cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik
ISSN : 28072294     EISSN : 28071808     DOI : https://doi.org/10.51878/academia.v1i2.649
Core Subject : Education,
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Academic Research
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 518 Documents
PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES KETERAMPILAN PROSES SAINS (KPS) PADA MATERI LAJU REAKSI: ANALISIS DENGAN MODEL RASCH Nur Islamiah; Ramlawati Ramlawati; Sudding Sudding
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.13820

Abstract

Science process skills (SPS) are a key component of chemistry learning under the Kurikulum Merdeka, yet classroom assessment in chemistry still emphasizes knowledge over skills, and systematically designed SPS test instruments remain limited particularly for the reaction rate topic, which is closely tied to scientific inquiry activities. This gap is widened by the limited integration of expert validation with empirical Rasch Model analysis in developing SPS instruments for this topic, making the development of a valid, practical, and reliable instrument an important undertaking. This study is a development research project aimed at producing a valid, practical, and reliable Science Process Skills (SPS) test instrument covering the topic of reaction rates. The instrument was developed using the Plomp model, which comprises the preliminary investigation, design, realization/construction, test/evaluation/revision, and implementation phases. The developed instrument consists of multiple-choice questions with five answer options covering science process skill indicators. Field testing was conducted with students from class XI MK 1 at SMA Negeri 10 Gowa. Data were collected via expert validation sheets, teacher and student response questionnaires, and student test results. Data analysis was performed using descriptive methods and the Rasch Model. The results indicate that the developed SPS test instrument was confirmed valid based on expert judgment, reliable based on both theoretical and empirical consistency analyses, and practical based on highly positive teacher responses regarding its ease of use. Consequently, the developed SPS test instrument for the reaction rate topic satisfies the requirements for validity, reliability, and practicality, making it suitable for measuring students' science process skills. ABSTRAK Keterampilan proses sains (KPS) merupakan aspek penting dalam pembelajaran kimia pada Kurikulum Merdeka, namun penilaian pembelajaran kimia di sekolah masih lebih menitikberatkan pada aspek pengetahuan, sementara instrumen tes yang secara sistematis mengukur KPS masih terbatas, khususnya pada materi laju reaksi yang sarat aktivitas ilmiah. Kesenjangan ini diperbesar oleh belum terintegrasinya validasi ahli dengan analisis empiris berbasis Model Rasch pada pengembangan instrumen KPS materi tersebut, sehingga pengembangan instrumen yang valid, praktis, dan reliabel menjadi penting untuk dilakukan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan menghasilkan instrumen tes keterampilan proses sains (KPS) pada materi laju reaksi yang valid, praktis, dan reliabel. Pengembangan instrumen menggunakan model Plomp yang meliputi fase investigasi awal, fase desain, fase realisasi atau konstruksi, fase tes, evaluasi dan revisi, serta fase implementasi. Instrumen yang dikembangkan berupa butir soal pilihan ganda dengan lima alternatif jawaban yang meliputi indikator keterampilan proses sains. Uji coba dilakukan pada peserta didik kelas XI MK 1 SMA Negeri 10 Gowa. Data penelitian diperoleh melalui lembar validasi ahli, angket respons guru dan peserta didik, serta hasil tes peserta didik. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan menggunakan Model Rasch. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen tes keterampilan proses sains yang dikembangkan dinyatakan valid berdasarkan penilaian ahli, reliabel berdasarkan analisis konsistensi teoretis maupun empiris, serta praktis berdasarkan respons guru yang sangat positif terhadap kemudahan penggunaannya. Dengan demikian, instrumen tes keterampilan proses sains pada materi laju reaksi yang telah dikembangkan telah memenuhi aspek kevalidan, reliabilitas, dan kepraktisan yang layak digunakan sebagai alat ukur keterampilan proses sains peserta didik.
LITERASI DIGITAL DAN KETAHANAN BELAJAR MAHASISWA: PERAN MEDIASI MOTIVASI BELAJAR DAN ANALISIS MULTI-GROUP Haryani Pratiwi Sitompul; Rini Herliani; Sondang Aida Silalahi; Ulfa Nurhayani
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.13825

Abstract

The rapid development of digital technology in higher education requires students to possess adequate digital literacy to support learning while coping with various academic challenges. However, digital competence alone may not be sufficient to build learning resilience, as learning motivation may serve as an important mechanism linking digital capabilities to students' ability to persist and adapt when facing academic pressures. This study aims to analyze the effect of digital literacy on students' learning resilience, with learning motivation as a mediating variable, and to test whether the strength of these relationships differs across gender and study-program groups using Multi-Group Analysis (MGA). The subjects were 265 students from the Accounting and Accounting Education study programs, Faculty of Economics, Universitas Negeri Medan, analyzed quantitatively using Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). Results show that digital literacy significantly affects learning resilience, both directly (path coefficient 0.251; t=4.659) and indirectly through learning motivation (coefficient 0.300; t=7.805; p<0.05), indicating that learning motivation plays a partial mediating role in this relationship. The MGA results reveal that the magnitude of the indirect effect of digital literacy on learning resilience through learning motivation does not differ significantly between male and female students (specific indirect effect difference 0.017; p=0.829), nor between the Accounting and Accounting Education groups (specific indirect effect difference −0.049; p=0.668). In other words, the mediating pathway involving digital literacy, learning motivation, and learning resilience is consistent across gender and study-program groups. These findings confirm that strengthening digital literacy and learning motivation is a strategy equally relevant for all students, regardless of these demographic characteristics. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital dalam pendidikan tinggi menuntut mahasiswa memiliki literasi digital yang memadai untuk mendukung proses pembelajaran sekaligus menghadapi berbagai tantangan akademik. Namun, kemampuan digital saja belum tentu cukup untuk membangun ketahanan belajar, karena motivasi belajar dapat menjadi mekanisme penting yang menghubungkan kemampuan tersebut dengan kemampuan mahasiswa untuk bertahan dan beradaptasi dalam menghadapi tekanan akademik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh literasi digital terhadap ketahanan belajar mahasiswa, dengan motivasi belajar sebagai variabel mediasi, serta menguji apakah kekuatan hubungan antarvariabel tersebut berbeda antar kelompok gender dan program studi melalui Multi-Group Analysis (MGA). Subjek penelitian adalah 265 mahasiswa Program Studi Akuntansi dan Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Medan, dengan pendekatan kuantitatif dan analisis Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil menunjukkan literasi digital berpengaruh signifikan terhadap ketahanan belajar, baik secara langsung (koefisien jalur 0,251; t=4,659) maupun tidak langsung melalui motivasi belajar (koefisien 0,300; t=7,805; p<0,05), yang menunjukkan bahwa motivasi belajar berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan tersebut. Hasil MGA menunjukkan bahwa besaran pengaruh tidak langsung literasi digital terhadap ketahanan belajar melalui motivasi belajar tidak berbeda signifikan antara kelompok mahasiswa pria dan wanita (selisih specific indirect effect 0,017; p=0,829), maupun antara kelompok Akuntansi dan Pendidikan Akuntansi (selisih specific indirect effect −0,049; p=0,668). Dengan kata lain, jalur mediasi literasi digital, motivasi belajar, dan ketahanan belajar bersifat konsisten lintas kelompok gender dan program studi. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan literasi digital dan motivasi belajar merupakan strategi yang relevan secara merata bagi seluruh mahasiswa, tanpa perlu dibedakan berdasarkan karakteristik demografis tersebut.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA PRESENTASI TERHADAP HASIL BELAJAR PAI DI SMKN 7 SURAKARTA Taufiq Achmad Hady Hidayatul Ma'arif; Zaki Afifi
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.13826

Abstract

Learning outcomes are an important indicator of the achievement of Islamic Religious Education (IRE), particularly in assessing students’ cognitive abilities. However, instruction that relies predominantly on verbal delivery may limit students’ engagement in receiving and processing information. This study aims to analyze the role of presentation media in supporting IRE learning outcomes in the cognitive domains of remembering (C1) and understanding (C2) at SMKN 7 Surakarta. The study employed a descriptive qualitative approach with a phenomenological perspective. The participants consisted of two IRE teachers and students from ten classes. Data were collected through classroom observations, interviews, and documentation of Student Worksheets (LKPD), Focus Group Discussions (FGD), individual assignments, quizzes, and written examinations. Data were analyzed through data collection, data condensation, data display, and conclusion drawing, while data trustworthiness was established through source triangulation, technique triangulation, and member checking. The findings indicate that presentation media played a role in supporting C1 achievement through concise, structured, and visual presentation of instructional content, which helped students recognize and recall terms, religious principles, figures, and basic concepts. C2 achievement was more evident when presentation media were integrated with learning activities such as LKPD, FGD, individual assignments, reflection, and evaluation, which encouraged students to explain, interpret, and relate the learning materials to everyday life. Thus, the role of presentation media in IRE learning is closely associated with its integration into learning activities that provide opportunities for students to receive, recall, and process instructional information. ABSTRAK Hasil belajar merupakan salah satu indikator penting dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), khususnya dalam melihat ketercapaian kemampuan kognitif peserta didik. Namun, penyampaian materi yang masih dominan secara verbal dapat membatasi keterlibatan peserta didik dalam menerima dan mengolah informasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran penggunaan media presentasi dalam mendukung ketercapaian hasil belajar PAI pada ranah kognitif mengingat (C1) dan memahami (C2) di SMKN 7 Surakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif fenomenologis. Informan penelitian terdiri atas dua guru PAI dan peserta didik dari sepuluh kelas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap LKPD, Focus Group Discussion (FGD), tugas individu, quiz, dan ujian tulis. Data dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media presentasi berperan dalam mendukung ketercapaian C1 melalui penyajian materi yang ringkas, terstruktur, dan visual sehingga membantu peserta didik mengenali dan mengingat istilah, dalil, tokoh, serta konsep dasar. Ketercapaian C2 lebih terlihat ketika media presentasi dipadukan dengan LKPD, FGD, tugas individu, refleksi, dan evaluasi yang mendorong peserta didik menjelaskan, menafsirkan, dan mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, peran media presentasi dalam pembelajaran PAI berkaitan dengan keterpaduannya bersama aktivitas pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menerima, mengingat, dan mengolah kembali informasi.
PEMAHAMAN EKONOMI SIRKULAR, MAQASHID SYARIAH, INSENTIF EKONOMI, DAN PERCEIVED VALUE TERHADAP INTENSI PARTISIPASI BANK SAMPAH Yori Kurniawati; Rini Elvira
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.13827

Abstract

The Waste Bank Program in Lima Puluh Kota Regency still faces challenges in encouraging sustainable community participation, highlighting the need to understand the factors that shape participation intention. This study aims to analyze the effects of Circular Economy Understanding, Maqashid Sharia Understanding, and Economic Incentives on Community Participation Intention in the Waste Bank Program in Lima Puluh Kota Regency, as well as to examine the role of Perceived Value as a moderating variable. This research employed a quantitative approach with an explanatory research design. Data were collected through questionnaires from 150 respondents selected using purposive sampling and analyzed using Moderated Regression Analysis (MRA) with IBM SPSS. The findings reveal that Maqashid Sharia Understanding and Perceived Value have positive and significant effects on Community Participation Intention, whereas Circular Economy Understanding has no significant effect. Economic Incentives have a negative and significant effect on Community Participation Intention, while Perceived Value moderates the relationship between Economic Incentives and Community Participation Intention. The research model has an Adjusted R Square of 0.987, indicating that 98.7% of the variation in Community Participation Intention can be explained by the variables included in the model. These findings indicate that community participation in the Waste Bank Program is more closely associated with the internalization of religious values and perceived benefits than with financial considerations alone. This study contributes to the development of a community participation model by integrating economic, religious, and perceived value dimensions within the context of circular economy-based waste management. ABSTRAK Program Bank Sampah di Kabupaten Lima Puluh Kota masih menghadapi tantangan dalam mendorong keberlanjutan partisipasi masyarakat, sehingga diperlukan pemahaman mengenai faktor-faktor yang membentuk intensi partisipasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Pemahaman Ekonomi Sirkular, Pemahaman Maqashid Syariah, dan Insentif Ekonomi terhadap Intensi Partisipasi Masyarakat dalam Program Bank Sampah di Kabupaten Lima Puluh Kota, serta menguji peran Perceived Value sebagai variabel moderasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 150 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dianalisis menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA) dengan bantuan IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemahaman Maqashid Syariah dan Perceived Value berpengaruh positif dan signifikan terhadap Intensi Partisipasi Masyarakat, sedangkan Pemahaman Ekonomi Sirkular tidak berpengaruh signifikan. Insentif Ekonomi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Intensi Partisipasi Masyarakat, sementara Perceived Value memoderasi hubungan antara Insentif Ekonomi dan Intensi Partisipasi Masyarakat. Model penelitian memiliki Adjusted R Square sebesar 0,987, yang menunjukkan bahwa 98,7% variasi Intensi Partisipasi Masyarakat dapat dijelaskan oleh variabel dalam model. Temuan ini menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam Program Bank Sampah lebih berkaitan dengan internalisasi nilai keagamaan dan manfaat yang dirasakan dibandingkan pertimbangan finansial semata. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model partisipasi masyarakat dengan mengintegrasikan dimensi ekonomi, religius, dan persepsi nilai dalam konteks pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.
WORK-BASED LEARNING DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN KESIAPAN KERJA SISWA PENDIDIKAN VOKASI: SYSTEMATIC REVIEW Mas’ula Mas’ula; Endah Sudarmilah
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.13855

Abstract

ABSTRACT Digital transformation requires vocational education to prepare graduates who possess not only technical competencies but also the ability to adapt to technological advances, evolving workplace cultures, and changing industry demands. This study aims to synthesize empirical evidence on the implementation of Digital Work-Based Learning (WBL) and its contribution to improving vocational students' work readiness. The study employed a Systematic Literature Review (SLR) following the PRISMA guidelines. A total of 25 peer-reviewed journal articles with verified DOIs published between 2020 and 2025 were selected based on their relevance to Work-Based Learning, vocational education, digital learning, employability, workplace experience, and career adaptability. Data were analyzed through identification, screening, extraction, and thematic synthesis. The findings indicate that digital WBL is implemented through structured industrial internships, project-based learning, school–industry collaboration platforms, e-learning, mobile learning, gamification, augmented reality, mixed reality, and digital assessment practices that support inclusive learning. These approaches consistently enhance students' technical competencies, soft skills, self-efficacy, reflective ability, career adaptability, and overall work readiness. The effectiveness of digital WBL depends on high-quality industrial supervision, teacher competence, clear task design, continuous feedback, and alignment between vocational curricula and workplace requirements. This review concludes that digital Work-Based Learning is an effective strategy for strengthening vocational graduates' employability while emphasizing the importance of rigorous article selection and source verification to ensure the credibility of systematic review findings. ABSTRAK Transformasi digital menuntut pendidikan vokasi tidak hanya menghasilkan lulusan yang menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi, budaya kerja, dan kebutuhan industri yang terus berubah. Artikel ini bertujuan menyintesis bukti empiris mengenai penerapan Work-Based Learning (WBL) di era digital serta kontribusinya terhadap peningkatan kesiapan kerja peserta didik pendidikan vokasi. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman PRISMA. Sebanyak 25 artikel jurnal bereputasi dan memiliki DOI yang diterbitkan pada periode 2020–2025 dipilih berdasarkan kriteria relevansi terhadap Work-Based Learning, pendidikan vokasi, digitalisasi pembelajaran, employability, pengalaman kerja, dan career adaptability. Data dianalisis melalui proses identifikasi, seleksi, ekstraksi, dan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi WBL digital dilakukan melalui magang industri terstruktur, pembelajaran berbasis proyek, platform kolaborasi sekolah–industri, e-learning, mobile learning, gamification, augmented reality, mixed reality, serta asesmen digital yang mendukung pembelajaran inklusif. Penerapan tersebut terbukti berkontribusi terhadap peningkatan keterampilan teknis, soft skills, efikasi diri, kemampuan refleksi, career adaptability, dan kesiapan kerja peserta didik. Efektivitas implementasi WBL digital dipengaruhi oleh kualitas supervisi industri, kompetensi guru, kejelasan tugas, umpan balik yang berkelanjutan, serta keselarasan antara kurikulum dan kebutuhan dunia kerja. Kajian ini menegaskan bahwa WBL berbasis digital merupakan strategi yang efektif untuk memperkuat kesiapan kerja lulusan pendidikan vokasi sekaligus menyoroti pentingnya seleksi dan verifikasi sumber ilmiah dalam menghasilkan sintesis yang kredibel.
ANALISIS PROFIL CORE STABILITY MENGGUNAKAN POREARM PLANK TEST PADA PEMAIN KLUB FUTSAL TOREAN DI KABUPATEN LOMBOK UTARA TAHUN 2026 Budi Kartono; Muhammad Salabi; Elya Wibawa Syarifuddin
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.13921

Abstract

ABSTRACT Core stability is an essential component of physical fitness that contributes to body balance, postural stability, and movement efficiency during futsal training and competition. Preliminary observations at the Torean Futsal Club revealed differences in players' ability to maintain body stability as game intensity increased. This study aimed to describe the core stability level of players at the Torean Futsal Club. The research employed a quantitative approach using a descriptive research design. All players of the Torean Futsal Club were included as research participants through a total sampling technique. Data were collected using a standardized core stability test and analyzed using descriptive statistics, including mean scores, percentages, and performance categories. The findings indicated that most players were classified in the good category; however, several players were still categorized as fair, poor, and very poor. These results suggest that the players' core stability levels have not yet been evenly developed, indicating the need for more structured and continuous physical training programs to improve trunk stability among all players. In conclusion, the overall core stability level of Torean Futsal Club players falls within the good category, although further optimization of training programs is necessary to enhance athletic performance and reduce the risk of sports-related injuries. ABSTRAK Kemampuan core stability merupakan salah satu komponen kondisi fisik yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan tubuh, stabilitas postur, dan efektivitas gerakan pemain futsal selama latihan maupun pertandingan. Hasil pengamatan awal di Klub Futsal Torean menunjukkan adanya perbedaan kemampuan pemain dalam mempertahankan stabilitas tubuh ketika intensitas permainan meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kemampuan core stability pemain Klub Futsal Torean. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif. Seluruh pemain Klub Futsal Torean dijadikan subjek penelitian menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes core stability sesuai prosedur pengukuran yang telah ditetapkan, kemudian hasilnya dianalisis menggunakan statistik deskriptif dalam bentuk nilai rata-rata, persentase, dan kategori kemampuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pemain berada pada kategori baik, namun masih ditemukan pemain yang termasuk dalam kategori cukup, kurang, dan sangat kurang. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa kemampuan core stability pemain belum merata sehingga masih diperlukan program latihan fisik yang lebih terarah dan berkesinambungan untuk meningkatkan stabilitas otot inti pada seluruh pemain. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tingkat core stability pemain Klub Futsal Torean secara umum berada pada kategori baik, tetapi optimalisasi program latihan tetap diperlukan sebagai upaya meningkatkan kualitas performa dan mengurangi risiko cedera selama aktivitas olahraga.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PKN BERBASIS KURIKULUM MERDEKA DALAM PENGUATAN DIMENSI BERAKHLAK MULIA Rizqi Akbar; Moh. Taufiq
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.13945

Abstract

Character development is an important aspect of implementing the Merdeka Curriculum through the Pancasila Student Profile, particularly the dimension of Noble Character. However, some sixth-grade students of Class VI B at MI Al Fithrah Surabaya still demonstrate problems with discipline and responsibility, indicating the need for character strengthening through the learning process. This study aims to describe the implementation of Civic Education (PKn) learning in strengthening the Noble Character dimension, identify supporting and inhibiting factors, and analyze its impact on the character of Class VI B students. This study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The results showed that character strengthening was implemented through the integration of values into learning, habituation, teacher role modeling, and madrasah culture. Supporting factors included teacher commitment, religious culture, and madrasah programs, while inhibiting factors included differences in students’ characters, suboptimal family support, gadget use, and limited time. PKn learning contributed to strengthening discipline, responsibility, social concern, and mutual respect. ABSTRAK Penguatan karakter peserta didik merupakan salah satu aspek penting dalam pelaksanaan Kurikulum Merdeka melalui Profil Pelajar Pancasila, termasuk dimensi Berakhlak Mulia. Namun, sebagian peserta didik kelas VI B MI Al Fithrah Surabaya masih menunjukkan permasalahan dalam disiplin dan tanggung jawab, sehingga diperlukan penguatan karakter melalui proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pembelajaran PKn dalam menguatkan dimensi Berakhlak Mulia, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta menganalisis dampaknya terhadap karakter peserta didik kelas VI B. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan penguatan karakter dilakukan melalui integrasi nilai dalam pembelajaran, pembiasaan, keteladanan guru, dan budaya madrasah. Faktor pendukung meliputi komitmen guru, budaya religius, dan program madrasah, sedangkan faktor penghambat meliputi perbedaan karakter peserta didik, pendampingan keluarga yang belum optimal, penggunaan gawai, dan keterbatasan waktu. Implementasi pembelajaran PKn menunjukkan kontribusi terhadap penguatan disiplin, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan sikap saling menghargai.
MANAJEMEN PERPUSTAKAAN SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA DI SMA Samiuddin Samiuddin; M. Ary Irawan; Haromain Haromain
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.14008

Abstract

ABSTRACT The library at SMA Negeri 7 Mataram is not merely positioned as a space for storing reading materials but has developed into an integral part of the learning environment and students’ literacy activities. This condition was examined through the library management practices implemented during the 2025/2026 academic year, particularly in terms of how the school plans its needs, operates services, conducts supervision, and responds to factors that support or constrain its management. The study employed a descriptive qualitative approach involving five informants: the principal, head librarian, teacher, and two students. Data were collected through semi-structured interviews, non-participant observation, and documentation, and were subsequently analyzed thematically through data grouping, presentation, and conclusion drawing, supported by source and technique triangulation. The findings indicate that library management is guided by needs-based planning, digitalization of services through SLiMS, and programs including the Literacy Community, creative writing competitions, summarizing or reviewing activities, reading corners, and a reward system. Supervision was conducted directly and periodically, followed by actions addressing facility and service needs. Support from the principal, teachers, and available facilities strengthened library management, while limited human resources, storage space, collection procurement, and changes in students’ information-seeking patterns remained challenges. These conditions position integrated and adaptive management as a foundation for strengthening students’ engagement in reading activities. ABSTRAK Perpustakaan di SMA Negeri 7 Mataram tidak hanya ditempatkan sebagai ruang penyimpanan bahan bacaan, tetapi berkembang sebagai bagian dari lingkungan belajar dan aktivitas literasi siswa. Gambaran tersebut ditelaah melalui praktik pengelolaan perpustakaan pada Tahun Ajaran 2025/2026, terutama mengenai cara sekolah merencanakan kebutuhan, menjalankan layanan, melakukan pengawasan, serta merespons kondisi yang mendukung maupun membatasi pengelolaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan lima informan, yaitu kepala sekolah, kepala perpustakaan, guru, dan dua siswa. Informasi dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik melalui pengelompokan data, penyajian, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber serta teknik. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pengelolaan perpustakaan diarahkan melalui perencanaan berbasis kebutuhan, digitalisasi layanan menggunakan SLiMS, serta program yang meliputi Komunitas Literasi, lomba cipta karya, kegiatan meringkas atau meresensi, pojok baca, dan sistem reward. Pengawasan dilakukan secara langsung dan berkala dengan tindak lanjut terhadap kebutuhan fasilitas dan layanan. Dukungan kepala sekolah, guru, dan fasilitas memperkuat pengelolaan, sedangkan keterbatasan sumber daya manusia, ruang penyimpanan, pengadaan koleksi, dan perubahan pola pencarian informasi siswa menjadi kendala. Kondisi tersebut menempatkan pengelolaan terpadu dan adaptif sebagai landasan untuk memperkuat keterlibatan siswa dalam aktivitas membaca.
TINDAK TUTUR ILOKUSI DAN PERLOKUSI DALAM INTERAKSI TOKOH PUBLIK DENGAN WARGANET DI TIKTOK: STUDI PADA AKUN @GIBRAN_RAKABUMING Nyoman Aprilia Cintya Dewi; M Ridlwan; R. Panji Hermoyo
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.14312

Abstract

ABSTRACT Public figures’ interactions on TikTok present a pragmatic issue when the intentions conveyed through their utterances are not always interpreted uniformly by audiences. Differences in interpretation can be seen in netizens’ comments, which may reinforce, question, or redirect the meaning of the messages conveyed. This issue provides the basis for examining the forms of illocutionary speech acts on the TikTok account @gibran_rakabuming, the perlocutionary responses of netizens, and the relationship between the two within a single communicative event. The study employed a pragmatic approach and a descriptive qualitative method to examine utterances in posts and related comments published from February to April 2026. Data were collected through non-participant observation and documentation, then analyzed through identification, classification, interpretation, and presentation according to the communicative context. The findings revealed four forms of illocutionary speech acts, namely assertives, directives, expressives, and commissives, while perlocutionary responses were categorized into support and agreement, criticism and rejection, and humor and sarcasm. Their relationship indicates that netizens’ responses do not emerge automatically from the speaker’s intentions but are shaped by the context and audience interpretation. These findings position public figures’ communication on TikTok as a pragmatic process in which meaning is continually negotiated through the interaction between utterances and audience responses within the digital sphere. ABSTRAK Interaksi tokoh publik di TikTok menghadirkan persoalan pragmatik ketika maksud yang dibangun melalui tuturan tidak selalu diterima audiens dalam pemaknaan yang seragam. Perbedaan penafsiran tersebut tampak melalui komentar warganet yang dapat memperkuat, mempertanyakan, atau mengubah arah makna pesan yang disampaikan. Persoalan ini menjadi dasar penelitian untuk mengkaji bentuk tindak tutur ilokusi pada akun TikTok @gibran_rakabuming, respons perlokusi warganet, serta keterkaitan keduanya dalam satu peristiwa komunikasi. Kajian dilakukan dengan pendekatan pragmatik dan metode deskriptif kualitatif terhadap tuturan dalam unggahan dan komentar yang berkaitan selama Februari–April 2026. Data diperoleh melalui observasi nonpartisipan dan dokumentasi, kemudian ditelaah melalui identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan penyajian sesuai konteks komunikasi. Hasil kajian memperlihatkan empat bentuk ilokusi, yakni asertif, direktif, ekspresif, dan komisif, sedangkan respons perlokusi terbagi menjadi dukungan dan persetujuan, kritik dan penolakan, serta humor dan sindiran. Keterkaitan keduanya memperlihatkan bahwa respons warganet tidak terbentuk secara otomatis dari maksud penutur, melainkan dipengaruhi konteks dan penafsiran audiens. Temuan ini menempatkan komunikasi tokoh publik di TikTok sebagai proses pragmatik yang maknanya terus dinegosiasikan melalui interaksi antara tuturan dan respons audiens dalam ruang digital.
PROFIL PEDAGOGI MENDALAM BERBASIS KEARIFAN SASAK DALAM PERANGKAT AJAR BAHASA INDONESIA Lalu Dedi Purnawan; Khirjan Nahdi; Muh. Jaelani Al Pansori
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v4i4.14984

Abstract

ABSTRACT This study analyzes Indonesian language teachers’ ability to develop deep learning instructional materials integrating Sasak local wisdom in senior high schools in Central Lombok. The study focuses on lesson planning, teaching materials, assessment instruments, and implementation challenges. A qualitative approach with a case study design was employed across seven senior high schools. Data were collected through in-depth interviews, questionnaires, and document analysis, and were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing, supported by source and technique triangulation. Percentages were used only as supporting descriptive data and not as the basis for statistical analysis. The findings indicate that teachers generally demonstrated good competence in developing instructional components, particularly in selecting relevant materials and learning resources. Descriptive data showed that several teaching-material indicators reached 96%, while indicators related to deep exploration and optimization of local cultural integration reached 82%, indicating a gap between the completeness of instructional components and the depth of learning experiences. The achievement of challenges and efforts across schools ranged from 86% to 93%, reflected in teachers’ participation in MGMP collaboration, training, resource sharing, and digital resource utilization. The main challenges involved limited specialized references and the lack of systematic integration of Sasak culture. The study concludes that Sasak local wisdom needs to be coherently integrated into learning objectives, activities, materials, and assessment to support deep learning, literacy, higher-order thinking skills, and cultural meaning-making. ABSTRAK Penelitian ini menganalisis kemampuan guru Bahasa Indonesia dalam menyusun perangkat ajar pembelajaran mendalam berbasis kearifan lokal Sasak pada SMA di Kabupaten Lombok Tengah. Fokus penelitian mencakup perencanaan pembelajaran, bahan ajar, instrumen penilaian, serta kendala implementasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus pada tujuh SMA. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, angket, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Persentase digunakan sebagai data deskriptif pendukung, bukan sebagai dasar analisis statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru secara umum memiliki kemampuan baik dalam mengembangkan perangkat ajar, terutama pada pemilihan materi dan sumber belajar. Data deskriptif menunjukkan beberapa indikator bahan ajar mencapai 96%, sedangkan indikator eksplorasi mendalam dan optimalisasi integrasi budaya lokal mencapai 82%, yang menunjukkan adanya kesenjangan antara kelengkapan komponen perangkat dan kedalaman pengalaman belajar. Capaian kendala dan upaya antarsekolah berada pada rentang 86–93%, dengan strategi berupa kolaborasi MGMP, pelatihan, berbagi perangkat, dan pemanfaatan sumber digital. Kendala utama berupa keterbatasan referensi khusus dan belum sistematisnya integrasi budaya Sasak. Penelitian menyimpulkan bahwa kearifan lokal Sasak perlu diintegrasikan secara koheren dalam tujuan, aktivitas, bahan, dan asesmen agar mendukung pembelajaran mendalam, literasi, HOTS, dan pemaknaan budaya.