cover
Contact Name
Mohammad Salehudin
Contact Email
jider@iel-education.org
Phone
+628113212014
Journal Mail Official
sarthi339@gmail.com
Editorial Address
Wage Asri 2, Taman, Sidoarjo West Java Province, Indonesia 61257
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Journal of Instructional and Development Researches
ISSN : 2807548X     EISSN : 28075471     DOI : https://doi.org/10.53621/jider
Core Subject : Education,
Journal of Instructional and Development Researches (JIDeR) is a scientific journal published by Indonesia Emerging Literacy Education. This journal publishes related research papers and covers a wide range of topics in the field of knowledge: learning research, educational development research. Articles are original research results with a maximum plagiarism of 25%. Articles submitted to JIDeR will be reviewed by at least 2 (two) reviewers. Articles submitted must meet the assessment criteria and comply with the instructions and templates provided by JIDeR.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 278 Documents
Mencetak Santri Eco-Preneur: Transformasi Kurikulum Pesantren Berbasis Green Economy dan Social Entrepreneurship Adi Nur Ali; Finka Oktaviana Putri; Ainur Rofiq
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 6 No. 4 (2026): August (on process)
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v6i4.855

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi kurikulum eco-pesantren dalam mentransformasikan nilai-nilai green economy untuk menumbuhkan jiwa social entrepreneurship santri. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus, riset ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, Banyuwangi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif terhadap aktivitas ekonomi berbasis lingkungan, serta dokumentasi kurikulum pesantren. Analisis data dilakukan secara interaktif, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menjamin keabsahan temuan, validasi data dilakukan melalui teknik triangulasi sumber dan teknik, serta member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi teologi lingkungan dalam kurikulum kontekstual mampu mendorong santri untuk menciptakan inovasi bisnis sosial yang adaptif terhadap pelestarian alam dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengembangan model teoritis baru mengenai rekonstruksi kurikulum pesantren yang mensinergikan pendidikan Islam, teknologi ramah lingkungan, dan kemandirian ekonomi. Secara praktis, artikel ini memberikan panduan strategis bagi pembuat kebijakan dan pengelola lembaga pendidikan Islam dalam mengimplementasikan ekosistem pendidikan berbasis pembangunan berkelanjutan demi mencetak generasi eco-preneur yang berintegritas.
Implementasi Kurikulum Terintegrasi dalam Membentuk Karakter Peserta Didik di Sekolah Islam Terpadu Siti Nafisah; Sulaiman Jazuli
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 6 No. 4 (2026): August (on process)
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v6i4.863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kurikulum terintegrasi dalam membentuk karakter peserta didik di SDIT Al Madani Tapin melalui integrasi Kurikulum Nasional dan kurikulum Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan guru kelas. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum terintegrasi diimplementasikan melalui penyelarasan perangkat pembelajaran, integrasi nilai-nilai Islam ke dalam seluruh mata pelajaran, program pembiasaan karakter, serta keteladanan guru dalam aktivitas sehari-hari di sekolah. Integrasi tersebut dilaksanakan secara harmonis dengan memadukan pembelajaran akademik dan pengembangan spiritual serta moral. Nilai-nilai karakter seperti religiusitas, disiplin, tanggung jawab, kemandirian, dan kepedulian sosial ditanamkan melalui pembelajaran di kelas, kegiatan ibadah, dan program pembiasaan rutin. Penelitian ini juga menemukan bahwa kurikulum terintegrasi memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan karakter peserta didik, khususnya dalam meningkatkan disiplin, tanggung jawab, kemandirian, kepedulian sosial, dan kesadaran beribadah. Meskipun demikian, implementasi kurikulum terintegrasi masih menghadapi beberapa kendala, meliputi kesiapan guru yang belum merata, beban administrasi, keterbatasan referensi dan bahan ajar terintegrasi, keterbatasan waktu dan biaya, serta belum optimalnya kesamaan persepsi antara sekolah dan orang tua dalam pembentukan karakter. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembentukan karakter peserta didik tidak hanya berlangsung melalui integrasi nilai Islam dalam pembelajaran, tetapi juga melalui pembiasaan, keteladanan guru, dan kolaborasi antara sekolah dan keluarga.
Peran Penggunaan Google Classroom terhadap Pengembangan Metakognisi Peserta Didik: Sebuah Tinjauan Literatur Nia Ratnawati; Izzul Fatawi
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 6 No. 4 (2026): August (on process)
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v6i4.869

Abstract

Google Classroom dan LMS sejenis sekarang dipakai di mana-mana. Namun, sebenarnya belum banyak bukti kuat yang menunjukkan bahwa platform ini benar-benar bisa mengembangkan metakognisi peserta didik. Bahkan, klaim-klaim yang ada seringkali terlalu berlebihan. Kajian ini bertujuan untuk mengumpulkan bukti empiris tentang pengaruh Google Classroom terhadap metakognisi, mengidentifikasi fitur-fitur yang berpotensi, menganalisis kelemahan metodologis penelitian terkait, dan memberikan saran pedagogis. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka sistematis dengan pencarian di Google Scholar, ScienceDirect, dan ERIC untuk periode 2016-2026. Dari 14.200 artikel awal, 20 artikel memenuhi syarat dan dianalisis secara tematik. Hasil Kajian menunjukkan bahwa Google Classroom berpotensi mendukung metakognisi melalui fitur-fitur seperti daftar tugas, rubrik penilaian, bank komentar, dan integrasi Kalender. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada instruksi yang jelas dan bimbingan reflektif dari pengajar. Kajian ini juga menemukan bahwa banyak penelitian yang memiliki kelemahan metodologis, seperti desain pretest-posttest satu kelompok, instrumen laporan diri yang tidak standar, dan ketidakmampuan untuk memisahkan efek Google Classroom dari strategi pembelajaran lainnya. Kajian ini menyimpulkan bahwa Google Classroom dapat memfasilitasi strategi pedagogis metakognisi, tetapi tidak menentukan keberhasilan peserta didik.
Pemulihan Identitas dan Motivasi Pembelajar Dewasa EFL dalam Narasi Belajar Bahasa Inggris Rahayu Mahsyar; Muh. Safar Nur; Safaruddin Safaruddin
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 6 No. 4 (2026): August (on process)
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v6i4.877

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi bagaimana pembelajar dewasa Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL) membangun motivasi dan identitas melalui narasi personal pembelajaran bahasa. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengungkapan hubungan antara pembelajaran bahasa Inggris, rekonstruksi identitas, dan pemulihan emosional pembelajar dewasa di luar lingkungan akademik formal melalui pendekatan narrative inquiry. Metode penelitian menggunakan analisis naratif tematik dengan melibatkan tiga pembelajar dewasa dalam wawancara mendalam semi-terstruktur. Hasil penelitian mengungkap tiga tema utama: menemukan kembali diri melalui bahasa Inggris, pergulatan dengan rasa malu dan takut, serta bahasa Inggris sebagai alat pemberdayaan diri. Temuan ini membuktikan bahwa pembelajaran bahasa Inggris bagi orang dewasa tidak hanya bersifat linguistik, tetapi juga menjadi proses transformatif untuk memulihkan trauma pendidikan masa lalu. Penelitian ini menyimpulkan bahwa narrative inquiry efektif untuk memahami kompleksitas motivasi pembelajar secara humanis. Implikasi praktisnya menekankan pentingnya pedagogi yang responsif secara emosional dan praktik kelas yang menegaskan identitas pembelajar dewasa.
Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik Melalui Kompetensi Digital Guru Pendidikan Agama Katolik Selviana Ina Narek; Elisabeth Isadora Tombay; Yoseph Belen Keban
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 6 No. 4 (2026): August (on process)
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v6i4.884

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi digital Guru Pendidikan Agama Katolik dalam meningkatkan minat belajar peserta didik di SMA Negeri 1 Adonara Barat, Kabupaten Flores Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan Guru Pendidikan Agama Katolik, Kepala Sekolah, dan peserta didik kelas XI sebagai informan penelitian. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menggunakan teknik triangulasi sumber dan teknik untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi digital Guru Pendidikan Agama Katolik berperan penting dalam meningkatkan minat belajar peserta didik melalui pemanfaatan berbagai media pembelajaran berbasis digital, seperti video pembelajaran, Canva, Google Classroom, Google Form, dan Quizizz. Penggunaan media digital tersebut mampu meningkatkan perhatian, keterlibatan, antusiasme, serta ketekunan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Katolik. Kompetensi digital guru juga tercermin dalam kemampuan merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran berbasis digital secara efektif, meskipun masih menghadapi kendala berupa keterbatasan jaringan internet dan fasilitas teknologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kompetensi digital Guru Pendidikan Agama Katolik menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan minat belajar peserta didik melalui pembelajaran yang lebih interaktif, inovatif, dan bermakna. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru dan sekolah dalam mengembangkan kompetensi digital untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Katolik.
Penerapan Media PowerPoint Interaktif untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa pada Mata Pelajaran PAI Nur Fajar Fadillah; Alda Amalia Daniar; Reza Aisyah; Irawansyah Irawansyah; Jamilatul Mu’aqila; Dedi Oktavianur; Maryam Maryam
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 6 No. 4 (2026): August (on process)
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v6i4.896

Abstract

This classroom action research aimed to improve students’ understanding of Islamic Religious Education (PAI) through the implementation of interactive PowerPoint media. The research was conducted with 17 tenth-grade students at SMK YPK Tenggarong using the Kemmis and McTaggart classroom action research model, consisting of planning, action and observation, and reflection. The study was conducted in two cycles. Data were collected through tests, observations, interviews, and documentation and analyzed using descriptive quantitative and qualitative approaches. Interactive PowerPoint incorporated text, images, animations, videos, questions, and exercises to encourage students’ active participation and support their understanding of learning materials. Based on the simulated data, students’ average scores increased from 67.65 in the pre-cycle to 74.71 in Cycle I and 82.94 in Cycle II. Learning completeness also increased from 41.18% to 64.71% and 88.24%, respectively. The findings indicate that interactive PowerPoint has potential to improve students’ understanding, engagement, and participation in PAI learning. However, the results should be confirmed using the actual research data.
Perspektif Mahasiswa Terhadap Pemanfaatan Podcast Sebagai Media Pembelajaran dalam Mata Kuliah Teknologi Pendidikan Yosep Belen Keban; Fransiska Verawati Rade Kumanireng
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 6 No. 4 (2026): August (on process)
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v6i4.906

Abstract

Penggunaan media pembelajaran yang lebih fleksibel dan inovatif diberbagai lembaga pendidikan pada era kontemporer merupakan suatu langkah maju dalam dunia pendidikan. Podcast merupakan salah satu media pembelajaran yang digunakan dalam menyampaikan materi. Podcast tidak hanya berfungsi untuk menyampaikan informasi, tetapi juga dapat membantu siswa bekerja sama, berkomunikasi, dan mengembangkan kreativitas. Studi ini bertujuan untuk memahami perspektif mahasiswa kelas Teknologi Pendidikan tentang penggunaan podcast sebagai media pembelajaran dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di STP Reinha Larantuka pada Mei hingga Juni 2026 dengan subyek penelitian mahasiswa semester IV yang menempuh mata kuliah Teknologi Pendidikan. Data dikumpulkan melalui angket terbuka berbasis Google Form yang diisi oleh 30 mahasiswa, wawancara mendalam terhadap 5 mahasiswa yang dipilih secara purposive, observasi selama praktik pembuatan podcast, dokumentasi, serta lembar penilaian praktik sebagai data pendukung dan kemudian dianalisis melalui tahap kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian mengkaji podcast bukan hanya sebagai media konsumsi materi, tetapi sebagai pengalaman produksi media oleh mahasiswa Teknologi Pendidikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa mahasiswa memandang podcast sebagai media pembelajaran yang menarik, dan dapat membantu memahami materi dengan cepat. Podcast juga memberikan pengalaman belajar yang lebih aktif melalui kegiatan menyusun naskah, merekam audio, mengedit, dan bekerja sama dalam kelompok. Di samping itu, mahasiswa merasakan manfaat berupa meningkatnya kreativitas, keterampilan komunikasi, dan keterlibatan dalam pembelajaran. Dengan demikian, podcast berpotensi menjadi media pembelajaran yang efektif dan inovatif apabila didukung oleh perencanaan, pendampingan, dan fasilitas yang memadai.
Pemaknaan Nilai-Nilai Islam oleh Anak di Lingkungan Sosial Rentan (Studi di Komplek Karaoke Sarirejo Salatiga) Siti Solichah; Warsiyah Warsiyah; Agus Irfan
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 6 No. 4 (2026): August (on process)
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v6i4.911

Abstract

Anak yang tumbuh di lingkungan sosial rentan sering kali menghadapi benturan antara norma agama dan realitas empiris di sekitarnya, sehingga memerlukan pemaknaan keagamaan yang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rekonstruksi pemaknaan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya pada anak-anak di Komplek Karaoke Sarirejo, Kota Salatiga. Pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus digunakan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap informan anak usia transisi, orang tua, serta tokoh masyarakat. Hasil utama penelitian membuktikan bahwa anak-anak mengonstruksi makna PAI melalui tiga dimensi fundamental akidah, ibadah, dan akhlak yang diekspresikan secara vertikal (ḥablum minallāh) maupun horizontal (ḥablum minannās). Institusi sekolah bertindak sebagai faktor paling dominan melalui transfer pengetahuan, pembiasaan ibadah, dan keteladanan, yang didukung oleh keluarga, TPQ, serta kesadaran mandiri anak dalam membangun mekanisme pertahanan diri terhadap pengaruh lingkungan negatif. Implikasi dari kajian ini menegaskan bahwa lingkungan sosial rentan tidak selalu berdampak destruktif apabila anak memiliki fondasi pendidikan agama yang kokoh, sehingga menuntut adanya kolaborasi sinergis antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam pembinaan spiritual anak.