cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LANGUAGE: Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : 28072316     EISSN : 28071670     DOI : https://doi.org/10.51878/language.v1i2.659
Core Subject : Education, Social,
LANGUAGE: Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Innovation contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Language and Literature Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 126 Documents
PEMBELAJARAN BAHASA ARAB DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN KALAM (BERBICARA) DI SMP MA’HAD IHYA AS-SUNNAH TASIKMALAYA: METODE, TANTANGAN, DAN SOLUSI RAHMAN, SALWA AZIZAH; MAULANI, HIKMAH
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v4i2.3933

Abstract

Speaking is a very important skill in language learning, especially for beginners. By continuing to be trained, it can accelerate the language learning process, especially speaking Arabic. This research discusses Arabic language learning in improving kalam (speaking) skills at Ma'had Ihya As-sunnah Tasikmalaya Junior High School. This study aims to identify the methods used in learning to improve kalam (speaking) skills, the challenges faced by students and teachers, and the solutions applied to overcome obstacles. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques through interviews. The results show that the method applied is the direct method which focuses on improving kalam (speaking) skills through practice and direct interaction. One of the strengths of the direct method is that it emphasizes language learning that directly leads to improving kalam (speaking) skills and the application of this method is supported by a communicative approach where teacher and student interactions focus more on direct speaking practice. The main challenges faced are students' lack of confidence in Arabic speaking practice and students' lack of motivation in learning Arabic. As a solution, teachers apply a more interactive approach in the classroom and teachers create speaking training programs outside the classroom to increase students' interest and confidence in using Arabic. The recommendation from this study is the need to improve the quality of Arabic language teaching by increasing practice and improving learning programs that can help students' Arabic speaking practice. The use of appropriate methods and knowing the challenges and how to overcome these challenges, it is hoped that this research can contribute to the development of Arabic language learning, especially in improving kalam (speaking) skills at the secondary school level. ABSTRAKBerbicara merupakan keterampilan yang sangat penting dalam pembelajaran bahasa, terutama bagi pemula. Dengan terus dilatih maka dapat mempercepat proses pembelajaran bahasa terutama berbicara bahasa Arab. Penelitian ini membahas tentang pembelajaran bahasa Arab dalam meningkatkan keterampilan kalam(berbicara) di SMP Ma’had Ihya As-sunnah Tasikmalaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metode yang digunakan dalam pembelajaran meningkatkan keterampilan kalam(berbicara), tantangan yang dihadapi oleh siswa dan guru, dan solusi yang diterapkan untuk mengatasi hambatan-hambatan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode yang diterapkan yaitu direct method atau metode langsung yang berfokus pada peningkatan keterampilan kalam(berbicara) melalui praktik dan interaksi langsung. Salah satu kekuatan dari direct method adalah menekankan pada pembelajaran bahasa yang langsung mengarah pada peningkatan keterampilan kalam(berbicara) dan Penerapan metode ini didukung oleh pendekatan yang komunikatif di mana interaksi guru dan siswa lebih fokus dalam praktik berbicara secara langsung. Tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya kepercayaan diri siswa dalam praktik berbicara bahasa Arab dan kurangnya motivasi siswa dalam belajar bahasa Arab. Sebagai solusi, guru menerapkan pendekatan yang lebih interaktif di dalam kelas dan guru membuat program pelatihan berbicara di luar kelas untuk meningkatkan minat siswa dan kepercayaan diri siswa dalam menggunakan bahasa Arab. Rekomendasi dari penelitian ini adalah perlunya peningkatan kualitas pengajaran bahasa Arab dengan memperbanyak praktik serta peningkatan program pembelajaran yang dapat membantu praktik berbicara bahasa Arab siswa. Penggunaan metode yang tepat serta mengetahui tantangan serta bagaimana cara mengatasi tantangan tersebut maka di harapkan dari penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan pembelajaran bahasa Arab, khususnya dalam meningkatkan keterampilan kalam(berbicara) di tingkat sekolah menengah.
IMPLEMENTASI TASJI’UL LUGHOH AL AROBIYAH : STUDI DIPONDOK PESANTREN PEMBANGUNAN BUSTANUL ULUM JAYASAKTI AMRULLAH, SYARIF; MAULIDIN, SYARIF
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v4i2.4365

Abstract

The Tasyjiul Lughoh Al Arobiyah program at Pondok Pesantren Pembangunan Bustanul Ulum Jayasakti aims to improve the Arabic speaking skills of students through the integration of daily habits in learning. The background of this research is the suboptimal Arabic proficiency of students despite various innovations already implemented. The focus of this study is to explore the effectiveness of a program that emphasizes routine speaking practice, the use of the Daily Conversation book, and weekly evaluations in enhancing Arabic language skills. The research employed a descriptive qualitative method, utilizing direct observation, interviews with teachers and students, and document analysis of program activities. The results show that this program successfully increased students' confidence, speaking skills, and their use of Arabic in daily life. The weekly evaluations also positively impacted their public speaking abilities. The conclusion of this study is that an approach based on daily habits and practical communication is more effective in overcoming difficulties in learning Arabic compared to conventional teaching methods. Prospects for the development of this program include extending the practice time and applying it in other pesantren to improve Arabic learning quality more widely. ABSTRAKProgram Tasyjiul Lughoh Al Arobiyah di Pondok Pesantren Pembangunan Bustanul Ulum Jayasakti bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Arab santri melalui integrasi kebiasaan harian dalam pembelajaran. Latar belakang penelitian ini adalah kurang maksimalnya kemampuan berbahasa Arab santri meskipun berbagai inovasi telah diterapkan. Fokus penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi efektivitas program yang mengutamakan latihan berbicara rutin, penggunaan kitab Daily Conversation, serta evaluasi mingguan dalam meningkatkan keterampilan berbahasa Arab. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan observasi langsung, wawancara dengan guru dan santri, serta analisis dokumen kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan rasa percaya diri, keterampilan berbicara, dan penggunaan bahasa Arab dalam kehidupan sehari-hari santri. Evaluasi mingguan juga memberikan dampak positif terhadap perkembangan kemampuan berbicara di depan umum. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pendekatan berbasis kebiasaan harian dan komunikasi praktis lebih efektif dalam mengatasi kesulitan belajar bahasa Arab dibandingkan dengan metode pembelajaran konvensional. Prospek pengembangan program ini termasuk perpanjangan waktu latihan dan penerapan di pesantren lain untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Arab secara lebih luas.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN BAHASA ARAB PADA PESERTA DIDIK DI MA BUSTANUL ULUM JAYASAKTI MAULIDIN, SYARIF; AMRULLAH, SYARIF; MUBAIDILAH, AHMAD
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v4i2.4366

Abstract

This study aims to analyze the management of Arabic language learning at MA Bustanul Ulum Jayasakti, focusing on the teaching methods used, classroom management, the use of technology, and student motivation and engagement. Although Arabic is an essential part of religious education at the school, the reality shows that many students face difficulties in mastering Arabic effectively. The approach used is still dominated by lecture and memorization methods, which tend to make students passive. Additionally, the use of technology in teaching is limited, even though there is significant potential to improve learning quality. This qualitative study uses a case study design, gathering data through interviews, observations, and documentation. The findings indicate that Arabic language learning at MA Bustanul Ulum Jayasakti faces several challenges, such as low student motivation, limited technology integration, and ineffective teaching methods. Therefore, it is recommended to implement more interactive, technology-based methods and improve classroom management and time allocation so that Arabic language learning can be more effective and engaging for students. This study provides prospects for the development of more innovative and relevant Arabic language teaching methods to meet students' needs in the future. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pembelajaran bahasa Arab di MA Bustanul Ulum Jayasakti, dengan fokus pada metode pembelajaran yang digunakan, pengelolaan kelas, penggunaan teknologi, serta motivasi dan keterlibatan siswa. Meskipun bahasa Arab menjadi bagian penting dalam pendidikan agama di madrasah tersebut, kenyataan menunjukkan bahwa banyak peserta didik mengalami kesulitan dalam menguasai bahasa Arab dengan baik. Pendekatan yang digunakan masih didominasi oleh metode ceramah dan penghafalan, yang cenderung membuat siswa pasif. Selain itu, penggunaan teknologi dalam pembelajaran juga terbatas, meskipun ada potensi besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, yang mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran bahasa Arab di MA Bustanul Ulum Jayasakti masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya motivasi siswa, kurangnya integrasi teknologi, dan metode pembelajaran yang belum efektif. Oleh karena itu, disarankan untuk mengimplementasikan metode yang lebih interaktif dan berbasis teknologi, serta memperbaiki manajemen kelas dan pengelolaan waktu agar pembelajaran bahasa Arab dapat lebih efektif dan menarik bagi siswa. Penelitian ini memberikan prospek untuk pengembangan metode pembelajaran bahasa Arab yang lebih inovatif dan relevan dengan kebutuhan siswa di masa depan.
STRATEGI PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA: STUDI DI MTs BUSTANUL ULUM JAYASAKTI MAULIDIN, SYARIF
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v4i3.4390

Abstract

This study aims to analyze the implementation of Indonesian language learning strategies at MTs Bustanul Ulum Jayasakti, focusing on communicative approaches, the use of media technology, and project-based learning. The research method employed is qualitative descriptive with data collection through interviews, observations, and documentation. The results show that these learning strategies have a positive impact on students' speaking and writing skills, although there are challenges such as differences in students' self-confidence, limited technological facilities, and time constraints for completing projects. The use of technology and project-based learning enhances student participation but requires adjustments in time management and facilities. The conclusion of this study emphasizes the importance of improving supporting facilities, better time structuring, and giving special attention to students who have difficulty participating actively. This research provides prospects for further development in the application of technology in learning and the importance of external support in the success of Indonesian language learning. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan strategi pembelajaran Bahasa Indonesia di MTs Bustanul Ulum Jayasakti, dengan fokus pada pendekatan komunikatif, pemanfaatan media teknologi, dan pembelajaran berbasis proyek. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran tersebut memberikan dampak positif terhadap keterampilan berbicara dan menulis siswa, meskipun terdapat kendala seperti perbedaan tingkat percaya diri antar siswa, keterbatasan fasilitas teknologi, dan waktu yang terbatas untuk menyelesaikan proyek. Pembelajaran berbasis teknologi dan proyek meningkatkan partisipasi siswa, tetapi membutuhkan penyesuaian dalam pengelolaan waktu dan fasilitas. Simpulan dari penelitian ini adalah pentingnya peningkatan fasilitas pendukung, waktu yang lebih terstruktur, dan perhatian khusus terhadap siswa yang kesulitan dalam berpartisipasi secara aktif. Penelitian ini memberikan prospek untuk pengembangan lebih lanjut mengenai penerapan teknologi dalam pembelajaran dan pentingnya dukungan eksternal dalam kesuksesan pembelajaran Bahasa Indonesia.
EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM DI LEMBAH BUKIT BARISAN DALAM NOVEL AMELIA KARYA TERE LIYE Makuta, Indriani; Baruadi, Moh. Karmin; Didipu, Herman
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i1.4927

Abstract

ABSTRACT This research is motivated by the relationship between literature and the environment. Literary works become mouthpieces to voice environmental issues. Tere Liye's novel Amelia was used as the object of research because it significantly depicts the exploitation of natural resources in the Bukit Barisan Valley. The approach used is literary ecology. This study aims to explore the representation of natural resource exploitation in the Bukit Barisan Valley in Tere Liye's Amelia novel through the perspective of literary ecology. Qualitative analysis methods with a descriptive approach are applied to identify and interpret various forms of exploitation presented in the novel's story, such as deforestation, logging, rattan and bamboo utilization, coffee cultivation, and wild mushroom collection. The results show that Amelia's book reflects the complexity of interactions between local communities and their natural environment, where utilizing natural resources for daily and economic needs can potentially cause ecological impacts. This representation not only highlights exploitation activities but also shows an increase in environmental awareness in the narrative. This study concludes that literature, especially popular novels, can significantly reflect ecological issues and increase a deeper understanding of the interaction between humans and nature. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hubungan antara sastra dan lingkungan. Karya sastra menjadi corong untuk menyuarakan isu-isu lingkungan. Novel Amelia karya Tere Liye dijadikan objek penelitian karena secara signifikan menggambarkan tindak eksploitasi sumber daya alam di Lembah Bukit Barisan. Pendekatan yang digunakan adalah ekologi sastra. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi representasi eksploitasi sumber daya alam di Lembah Bukit Barisan dalam novel Amelia karya Tere Liye melalui sudut pandang ekologi sastra. Metode analisis kualitatif dengan pendekatan deskriptif diterapkan untuk mengidentifikasi serta menginterpretasikan beragam bentuk eksploitasi yang dihadirkan dalam cerita novel, seperti penebangan hutan, pengambilan kayu, pemanfaatan rotan dan bambu, budidaya kopi, serta pengumpulan jamur liar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Amelia mencerminkan kompleksitas interaksi antara masyarakat lokal dan lingkungan alam mereka, di mana praktik pemanfaatan sumber daya alam untuk kebutuhan sehari-hari dan ekonomi berpotensi menimbulkan dampak ekologis. Representasi ini tidak hanya menyoroti aktivitas eksploitasi, tetapi juga menunjukkan peningkatan kesadaran lingkungan dalam narasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sastra, khususnya novel populer, dapat berfungsi sebagai media yang signifikan untuk merefleksikan isu-isu lingkungan serta meningkatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai interaksi antara manusia dan alam.
BEST PRACTICE PENERAPAN STRATEGY GALLERY WALK DALAM PJBL UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN DINAMKA PESERTA DIDIK DALAM MATERI MY FAVOURITE COUNTRY DI SEKOLAH DASAR Indriyani, Theresia Vina
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i2.4983

Abstract

   ABSTRACT This Best Practice aimed to overcome students’ difficulties in teaching-learning activities due to the differences in students' abilities to understand English learning and their tendency to form exclusive. Therefore, the teacher facilitated group work learning using the Project-Based Learning (PjBL) model with heterogeneous grouping. The research method employed a quantitative approach using observations and questionnaires. From the questionnaire results, 80% of students agreed that they could work well within their groups, 96% felt happy working in their groups even with peers they usually do not play with, and 62% believed they could improve their project outcomes, especially after seeing the results of other groups. It can be concluded that the implementation of PjBL using the gallery walk strategy can improve students' learning comprehension and enhance interaction among students in the classroom, who tend to form exclusive and passive groups. Heterogeneous groupings determined by the teacher and agreed-upon rules enabled students to learn to discuss and collaborate effectively, striving to perform their best in their projects. ABSTRAK Penulisan Best Practice ini bertujuan untuk mengatasi kesulitan peserta didik dalam pengaplikasian pembelajaran yang disebabkan oleh perbedaan kemampuan pemahaman dan sikap kurang berbaur dalam kelas. Oleh sebab itu guru memfasilitasi pembelajaran group work menggunakan model PjBL dengan pengelompokan heterogenus. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan observasi dan angket. Dari hasil angket, sebesar 80% peserta didik setuju jika mereka bisa bekerja dengan baik dalam grup mereka, 96% peserta didik merasa senang bekerja dalam grup mereka, walaupun bersama teman yang tidak biasa bermain dengan mereka, 62% peserta didik merasa seharusnya mereka bisa lebih baik lagi dalam membuat proyek mereka, terlebih setelah melihat hasil dari kelompok lain.Jadi dapat disimpulkan bahwa dampak pelaksanaan PjBL menggunakan strategi gallery walk dapat meningkatkan pemahaman pembelajaran dan memperbaiki interaksi peserta didik di kelas yang cenderung berkelompok sendiri dan pasif. Kelompok yang ditentukan guru secara heterogenus dan adanya aturan yang disepakati bersama, peserta didik belajar untuk berdiskusi dan berdinamika dengan baik serta melakukan yang terbaik di proyek mereka.
ANALISIS PENGGUNAAN GAYA BAHASA PADA JUDUL BERITA HARIAN KOMPAS EDISI MARET DAN APRIL 2009 Nur’aeni, Heni
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i1.4985

Abstract

ABSTRACT In journalism, language plays an important role, especially in writing news headlines that serve as the main attraction for readers. Therefore, the choice of language style in the title becomes a crucial aspect that reflects the author's way of thinking. The purpose of this study is to identify and analyze the use of language styles in the headlines of the Kompas Daily in the March and April 2009 editions. The research method used to analyze the headlines in the Kompas daily newspaper is to use qualitative descriptive techniques with a stylistic approach to analyze the dominant types of language styles and their functions in a journalistic context. The research data consists of a collection of news headlines from the Kompas Daily in the March and April 2009 editions which were analyzed based on relevant language style categories. The use of this language style is to make the headlines more lively, more interesting, and also to make readers more interested and keen to read the capital city daily, especially the Kompas daily. The results of the analysis show that the personification and metaphor language styles are the most dominant in the Kompas Daily news headlines, which are able to make the news content more alive and enrich the reader's understanding. The language style in this newspaper is not only communicatively effective, but can also be used as a contextual and applicable source of Indonesian language learning in schools. ABSTRAK Dalam jurnalistik, bahasa memegang peran penting, terutama dalam penulisan judul berita yang berfungsi sebagai daya tarik utama bagi pembaca. Oleh karena itu, pemilihan gaya bahasa dalam judul menjadi aspek krusial yang mencerminkan cara berpikir penulis. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis penggunaan gaya bahasa dalam judul berita Harian Kompas edisi Maret dan April 2009. Metode penelitian yang digunakan untuk menganalisis judul berita pada surat kabar harian kompas ini adalah dengan mnggunakan teknik deskriptif kualitatif dengan pendekatan stilistika untuk menganalisis jenis gaya bahasa yang dominan dan fungsinya dalam konteks jurnalistik. Data penelitian terdiri dari kumpulan judul berita dari Harian Kompas edisi Maret dan April 2009 yang dianalisis berdasarkan kategori gaya bahasa yang relevan. Penggunaan gaya bahasa ini agar judul berita lebih hidup, lebih menarik, juga agar pembaca lebih tertarik dan berminat untuk membaca harian ibukota, khususnya harian kompas. Hasil analisis menunjukkan bahwa gaya bahasa personifikasi dan metafora paling dominan dalam judul berita Harian Kompas, yang mampu membuat isi berita lebih hidup dan memperkaya pemahaman pembaca. Gaya bahasa dalam surat kabar ini tidak hanya efektif secara komunikatif, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran Bahasa Indonesia yang kontekstual dan aplikatif di sekolah.
PENERAPAN PEMBELAJARAN GAMIFIKASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS CERITA FIKSI PADA SISWA SEKOLAH DASAR Agustin, M. Eko; Karsono, N.
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i1.4986

Abstract

ABSTRACT Learning activities to train students to write fictional stories that have been carried out so far have been less successful. The methods used are not appropriate so that the results obtained are also less than good. The lecture method used has not been able to train students to develop their imagination, think creatively, and express ideas through their stories. From this condition, this study was then conducted. The purpose of this study was to improve students' understanding and ability to write fictional stories in class VI B SDN Jatirahayu VIII. Data in this study were collected through test result techniques (pretest and posttest) and observation sheets. The approach used in this research is a qualitative and quantitative approach in the form of Classroom Action Research (CAR). The application of gamification learning is carried out in two cycles. From the data obtained, it can be concluded that gamification learning can improve students' ability to write fictional stories. This can be seen from the increase in test results between pretest and posttest. The average pretest score obtained was 58. The posttest results obtained increased by 36% with an average of 90. Then from the observation results there was also a positive trend that students improved their ability to compose stories. The implementation of gamification by the teacher also went well along with the increase in observation results from Cycles 1 and 2. The elements of fictional stories in students' writing also showed an increase in both the completeness of story elements and also in terms of story content.  ABSTRAK Kegiatan pembelajaran untuk melatih siswa menulis cerita fiksi yang dilakukan selama ini kurang berhasil. Metode yang digunakan kurang tepat sehingga hasil yang didapat pun kurang baik. Metode ceramah yang dilakukan belum mampu untuk melatih siswa dalam mengembangkan imajinasinya, berpikir kreatif, dan mengungkapkan ide-ide melalui cerita mereka. Dari kondisi itulah penelitian ini kemudian dilakukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan siswa dalam menulis cerita fiksi pada siswa kelas VI B SDN Jatirahayu VIII. Data pada penelitian ini dikumpulkan melalui teknik hasil tes (pretest dan posttest) dan lembar observasi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif dalam bentuk Penelitian Tindakan Kelas (PTK).  Penerapan pembelajaran gamifikasi dilakukan dalam dua siklus. Dari data yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran gamifikasi dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis cerita fiksi. Hal ini terlihat dari peningkatan hasil tes antara pretes dan postes. Nilai rata-rata pretes yang diperoleh adalah 58. Pada hasil postes yang didapat mengalami peningkatan sebesar 36% dengan rata-rata 90. Kemudian dari hasil observasi juga terdapat tren positif bahwa siswa meningkat kemampuannya dalam menyusun cerita. Penerapan gamifikasi oleh guru pun berjalan dengan baik seiring peningkatan hasil observasi dari Siklus 1 dan 2. Unsur-unsur cerita fiksi pada hasil tulisan siswa pun menunjukkan peningkatan baik dari kelengkapan unsur cerita maupun juga dari segi isi cerita.  
REGISTER BAHASA KOMUNIKASI PETANI PEJAWARAN DI KABUPATEN BANJARNEGARA: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Prasanty, Arum Berliana; Kuntoro, Kuntoro
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i1.4987

Abstract

ABSTRACT This study aims to describe the form, context, and function of language registers in farmer communication in the Pejawaran community, Banjarnegara Regency. This study uses a qualitative descriptive approach with the type of ethnographic research to understand the linguistic practices of the community in daily life. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and recording techniques on the oral speech of farmers in the community. The results of the study showed that farmers in Pejawaran use various forms of registers that vary depending on the social context. The form of the word class of the Pejawaran farmer profession register was found in the form of a noun word class, a verb word class, an adverbial word class, and an adjective word class. The registers used not only show lexical variations, but also reflect social identities, relationships between actors, and upheld local cultural values. This phenomenon reinforces that language functions not only as a means of communication, but also as a symbol of identity and social cohesion. These findings are expected to contribute to the development of sociolinguistic studies as well as the preservation of regional languages and cultures. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, konteks, dan fungsi register bahasa dalam komunikasi petani di masyarakat Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara. Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan tipe penelitian etnografi untuk memahami praktik kebahasaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta teknik rekam dan catat terhadap tuturan lisan petani di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani di Pejawaran menggunakan berbagai bentuk register yang berbeda-beda tergantung pada konteks sosial. Bentuk  kelas  kata register profesi petani daerah Pejawaran  ditemukan berupa   kelas   kata   nomina, kelas kata verba, kelas kata adverbial, dan kelas kata adjektiva. Register yang digunakan tidak hanya menunjukkan variasi leksikal, tetapi juga mencerminkan identitas sosial, hubungan antarpelaku, serta nilai-nilai budaya lokal yang dijunjung tinggi. Fenomena ini menguatkan bahwa bahasa berfungsi tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai simbol identitas dan kohesi sosial. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian sosiolinguistik serta pelestarian bahasa dan budaya daerah.
TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM FILM PENDEK GRUSAH-GRUSUH Wahyudi, Ahmad Rizky
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i1.5000

Abstract

ABSTRACT The short film Grusah-Grusuh presents various social interactions rich in implied meanings, making the analysis of illocutionary speech acts essential to understanding the intent and function of the communication that takes place within it. This study aims to examine the forms and functions of illocutionary acts in the Javanese-language short film Grusah-Grusuh. A qualitative descriptive approach was employed, utilizing observation and note-taking methods to collect utterances from the characters. The data were analyzed using a pragmatic identity method based on Searle’s classification of illocutionary types and Leech’s functional framework. The findings reveal five types of illocutionary acts: representative, directive, commissive, expressive, and declarative. Representative acts dominate with 53%, followed by directives (27%), while commissive, expressive, and declarative acts each account for 3%, 9%, and 9%, respectively. In terms of function, collaborative acts are the most prevalent (64%), followed by competitive (23%) and convivial (13%) functions. These results indicate that communication in Grusah-Grusuh reflects Javanese cultural values prioritizing information clarity, social harmony, and politeness. The study concludes that analyzing illocutionary acts in local short films enriches contextual pragmatic studies and supports cultural preservation through audiovisual media. The implications of this research are expected to broaden understanding of the interrelationship between linguistic practices, cultural values, and social dynamics in Javanese communication. ABSTRAK Film pendek Grusah-Grusuh menyajikan beragam interaksi sosial yang kaya akan makna tersirat, sehingga analisis tindak tutur ilokusi sangat penting untuk memahami maksud dan fungsi komunikasi yang terjadi di dalamnya.  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk dan fungsi tindak tutur ilokusi dalam film pendek berbahasa Jawa berjudul Grusah-Grusuh. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan, dengan menggunakan metode observasi dan pencatatan untuk mengumpulkan ujaran-ujaran dari para karakter. Data dianalisis dengan menggunakan metode identitas pragmatis berdasarkan klasifikasi tipe ilokusi Searle dan kerangka kerja fungsional Leech. Temuan penelitian mengungkapkan lima jenis tindak tutur ilokusi: representatif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif. Tindak representatif mendominasi dengan 53%, diikuti oleh tindak direktif (27%), sementara tindak komisif, ekspresif, dan deklaratif masing-masing menyumbang 3%, 9%, dan 9%. Dari segi fungsi, tindak kolaboratif adalah yang paling banyak ditemukan (64%), diikuti oleh fungsi kompetitif (23%) dan konvivial (13%). Hasil ini menunjukkan bahwa komunikasi dalam Grusah-Grusuh mencerminkan nilai-nilai budaya Jawa yang mengutamakan kejelasan informasi, keharmonisan sosial, dan kesantunan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa menganalisis tindak tutur ilokusi dalam film pendek lokal memperkaya kajian pragmatik kontekstual dan mendukung pelestarian budaya melalui media audiovisual. Implikasi dari penelitian ini diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang keterkaitan antara praktik-praktik kebahasaan, nilai-nilai budaya, dan dinamika sosial dalam komunikasi masyarakat Jawa.

Page 10 of 13 | Total Record : 126