cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnalp4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnalp4i@gmail.com
Editorial Address
EDITORIAL BOARD Journal MANAJERIAL (Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan) Editor in Chief Dr. Muhamad Suhardi, M.Pd (universitas Pendidikan Mandalika) Journal Editor Dr. Haromain, M.Pd (Universitas Pendidikan Mandalika) Dr. Ismail , M.Pd (Universitas Syiah Kuala) Section Editor Dr. Adisel, M.Pd (UIN Bengkulu) Reviewer/Mitra Bestari Dr. Zainal Abidin, M.Pd (Universitas Hamzanwadi) Dr. Hegar Harini, M.Pd (STKIP Kusuma Negara) Dr. Ahmad Gaudi, M.Pd (STKIP Lubuk Linggau) Lalu Hamdian Afandi, M.Pd ( Universitas Mataram) Nada Nazopah, M.Pd (STIT Al Aziziyah) Copy Editor Lalu Hamdian Afandi, M.Pd Online Journal System: https://www.jurnalp4i.com/index.php/manajerial/index Journal Coresponding e-mail: jurnal.P4I@gmail.com Phone: 085239967417/ 085236615827 Address: Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan
MANAJERIAL: Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Education Management and Supervision
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 277 Documents
SUPERVISI LAYANAN PENDIDIKAN DAN TERAPI INDIVIDUAL PADA ANAK ADHD USIA DINI DI YAUMI FATIMAH SPECIAL SCHOOL Suryadin, Adin; Wahyuningsih, Endah Tri
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.8567

Abstract

Children with Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) face complex challenges in concentration and behavioral control, requiring intensive and structured educational interventions outside the regular system. This study aims to analyze the effectiveness of integrated educational service supervision in special classes at Yaumi Fatimah Special School and its impact on the developmental progress of children with ADHD in early childhood. The research method used a descriptive qualitative approach, with data collection techniques through participatory observation, in-depth interviews, and documentation studies over a full semester. The educational service process implemented integrated an Islamic values-based kindergarten curriculum with individual therapeutic interventions that included sensory integration, occupational therapy, speech therapy, and behavioral therapy tailored to each child's specific needs. The research findings indicate that the strategy of integrating character education and intensive therapy is able to stimulate positive behavioral changes holistically. Based on the results of the end-of-semester evaluation, significant improvements were recorded in aspects of eye contact, concentration, and social interaction, as evidenced by quantitative data in the form of an average increase in ability development scores ranging from 20 to 30 digits. The main conclusion of this study confirms that an integrated educational program and personalized therapy are highly effective in optimizing the potential of children with ADHD, with some students even demonstrating readiness for transition to regular elementary school. ABSTRAK Anak dengan Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) menghadapi hambatan kompleks dalam konsentrasi dan pengendalian perilaku yang memerlukan penanganan pendidikan intensif dan terstruktur di luar sistem reguler. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas supervisi layanan pendidikan terpadu di kelas khusus Yaumi Fatimah Special School serta dampaknya terhadap progres perkembangan anak ADHD usia dini. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi selama satu semester penuh. Proses layanan pendidikan yang diterapkan mengintegrasikan kurikulum Taman Kanak-kanak berbasis nilai Islam dengan intervensi terapi individual yang mencakup terapi sensori integrasi, okupasi, wicara, dan perilaku sesuai kebutuhan spesifik setiap anak. Temuan penelitian menunjukkan bahwa strategi pemaduan pendidikan karakter dan terapi intensif mampu menstimulasi perubahan perilaku positif secara holistik. Berdasarkan hasil evaluasi akhir semester, tercatat perkembangan signifikan pada aspek kontak mata, konsentrasi, dan interaksi sosial, yang dibuktikan dengan data kuantitatif berupa rata-rata kenaikan skor perkembangan kemampuan berkisar antara 20 hingga 30 digit. Simpulan utama penelitian ini menegaskan bahwa program pendidikan terpadu dan personalisasi terapi sangat efektif dalam mengoptimalkan potensi anak ADHD, di mana beberapa siswa bahkan menunjukkan kesiapan transisi menuju jenjang pendidikan dasar reguler.  
STUDI LITERATUR: INOVASI PENDIDIKAN, PELAKSANAAN PROGRAM, DAN PENILAIAN KOMPETENSI Kisyanti, Kisyanti; Suharni, Sri; Istiqomah, Nurul; Abdillah, Fuad
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.8654

Abstract

Research in educational and organizational contexts frequently engages with complex, contextualized, and meaning-laden realities that cannot be adequately captured through standardized quantitative instruments alone. Phenomena such as learning dynamics, institutional interactions, and organizational change processes require methodological approaches capable of exploring lived experiences, perceptions, and constructed meanings. Accordingly, this study aims to systematically examine existing research in order to identify patterns, trends, and conceptual relationships within a particular field of inquiry. This study employs a descriptive qualitative approach using a systematic review design. The research process is organized into four main stages: (1) defining the scope and context of the study, (2) collecting and extracting relevant information from scholarly sources, (3) conducting in-depth thematic analysis to categorize and characterize key findings, and (4) synthesizing and disseminating the results. Data sources were obtained from reputable academic databases, including Scopus and Web of Science, with selection criteria focused on primary research articles that demonstrate clear methodological structures and explicit references. The findings indicate that a well-structured qualitative approach is effective in capturing the complex dynamics of educational and organizational environments, particularly in relation to strategic decision-making and institutional development. This study produces a conceptual framework that can serve as a reference for developing replicable and context-sensitive research strategies, especially for educational institutions in the health sector. Overall, the study contributes to the advancement of qualitative research practices by offering a systematic synthesis model that supports strategic planning and knowledge development in academic settings. ABSTRAKPenelitian di bidang pendidikan dan organisasi sering berhadapan dengan realitas yang kompleks, kontekstual, dan sarat makna, sehingga tidak selalu dapat dipahami secara memadai melalui pendekatan kuantitatif semata. Fenomena seperti dinamika pembelajaran, interaksi kelembagaan, dan proses perubahan organisasi menuntut metode yang mampu menggali pengalaman, persepsi, serta makna yang dibangun oleh para pelaku di dalamnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menyusun dan menganalisis secara sistematis hasil-hasil penelitian terdahulu guna mengidentifikasi pola, kecenderungan, serta hubungan konseptual yang relevan dalam suatu bidang kajian tertentu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain kajian sistematis. Proses penelitian dilakukan melalui empat tahapan utama, yaitu: (1) penentuan konteks dan ruang lingkup kajian, (2) pengumpulan dan ekstraksi informasi dari sumber ilmiah yang relevan, (3) analisis mendalam untuk mengelompokkan tema dan karakteristik temuan, serta (4) penyusunan sintesis dan diseminasi hasil analisis. Sumber data diperoleh dari basis data bereputasi, seperti Scopus dan Web of Science, dengan kriteria seleksi pada artikel penelitian primer yang memiliki struktur metodologis dan rujukan yang jelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan kualitatif yang dirancang secara sistematis mampu memberikan pemahaman yang komprehensif terhadap dinamika pendidikan dan organisasi, khususnya dalam konteks pengambilan keputusan dan perencanaan strategis. Penelitian ini menghasilkan kerangka konseptual yang dapat dijadikan acuan dalam menyusun rencana penelitian strategis yang adaptif dan aplikatif, terutama bagi institusi pendidikan di sektor kesehatan. Dengan demikian, studi ini berkontribusi dalam memperkaya praktik penelitian kualitatif melalui penyediaan model sintesis yang terstruktur dan mudah direplikasi dalam konteks akademik.
META-SINTESIS IMPLEMENTASI PROJECT-BASED LEARNING (PJBL) UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI SAINS ABAD 21 Sholihath, Lia Laelatul; Abidin, Zaenal
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.8658

Abstract

The rapid advancement of science and technology in the 21st century requires science learning to focus on the development of higher-order thinking and essential 21st-century competencies. Students are expected not only to master scientific concepts but also to demonstrate critical thinking, creativity, problem-solving abilities, communication, collaboration, as well as scientific literacy and process skills. Project-Based Learning (PjBL) has been widely recognized as a relevant instructional model because it offers authentic, inquiry-oriented, and context-based learning experiences through project activities. This study aims to examine the contribution of PjBL to the development of 21st-century science competencies through a meta-synthesis approach. A Systematic Literature Review (SLR) was employed by analyzing and synthesizing findings from eight selected scholarly articles. The results of the meta-synthesis indicate that PjBL consistently enhances students’ conceptual understanding, scientific reasoning, and critical thinking through experimental activities, data analysis, and problem-solving processes. In addition, PjBL effectively strengthens 21st-century skills (4Cs), namely creativity, collaboration, communication, and critical thinking, which emerge through group work, project design, and scientific presentations. The structured stages of PjBL, aligned with scientific inquiry, also contribute to the improvement of students’ scientific literacy and science process skills. Although challenges remain in its implementation, such as time constraints and teachers’ readiness in project design, these limitations can be addressed through well-planned scaffolding, contextually relevant projects, and authentic assessment strategies. Overall, the findings confirm that Project-Based Learning is an effective and appropriate instructional approach for enhancing 21st-century science competencies. ABSTRAKPerkembangan sains dan teknologi abad ke-21 menuntut pembelajaran sains yang berorientasi pada penguatan kompetensi berpikir tingkat tinggi dan keterampilan abad 21. Peserta didik diharapkan tidak hanya menguasai konsep, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, pemecahan masalah, komunikasi, kolaborasi, serta literasi dan keterampilan proses ilmiah. Project-Based Learning (PjBL) dipandang sebagai model pembelajaran yang relevan karena memberikan pengalaman belajar autentik melalui kegiatan proyek yang kontekstual dan berbasis investigasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi PjBL terhadap pengembangan kompetensi sains abad 21 melalui pendekatan meta-sintesis. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji dan mensintesis delapan artikel ilmiah yang relevan. Hasil meta-sintesis menunjukkan bahwa PjBL secara konsisten meningkatkan penguasaan konsep sains, penalaran ilmiah, dan kemampuan berpikir kritis melalui aktivitas eksperimen, analisis data, dan pemecahan masalah. Selain itu, PjBL efektif memperkuat keterampilan abad 21 (4C), yaitu kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan berpikir kritis, yang berkembang melalui kerja kelompok, perancangan proyek, serta presentasi hasil. Tahapan PjBL yang selaras dengan proses ilmiah juga berkontribusi terhadap peningkatan literasi sains dan keterampilan proses ilmiah siswa. Meskipun implementasinya menghadapi kendala, seperti keterbatasan waktu dan kesiapan guru, hambatan tersebut dapat diatasi melalui perancangan proyek yang sederhana, relevan, dan didukung penilaian autentik. Secara keseluruhan, PjBL terbukti efektif dan layak direkomendasikan sebagai pendekatan strategis dalam pembelajaran sains abad 21.
HUKUM PERJANJIAN BUY BACK GUARANTEE TERHADAP KREDIT KEPEMILIKAN RUMAH Nisa, Ayu Chairun
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.8668

Abstract

ABSTRACT According to Law No. 1 of 2011 on Housing and Residential Areas, a house functions as a decent place to live, a means of family development, a reflection of the occupants’ dignity, and an asset of the owner. In addition, housing and residential development supports economic growth through job creation and capital formation. The research applied in this study uses a normative approach, which is a form of legal research conducted by examining various literature sources or secondary data as the basis for analyzing statutory provisions. In the implementation of credit agreements, the most commonly used collateral consists of land and buildings or houses. Banks generally require consumers/debtors to submit part of their assets as collateral to ensure debt repayment in the event that the debtor fails to fulfill their obligations at the end of the agreement period. Collateral serves as an additional guarantee required in the provision of credit facilities. In home ownership loans (KPR), the object used as collateral is the house to be purchased by the customer. Therefore, it can be concluded that a buy-back guarantee agreement constitutes a contractual relationship between the bank and the developer cooperating in the distribution of credit funds. This credit agreement generally contains various general provisions regarding housing or property financing, including the loan amount, interest rate, credit term, installment amount, related fees, as well as the rights and obligations of each party. In practice, cases of non-performing KPR loans frequently occur due to the customer’s failure to fulfill their obligations. ABSTRAK Menurut UU No. 1 Tahun 2011, tentang Perumahan dan Kawasan Pemukiman, rumah berfungsi sebagai tempat tinggal layak, sarana pembinaan keluarga, cerminan martabat penghuninya, sekaligus aset pemilik. Selain itu, perumahan dan pemukiman mendukung ekonomi melalui penyediaan lapangan kerja dan pembentukan modal. penelitian yang diterapkan adalah pendekatan normatif, yaitu bentuk penelitian hukum yang dilakukan dengan menelaah berbagai sumber kepustakaan atau data sekunder sebagai dasar untuk menganalisis ketentuan perundang-undangan. Dalam pelaksanaan perjanjian kredit, jaminan yang paling sering dipakai adalah tanah dan bangunan atau rumah. Bank umumnya meminta Konsumen/Debitur menyerahkan sebagian harta kekayaannya sebagai jaminan untuk memastikan pelunasan utang apabila Debitur tidak memenuhi kewajibannya pada akhir masa perjanjian. Agunan menjadi jaminan tambahan yang dibutuhkan dalam pemberian fasilitas kredit. Dalam kredit pemilikan rumah (KPR), objek yang dijadikan jaminan adalah rumah yang akan dibeli oleh nasabah. Maka disimpulkan bahwa perjanjian buy back guarantee merupakan bentuk perikatan antara pihak bank dan pengembang (developer) yang bekerja sama dalam penyaluran dana kredit. Perjanjian kredit ini umumnya memuat berbagai ketentuan umum mengenai pembiayaan rumah atau properti, termasuk jumlah pinjaman, suku bunga, jangka waktu kredit, besaran cicilan, biaya terkait, serta hak dan kewajiban masing-masing pihak. Dalam praktiknya, sering terjadi kredit KPR yang mengalami kemacetan karena nasabah gagal memenuhi kewajibannya.
PERANCANGAN WEBSITE E-COMMERCE UNTUK MENINGKATKAN PENGALAMAN PENGGUNA (USER EXPERIENCE/UX) PADA USAHA LAYANAN GURAH MESIN DI KABUPATEN KLATEN Hariadi, Eko; Rosyidi, Afnan
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.8669

Abstract

ABSTRACT The rapid growth of digital transformation has driven micro, small, and medium enterprises (MSMEs) to adopt e-commerce technologies to expand market reach and improve service quality. This study aims to analyze the User Experience (UX) performance of two automotive service websites gurahmesin.pro and gurahmesinpro.my.id operated by a local “Gurah Mesin” business in Klaten Regency, Central Java, Indonesia. This research employed a descriptive-comparative method using both quantitative and qualitative approaches. Data were collected through the System Usability Scale (SUS) questionnaire, heuristic evaluation, and user interviews. Twenty respondents participated in assessing usability, navigation clarity, interface design, and interaction efficiency across both websites. The findings revealed that gurahmesinpro.my.id achieved a SUS score of 87 (Excellent), while gurahmesin.pro scored 47 (Poor). The superior performance of gurahmesinpro.my.id was primarily due to faster access speed, consistent navigation structure, responsive mobile layout, and clearer call-to-action (CTA) design. Implementing an optimized UX design significantly improved user satisfaction and service booking conversion rates by 35%. The study concludes that integrating UX principles into e-commerce website design has a substantial positive impact on user  comfort,  trust,  and  loyalty.  The  gurahmesinpro.my.id  platform  serves  as a  practical model for enhancing digital transformation among local automotive MSMEs in Indonesia. ABSTRAK Transformasi digital telah mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk beradaptasi melalui pemanfaatan teknologi e-commerce guna meningkatkan jangkauan pasar dan kualitas layanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengalaman pengguna (User Experience/UX) pada dua website layanan otomotif “Gurah Mesin” di Kabupaten Klaten, yaitu gurahmesin.pro dan gurahmesinpro.my.id. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-komparatif dengan kombinasi kuantitatif dan kualitatif. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner System Usability Scale (SUS), heuristic evaluation, dan wawancara pengguna. Sebanyak 20 responden dilibatkan untuk menguji tingkat kegunaan, kemudahan navigasi, tampilan antarmuka, serta efektivitas interaksi pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa website gurahmesinpro.my.id memperoleh skor SUS sebesar 87 (kategori Excellent), sedangkan gurahmesin.pro hanya memperoleh 47 (kategori Poor). Perbedaan ini disebabkan oleh aspek kecepatan akses, konsistensi navigasi, tampilan responsif, dan kejelasan call-to-action (CTA) pada website baru. Implementasi desain UX yang baik terbukti mampu meningkatkan tingkat kepuasan pengguna dan konversi pemesanan layanan sebesar 35%. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa penerapan prinsip UX pada website e-commerce berpengaruh signifikan terhadap kenyamanan, kepercayaan, dan loyalitas pengguna. Website gurahmesinpro.my.id dapat dijadikan model penerapan UX yang efektif untuk mendukung transformasi digital UMKM otomotif lokal.
PENGARUH PELATIHAN PENERAPAN PROSEDUR PEMBERSIHAN KAMAR CHECKED OUT TERHADAP KINERJA KARYAWAN HOUSEKEEPING DI HYATT REGENCY BALI Primantara, Kadek; Darlina, Lien; Yani, Ni Wayan Merry Nirmala
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.8670

Abstract

ABSTRACT Improving room cleaning service quality is a key factor in creating an optimal guest experience and enhancing customer satisfaction in the hotel industry. Therefore, this study aims to analyze the effect of checkout room cleaning procedure training on the performance of housekeeping employees at Hyatt Regency Bali. The research employed a quantitative approach using a saturated sampling technique, in which all 53 housekeeping employees were included as respondents. The research stages comprised the development of research instruments in the form of questionnaires, validity and reliability testing, data collection through questionnaire distribution, and data analysis using simple linear regression to examine the effect of training on employee performance. The results indicate that training has a positive and significant effect on employee performance. Well-structured and practical training enhances employees’ understanding and implementation of standard operating procedures (SOPs) for room cleaning, thereby improving service quality and visitor satisfaction. These findings imply the necessity of continuous training programs supported by hands-on practice, performance evaluation, and intensive mentoring to strengthen technical competencies and to establish a consistent and superior destination image. ABSTRAK Peningkatan kualitas pelayanan kamar (service quality) merupakan faktor kunci dalam menciptakan pengalaman menginap yang optimal dan kepuasan tamu hotel. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan prosedur pembersihan kamar checked out terhadap kinerja karyawan housekeeping di Hyatt Regency Bali. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode sampling jenuh, di mana seluruh populasi yang berjumlah 53 karyawan housekeeping dijadikan responden. Tahapan penelitian meliputi penyusunan instrumen penelitian berupa kuesioner, pengujian validitas dan reliabilitas, pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner, serta analisis data menggunakan regresi linier sederhana untuk menguji pengaruh variabel pelatihan terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Pelatihan yang terstruktur dan aplikatif mampu meningkatkan pemahaman serta penerapan standar operasional prosedur (SOP) pembersihan kamar, sehingga berdampak pada peningkatan mutu layanan dan kepuasan pengunjung (visitor satisfaction). Temuan ini mengimplikasikan perlunya pelatihan berkelanjutan yang dilengkapi dengan praktik langsung, evaluasi kinerja, serta pendampingan intensif guna memperkuat kompetensi teknis karyawan dan membentuk citra destinasi (destination image) yang unggul dan konsisten.
LOKALISASI DAN PROSTITUSI DALAM PERSFEKTIF HUKUM ISLAM SERTA IMPLIKASINYA Pratama, Widhy Andrian
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.8671

Abstract

ABSTRACT Localization areas are often perceived as unsafe social spaces for women, both for those who work within them and for residents living in surrounding communities. This condition is not only caused by vulnerability to acts of violence but also by the negative social stigma attached to localization. The existence of localization is frequently regarded as a social problem as it generates public unrest, disrupts social order, and raises moral, health, and public security concerns. This study aims to analyze the legal regulation of prostitution and localization and to examine the effectiveness of government policies in addressing these issues, particularly from the perspective of women’s protection and public order. The research employs a doctrinal (normative) legal method by examining statutory regulations, legal principles, and legal doctrines through secondary data. The data are obtained from legal textbooks, statutory provisions, scholarly literature, records, and relevant reports. The findings indicate that the issue of prostitution and localization has not yet been comprehensively and sustainably resolved. Therefore, legal regulatory reform and a broader collaborative approach involving the government, religious leaders, local communities, and non-governmental organizations are necessary to develop fair, humane, and effective solutions. ABSTRAK Daerah lokalisasi kerap dipersepsikan sebagai ruang sosial yang tidak aman bagi perempuan, baik bagi mereka yang bekerja di dalamnya maupun masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Kondisi ini tidak hanya disebabkan oleh kerentanan terhadap tindak kekerasan, tetapi juga akibat stigma sosial negatif yang melekat pada lokalisasi. Keberadaan lokalisasi sering dipandang sebagai permasalahan sosial karena menimbulkan keresahan, mengganggu ketenteraman warga, serta memunculkan persoalan moral, kesehatan, dan ketertiban umum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum terkait prostitusi dan lokalisasi serta mengkaji efektivitas kebijakan pemerintah dalam menangani permasalahan tersebut, khususnya dari perspektif perlindungan perempuan dan ketertiban masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode doktrinal (normatif), dengan menelaah peraturan perundang-undangan, prinsip-prinsip hukum, dan doktrin hukum melalui data sekunder yang diperoleh dari buku hukum, pasal-pasal peraturan, literatur ilmiah, catatan, serta laporan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hingga saat ini permasalahan prostitusi dan lokalisasi belum tertangani secara komprehensif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan pembaruan regulasi hukum serta pendekatan kolaboratif yang melibatkan pemerintah, tokoh agama, masyarakat lokal, dan lembaga swadaya masyarakat guna menciptakan solusi yang berkeadilan, humanis, dan efektif.
KRISIS JARINGAN INDUSTRI DAN HIBAH LUAR NEGERI: STUDI LITERATUR PENDANAAN PTS Narjono, Arijo Isnoer
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v5i4.8674

Abstract

ABSTRACT The funding crisis has become a structural challenge that increasingly threatens the sustainability of Private Higher Education Institutions (PHEIs) in Indonesia. In addition to their heavy dependence on tuition-based revenue, many PHEIs face limited access to alternative funding sources, particularly through industry collaboration and international grants. This article aims to systematically examine the factors contributing to the weak industrial networks and limited access to international grants as major constraints in PHEI funding. This study employs a literature review approach by analyzing scholarly journals, policy reports, and donor institution documents published between 2014 and 2024. The analysis is conducted using thematic analysis to identify patterns of structural barriers, institutional capacity issues, and their implications for the sustainability of PHEIs. The findings indicate that weak institutional capacity, poor quality of external networks, limited human resources, and suboptimal government policies in promoting PHEI–industry collaboration are the dominant factors restricting PHEIs’ access to alternative funding sources. These conditions increase the risk of closure for small and medium-sized PHEIs and exacerbate disparities in quality among higher education institutions. This article recommends strengthening institutional capacity within PHEIs, providing affirmative policy support from the government, and developing programs to enhance PHEIs’ readiness in accessing international grants as strategic measures to ensure the sustainability of private higher education in Indonesia. ABSTRAK Krisis pendanaan merupakan persoalan struktural yang semakin mengancam keberlanjutan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Indonesia. Selain ketergantungan yang tinggi terhadap pendapatan berbasis Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP), banyak PTS menghadapi keterbatasan akses terhadap sumber pendanaan alternatif, khususnya melalui kerja sama industri dan hibah luar negeri. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis faktor-faktor yang menyebabkan minimnya jaringan industri dan akses hibah internasional sebagai hambatan utama dalam pendanaan PTS. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur (library research) dengan menelaah jurnal ilmiah, laporan kebijakan, dan dokumen lembaga donor yang terbit dalam rentang 2014–2024. Analisis dilakukan melalui teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola hambatan struktural, kapasitas kelembagaan, dan implikasinya terhadap keberlangsungan PTS. Hasil kajian menunjukkan bahwa lemahnya kapasitas kelembagaan, rendahnya kualitas jejaring eksternal, keterbatasan sumber daya manusia, serta belum optimalnya kebijakan pemerintah dalam mendorong kolaborasi PTS–industri menjadi faktor dominan yang membatasi akses PTS terhadap pendanaan alternatif. Kondisi ini berimplikasi pada meningkatnya risiko penutupan PTS kecil dan menengah serta memperlebar ketimpangan mutu antar perguruan tinggi. Artikel ini merekomendasikan penguatan kapasitas kelembagaan PTS, dukungan kebijakan afirmatif dari pemerintah, serta pengembangan program peningkatan kesiapan PTS dalam mengakses hibah luar negeri sebagai langkah strategis untuk memperkuat keberlanjutan pendidikan tinggi swasta di Indonesia.
DESAIN KURIKULUM BERBASIS CAPAIAN (OUTCOME-BASED CURRICULUM): DARI TUJUAN HINGGA IMPLEMENTASI EFEKTIF Latifah, Hilmiyatul; Rozak, Abdul; Zuhdi, Muhammad
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.8677

Abstract

This study examines the implementation of Outcome-Based Curriculum (OBC) at SMP Raudlotul Muta’allimin, a religious-based school that is undergoing transformation toward more measurable and structured education. OBC is considered relevant in preparing students with competencies required to face global challenges, yet its application in a religious school context presents unique dynamics. The purpose of this study is to explore the experiences, perceptions, and challenges faced by teachers and students in the implementation of OBC, using a qualitative approach based on a case study. Data was collected through in-depth interviews with 10 teachers and 20 students, as well as participatory observation of teaching and learning activities. Data analysis was performed using thematic analysis, which allowed the researcher to identify patterns of meaning in participants' experiences. The main findings indicate that although OBC has a positive impact on increasing student engagement and achieving more measurable competencies, challenges remain regarding time constraints, limited resources, and resistance to change. This study contributes to the development of outcome-based education theory by highlighting the importance of teacher involvement in the curriculum design process and maintaining a balance between global standards and local values. Practically, the findings can serve as a reference for curriculum development in religious-based schools and provide insights for policymakers in effectively integrating OBC. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji penerapan Outcome-Based Curriculum (OBC) di SMP Raudlotul Muta’allimin, sebuah sekolah berbasis agama yang tengah bertransformasi menuju pendidikan yang lebih terukur dan terstruktur. OBC dianggap relevan dalam mempersiapkan siswa dengan kompetensi yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan global, namun penerapannya di sekolah dengan latar belakang agama menghadirkan dinamika tersendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pengalaman, persepsi, dan tantangan yang dihadapi oleh para guru dan siswa dalam menghadapi implementasi OBC, dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 10 guru dan 20 siswa, serta observasi partisipatif terhadap kegiatan belajar mengajar. Analisis data dilakukan dengan pendekatan analisis tematik, yang memungkinkan peneliti untuk mengidentifikasi pola-pola makna dalam pengalaman partisipan. Temuan utama menunjukkan bahwa meskipun OBC membawa dampak positif dalam meningkatkan keterlibatan siswa dan pencapaian kompetensi yang lebih terukur, terdapat tantangan terkait dengan keterbatasan waktu, sumber daya, dan resistensi terhadap perubahan. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori pendidikan berbasis capaian dengan menyoroti pentingnya keterlibatan guru dalam proses desain kurikulum dan mempertahankan keseimbangan antara standar global dan nilai-nilai lokal. Praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pengembangan kurikulum di sekolah-sekolah berbasis agama, serta memberikan wawasan bagi pembuat kebijakan pendidikan dalam mengintegrasikan OBC secara lebih efektif.    
ANALISIS ADOPSI DAN DIFUSI INOVASI ASESMEN: STUDI KASUS IMPLEMENTASI TES KEMAMPUAN AKADEMIK (TKA) DI SMAN 2 TAMBUN UTARA Alam, Bahrul; Sarwiyanti, Sarwiyanti; Kosim, Ahmad; Ermawati, Eny
MANAJERIAL : Jurnal Inovasi Manajemen dan Supervisi Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/manajerial.v6i1.8689

Abstract

This study aims to analyze the adoption and diffusion dynamics of the Academic Ability Test (TKA) policy mandated by Permendikdasmen Number 9 of 2025 at SMAN 2 Tambun Utara. This research is urgent considering the transition from conventional evaluation to digital-based assessment with high-stakes testing often faces technical and psychological barriers. Using a descriptive quantitative approach within Everett M. Rogers' Diffusion of Innovation framework, the study highlights three main attributes: Relative Advantage, Compatibility, and Complexity. Data were collected through surveys of the 12th-grade student population (N=276) and teachers/technical teams (N=11). Findings reveal an adoption paradox: (1) High value acceptance (Relative Advantage), where 81.8% of students view TKA as a strategic opportunity for university admission; (2) Critical infrastructure gap (Compatibility), with 63.6% of teachers stating school hardware unreadiness and 39.4% of students having unsupported personal devices; (3) Procedural complexity, where 54.5% of teachers feel significantly increased administrative burden. The study concludes that SMAN 2 Tambun Utara possesses human resource readiness (brainware) but suffers from an infrastructure deficit (hardware), potentially triggering academic anxiety. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika adopsi dan difusi inovasi kebijakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang diamanatkan oleh Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025 di SMAN 2 Tambun Utara. Penelitian ini urgen dilakukan mengingat transisi dari evaluasi konvensional menuju asesmen berbasis digital dengan konsekuensi tinggi (high-stakes testing) seringkali menghadapi hambatan teknis dan psikologis. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan kerangka teori Difusi Inovasi Everett M. Rogers, penelitian menyoroti tiga atribut utama: Relative Advantage, Compatibility, dan Complexity. Data dikumpulkan melalui survei terhadap populasi siswa kelas XII (N=276) dan guru/tim teknis (N=11). Temuan menunjukkan paradoks adopsi: (1) Tingkat penerimaan nilai (Relative Advantage) sangat tinggi, di mana 81,8% siswa memandang TKA sebagai peluang strategis masuk PTN; (2) Kesenjangan infrastruktur (Compatibility) yang kritis, dengan 63,6% guru menyatakan ketidaksiapan perangkat keras sekolah dan 39,4% siswa memiliki perangkat pribadi yang tidak mendukung; (3) Kompleksitas prosedur (Complexity) yang membebani, di mana 54,5% guru merasa beban administrasi meningkat signifikan. Penelitian menyimpulkan bahwa SMAN 2 Tambun Utara memiliki kesiapan SDM (brainware) namun mengalami defisit kesiapan infrastruktur (hardware), yang berpotensi memicu kecemasan akademik.