cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.p4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnal.p4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Core Subject : Education, Social,
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Community Service
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 37 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2025)" : 37 Documents clear
IMPLEMENTASI ASESMEN PEMBELAJARAN ERA KURIKULUM MERDEKA A, Hartoyo; Hairida, Hairida; M, Asrori; Mashudi, Mashudi; S, Halijah; Kartono , Kartono
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.4698

Abstract

This community service aims to explore the understanding and challenges faced by teachers in implementing competency-based assessment in the Independent Curriculum. Interviews were conducted with three teachers from Nanga Taman District and Sekadau Regency who participated in training on competency-based assessment. The results of the study indicate that although teachers already have a fairly good understanding of competency-based assessment which includes knowledge, skills, and attitudes, they still face various challenges in implementing it. The main challenges found were the difficulty in designing comprehensive assessment instruments, limited technological skills, difficulty in measuring student attitudes objectively, limited time, and confusion in aligning formative and summative assessments. Therefore, this study suggests that further training, technological assistance, and managerial support be held to overcome these challenges, and increase the effectiveness of implementing competency-based assessment in the classroom. ABSTRAKPengabdian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemahaman dan tantangan yang dihadapi oleh para guru dalam menerapkan asesmen berbasis kompetensi pada Kurikulum Merdeka. Wawancara dilakukan dengan tiga orang guru dari Kecamatan Nanga Taman dan Kabupaten Sekadau yang mengikuti pelatihan mengenai asesmen berbasis kompetensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun para guru sudah memiliki pemahaman yang cukup baik tentang asesmen berbasis kompetensi yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap, mereka masih menghadapi berbagai tantangan dalam mengimplementasikannya. Tantangan utama yang ditemukan adalah kesulitan dalam merancang instrumen asesmen yang komprehensif, keterbatasan keterampilan teknologi, kesulitan dalam mengukur sikap siswa secara objektif, keterbatasan waktu, serta kebingungan dalam menyelaraskan asesmen formatif dan sumatif. Oleh karena itu, penelitian ini menyarankan agar diadakan pelatihan lanjutan, pendampingan teknologi, dan dukungan manajerial untuk mengatasi tantangan tersebut, serta meningkatkan efektivitas penerapan asesmen berbasis kompetensi di kelas.
TRANSFORMASI KONSENTRASI BELAJAR SISWA MELALUI TERAPI WARNA SUJOK: SEBUAH INOVASI DI MTS Utomo, Agus Setyo; Hidayah, Nurul; Marsaid, Marsaid; Nataliswati, Tri
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.4653

Abstract

Concentration in school-age children is a crucial factor in improving educational outcomes. However, many students face difficulties in maintaining focus during the learning process. This community service activity aims to introduce Sujok color therapy as a solution to enhance students' concentration. Sujok color therapy, which combines the principles of acupressure and color stimulation, is expected to help students improve their focus and attention while learning. This activity involved 56 students and was conducted in two sessions: theoretical training on Sujok color therapy and a practical application session. Evaluation was carried out using pretest and posttest to measure the students' improvement in understanding. The evaluation results showed significant improvement in students' understanding of Sujok color therapy, as well as their skills in applying the technique. The cognitive understanding of students showed a notable increase, with the posttest average reaching 74.11%, compared to 27.14% in the pretest. In the psychomotor domain, students’ skills in selecting the appropriate color for therapy and applying it to the Sujok points also showed significant improvement. These findings suggest that Sujok color therapy can be implemented as an effective method to enhance students' concentration and has the potential to be further developed in educational practice in schools. ABSTRAKKonsentrasi belajar pada anak usia sekolah merupakan faktor penting dalam meningkatkan hasil pendidikan. Namun, banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam mempertahankan fokus selama proses belajar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkenalkan terapi warna Sujok sebagai solusi untuk meningkatkan konsentrasi belajar siswa. Terapi warna Sujok, yang menggabungkan prinsip akupresur dan stimulasi warna, diharapkan dapat membantu siswa meningkatkan fokus dan perhatian mereka saat belajar. Kegiatan ini diikuti oleh 56 siswa dan dilaksanakan dalam dua sesi, yaitu edukasi teori tentang terapi warna Sujok dan sesi praktik langsung. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pemahaman siswa. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa mengenai terapi warna Sujok, serta keterampilan mereka dalam menerapkan teknik tersebut. Peningkatan pemahaman kognitif siswa tercatat dengan rata-rata posttest sebesar 74,11%, dibandingkan dengan 27,14% pada pretest. Di ranah psikomotorik, keterampilan siswa dalam memilih warna yang tepat untuk terapi dan menerapkannya pada titik Sujok juga mengalami peningkatan yang signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa terapi warna Sujok dapat diterapkan sebagai metode yang efektif untuk meningkatkan konsentrasi belajar siswa dan berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut dalam praktik pendidikan di sekolah-sekolah.
PROGRAM WILAYAH BINAAN BERKELANJUTAN TAHAP III PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI DAN PENDAMPINGAN IBU HAMIL SEBAGAI UPAYA MENURUNKAN AKI DAN RISIKO STUNTING Indriani, Ririn; Rahmawati, Rahajeng Siti Nur; Titisari, Ira; Sendra, Eny; Rahmaningtyas, Indah; Antono, Sumy Dwi; Pratamaningtyas, Susanti; Cahyani, Desy Dwi
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.4907

Abstract

A total of 222 (7.2%) toddlers experienced malnutrition, based on BB/U. Meanwhile, the results of BB/TB weighing obtained 147 (4.8%) malnutrition, and 36 (1.2%) severe malnutrition. Assistance for pregnant women, wasted and stunted children as an effort to support the Gebrak program or movement to reduce the death rate and accelerate the reduction of stunting in Mojo District, Kediri Regency. Of the 50 targets, 20 were pregnant women, 2 were anemic, 3 had CED and 15 were at high risk. Meanwhile, 30 children were 4 wasted and 26 were stunted. From the coaching that was held, results were obtained from 25 respondents who took part with an average pre score of 84.14 points. Meanwhile, the average post value: 85.75. So it can be concluded that there was an increase in the youth group of 1.65. from the group of pregnant women, which consisted of 25 respondents in the class of pregnant women who filled out the DASS questionnaire, the pre-test average was 17.85, for the post-test the average was 23.95, so it can be concluded that there was an increase of 6. 1. ABSTRAKSebanyak 222 (7.2%) balita yang mengalami gizi kurang, berdasarkan BB/U. Sedangkan hasil penimbangan BB/TB didapatkan 147 (4.8%) gizi kurang, dan gizi buruk sebanyak 36 (1.2%). Pendampingan ibu hamil, anak wasting dan stunting sebagai upaya mendukung program Gebrak atau gerakan menurunkan angka kematian dan percepatan penurunan stunting di Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri. Dari sejumlah 50 sasaran, terdiri dari 20 orang ibu hamil dengan 2 orang anemia, 3 orang dengan KEK dan 15 orang dengan resiko tinggi. Sedangkan 30 anak dengan rincian 4 wasting dan 26 orang stunting. Dari pembinaan yang diselengggarakan didapatkan hasil 25 orang responden yang mengikuti rata-rata nilai pre sebanyak 84,14 poin. Sedangkan nilai post rata-rata: 85,75. sehingga dapat disimpulkan ada kenaikan pada kelompok remaja sebesar 1,65. dari kelompok ibu hamil, yang terdiri dari 25 orang responden di kelas ibu hamil yang mengisi kuesioner DASS mendapatkan rata-rata pre test adalah 17,85, untuk post test didapatkan rata-rata adalah 23,95, sehingga dapat disimpulkan ada kenaikan sebesar 6,1.
PENTINGNYA EVALUASI PROGRAM DWISMAN MENGGUNAKAN GOOGLE FORMS DI SEKOLAH SMAN 2 ABIANSEMAL Putra, Anak Agung Gede Adi Mega; Alam, Helmy Syakh; Pratiwi, Dewa Ayu Diah Senja; Temaja, I Putu Satria Prana; Coverna, Ivanko Immanuel; Dewi, Ni Putu Mutiara Candra
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.4908

Abstract

Improving the quality of education, in line with the objectives of the Sustainable Development Goals (SDGs), requires continuous program evaluation. This study was motivated by the need for SMAN 2 Abiansemal to comprehensively evaluate the implementation and effectiveness of the Dwisman program. The main focus of this study is to evaluate the effectiveness of the Dwisman program at SMAN 2 Abiansemal by utilizing Google Forms as the main instrument for collecting data from various stakeholders. The research method used is program evaluation with a descriptive approach. Important stages include designing Google Forms-based evaluation instruments, distributing them to students, teachers, and other related parties involved in the Dwisman program, and analyzing the collected data. The evaluation results present a comprehensive picture of the implementation of the Dwisman program, successfully identifying various aspects of strengths and weaknesses in its implementation. In addition, this study formulates a series of strategic recommendations aimed at improving and developing the program on an ongoing basis. The main conclusion shows that the evaluation of the Dwisman program using Google Forms provides a practical contribution to SMAN 2 Abiansemal in its efforts to optimize the program. Furthermore, this evaluation methodology offers valuable insights for other educational institutions that aim to carry out similar program evaluations efficiently and effectively. ABSTRAKPeningkatan kualitas pendidikan, sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), memerlukan evaluasi program berkelanjutan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan SMAN 2 Abiansemal untuk mengevaluasi secara komprehensif implementasi dan efektivitas program Dwisman. Fokus utama penelitian ini adalah mengevaluasi efektivitas program Dwisman di SMAN 2 Abiansemal dengan memanfaatkan Google Forms sebagai instrumen utama pengumpulan data dari berbagai pemangku kepentingan. Metode penelitian yang digunakan adalah evaluasi program dengan pendekatan deskriptif. Tahapan penting meliputi perancangan instrumen evaluasi berbasis Google Forms, penyebaran kepada siswa, guru, dan pihak terkait lainnya yang terlibat dalam program Dwisman, serta analisis data yang terkumpul. Hasil evaluasi menyajikan gambaran komprehensif mengenai pelaksanaan program Dwisman, berhasil mengidentifikasi berbagai aspek kekuatan dan kelemahan dalam implementasinya. Selain itu, penelitian ini merumuskan serangkaian rekomendasi strategis yang ditujukan untuk perbaikan dan pengembangan program secara berkelanjutan. Simpulan utama menunjukkan bahwa evaluasi program Dwisman menggunakan Google Forms memberikan kontribusi praktis bagi SMAN 2 Abiansemal dalam upaya mengoptimalkan program tersebut. Lebih lanjut, metodologi evaluasi ini menawarkan wawasan berharga bagi institusi pendidikan lain yang bertujuan melaksanakan evaluasi program serupa secara efisien dan efektif.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU MELALUI PELATIHAN ANALISIS SWOT DALAM MENGANALISIS PEMBELAJARAN DI KECAMATAN PACET KABUPATEN BANDUNG F, Ikka Kartika A; Fitriani, Seni; Lidiawati, Diana; Yuningsih, Yuyun
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.4910

Abstract

This training aims to enhance teachers' competencies in analyzing learning situations using SWOT analysis (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Using a descriptive qualitative approach, 25 teachers from various schools in Pacet Subdistrict, Bandung Regency, participated in this program. The training lasted three days and was designed to equip teachers with strategic skills to evaluate teaching conditions comprehensively, including identifying strengths, weaknesses, opportunities, and threats within the local context. The training process included theoretical discussions, group simulations, and individual evaluations, providing hands-on experience for participants. The results showed significant improvements in teachers' reflective and practical abilities to apply SWOT analysis. Teachers developed innovative and adaptive learning strategies based on in-depth analysis of their respective classroom situations. This training also encouraged collaboration among teachers in identifying creative solutions to complex teaching challenges. This article discusses the training stages, the outcomes achieved, and its benefits for teacher professional development. The implications are relevant for planning and implementing educational strategies in the future. This training contributes to improving education quality through a measurable strategic and reflective analysis-based approach. ABSTRAKPelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menganalisis situasi pembelajaran menggunakan teknik analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, 25 guru dari berbagai sekolah di Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, terlibat dalam program ini. Pelatihan berlangsung tiga hari dan dirancang untuk membekali guru dengan keterampilan strategis dalam mengevaluasi kondisi pembelajaran secara menyeluruh, termasuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam konteks lokal. Proses pelatihan mencakup diskusi teoritis, simulasi kelompok, dan evaluasi individu, memberikan pengalaman langsung kepada peserta. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan reflektif dan praktis guru dalam menerapkan analisis SWOT. Guru merancang strategi pembelajaran inovatif dan adaptif berdasarkan analisis mendalam terhadap situasi kelas masing-masing. Pelatihan ini juga mendorong kolaborasi antarguru dalam mengidentifikasi solusi kreatif untuk tantangan pembelajaran yang kompleks. Artikel ini membahas tahapan pelatihan, hasil yang dicapai, dan manfaatnya terhadap pengembangan profesional guru. Implikasi yang dihasilkan relevan untuk perencanaan dan implementasi strategi pendidikan di masa depan. Pelatihan ini memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan melalui pendekatan berbasis analisis strategis dan reflektif yang terukur.
PERAN SERTA DOSEN DAN MAHASISWA MEMBANGUN KOLABORASI AKADEMIK MELALUI ACARA PROGRAM RISET UNGGULAN PERGURUAN TINGGI Prawirawati, Ratih
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.4968

Abstract

The Featured Research Presentation Program for Higher Education Institutions in Southwest Papua is a strategic initiative aimed at strengthening the implementation of the three pillars of higher education, particularly community engagement through research-based approaches. This article aims to describe the participation of lecturers and students in the program and analyze its impact on community development and academic capacity building. Using a descriptive-qualitative approach, data were collected through participatory observation, documentation, and informal interviews. The findings show that the program successfully featured more than 25 research presentations covering various fields, including appropriate technology, education, public health, and local resource development. Students actively participated as moderators, note-takers, and documentation teams, gaining both academic and practical experience. The forum strengthened inter-institutional academic networks and fostered a collaborative culture that responds to local needs. Presentations from national academic figures enriched participants’ understanding of research as a tool for social transformation, especially in underdeveloped, frontier, and outermost (3T) regions. The forum also produced strategic recommendations for sustainable regional research development. In conclusion, the program serves as an effective model of academic synergy, enhancing the relevance and impact of research on society and empowering students as agents of change through knowledge-based contributions. ABSTRAKProgram Paparan Riset Unggulan Perguruan Tinggi di Papua Barat Daya merupakan inisiatif strategis dalam mendukung penguatan tridharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat berbasis riset. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan partisipasi dosen dan mahasiswa dalam kegiatan tersebut serta menganalisis dampaknya terhadap pembangunan masyarakat dan pengembangan kapasitas akademik. Menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, dokumentasi, dan wawancara informal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ini berhasil menjaring lebih dari 25 hasil penelitian yang mencakup berbagai bidang, seperti teknologi tepat guna, pendidikan, dan kesehatan masyarakat, serta melibatkan aktif mahasiswa dalam peran strategis. Forum ini tidak hanya memperkuat jejaring akademik lintas institusi, tetapi juga membangun budaya kolaboratif yang responsif terhadap kebutuhan lokal. Paparan tokoh akademik nasional memperkaya perspektif peserta mengenai pentingnya riset sebagai instrumen perubahan sosial, terutama di wilayah 3T. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan rekomendasi strategis untuk penguatan riset berkelanjutan di tingkat regional. Dapat disimpulkan bahwa Program Paparan Riset Unggulan mampu menjadi model sinergi akademik yang efektif dalam meningkatkan relevansi dan dampak riset terhadap masyarakat, serta memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan berbasis ilmu pengetahuan.
PROGRAM KONSELOR PROFESIONAL PASCABENCANA MELALUI LAYANAN INFORMASI PENDEKATAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DALAM MANAJEMEN STRES BAGI MASYARAKAT JORONG NAGARI BUKIK BATABUAH Larasati, Sectio Putri; Nirwana, Herman; Hariko, Rezki; Fikri, Miftahul; Fadhilah, Farah; Nasution, Ahmad Zaki Ilman
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.4976

Abstract

ABSTRACT Natural disasters not only cause physical damage but also lead to significant psychological disorders in the affected post-disaster victims. This article aims to describe the role of professional counselors in intervening in post-disaster psychology through Problem-Based Learning (PBL) approach information services in helping to manage stress to residents of Jorong Nagari Bukik Batabuah, Agam Regency, West Sumatra. The method used is descriptive qualitative, using a case study approach to describe a problem in detail in a factual context. Data were collected through observation, interviews, and documentation during service delivery. The intervention focused on providing information services using the Problem-Based Learning (PBL) approach regarding post-disaster stress, recognition of stress symptoms, and training in breathing relaxation techniques. The results showed that the community gained a better understanding of their psychological condition and was able to implement effective strategies in stress management independently. This finding confirms the importance of the role of counselors in post-disaster psychological recovery through Problem-Based Learning (PBL) approach information services as a form of early intervention that is adaptive and relevant to the needs of post-disaster victims. ABSTRAK Bencana alam tidak hanya menyebabkan kerusakan fisik, tetapi juga memunculkan gangguan psikologis yang signifikan pada korban pascabencana yang terdampak. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran konselor profesional dalam program konselor profesional pascabencana melalui layanan informasi dengan pendekatan Problem Based Learning (PBL) sebagai bentuk intervensi psikologis untuk membantu manajemen stres kepada warga Jorong Nagari Bukik Batabuah, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang menggambarkan secara detail suatu masalah dalam konteks faktual. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, pemberian layanan informasi pendekatan Problem Based Learning (PBL), dan dokumentasi selama pelaksanaan layanan. Intervensi difokuskan pada pemberian layanan informasi menggunakan pendekatan Problem Based Learning (PBL) mengenai stres pascabencana, pengenalan gejala stres, serta pelatihan teknik relaksasi pernapasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai kondisi psikologis mereka dan mampu menerapkan strategi yang efektif dalam manajemen stres secara mandiri. Temuan ini menegaskan pentingnya peran konselor dalam pemulihan psikologis pascabencana melalui layanan informasi pendekatan Problem Based Learning (PBL) sebagai bentuk intervensi awal yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan korban pasca bencana.
FOSTERING ECONOMIC SELF-RELIANCE IN MEKAR BERSATU VILLAGE, CENTRAL LOMBOK, THROUGH THE STRENGTHENING OF MICRO, SMALL, ADAN MEDIUM ENTERPRISES (MSMES) Chasanah, Afrida Nur; Supratman, Supratman; Krisnahadi, Tama; Septika, Baiq Herdina; Ilhamalimy, Ridho Rafqi
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.5108

Abstract

Mekar Bersatu Village possesses considerable economic potential, particularly in the agricultural and handicraft sectors that are based on local resources. However, local Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) face several persistent challenges, including limited market access, low adoption of digital technologies, and the lack of legal business status. This community engagement initiative aims to enhance the capacity of local MSMEs through targeted interventions focusing on digital marketing training and business legalization, aligned with the village’s unique local potential. The methodology involved a needs assessment survey, followed by two training sessions—on digital marketing and business legalization—along with practical simulation exercises. Evaluation outcomes indicate a significant increase in participants' understanding of digital marketing strategies and the importance of legal business registration. The program successfully motivated participants to utilize social media as a promotional platform and to independently initiate business licensing processes. These outcomes demonstrate that the training constitutes a foundational step toward fostering sustainable economic independence in Mekar Bersatu Village. ABSTRAKDesa Mekar Bersatu memiliki potensi ekonomi yang cukup besar, khususnya di sektor pertanian dan kerajinan tangan yang berbasis pada sumber daya lokal. Namun, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat menghadapi beberapa tantangan yang terus berlanjut, termasuk akses pasar yang terbatas, rendahnya adopsi teknologi digital, dan kurangnya status bisnis yang sah. Inisiatif keterlibatan masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas UMKM setempat melalui intervensi yang ditargetkan dengan fokus pada pelatihan pemasaran digital dan legalisasi bisnis, yang selaras dengan potensi lokal desa yang unik. Metodologi yang digunakan melibatkan survei penilaian kebutuhan, diikuti oleh dua sesi pelatihan—tentang pemasaran digital dan legalisasi bisnis—bersama dengan latihan simulasi praktis. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman peserta tentang strategi pemasaran digital dan pentingnya pendaftaran bisnis yang sah. Program ini berhasil memotivasi peserta untuk memanfaatkan media sosial sebagai platform promosi dan untuk secara mandiri memulai proses perizinan bisnis. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan merupakan langkah mendasar menuju pembinaan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan di Desa Mekar Bersatu.
PROJEK LINGKUNGAN INKLUSIF (PROKLIN) DI SMPN 1 BATU LAYAR Ramdhan, Aldi Putra; Soemardiawan, Soemardiawan; Widiyantoro, Setyo Putra; Dedy, Dedy
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.5426

Abstract

ABSTRACT The issue at SMPN 1 Batu Layar, a model Go Green school, arises from the presence of scattered organic and non-organic waste, which undermines its image as an environmentally friendly school. This study aims to examine the benefits of the Inclusive Environmental Program (PROKLIN) in raising awareness and participation among school members in maintaining cleanliness and environmental sustainability. PROKLIN is expected to serve as a model for other schools in creating a clean, healthy, and sustainable school environment. The methods used in this activity include stages of socialization and workshops on waste processing, followed by assistance in the implementation of the Inclusive Environmental Program (PROKLIN). This program aims to increase the awareness and participation of the school community in maintaining the cleanliness and sustainability of the school environment. The final stage is the evaluation of the program to assess the effectiveness and impact of the activities carried out. The community service results show an improvement in students’ understanding and skills in managing organic and non-organic bottle waste through several activity stages. The findings also indicate that PPG UNDIKMA students were not only able to effectively practice bottle waste processing but also experienced positive changes in daily behavior related to the implementation of a sustainable lifestyle and the Go Green movement at school and in the surrounding environment. This activity also supports the development of the Pancasila student profile, especially in aspects of mutual cooperation (gotong royong), environmental care, and independence. ABSTRAK Permasalahan di SMPN 1 Batu Layar sebagai sekolah percontohan Go Green muncul akibat banyaknya sampah organik dan nonorganik yang berserakan, sehingga mengganggu citra sekolah ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat Program Lingkungan Inklusif (PROKLIN) dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga sekolah dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. PROKLIN diharapkan menjadi model bagi sekolah lain dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini mencakup tahapan sosialisasi dan workshop pengolahan sampah, diikuti dengan pendampingan dalam pelaksanaan Program Lingkungan Inklusif (PROKLIN). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi warga sekolah dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekolah. Tahapan terakhir adalah evaluasi program untuk menilai efektivitas serta dampak dari kegiatan yang telah dilaksanakan. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan siswa dalam pengelolaan limbah sampah botol organik maupun nonorganik melalui beberapa tahapan kegiatan. Temuan juga mengindikasikan bahwa mahasiswa PPG UNDIKMA tidak hanya mampu mempraktikkan pengolahan sampah botol secara efektif, tetapi juga mengalami perubahan positif dalam perilaku sehari-hari terkait penerapan gaya hidup berkelanjutan dan gerakan Go Green di sekolah maupun lingkungan sekitarnya. Kegiatan ini turut mendukung pembentukan profil pelajar Pancasila, khususnya dalam aspek gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, dan kemandirian.
E-LIBRARY WEEK: MERETAS JARAK, MENYENTUH ILMU DI UJUNG JARI Hardjito, Koekoeh; Haryadi, Pipit; Mashadi, Ali; Sendra, Eny; Antono, Sumy Dwi
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.5474

Abstract

ABSTRACT Indonesia's low literacy rate remains a major challenge, particularly among students and the general public. This community service program aimed to enhance digital literacy skills through a five-day initiative called E-Library Week. The program adopted a hybrid (online and offline) approach and involved librarians, the head of the library, and lecturers as facilitators. The results showed that 87.5% of participants improved their understanding of how to access and use the e-library, while 75% discovered new digital features for the first time. The formation of the WhatsApp group “Sahabat E-Library” encouraged active interaction and developed into a sustainable digital literacy community. This initiative demonstrated that digital libraries can reach users more inclusively and flexibly, while also strengthening academic collaboration. Participants also showed high enthusiasm in attending each session, especially during hands-on practice using the e-library platform. This demonstrates that digital literacy can be significantly improved through participatory and contextual approaches. Therefore, E-Library Week represents a strategic step toward bringing reading resources closer to the public and narrowing the literacy gap in the digital era. ABSTRAK Rendahnya tingkat literasi di Indonesia masih menjadi tantangan serius, terutama dalam kalangan mahasiswa dan masyarakat umum. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan literasi digital melalui program E-Library Week yang diselenggarakan selama lima hari. Kegiatan ini menggunakan pendekatan hybrid (online dan offline) dengan melibatkan pustakawan, kepala perpustakaan, dan dosen sebagai fasilitator. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 87,5% peserta mengalami peningkatan pemahaman dalam mengakses dan menggunakan e-library, serta 75% di antaranya baru pertama kali mengetahui fitur-fitur koleksi digital tertentu. Pembentukan grup WhatsApp berhasil mendorong interaksi aktif dan menjadi komunitas literasi digital yang berkelanjutan. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa perpustakaan digital mampu menjangkau pengguna secara lebih inklusif dan fleksibel, serta memperkuat kolaborasi antar unsur akademik. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap sesi, terutama saat praktik langsung menggunakan platform e-library. Hal ini membuktikan bahwa literasi digital dapat ditingkatkan secara signifikan melalui pendekatan yang partisipatif dan kontekstual. Dengan demikian, E-Library Week menjadi salah satu langkah strategis untuk mendekatkan sumber bacaan ke masyarakat dan meretas kesenjangan literasi di era digital.

Page 1 of 4 | Total Record : 37