cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.p4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnal.p4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Core Subject : Education, Social,
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Community Service
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 37 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2025)" : 37 Documents clear
SOSIALISASI EKONOMI KREATIF “PEMBUATAN TEMPE BERBAHAN BAKU KACANG-KACANGAN LOKAL” DALAM UPAYA PENINGKATAN EKONOMI KELUARGA DI DESA WATU LANUR Fatima, Imaculata; Jeradu, Vinsensius
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.5570

Abstract

ABSTRACT The community of Watu Lanur village, like many rural communities in Indonesia, faces various challenges, particularly a lack of knowledge and skills in utilizing local resources such as legumes to increase their economic value. This condition requires cognitive stimulation and behavioral change, as well as support from external parties to help them create added value from agricultural products To achieve this goal, students from the Manggarai Student Association (IMAPELMA) of Ende Regency, through the Student Service Camp (KKBM) program, came to provide knowledge and skills training through a socialization activity on making tempeh from non-soybean legumes. Another aim of this student-led initiative was to improve community welfare so that their financial needs could be met more effectively, while also instilling a spirit of creativity and innovation toward self-reliance. The method used in the socialization began with a dialogue with the villagers and a pre-test before the training. After that, the students conducted a training session on how to make tempeh using legumes cultivated by the villagers themselves. At the end of the activity, a post-test was given to assess the villagers’ understanding and commitment to utilizing local resources, as well as to measure the growth of their creativity and innovation in line with their increasing knowledge and skills. Although it was their first time learning to make tempeh from non-soybean legumes, the villagers successfully produced it and showed a notable improvement in understanding compared to before the training. ABSTRAK Masyarakat desa Watu Lanur, seperti halnya masyarakat pedesaan di Indonesia pada umumnya, menghadapi berbagai persoalan, terutama kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola potensi lokal seperti kacang-kacangan agar memiliki nilai ekonomis. Kondisi ini membutuhkan stimulasi kognitif dan perubahan perilaku, serta dukungan dari pihak luar untuk membantu mereka menciptakan nilai tambah dari hasil pertanian. Untuk memenuhi tujuan itu, mahasiswa Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Manggarai (IMAPELMA) Kabupaten Ende dalam kegiatan Kemah Kerja Bhakti Mahasiswa (KKBM) hadir untuk memberikan bantuan pengetahuan dan keterampilan melalui kegiatan sosialisasi pembuatan Tempe berbahan baku kacang nonkedelai. Adapun tujuan lain dari kegiatan mahasiswa dalam sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan secara finansial kebutuhannya dapat terpenuhi  dengan baik. Juga menanamkan jiwa kreatif, dan inovatif menuju kemandirian. Metode yang dilakukan dalam sosialisasi ini, diawali dialog kepada masyarakat desa dan melakukan test diawal sebelum sosialsiasi. Setelah itu, memberikan pelatihan pembuatan tempe dari kacang-kacangan yang dihasilkan sendiri oleh warga desa. Pada akhir kegiatan sosialisasi, warga desa diberikan test untuk mengetahui sejauhmana mereka paham dan komit untuk memanfaatkan potensi lokal yang ada di lingkungannya dan kreativitas, serta inovasinya berkembang seiring dengan maju dan berkembangnya pengetahuan dan keterampilan yang mampu mereka tampilkan. Meskipun baru pertama kali mereka belajar membuat tempe dari kacang-kacangan selain kedele, namun mereka berhasil membuatnya secara sempurna, dan pemahamannya juga ada perubahan yang lebih baik dari sebelum dilakukan sosialisasi.
USE OF GRAVITY CURRENT VIDEOS AS A MODEL FOR BETTER UNDERSTANDING OF UNIFORM MOTION Prastowo, Tjipto; Fahmi, Muhammad Nurul; Realita, Arie; Habibulloh, Muhammad
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.5657

Abstract

Secondary school students learn about uniform motion from their physics teachers through either an introductory concept of motion, particularly uniform motion in class or hands-on activities in the laboratory. In the university, students obtain similar treatment with no insight into the best example of uniform motion. In the long term, this may result in learning difficulties when facing real examples in nature. The objectives of this study are two-fold. We first engage 15 high-school physics teachers to observe horizontal motion of fluids with different densities as a model for uniform motion through an approach of video-based learning. We then facilitate them through active engagement during the observations to enrich teachers’ pre-conception of uniform motion. The methods in this study involved watching gravity current videos to examine its propagation and delivering a diagnostic test, designed for enrichment processes. The results showed that overall understandings of the gravity current motions were relatively good amongst the participants despite the newly instructional videos. The approach led to enhanced learning, where good performance on the test was achieved. In turn, the gained understandings could be implemented and used to support goals of better quality of physics teaching in schools through sustainable development of human resources. ABSTRAK Siswa sekolah menengah atas belajar tentang gerak lurus beraturan secara teori di kelas melalui pemahaman konsep gerak lurus beraturan dan aktivitas praktikum fisika di laboratorium. Mahasiswa perguruan tinggi juga mendapatkan perlakuan dan pengalaman belajar yang sama tanpa ada kajian mendalam tentang contoh nyata gerak lurus beraturan. Dalam jangka panjang, pengalaman belajar seperti itu bisa menimbulkan masalah kesulitan belajar tentang pemahaman gerak lurus beraturan jika mereka menemui contoh-contoh nyata gerak lurus beraturan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian pengabdian masyarakat ini ada dua, yaitu pertama melibatkan 15 orang guru fisika sekolah menengah atas untuk mengamati gerak gravity current sebagai model gerak lurus beraturan melalui pendekatan pembelajaran berbasis video dan kedua memfasilitasi para guru tersebut melalui keterlibatan aktif selamat proses pengamatan untuk pengayaan konsep gerak lurus beraturan. Metode penelitian dilaksanakan melalui serangkaian pengamatan video gravity current untuk mempelajari gerak lurus beraturan dan tes diagnostik yang dirancang untuk pengayaaan konsep gerak lurus beraturan. Hasil-hasil tes diagnostik menunjukkan bahwa pemahaman para guru tentang konsep gerak lurus beraturan adalah baik meskipun mereka harus belajar melalui pembelajaran berbasis video yang baru diperkenalkan. Pendekatan pembelajaran dengan media video mampu meningkatkan gairah dan hasil belajar yang ditunjukkan dengan hasil tes diagnostik yang relatif baik. Implikasi proses belajar dengan memanfaatkan video pembelajaran dalam penelitian ini adalah peningkatan pemahaman konsep gerak lurus beraturan yang bisa diterapkan untuk menunjang pengajaran fisika di sekolah.
OPTIMALISASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MELALUI PELATIHAN PEMULASARAAN JENAZAH DI SMA MUHAMMADIYAH 25 PAMULANG Ma’muroh, Ma’muroh; Rohanah, Rohanah; Dora, Rafika; Yulia, Yulia; Dewi, Liza Puspa
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.5825

Abstract

ABSTRACT Islamic Religious Education (PAI) plays a crucial role in shaping students' character and spirituality, while also equipping them with practical skills that are valuable in community life. Among these essential skills, the proper handling of deceased persons (jenazah care)—a collective obligation (fardhu kifayah) in Islam—is rarely taught in depth at schools. Beyond imparting religious knowledge, this skill also fosters students’ sense of social responsibility within the Muslim community. This community service program aims to enhance the understanding and practical skills of students at SMA Muhammadiyah 25 Pamulang in performing jenazah care through a training initiative based on Participatory Action Research (PAR). The PAR approach enables students to engage actively in experiential learning, wherein they not only study the theoretical aspects but also practice each stage of jenazah care, including washing, shrouding, and burial in accordance with Islamic law. The training outcomes indicate a significant improvement in students’ competencies and comprehension, as well as an increased awareness of their social responsibilities as members of the Muslim ummah. In addition to enriching the quality of Islamic Religious Education, this program serves as a model of applied and participatory education, which is expected to be sustainably integrated into the school curriculum. By providing hands-on experiences and a deeper understanding of religious obligations, the training equips students with essential life skills and prepares them to contribute meaningfully to society, in line with core Islamic values. Furthermore, this program demonstrates the potential of PAR-based approaches to develop impactful and sustainable models of religious education in schools. ABSTRAK Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan spiritualitas siswa, serta membekali mereka dengan keterampilan praktis yang bermanfaat dalam kehidupan bermasyarakat. Di antara keterampilan penting tersebut, pemulasaraan jenazah—kewajiban kolektif (fardhu kifayah) dalam Islam—jarang diajarkan secara mendalam di sekolah. Selain memberikan pengetahuan agama, keterampilan ini juga memperkuat rasa tanggung jawab sosial siswa dalam komunitas Muslim. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa SMA Muhammadiyah 25 Pamulang dalam melaksanakan pemulasaraan jenazah melalui pelatihan berbasis Participatory Action Research (PAR). Pendekatan PAR memungkinkan siswa terlibat aktif dalam pembelajaran praktis, di mana mereka tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mempraktikkan setiap tahapan pemulasaraan jenazah, mulai dari memandikan, mengkafani, hingga menguburkan sesuai dengan syariat Islam. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan dan pemahaman siswa, serta peningkatan kesadaran mereka akan tanggung jawab sosial sebagai anggota komunitas Muslim. Selain meningkatkan kualitas pembelajaran PAI, program ini berfungsi sebagai model pendidikan yang aplikatif dan partisipatif, yang diharapkan dapat diintegrasikan secara berkelanjutan dalam kurikulum sekolah. Dengan memberikan pengalaman langsung dan pemahaman tentang kewajiban agama, pelatihan ini membekali siswa dengan keterampilan hidup yang berharga dan mempersiapkan mereka untuk berkontribusi aktif dalam masyarakat, sesuai dengan nilai-nilai inti Islam. Program ini juga menunjukkan potensi pendekatan berbasis PAR dalam menciptakan model pendidikan agama yang berkelanjutan dan berdampak di sekolah-sekolah.
IMPLEMENTASI PERMAINAN TRADISIONAL MODIFIKASI INDUSTRIAL ENGINEERING UNTUK MENINGKATKAN LITERASI NUMERASI DI SDN 173280 LOBU SIREGAR Handayani, Rina; Sitompul, Sahat; Sihotang, Rinto
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.6160

Abstract

Numeracy literacy is a basic skill that is very important for elementary school students in facing the challenges of the 21st century. This research aims to improve the numeracy literacy of SD Negeri 173280 Lobu Siregar students through the implementation of traditional games modified with the concept of Industrial Engineering. The method used was a qualitative approach with a participatory action research design. The research subjects were 45 students of grades III-V of SD Negeri 173280 Lobu Siregar. The modified traditional games include Congklak Numeration, Jumping Rope Math, and Statistical Ladder Snakes developed with the principles of ergonomics, efficient work systems, and optimization of the learning process. Data were collected through pre-test and post-test of numeracy skills, observation of learning activities, and interviews with teachers and students. The results showed a significant increase in students' numeracy literacy skills by 35% from an average score of 65 to 88. Students also showed high enthusiasm in learning with participation rate reaching 95%. The implementation of Industrial Engineering concepts in game design proved effective in increasing the efficiency of the learning process and reducing the time to understand math concepts by 40%. This service program makes a real contribution to improving the quality of basic education and can be used as a replication model for other schools. ABSTRAK Literasi numerasi merupakan kemampuan dasar yang sangat penting bagi siswa sekolah dasar dalam menghadapi tantangan abad 21. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan literasi numerasi siswa SD Negeri 173280 Lobu Siregar melalui implementasi permainan tradisional yang dimodifikasi dengan konsep Industrial Engineering. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain penelitian tindakan partisipatif (Participatory Action Research). Subjek penelitian adalah 45 siswa kelas III-V SD Negeri 173280 Lobu Siregar. Permainan tradisional yang dimodifikasi meliputi Congklak Numerasi, Lompat Tali Matematika, dan Ular Tangga Statistik yang dikembangkan dengan prinsip-prinsip ergonomi, sistem kerja yang efisien, dan optimasi proses pembelajaran. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test kemampuan numerasi, observasi aktivitas pembelajaran, dan wawancara dengan guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan literasi numerasi siswa sebesar 35% dari skor rata-rata 65 menjadi 88. Siswa juga menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam pembelajaran dengan tingkat partisipasi mencapai 95%. Implementasi konsep Industrial Engineering dalam desain permainan terbukti efektif meningkatkan efisiensi proses pembelajaran dan mengurangi waktu pemahaman konsep matematika hingga 40%. Program pengabdian ini memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pendidikan dasar dan dapat dijadikan model replikasi untuk sekolah-sekolah lain.
PENDAMPINGAN KONDISI FISIK CABANG OLAHRAGA BULUTANGKIS MENGGUNAKAN LATIHAN LADDER DRILL RESISTANCE BAND Soemardiawan, Soemardiawan; Supriyatnak, Kokom; Anggraini, Fitri; Gunawan, I Made Sony; Marzuki, Ismail; Yundarwati, Susi
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.6332

Abstract

This research was motivated by the lack of agility among badminton athletes, especially when defending and attacking in the front, side, and back areas of the court, which often results in losing the shuttlecock. To address this issue, physical conditioning training was conducted using a combination of ladder drills and resistance band training. Ladder drills are a form of jumping exercise with one or two feet across a ladder-shaped rope placed on the floor or ground. Resistance bands are elastic bands used in strength and flexibility training. This training method is divided into two main stages. The first stage includes providing theoretical knowledge and discussion, material delivery, program design, and evaluation. In this stage, participants will receive an in-depth explanation of correct badminton techniques and specific training programs related to physical conditioning training using ladder drills and resistance bands. The second stage is the implementation of physical training practices. This training was conducted by lecturers from the Sports and Health Education Study Program, Faculty of Sport Science and Public Health, Mandalika University of Education on June 3-4, 2025, at the badminton court of the Warna Agung Sports Hall. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kurangnya kelincahan atlet bulu tangkis, terutama saat bertahan dan menyerang di area depan, samping, dan belakang lapangan, yang sering mengakibatkan kehilangan shuttlecock. Untuk mengatasi masalah tersebut, dilakukan pendampingan kondisi fisik menggunakan kombinasi latihan ladder drill dan resistance band. Ladder drill sendiri merupakan bentuk latihan melompat dengan satu atau dua kaki melintasi tali berbentuk tangga yang diletakkan di lantai atau tanah. Resintance band adalah pita elastis yang digunakan dalam latihan kekuatan dan fleksibilitas. Metode pendampingan ini terbagi menjadi dua tahap utama. Tahap pertama meliputi pemberian pengetahuan teori dan diskusi, penyampaian materi, perancangan program, serta evaluasi. Pada tahap ini, peserta akan mendapatkan penjelasan mendalam mengenai teknik bulu tangkis yang benar dan program latihan spesifik yang berkaitan dengan pendampingan kondisi fisik menggunakan ladder drill dan resistance band. Tahap kedua adalah pelaksanaan praktik latihan fisik. Pelatihan ini dilaksanakan oleh dosen Program Studi Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Masyarakat Universitas Pendidikan Mandalika pada tanggal 3-4 Juni 2025 di lapangan bulu tangkis Gor Warna Agung.
EDUKASI STUNTING DENGAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DI DAWIS RT.06 RW.11 TAMBAKAJI NGALIYAN SEMARANG Sugiharto, Sigit; Harsono, Harsono; Wirawati, Maulidta Karunianingtyas; Iswandari, Hargianti Dini
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.6368

Abstract

ABSTRACT Stunting prevention is essential to reducing the incidence of stunting, which has long-term impacts on the quality of future generations. The active participation of residents is a crucial component in determining the success of the intervention. This community service activity aims to increase residents' understanding of stunting, its causes, and prevention efforts through an educational approach and the use of information technology. The activity method began with a survey and coordination with the Tambakaji neighborhood association (RT) to obtain baseline data and obtain permits. Next, outreach activities were conducted, including the delivery of material on the definition of stunting, risk factors, long-term impacts, and family-based prevention measures. Innovations were implemented by introducing credible information sources and an Android application that can help parents monitor their children's growth and development independently. Discussions accompanying this activity revealed a social stigma against stunting and a lack of public understanding regarding the limits of normal child growth. Furthermore, residents also expressed concerns regarding the accuracy of the application used. This activity successfully raised public awareness of the importance of early stunting prevention and encouraged the use of technology as a tool in monitoring child growth and development. ABSTRAK Pencegahan stunting sangat diperlukan untuk menurunkan angka kejadian stunting, yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas generasi mendatang. Peran serta dan partisipasi aktif warga menjadi komponen penting yang menentukan keberhasilan intervensi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman warga mengenai stunting, penyebabnya, serta upaya pencegahannya melalui pendekatan edukatif dan pemanfaatan teknologi informasi. Metode kegiatan diawali dengan survei dan koordinasi dengan RT Tambakaji untuk memperoleh data awal dan perizinan. Selanjutnya, dilakukan sosialisasi yang mencakup penyampaian materi tentang definisi stunting, faktor risiko, dampak jangka panjang, serta langkah-langkah pencegahan berbasis keluarga. Inovasi dilakukan dengan mengenalkan sumber informasi yang kredibel serta aplikasi Android yang dapat membantu orang tua memantau tumbuh kembang anak secara mandiri. Diskusi yang menyertai kegiatan ini mengungkap adanya stigma sosial terhadap stunting serta kurangnya pemahaman masyarakat mengenai batasan pertumbuhan normal anak. Selain itu, warga juga menyampaikan kekhawatiran terkait keakuratan aplikasi yang digunakan. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya pencegahan stunting sejak dini serta mendorong pemanfaatan teknologi sebagai alat bantu dalam pemantauan tumbuh kembang anak.
AKSELERASI PENINGKATAN KESADARAN GURU DALAM LAYANAN PENDIDIKAN PRIMA UNTUK MENDUKUNG PROYEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA Rodiyah, Rodiyah; Utari, Indah Sri; Waspiah, Waspiah; Arifin, Ridwan; N, Edwindha Prafitra; Niravita, Aprila; Damayanti, Ratih
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.6457

Abstract

This community service activity aims to increase the awareness and understanding of teachers at Labschool UNNES regarding the importance of excellent education services as an integral part of realizing the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5). The background of this activity is based on the results of initial surveys and observations, which show that some teachers have not fully understood or optimally implemented the principles of excellent education and the values in P5. Therefore, this activity was designed in the form of training and mentoring using a participatory approach. The methods used included interactive lectures, group discussions, and hands-on practice in learning development and implementation. During the activity, there was an increase in teachers' awareness through active involvement in the training process, reflection on their learning practices, and improvements in planning and teaching strategies that are more oriented towards Pancasila values. Nevertheless, challenges in classroom implementation are still encountered, especially regarding consistency and adaptation to students' needs. Therefore, further efforts are needed in the form of continuous mentoring and cooperation between stakeholders so that the expected educational transformation can be realized thoroughly and sustainably. ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman para guru di Labschool UNNES mengenai pentingnya layanan pendidikan prima sebagai bagian integral dalam mewujudkan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada hasil survei dan observasi awal yang menunjukkan bahwa sebagian guru belum sepenuhnya memahami maupun mengimplementasikan prinsip-prinsip pendidikan prima dan nilai-nilai dalam P5 secara optimal. Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang dalam bentuk pelatihan dan pendampingan yang menggunakan pendekatan partisipatif. Metode yang digunakan mencakup ceramah interaktif, diskusi kelompok, serta praktik langsung dalam pengembangan dan pelaksanaan pembelajaran. Selama kegiatan berlangsung, terlihat peningkatan kesadaran guru melalui keterlibatan aktif dalam proses pelatihan, refleksi atas praktik pembelajaran mereka, dan perbaikan dalam perencanaan serta strategi mengajar yang lebih berorientasi pada nilai-nilai Pancasila. Meskipun demikian, tantangan dalam implementasi di kelas masih dijumpai, terutama terkait konsistensi dan adaptasi terhadap kebutuhan siswa. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya lanjutan berupa pendampingan berkelanjutan dan kerja sama antar pemangku kepentingan, agar transformasi pendidikan yang diharapkan dapat terwujud secara menyeluruh dan berkelanjutan.
BERBAGI TIPS MUDAH MENYUSUN ARTIKEL ILMIAH TERSTRUKTUR DAN CEPAT SAMPAI PUBLIKASI MELALUI WEBINAR NASIONAL Suhardi, Muhamad
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.6602

Abstract

The national webinar "Sharing Easy Tips for Structuring Scientific Articles and Achieving Quick Publication" is a community service initiative designed to strengthen the capacity of academics, researchers, and students in Indonesia. This webinar was conducted entirely online to achieve efficiency in reach and facilitate accessibility for participants from various geographical regions. Notably, the activity successfully attracted active participation from 714 attendees originating from diverse educational and research institutions across the archipelago, indicating the high relevance of the topic. The implementation methodology involved intensive team coordination via digital platforms, meticulous preparation of promotional materials including attractive poster designs and a user-friendly Google registration form, and a massive information dissemination strategy through WhatsApp groups and social media platforms such as Facebook, Instagram, and TikTok. The webinar's evaluation results clearly indicate a significant improvement in participants' understanding of the correct and structured systematics of scientific article writing, covering essential components like the title, author identity, abstract, keywords, introduction, research methods, results and discussion, conclusion, and bibliography. Furthermore, participants gained a better understanding of the fundamental differences between research reports and scientific articles, a crucial aspect that often confuses novice writers. This webinar also effectively highlighted and provided practical solutions regarding common errors in writing, particularly inconsistencies between article content and the bibliography. Further discussion in this article elaborates on how the practical approach implemented, supported by presentations from expert speakers and interactive Q&A sessions, directly addressed various common obstacles faced in the writing and publication process. Overall, this webinar successfully served as an important catalyst for enhancing the quality and quantity of scientific publications in Indonesia, affirming the vital role of capacity-building initiatives in supporting the advancement of the national academic and research ecosystem. ABSTRAK Webinar nasional "Berbagi Tips Mudah Menyusun Artikel Ilmiah Terstruktur dan Cepat Sampai Publikasi” merupakan sebuah inisiatif pengabdian masyarakat yang dirancang untuk memperkuat kapasitas akademisi, peneliti, dan mahasiswa di Indonesia. Webinar ini diselenggarakan sepenuhnya secara daring (online) dengan tujuan utama untuk mencapai efisiensi jangkauan dan memfasilitasi aksesibilitas bagi peserta dari berbagai wilayah geografis. Tercatat, kegiatan ini berhasil menarik partisipasi aktif dari 714 peserta yang berasal dari beragam institusi pendidikan dan penelitian di seluruh Nusantara, menunjukkan tingginya relevansi topik yang diangkat. Metode pelaksanaan kegiatan melibatkan koordinasi tim yang intensif melalui platform digital, persiapan cermat materi promosi berupa desain poster menarik serta Google Form pendaftaran yang user-friendly, dan strategi penyebaran informasi yang masif melalui grup WhatsApp dan media sosial seperti Facebook, Instagram, serta TikTok. Hasil evaluasi webinar secara jelas mengindikasikan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai sistematika penulisan artikel ilmiah yang benar dan terstruktur, meliputi komponen-komponen esensial seperti judul, identitas penulis, abstrak, kata kunci, pendahuluan, metode penelitian, hasil dan pembahasan, kesimpulan, hingga daftar pustaka. Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai perbedaan fundamental antara laporan penelitian dan artikel ilmiah, sebuah aspek krusial yang sering membingungkan penulis pemula. Webinar ini juga secara efektif menyoroti dan memberikan solusi praktis terkait kesalahan umum yang sering terjadi dalam penulisan, khususnya inkonsistensi antara isi artikel dan daftar pustaka. Diskusi lebih lanjut dalam artikel ini mengulas bagaimana pendekatan praktis yang diterapkan, didukung oleh presentasi dari narasumber ahli dan sesi tanya jawab interaktif, secara langsung mengatasi berbagai kendala umum yang dihadapi dalam proses penulisan dan publikasi. Secara keseluruhan, webinar ini berhasil menjadi katalisator penting bagi peningkatan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah di Indonesia, menegaskan peran vital inisiatif peningkatan kapasitas dalam mendukung kemajuan ekosistem akademik dan penelitian nasional.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH MELALUI PENDAMPINGAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS Deselia Khairunnisa, Asni; Marlina, Marlina; Fathony, Hafiz; Shafwan, Rofi
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.6375

Abstract

This Community Service (PKM) program aimed to enhance teachers’ competence in scientific writing through the Classroom Action Research (CAR) approach. The mentoring was conducted at MIS Darul Ma’rifah, Tanah Bumbu Regency, involving 24 teachers through lectures, discussions, Q&A sessions, and direct guidance. As a result, 80% of participants were able to independently and correctly structure CAR reports, two teachers’ manuscripts were selected as exemplary models, and the average score increased from 68.5 (pre-test) to 85.2 (post-test). Feedback indicated that the program supported teachers in formulating research problems relevant to their teaching practice and fostered a research culture in elementary schools. The unique contribution of this program compared to previous studies lies in its development of a CAR-based teacher mentoring model that integrates theoretical training, hands-on classroom practice, and continuous evaluation through online forums. This model not only improved scientific writing skills but also cultivated reflective and collaborative mindsets, making it replicable in other schools. CAR-based mentoring proved effective in strengthening teacher professionalism and improving teaching quality.   ABSTRAK Kegiatan PKM ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam penulisan karya ilmiah melalui pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Pendampingan dilaksanakan di MIS Darul Ma’rifah, Kabupaten Tanah Bumbu, melibatkan 24 guru dengan metode penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, dan bimbingan langsung. Hasilnya, 80% peserta mampu menyusun sistematika PTK secara mandiri dan benar, dua draft karya ilmiah guru terpilih sebagai contoh, serta terjadi peningkatan skor rata-rata dari 68,5 pada pre-test menjadi 85,2 pada post-test. Umpan balik menunjukkan kegiatan ini membantu guru merumuskan masalah penelitian relevan dari praktik mengajar dan mendorong budaya meneliti di sekolah dasar. Kontribusi unik kegiatan ini dibanding studi terdahulu adalah pengembangan model pendampingan guru berbasis PTK yang menggabungkan pelatihan teori, praktik langsung di kelas, dan evaluasi berkelanjutan melalui forum daring. Model ini tidak hanya meningkatkan keterampilan menulis ilmiah, tetapi juga membentuk pola pikir reflektif dan kolaboratif yang dapat direplikasi di sekolah lain. Pendampingan berbasis PTK terbukti efektif memperkuat profesionalisme guru dan meningkatkan mutu pembelajaran.
PENINGKATAN KESADARAN HUKUM BAGI SISWA TERHADAP BAHAYA LATEN KORUPSI MELALUI PENDIDIKAN ANTI KORUPSI Rahadian, Dian; Sawen, Kristina; Rohrohmana, Basir; Kaplele, Farida; Awi, Sara Ida Magdalena
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v5i1.6685

Abstract

The low level of legal awareness among students regarding the latent dangers of corruption remains a hot topic. The objective of this Community Service program is to enhance the legal knowledge and awareness of students at Jayapura State High School 4 regarding the definition of corruption, its types or forms, causes and impacts, as well as the legal provisions governing corruption-related criminal offenses and their penalties. Additionally, this activity aims to instill anti-corruption education as part of secondary school education. The methods used include interactive legal counseling, case simulations, group discussions, role-playing, and evaluations of 73 students. After the implementation of the community service program, there was a significant increase in understanding and attitudes toward anti-corruption, with students scoring very high increasing from 5.5% to 67.1%. This success was due to the active role of teachers, principals, and the faculty-student team in creating a collaborative learning environment and setting an example in applying anti-corruption values during the community service program. This program is not only about disseminating knowledge but also about building students' character so that they are willing and able to combat and report all forms of corruption, as well as internalize the nine core anti-corruption values such as honesty, responsibility, discipline, independence, hard work, simplicity, courage, compassion, and justice. The proposed solutions focus on improving communication and developing new approaches to student engagement, ensuring the sustainability of this program. ABSTRAK Rendahnya kesadaran hukum siswa tentang bahaya laten korupsi masih menjadi isu yang hangat. Tujuan dari Pengabdian kepada Masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran hukum siswa SMA Negeri 4 Jayapura tentang pengertian korupsi, jenis atau bentuk, penyebab dan dampak korupsi, serta ketentuan hukum yang mengatur tindak pidana korupsi dan ancaman pidananya. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menanamkan pendidikan antikorupsi sebagai bagian dari pendidikan sekolah menengah. Metode yang digunakan adalah penyuluhan hukum interaktif, simulasi kasus, diskusi kelompok, bermain peran (roleplay), serta evaluasi terhadap 73 siswa. Setelah pelaksanaan pengabdian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman dan sikap antikorupsi, dengan siswa yang berada pada nilai sangat tinggi meningkat dari 5,5% menjadi 67,1%. Keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif guru, kepala sekolah, serta tim dosen-mahasiswa dalam menciptakan iklim belajar bersama dan memberikan contoh dalam menerapkan nilai-nilai antikorupsi pada pelaksanaan pengabdian. Program ini tidak hanya untuk menyebarkan pengetahuan, tetapi juga membangun karakter siswa agar mau dan mampu melawan dan melaporkan segala bentuk korupsi, serta menghayati sembilan nilai inti antikorupsi seperti kejujuran, tanggung jawab, disiplin, kemandirian, kerja keras, kesederhanaan, keberanian, kepedulian, dan keadilan. Solusi yang diusulkan berfokus pada peningkatan komunikasi, pengembangan pendekatan baru dalam keterlibatan siswa sekolah, yang memungkinkan keberlanjutan program ini.

Page 2 of 4 | Total Record : 37