cover
Contact Name
Muh Barid nizarudin Wajdi
Contact Email
baridnizar1@gmail.com
Phone
+6282232057858
Journal Mail Official
baridnizar1@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Manajemen Pendidikan Islam STAI An Najah Indonesia Mandiri
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
Edusiana : Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam
ISSN : 23552743     EISSN : 25493612     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Jurnal ini terbit 2 kali setahun menyajikan 5 artikel baik hasil penelitian maupun pemikiran yang terkait dengan bidang manajemen dan pendidikan Islam. Para penulis akan menempuh tahapan seleksi dari redaktur dan mitrabestari.
Articles 61 Documents
Manajemen Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Guru Di Sd Negeri Kalenpandan Pamulihan Abdul Rosyid; Muhamad Ripin Ikwandi
EDUSIANA Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam Vol. 11 No. 2 (2024): EDUSIANA : Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam
Publisher : EDUSIANA: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47077/edusiana.v11i2.518

Abstract

This research discusses the management of school principals in the SD Negeri Kalenpandan Pamulihan Brebes which is one of the educational institutions that are superior and trusted by the community. School management is a factor and the key to the success of the school, including in improving teacher discipline. Therefore, this research is focused on principal management in improving teacher discipline. This study aims to determine the management of the principal which includes planning, organizing, implementing, supervising or evaluating in improving teacher discipline at SD Negeri Kalenpandan Pamulihan Brebes. This research is a qualitative descriptive research, which was conducted at SD Negeri Kalenpandan Pamulihan Brebes using a case study plan. The data collection techniques used include: 1). Observation (Observation), 2). Interview 3). Documentation. The results of this study can show that: 1). Principal planning carried out at SD Negeri Kalenpandan Pamulihan Brebes in improving teacher discipline includes: a). Planning rules b). Teacher performance planning c). Guidance and direction planning. This planning is carried out in order to discipline the teacher in the morning apple, come to school, and enter teaching hours 2). Organizing principals in improving teacher discipline by holding teacher coaching once every month. 3). The implementation of the principal in improving teacher discipline is to form cooperation with teachers, provide direct direction, and provide opportunities and opportunities for teachers to improve performance professionalism. 4). Evaluation of the principal in improving teacher discipline is seen from the teacher's development in implementing discipline in the school is already running or not, which will then be evaluated in a meeting with the teacher. Keywords: Principal Management, Teacher Discipline
Budaya Kepemimpinan Ketua Yayasan Pesantren Dalam Membangun Kurikulum Terpadu Muhammad Ubaidillah
EDUSIANA Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam Vol. 11 No. 2 (2024): EDUSIANA : Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam
Publisher : EDUSIANA: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47077/edusiana.v11i2.521

Abstract

Adapun tujuan dari artikel ini untuk menjelaskan tentang budaya kepemimpinan ketua yayasan pesantren dalam membangun kurikulum terpadu di pondok pesantren Darullughah Wadda’wah . sedangkan budaya pengelolaan serta membangun kurikulum terpadu pesantren menjadikan komponen yang sangat penting pada fungsi strategis, sebab dapat berkontribusi dalam membangun serta pengembangan pendidikan pesantren serta dapat memenuhi standar yang bermutu. Sedangkan yang digunakan dalam teknik pengumpulan data di penelitian ini, menggunakan penelitian kualitatif dengan observasi, wawancara. Hasil penelitian ini dtemukan kurukulum yang berada di pesantren merupakan sebagai salah satu kurikulum yang dapat mengimplementasikan pendidikan dan pembelajaran keagamaan sekaligus dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih baik bagi anak didiknya misalnya : 1) Berbasis pesantren dari aspek akademik dan spiritual,, 2) ruang lingkup, Pesantren dirancang untuk menanamkan nilai budaya kepemimpinan dan tradisi Islam 3) komprehensif ( studi hadits , teologi Islam, Fiqh, dan IlmuTasawuf. 4) kerjasama kurikulum antara lain kurikulum diknas kemudian kurikulum kemenang, 5) membagi materi, memfasilitasi integrasi antar disiplin ilmu., 6) adanya kurikulum terpadu yang memungkinkan anak didik untuk dapat memahami konsep secara umum serta dapat melakukan pengetahuan dalam berbagai konteks. 6) menggabungkan Alokasi waktu yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan kurikulum terpadu untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran Kata Kunci: budaya, kepemimpinan ketua yayasan pesantren, kurikulum terpadu
PENGELOLAAN PENGEMBANGAN BAHASA ARAB SANTRI DI ANNUQAYAH DENGAN MODEL RLA Atifatul Uyun; M. Athoiful Fanan
EDUSIANA Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam Vol. 11 No. 2 (2024): EDUSIANA : Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam
Publisher : EDUSIANA: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47077/edusiana.v11i2.522

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa Pengelolaan pengembangan Bahasa arab santri di Annuqayah dengan model RLA melalui lima tahap yaitu perencanaan, pengorganisasian, memberi perintah, koordinasi dan pengendalian. Pendekatan penelitian ini menggunakan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini adalah ketua pengurus, ketua lembaga RLA, devisi pendidikan, devisi penerbitan, dan devisi keamanan yang dipilih dengan cara purposive sampling. Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengelolaan pengembangan Bahasa arab santri di Annuqayah dengan model RLA di awali dengan perencanaan yang meliputi pemilihan dan penetapan tujuan, menentukan program serta menentukan strategi dan kebijakan. Kemudian pengorganisasian yang meliputi pembagian kewenangan, pembagian kerja serta kesatuan perintah. Kemudian memberi perintah yang meliputi memberikan petunjuk dan arahan kepada para anggota, memastikan kerjasama efektif untuk mencapai tujuan lembaga. Dengan kata lain commading adalah pelaksanaan dari apa yang sudah direncanakan serta di organisasikan. Kemudian koordinasi yang meliputi pemahaman tujuan bersama, komunikasi efektif serta partisipasi dan kolaborasi serta yang terakhir pengendalian atau evalusi yang meliputi monitoring kehadiran, evaluasi pelaksanaan program dan monitoring materi pembelajaran.
PENGEMBANGAN MODERASI BERAGAMA DI KB SUBULUS SALAM SIDOARJO Triana Rosalina Noor; Muhammad Abdul Ghani
EDUSIANA Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam Vol. 12 No. 1 (2025): EDUSIANA: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam
Publisher : EDUSIANA: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47077/edusiana.v12i1.563

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan deskripsi terkait pengembangan moderasi beragama di KB Subulus Salam Sidoarjo. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan kepala sekolah dan guru, sementara data sekunder diperoleh dari dokumentasi seperti visi dan misi, struktur organisasi, serta dokumen terkait laporan kegiatan, jadwal pembelajaran, dan evaluasi kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan moderasi beragama di KB Subulus Salam Sidoarjo dilakukan sebagai upaya penanaman komitmen kebangsaan melalui memperkenalkan nilai-nilai kebhinekaan, penguatan toleransi. Pengembangan moderasi beragama dilakukan melalui pembelajaran dan pembiasaan. Pada proses pembelajara dilakukan dengan mengkaitkan tema-tema pembelajaran dengan nilai-nilai moderasi beragama. Untuk pembiasaan dilakukan dengan cara memperkenalkan secara keseharian nilai-nilai kebhinekaan, penguatan toleransi dengan menghormati teman dan orang lain dan menghormati keyakinan agama yang berbeda.
MENUMBUHKAN KEPUASAN KERJA MELALUI INOVASI KOLEKTIF: PENGARUH IKLIM ORGANISASI TERHADAP GURU Agus Setyawanto
EDUSIANA Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam Vol. 12 No. 1 (2025): EDUSIANA: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam
Publisher : EDUSIANA: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47077/edusiana.v12i1.565

Abstract

This study explores the relationship between organizational climate, collective innovation, and teacher job satisfaction within a rapidly evolving educational landscape. As teaching strategies and technologies evolve, promoting collaboration and innovation among teachers is crucial for adapting and improving the learning environment. The results show that collective innovation fully mediates the connection between organizational climate defined by teacher-student relationships, collaborative culture, and working atmosphere and teacher job satisfaction. Statistical analysis reveals significant positive correlations between the variables, with collective innovation having the strongest mediating effect (β = 0.419, p < 0.001). Teacher-student relationships were found to have the greatest impact on job satisfaction, followed by the working atmosphere and collaborative culture. The structural model showed a good fit with the data (CFI = 0.951; RMSEA = 0.059). This study underscores the importance of fostering an environment that supports collective innovation to enhance teacher well-being.
Peran Kepala Sekolah Dalam Mengimplementasikan Dasar-Dasar Kepemimpinan Berdasarkan Hadis Nasir, M.; Muharir; Muhibbul Subhi; Jerry Gunandar; Ismu Ridha; Saiful Badli
EDUSIANA Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam Vol. 12 No. 1 (2025): EDUSIANA: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam
Publisher : EDUSIANA: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47077/edusiana.v12i1.571

Abstract

Kepemimpinan kepala sekolah memainkan peran sentral dalam menentukan arah dan kualitas pendidikan di suatu sekolah. Dalam perspektif Islam, kepemimpinan memiliki dimensi spiritual, moral, dan sosial yang kuat, sebagaimana tercermin dalam hadis-hadis Nabi Muhammad SAW. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran kepala sekolah dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip kepemimpinan Islami berdasarkan hadis, serta dampaknya terhadap pengelolaan pendidikan. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan analisis konten terhadap hadis-hadis yang berkaitan dengan kepemimpinan dan studi lapangan pada beberapa kepala sekolah di lingkungan pendidikan Islam. Hasil menunjukkan bahwa prinsip seperti amanah (kepercayaan), adil, musyawarah, dan pelayanan (khidmat) menjadi nilai inti yang diterapkan kepala sekolah dalam menjalankan tugasnya. Temuan ini menunjukkan adanya keterkaitan yang erat antara nilai-nilai kepemimpinan dalam hadis dengan praktik kepemimpinan pendidikan yang efektif dan bermakna. Rekomendasi diberikan agar pelatihan kepala sekolah di lingkungan pendidikan Islam lebih menekankan internalisasi nilai-nilai kepemimpinan profetik. Penelitian ini berkontribusi dalam memperkuat pendekatan kepemimpinan berbasis nilai spiritual dan moral dalam dunia pendidikan. Kata Kunci: Kepala Sekolah; Kepemimpinan; Hadis
KONTRIBUSI SLQ (STUDY LIFE QUALITY) DALAM MEMPENGARUHI ADOPSI E-LEARNING: PENGEMBANGAN MODEL UTAUT PERGURUAN TINGGI ISLAM SWASTA DI INDONESIA Bachtiar Hariyadi
EDUSIANA Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam Vol. 12 No. 1 (2025): EDUSIANA: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam
Publisher : EDUSIANA: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47077/edusiana.v12i1.578

Abstract

This study develops an extended framework of the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) by integrating the variable of Study Life Quality of better understand the factors influencing e-learning adoption in Islamic private universities. The model builds on the established UTAUT construct within the digital learning context and expands them by including study life quality as an additional exogenous variable. Empirical testing was conducted using data from undergraduated students at private universities in Indonesia. SmartPLS-3 was used for data analysis and hypothesis testing. Results show that six out of eight proposed paths are statistically significant, and the model explains 65.8% of the variance in students’behavioral intention to use learning. Study life quality emerged as the most influential factor with a path coefficient of β = 0.380, indicating the importance of student well-being in technology adoption. The study provides empirical support for the extended UTAUT model and offers practical insight for improving e-learning implementation in higher education.
Analisis Strategi Manajemen Sekolah Terhadap Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar di SMA AL-ISLAM Krian Samudra Ummat, Ling
EDUSIANA Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam Vol. 12 No. 1 (2025): EDUSIANA: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam
Publisher : EDUSIANA: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47077/edusiana.v12i1.579

Abstract

A This study aims to analyze the influence of internal and external factors on student learning outcomes at AL-Islam Krian High School through a POAC-based education management approach (Planning, Organizing, Actuating, Controlling). This type of research is quantitative with an associative approach. The sample was determined by purposive sampling and the data was collected through a Likert scale questionnaire. The analysis technique used is multiple linear regression to determine the effect of each variable on learning outcomes. The results showed that of the six variables tested, intrinsic motivation, social capital, self-esteem, learning discipline, teacher ability, and learning environment, only self-esteem had no significant effect. Teacher ability is the most dominant factor, followed by intrinsic motivation, learning environment, learning discipline, and social capital. The highest regression coefficient belongs to teacher ability (0.378), while self-esteem shows a negative effect (-0.289). POAC analysis shows that the school has actively implemented management strategies in fostering significant factors, such as teacher training, student mentoring, strengthening discipline, and developing the learning environment and social capital. The implications of this study emphasize the importance of POAC-based strategic management in improving student learning outcomes through optimizing the role of teachers, student motivation, and a supportive school environment.
STRATEGI DAN TANTANGAN EVALUASI PENDIDIKAN DI ERA DIGITAL Etiyasningsih; Sri Sundari
EDUSIANA Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam Vol. 12 No. 1 (2025): EDUSIANA: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam
Publisher : EDUSIANA: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47077/edusiana.v12i1.582

Abstract

Transformasi digital telah merevolusi dunia pendidikan, khususnya dalam proses evaluasi pembelajaran. Era digital menawarkan peluang besar dalam optimalisasi evaluasi menggunakan teknologi berbasis daring yang memungkinkan proses penilaian berjalan lebih cepat, efisien, dan objektif. Berbagai strategi telah diadopsi, seperti pemanfaatan Learning Management System (LMS), penerapan penilaian formatif digital, serta integrasi analitik data untuk memantau capaian akademik siswa. Selain itu, guru dilatih untuk meningkatkan kompetensi digital dan menerapkan metode evaluasi inovatif, seperti gamifikasi, kuis interaktif, dan simulasi daring. Namun, era digital juga menghadirkan tantangan signifikan dalam pelaksanaan evaluasi pendidikan. Kesenjangan literasi digital antara pendidik dan peserta didik, terbatasnya infrastruktur dan akses internet, serta potensi terjadinya kecurangan dan masalah keamanan data menjadi hambatan utama. Ketidakmerataan akses teknologi di berbagai wilayah semakin memperlebar disparitas kualitas evaluasi. Oleh karena itu, strategi yang tepat harus berfokus pada peningkatan kompetensi SDM, pemerataan infrastruktur, serta penguatan tata kelola pemanfaatan teknologi dalam evaluasi pendidikan. Dengan demikian, evaluasi pendidikan di era digital dapat dilaksanakan secara efektif, inklusif, dan berintegritas.
Penerapan Metode Istima’ untuk Meningkatkan Keterampilan Menyimak Bahasa Arab Siswa SDIT Bait Adzkia Islamic School Ciputat Mutmainnah; Nururahmah, Nola; Haqi, Ahmad Shaubil; Rifa'i, Muhammad; Alawiyah, Lalah
EDUSIANA Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam Vol. 12 No. 2 (2025): EDUSIANA : Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam
Publisher : EDUSIANA: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47077/edusiana.v12i2.581

Abstract

This study explores the implementation of the istimā’ (listening) method in Arabic language instruction at the integrated Islamic elementary school level. The purpose of this research is to describe the istimā’ learning strategies, analyze the media and approaches used, and explain their contribution to improving students’ Arabic listening skills at SDIT Bait Adzkia Islamic School Ciputat. This research employs a descriptive qualitative approach, with data collected through observation, interviews, and documentation. The findings reveal that the istimā’ method—applied through Arabic songs, simple dialogues, audiovisual media, and interaction with native speakers—significantly enhances students’ listening abilities. Instructional strategies are adapted to students who have not yet mastered Arabic script, such as the use of Latin transcription and reinforcement through tahfidz (memorization). Students demonstrated positive responses, vocabulary improvement, and better understanding of basic Arabic expressions. This study serves as a valuable reference for developing istimā’-based instructional methods in integrated Islamic schools facing similar challenges in Arabic literacy and language exposure.