Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe
Jurnal Assyifa Ilmu Keperawatan Islami adalah sebuah jurnal jurnal ilmiah bidang pendidikan keperawatan berbasis islami, memuat tulisan-tulisan yang berkaitan dngan keperawatan medis dan penanganan pasien dengan pendekatan ilmu keperawatan yang dipadukan dengan ayat-ayat dalam Al-Quran sebagai mana yang dipelopiri oleh ibnu sina. Semua publikasi di Jurnal Assyifa Ilmu Keperawatan Islami bersifat akses terbuka yang memungkinkan artikel tersedia secara bebas online tanpa berlangganan apapun
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 9 No. 2 (2024): Juli-Desember"
:
10 Documents
clear
Efikasi Pemberian Makanan Fungsional Ekstrak Buncis Terhadap Pengendalian Kadar Gula Darah penderita Diabetes Mellitus
Zulfan;
Itsnatani Salma;
Evi Maisara;
Lia Arsyina;
Khayatol Fadhillah
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 9 No. 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54460/jifa.v9i2.94
Diabetes Melitus merupakan non communicable disease (NCDs) yang prevalensinya meningkat di dunia. Pengendalian kadar gula darah dapat dilakukan dengan menggunakan komponen aktif pangan yang banyak terdapat di dalam buncis. Tujuan penelitian untuk mengetahui efikasi pemberian makanan fungsional buncis terhadap kadar gula darah penderita DM Tipe II. Penelitian bersifat eksperimental dengan rancangan pretest dan postest. Penelitian dilaksanakan di Wilayah kerja Puskesmas Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2022. Populasi yaitu seluruh penderita diabetes Melitus tipe 2 sebanyak 30 orang yang dibagi menjadi 15 kelompok yang diberikan ekstrak buncis dan 15 kelompok yang diberikan sirup rendah energi sebagai kontrol. Data yang dikumpulkan tentang identitas penderita, kadar gula darah sebelum diberikan perlakuan dan setelah diberikan perlakuan. Analisa data menggunakan uji statistik Dependent dan Independen T-Test dengan tingkat kepercayaan 95% dikatakan bermakna jika (p<0,005). Hasil penelitian menunjukkan terjadi penurunan kadar gula darah penderita Diabetes Melitus tipe II setelah diberikan ekstrak buncis sebesar 41,9 gr/dl, sementara yang diberikan sirup rendah energi turun sebesar 3,5 gr/dl. Sehingga selisih penurunan sebesar 25,1 gr/dl antara ekstrak buncis dengan sirup rendah energi. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan pemberian ekstrak buncis terhadap penurunan kadar gula darah penderita Diabetes Millitus tipe II. Diharapkan penderita Diabetes melitus dapat menggunakan estrak buncis untuk menurunkan kadar gula.
Pengaruh Senam Kaki Diabetik Terhadap Respon Neuropati Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Non Ulkus
Noviana, Laina;
Sarah Nadiya;
Abrar;
Novia Rizana
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 9 No. 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54460/jifa.v9i2.99
Neuropati merupakan sekelompok penyakit yang mempengaruhi semua jenis saraf. Salah satu intervensi yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri yang timbul akibat adanya neuropati diabetik adalah senam kaki diabetik. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh senam kaki diabetik terhadap respon neuropati pada pasien diabetes mellitus tipe II non ulkus di Puskesmas Blang Mangat Kota Lhokseumawe. Desain penelitian ini bersifat Quassy experiment, dengan perancangan One Group Pretest dan Posttest. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien diabetes mellitus tipe II non ulkus sebanyak 32 pasien. Jumlah sampel sebanyak 32 responden ditentukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisa dilakukan dengan proses komputerisasi melalui uji t-paired. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa respon neuropati sebelum dilaksanakan senam kaki diabetik (PreTest) berada pada kategori neuropati sebesar 93.8% dan respon neuropati sesudah dilaksanakan senam kaki diabetik (PostTest) berada pada kategori normal sebesar 71.9%. Hasil nilai p-value= 0.000<0.05, hal ini membuktikan bahwa ada pengaruh senam kaki diabetik terhadap respon neuropati pada pasien diabetes mellitus tipe II non ulkus di Puskesmas Blang Mangat Kota Lhokseumawe. Kesimpulan hasil penelitian ini dapat menjadi informasi dan dapat menambah pengetahuan bagi pasien tentang tata cara/tata laksana senam kaki sehingga dapat dilakukan secara mandiri dirumah masing-masing pasien.
Penanganan Masalah Keperawatan Hipervolemia dan Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif pada Pasien dengan Sirosis Hepatis: Studi Kasus
Riski Amalia;
Pera Sasmita;
Nani Safuni
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 9 No. 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sirosis hepatis adalah penyakit kronis yang berlangsung progresif yang menyerang jaringan hati sehingga menyebabkan pelebaran pembuluh darah dan gangguan pada fungsi hati. Di Indonesia paling sering terdiagnosa sirosis hepatis adalah hepatitis B sebesar 40-50% kasus. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengaplikasikan teknik ankle pumping exercise, elevasi kaki 30º dan teknik batuk efektif terhadapa Tn. A dengan hipervolemia dan bersihan jalan napas tidak efektif. Hasil pengkajian didapatkan bahwa Tn. A. mengalami nyeri pada abdomen kanan bawah, asites, terdapat udema pada ektremitas bawah, lemas, sesak napas, adanya bunyi ronkhi, batuk berdahak, menggunakan otot bantu pernapasan (diafragma) dan pasien kesulitan mengeluarkan sputum. Implementasi yang sudah diberikan yaitu melakukan teknik ankle pumping exercise, elevasi kaki 30º, dan teknik batuk efektif. Dari hasil implementasi didapatkan hipervolemia belum teratasi dikarenakan pasien masih asites. Diagnosa bersihan jalan napas tidak efektif teratasi sebagian dikarenakan pasien sudah bisa melakukan teknik batuk efektif namun pasien masih batuk dan masih adanya bunyi ronkhi.
Penanganan Masalah Keperawatan Nyeri Akut dan Gangguan Integritas Kulit Pada Pasien Dengan Cedera Kepala Berat: Studi Kasus
Riski Amalia;
Annisa Ul Husna;
Laras Chyntia Kasih
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 9 No. 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54460/jifa.v9i2.101
Cedera Kepala Berat (trauma brain injury) merupakan masalah kesehatan yang menjadi ancaman serius bagi penderitanya. Cedera kepala dapat menimbulkan pendarahan dan pembengkakan sehingga dapat menyebab peningkatan tekanan intrakranial dan akhirnya dapat menyebabkan kerusakan otak. Pasien dengan cedera kepala berat juga dapat mengalami perubahan fisik dan psikologis, bahkan kematian. Studi kasus ini bertujuan memberikan asuhan keperawatan pada “Tn. M” dengan Cedera Kepala Berat di ruang saraf pria Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa pasien mengalami penurunan kesadaran dengan GCS E3M5Vx, agitasi, wajah meringis, luka dibagian punggung, serta kulit dan bibir kering. Intervensi yang diberikan berupa head up 30 derajat, pemberian terapi murotal Al-Quran, pemberian terapi luka dengan minyak zaitun, dan pemberian madu pada bibir pasien yang kering. Paska intervensi, pasien menjadi lebih tenang, sering tidur, luka mengering dan bibir tampak lembab. Diharapkan pada pasien dan keluarga dapat mengaplikasikan latihan yang diajarkan untuk mencegah resiko terjadinya komplikasi dari cedera kepala berat.
Hubungan Lama Penggunaan Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Dengan Kenaikan Berat Badan
Jeny Riska Vatica;
Riska Nurrahmah;
Rosi Gusmelly
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 9 No. 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54460/jifa.v9i2.102
Efek samping kontrasepsi suntik yang paling tinggi frekuensinya yaitu peningkatan berat badan. Kontrasepsi suntik 3 bulan merangsang pusat pengendali nafsu makan dihipotalamus yang menyebabkan akseptor makan lebih banyak dari pada biasanya dan menurunkan aktivitas fisik,akibatnya pemakaian suntikan dapat menyebabkan berat badan bertambah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara lama Penggunaan Kontrasepsi Suntik 3 Bulan Dengan Kenaikan Berat Badan. Jenis penelitian bersifat analitik dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh akseptor KB Suntik 3 bulan dari penggunaan minimal 6 kali suntikan berjumlah 43 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden dengan lama penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan ≥ 3 tahun yaitu sebanyak 30 orang (69,8%), mayoritas responden dengan kenaikan berat badan < 5 Kg yaitu sebanyak 22 orang (51,2 %). Kesimpulan pada penelitian ini ada hubungan yang bermakna antara lama penggunaan kontrasepsi suntik 3 bulan dengan kenaikan berat badan dengan nilai P-Value 0,001 (P ≤ 0,05). Saran pada penelitian ini diharapkan pada tenaga kesehatan agar berperan aktif dengan cara memberikan konseling atau pendidikan kesehatan tentang efek samping alat kontrasepsi suntik 3 bulan terutama efek samping tentang kenaikan berat badan selama pemakaian KB.
Karakteristik dan Kejadian Luka Bakar Pada Masyarakat
Jufrizal;
Niko Ari Arga
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 9 No. 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54460/jifa.v9i2.104
Luka bakar merupakan masalah kesehatan yang signifikan dan serius. Sebagian besar pasien yang mendapatkan perawatan karena luka bakar membutuhkan waktu penyembuhan yang lama dan biaya yang signifikan untuk perawatan, pengobatan, dan pemulihan fungsi tubuh, baik dari segi estetika maupun rekonstruksi. Dalam kehidupan sehari-hari siapapun berpotensi terhadap terjadinya luka bakar, bisa terjadi di lingkungan rumah maupun diluar lingkungan rumah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik dan kejadian luka bakar pada masyarakat. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan sampel 396 responden Masyarakat di Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh. Data disajikan dengan distribusi frekuensi. Hasil penelitian ini didapatkan rerata usia adalah 39.66, jenis kelamin mayoritas perempuan 296 responden (74.7%), pendidikan didominasi tinggi berjumlah 318 responden (80.3%) dan pekerjaan 274 responden (69.2%) berada pada katagori IRT. kejadian luka bakar mayoritas pada katagori pernah 273 responden (68.9%) dan katagori tidak pernah 123 responden (31.1%) dan penyebab luka bakar mayorritas adalah karena thermal 364 responden (92%). Diharapkan kepada masyarakat agar mencari sumber-sumber informasi yang relevan, terutama informasi dalam melakukan pertolongan pertama pada kasus luka bakar dan dapat mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari.
Cedera Kepala pada Lansia: Penyebab, Tingkat Keparahan, dan Gambaran Computed Tomography Scan
Rahmalia Amni;
Uci Nurcahya;
Fikriyanti
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 9 No. 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54460/jifa.v9i2.105
Cedera kepala merupakan masalah kesehatan yang terus berkembang secara global dan menjadi penyebab utama kematian dan kecacatan seumur hidup bagi penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penyebab, tingkat keparahan, dan gambaran CT Scan pada pasien lansia yang mengalami cedera kepala. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan jumlah sampel 21 responden yang diambil menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 71,4% responden berjenis kelamin laki-laki dengan usia rata-rata 69,29 tahun dan SD 7,163. Mayoritas penyebab cedera kepala adalah jatuh (66,7%), dengan tingkat keparahan berupa cedera kepala ringan (GCS 13-15), serta hasil Gambaran CT Scan paling umum adalah lesi multiple (28,6%) dan Subdural Hematoma (23,8%). Disarankan kepada para lansia agar lebih berhati-hati dalam beraktivitas demi mencegah terjadinya jatuh yang berisiko mengakibatkan terjadinya cedera kepala serta berbagai cedera lainnya.
Perilaku Agresif Remaja Pemain Game Online
Wahyuni, Liza;
Sarah Salsa Fitri;
Agusri;
Nurlis
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 9 No. 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54460/jifa.v9i2.108
Indonesia menjadi negara dengan jumlah pemain game online terbanyak ketiga di dunia. Meskipun memberikan hiburan dan meningkatkan keterampilan strategis, game online juga dapat menyebabkan perilaku agresif pada remaja, terutama jika permainan tersebut mengandung unsur kekerasan dan dimainkan secara berlebihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku agresif pada remaja pemain game online di Kabupaten Aceh Besar. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 104 remaja yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Buss-Perry Aggression Questionnaire (BPAQ) yang terdiri dari 29 pertanyaan, dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan dari 4 aspek perilaku agresif, agresif fisik memiliki nilai mean 26.53 (SD 6.19), agresif verbal memiliki nilai mean 17.19 (SD 4.24), kemarahan memiliki nilai mean 23.67 (SD 5.26) dan permusuhan ditemukan nilai mean 28.91 (SD 8.39), yang berarti remaja pemain game online rata-rata lebih menunjukkan perilaku agresif permusuhan, disarankan remaja lebih mengatur waktu dalam bermain game online dan sebisa mungkin melakukan aktivitas positif yang tidak berkaitan dengan game online guna meminimalisir perilaku agresif yang ditimbulkan dari bermain game online.
Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan Pemanfaatan Posyandu Selama Masa Kehamilan
Rahmi, Aulia;
Nadiatul Hikmah;
Mariyati;
Amelia Zahara;
Rita Zahara
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 9 No. 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54460/jifa.v9i2.110
Posyandu merupakan salah satu bentuk upaya kesehatan bersumber daya manusia yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat kedalam penyelenggaran pembangunan kesehatan guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar. Paling utama adalah untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan pemanfaatan posyandu selama masa kehamilan. Jenis penelitian ini menggunakan desain cross sectiona dengan jumlah sampel penelitian ini berjumlah 77 responden dengan menggunakan metode total sampling. Berdasarkan hasil bahwa nilai p-value = 0,068 < α= 0,05, hal ini terbukti bahwa adanya hubungan pengetahuan dengan kunjungan kelas ibu hamil diwilayah kerja. Hasil Penelitan didapatkan bahwa umur responden mayoritas berada pada umur 26-35 tahun yang berjumlah sebanyak 43 responden (49.3%). Pendidikan terakhir responden mayoritas berada pada pendidikan SMA yang berjumlah sebanyak 33 responden (42.9%) dan pekerjaan responden mayoritas IRT yang berjumlah sebanyak 39 responden (50.6%). Kesimpulan pentingnya pemamfaat posyandu bagi ibu hamil dalam menghadapi proses persalinan serta pencegahan anemia sejak trimester pertama kehamilan.
Studi Deskriptif Perilaku Sosial Budaya Selama Masa Kehamilan Di Aceh
Mariyati;
Zahratul Misna;
Sarah Nadiya;
Agusri;
Dewi Hardiyanti
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 9 No. 2 (2024): Juli-Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.54460/jifa.v9i2.111
Perkembangan sosial budaya dalam masyarakat merupakan suatu tanda bahwa masyarakat dalam suatu daerah tersebut telah mengalami suatu perubahan dalam proses berfikir. Perubahan sosial dan budaya bisa memberikan dampak positif maupun negatif. Perilaku sosial budaya dalam merawat ibu hamil juga terus berkembang dari generasi ke generasi, menjadi sebuah peraturan tidak tertulis yang harus dipatuhi ibu postpartum dan keluarga agar tidak mendapat hukuman sosial ataupun karma Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku ibu selama hamil sesuai sosial budaya di Kemukiman Tgk Syik di Manyang Kecamatan Kuta Blang Kabupaten Bireuen. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan deskriptif Sampel sebanyak 68 orang, dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan angket dan dianalisa secara computerisasi. Hasil penelitian didapatkan bahwa penerapan perilaku sosial budaya selama masa kehamilan pada ibu hamil di Kemukiman Tgk Syik di Manyang Kecamatan Kuta Blang Kabupaten Bireuen sebagian besar pada kategori kadang-kadang (58,8%). Diharapkan bagi tenaga kesehatan dapat mengevaluasi kebijakan institusi pelayanan kesehatan ibu hamil dan menambah pemahaman tentang sosial budaya dalam kehamilan bagi tenaga kesehatan, agar dapat memberikan edukasi dan penyuluhan tentang sosial budaya yang negatif dan positif pada ibu hamil.