cover
Contact Name
Mohammad Salehudin
Contact Email
jider@iel-education.org
Phone
+628113212014
Journal Mail Official
sarthi339@gmail.com
Editorial Address
Wage Asri 2, Taman, Sidoarjo West Java Province, Indonesia 61257
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Journal of Instructional and Development Researches
ISSN : 2807548X     EISSN : 28075471     DOI : https://doi.org/10.53621/jider
Core Subject : Education,
Journal of Instructional and Development Researches (JIDeR) is a scientific journal published by Indonesia Emerging Literacy Education. This journal publishes related research papers and covers a wide range of topics in the field of knowledge: learning research, educational development research. Articles are original research results with a maximum plagiarism of 25%. Articles submitted to JIDeR will be reviewed by at least 2 (two) reviewers. Articles submitted must meet the assessment criteria and comply with the instructions and templates provided by JIDeR.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 266 Documents
Inovasi Pembelajaran Statistika Sosial melalui Simulasi Mini Riset: Studi Deskriptif Praktik Pembelajaran Shara Rafiqa Nurulcholillah Sukri; Shofia Nurun Alanur
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 6 No. 3 (2026): June
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v6i3.798

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Simulasi Mini Riset dalam pembelajaran Statistika Sosial serta mengkaji pengalaman belajar mahasiswa selama proses pembelajaran berlangsung. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan pada 35 mahasiswa Program Studi Pendidikan Kewarganegaraan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako. Pembelajaran dirancang dalam bentuk kegiatan berbasis proyek sederhana yang melibatkan mahasiswa secara langsung dalam pengumpulan data di kelas, pengolahan menggunakan statistika deskriptif, analisis, serta interpretasi data. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi hasil kerja mahasiswa, dan refleksi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Simulasi Mini Riset membuat mahasiswa lebih aktif selama pembelajaran dan lebih mudah memahami konsep statistika sosial melalui pengalaman langsung. Mahasiswa juga lebih terampil dalam mengolah, menyajikan, dan menjelaskan data sosial. Meskipun pelaksanaan kegiatan masih menghadapi kendala waktu dan partisipasi kelompok yang belum merata, pembelajaran ini membantu mahasiswa memahami penerapan statistika dalam konteks sosial secara lebih nyata. Dengan demikian, Simulasi Mini Riset dapat menjadi salah satu alternatif strategi pembelajaran Statistika Sosial yang berpusat pada mahasiswa.
Membaca Realitas Digitalisasi Pendidikan di Kepulauan Tanakeke: Perspektif Peserta Didik terhadap Harapan dan Tantangan Era Digital Nurqadriani Nurqadriani; Muh. Nur Fithri Dahlan; Abubakar Abubakar
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 6 No. 3 (2026): June
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v6i3.799

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi peserta didik di Kepulauan Tanakeke terhadap implementasi program digitalisasi pendidikan di Kabupaten Takalar, mengidentifikasi tantangan yang mereka hadapi, serta menggambarkan harapan mereka terhadap pengembangan pendidikan digital di masa depan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik dengan langkah-langkah mengidentifikasi, mengelompokkan, dan menafsirkan tema-tema yang muncul dari data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik memiliki persepsi yang umumnya positif terhadap pembelajaran digital, khususnya dalam hal akses informasi, fleksibilitas waktu, dan keberagaman media pembelajaran. Namun demikian, mereka menghadapi tantangan serius seperti keterbatasan perangkat digital, akses internet yang tidak stabil, serta rendahnya literasi digital. Peserta didik berharap adanya dukungan infrastruktur yang lebih baik, pelatihan yang berkelanjutan, dan peran aktif guru dalam membimbing penggunaan teknologi pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi digitalisasi pendidikan di wilayah kepulauan sangat bergantung pada sinergi antara kesiapan teknologi, dukungan kebijakan, dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan secara kontekstual. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa tanpa intervensi berbasis kebutuhan lokal, mulai dari infrastruktur hingga pendampingan, kesenjangan pendidikan digital di wilayah kepulauan berpotensi melebar dan menghambat pemerataan mutu pendidikan.
Analisis Persepsi Siswa terhadap Pemanfaatan Sublime Text dalam Pembelajaran Pemrograman Website SMK Senia Senia; Hendra Nelva Saputra; Zila Razilu
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 6 No. 3 (2026): June
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v6i3.800

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi siswa terhadap pemanfaatan Sublime Text dalam pembelajaran pemrograman web di kelas XI Rekayasa Perangkat Lunak SMK Negeri 6 Konawe. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Responden penelitian adalah seluruh siswa kelas XI Rekayasa Perangkat Lunak SMK Negeri 6 Konawe yang berjumlah 15 orang, terdiri atas 8 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan, dengan teknik total sampling. Penggunaan total sampling dilakukan karena jumlah populasi relatif kecil dan seluruh siswa telah menggunakan Sublime Text dalam pembelajaran pemrograman web. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup skala Likert lima poin yang mencakup indikator kemudahan penggunaan, kenyamanan, efektivitas pembelajaran, dan kendala penggunaan Sublime Text. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif untuk menggambarkan persepsi siswa, sedangkan uji normalitas Shapiro-Wilk digunakan sebagai analisis pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap penggunaan Sublime Text berada pada kategori positif dengan rata-rata keseluruhan sebesar 3,86. Item dengan rata-rata tertinggi terdapat pada R7 (4,60) dan R10 (4,33), sedangkan item dengan rata-rata terendah terdapat pada R4 (3,13). Hasil uji Shapiro-Wilk menunjukkan data berdistribusi normal dengan nilai signifikansi 0,061. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Sublime Text dipersepsikan sebagai code editor yang ringan, sederhana, dan membantu praktek pemrograman web, khususnya pada pembelajaran dasar. Namun, beberapa siswa masih mengalami kendala terkait keterbatasan fitur visual dan tidak tersedianya live preview secara langsung sehingga diperlukan dukungan plugin atau media tambahan untuk meningkatkan pengalaman belajar. Dengan jumlah responden yang terbatas, hasil penelitian ini difokuskan untuk menggambarkan kondisi pada kelas yang diteliti dan tidak dimaksudkan untuk generalisasi pada populasi yang lebih luas.
Penguatan Nilai Karakter Religius Melalui Pembiasaan Shalat Dhuha, Tahfidz Jum’at Pagi, dan Muhadhoroh Indah Suryaningsih; Hanafi Hanafi; M. Fayyad Hibrizi Ibnu; Misran Misran
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 6 No. 3 (2026): June
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v6i3.802

Abstract

Penguatan nilai karakter religius menjadi kebutuhan penting di lingkungan madrasah untuk membentuk peserta didik yang berakhlak mulia dan mampu menghadapi berbagai tantangan moral di era digital. MTs Al Hurro Tenggarong mengimplementasikan program pembiasaan keagamaan yang meliputi Shalat Dhuha, Tahfidz Jum’at Pagi, dan Muhadhoroh berbasis giliran OSIM sebagai upaya penguatan karakter religius peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis efektivitas ketiga program tersebut dalam menguatkan karakter religius peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan seluruh peserta didik kelas VII hingga IX yang berjumlah 77 orang serta satu pembina program sebagai informan kunci. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif melalui tahap kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Shalat Dhuha efektif menanamkan kedisiplinan dan ketenangan spiritual, Tahfidz Jum’at Pagi meningkatkan kecintaan peserta didik terhadap Al-Qur’an melalui target hafalan yang terukur, sedangkan Muhadhoroh berbasis giliran OSIM efektif melatih keberanian, tanggung jawab, dan keterampilan berbicara di depan umum. Ketiga program tersebut menunjukkan tingkat partisipasi yang tinggi serta memberikan kontribusi positif terhadap pembentukan karakter religius peserta didik. Hasil penelitian merekomendasikan penguatan dan keberlanjutan program pembiasaan keagamaan secara terintegrasi sebagai strategi dalam membentuk karakter religius peserta didik di lingkungan madrasah.
Peningkatan Pembelajaran Fikih Berbasis Deep Learning Mukmin Mukmin; Nuni Norlianti; Habib Zainuri; Syaiful Anwar
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 6 No. 3 (2026): June
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v6i3.805

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran Fikih berbasis deep learning terhadap peningkatan pemahaman siswa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat pemahaman siswa pada materi Hidup Indah dengan Berbagi dan Berinfak di MTs Darul Ihsan Anggana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pre-eksperemental one group pretest-posttest design. Pada desain ini subjek dilakukan dua kali pengukuran yaitu sebelum dan sesudah pembelajaran deep learning diterapkan. Subjek penelitian berjumlah 28 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi tes, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai pretest siswa sebesar 49,64 dengan tingkat ketuntasan 8 %. Sementara itu, rata-rata nilai posttest siswa meningkat menjadi 76,61 dengan tingkat ketuntasan sebesar 61%. Hasil uji t menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara hasil pretest dan posttest. Dengan demikian, pembelajaran Fikih berbasis deep learning melalui model one group pretest-posttest berpengaruh secara efektivitas dalam meningkatkan pemahaman siswa.
Penerapan Inquiry Learning Terhadap Perkembangan Kemampuan Problem Solving pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Widhat Haula Qothrunnada
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 6 No. 3 (2026): June
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v6i3.807

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan inquiry learning dalam mengembangkan kemampuan problem solving pada pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Unggulan Darul Ulum Muncar, Banyuwangi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Subjek penelitian dipilih menggunakan purposive sampling yang melibatkan guru PAI dan siswa sebagai informan penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan inquiry learning dilakukan melalui tahapan fenomena, kontekstual, identifikasi masalah, pencarian informasi, diskusi kelompok, presentasi hasil, dan evaluasi pembelajaran. Penerapan metode tersebut berperan terhadap peningkatan kemampuan problem solving siswa yang ditunjukkan melalui kemampuan mengidentifikasi masalah, menganalisis informasi, mengemukakan pendapat, dan menentukan solusi terhadap permasalahan pembelajaran. Selain itu, terjadi perubahan perilaku dengan meningkatnya partisipasi aktif, kemampuan bekerja sama, sikap terbuka terhadap pendapat orang lain, dan kesadaran menerapkan nilai-nilai islam dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, inquiry learning mampu mendukung pembelajaran PAI yang lebih aktif, kontekstual, dan berpusat pada siswa.
Upaya Meningkatkan Karakter Religius dan Disiplin Peserta Didik Melalui Kompetensi Kepribadian Guru Pendidikan Agama Katolik Yakobus Belo Tobi; Yosep Belen Keban; Benedikta Yosefina Kebingin
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 6 No. 3 (2026): June
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v6i3.809

Abstract

Karakter religius dan disiplin peserta didik yang belum optimal menjadi masalah serius dalam ranah pendidikan. Berangkat dari masalah tersebut, maka adanya peran kompetensi kepribadian guru Pendidikan Agama Katolik (PAK). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui upaya meningkatkan karakter religius dan disiplin peserta didik melalui kompetensi kepribadian guru Pendidikan Agama Katolik di SMK Negeri 1 Lamalera. Data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengatakan bahwa karakter religius dan disiplin peserta didik dapat ditingkatkan melalui kompetensi kepribadian guru PAK. Oleh karena itu, guru PAK harus memahami dan menjalankan kompetensi kepribadiannya dan peserta didik hendaknya meningkatkan karakter religius dan disiplin melalui kompetensi kepribadian guru PAK. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan positif bagi dunia pendidikan terutama dalam meningkatkan karakter religius dan disiplin peserta didik melalui kompetensi kepribadian guru PAK.
Tantangan dan Peluang Implementasi Moderasi Beragama dalam Pembelajaran PAI Asaranum Sila Safitri; M. Habil Al-Faqih; Latifah Nur Aprilyani; Humaida Humaida; Muhammad Lukman Adha; Mubarak Mubarak
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 6 No. 3 (2026): June
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v6i3.810

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan peluang implementasi moderasi beragama dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMAN 1 Tenggarong. Moderasi beragama menjadi salah satu pendekatan penting dalam pendidikan untuk membangun sikap toleransi, menghargai keberagaman, dan mencegah berkembangnya paham keagamaan yang ekstrim di kalangan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan guru Pendidikan Agama Islam dan siswa, observasi partisipatif, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi moderasi beragama di SMAN 1 Tenggarong telah dilaksanakan melalui berbagai strategi pembelajaran, seperti diskusi kelompok, studi kasus, pembelajaran berbasis proyek, serta pembiasaan nilai-nilai toleransi dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah. Siswa memberikan respons yang positif terhadap pembelajaran moderasi beragama dan menunjukkan kemampuan untuk berinteraksi secara harmonis dengan teman yang memiliki latar belakang agama dan budaya yang berbeda. Meskipun demikian, implementasi moderasi beragama masih menghadapi beberapa tantangan, antara lain pengaruh informasi keagamaan dari media sosial, keterbatasan alokasi waktu pembelajaran PAI, dan perbedaan tingkat pemahaman siswa mengenai nilai toleransi dan keberagaman. Di sisi lain, lingkungan sekolah yang kondusif, dukungan keluarga, serta keterlibatan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler menjadi peluang yang mendukung penguatan moderasi beragama. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi moderasi beragama memerlukan sinergi antara pembelajaran di kelas, lingkungan sekolah, keluarga, dan aktivitas peserta didik di luar kelas.
Kompetensi Leadership Guru Pendidikan Agama Katolik dalam Pembentukan Kepribadian Peserta Didik yang Berbudaya Kekatolikan Karolina Letek Hajon; Krisantus Minggu Kwen
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 6 No. 3 (2026): June
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v6i3.813

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih maraknya perilaku menyimpang di kalangan pelajar serta belum optimalnya kompetensi kepemimpinan guru Pendidikan Agama Katolik (PAK) dalam membentuk kepribadian peserta didik yang berbudaya Kekatolikan. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi model-model kepemimpinan guru PAK dan menganalisis perannya dalam pembentukan kepribadian peserta didik di SMAK St. Fransiskus Asisi Larantuka. Metode yang digunakan adalah kualitatif lapangan dengan teknik wawancara mendalam terhadap lima guru PAK, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menemukan tiga model kepemimpinan: otoriter, laissez-faire, dan demokratis. Model demokratis paling dominan dan efektif, diwujudkan melalui keteladanan, pendekatan partisipatif, serta sapaan “Ayah/Bunda” yang mencerminkan relasi persaudaraan kristiani. Selain itu, guru PAK menjalankan tujuh peran utama, yaitu sebagai pendidik, pembimbing, pengajar, pelatih, sahabat, fasilitator, dan pemberita Injil. Kegiatan pembentukan budaya Kekatolikan meliputi doa harian, pembacaan Kitab Suci, rekoleksi, lomba Kitab Suci, serta pembiasaan senyum, sapa, salam. Kesimpulannya, kompetensi kepemimpinan guru PAK perlu terus diperkuat pada model demokrasi, sedangkan praktik otoriter dan laissez-faire perlu diminimalkan. Penelitian ini direkomendasikan bagi lembaga pendidikan calon guru dan peneliti selanjutnya.
Meningkatkan Pemahaman Iman Katolik Siswa Kelas XI F2 Melalui Pendekatan Contextual Teaching And Learning dalam Pembelajaran Agama Katolik Theresia Jawa Goran; Hermania Bhoki
Journal of Instructional and Development Researches Vol. 6 No. 3 (2026): June
Publisher : Yayasan Indonesia Emerging Literacy Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53621/jider.v6i3.817

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: mendeskripsikan tingkat pemahaman iman Katolik siswa sebelum penerapan CTL. Mendeskripsikan proses penerapan CTL dalam pembelajaran Pendidikan Agama Katolik. Menganalisis peningkatan pemahaman iman Katolik siswa setelah penerapan CTL. Mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam implementasi CTL. Siklus penelitian ini akan dilaksanakan secara berulang sampai indikator keberhasilan penelitian tercapai. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, data primer mencakup: pemahaman iman Katolik siswa kelas XI F2. Penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) oleh guru Pendidikan Agama Katolik. Dengan analisis ini, penelitian tindakan kelas dapat menilai penerapan CTL, sekaligus mengevaluasi peningkatan pemahaman iman Katolik siswa secara nyata, sehingga tindakan berikutnya dapat diperbaiki dan dioptimalkan. Penelitian ini diharapkan memperkaya kajian pedagogi Pendidikan Agama Katolik, khususnya dalam pengembangan pendekatan kontekstual untuk meningkatkan pemahaman iman secara reflektif dan integratif. Bagi sekolah, sebagai bahan evaluasi dalam penguatan pembelajaran Pendidikan Agama Katolik. Bagi guru, sebagai referensi dalam menerapkan strategi pembelajaran kontekstual yang lebih reflektif dan bermakna. Bagi siswa, membantu siswa mengembangkan pemahaman iman yang lebih mendalam dan terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari.