cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.p4i@gmail.com
Phone
+6285239967417
Journal Mail Official
jurnal.p4i@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayani, Kel. Leneng, kec. Praya, Kab. Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Core Subject : Education, Social,
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Community Service
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 210 Documents
AKSI TIGA PILAR: LOGISTIK CEPAT, GIZI TEPAT, DAN PEMBERIAN LAYANAN TRAUMA UNTUK TANGGAP BENCANA DI LANGKAT (SUMATERA UTARA) Purba, Windania; Ikhtiari, Refi; Ginting, Rapael
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.9416

Abstract

The flood disaster that struck the Tanjung Pura area of ​​Langkat Regency, North Sumatra, had a significant impact on the social, economic, health, and psychological well-being of the community. Limited access to basic necessities, decreased nutritional quality, and the emergence of psychological trauma, particularly among vulnerable groups such as children, the elderly, and pregnant women, are key issues requiring rapid and integrated response. This community service activity aims to provide a disaster response through a Three-Pillar Action approach: Rapid Logistics, Appropriate Nutrition, and Trauma Services. The implementation method was participatory, encompassing preparation and coordination with local partners, core activities such as the distribution of logistical assistance and nutritious food, and trauma healing services. The program concluded with monitoring and evaluation. The aid distributed included basic food packages, hygiene kits, clothing, and psychosocial support for the affected community. Results from the activity indicate that this program was able to meet the community's basic needs quickly and effectively, improve nutritional intake, especially for vulnerable groups, and help reduce stress and trauma caused by the disaster. Thus, the Three Pillars Action approach has proven effective as a holistic and sustainable disaster response model in supporting the physical and psychological recovery of affected communities. ABSTRAK Bencana banjir yang melanda wilayah Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, menimbulkan dampak signifikan terhadap kehidupan sosial, ekonomi, kesehatan, dan kondisi psikologis masyarakat. Terbatasnya akses terhadap kebutuhan dasar, menurunnya kualitas asupan gizi, serta munculnya trauma psikologis, khususnya pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu hamil, menjadi permasalahan utama yang memerlukan penanganan cepat dan terintegrasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan respons tanggap bencana melalui pendekatan Aksi Tiga Pilar, yaitu Logistik Cepat, Gizi Tepat, dan Pemberian Layanan Trauma. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui tahapan persiapan dan koordinasi dengan mitra setempat, pelaksanaan kegiatan inti berupa distribusi bantuan logistik dan pangan bergizi, serta layanan trauma healing, dan diakhiri dengan monitoring serta evaluasi kegiatan. Produk bantuan yang disalurkan meliputi paket sembako, perlengkapan kebersihan, kebutuhan sandang, serta dukungan psikososial bagi masyarakat terdampak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat secara cepat dan tepat sasaran, meningkatkan pemenuhan gizi terutama bagi kelompok rentan, serta membantu mengurangi tingkat stres dan trauma akibat bencana. Dengan demikian, pendekatan Aksi Tiga Pilar terbukti efektif sebagai model penanganan tanggap bencana yang holistik dan berkelanjutan dalam mendukung pemulihan fisik dan psikologis masyarakat terdampak.
PENDAMPINGAN DAN EDUKASI MASYARAKAT DALAM PROSES GADAI EMAS MELALUI LAYANAN PEGADAIAN DAN KEGIATAN SOSIALISASI DI BALAI DESA Haristy, Nandira Ania; Warmana, G. Oka
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.9417

Abstract

Pegadaian, as a non-bank financial institution, plays an important role in providing financing services through gold pawn products that are easy, fast, and secure. However, many people still lack a comprehensive understanding of gold pawn procedures, including administrative requirements, gold appraisal processes, and repayment or pawn extension mechanisms. This low level of financial literacy may lead to misunderstandings in utilizing Pegadaian’s services. This community service program aims to improve public understanding and financial literacy through direct assistance to customers at Pegadaian UPC Baureno and educational activities for the general public at the Village Hall using brochure media. The implementation method applies an educational and participatory approach, including transaction assistance, socialization activities, and brochure distribution. The results indicate improved public understanding of gold pawn procedures, smoother transaction processes, and increased public interest and trust in Pegadaian’s services. ABSTRAK Pegadaian sebagai lembaga keuangan bukan bank berperan penting dalam menyediakan pembiayaan melalui produk gadai emas yang mudah, cepat, dan aman. Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami secara menyeluruh prosedur gadai emas, meliputi persyaratan administrasi, proses penaksiran, serta mekanisme pelunasan dan perpanjangan gadai. Rendahnya literasi keuangan ini berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dalam pemanfaatan layanan Pegadaian. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan literasi keuangan masyarakat melalui pendampingan langsung kepada nasabah di Pegadaian UPC Baureno serta edukasi kepada masyarakat umum di Balai Desa menggunakan media brosur. Metode pelaksanaan dilakukan secara edukatif dan partisipatif melalui pendampingan transaksi, sosialisasi, dan penyebaran brosur. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat, kelancaran proses transaksi, serta meningkatnya minat dan kepercayaan terhadap layanan Pegadaian.  
MENINGKATKAN KREATIVITAS GURU SEKOLAH DASAR MELALUI PERMAINAN RAKYAT SUKU MALIND UNTUK PEMBELAJARAN BERMAKNA (MEANINGFUL LEARNING) Kaize, Bernadetha Rizki; Rediani, Ni Nyoman; Nainggolan, Herrio Tekdi; Yusri, Yusri
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.9418

Abstract

Learning in schools along the South Papua border is still less meaningful because it has not been integrated with the local cultural context. This Community Service program aims to develop learning based on traditional games of the Malind tribe to realize Meaningful Learning in elementary schools located in the South Papua–Papua New Guinea border area. The program involved 20 teachers and was implemented through three stages: identification and documentation of relevant traditional games, training on designing learning activities based on traditional games, and mentoring the implementation of learning in the classroom. Evaluation was conducted using pretests and posttests in the form of 30 multiple-choice questions to measure improvements in teachers’ understanding. The data were analyzed using gain scores to determine differences between participants’ initial and final abilities. The results showed an increase in teachers’ competence with a gain score of 0.45, categorized as moderate. Learning based on Malind traditional games was also proven to support character development, such as cooperation, sportsmanship, and appreciation of local culture. Therefore, this model has the potential to create Meaningful Learning experiences while preserving local cultural values and is expected to be replicated in other border schools with similar characteristics in the future. ABSTRAK Pembelajaran di sekolah-sekolah wilayah perbatasan Papua Selatan masih belum optimal karena belum terintegrasi dengan budaya lokal yang dimiliki masyarakat setempat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengembangkan model pembelajaran berbasis permainan rakyat Suku Malind sebagai upaya mewujudkan Meaningful Learning di SD perbatasan Papua Selatan–Papua Nugini. Program ini melibatkan 20 guru yang dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu pendataan dan pendokumentasian permainan rakyat yang relevan, pelatihan penyusunan desain pembelajaran berbasis permainan tradisional, serta pendampingan implementasi pembelajaran di kelas. Evaluasi program dilakukan melalui pretest dan posttest berupa 30 soal pilihan ganda untuk mengukur peningkatan pemahaman guru. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan gain score guna mengetahui perbedaan kemampuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan kemampuan guru sebesar 0,45 dengan kategori sedang. Selain meningkatkan kompetensi guru, pembelajaran berbasis permainan rakyat Suku Malind juga berkontribusi dalam penguatan nilai karakter, seperti kerja sama, sportivitas, dan kecintaan terhadap budaya lokal. Oleh karena itu, model pembelajaran ini berpotensi menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna sekaligus menjaga kelestarian nilai-nilai budaya, serta dapat direplikasi pada sekolah-sekolah perbatasan lain dengan karakteristik yang serupa di masa mendatang  
PEMBERDAYAAN ORANG TUA MELALUI EDUKASI PARENTING ISLAMI BERBASIS VIDEO HOME EDUCATION UNTUK MENINGKATKAN PERKEMBANGAN KOGNITIF ANAK DI DESA Sutrisni, Sutrisni; Usnur, Uswatun Hasanah; Sari, Laila Darma; Sakinah, Ridha; Hanum, Elvida
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.9419

Abstract

Early childhood cognitive development is a fundamental aspect that is greatly influenced by parenting styles and parental involvement at home. However, parents in Perbahingan Village face challenges such as limited knowledge regarding parenting strategies that align with Islamic values ​​and children's needs, as well as a lack of practical educational media. This Community Service (PKM) program aims to empower parents through Islamic parenting education based on home education videos. Implementation methods include problem identification, developing materials based on the Quran and Hadith, creating and distributing educational videos, conducting outreach, participating in mentoring, and evaluating. The results of the activity showed a significant increase in parents' understanding of Islamic parenting concepts and the crucial role of families in cognitive stimulation. Parents transformed into more active providers of stimulation through educational and positive daily activities. The use of home education videos has proven highly effective due to their flexibility, accessibility, and the ability to be replayed as needed by parents in rural areas. The tangible impact is seen in improving children's thinking, communication, and simple problem-solving skills. Thus, this digital-based empowerment model is an innovative and applicable strategy to optimize early childhood development while simultaneously strengthening the quality of family education in a sustainable manner in areas with similar problems. ABSTRAK Perkembangan kognitif anak usia dini merupakan aspek fundamental yang sangat dipengaruhi oleh pola asuh dan keterlibatan orang tua di rumah. Namun, orang tua di Desa Perbahingan menghadapi kendala keterbatasan pengetahuan mengenai strategi pengasuhan yang selaras dengan nilai Islam dan kebutuhan anak, serta minimnya media edukatif yang praktis. Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan memberdayakan orang tua melalui edukasi parenting Islami berbasis video home education. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi masalah, penyusunan materi berlandaskan Al-Qur’an dan Hadis, pembuatan serta distribusi video edukasi, sosialisasi, pendampingan partisipatif, hingga evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman orang tua mengenai konsep parenting Islami dan peran krusial keluarga dalam stimulasi kognitif. Orang tua bertransformasi menjadi lebih aktif dalam memberikan stimulus melalui kegiatan harian yang edukatif dan positif. Penggunaan media video home education terbukti sangat efektif karena sifatnya yang fleksibel, mudah diakses, dan dapat diputar ulang sesuai kebutuhan orang tua di pedesaan. Dampak nyata terlihat pada peningkatan kemampuan berpikir, berkomunikasi, serta pemecahan masalah sederhana pada anak. Dengan demikian, model pemberdayaan berbasis digital ini merupakan strategi inovatif yang aplikatif untuk mengoptimalkan perkembangan anak usia dini sekaligus memperkuat kualitas pendidikan keluarga secara berkelanjutan di wilayah dengan permasalahan serupa.
OPTIMALISASI PENCATATAN LAPORAN KEUANGAN UMKM MELALUI KEGIATAN PENDAMPINGAN DI DESA Kusumaningati, Kusumaningati; Hariyana, Nanik
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.9420

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play a crucial role in the rural economy; however, many MSME actors have not yet implemented systematic financial record-keeping. The main issues faced by MSMEs in Jubung Village include a low level of understanding and application of financial recording practices, as well as the commingling of personal and business finances. This community service activity aims to optimize MSME financial record-keeping through assistance-based interventions. The study employed a descriptive qualitative approach, consisting of observation, interviews, training, and individual mentoring conducted with ten targeted MSMEs. The results indicate an improvement in both understanding and implementation of financial recording practices, as seven out of ten MSMEs began to apply financial record-keeping, either comprehensively or limited to income statements and cash flow records. The assistance in simple financial record-keeping proved effective in helping MSME actors monitor their business financial conditions and support informed business decision-making. Nevertheless, some MSMEs continue to experience challenges in separating personal and business finances, indicating the need for ongoing assistance to ensure the sustainability of financial record-keeping practices.. ABSTRAK Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian desa, namun masih banyak pelaku UMKM yang belum menerapkan pencatatan laporan keuangan secara sistematis. Permasalahan utama yang dihadapi UMKM di Desa Jubung adalah rendahnya pemahaman  dan penerapan pencatatan keuangan, serta masih tercampurnya keuangan pribadi dan usaha. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pencatatan laporan keuangan UMKM melalui kegiatan pendampingan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan tahapan observasi, wawancara, pelatihan, dan pendampingan yang dilaksanakan secara individual pada sepuluh UMKM sasaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman dan praktik pencatatan keuangan pada UMKM, di mana tujuh dari sepuluh UMKM mulai menerapkan pencatatan keuangan, baik secara lengkap maupun terbatas pada laporan laba rugi dan arus kas. Pendampingan pencatatan laporan keuangan sederhana terbukti membantu pelaku UMKM dalam memantau kondisi keuangan usaha dan mendukung pengambilan keputusan bisnis. Meskipun demikian, sebagian UMKM masih menghadapi kendala dalam memisahkan keuangan pribadi dan usaha, sehingga diperlukan pendampingan lanjutan agar penerapan pencatatan keuangan dapat berkelanjutan.  
RESPON NASABAH PEGADAIAN TERHADAP PESAN PENGINGAT JATUH TEMPO Awahita, Nydia; Irbayuni, Sulastri
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.9421

Abstract

PT Pegadaian (Persero) implemented a due date reminder system via WhatsApp as a preventative strategy to encourage customer discipline and minimize the risk of fines. This community service program aimed to optimize the delivery of reminder messages and analyze customer response patterns at the UPC Rewwin unit. The implementation method used a mixed methods approach, combining qualitative analysis to describe the characteristics of customer interactions and quantitative analysis to map the percentage of successful message delivery. The activity stages included data verification through an internal system, sending messages according to a standardized format, and direct response monitoring. The results of the observations showed variations in customer behavior divided into three main categories: active responses through interactive two-way communication, passive responses in which customers only read messages (read-only), and failed delivery due to data infrastructure constraints such as invalid numbers. Although the message delivery rate was high, the level of customer engagement in providing feedback remained relatively low. This indicates that customers are more receptive to receiving information than building social interactions. In conclusion, the effectiveness of the reminder system is highly dependent on the accuracy of the customer database. It is recommended that companies update contact data regularly and implement structured response recording to improve service quality and smooth company cash flow through a more personalized communication approach. ABSTRAK PT Pegadaian (Persero) menerapkan sistem pengingat tanggal jatuh tempo melalui aplikasi WhatsApp sebagai strategi preventif untuk mendorong kedisiplinan nasabah dan meminimalisir risiko denda. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengiriman pesan pengingat serta menganalisis pola respons nasabah di unit UPC Rewwin. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan campuran (mixed methods), yang menggabungkan analisis kualitatif untuk mendeskripsikan karakter interaksi nasabah dan analisis kuantitatif untuk memetakan persentase keberhasilan pengiriman pesan. Tahapan kegiatan meliputi verifikasi data melalui sistem internal, pengiriman pesan sesuai format terstandar, serta pemantauan respons secara langsung. Hasil pengamatan menunjukkan adanya variasi perilaku nasabah yang terbagi menjadi tiga kategori utama: respons aktif melalui komunikasi dua arah yang interaktif, respons pasif berupa nasabah yang hanya membaca pesan (read-only), serta pengiriman gagal akibat kendala infrastruktur data seperti nomor tidak valid. Meskipun tingkat pengiriman pesan tergolong tinggi, tingkat keterlibatan (engagement) nasabah dalam memberikan umpan balik masih cenderung rendah. Hal ini mengindikasikan bahwa nasabah lebih bersifat reseptif dalam menerima informasi dibandingkan membangun interaksi sosial. Kesimpulannya, efektivitas sistem pengingat sangat bergantung pada akurasi basis data pelanggan. Disarankan agar pihak perusahaan melakukan pemutakhiran data kontak secara berkala dan menerapkan pencatatan respons yang terstruktur guna meningkatkan kualitas layanan serta kelancaran arus kas perusahaan melalui pendekatan komunikasi yang lebih personal.
PELATIHAN JURNALISME WARGA DAN MANAJEMEN KONTEN UNTUK MENINGKATKAN PUBLISITAS MEDIA SOSIAL DESA ADOBALA Sukaemi, Linda Handayani; Sulistyaningtyas, Tri; Suryani, Yani; Siregar, Harifa Ali Albar; Kamila, Sira
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.7944

Abstract

In the era of information technology, publicity has become an important component in assessing the progress of a village. Increasing the publicity of a village is not only the responsibility of the village public relations officer but also the residents who live in the village. Adobala Village, Kelubagolit Sub-district, East Flores Regency, East Nusa Tenggara, has a public relations officer who is actively promoting the village. The village already has adequate publication channels. However, local residents still need digital literacy to improve the publicity of the village from the residents' perspective. Therefore, citizen journalism training is very effective in improving the publicity of the village through the village's social media channels and social media of the community that is active in village activities. Based on the results of the study, digital literacy regarding citizen journalism and content management in Adobala Village, has increased the literacy of residents and village public relations officers regarding the creation of village content. This increase in literacy can be seen from the increased publicity of Adobala Village through the improved quality of content and number of views on the @adobaladesa social media account on Instagram. There is a variety of artificial intelligence (AI)-based video content, national holiday content, and local cultural content that increases views on social media @adobaladesa. ABSTRAK Pada era teknologi informasi publisitas menjadi komponen yang penting dalam penilaian kemajuan sebuah desa. Peningkatan publisitas desa tidak hanya menjadi tanggung jawab humas desa tetapi juga para warga. Desa Adobala, Kecamatan Kelubagolit, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur memiliki media sosial dengan publisitas yang masih terbatas. Desa sudah memiliki kanal-kanal publikasi tetapi konten yang disajikan masih sangat formal dan tidak beragam. Warga sekitar masih memerlukan literasi digital untuk meningkatkan publisitas desa dari perspektif warga. Oleh sebab itu, pelatihan jurnalisme warga dan manajemen konten dibutuhkan untuk meningkatkan keragaman jenis dan variasi konten. Berdasarkan hasil penelitian, literasi digital mengenai jurnalisme warga dan manajemen konten di Desa Adobala memberikan peningkatan literasi pada warga dan humas desa mengenai pembuatan konten desa. Peningkatan literasi ini terbukti melalui peningkatan publisitas Desa Adobala melalui peningkatan kualitas konten dan jumlah views pada media sosial @adobaladesa di Instagram. Terdapat variasi konten video berbasis artificial intelligence (AI), konten peringatan hari besar nasional, dan konten budaya lokal yang meningkatkan views di media sosial @adobaladesa.
PSIKOEDUKASI PENINGKATAN PERAN BYSTANDER UNTUK MENGURANGI BULLYING DI PONDOK PESANTREN Farizan Adani, Erizza; Firdaus Nuryananda, Tirta; Nuril Mukminin, Muhammad; Nurma Halida, Arfin; Nurwidawati, Desi; Ratna Brillianti Kusnanda, Raniah; Ulimazeta , Adnin
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8166

Abstract

The issue of bullying at Al Fattah Global Islamic School (GIBS) Boarding School has become a major concern in efforts to create a safe and supportive learning environment. One of the issues identified is the low involvement of students as bystanders in preventing and stopping bullying. Students tend to be passive and lack the knowledge and courage to take action. The aim of this activity is to provide psychoeducation to students about bullying, its impacts, and concrete strategies for active and effective bystanders. The program was implemented through a series of stages, including the preparation of modules, coordination with partners, and the implementation of interactive training in the form of lectures, educational videos, and discussions. This activity involved students from grades 7 to 12 at GIBS. The results of the activity showed a significant increase in participants' understanding and awareness of the concept of bullying and the importance of the active role of bystanders. Participants' knowledge increased overall, particularly regarding the impact of bullying on victims and concrete steps that bystanders can take. In conclusion, psychoeducation has proven effective in enhancing the social empowerment of students to engage in bullying prevention and contributes to the creation of a pesantren culture that prioritizes empathy, solidarity, and psychosocial safety. ABSTRAK Permasalahan bullying di Pondok Pesantren Al Fattah Global Islamic School (GIBS) menjadi perhatian utama dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung. Salah satu isu yang diidentifikasi adalah rendahnya keterlibatan santri sebagai bystander dalam mencegah dan menghentikan bullying. Santri cenderung pasif dan kurang pengetahuan serta keberanian untuk bertindak. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan psikoedukasi kepada santri mengenai bullying, dampaknya, serta strategi konkret bagi bystander yang aktif dan efektif. Program ini diimplementasikan melalui serangkaian tahapan yang meliputi penyusunan modul, koordinasi dengan mitra, dan pelaksanaan pelatihan interaktif berupa ceramah, video edukasi, dan diskusi. Kegiatan ini melibatkan santri dari kelas 7 hingga 12 di GIBS. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman dan kesadaran peserta terhadap konsep bullying dan pentingnya peran aktif bystander. Pengetahuan peserta meningkat secara keseluruhan, terutama dalam hal dampak bullying terhadap korban dan langkah-langkah konkret yang dapat diambil oleh bystander. Kesimpulannya, psikoedukasi terbukti efektif dalam meningkatkan keberdayaan sosial santri untuk terlibat dalam pencegahan bullying, serta berkontribusi pada terciptanya budaya pesantren yang mengedepankan empati, solidaritas, dan keamanan psikososial.
PENYULUHAN LINGKUNGAN SOSIAL REMAJA YANG SEHAT TANPA KEKERASAN DAN TEKANAN DI SMK PGRI LEMBANG Barbara, Maria Awaldina Dua; Nurfadilah, Ade Siti; Amelia, Ai Zahra; Rahmawati, Amanda Putri; Nuryani, Desi; Lestari, Oca Dewi; Aulia, Rheina April; Azis, Sabilla Latipah
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.8667

Abstract

ABSTRACT  Adolescents are an age group vulnerable to various social problems such as unhealthy relationships and bullying, particularly those from disharmonious families or lacking emotional support from parents. Similar conditions were found among students at SMK PGRI Lembang, characterized by limited knowledge of healthy relationship boundaries, ineffective communication skills, and low awareness of bullying impacts. This Community Service (PkM) activity aims to enhance students' understanding, attitudes, and awareness regarding healthy social environments, violence-free relationships, and bullying prevention efforts. Methods used include interactive lectures, group discussions, case studies, ice-breaking activities, and distribution of educational leaflets. The activity was attended by 30 students from grades X and XI. Evaluation was conducted through direct observation, Q&A sessions, and final reflection to assess changes in participants' understanding before and after the activity. Results showed increased student understanding of healthy relationship concepts, forms of bullying, and their psychological impacts. Participants also demonstrated greater courage in expressing opinions, rejecting negative behaviors, and supporting peers. The school provided positive feedback and hopes for the program's sustainability. Overall, this PkM program effectively increases adolescent awareness and positive attitudes in creating safe, violence-free social environments and has potential as an educational promotion model for other schools. ABSTRAK Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami berbagai permasalahan sosial, seperti hubungan yang tidak sehat dan perundungan, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga tidak harmonis atau kurang memperoleh dukungan emosional dari orang tua. Kondisi tersebut juga ditemukan pada siswa SMK PGRI Lembang, yang ditandai dengan minimnya pengetahuan mengenai batasan hubungan sehat, kemampuan komunikasi yang efektif, serta rendahnya kesadaran akan dampak bullying. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, sikap, dan kesadaran siswa mengenai lingkungan sosial yang sehat, hubungan tanpa kekerasan, serta upaya pencegahan bullying. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, ice breaking, dan pembagian leaflet edukatif. Kegiatan ini diikuti oleh 30 siswa kelas X dan XI. Evaluasi dilakukan melalui observasi langsung, sesi tanya jawab, dan refleksi akhir untuk menilai perubahan pemahaman peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa tentang konsep hubungan sehat, bentuk-bentuk bullying, serta dampak psikologisnya. Peserta juga menunjukkan sikap lebih berani dalam menyampaikan pendapat, menolak perilaku negatif, dan memberikan dukungan kepada teman. Pihak sekolah memberikan respons positif dan berharap kegiatan ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Secara keseluruhan, program PkM ini efektif dalam meningkatkan kesadaran dan sikap positif remaja dalam menciptakan lingkungan sosial yang aman dan bebas dari kekerasan, serta berpotensi menjadi model promosi pendidikan bagi sekolah lain.
MENEMUKAN IDE PENELITIAN UNTUK SKRIPSI DAN ARTIKEL ILMIAH MELALUI KEGIATAN WEBINAR NASIONAL Suhardi, Muhamad
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i1.9186

Abstract

This community service activity aims to enhance participants’ understanding and skills in identifying and formulating research ideas that are relevant and feasible to be developed into undergraduate theses and scientific articles through the implementation of a national webinar. The activity was conducted on December 5 in an online format using the Zoom Meeting platform and was live-streamed via YouTube to reach a broader audience. The target participants were the general public, with the majority consisting of lecturers and university students from various higher education institutions in Indonesia. The implementation methods included systematic material presentation, interactive discussions, and question-and-answer sessions focused on strategies for identifying research problems, mapping research novelty, and aligning research ideas with academic and publication requirements. The results of the activity indicate an improvement in participants’ understanding of the stages involved in generating research ideas derived from current phenomena, literature reviews, and academic as well as professional experiences. In addition, participants gained practical insights into aligning research ideas with scientific writing standards and publication policies. This activity makes a positive contribution to supporting the improvement of research quality and scientific publications within the academic community. ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menemukan serta merumuskan ide penelitian yang relevan dan layak dikembangkan menjadi skripsi maupun artikel ilmiah melalui penyelenggaraan webinar nasional. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 5 Desember secara daring menggunakan platform Zoom Meeting dan disiarkan secara langsung melalui YouTube agar dapat menjangkau peserta secara lebih luas. Sasaran kegiatan adalah peserta umum dengan mayoritas berasal dari kalangan dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyampaian materi secara sistematis, diskusi interaktif, serta sesi tanya jawab yang difokuskan pada strategi identifikasi masalah penelitian, pemetaan kebaruan (novelty), dan penyesuaian ide penelitian dengan kebutuhan akademik dan publikasi ilmiah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap tahapan menemukan ide penelitian yang bersumber dari fenomena aktual, hasil kajian literatur, serta pengalaman akademik dan profesional. Selain itu, peserta memperoleh wawasan praktis mengenai penyelarasan ide penelitian dengan standar penulisan ilmiah dan kebijakan publikasi. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam mendukung peningkatan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah di lingkungan akademik.