cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal PAEDAGOGY (Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi) Editor in Chief Dr. Arman, M.Pd (Universitas Lampung) Journal Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd (Universitas Mataram) Dr. Didi Muliadi, M.Pd (STIBA Pertiwi) Section Editor Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Syarfuni, M.Pd (Universitas Bina Bangsa Getsempena) Dr. Syafaat Ariful Huda, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Endah Resnandari, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Abdullah Muzakar, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Marzoan, M.Pd (STKIP Hamzar) Copy Editor Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/paedagogy/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Core Subject : Education, Social,
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Educational Science and Psychology
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 364 Documents
PSYCHOLOGY OF LEARNING AS THE MAIN PILLAR OF EDUCATION: CONCEPTS, FUNCTIONS AND APPLICATIONS Pujiati, Pujiati; Afandi, Muslim; Subhan, MHD
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.5759

Abstract

Contemporary education is faced with the challenge of meeting the diverse learning needs of students, thus requiring an approach that goes beyond mere knowledge transfer. The failure of the ‘one-size-fits-all’ teaching model emphasizes the urgency of a deep understanding of how individuals learn, of which learning psychology serves as a fundamental pillar. Based on this, this study aims to conduct a comprehensive literature review to synthesize the core principles of learning psychology and formulate their practical implications in effective instructional design. This study uses a qualitative literature study method, with secondary data collection from credible academic sources such as books, scientific articles, and journals through digital databases. The selection of literature is based on relevance and content validity. The results of the synthesis show that major theories such as behaviorism, cognitivism, and constructivism convergently emphasize the importance of feedback, active student engagement, and metacognitive processes. Furthermore, the literature consistently emphasizes its crucial role in diagnosing learning difficulties and designing differentiated instruction. It is concluded that mastery of learning psychology is an essential foundation for educators to transform towards a student-centered paradigm, creating an adaptive, inclusive learning environment that is able to develop students’ potential holistically. ABSTRAK Pendidikan kontemporer dihadapkan pada tantangan untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa yang beragam, sehingga menuntut pendekatan yang lebih dari sekadar transfer pengetahuan. Kegagalan model pengajaran 'satu untuk semua' menekankan urgensi pemahaman mendalam tentang bagaimana individu belajar, di mana psikologi pembelajaran berfungsi sebagai pilar fundamentalnya. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk melakukan tinjauan literatur komprehensif guna mensintesis prinsip-prinsip inti psikologi pembelajaran dan merumuskan implikasi praktisnya dalam desain instruksional yang efektif. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur kualitatif, dengan pengumpulan data sekunder dari sumber akademis kredibel seperti buku, artikel ilmiah, dan jurnal melalui basis data digital. Seleksi literatur didasarkan pada relevansi dan validitas konten. Hasil sintesis menunjukkan bahwa teori-teori utama seperti behaviorisme, kognitivisme, dan konstruktivisme secara konvergen menekankan pentingnya umpan balik, keterlibatan aktif siswa, dan proses metakognitif. Lebih lanjut, literatur secara konsisten menegaskan peran krusialnya dalam mendiagnosis kesulitan belajar dan merancang instruksi terdiferensiasi. Disimpulkan bahwa penguasaan psikologi pembelajaran adalah fondasi esensial bagi pendidik untuk bertransformasi menuju paradigma yang berpusat pada siswa, menciptakan lingkungan belajar yang adaptif, inklusif, dan mampu mengembangkan potensi siswa secara holistik.
INFOGRAFIS STATIS TERHADAP STRATEGI BEBAN KERJA Hurriyati, Dwi; Adriansyah, Muhammad
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.5768

Abstract

The purpose of this study is to evaluate the effectiveness of static infographics in improving employees' understanding of workload management strategies. The study employed a quantitative approach with a pretest-posttest quasi-experimental design. Fourteen employees participated in the study via census sampling. The intervention involved delivering static infographics containing information about workflows, task division, and workload management strategies. Results from the Paired Samples T-Test analysis showed a significant difference between pre- and posttest scores (p < 0.05), indicating that using static infographics positively impacted employees' understanding of workload management. These results suggest that static infographics are an effective visual communication medium in high-pressure work environments and can contribute to improved organizational efficiency and performance. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas media infografis statis dalam meningkatkan pemahaman karyawan terhadap strategi manajemen beban kerja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen pretest-posttest. Sebanyak 14 orang karyawan dilibatkan sebagai partisipan melalui teknik pengambilan sampel sensus. Intervensi dilakukan dengan penyampaian infografis statis yang memuat informasi mengenai alur kerja, pembagian tugas, serta strategi pengelolaan beban kerja. Hasil analisis menggunakan uji Paired Sample T-Test menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest (p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa penggunaan infografis statis berdampak positif terhadap peningkatan pemahaman karyawan terkait manajemen beban kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa infografis statis dapat menjadi media komunikasi visual yang efektif dalam lingkungan kerja yang memiliki tekanan tinggi, serta berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi dan kinerja organisasi.
ANALISIS FAKTOR PSIKOLOGIS DALAM KETIDAKSESUAIAN PEMAHAMAN DAN PENGAMALAN AJARAN AGAMA Azhima, Fauzan; Jannah, Miftahul
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.5770

Abstract

The discrepancy between understanding and practicing religious teachings is a significant psychological phenomenon that often leads to internal crises and behavioral inconsistencies. This research aims to deeply explore the main psychological factors that cause the gap. Using a qualitative approach through case study methods, this research analyzes various psychological dynamics that influence individuals. The main findings indicate that cognitive dissonance is the core trigger that creates an inner conflict between beliefs and actions. This conflict is exacerbated by external pressures from the modern social and cultural environment. Internally, factors such as spiritual crises, character weaknesses, and the dominance of worldly ambitions have proven to weaken religious discipline. As a defense mechanism, individuals tend to use hypocrisy and justification theories to rationalize their actions, thereby presenting a religious image that is not in line with their actual practices. Thus, this research provides deep insights into the central role of psychology in religiosity and offers a foundation for educational institutions and religious communities to design more effective mentoring approaches in helping individuals achieve integrity between beliefs and actions. ABSTRAKKetidaksesuaian antara pemahaman dan pengamalan ajaran agama merupakan fenomena psikologis signifikan yang sering kali menimbulkan krisis internal dan inkonsistensi perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam faktor-faktor psikologis utama yang menyebabkan kesenjangan tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus, penelitian ini menganalisis berbagai dinamika psikologis yang memengaruhi individu. Temuan utama menunjukkan bahwa disonansi kognitif adalah pemicu inti yang menciptakan konflik batin antara keyakinan dan tindakan. Konflik ini diperburuk oleh tekanan eksternal dari lingkungan sosial dan budaya modern. Secara internal, faktor-faktor seperti krisis spiritual, kelemahan karakter, dan dominasi ambisi duniawi terbukti melemahkan disiplin beragama. Sebagai mekanisme pertahanan, individu cenderung menggunakan hipokrisi dan teori pembenaran untuk merasionalisasi tindakannya, sehingga menampilkan citra religius yang tidak sejalan dengan praktik nyata. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan mendalam tentang peran sentral psikologi dalam keberagamaan dan menawarkan landasan bagi lembaga pendidikan serta komunitas keagamaan untuk merancang pendekatan pembinaan yang lebih efektif dalam membantu individu mencapai integritas antara keyakinan dan perbuatan.
PENGARUH ELECTRONIC WORD OF MOUTH DAN SUBJECTIVE WELL-BEING TERHADAP ONLINE IMPULSIVE BUYING PADA KARYAWATI GENERASI Z Handayani, Wuri; Sahrah, Alimatus
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.5771

Abstract

This study aims to identify the factors influencing online impulsive buying amongst Generation Z female employees, using electronic word-of-mouth and subjective well-being. The subjects in this study were 384 female employees who fall into the Generation Z category. Purposive sampling was used as the sampling technique, with the age criteria ranging from 17 to 28 years. The data collection instruments used the Online Impulsive Buying scale, the Electronic Word-of-Mouth scale, and the Subjective Well-Being scale. The data analysis method used the simple linear regression to test the first and second hypotheses and the multiple linear regression to examine the third hypothesis. The results indicated that electronic word-of-mouth contributed 8.4% to online impulsive buying, with the remaining 91.6% influenced by other unobserved variables. The impact of subjective well-being on online impulsive buying was 7%, while the remaining 93% was influenced by other unobserved variables. Both electronic word-of-mouth and subjective well-being influenced online impulsive buying by 11.7%, while 88.3% was influenced by factors not involved in this study. These results suggest that the first, second, and third hypotheses are valid. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengungkap faktor apa saja yang mempengaruhi online impulsive buying pada karyawati generasi Z ditinjau dari electronic word of mouth dan subjective well-being. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari karyawati yang masuk dalam kategori generasi Z sebanyak 384 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria usia berkisar 17-28 tahun. Alat pengumpul data yang digunakan adalah skala online impulsive buying, skala electronic word of mouth, dan skala subjective well-being. Metode analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis pertama dan kedua adalah dengan menerapkan uji regresi linear sederhana dan uji regresi linear berganda untuk menguji hipotesis ketiga. Hasil menunjukkan bahwa sumbangan electronic word of mouth terhadap online impulsive buying sebesar 8,4% dan sisanya sebesar 91,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Kontribusi subjective well-being terhadap online impulsive buying sebesar 7% dan sisanya 93% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti. Electronic word of mouth dan subjective well-being berpengaruh pada online impulsive buying sebesar 11,7%, sedang 88,3% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dilibatkan dalam penelitian ini. Hal ini menunjukkan hipotesis pertama, kedua, dan ketiga diterima.
PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL TEMAN SEBAYA TERHADAP KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA MAHASISWA MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA (MBKM) Sutarman, Merryn Oktavia; Agustina, Agustina; Simon, Sevilla; Adithio, Matthew Joe
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.5814

Abstract

ABSTRACT Higher education is an important stage of education. Currently, many public and private universities are implementing the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) curriculum. In undergoing the MBKM program, students must adapt to their new environment and experience challenges in emotional, social, and behavioral balance. Peer social support is essential to help students overcome these issues and enhance their psychological well-being, thereby achieving self-stability. This study aims to investigate the influence of peer social support on psychological well-being among MBKM students. The study employs a quantitative research method with purposive sampling techniques. A total of 144 MBKM students participated in the study. Data collection was conducted using Google Forms and analyzed using the Jamovi 2.6.44 application. The measurement tool used to assess peer social support was the Student Social Support Scale (SSSS). The measurement tool used to assess psychological well-being was Ryff's Psychological Well-Being Scale (RPWB). The results of this study indicate a positive influence and correlation between the two variables. Based on the analysis, it was found that peer social support has a 37.7% influence on psychological well-being. It can be concluded that social support influences psychological well-being. ABSTRAK Pendidikan tinggi merupakan tahap pendidikan yang penting. Saat ini, banyak perguruan tinggi negeri maupun swasta yang sedang menerapkan kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Dalam menjalani program MBKM maka mahasiswa harus menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya dan mengalami tantangan dalam keseimbangan emosional, sosial, dan perilaku. Dukungan sosial dari teman sebaya diperlukan untuk membantu mahasiswa mengatasi permasalahan itu dan meningkatkan kesejahteraan psikologis mereka agar mencapai kestabilan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial teman sebaya terhadap kesejahteraan psikologis pada mahasiswa MBKM. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Partisipan yang terkumpul sejumlah 144 mahasiswa MBKM. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Google Form dan dianalisis menggunakan aplikasi Jamovi 2.6.44. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur variabel dukungan sosial teman sebaya yaitu Student Social Support Scale (SSSS). Kemudian alat ukur yang digunakan untuk mengukur variabel kesejahteraan psikologis yaitu Ryff's Psychological Well-Being Scale (RPWB). Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh dan korelasi positif antara kedua variabel. Berdasarkan hasil analisis diketahui dukungan sosial teman sebaya memiliki pengaruh sebesar 37.7% terhadap kesejahteraan psikologis. Dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial berpengaruh terhadap kesejahteraan psikologis.
PERANAN KUALITAS TIDUR TERHADAP KECENDERUNGAN PERILAKU AGRESIVITAS PADA DEWASA AWAL Angmulya, Evelyn Jolyn; Agustina, Agustina; Victorio, William
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.5815

Abstract

ABSTRACT Given that sleep is one of the basic aspects in maintaining emotional balance and cognitive function, understanding the relationship between sleep quality and aggression behavior is very crucial. Poor sleep quality has been widely associated with increased levels of stress, emotional imbalance, and various other psychological disorders that can affect a person's self-control towards aggressiveness. The goal of this study is to examine the role of sleep quality on the tendency of aggressive behavior in early adult individuals. This study uses a quantitative approach with a population of 246 respondents aged 18 to 25 years. The instruments used to measure the variables of sleep quality and aggression are the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) and the Buss-Perry Aggression Questionnaire (BPAQ). The results indicated that there was a significant and moderately strong relationship between sleep quality and aggressiveness behavior, with a correlation coefficient (R) of 0.580 and an R Square value of 0.336. This indicates that sleep quality has contributed as much as 33.6% to the variation in aggressiveness behavior in early adult individuals. Thus, it can be inferred that the worse a person's sleep quality, the higher the individual's tendency to show aggression behavior ABSTRAK Mengingat bahwa tidur merupakan salah satu aspek dasar dalam menjaga keseimbangan emosi dan fungsi kognitif, maka memahami keterkaitan antara kualitas tidur dan perilaku agresivitas menjadi sangat penting. Kualitas tidur yang buruk telah banyak dikaitkan dengan peningkatan tingkat stres, ketidakseimbangan emosional, serta berbagai gangguan psikologis lainnya yang dapat mempengaruhi kontrol diri seseorang terhadap agresivitas. Sasaran dari penelitian ini adalah menelaah peranan kualitas tidur terhadap kecenderungan perilaku agresif pada individu dewasa awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan total 246 responden dari rentang umur 18 hingga 25 tahun. Instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel Kualitas tidur dan Agresivitas adalah Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan Buss-Perry Aggression Questionnaire (BPAQ). Hasil penelitian mengindikasikan bahwa adanya hubungan yang signifikan dan cukup kuat antara kualitas tidur dan perilaku agresivitas, dengan koefisien korelasi (R) sebesar 0,580 dan nilai R Square sebesar 0,336. Hal ini mengindikasikan bahwa kualitas tidur menyumbang sebanyak 33,6% terhadap variasi perilaku agresivitas pada individu dewasa awal. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa semakin buruk kualitas tidur seseorang, maka semakin tinggi pula kecenderungan individu tersebut untuk menunjukkan perilaku agresi.
HUBUNGAN ANTARA PEMBERDAYAAN PSIKOLOGIS DENGAN WORKFORCE AGILITY PADA KARYAWAN PRODUKSI PT X Dwi Agustia, Erlina; Santi Budiani, Meita
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.5838

Abstract

The manufacturing industry plays a vital role in the global economy and tends to focus on production processes, thereby closely involving production employees. Continuous development and change demand that production employees respond and adapt effectively. This research seeks to explore and illustrate the connection between psychological empowerment and workforce agility among employees in the production secto. A correlational quantitative research design was employed, using a saturated sampling technique involving 157 employees from the Production Division. Data were collected using psychological empowerment and workforce agility scales. Data analysis was conducted using Pearson product-moment correlation via SPSS version 25.0 for Windows. The results indicated a significance value of 0.000 (p < 0.05) and a correlation coefficient of 0.791 (r = 0.791). These results show a significant, strong, and positive relationship between psychological empowerment and workforce agility. So, the higher the psychological empowerment, the greater the workforce agility among PT X’s production employees. The implications of this study suggest that the company should facilitate development programs that enhance dimensions of psychological empowerment, such as job skills training, employee involvement in decision-making, and recognition of employee initiatives and contributions. ABSTRAK Industri manufaktur memiliki peran penting dalam perekonomian global dan cenderung berfokus pada proses produksi, sehingga erat kaitannya dengan karyawan produksi. Adanya perkembangan dan perubahan yang terus menerus menuntut karyawan produksi respon dan adaptasi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasikan dan membuktikan hubungan antara pemberdayaan psikologis dengan workforce agility pada karyawan produksi. Studi ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif korelasional dengan teknik sampling jenuh pada 157 karyawan Divisi Produksi. Pengambilan data penelitian menggunakan instrumen skala pemberdayaan psikologis dan skala workforce agility. Analisis data dilakukan menggunakan metode korelasi pearson product moment memakai perangkat lunak SPSS versi 25.0 untuk windows. Berdasarkan analisa data, didapatkan nilai signifikansi mencapai 0,000 (p<0,05). Selain itu, diperoleh koefisien korelasi mencapai 0,791 (r=0,791). Nilai yang diperoleh mengindikasikan bahwa terdapat hubungan signifikan pemberdayaan psikologis dengan workforce agility serta tergolong kuat dan positif. Dengan kata lain, semakin tinggi tingkat pemberdayaan psikologis karyawan, maka semakin tinggi pula tingkat workforce agility karyawan produksi PT X. Implikasi penelitian ini diharapkan perusahaan memfasilitasi program-program pengembangan yang dapat meningkatkan dimensi pemberdayaan psikologis, seperti pelatihan keterampilan kerja, melibatkan karyawan dalam pengambilan keputusan, dan memberikan penghargaan atas inisiatif serta kontribusi karyawan. 
TERAPI KOGNITIF PERILAKU PADA KASUS TRIKOTILOMANIA DAN GANGGUAN PENYESUAIAN DENGAN REAKSI DEPRESI BERKEPANJANGAN: SEBUAH LAPORAN KASUS Widyarini, I Gusti Agung Ayu; Raharjanti, Natalia Widiasih; Kusumawardhani, Anak Agung Ayu Agung
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.5868

Abstract

ABSTRACT Trichotillomania and adjustment disorder with prolonged depressive reactions are comorbidities that cause significant distress and severe impairment in social, occupational, and other important areas of daily functioning. As an evidence-based psychotherapeutic intervention, Cognitive Behavior Therapy (CBT) has been shown to be effective in treating disorders rooted in cognitive distortions and maladaptive behaviors. This case report aims to illustrate in detail the therapeutic process and outcomes of a CBT intervention given to a female patient with this dual diagnosis. The main intervention stages involved structured CBT sessions that were specifically integrated with Habit Reversal Therapy (HRT) techniques to target hair pulling behavior, and graded exposure techniques to address social anxiety. Evaluation results during and after therapy showed significant clinical improvement in the patient. Key findings included a dramatic decrease in the frequency, duration, and amount of hair pulling, as well as a reduction in the level of tension when relating to others. This report concludes that a structured combination of CBT, HRT, and graded exposure is a comprehensive and effective intervention strategy in treating a complex case of trichotillomania with adjustment disorder. ABSTRAK Trikotilomania dan gangguan penyesuaian dengan reaksi depresi berkepanjangan merupakan komorbiditas yang menimbulkan penderitaan (distress) signifikan dan hendaya berat pada fungsi sosial, pekerjaan, serta area penting lainnya dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai intervensi psikoterapi berbasis bukti, Terapi Perilaku Kognitif (Cognitive Behavior Therapy/CBT) terbukti efektif untuk mengatasi gangguan yang berakar pada distorsi kognitif dan perilaku maladaptif. Laporan kasus ini bertujuan untuk mengilustrasikan secara rinci proses dan luaran terapeutik dari intervensi CBT yang diberikan kepada seorang pasien perempuan dengan diagnosis ganda tersebut. Tahapan intervensi utama melibatkan sesi CBT terstruktur yang diintegrasikan secara khusus dengan teknik Habit Reversal Therapy (HRT) untuk menargetkan perilaku mencabut rambut, serta teknik graded exposure untuk mengatasi kecemasan sosial. Hasil evaluasi selama dan sesudah terapi menunjukkan perbaikan klinis yang signifikan pada pasien. Temuan utama meliputi penurunan drastis pada frekuensi, durasi, dan jumlah rambut yang dicabut, serta berkurangnya tingkat ketegangan saat berelasi dengan orang lain. Laporan ini menyimpulkan bahwa kombinasi terstruktur antara CBT, HRT, dan graded exposure merupakan strategi intervensi yang komprehensif dan efektif dalam menangani kasus kompleks trikotilomania dengan gangguan penyesuaian.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN PSYCHOLOGICAL WELL-BEING PADA KARYAWAN DI CV. FORWARD KEDIRI Sasmita, Sherli; Budiani, Meita Santi
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.5871

Abstract

Employees at distribution companies such as CV. Forward Kediri face various workplace dynamics, including sales target pressures, customer complaints, and intense industry competition, all of which can impact their psychological condition. These challenges demand that employees possess strong mental resilience and adequate emotional support to remain productive. This study aims to examine the relationship between social support and psychological well-being among employees at CV. Forward Kediri. A quantitative research method was employed using a saturated sampling technique, involving 85 employees as respondents. Data were collected using questionnaires based on a social support scale and a psychological well-being scale. Hypothesis testing was conducted using the Pearson Product-Moment correlation, assisted by SPSS version 22.0 for Windows. The results indicated a significance value of 0.000 (p < 0.05) and a correlation coefficient of 0.706, demonstrating a strong and positive relationship between social support and psychological well-being. This suggests that the higher the level of social support received by employees, the higher their psychological well-being. ABSTRAK Karyawan di perusahaan distributor seperti CV. Forward Kediri menghadapi berbagai dinamika kerja seperti tekanan target penjualan, komplain pelanggan, dan persaingan industri yang ketat yang dapat memengaruhi kondisi psikologis mereka. Tantangan ini menuntut karyawan memiliki ketahanan mental dan dukungan emosional yang memadai agar tetap produktif. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi hubungan antara dukungan sosial dengan psychological well-being pada karyawan di CV. Forward Kediri. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik sampling jenuh dan melibatkan 85 karyawan sebagai sampel. Instrumen pengumpulan data dalam bentuk kuesioner dengan skala dukungan sosial serta skala psychological well-being. Uji hipotesis dilakukan menggunakan korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS versi 22.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) dan koefisien korelasi sebesar 0,706, yang menunjukkan bahwa dukungan sosial dengan psychological well-being mempunyai hubungan pada kategori kuat dan positif sehingga semakin tinggi dukungan sosial yang diterima karyawan, maka semakin tinggi pula psychological well-being yang mereka miliki.
HUBUNGAN ANTARA ORIENTASI MASA DEPAN TERHADAP KESIAPAN KERJA PADA SISWA SMK Rhamadani Raharja, Bagus; Santi Budiani, Meita
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.6065

Abstract

This study is motivated by the mismatch between the competencies of vocational high school (SMK) graduates and the needs of the labor market, which has resulted in the highest open unemployment rate among SMK graduates in Indonesia. The purpose of this study is to examine the relationship between future orientation and work readiness among students of SMK. A correlational quantitative approach was employed, involving all eleventh-grade students (N = 241) as research subjects using a saturated sampling technique. The instruments used were a future orientation scale and a work readiness scale, both of which had been tested for validity and reliability. Data were analyzed using Pearson Product Moment correlation. The results revealed a significant and strong relationship between future orientation and work readiness (r = 0.604; p < 0.001). These findings indicate that the higher the students' future orientation, the greater their level of work readiness. This study provides practical implications for designing career planning interventions in vocational schools and offers a future orientation-based approach as a strategy to improve students' work readiness. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan SMK dan kebutuhan dunia kerja, yang menyebabkan tingkat pengangguran terbuka pada lulusan SMK menjadi yang tertinggi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara orientasi masa depan dengan kesiapan kerja pada siswa SMK. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan melibatkan seluruh siswa kelas XI (N = 241) sebagai subjek melalui teknik sampling jenuh. Instrumen yang digunakan adalah skala orientasi masa depan dan skala kesiapan kerja yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil menunjukkan hubungan yang signifikan dan kuat antara orientasi masa depan dan kesiapan kerja (r = 0,604; p < 0,001). Temuan ini menegaskan bahwa semakin tinggi orientasi masa depan siswa, maka semakin tinggi kesiapan kerja yang dimiliki. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam merancang intervensi perencanaan karir di SMK dan menawarkan pendekatan berbasis orientasi masa depan sebagai strategi untuk meningkatkan kesiapan kerja siswa.