact and changing maladaptive behavior in female cictims who experienced marriage breakdown. ABSTRAKIngkar janji menikah merupakan bentuk perbuatan yang melawan hukum yang serius dan memiliki implikasi yang kompleks secara hukum, sosial, dan psikologis. Selain itu, peristiwa ingkar janji menikah juga dapat memengaruhi aspek kepercayaan diri dan harga diri perempuan. Dalam jangka panjang, situasi ini dapat memengaruhi kualitas hidup, dimana perempuan akan mengalami dampak psikologis yang akan mengubah pola pikir dan perilakunya. Perilaku maladaptif merupakan perilaku yang negatif atau tidak sesuai dalam menyikapi situasi tertentu. Adapun lokasi penelitian ini dilakukan di Kabupaten Sikka. Sumber penelitian ini adalah korban berinisial A.S 21thn. Dalam penelitian ini menggunakan rancangan konseling dengan pendekatan behavioral yang diberikan selama 5 sesi. Pemberian konseling behavioral ini bertujuan untuk mengatasi dampak spikologis pada perempuan yang mengalami ingkar janji menikah. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian konseling dengan pendekatan behavioral ini efektif untuk mengatasi dampak psikologis dan mengubah perilaku maladaptif pada korban perempuan yang mengalami ingkar janji menikah.