cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal PAEDAGOGY (Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi) Editor in Chief Dr. Arman, M.Pd (Universitas Lampung) Journal Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd (Universitas Mataram) Dr. Didi Muliadi, M.Pd (STIBA Pertiwi) Section Editor Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Syarfuni, M.Pd (Universitas Bina Bangsa Getsempena) Dr. Syafaat Ariful Huda, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Endah Resnandari, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Abdullah Muzakar, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Marzoan, M.Pd (STKIP Hamzar) Copy Editor Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/paedagogy/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi
Core Subject : Education, Social,
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Educational Science and Psychology
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 775 Documents
REPRESENTASI TRAUMA PSIKOLOGIS DALAM ALBUM LAGU NADIN AMIZAH: KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA Indah Sulmayanti; Hesti Novita Sari; Ismawati Ismawati; Jeni Nilawati; Jessica Dwi Astuty; Diza Ramadani
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i3.12310

Abstract

This study aims to examine the representation of psychological trauma in the song lyrics of Nadin Amizah through a literary psychology perspective. The research is motivated by the presence of numerous lyrics in Nadin Amizah's songs that express emotional experiences such as inner wounds, loss, loneliness, and psychological conflicts through poetic and meaningful language. This study employs a qualitative method with a descriptive approach to provide an in-depth analysis of the forms of psychological trauma represented in the lyrics. The research data consist of words, phrases, and sentences found in the songs Bertaut, Rumpang, Sorai, Paman Tua, and Seperti Tulang that indicate the presence of psychological trauma. Data were collected using observation and note-taking techniques, while the data analysis was conducted through a literary psychology approach. This approach enabled the researcher to explore the relationship between the literary elements of the lyrics and the psychological conditions they represent. The findings reveal that Nadin Amizah's song lyrics portray various forms of psychological trauma, including existential trauma, trauma caused by loss, emotional loneliness, social alienation, life pressures, inner conflicts, and prolonged trauma. These forms of trauma are represented through expressive diction, metaphorical language, and profound emotional expressions. In addition to depicting psychological suffering, the lyrics also illustrate processes of self-acceptance, the need for affection and emotional support, and efforts toward psychological healing. Therefore, this study confirms that song lyrics function not only as artistic and entertainment media but also as a means of representing human psychological experiences enriched with deep emotional meaning and literary value. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi trauma psikologis yang terdapat dalam lirik lagu karya Nadin Amizah melalui perspektif psikologi sastra. Kajian ini didasarkan pada fenomena banyaknya lirik lagu Nadin Amizah yang mengekspresikan berbagai pengalaman emosional, seperti luka batin, kehilangan, kesendirian, serta konflik psikologis yang disampaikan melalui bahasa yang puitis dan sarat makna. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk menggambarkan secara mendalam bentuk-bentuk trauma psikologis yang muncul dalam lirik lagu. Data penelitian berupa kata, frasa, dan kalimat yang terdapat dalam lagu Bertaut, Rumpang, Sorai, Paman Tua, dan Seperti Tulang yang menunjukkan indikasi trauma psikologis. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak dan catat, sedangkan proses analisis data menggunakan pendekatan psikologi sastra sebagai landasan interpretasi. Melalui pendekatan tersebut, peneliti berupaya memahami keterkaitan antara unsur sastra dalam lirik lagu dengan kondisi psikologis yang direpresentasikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu karya Nadin Amizah memuat beragam bentuk trauma psikologis, di antaranya trauma eksistensial, trauma akibat kehilangan, kesepian emosional, keterasingan sosial, tekanan hidup, konflik batin, serta trauma yang berlangsung dalam jangka waktu panjang. Berbagai bentuk trauma tersebut direpresentasikan melalui pemilihan diksi yang ekspresif, penggunaan metafora, serta ungkapan emosional yang mendalam. Selain menampilkan pengalaman penderitaan psikologis, lirik-lirik tersebut juga menggambarkan proses penerimaan diri, kebutuhan akan kasih sayang dan dukungan emosional, serta upaya individu dalam mencapai pemulihan psikologis. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan bahwa lirik lagu tidak hanya berfungsi sebagai karya seni dan media hiburan, tetapi juga sebagai sarana representasi pengalaman psikologis manusia yang kaya akan makna emosional dan nilai sastra.
EFEKTIVITAS SOCIAL SKILL TRAINING TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN SOSIAL PADA MAHASISWA Adaliya Bariza Niskiy; Nurul Alliyatuzzakiyah; Muhammad Jamaluddin
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i3.12383

Abstract

ABSTRACT Students often experience various difficulties in establishing social interactions during their university studies, such as low self-confidence, difficulty initiating communication with others, and a tendency to withdraw from their social environment. These barriers can simultaneously affect students’ academic, psychological, and social development. This study aimed to determine the effectiveness of Social Skill Training (SST) in improving social skills among university students experiencing difficulties in social interaction. The study employed a Single Subject Research (SSR) method with an A-B-A design and involved a sample of two students selected using purposive sampling based on the criteria of students experiencing difficulties in social interaction. The SST intervention was conducted over eight days, focusing on four aspects of social skills: Environmental Behavior, Interpersonal Behavior, Self-Related Behavior, and Task-Related Behavior. The intervention was delivered through modeling, role play, discussion, and self-monitoring-based tasks. The data were analyzed using visual analysis within and between conditions by examining changes in level, trend direction, and the percentage of overlapping data. The results showed an improvement in social skills in both subjects after participating in SST, as indicated by score increases of 51 points for the first subject and 71 points for the second subject. These findings indicate that SST is effective as a psychological intervention to help improve university students’ social skills in higher education settings. ABSTRAK Mahasiswa sering mengalami berbagai kendala dalam menjalin interaksi sosial selama menjalani perkuliahan, seperti rendahnya rasa percaya diri, kesulitan memulai komunikasi dengan orang lain, serta kecenderungan untuk membatasi diri dari lingkungan sosial. Hambatan tersebut dapat memengaruhi perkembangan akademik, psikologis, dan sosial mahasiswa secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Social Skill Training (SST) dalam meningkatkan keterampilan sosial pada mahasiswa yang mengalami kesulitan berinteraksi sosial. Penelitian menggunakan metode Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A dan melibatkan sampel sebanyak dua mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam berinteraksi sosial. Pelaksanaan SST berlangsung selama delapan hari dengan fokus pada empat aspek keterampilan sosial, yaitu Environmental Behavior, Interpersonal Behavior, Self-Related Behavior, dan Task-Related Behavior. Intervensi diberikan melalui teknik modeling, role play, diskusi, serta tugas berbasis self-monitoring. Data dianalisis menggunakan analisis visual dalam kondisi dan antar kondisi dengan memperhatikan perubahan level, kecenderungan arah, dan persentase data yang tumpang tindih. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan sosial pada kedua subjek setelah mengikuti SST, yang ditandai dengan kenaikan skor sebesar 51 poin pada subjek pertama dan 71 poin pada subjek kedua. Hasil tersebut menunjukkan bahwa SST efektif digunakan sebagai intervensi psikologis untuk membantu meningkatkan keterampilan sosial mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi.
REGULASI EMOSI PADA REMAJA DENGAN IBU SINGLE PARENT Kaila Zahra Putri Yanti; Nurul Isnaini; Annisa Fitriani; Rika Damayanti
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i3.12417

Abstract

ABSTRACT Adolescence is a relatively vulnerable transitional phase characterized by intense emotional fluctuations. During this stage, emotion regulation skills are essential for preventing psychological problems. Therefore, this study aims to integrate scientific findings regarding adolescents’ emotion regulation abilities within single-mother families. This study employed a Systematic Literature Review (SLR) method guided by the 2020 PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses) protocol. The literature search was conducted through reputable databases, including Google Scholar, APA, Scopus, Semantic Scholar, and Taylor & Francis, to identify primary articles published between 2020 and 2025. The search strategy was developed using the PCC (Population, Concept, Context) framework to ensure the relevance of the population, the concept of emotion regulation, and the context of single-mother families throughout the article identification process. Following quality appraisal using the Mixed Methods Appraisal Tool (MMAT), 16 articles were included in the analysis using a narrative synthesis approach. The results showed that the absence of a father requires adolescents to adapt more rapidly. Factors determining adolescents’ emotion regulation abilities include family functioning through democratic parenting, attachment to the mother, and the adaptive use of cognitive appraisal strategies. These findings are important for reducing negative social stigma toward children living in single-mother families and promoting empowering intervention approaches. ABSTRAK Masa remaja adalah fase transisi yang cukup rentan, ditandai dengan munculnya gejolak emosi yang intens, pada fase ini kemampuan regulasi emosi sangat penting untuk mencegah masalah psikologis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan temuan ilmiah mengenai kemampuan regulasi emosi remaja dalam keluarga ibu single parent. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) yang berpedoman pada protokol PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic and Meta-Analyses) 2020. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data bereputasi seperti Google Scholar, APA, Scopus, Semantic Scholar, dan Taylor & Francis untuk artikel primer yang diterbitkan pada rentang 2020-2025. Strategi pencarian disusun menggunakan kerangka PCC (Population, Concept, Context) untuk memastikan kesesuaian populasi, konsep regulasi emosi, dan konteks keluarga ibu single parent dalam proses identifikasi artikel. Setelah melalui proses seleksi kelayakan kualitas menggunakan Mixed Methods Appraisal Tool (MMAT), sebanyak 16 artikel dianalisis menggunakan pendekatan sintesis naratif. Hasil analisis menunjukkan bahwa ketiadaan ayah menuntut remaja beradaptasi lebih cepat. Faktor yang menjadi penentu kemampuan regulasi emosi meliputi keberfungsian keluarga melalui pola asuh demokratis, kelekatan dengan ibu, penggunaan strategi cognitive appraisal secara adaptif. Hasil penelitian ini sangat penting untuk menghapus stigma negatif masyarakat terhadap anak yang tinggal dengan ibu single parent dan mendorong pendekatan intervensi yang memberdayakan.
HUBUNGAN ANTARA THIN IDEAL INTERNALIZATION DENGAN BODY DISSATISFACTION PADA WANITA EMERGING ADULTHOOD PENGGUNA TIKTOK Mutya Dwi Subekti; Fikrotul Hanifah
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i3.12988

Abstract

Thin ideal internalization refers to the process of internalizing beauty standards that emphasize a thin or slender body, whereas body dissatisfaction refers to negative evaluations of and dissatisfaction with one’s body shape or size. Exposure to beauty standards presented on social media, including TikTok, may be associated with both constructs. Although previous studies have demonstrated a relationship between thin ideal internalization and body dissatisfaction, research specifically examining this relationship among women in emerging adulthood who use TikTok remains limited, particularly in the context of short-form video-based social media. Therefore, this study aimed to examine the relationship between thin ideal internalization and body dissatisfaction among women in emerging adulthood who use TikTok. This study employed a quantitative approach with a cross-sectional correlational design. The participants were 251 women aged 18–25 years who used TikTok for at least one hour per day, had been exposed to content related to appearance, body shape, or beauty, and followed influencer accounts related to appearance and lifestyle. Participants were selected using purposive sampling. Thin ideal internalization was measured using the Sociocultural Attitudes Towards Appearance Questionnaire–Social Media Scale (SATAQ-SM), whereas body dissatisfaction was measured using the Body Shape Questionnaire-16A (BSQ-16A). Data were analyzed using Pearson Product-Moment correlation. The results indicated a strong and significant positive relationship between thin ideal internalization and body dissatisfaction among women in emerging adulthood who use TikTok. Higher levels of thin ideal internalization were associated with higher levels of body dissatisfaction. These findings strengthen the empirical evidence regarding the relationship between the two constructs in the context of women in emerging adulthood who use TikTok and highlight the importance of critically evaluating appearance standards presented on social media. ABSTRAK Thin ideal internalization merupakan proses internalisasi standar kecantikan yang menekankan tubuh kurus atau ramping, sedangkan body dissatisfaction merupakan evaluasi negatif dan ketidakpuasan individu terhadap bentuk atau ukuran tubuhnya. Paparan konten mengenai standar kecantikan di media sosial, termasuk TikTok, diduga berkaitan dengan kedua konstruk tersebut. Meskipun penelitian sebelumnya telah menunjukkan hubungan antara thin ideal internalization dan body dissatisfaction, penelitian yang secara khusus mengkaji hubungan kedua variabel tersebut pada wanita dalam tahap emerging adulthood pengguna TikTok masih terbatas, terutama dalam konteks media sosial berbasis video pendek. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara thin ideal internalization dan body dissatisfaction pada wanita emerging adulthood pengguna TikTok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional cross-sectional. Partisipan penelitian berjumlah 251 wanita berusia 18–25 tahun yang menggunakan TikTok minimal satu jam per hari, pernah melihat konten mengenai penampilan, bentuk tubuh, atau kecantikan, serta mengikuti akun influencer terkait penampilan dan gaya hidup. Partisipan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Thin ideal internalization diukur menggunakan Sociocultural Attitudes Towards Appearance Questionnaire–Social Media Scale (SATAQ-SM), sedangkan body dissatisfaction diukur menggunakan Body Shape Questionnaire-16A (BSQ-16A). Data dianalisis menggunakan korelasi Pearson Product-Moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang kuat dan signifikan antara thin ideal internalization dan body dissatisfaction pada wanita emerging adulthood pengguna TikTok. Tingkat thin ideal internalization yang lebih tinggi berkaitan dengan tingkat body dissatisfaction yang lebih tinggi. Temuan ini memperkuat bukti empiris mengenai keterkaitan kedua konstruk dalam konteks wanita emerging adulthood pengguna TikTok dan menegaskan pentingnya sikap kritis terhadap standar penampilan yang ditampilkan di media sosial.
ANALISIS DAMPAK IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA TERHADAP CAPAIAN AKADEMIK MURID: EVALUASI MODEL KIRKPATRICK LEVEL RESULT Lilis Karlina; Thia Riana Fadhilah; Delsan Ahmad Forwanto; Ernilawati Ernilawati; Saleh Hidayat; Bagas Rasid Sidik
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i4.13080

Abstract

ABSTRACT The implementation of the Merdeka Curriculum requires learning practices that accommodate students' needs while producing academic outcomes that can be evaluated systematically. This study aimed to analyze students' academic achievement following the implementation of the Merdeka Curriculum using the Kirkpatrick Evaluation Model at the Result level. The study employed a mixed-methods approach with a sequential explanatory design involving 19 ninth-grade students as research participants through a total sampling technique. Quantitative data were obtained from the Academic Competency Test (TKA) scores in Indonesian Language and Mathematics as well as the Final Stage Summative Assessment (SAJ) scores in Science, while qualitative data were collected through semi-open written interviews. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics, whereas qualitative data were analyzed thematically to strengthen the interpretation of the quantitative findings. The results showed that the mean scores were 54.44 for Indonesian Language, 36.41 for Mathematics, and 49.98 for Science. The Indonesian Language and Mathematics scores remained below the national TKA averages for 2026. Nevertheless, students' learning experiences tended to be positive; 94.7% of students reported that learning was easier to understand, and 94.7% stated that teachers provided feedback. Academic achievement was also associated with learning readiness, clear learning targets, test anxiety, and difficulties in solving complex problems. The findings indicate that the implementation of the Merdeka Curriculum has fostered positive learning experiences, although academic achievement as a result has not exceeded the national average. ABSTRAK Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut pembelajaran yang mampu mengakomodasi kebutuhan murid sekaligus menghasilkan capaian akademik yang dapat dievaluasi secara nyata. Penelitian ini bertujuan menganalisis capaian akademik murid setelah implementasi Kurikulum Merdeka melalui Model Evaluasi Kirkpatrick Level Result. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-methods dengan desain sequential explanatory yang melibatkan 19 murid kelas IX sebagai subjek penelitian dengan teknik total sampling. Data kuantitatif bersumber dari nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) Bahasa Indonesia dan Matematika serta Sumatif Akhir Jenjang (SAJ) IPA, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara tertulis semi terbuka. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif, sementara data kualitatif dianalisis secara tematik untuk memperkuat pemaknaan terhadap temuan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai Bahasa Indonesia sebesar 54,44, Matematika 36,41, dan IPA 49,98. Capaian Bahasa Indonesia dan Matematika masih berada di bawah rata-rata nasional TKA tahun 2026. Meskipun demikian, pengalaman belajar murid cenderung positif; 94,7% murid menyatakan pembelajaran lebih mudah dipahami dan 94,7% menyatakan guru memberikan umpan balik. Capaian akademik juga berkaitan dengan kesiapan belajar, kejelasan target belajar, kecemasan menghadapi ujian, serta kesulitan menyelesaikan soal kompleks. Temuan menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka telah menghasilkan pengalaman belajar positif, tetapi capaian akademik sebagai result belum melampaui rata-rata nasional.
PENGARUH KONSELING KELOMPOK TEKNIK ASSERTIVE TRAINING TERHADAP PENINGKATAN DISIPLIN BELAJAR SISWA SMA Jerry Exccel; Arizona Arizona; Nurlela Nurlela
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i4.13125

Abstract

ABSTRACT Learning discipline is an important aspect of maintaining order and responsibility in students’ academic activities. However, some students still exhibit undisciplined behaviors, such as arriving late at school, disregarding school regulations, and failing to complete assignments responsibly. This study aimed to examine changes in students’ learning discipline after participating in group counseling using the assertive training technique at SMA Negeri 15 Palembang. A quantitative approach was employed using a pre-experimental one-group pretest-posttest design. Nine students with low levels of learning discipline were selected through purposive sampling. Data were collected through observation, questionnaires, and documentation. The learning discipline questionnaire was developed using a Likert scale and demonstrated a Cronbach’s Alpha reliability coefficient of 0.893. Data were analyzed using a normality test and the Wilcoxon Signed Rank Test. The findings revealed that the mean learning discipline score increased from 56.22 in the pretest to 70.22 in the posttest. The Wilcoxon test yielded a significance value of 0.008, indicating a difference in scores before and after the intervention. These findings suggest that group counseling using assertive training may support improvements in students’ learning discipline. This technique may be considered as an alternative guidance and counseling service, while taking into account the limited sample size and the study’s design without a control group. ABSTRAK Disiplin belajar merupakan salah satu aspek yang mendukung keteraturan dan tanggung jawab siswa dalam mengikuti kegiatan akademik. Namun, masih ditemukan siswa yang menunjukkan perilaku kurang disiplin, seperti terlambat datang ke sekolah, mengabaikan tata tertib, dan tidak menyelesaikan tugas secara bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan mengetahui perubahan disiplin belajar siswa setelah mengikuti layanan konseling kelompok dengan teknik assertive training di SMA Negeri 15 Palembang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental one-group pretest-posttest. Sebanyak sembilan siswa dengan tingkat disiplin belajar rendah dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan observasi, angket, dan dokumentasi. Angket disiplin belajar disusun berdasarkan skala Likert dan memiliki reliabilitas Cronbach’s Alpha sebesar 0,893. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas dan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata disiplin belajar meningkat dari 56,22 pada pretest menjadi 70,22 pada posttest. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai signifikansi 0,008, yang menunjukkan adanya perbedaan skor sebelum dan sesudah perlakuan. Temuan ini mengindikasikan bahwa konseling kelompok dengan teknik assertive training berpotensi mendukung peningkatan disiplin belajar siswa. Teknik tersebut dapat dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif layanan bimbingan dan konseling, dengan memperhatikan keterbatasan jumlah sampel dan desain penelitian tanpa kelompok kontrol.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA PADA SELF-EFFICACY MAHASISWA: STUDI PADA MAHASISWA FKIP ULM ANGKATAN 2022 Fifi Galuh Hanifa; Muhammad Andri Setiawan; Ririanti Rachmayanie Jamain
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i4.13279

Abstract

ABSTRACT Students transitioning from late adolescence to early adulthood encounter increasingly diverse academic, social, and personal demands, making confidence in their own abilities a relevant aspect of navigating university life. In this context, parenting styles are considered one of the environmental experiences that may be associated with the development of individuals’ beliefs in their capabilities. This study aimed to analyze the relationship between parenting styles and self-efficacy among students of the Faculty of Teacher Training and Education, Lambung Mangkurat University, cohort 2022. The study employed a quantitative approach with a correlational design. The population consisted of 1,516 students, while the sample included 316 students selected through proportionate stratified random sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed descriptively and using the Spearman Rank correlation test. The results indicated that parenting styles were categorized as moderate, whereas students’ self-efficacy was categorized as high. The correlation test produced a significance value of 0.455, which was greater than 0.05, indicating no significant relationship between parenting styles and students’ self-efficacy. These findings suggest that, within the context of this study, variations in students’ self-efficacy were not significantly associated with the parenting styles they experienced. ABSTRAK Mahasiswa pada masa transisi dari remaja akhir menuju dewasa awal menghadapi tuntutan akademik, sosial, dan personal yang semakin beragam sehingga keyakinan terhadap kemampuan diri menjadi salah satu aspek yang relevan dalam menjalani kehidupan perkuliahan. Dalam konteks tersebut, pola asuh orang tua dipandang sebagai salah satu pengalaman lingkungan yang dapat berkaitan dengan perkembangan keyakinan individu terhadap kemampuan dirinya. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara pola asuh orang tua dan self-efficacy mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat angkatan 2022. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 1.516 mahasiswa, sedangkan sampel terdiri atas 316 mahasiswa yang dipilih melalui teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket dengan skala Likert dan dianalisis secara deskriptif serta menggunakan korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh orang tua berada pada kategori sedang, sedangkan self-efficacy mahasiswa berada pada kategori tinggi. Pengujian korelasi menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,455, lebih besar daripada 0,05, sehingga tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dan self-efficacy mahasiswa. Temuan ini menunjukkan bahwa dalam konteks penelitian ini, variasi self-efficacy mahasiswa tidak berkaitan secara signifikan dengan pola asuh orang tua yang diterima.
PENGALAMAN REMAJA PUTUS SEKOLAH DALAM MENGIKUTI KONSELING DI DAERAH PARIT PEKIR BANGKA BELITUNG Christin Christin; Erfan Ramadhani; Ramtia Darma Putri
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i4.13285

Abstract

ABSTRACT The phenomenon of school dropouts among adolescents in Parit Pekir presents a psychosocial complexity that demands a profound understanding of their lived experiences when accessing psychological support. This study aims to delineate the experiences and meanings attributed to guidance and counseling services by school dropouts at SMK Yapensu Sungailiat through the lens of Alfred Schutz’s social phenomenology. Data collection relied on in-depth interviews, observation, and documentary study involving six adolescent school dropouts and two guidance and counseling teachers as supporting informants. Data analysis was executed cyclically, encompassing data condensation, thematic presentation, and conclusion drawing. The findings reveal a significant shift in meaning; the informants' initial perception shadowed by fear and the stigma of the counseling room as a corrective-punitive space transformed into positive acceptance. Counselor interactions characterized by empathy, openness, and a non-judgmental stance cultivated a safe space that alleviated emotional turmoil while fostering the informants' self-efficacy. This study concludes that counseling for out-of-school adolescents plays a pivotal role as an intersubjective vehicle to reconstruct self-understanding and redesign future orientations. Community-based psychosocial support emerges as a crucial necessity to ensure the sustainable emotional recovery of marginalized adolescents. ABSTRAK Fenomena putus sekolah pada remaja di Parit Pekir menghadirkan kompleksitas psikososial yang menuntut pemahaman mendalam mengenai pengalaman mereka saat mengakses pendampingan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan pengalaman dan pemaknaan layanan bimbingan konseling oleh remaja putus sekolah di SMK Yapensu Sungailiat melalui lensa fenomenologi sosial Alfred Schutz. Pengumpulan data mengandalkan wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap enam remaja putus sekolah serta dua guru bimbingan konseling sebagai informan pendukung. Analisis data dijalankan secara siklis meliputi kondensasi data, penyajian tematik, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan pergeseran pemaknaan yang signifikan; persepsi awal informan yang dibayangi rasa takut dan stigma ruang bimbingan sebagai arena korektif-punitif bertransformasi menjadi penerimaan positif. Interaksi konselor yang empati, terbuka, dan tidak menghakimi (non-judgmental) menciptakan ruang aman (safe space) yang meredakan gejolak emosional sekaligus membangkitkan efikasi diri (self-efficacy) informan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konseling bagi remaja di luar sistem sekolah berperan penting sebagai wahana intersubjektif untuk merekonstruksi pemahaman diri dan merancang kembali orientasi masa depan. Pendampingan psikososial berbasis komunitas (community-based counseling) menjadi kebutuhan krusial guna menjamin keberlanjutan pemulihan emosional remaja marjinal.
HUBUNGAN SELF EFFICACY TERHADAP ADAPTABILITAS KARIR SISWA SMK Julia Apriyanti; Edi Harapan; Nurlela Nurlela
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i4.13287

Abstract

ABSTRACT The dynamic shifts in the world of work require Vocational High School (SMK) students to possess psychological readiness in managing post-school career transitions. This study aimed to analyze the relationship between self-efficacy and career adaptability among students at SMK Negeri 1 Sanga Desa. A quantitative correlational approach was applied to 60 eleventh-grade students selected via stratified random sampling from a total population of 134 students. Data were collected using self-efficacy and career adaptability instruments with proven validity and internal consistency, and subsequently analyzed using Pearson Product-Moment correlation after all normality and linearity assumptions were met. Statistical analysis revealed a positive correlation coefficient of 0.498 with a significance level of 0.000 (p < 0.05). These findings demonstrate a significant and direct relationship between the two variables, wherein the strengthening of self-efficacy is directly proportional to the enhancement of students' career adaptability. Practically, the results underscore the importance of designing guidance and counseling interventions focused on developing self-efficacy to foster students' readiness in anticipating ongoing career demands and changes. ABSTRAK Dinamika pergeseran dunia kerja menuntut siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memiliki kesiapan psikologis dalam mengelola transisi karier pascasekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan self-efficacy dengan career adaptability siswa SMK Negeri 1 Sanga Desa. Pendekatan kuantitatif korelasional diterapkan pada 60 siswa kelas XI yang dipilih melalui teknik stratified random sampling dari total populasi 134 orang. Data dikumpulkan menggunakan instrumen self-efficacy dan career adaptability yang teruji validitas dan konsistensi internalnya, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment setelah seluruh prasyarat normalitas dan linearitas terpenuhi. Hasil analisis statistik menunjukkan koefisien korelasi bernilai positif sebesar 0,498 dengan tingkat signifikansi 0,000 (p < 0,05). Temuan ini membuktikan adanya hubungan yang signifikan dan searah antara kedua variabel, di mana penguatan keyakinan atas kapasitas diri berbanding lurus dengan peningkatan daya adaptasi siswa. Secara praktis, hasil penelitian mempertegas pentingnya perancangan intervensi bimbingan dan konseling yang berfokus pada pengembangan efikasi diri guna membina kesiapan siswa dalam mengantisipasi tuntutan dan perubahan karier secara berkelanjutan.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL TIKTOK TERHADAP INTENSITAS BELAJAR SISWA DI SMA Apriani Apriani; Taty Fauzi; Erfan Ramadhani
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i4.13317

Abstract

ABSTRACT The utilization of social media platforms among adolescents is frequently assumed to be directly linked to their level of academic commitment in school, although this assumption requires precise empirical verification. This study aims to analyze the relationship between TikTok social media usage and the learning intensity of Grade X students at SMA Negeri 1 Kelekar. Employing a quantitative approach with a correlational design, this investigation involved the entire Grade X population of 92 students, who were designated as respondents using a total sampling technique. Data collection relied on two sets of Likert-scale questionnaires that had been tested for validity and reliability. The gathered data were processed using SPSS version 26 through simple linear regression analysis after fulfilling the parametric prerequisite tests. The analysis revealed a calculated t-value of 1.038 with a significance value of p = 0.302 at an alpha level of α = 0.05, alongside a coefficient of determination (R Square) of 0.012. These findings demonstrate that TikTok usage does not have a statistically significant relationship with student learning intensity, contributing only 1.2% to the variation in the dependent variable. Consequently, the level of student engagement on the TikTok platform cannot be positioned as a primary predictor of their learning intensity within the examined school context. ABSTRAK Pemanfaatan platform media sosial di kalangan remaja kerap diasumsikan memiliki keterkaitan langsung dengan tingkat komitmen belajar mereka di sekolah, meskipun asumsi tersebut memerlukan pembuktian empiris yang presisi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penggunaan media sosial TikTok dan intensitas belajar siswa kelas X di SMA Negeri 1 Kelekar. Melalui pendekatan kuantitatif berdesain korelasional, investigasi ini melibatkan seluruh populasi siswa kelas X sebanyak 92 orang yang ditetapkan sebagai responden melalui teknik total sampling. Pengumpulan data mengandalkan dua set kuesioner berskala Likert yang telah teruji validitas serta reliabilitasnya. Data yang terkumpul diolah menggunakan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26 melalui analisis regresi linear sederhana setelah dipastikan memenuhi uji prasyarat parametrik. Hasil analisis menunjukkan nilai t-hitung sebesar 1,038 dengan nilai signifikansi p = 0,302 pada taraf α = 0,05, serta koefisien determinasi R Square sebesar 0,012. Temuan ini membuktikan bahwa penggunaan TikTok tidak memiliki hubungan yang signifikan secara statistik dengan intensitas belajar siswa dan hanya memberikan kontribusi sebesar 1,2% terhadap variasi variabel terikat. Dengan demikian, tingkat keterlibatan siswa pada platform TikTok tidak dapat diposisikan sebagai prediktor utama terhadap tinggi rendahnya intensitas belajar mereka dalam konteks lingkungan sekolah yang diteliti.