Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika
Tujuan dari jurnal ini adalah untuk mempublikasikan penelitian berkualitas tinggi di bidang pendidikan matematika yang berkaitan dengan Higher Order Thinking Skills (HOTS) termasuk berpikir kritis, berpikir kreatif, penalaran matematis, pemahaman matematis, dll. Kami juga meneima riset tentang pembelajaran dan pengajaran matematika di semua level, baik dalam pembelajaran formal maupun informal.
Articles
32 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 4 No. 2 (2024): April - June 2024"
:
32 Documents
clear
Analisis kesalahan Jawaban Siswa Kelas VIIA pada Materi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Bulat yang Menggunakan Konsep Debet dan Kredit di SMPK St. Paulus Karuni
Lepa, Yosefina;
Moza, Florida;
Bulu, Marlince Sridorce
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): April - June 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51574/kognitif.v4i2.1339
Dalam penyelesaian soal matematika, sering terjadi kekeliruan dan kesulitan dalam memecahkan masalah yang berkaitan dengan konsep matematika sehingga dalam penelitian ini bertujuan untuk menemukan bentuk-bentuk kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat serta mencari faktor yang menyebabkan siswa melakukan kesalahan. Jenis penelitian yang diterapkan adalah deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIIA SMPK St. Paulus Karuni yang berjumlah 15 orang. Metode pengumpulan data berupa hasil tes. Teknik analisis data yang digunakan yaitu (1) reduksi data (data reduction), (2) paparan data (data display), dan (3) penarikan kesimpulan dan verifikasi (conclusion drawing/verifying). Hasil penelitian menunjukkan kesalahan yang dilakukan oleh siswa: (1) Kesalahan memahami (2) Kesalahan membaca (3) Kesalahan penulisan (4) Kesalahan proses
Literasi Matematis: Analisa Kemampuan Siswa berdasarkan Self-Concept
Afifah, Hana;
Yuniati, Suci;
Kurniati, Annisah;
Rahmi, Depriwana
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): April - June 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51574/kognitif.v4i1.1384
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan literasi matematis siswa berdasarkan self-concept pada materi sistem persamaan linear dua variabel (SPLDV). Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif dan menggunakan desain studi kasus. Subjek penelitian berjumlah 5 orang dari 21 siswa kelas VIII SMP Telekomunikasi Pekanbaru. Teknik pengumpulan data menggunakan angket self-concept, tes kemampuan literasi matematis, dan wawancara. Adapun instrumen yang digunakan adalah angket self-concept, soal tes kemampuan literasi dan pedoman wawancara. Analisis data melalui 3 tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) siswa self-concept tinggi menggunakan metode eliminasi-eliminasi dalam menyelesaikan soal kemampuan literasi matematis; dan (2) siswa self-concept sedang dan rendah menggunakan metode eliminasi-eliminasi dan eliminasi-substitusi menyelesaikan soal kemampuan literasi matematis.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Talk Write untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa: Riset Tindakan Kelas pada Siswa SMP Negeri 23 Medan
Simanjuntak, Nadya Gracella;
Surya, Edy
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): April - June 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51574/kognitif.v4i1.1408
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran tipe Think Talk Write (TTW) dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas IX-K SMP Negeri 23 Medan dan untuk mengetahui peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas IX SMP Negeri 23 Medan setelah menerapkan model pembelajaran tipe Think Talk Write. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana pada akhir setiap siklus peneliti memberikan tes untuk mengukur sejauh mana kemampuan komunikasi matematis siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX-K SMP Negeri 23 Medan yang berjumlah 27 orang siswa. Objek penelitian ini adalah kemampuan komunikasi matematis siswa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write pada materi fungsi kuadrat. Berdasarkan hasil analisis data kemampuan komunikasi matematis siswa pada siklus I, diperoleh bahwa hanya 11 siswa (40,74%) yang telah memenuhi kriteria yang ditentukan yaitu siswa memperoleh nilai . Dari hasil tersebut, dinyatakan bahwa ketuntasan klasikal kelas belum mencapai kriteria minimal 85% (banyak siswa yang kemampuan komunikasi matematisnya minimal kriteria sedang mencapai 85%). Setelah tindakan II diperoleh terdapat 24 siswa (88,9%) yang telah memenuhi standar kemampuan komunikasi yang telah ditentukan yaitu memperole nilai . Terjadi peningkatan jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar sebanyak 13 siswa atau 48,14% dan berdasarkan hasil tersebut maka persentase ketuntasan klasikal ini sudah memenuhi standar yang sudah ditentukan. Nilai rata – rata pada tes kemampuan komunikasi matematis siklus I yaitu 62,5 dan meningkat menjadi 78,7 pada siklus II sehingga diperoleh peningkatan rata – rata kemampuan komunikasi matematis siswa sebesar 16,2. Berdasarkan uraian – uraian di atas disimpulkan bahwa komunikasi matematis siswa meningkat dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Think Talk Write pada materi fungsi kuadrat di kelas IX-K SMP Negeri 23 Medan.
Analisis Kemampuan Representasi Matematis dalam Menyelesaikan Soal Matematika Ditinjau dari Tipe Kepribadian Extrovert dan Introvert
Jaelani, Abd. Kadir;
Ilhamuddin, Ilhamuddin;
Arriyah, Fathrul;
Syamsuadi, Ahmad;
Tahir, Sitti Rahmah
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): April - June 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51574/kognitif.v4i1.1446
Penelitian ini merupakan penelitian jenis kualitatif deskriptif. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kemampuan representasi matematis dalam menyelesaikan soal matematika ditinjau dari tipe kepribadian extrovert dan introvert pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Bajeng Barat. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Bajeng Barat sebanyak 2 orang yang dipilih berdasarkan pengkategorian tipe kepribadian, yaitu 1 siswa yang memiliki tipe kepribadian extrovert dan 1 siswa yang mewakili tipe kepribadian introvert dengan pertimbangan siswa yang dipilih memiliki nilai ulangan tengah semester genap mata pelajaran matematika yang setara. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu angket tipe kepribadian Eysenck Personality inventory (EPI), tes kemampuan representasi matematis, dan pedoman wawancara. Adapun teknik analisis datanya menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek dengan tipe kepribadian extrovert lebih mampu dari subjek tipe kepribadian introvert dalam hal kemampuan representasi matematis dalam menyelesaikan soal matematika. Subjek dengan tipe kepribadian extrovert hanya mampu memenuhi dua indikator kemampuan representasi matematis, yaitu representasi visual dan representasi simbolik, dan tidak mampu memenuhi indikator representasi verbal. Sedangkan subjek dengan tipe kepribadian introvert mampu memenuhi ketiga indikator kemampuan representasi matematis, yaitu representasi visual, representasi simbolik, dan representasi verbal.
Transformasi Pembelajaran Matematika: Pengaruh Pemanfaatan Teknologi terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa SMK
Palayukan, Hersiyati;
Langi, Evy Lalan;
Palengka, Inelsi;
Lasarus, Marylin
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): April - June 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51574/kognitif.v4i1.1454
Pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran pada dasarnya memberikan dampak terhadap hasil belajar matematika. Dalam hal ini, penggunaan video pembelajaran dengan menggunakan aplikasi pada Canva atau Microsoft Power Point menjadi salah satu fokus utama dalam penelitian ini. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan teknologi sebagai media pembelajaran terhadap hasil belajar matematika siswa. Kami menggunakan pendekatan eksperimental dengan melibatkan siswa kelas X TKJ A (kelas kontrol) dan TKJ B (kelas eksperimen) SMK Negeri 2 Toraja Utara yang dipilih berdasarkan teknik cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan pada kelas kontrol. Selanjutnya, kami menemukan bahwa pemanfaatan teknologi tidak memberikan pengaruh terhadap hasil belajar matematika.
Pengaruh Kemampuan Metakognisi terhadap Hasil Belajar Matematis Siswa
Syamsuriyawati, Syamsuriyawati;
Khaerani, Khaerani;
Setyawan, Dedy
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): April - June 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51574/kognitif.v4i1.1472
Saat ini, riset terkait metakognisi mengalami peningkatan yang signifikan, namu masih jarang peneliti melakukan pengaitan terkait dengan sejauhmana kemampuan metakognisis memberikan dampak terhadap hasil belajar matematis siswa. Jenis penelitian ini merupakan penelitian ex-post facto yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan metakognisi terhadap hasil belajar matematika siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X SMA Hang tuah Makassar yang berjumlah 100 orang dan sampelnya sebanyak 35 orang dengan teknik pengambilan sampel adalah Simple Random Sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket kemampuan metakognisi dan tes hasil belajar matematika. Teknik analisis yang digunakan adalah statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan pengujian hipotesis penelitian menggunakan analisis Regresi Linier Sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan metakognisi berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar matematis siswa
Hambatan Didaktis Berpikir Kritis dalam Menyelesaikan Masalah Matematika
Rahaju, Rahaju;
Murniasih, Tatik Retno;
Sumaji, Sumaji;
Muchtadi, Muchtadi
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): April - June 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51574/kognitif.v4i2.1672
Berpikir kritis merupakan kompetensi penting dalam penyelesaian berbagai masalah. Akan tetapi, banyak siswa atau mahasiswa yang kurang terampil berpikir kritis. Salah satu hambatan berpikir kritis disebabkan oleh proses pembelajaran (hambatan didaktis). Penelitian ini bertujuan untuk menggali hambatan didaktis berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi segitiga. Subjek penelitian sebanyak 24 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Instrumen pendukung penelitian ini berupa tes pemecahan masalah dan pedoman wawancara. Pengecekan validitas data menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan ada tiga pola penyelesaian masalah, yaitu pola translasi gambar, pola relasi luas, dan pola kesetaraan luas. Hambatan berpikir kritis pada ketiga pola tersebut disebabkan pembelajaran yang mengandalkan penanaman konsep melalui contoh-contoh yang tidak bervariasi dan terbatas, pemberian rumus siap pakai untuk dihafal, serta penyajian masalah rutin dan prosedur penyelesaiannya. Pembelajaran tersebut membiasakan mahasiswa menyelesaikan masalah secara mekanis, sekedar meniru tindakan guru, tidak memahami makna rumus, dan menimbulkan miskonsepsi. Hal tersebut mengakibatkan kesalahan dalam memahami masalah, mengidentifikasi data, memberi alasan, dan melakukan refleksi. Temuan penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar penyusunan materi dan masalah/soal matematika serta rencana pembelajaran untuk mereduksi hambatan berpikir kritis.
Pengaruh Locus of Control dan Konsep Diri terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa
Sari, Silvia Indah;
Setiani , Yani
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): April - June 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51574/kognitif.v4i2.1683
Locus of control adalah cara seseorang melihat keberhasilan atau kegagalan dalam hidupnya, sedangkan konsep diri adalah penilaian individu terhadap dirinya sendiri. Kemampuan dalam menyelesaikan masalah matematika, disisi lain, adalah kemampuan untuk menemukan solusi dalam konteks matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana locus of control dan konsep diri mempengaruhi kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika. Metode penelitian yang digunakan adalah survei kuantitatif di SMP Negeri 18 Kota Serang selama Tahun Pelajaran 2023/2024. Sampel sebanyak 162 siswa dipilih menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk mengukur locus of control dan konsep diri, serta tes untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematika. Analisis data meliputi regresi linier sederhana dan regresi linier berganda dengan melakukan uji prasyarat seperti uji normalitas, uji linieritas, uji multikolinieritas, dan uji heterokedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Terdapat hubungan positif dan signifikan antara locus of control dengan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas VII SMP Negeri 18 Kota Serang, dengan kontribusi sebesar 13,5%. 2) Konsep diri juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa sebesar 10,7%. 3) Kedua faktor, locus of control dan konsep diri, secara bersama-sama memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa sebesar 17,5%
Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Berbantuan Media Desmos terhadap Kemampuan Matematis Siswa
Muqtafia, Khoirina;
Bintoro, Henry Suryo
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): April - June 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51574/kognitif.v4i2.1684
Discovery Learning merupakan salah satu model pembelajaran yang membutuhkan integrasi teknologi/media dalam meningkatkan kemampuan matematis siswa. Tujuan dalam penelitian ini yakni untuk melihat adanya pengaruh dari penggunaan model discovery learning berbantuan dengan media desmos pada materi luas layang-layang terhadap kemampuan matematis siswa. Kami menggunakan metode ekperimen dengan melibatkan 31 siswa kelas VII. Instrumen yang kami gunakan adalah tes. Penelitian ini menggunakan dua macam tes yakni pretest dan posttest yang kami analisis menggunakan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah diberikan perlakuan dengan menerapkan model discovery learning yang didukung dengan media desmos. Kami menemukan bahwa kolaborasi antara discovery learning dan desmos cukup efektif untuk meningkatkan kemampuan matematis siswa pada materi luas layang-layang.
Analisis Kemampuan Spasial Matematis Siswa SMK Ditinjau dari Tingkat Berpikir Van Hiele pada Materi Dimensi Tiga
Maulid, Ahmad Ihsanudin;
Nindiasari, Hepsi;
Hendrayana, Aan
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 2 (2024): April - June 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51574/kognitif.v4i2.1690
Masalah geometri merupakan salah satu permasalahan yang sulit bagi siswa, sehingga diperlukan kemampuan spasial matematis untuk menyelesaikan permasalahan ini. Penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan spasial matematis siswa SMK ditinjau dari tingkat berpikir Van Hiele. Subjek pada penelitian ini adalah 5 siswa kelas XI Akuntansi 1 yang mana sebelumnya dilakukan tes awal menggunakan Van Hiele Geometry test (VHGT) di semua siswa kelas tersebut lalu diambil perwakilan satu orang disetiap levelnya. Tidak hanya sebagai tes awal untuk pengambilan subjek, teori van hiele digunakan sebagai peninjau dalam penelitian ini. Temuan penelitian memiliki keberagaman jawaban siswa dalam menjawab soal. Siswa dengan level berpikir 0 (visualisasi) – 2 (pengurutan) cenderung melakukan kesalahan karena kemampuan spasial dan tingkat berpikir van hiele yang masih kurang, sedangkan siswa yang sudah mampu mencapai level berpikir 3 (dedukasi) dan 4 (akurasi) mampu mengerjakan tes kemampuan spasial dengan baik dan benar walau terkadang terdapat sedikit kesalahan dalam berhitung