cover
Contact Name
Rasmawati
Contact Email
asjn@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6285340721249
Journal Mail Official
asjn@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jln. H. M. Yasin Limpo No. 36 Romangpolong, Samata, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Alauddin Scientific Journal Of Nursing (ASJN)
ISSN : 27745333     EISSN : 27471225     DOI : -
Core Subject : Health,
Alauddin Scientific Journal Of Nursing (ASJN) is an academic journal published and organized by the Nurse Professional Study Program, Faculty of Medicine and Health Sciences, Alauddin State Islamic University, Makassar. ASJN Journal is intended for all academics, researchers, and students who want to develop comprehensive and quality nursing science.
Articles 75 Documents
THE RELATIONSHIP OF BLOOD GLUCOSE LEVELS TO GRANULATING TISSUE AND EPITHELIZATION IN WOUNDS OF DIABETES MELLITUS PATIENTS IN SERAMBI MADINAH CITY (GORONTALO): HUBUNGAN KADAR GLUKOSA DARAH TERHADAP JARINGAN GRANULASI DAN EPITELISASI PADA LUKA PASIEN DIABETES MELITUS DI KOTA SERAMBI MADINAH (GORONTALO) Jamaluddin, Ahmad; Maria Ulfa Ashar; Khotimah, Nurul Khusnul
Alauddin Scientific Journal of Nursing Vol 6 No 1 (2025): MEI
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asjn.v6i1.56418

Abstract

Kota Serambi Madinah (Gorontalo) merupakan salah satu daerah di Indonesia dengan prevalensi diabetes yang cukup tinggi dengan angka kejadian sebanyak 23.950 orang yang terdiagnosis pada tahun 2023 (Dinkes Gorontalo, 2023). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kadar glukosa darah terhadap pembentukan jaringan granulasi dan epitelisasi pada luka ulkus diabetik di Kota Serambi Madinah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuntitatif non eksperimen dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Pengkajian luka menggunakan Bates-Jensen Wound Assessment Tool pada 80 pasien yang dipilih melalui teknik total sampling. Pada penelitian ini ditemukan kadar glukosa darah pasien diabetes melitus yang terbanyak adalah dengan kadar glukosa darah tinggi atau sebesar 58,7% dengan kondisi luka kategori <25%,  granulasi (skor 4) sebanyak 45% pasien dan jaringan epitel pasien yang datang ke klinik  berada pada tahap < 25% sebanyak 60%. Berdasarkan uji chi square for fren yang digunakan pada penelitian ini, dihasilkan nilai (p = 0.000). yang bermakna bahwa ada hubungan kadar glukosa darah dengan jaringan granulasi dan epitelisasi pada luka pasien diabetes mellitus di kota Serambi Madinah
FAMILY PERCEPTION OF NURSES' CARING BEHAVIOR AND INDEPENDENCE IN CARE FOR PULMONARY TUBERCULOSIS M Sagala, Adi Brando; Nursasi, Astuti Yuni; Rachmawati, Utami
Alauddin Scientific Journal of Nursing Vol 6 No 1 (2025): MEI
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asjn.v6i1.56482

Abstract

Pulmonary Tuberculosis cases are estimated at 969,000 people and an incidence of 354 per 100,000 population in Indonesia in 2022. The estimated TB caseload is 2,386 out of 635,129 population in North Lampung District. TB control is implemented with the integration of the Healthy Indonesia Program and Public Health Care to achieve health through family independence in treating TB. This cross-sectional study aims to determine the relationship between family perceptions of nurses' caring behavior and family independence in caring for TB in the work area of the North Lampung District Health Center. A total of 90 family samples were selected through two stage cluster randomization. The instrument was a questionnaire developed based on Swanson's Caring theory and indicators of family independence according to Kepmenkes 279 of 2006. The results showed that the perception of caring behavior was good (51.1%); families were less independent (66.7%); there was a significant relationship between family perceptions of nurses' caring behavior and family independence with a value of p=0.006 (95% CI; OR; 1.579-10.773). The majority of families with good perceptions of nurses' caring behavior had a 4.1 times greater chance of becoming independent. It is hoped that the results of this study will serve as a basis for strengthening the caring behavior of nurses through TB program training and instilling the value of caring nurses from an early age.
PENGARUH PEER SUPPORT GROUP TERHADAP DIABETES DISTRES KLIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Susila, Wahyu Dini Candra; Faniwati, Faniwati; Intaniah, Yanuar; Dwy Nisstyo, Rezza; Nurwahidah, Nurwahidah
Alauddin Scientific Journal of Nursing Vol 6 No 1 (2025): MEI
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asjn.v6i1.56622

Abstract

Pasien diabetes melitus tipe 2 dihadapkan pada berbagai stresor yang akan memicu diabetes distress. Diabetes distress merupakan masalah spesifik yang dialami penderita diabetes akibat proses kronis dari penyakitnya, sehingga akan berdampak pada perawatan pasien dan manajemen diri dalam mengontrol gula darah. Intervensi yang ditawarkan untuk mengatasi diabetes distress yang ditawarkan oleh peneliti berupa peer support group. Peer support group merupakan tindakan kelompok yang dapat dilakukan agar penanganan diabetes distress dapat efisien karena mencangkup banyak orang dalam satu serangkaian tindakan.  Tujuan: Mengetahui pengaruh peer support group terhadap diabetes distress pasien diabetes mellitus tipe 2. Metode: Metode penelitian ini menggunakan pendekatan Quasy experiment dengan 22 partisipan pasien diabetes melitus tipe 2. Hasil: Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p value=0,014 < 0.05 pada kelompok perlakuan dan p value=1.00 pada kelompok kontrol, artinya ada pengaruh signifikan intervensi pada kelompok perlakuan. Kesimpulan: Ada pengaruh peer support group terhadap diabetes distress pada penderita diabetes melitus tipe 2. Saran: Peer support group perlu dikembangkan sebagai intervensi di wilayah komunitas dengan pertimbangan jumlah penderita diabetes melitus yang terus bertambah. Perlu dilakukan penelitian dalam penelitian skala yang lebih besar dan optimalisasi pembentukan kelompok berdasarkan usia dan latar belakang budaya
Sinergi Larangan Sosial-Budaya dan Pendidikan Orang Tua dalam Pencegahan Pernikahan Dini: Strategi Berbasis Kesehatan Komunitas di Kalangan Remaja Lombok Tengah: Strategi Berbasis Kesehatan Komunitas di Kalangan Remaja Lombok Tengah Amri, Lalu Amri Yasir; Salfarina, Anna Layla; Hamid Zubair, M. Abdul; Sulastri, Weni
Alauddin Scientific Journal of Nursing Vol 6 No 1 (2025): MEI
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asjn.v6i1.56681

Abstract

Pernikahan dini masih menjadi permasalahan signifikan di Indonesia, terutama di wilayah yang memiliki kearifan budaya yang kuat seperti Lombok Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sinergi antara norma sosial budaya dan peran pola asuh orang tua sebagai strategi kesehatan berbasis komunitas dalam mencegah pernikahan dini. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap sepuluh partisipan yang terdiri dari orang tua dan tokoh masyarakat dari komunitas Sasak yang tinggal di Kabupaten Lombok Tengah. Temuan penelitian mengungkapkan tiga tema utama: (1) pembatasan interaksi sosial anak melalui pengawasan intensif dan pengendalian akses terhadap media, (2) penerapan larangan budaya terhadap aktivitas yang dinilai berdampak negatif bagi anak, dan (3) peran orang tua sebagai pendidik utama dalam menanamkan nilai moral, agama, dan pentingnya pendidikan. Sinergi antara kontrol sosial berbasis adat dengan pola asuh komunikatif dan edukatif terbukti efektif dalam membentuk kesadaran remaja untuk menunda pernikahan. Studi ini menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif yang melibatkan keluarga, tokoh masyarakat, dan institusi kesehatan dalam upaya berkelanjutan mencegah pernikahan dini. Temuan ini diharapkan menjadi dasar pengembangan kebijakan dan program lintas sektor yang adaptif terhadap konteks budaya lokal serta memperkuat perlindungan hak anak.
HUBUNGAN TINGKAT KEMANDIRIAN DAN KUALITAS HIDUP LANSIA PANTI SOSIAL TRESNA WREDHA DI KOTA SAMARINDA : STUDI CROSS-SECTIONAL bahtiar, bahtiar; Darazat, Zakiyah; Nopriyanto, Dwi; Faisal Nur, Syukma Ramadhani; Ghofar Abdulloh, Ahmad Abdul
Alauddin Scientific Journal of Nursing Vol 6 No 1 (2025): MEI
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asjn.v6i1.56752

Abstract

Kemandirian lansia merupakan aspek paling dasar yang menentukan derajat kesehatan khususnya kualitas hidup lansia. Kemandirian merupakan sikap lansia yang harus dalam menghadapi situasi yang berbeda di melalui tindakan berpikir dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara tingkat kemandirian dengan kualitas hidup pada lansia yang mendapatkan pelayanan di Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW). Metode yang digunakan adalah metode survei cross-sectional study pada 57 orang lansia. Alat ukur yang digunakan yaitu instrument index Barthel untuk mengukur kemandirian lansia dan  WHOQoL-Bref untuk mengukur kualitas hidup lansia. Penelitian ini menggunakan uji Chi-Square untuk analisis data. Hasil Penelitian didapatkan bahwa terdapat terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kemandirian dengan domain fisik (p: 0,00), psikologis (p: 0,04), sosial (p: 0,00) dan lingkungan (p: 0,01) pada lansia. Adapun kesimpulan dari penelitian ini bahwa tingkat kemandirian berkaitan erat  dengan pada seluruh domain kualitas hidup pada lansia di PSTW. Oleh karena itu, pengembangan intervensi dalam meningkatkan kemandirian pada lansia di panti perlu dikembangkan dimana intervensi ini akan mendukung tercapainya kualitas hidup yang lebih pada lansia
Hubungan Sikap dan Perilaku Ayah dengan Status Gizi (BB/U) Balita Dalam Pengasuhan Gizi Rahmadiyah, Dwi Cahya; Azwar, Azwar; Fikri, Fikri; Fitri, Fitri
Alauddin Scientific Journal of Nursing Vol 6 No 1 (2025): MEI
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asjn.v6i1.57064

Abstract

Salah satu faktor penyebab stunting pada balita menurut kerangka konseptual  UNICEF Undernutrition Conceptual Framework adalah faktor keluarga dan rumah tangga. Peran ayah dalam praktik pengasuhan gizi balita merupakan salah satu faktor keluarga yang memengaruhi kejadian stunting. Penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan ayah dalam memberikan contoh perilaku makan sehat dan menjamin lingkungan rumah yang sehat berhubungan dengan penurunan risiko masalah gizi pada anak. Temuan ini mengindikasikan bahwa ayah berperan melindungi status gizi balita. Penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan sikap dan perilaku ayah dengan status gizi balita dalam pengasuhan gizi. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 140 sampel ayah yang memiliki balita stunting. Variabel independen meliputi sikap ayah, diukur menggunakan Role of Father Questionnaire dan perilaku pengasuhan gizi ayah, diukur menggunakan Child Feeding Questionnaire, sedangkan variabel dependen adalah status gizi balita (BB/U). Data dianalisis menggunakan uji chi square. Penelitian menemukan bahwa sikap ayah berhubungan dengan status gizi balita dengan nilai p value 0,000 (p<0,05) sementara perilaku ayah tidak memiliki hubungan dengan status gizi balita dengan nilai p value 0,085 (p>0,05). Diharapakan agar peran ayah dapat ditingkatkan melalui proses pengasuhan pada balita sehingga status gizi balita dapat lebih optimal.
HUBUNGAN KEJADIAN KEKERASAN BULLYING DENGAN KESEHATAN MENTAL PADA ANAK PONDOK PESANTREN MODERN: Hubungan Kejadian Kekerasan Bullying Dengan Kesehatan Mental Pada Anak Pondok Pesantren Modern irfan; Yuliana, Yuliana; Damayanti, Risna
Alauddin Scientific Journal of Nursing Vol 6 No 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asjn.v6i2.58051

Abstract

Bullying merupakan perilaku menggertak seseorang yang dianggap lemah dengan cara meremehkan, mengejek atau menghina, serta mengucilkan yang berdampak negative terhadap Kesehatan mental anak terutama di lingkungan pesantren. Tujua penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kejadian bullying dengan Kesehatan mental pada anak di Pondok Pesantren Modern Darul Mahfudz Lekopadis. Metode penelitian ini menggunakan Jenis penelitian kuantitatif, dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 104 sampel. Teknik sampling menggunakan stratified random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu lembar kuisioner untuk kejadian bullying menggunakan victim questionnaire dan kesehatan mental menggunakan Self reporting questionnaire (SRQ). Hasil menunjukkan tidak terdapat responden yang tidak mengalami masalah bullying yang artinya seluruh responden mengalami bullying dengan dua kategori bullying yaitu korban bullying rendah dengan persentase di atas 80%, dan korban bullying sedang dengan persentase 19.2%. Sebanyak 62 responden terindikasi adanya gangguan kesehatan mental.  Hasil uji statistik dengan menggunakan uji Chi-Square didapatkan nilai P value 0,005. Kesimpulannya terdapat hubungan antara kejadian bullying dengan kesehatan mental pada anak Pondok Pesantren Modern Darul Mahfudz Lekopadis. Saran diharapkan untuk Kementrian agama Menyusun kebijakan bullying yang lebih terstruktur dan terstandarisasi untuk diterapkan diseluruh pesantren, kebijakan ini hendaknya mencakup definisi yang jelas mengenai berbagai bentuk bullying, mekanisme pencegahan, prosedur pelaporan yang aman dan mudah diakses serta sanksi yang tegas bagi pelaku. Kementrian agama juga perlu memfasilitasi pelatihan dan edukasi bagi pengurus dan tenaga pendidik di pondok pesantren mengenai bullying berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan. Dinas Kesehatan dapat memfasilitasi penanganan kejadian bullying dan penanganan terjadinya indikasi adanya gangguan Kesehatan mental
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada Remaja Putri di Kota Depok: Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada Remaja Putri di Kota Depok Bening Fitria Dewi; Widyatuti, Widyatuti
Alauddin Scientific Journal of Nursing Vol 6 No 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asjn.v6i2.59102

Abstract

Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius. Pencegahan dini melalui suplementasi tablet tambah darah (TTD) penting, namun kepatuhan konsumsi seringkali belum optimal. Salah satu faktor yang memengaruhi rendahnya kepatuhan adalah kurangnya pengawasan dan dukungan keluarga, yang memiliki peran sentral dalam membentuk perilaku kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri di Kota Depok. Penelitian ini menggunakan metode penelitian cross sectional untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dan kepatuhan konsumsi TTD. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling, yaitu penentuan sampel mempertimbangkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian, terdiri dari 111 remaja putri berusia 13–18 tahun di Kota Depok, pernah mendapatkan kunjungan puskesmas di sekolah, serta bersedia mengisi kuesioner. Responden yang mengalami gangguan kognitif atau tidak tinggal bersama keluarga (seperti tinggal di panti asuhan atau hidup sendiri) dieksklusikan dari penelitian. Instrumen yang digunakan adalah instrumen dukungan keluarga dan instrumen kepatuhan konsumsi TTD. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri (p=0,019; α=0,05), dengan odds ratio sebesar 2,478. Keterlibatan keluarga dan edukasi berkelanjutan penting untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD
Intervensi Keperawatan yang Sensitif Budaya Menggunakan Terapi Perilaku Kognitif Islam untuk Halusinasi Auditori pada Mahasiswa Tingkat Akhir: Laporan Kasus Amanah, Nuraini Khoirotun; Arfianto, Muhammad Ari
Alauddin Scientific Journal of Nursing Vol 6 No 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asjn.v6i2.60792

Abstract

Laporan kasus eksploratif ini menelaah feasibility (kelayakan penerapan) Islamic Cognitive Behavioral Therapy (ICBT) sebagai intervensi keperawatan berbasis budaya untuk seorang mahasiswa Muslim yang mengalami halusinasi auditorik. Seorang laki-laki berusia 22 tahun dengan diagnosis skizofrenia menjalani enam sesi terstruktur ICBT yang difasilitasi oleh perawat jiwa bersertifikat, bersamaan dengan pengobatan farmakologis standar (risperidone dan olanzapine). Intervensi mengintegrasikan tawakkul (percaya kepada Allah), dzikir (mengingat Allah), serta refleksi Al-Qur’an dalam kerangka CBT. Penilaian menggunakan PSYRATS-AH, Dysfunctional Attitude Scale, WHOQOL-BREF, dan Spiritual Well-Being Scale, dilengkapi pemantauan rutinitas harian dan jurnal reflektif. Setelah intervensi, pasien menunjukkan perbaikan yang tampak secara klinis: berkurangnya distres akibat halusinasi, menurunnya keyakinan disfungsional, meningkatnya refleksi diri, serta kembalinya keterlibatan dalam ibadah, interaksi sosial, dan perencanaan akademik. Namun, perubahan ini tidak dapat semata-mata dikaitkan dengan ICBT, mengingat adanya terapi antipsikotik bersamaan dan durasi intervensi yang singkat. Laporan ini menegaskan potensi ICBT sebagai pendekatan keperawatan berbasis budaya yang dapat meningkatkan keterlibatan terapeutik dan reframing spiritual pada pasien Muslim. Penelitian lebih lanjut dengan desain terkontrol diperlukan untuk menilai efektivitas, menjaga kesetiaan intervensi, serta memperjelas batas kompetensi praktik keperawatan dalam pemberian terapi berbasis CBT
FAKTOR PSIKOLOGIS DAN SOSIAL DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMILIHAN LAYANAN KESEHATAN: STUDI KASUS KECAMATAN LABANG: Faktor Yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan Dalam Pemilihan Layanan Kesehatan Menggunakan Pendekatan Theory Of Planned Behavior Afifah, Hanifatul; Kurniawan, Afif; Iswati, Iswati; Hardiyanti, Siti
Alauddin Scientific Journal of Nursing Vol 6 No 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asjn.v6i2.60918

Abstract

Pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan masih menjadi tantangan di daerah dengan keterbatasan akses sejumlah wilayah yang secara geografis kurang terjangkau. Salah satu pendekatan teoritis yang dapat menjelaskan perilaku masyarakat dalam memilih fasyankes adalah Theory of Planned Behavior (TPB), dapat digunakan sebagai kerangka konseptual untuk menganalisis perilaku masyarakat dalam memilih fasilitas pelayanan kesehatan. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Responden merupakan anggota masyarakat yang memenuhi kriteria inklusi terkait pengalaman dalam mengakses layanan kesehatan. Data dianalisis dengan regresi logistik untuk mengevaluasi pengaruh variabel-variabel independen terhadap kecenderungan pemilihan fasilitas kesehatan formal. Sampel sebanyak 96 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dengan nilai r tabel 0,514 dan reliabilitasnya Attitude Toward The Behavior menunjukkan nilai sebesar 0,883, variabel Subjective Norm menunjukkan nilai sebesar 0,866, variabel Perceived Behavior Control menujukkan nilai sebesar 0,775. Analisis data menggunakan regresi logistik biner. Hasil uji regresi logistik biner penelitian menunjukkan bahwa attitude toward behavior (0,000).  subjective norms (0,000), dan perceived behavioral control  (0,000) berhubungan yang signifikan  terhadap intention dengan sikap positif, dukungan sosial yang tinggi dan persepsi bahwa mengakses layanan kesehatan adalah hal yang mudah dan terjangkau. Kesimpulan attitude toward behavior, subjective norms, dan perceived behavioral control secara signifikan memengaruhi niat masyarakat untuk menggunakan fasyankes. Hal ini menegaskan bahwa pendekatan berbasis psikososial perlu dijadikan dasar dalam intervensi promosi kesehatan, khususnya di wilayah pedesaan