cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
LANGUAGE: Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra
ISSN : 28072316     EISSN : 28071670     DOI : https://doi.org/10.51878/language.v1i2.659
Core Subject : Education, Social,
LANGUAGE: Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Innovation contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Language and Literature Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 126 Documents
ABSURDITAS NASKAH DRAMA PETANG DI TAMAN KARYA IWAN SIMATUPANG: TINJAUAN STILISTIKA Maharsyah, Taif; Erlin Irawati , Agustin
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v5i2.5126

Abstract

The drama Petang di Taman by Iwan Simatupang is a literary work that carries the theme of absurdity with a distinctive and unconventional language style. This study aims to analyze the stylistic elements that build the impression of absurdity in the drama script. The approach used is qualitative-descriptive with hermeneutic analysis techniques on language style, including repetition, contrast, rhetorical questions, climax, anticlimax, antithesis, and grammatical deviations. The results of the study show that these stylistic elements effectively create an atmosphere of absurdity that reflects the existential conflicts of the characters in the drama. This analysis shows how the use of language in Petang di Taman not only functions as a means of communication, but also as a medium for expressing complex and contradictory meanings. ABST RAK Drama Petang di Taman karya Iwan Simatupang merupakan karya sastra yang mengusung tema absurditas dengan gaya bahasa yang khas dan tidak konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis unsur-unsur stilistika yang membangun kesan absurditas dalam naskah drama tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan teknik analisis hermeneutik terhadap gaya bahasa, meliputi repetisi, pengontrasan, pertanyaan retoris, klimaks, antiklimaks, antitesis, serta penyimpangan gramatikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa unsur-unsur stilistika tersebut secara efektif menciptakan suasana absurditas yang mencerminkan konflik eksistensial para tokoh dalam drama. Analisis ini memperlihatkan bagaimana penggunaan bahasa dalam Petang di Taman bukan hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai medium ekspresi makna yang kompleks dan kontradiktif.
INTEGRASI NILAI KEPEDULIAN SOSIAL DALAM PEMBELAJARAN SASTRA Taufiqi, Achmad Rizal; Subandiyah, Heny; Fanani, Urip Zaenal
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v4i3.5153

Abstract

ABSTRACT Literature learning has great potential to build students' character, especially in instilling the value of social care. This value involves awareness of social conditions and concrete actions to support the common welfare. This research aims to explore strategies for integrating the value of social care in literature learning. Using the literature study method, this research analyzes various relevant theories, concepts, and practices related to integrating social values through literature. The results show that literature can be an effective medium to instill the value of social care, especially through works that raise the themes of justice, solidarity, and life struggles. Integration strategies can be carried out through the selection of relevant literary works, critical analysis of content and moral messages, group discussions, and social literacy projects that involve students in understanding and responding to social issues. This finding confirms that literature learning does not only function as a means of developing aesthetics and language skills, but also as an instrument of character education that can shape young people who are empathetic and care about their environment. Therefore, a more structured and collaborative approach is needed to optimize the role of literature in building social awareness through education. ABSTRAK Pembelajaran sastra memiliki potensi besar untuk membangun karakter peserta didik, khususnya dalam menanamkan nilai kepedulian sosial. Nilai ini melibatkan kesadaran terhadap kondisi sosial dan tindakan konkret untuk mendukung kesejahteraan bersama. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi integrasi nilai kepedulian sosial dalam pembelajaran sastra. Menggunakan metode kualitatif studi kepustakaan, penelitian ini menganalisis berbagai teori, konsep, dan praktik yang relevan terkait pengintegrasian nilai-nilai sosial melalui sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sastra mampu menjadi medium yang efektif untuk menanamkan nilai kepedulian sosial, terutama melalui karya-karya yang mengangkat tema keadilan, solidaritas, dan perjuangan hidup. Strategi integrasi dapat dilakukan melalui pemilihan karya sastra yang relevan, analisis kritis terhadap isi dan pesan moral, diskusi kelompok, serta proyek literasi sosial yang melibatkan peserta didik dalam memahami dan merespons isu-isu sosial. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran sastra tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengembangan estetika dan keterampilan berbahasa, tetapi juga sebagai instrumen pendidikan karakter yang dapat membentuk generasi muda yang empatik dan peduli terhadap lingkungannya. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang lebih terstruktur dan kolaboratif untuk mengoptimalkan peran sastra dalam membangun kepedulian sosial melalui pendidikan.
TOXIC MASCULINITY TOKOH RAMA DALAM FILM PENYALIN CAHAYA; PERSPEKTIF TERRY A KUPERS Faisol, M.; Ahmadi, Anas
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v4i3.5154

Abstract

ABSTRACT This study aims to examine the representation of toxic masculinity in the character Rama in the film Penyalin Cahaya (Photocopier, 2021) directed by Wregas Bhanuteja, using a literary psychology approach through the theory of Terry A. Kupers. The film presents various social issues, including sexual violence, power manipulation, and emotional repression within a university setting. This research employs a descriptive qualitative method with content analysis and literature study techniques, focusing on scenes, dialogues, and social relations involving the character Rama as the main object. The findings reveal that Rama embodies multiple aspects of toxic masculinity, such as emotional armoring, fragile self-esteem, competitive masculine culture, objectification of women, displaced aggression, fear of intimacy, and failure to redefine power. Through Kupers’ framework, it is evident that Rama’s behavior is not merely individual, but a reflection of patriarchal structures that demand men suppress emotions and assert dominance. This study concludes that Penyalin Cahaya not only critiques sexual violence but also invites critical reflection on how patriarchal culture shapes men into both agents of domination and victims of toxic constructions of masculinity. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi toxic masculinity pada tokoh Rama dalam film Penyalin Cahaya (2021) karya Wregas Bhanuteja, dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra melalui teori Terry A. Kupers. Film ini menampilkan berbagai isu sosial, termasuk kekerasan seksual, manipulasi kekuasaan, dan represi emosional dalam lingkungan kampus. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi dan studi pustaka, yang difokuskan pada adegan, dialog, dan relasi sosial tokoh Rama sebagai objek utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rama merepresentasikan berbagai aspek maskulinitas toksik seperti emotional armoring, harga diri rapuh, budaya kompetisi, objektifikasi perempuan, pengalihan kekerasan, ketakutan akan intimasi, serta kegagalan dalam melakukan redefinisi kekuasaan. Melalui teori Kupers, ditemukan bahwa perilaku Rama bukanlah sekadar tindakan individual, melainkan cerminan dari struktur patriarkal yang menuntut laki-laki untuk menekan emosi dan mempertahankan dominasi. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa Penyalin Cahaya tidak hanya menyajikan kritik atas kekerasan seksual, tetapi juga membuka ruang refleksi tentang bagaimana budaya patriarkal membentuk laki-laki menjadi pelaku dominasi sekaligus korban dari konstruksi maskulinitas yang toksik.
KONSEP WAHDATU SYUHUD MENURUT MUHAMMAD SAID RAMADHAN AL BUTHI DALAM SURAH AN NUR AYAT 35 Harahap, Raja Halomoan Sahilun
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v4i3.5156

Abstract

ABSTRACT The essence of tauhid, or the oneness of God, is reflected in human awareness of Allah’s omnipotence experienced through everyday life, which shapes deep faith and love. This awareness leads humans to constantly remember and feel Allah’s presence in their hearts, bringing peace and tranquility in life and death. This essence forms the core of dhikr and the concept of Wahdatu Syuhud as the true meaning of tauhid. This study employs a library research method with a qualitative approach, utilizing primary and secondary sources collected through literature review and documentation. The data are analyzed descriptively and analytically to produce systematic and valid insights. The results reveal three types of humans based on their awareness and belief in divinity. First, those who believe in God based on suggestion and information without critical observation. Second, those who focus on scientific discoveries without acknowledging the existence of God, often driven by egoism and personal interests. Third, those who balance scientific knowledge with religious faith, recognizing their limitations as creations of Allah and making this belief the foundation of their life and worship. The third type is considered the best because they harmoniously integrate reason and heart, making them worthy leaders and caretakers of the universe. ABSTRAK Hakikat tauhid atau pengesaan Tuhan tercermin dalam kesadaran manusia terhadap kemahakuasaan Allah yang dirasakan melalui pengalaman sehari-hari, sehingga membentuk keyakinan dan kecintaan yang mendalam. Kesadaran ini menjadikan manusia selalu mengingat dan merasakan kehadiran Allah dalam hati, yang membawa ketenangan dan ketentraman dalam hidup dan mati. Esensi ini menjadi inti dari zikir dan konsep Wahdatu Syuhud sebagai hakikat tauhid. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan kualitatif, memanfaatkan sumber primer dan sekunder yang dikumpulkan melalui studi pustaka dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif dan analitis untuk menghasilkan pemahaman sistematis dan valid. Hasil penelitian mengungkap tiga tipe manusia berdasarkan tingkat kesadaran dan keyakinannya terhadap ketuhanan. Pertama, manusia yang percaya pada ketuhanan berdasarkan sugesti dan informasi tanpa pengamatan kritis. Kedua, manusia yang fokus pada penemuan ilmiah tanpa mengakui keberadaan Tuhan, sering kali didasari egoisme dan kepentingan pribadi. Ketiga, manusia yang mampu menyeimbangkan ilmu pengetahuan dengan keyakinan religius, mengakui keterbatasan diri sebagai ciptaan Allah dan menjadikan keyakinan tersebut sebagai landasan hidup dan pengabdian. Tipe ketiga ini dianggap sebagai manusia terbaik karena mampu memadukan akal dan hati secara harmonis, sehingga layak menjadi pemimpin dan pengelola alam.
RELASI SEMANTIK PARADIGMATIS KOSAKATA DHAPUR KERIS JAWA KOLEKSI PAGUYUBAN MEGALAMAT TUBAN Servianto, Sheril Galih; Adipitoyo, Sugeng; Wahyudi3, Ahmad Rizky
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v4i3.5158

Abstract

ABSTRACT The vocabulary in the domain of traditional Javanese weapons, specifically dhapur or the form of a keris, is part of a distinctive and structured local knowledge system. This study aims to describe the paradigmatic semantic relations among the vocabulary of dhapur keris from the Paguyuban Megalamat Tuban collection and to explain the hyponym-hypernym structures formed within it. A qualitative-descriptive approach was employed, with data collected through direct observation of keris collections and terminology documentation from the community. A total of 34 dhapur keris terms were compiled, consisting of 13 straight keris forms and 21 luk (curved) forms. The data were analyzed using paradigmatic semantic relation theory and componential analysis to uncover the semantic relationships among the vocabulary within one lexical field. Dhapur vocabulary was mapped as a hypernym that encompasses keris shape terms as hyponyms. Each hyponym occupies a more specific semantic position within the lexical hierarchy. The results reveal a fixed, systematic, and exclusive semantic structure in the cultural context of Javanese keris. This study concludes that dhapur vocabulary reflects the conceptual system of Javanese society and holds potential for further development in cultural linguistic studies and the preservation of traditional terminology. ABSTRAK Kosakata dalam ranah senjata tajam tradisional Jawa, khususnya dhapur atau bentuk keris, merupakan bagian dari sistem pengetahuan lokal yang bersifat khas dan terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan relasi semantik paradigmatis antara kosakata dhapur keris Jawa koleksi Paguyuban Megalamat Tuban dan menjelaskan struktur hiponim-hipernim yang terbentuk di dalamnya. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung terhadap koleksi keris serta pencatatan kosakata berdasarkan dokumentasi paguyuban. Sebanyak 34 kosakata dhapur keris berhasil dihimpun, terdiri dari 13 bentuk keris lurus dan 21 bentuk keris luk. Data dianalisis dengan teori relasi semantik paradigmatis dan analisis komponen makna untuk mengungkap hubungan makna antar kosakata dalam satu medan leksikal. Kosakata dhapur dipetakan sebagai hipernim yang menaungi kosakata-kosakata bentuk keris sebagai hiponim. Setiap hiponim menempati posisi makna yang lebih spesifik dalam hierarki sistem leksikal. Hasil penelitian menunjukkan adanya struktur makna yang tetap, sistematis, dan eksklusif dalam konteks budaya keris Jawa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kosakata dhapur mencerminkan sistem konseptual masyarakat Jawa yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut dalam kajian linguistik budaya dan pelestarian terminologi tradisional.
PEMANFAATAN PLATFORM SEKOLAHKU DALAM PEMBELAJARAN TEKS NOVEL DI SMA AL HIKMAH SURABAYA: STUDI KUALITATIF Purnomo, Adi
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v4i4.5185

Abstract

ABSTRACT In the modern era, education is required to integrate technology into the learning process to keep up with the times. The use of technology can enhance student engagement through more interactive and engaging methods, while also strengthening the effectiveness of content delivery. Therefore, integrating technology is an essential step in creating relevant and high-quality learning. This study aims to describe the application of the digital platform of my school as a medium of learning novel texts at Al Hikmah Surabaya High School. By using descriptive qualitative method, this research involves class XII students and Indonesian language teachers as data sources. Data collection techniques were conducted through observation, interviews, and documentation. The results obtained show that my school provides an interesting form of packaging of learning materials through the integration of multimedia content, formative assessments, and interactive features that can increase students' motivation and understanding of novel texts. The platform also supports the flexibility of the learning process, providing a platform for learners to learn independently and collaboratively. Data analysis showed a significant increase in learners' engagement during the learning process. ABSTRAK Pada era modern, pendidikan dituntut untuk mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran guna menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Penggunaan teknologi dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik melalui metode yang lebih interaktif dan menarik, serta memperkuat efektivitas dalam penyampaian materi. Dengan demikian, integrasi teknologi menjadi langkah penting untuk menciptakan pembelajaran yang relevan dan berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsiskan penerapan platform digital sekolahku sebagai media pembelajaran teks novel di SMA Al Hikmah Surabaya. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini melibatkan peserta didik kelas XII dan guru Bahasa Indonesia sebagai sumber data. Teknik pengumulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang didapatkan menunjukkan bahwa sekolahku memberikan bentuk pengemasan materi pembelajaran yang menarik melalui integrasi konten multimedia, adanya asesmen formatif, serta fitur interaktif yang dapat meningkatkan motivasi dan pemahaman peserta didik terhadap teks novel. Platform ini juga mendukung fleksibilitas proses pembelajaran, memberikan wadah peserta didik untuk belajar secara mandiri maupun kolaboratif. Analisis data menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterlibatan peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung.
ANALISIS STRUKTUR MIKRO DALAM MANTRA JAWA UNTUK SIKLUS MUSIM BERTANI: KAJIAN WACANA KRITIS Malik, Daeng Meilani Ananda Putri
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v4i4.5186

Abstract

ABSTRACT Javanese Mantras are one of the ancestral heritages categorized as oral folk poetry. This study aims to analyze the microstructures found in Javanese mantras related to the agricultural seasonal cycle in Jombang Regency. The research method employed is qualitative with a descriptive approach. The objects and data used in this study are Javanese mantras, with a sample consisting of five types. The data collection technique involves documentation of internal official documents in the form of the Regional Cultural Main Thoughts (PPKD) of Jombang Regency. Meanwhile, the data analysis technique used is content analysis, examining five types of samples: (1) kawit mantra, (2) nampek mantra, (3) keleman mantra, (4) tandur mantra, and (5) wiwit mantra. The results of the study show that the microstructures, analyzed using van Dijk's theory, include discussions in the form of semantics, statistics, stylistics, and rhetoric. Therefore, through the critical discourse study conducted by the researchers, it is expected to serve as an effort to preserve, maintain, and sustain cultural heritage in the form of Javanese mantras. ABSTRAK Mantra Jawa merupakan salah satu warisan leluhur yang termasuk dalam puisi lisan rakyat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur mikro yang ada dalam mantra Jawa untuk siklus musim bertani di daerah kabupaten Jombang. Jenis metode yang digunakan oleh peneliti adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Objek sekaligus data yang digunakan adalah mantra Jawa dengan sampel sebanyak lima jenis. Teknik pengumpulan data berupa dokumentasi jenis dokumen resmi internal yang berupa Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) kabupaten Jombang. Sementara, teknik analisis data dilakukan dengan cara analisis konten yang meninjau lima jenis sampel, yakni: (1) mantra kawit, (2) mantra nampek, (3) mantra keleman, (4) mantra tandur, dan (5) mantra wiwit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur mikro yang dianalisis menggunakan teori van Dijk, menghasilkan diskusi yang berwujud: semantik, statistik, stilistik, dan retoris. Dengan demikian, melalui kajian wacana kritis yang dilakukan oleh peneliti, diharapkan dapat menjadi salah satu upaya penjagaan, pemeliharaan, dan pelestarian warisan budaya berupa mantra Jawa.
GAMIFIKASI: EFEKTIVITAS GAME INTERAKTIF DALAM PENINGKATAN LITERASI DIGITAL SISWA Anshori, Irham Thufani; Bashir, Udjang Pairin M.
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v4i4.5187

Abstract

ABSTRACT In the digital era, digital literacy has become an essential aspect of learning, requiring innovative and engaging teaching methods. One effective approach is gamification, as it can enhance students' motivation and skills in accessing and analyzing technology-based information. This study aims to explore the effectiveness of interactive games in improving digital literacy of students at the senior high school (SMA) level, especially in Jombang City. The method used in this study is quantitative with a quasi-experimental design, which is designed to compare two groups of students. The experimental group received gamification-based learning, while the control group followed conventional learning methods. A total of 120 students from SMA Negeri 1 Jombang and SMA Negeri 2 Jombang were involved in this study, which were then divided into two groups. For data collection, this study involved a digital literacy test consisting of a pre-test and post-test, along with observations and questionnaires that explored students' perceptions regarding their experiences. The results of the analysis showed a significant increase in digital literacy scores for the experimental group compared to the control group. The average score on the post-test of the experimental group was recorded at 82.5, while the control group only had an average score of 72.3. Through the t-test, a significant difference was found (p <0.05), indicating that the learning method with interactive games was proven to be more effective in improving students' digital literacy. In addition, the results of the questionnaire  showed  that  87% of  students  found  it  easier  to understand the lesson material through interactive games, and 82% of students felt more motivated to learn. ABSTRAK Di era digital, literasi digital menjadi kebutuhan penting dalam pembelajaran yang menuntut adanya inovasi metode pengajaran. Salah satu pendekatan yang efektif adalah gamifikasi, karena mampu meningkatkan motivasi dan keterampilan siswa dalam mengakses serta menganalisis informasi berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami efektivitas permainan interaktif dalam meningkatkan literasi digital siswa di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) khususnya di Kota Jombang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain eksperimen semu, yang dirancang untuk membandingkan dua kelompok siswa. Kelompok eksperimen mendapatkan pembelajaran berbasis gamifikasi, sementara kelompok kontrol mengikuti metode pembelajaran konvensional. Sebanyak 120 siswa dari SMA Negeri 1 Jombang dan SMA Negeri 2 Jombang dilibatkan dalam studi ini, yang kemudian dibagi menjadi dua kelompok. Untuk pengumpulan data, penelitian ini melibatkan tes literasi digital yang terdiri dari pre-test dan post-test, beserta observasi dan angket yang menggali persepsi siswa terkait pengalaman mereka. Hasil dari analisis menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam skor literasi digital untuk kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol. Rata-rata skor pada post-test kelompok eksperimen tercatat mencapai 82.5, sedangkan kelompok kontrol hanya memiliki skor rata-rata 72.3. Melalui uji t-test, ditemukan perbedaan signifikan (p < 0.05), yang menunjukkan bahwa metode pembelajaran dengan permainan interaktif terbukti lebih efektif dalam meningkatkan literasi digital para siswa. Selain itu, hasil angket menunjukkan bahwa 87% siswa merasakan kemudahan dalam memahami materi pelajaran melalui permainan interaktif, dan 82% siswa merasa lebih termotivasi untuk belajar.
INOVASI PEMBELAJARAN TEKS MELALUI TEKS PUISI Wahyuni, Tri; Darni, Darni; Raharjo, Resdianto Permata
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v4i4.5188

Abstract

ABSTRACT Literature learning is a crucial element in character development, aesthetic sensitivity, and the enhancement of critical thinking skills. However, literature learning often tends to be monotonous. The presence of poetry texts is recommended as an innovation in literature teaching. Therefore, this research aims to analyze poetry texts as one of the innovations in literature learning. The methodology applied in this research is descriptive qualitative, with data collection techniques through observation and interviews with teachers and students at the secondary school level. The research shows that the text poetry method is an effective innovation in literature learning that can enhance students' understanding, appreciation, and engagement. Although it faces challenges such as complex preparation and limited time, this method is worthy of development and integration into teaching with appropriate adjustments and technological support. Additionally, this approach encourages students to better understand the structure and meaning of poetry through the integration of personal experiences and socio-cultural contexts. This article recommends the implementation of text-based poetry as part of an innovative literature teaching strategy in schools. ABSTRAK Pembelajaran sastra merupakan elemen krusial dalam pengembangan karakter, kepekaan estetika, dan peningkatan kemampuan berpikir kritis. Namun, pembelajaran sastra sering kali bersifat monoton. Keberadaan puisi teks disarankan sebagai inovasi dalam pengajaran sastra. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis teks puisi sebagai salah satu inovasi dalam pembelajaran sastra. Metodologi yang diterapkan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara dengan guru serta siswa di tingkat sekolah menengah. Penelitian menunjukkan bahwa metode puisi teks merupakan inovasi efektif dalam pembelajaran sastra yang mampu meningkatkan pemahaman, apresiasi, dan keterlibatan siswa. Meskipun menghadapi tantangan seperti persiapan yang kompleks dan keterbatasan waktu, metode ini layak dikembangkan dan diintegrasikan dalam pengajaran dengan penyesuaian serta dukungan teknologi. Selain itu, pendekatan ini mendorong siswa untuk lebih memahami struktur dan makna puisi melalui integrasi pengalaman pribadi dan konteks sosial budaya. Artikel ini merekomendasikan implementasi puisi teks sebagai bagian dari strategi pengajaran sastra yang inovatif di sekolah.
KETAHANAN IDENTITAS BUDAYA MINANGKABAU DALAM DINAMIKA KEHIDUPAN PERANTAUAN Santana, Selly Aprilia; Laila, Rifda Sa’adatul; Lastiana, Raisa; Yustika, Sifa
LANGUAGE : Jurnal Inovasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/language.v4i4.5232

Abstract

ABSTRACT Minangkabau culture is renowned for its unique matrilineal system and the tradition of migration (merantau) as an integral part of identity formation. This study aims to describe the resilience of Minangkabau cultural identity within the context of migration, focusing on the role of language, customary values, and informal education such as surau. The research employs a descriptive qualitative method using a narrative study approach based on the transcript of a personal interview with a Minangkabau migrant. The findings reveal that the use of the Minangkabau language and proverbs, such as “Dimano bumi dipijak, disitu langik dijunjuang” (wherever the land is stepped on, the sky above is upheld), serves as a moral compass in everyday interactions. Customary values, especially the role of the “mamak” (maternal uncle) in guiding and preserving family honor, remain crucial even when living far from the homeland. Surau is remembered as a vital space for nurturing religious and social character. However, modernization and the influence of foreign cultures pose significant challenges, particularly for younger generations who are increasingly distancing themselves from traditional values. Therefore, the revitalization of cultural values through family involvement and culturally-rooted education is essential to ensure the sustainability of Minangkabau cultural identity. This study provides insights for future programs on character education based on local wisdom, especially among Minangkabau migrants. ABSTRAK Budaya Minangkabau dikenal dengan sistem matrilineal yang unik dan tradisi merantau sebagai bagian penting dalam pembentukan jati diri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ketahanan identitas budaya Minangkabau di tengah dinamika perantauan, dengan fokus pada peran bahasa, nilai adat, dan pendidikan informal seperti surau. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi naratif berdasarkan transkrip wawancara personal seorang perantau Minangkabau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa Minangkabau dan ungkapan adat seperti "Dimano bumi dipijak, disitu langik dijunjuang" menjadi kompas moral dalam kehidupan di perantauan. Nilai-nilai adat, khususnya peran mamak sebagai pendidik moral dan penjaga kehormatan suku, tetap dijunjung meskipun jarak memisahkan dari kampung halaman. Pendidikan surau dikenang sebagai ruang pembentukan karakter religius dan sosial yang mendalam. Meski demikian, modernisasi dan pengaruh budaya luar menimbulkan tantangan signifikan, terutama bagi generasi muda yang cenderung menjauhi nilai-nilai tradisional. Oleh karena itu, revitalisasi nilai-nilai budaya melalui peran keluarga dan pendidikan berbasis adat menjadi kebutuhan mendesak agar identitas budaya Minangkabau tetap lestari. Temuan ini diharapkan dapat menjadi rujukan untuk memperkuat program pendidikan karakter berbasis budaya lokal, khususnya di kalangan perantau Minangkabau.

Page 11 of 13 | Total Record : 126